Ita Handayani
STIKES Aisyiyah Surakarta

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

KARAKTERISTIK IBU DENGAN PARITAS LEBIH DARI 3 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GAMBIRSARI SURAKARTA

GASTER Vol 10, No 2 (2013): AGUSTUS
Publisher : GASTER

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Paritas menunjukkan jumlah kehamilan dan telah dilahirkan tanpa mengingat jumlah anaknya. Berdasarkan survey pendahuluan di Puskesmas Gambirsari terdapat ibu dengan paritas lebih dari 3 sebanyak 580 orang dengan usia rata-rata 35 tahun, mayoritas tingkat pendidikan ibu SD dengan pengetahuan tentang berKB masih kurang dan agama tidak memperbolehkan untuk berKB, sehingga ibu tersebut kemungkinan besar memiliki paritas lebih dari 3. Tujuan: untuk mengetahui karakteristik ibu dengan paritas lebih dari tiga di wilayah kerja  Puskesmas Gambirsari Surakarta. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah deskriptif  yang melukiskan  tiap variabel. Pengambilan sampel menggunakan teknik quota sampling. Sampel berjumlah 145 responden yang sesuai dengan kriteria inklusi yang telah ditetapkan. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil: Hasil penelitian karakteristik ibu dengan paritas lebih dari 3 di wilayah kerja Puskesmas Gambirsari Surakarta adalah karakteristik  pendidikan  yang paling  mempengaruhi jumlah paritas. Kesimpulan: Ibu dengan paritas lebih dari 3 di wilayah kerja Puskesmas Gambirsari Surakarta dengan karakteristik dilihat dari tingkat pendidikan kebanyakan SD, pekerjaan mayoritas pedagang, usia rata-rata 20-35 tahun,  dan mitos atau kepercayaan tentang banyak anak banyak rejeki. Dari berbagai karakteristik ibu yang  paling mempengaruhi paritas ibu lebih dari 3 adalah segi pendidikan.Kata Kunci: karakteristik, paritas, ibu

KARAKTERISTIK IBU DENGAN PARITAS LEBIH DARI 3 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GAMBIRSARI SURAKARTA

GASTER Vol 10, No 2 (2013): AGUSTUS
Publisher : P3M STIKES Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Paritas menunjukkan jumlah kehamilan dan telah dilahirkan tanpa mengingat jumlah anaknya. Berdasarkan survey pendahuluan di Puskesmas Gambirsari terdapat ibu dengan paritas lebih dari 3 sebanyak 580 orang dengan usia rata-rata 35 tahun, mayoritas tingkat pendidikan ibu SD dengan pengetahuan tentang berKB masih kurang dan agama tidak memperbolehkan untuk berKB, sehingga ibu tersebut kemungkinan besar memiliki paritas lebih dari 3. Tujuan: untuk mengetahui karakteristik ibu dengan paritas lebih dari tiga di wilayah kerja  Puskesmas Gambirsari Surakarta. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah deskriptif  yang melukiskan  tiap variabel. Pengambilan sampel menggunakan teknik quota sampling. Sampel berjumlah 145 responden yang sesuai dengan kriteria inklusi yang telah ditetapkan. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil: Hasil penelitian karakteristik ibu dengan paritas lebih dari 3 di wilayah kerja Puskesmas Gambirsari Surakarta adalah karakteristik  pendidikan  yang paling  mempengaruhi jumlah paritas. Kesimpulan: Ibu dengan paritas lebih dari 3 di wilayah kerja Puskesmas Gambirsari Surakarta dengan karakteristik dilihat dari tingkat pendidikan kebanyakan SD, pekerjaan mayoritas pedagang, usia rata-rata 20-35 tahun,  dan mitos atau kepercayaan tentang banyak anak banyak rejeki. Dari berbagai karakteristik ibu yang  paling mempengaruhi paritas ibu lebih dari 3 adalah segi pendidikan.Kata Kunci: karakteristik, paritas, ibu

Pemodelan Shopping Trips dan Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Pemilihan Suatu Mall sebagai Tempat Berbelanja (Studi Kasus pada Mall di Kawasan Sekitar Jakarta Utara)

Jurnal Teknologi Sistem Informasi dan Aplikasi Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Teknologi Sistem Informasi dan Aplikasi
Publisher : Teknik Informatika Universitas Pamulang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.341 KB)

Abstract

Jika kita melihat shopping trips yang dilakukan orang-orang yang tinggal di sebuah pemukiman di suatu daerah selama periode waktu tertentu, bagaimanakah kita mengembangkan sebuah model perilaku belanja yang cocok?. Paper ini menyajikan pendekatan pemodelan untuk menggambarkan perilaku belanja di mall wilayah sekitar Jakarta Utara. Selain itu, faktor-faktor yang mungkin berpengaruh terhadap perilaku belanja tersebut juga dianalisis untuk melihat keakuratan dari pendekatan model yang dibuat. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui jumlah tarikan pengunjung perjalanan belanja ke suatu mall di Jakarta Utara. Data primer diperoleh dari hasil tanya jawab dengan penduduk di Jakarta Utara terkait trayek transportasi menuju mall, sedangkan data sekunder diperoleh dari hasil browsing internet berupa data variabel luas mall, luas retail floor, jumlah penduduk per kecamatan, jumlah toko, kapasitas parkir kendaraan, banyaknya alternatif transportasi, prosentase perkembangan distribusi pengeluaran, dan kategori mall. nKerangka pemodelan yang diusulkan adalah sebagai berikut. Pertama, model tarikan pengunjung dari sebuah  kecamatan  ke mall-mall yang ada di Jakarta Utara. Kedua, tarikan pengunjung dari sebuah  kecamatan  ke mall-mall yang ada di Jakarta Utara berdasarkan kategori mall dan kategori tingkat ekonomi penduduk di kecamatan tersebut. Kedua pendekatan model yang dibuat dapat dijadikan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan bagi pemerintah kota terkait dalam melakukan pengembangan tata kota, baik dari sisi lalu lintas maupun pengaturan gerakan distribusi barang.

Penggunaan ICT dalam Penyusunan Modul Statistika

Jurnal Informatika Universitas Pamulang Vol 3, No 3 (2018): JURNAL INFORMATIKA UNIVERSITAS PAMULANG
Publisher : Teknik Informatika Universitas Pamulang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.315 KB)

Abstract

In this study, the objectives to be achieved are teaching material products in the form of information technology-based statistical modules (Information and communication technology). This study uses the development of the ADDIE model in the preparation of the module. The ADDIE model consists of analysis (analysis), design (design), development (development), implementation (implementation) and the last is evaluation (evaluation). In the ADDIE model, the module developed contains valid, practical and effective criteria. Validity criteria refer to the validity of experts and practitioners. For the practicality of modules developed, based on the instrument in the form of a questionnaire. While for module effectiveness, it can be seen from the value of student achievement. The results of this study indicate that the modules developed meet valid criteria which fall into the very good category. For the module practicality criteria, the research shows that the module falls into a very good category based on the observations of the implementation of lecturers' learning and assessment. Based on student responses, the developed statistical modules fall into the good category. As for the effectiveness category, based on student achievement, the module can be classified as effective.