Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : METANA

Peningkatan Produksi Garam Beryodium Melalui Aplikasi Alat Pencetak Garam Secara Mekanik

METANA Edisi Khusus Februari 2011
Publisher : METANA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4919.381 KB)

Abstract

The salt moulder groups "Muji Rahayu" have a mission for drummed up salt moulders by are very limited, by process technology conventionally. The result of production is salt_powder  which is a gunny_pack then on sale at the prince of low. If it is soled in salt_moulder, the price will increase. Salt moulder form of Instrumentation which it is has incereased quality and sale at the prince salt iodized consumption. However, at the employe moulder machine which is continue, the machine has trouble because it is always related to salt which have a character is corrosive. Therefore, it needs to have a salt_moulder which is simple and easy to be operated by salt-farmer moreover the price is cheap. The salt moulder will work by mechanic and aplication style. Because of the caracter of salt which corrosive, so the contraction which related to salt is made by stainless steel. By the expectation it be able to increase the income of salt_farmers. Keywords : iodized salt, salt moulder

PEMANFAATAN AMPAS JAHE LIMBAH INDUSTRI JAMU DAN MINUMAN UNTUK PRODUKSI MINYAK JAHE DENGAN DESTILASI KOHOBASI VACUUM

METANA Vol 8, No 01 (2012): Juli
Publisher : METANA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.98 KB)

Abstract

  Abstrak Minyak jahe termasuk minyak atsiri yang merupakan komoditas eksport dengan nilai ekonomis yang tinggi karena  banyak digunakan dalam industri kosmetik, makanan, aromaterapi dan farmasi. Ampas jahe yang dihasilkan dari proses pembuatan jamu, jahe instan maupun industri minuman kesehatan, selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal. Mengingat potensi minyak jahe dan perlunya peningkatan nilai ekonomis ampas jahe yang selama ini sebagai limbah industri, maka perlu dilakukan pengambilan minyak jahe dari ampas jahe. Proses destilasi minyak atsiri selama ini dilakukan secara konvensional, sehingga pada destilasi minyak jahe maka zingiberene yang ada mengalami degradasi thermal. Penelitian bertujuan  untuk mendapatkan teknologi destilasi agar zingiberene dalam minyak jahe tidak mengalami degradasi yaitu dengan destilasi vacuum, dan untuk mendapatkan efisiensi yang optimal dengan pengujian antara proses destilasi kohobasi dan destilasi uap-air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Proses destilasi vacuum secara kohobasi mempunyai randemen teringgi yaitu  2,320 % dengan persamaan laju produksi Y = 0,078 X2 – 1,941X + 8,52 ( R2= 0,982 ).  Karena kadar minyak jahe dalam rimpang jahe : 1  - 3 %, maka dapat dinyatakan bahwa pada proses tersebut didapatkan effisiensi yang cukup tinggi yaitu 77,33 % dari kadar maksimal minyak yang ada pada rimpang jahe dan kualitas minyak jahe yang dihasilkan memenuhi  SNI Kata kunci : ampas jahe, minyak jahe, destilasi vacuum. ABSTRACT Ginger oil including essential oils which are export commodities with high economic value because it is widely used in the cosmetics industry, food, aromatherapy and pharmaceuticals. Ginger pulp resulting from the process of making herbal medicine, instant ginger beverage and healthcare industries, has not been fully utilized. Given the potential of ginger oil and the need to increase the economic value of waste ginger as well as an industrial waste, it is necessary to capture the oil of ginger ginger pulp. Essential oil distillation process has been done conventionally, so that the ginger oil distillation zingiberene existing thermal degradation. The research aims to gain distillation technology that zingiberene in ginger oil is not degraded by vacuum distillation, and to obtain optimum efficiency by testing the distillation process kohobasi and steam-distilled water. The results showed that the vacuum distillation process has randemen teringgi kohobasi is 2.320% with a production rate equation Y = 0.078 X2 - 1.941 X + 8.52 (R2 = 0.982). Because the levels of ginger in ginger oil: 1-3%, it can be stated that in the process earned a high enough efficiency is 77.33% of the maximum levels of the existing oil and the ginger rhizome ginger oil quality produced meets SNI Keywords: pulp ginger, ginger oil, vacuum distillation.

RANCANG BANGUN DIGESTER SEMI KONTINYU PADA PRODUKSI BIOGAS DAN PUPUK ORGANIK DARI SAMPAH ORGANIK

METANA Vol 9, No 02 (2013): METANA VOLUME 9 NO. 02 DESEMBER 2013
Publisher : METANA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.768 KB)

Abstract

Abstract Production of biogas and organic fertilizer from organic waste is done by creating a semi-continuous digester design is a flat pipe and operate continuously or bait can be inserted periodically every day, and its products can be taken periodically at any time. At the optimum residence time can be designed digester volume corresponding to a certain capacity, the variation ratio of the length and diameter of the pipe, whichever is best for optimum biogas production. Outcomes of the research is a prototype digester flat pipes that can operate semi-continuous along with its performance test. Design semi-continuous digester using pralon pipe diameter of 6 in, with the length of each digester m A = 2, B = 4 m, and C = 6 m, equipped hopper for feeding suspension, bulkhead divider so that biogas does not leak, and the stirrer tank float models. The results showed that the biogas production on day 7 to day 30, there was an increase biogas production sharply, after it approaching constant and up to 60 days tended to decline. In the longer digester (B and C) there are fluctuations in the production of biogas. From the graph the relationship between the capacity of the biogas production time from day 1 to day 60 following polynomial equation with a similar pattern, for the digester with the equation y = A + 2,287x -0,026x2 - 8.577 (R¬2 = 0.966); digester B with the equation y = -0,026x2 2,297x + - 8.683 (R 2 = 0.963); and digester C with equation y = -0,025x2 2,232x + - 8.886 (R 2 = 0.962). Mud coming out at the end of the digester after 30 days was collected and dried as organic fertilizer. Results of laboratory analysis, showed the water content 10.72%, 44.05% organic C content, C / N Ratio 25.70, total P2O5 content of 0.67% and 7.71% N levels. This suggests that these parameters meet the quality standards of organic fertilizers except C / N Ratio greater. But this is not a problem because the levels of organic C and N levels separately meet quality standards. Keywords: digester, biogas, organic fertilizer

IbM.KELOMPOK INDUSTRI SERBUK INSTAN JAMU DAN MINUMAN KESEHATAN DI UNGARAN, KABUPATEN SEMARANG

METANA Vol 10, No 02: Desember 2014
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract UMKM" TigaDara " which is located at Jl . UripSumoharjo 45 and UMKM " Berliana " address at 7 Kuncen New jl.ApelUnggaran - Kab.Semarang an economically productive UMKM as micro businesses , with a production of herbs or a health drink in the form of instant powder and liquid beverages . Early in its development , the effort focuses on the various processing plants living pharmacies ( empon - empon ) are made ​​into a variety of herbs and health beverages in an instant form , for example : instant ginger , white turmeric , saffron , turmeric, tamarind , Mahkotadewa , etc. . During this production process  been conventional and instant powders produced by high sugar levels that can not be consumed by diabetics . Given that in order to produce sugar -free powder that requires technology and modern processing equipment , namely the granulation process , it is necessary to support the introduction of technology and the granulation equipment . While UD Berliana now more concentrated on liquid products requiring wringer empon - empon that can operate mechanically with greater capacity and semi-continuous operation . Given that during the management system implemented is still a family management , then with the development of business and the broader marketing outreach is necessary to improve management and use of the Web to expand their marketing reach . With the help of technology , equipment and granulation managemen as wringer and structuring the results of this activity can be rapidly growing SMEs . This is evident from the production capacity that was originally only 50 kg per day to 200 kg per day , followed by an increase in network marketing , and sales revenue . Keyword :Teknology, granulation, wringer, Web. Abstrak UMKM ”Tiga Dara” yang beralamat di jl. Urip Sumoharjo 45 dan UMKM ”Berliana” yang beralamat di jl.Apel No.7 Kuncen Baru Ungaran-Kab.Semarang merupakan UMKM  yang produktif secara ekonomis sebagai usaha mikro, dengan produksi berupa jamu atau minuman kesehatan dalam bentuk serbuk instan dan minuman cair. Selama ini proses pengolaahan dilakukan secara konvensional dan dihasilkan serbuk instan dengan kadar gula yang tinggi sehingga tidak bisa dikonsumsi oleh penderita diabetes. Mengingat bahwa untuk dapat memproduksi serbuk yang bebas gula memerlukan teknologi dan peralatan proses yang modern, yaitu dengan proses granulasi, maka perlu adanya bantuan pengenalan teknologi dan peralatan granulasi tersebut. Sedangkan UD Berliana sekarang ini lebih mengkonsentrasikan pada produk cair sehingga membutuhkan alat pemeras empon-empon yang dapat beroperasi secara mekanik dengan kapasitas yang lebih besar dan beroperasi secara semi kontinyu. Disamping itu, mengingat bahwa  selama ini sistem manajemen yang diterapkan masih merupakan manajemen keluarga, maka dengan semakin berkembangnya usaha dan semakin luasnya pemasaran diperlukan adanya penyuluhan perbaikan manajemen dan penggunaan Web untuk memperluas jangkauan pemasarannya. Dengan adanya bantuan teknologi, peralatan dan penataan manajemennya maka UMKM tersebut dapat berkembang pesat. Hal ini terlihat dari kapasitas produksi yang pada awalnya hanya 50 kg per hari menjadi 200 kg per hari yang diikuti dengan peningkatan jaringan pemasaran dan omset penjualannya. 8Kata kunci : Teknologi, granulator, pemeras, Web.

RANCANG BANGUN ALAT PENGADUK MEKANIS DI INDUSTRI KECIPUT

METANA Vol 10, No 02: Desember 2014
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract   Jenang is unique snack from kudus regency and used as kudus icon which was produced from several small industry,middle industry and big industry that has flexible texture,sweet and long lifetime (approximately 6 month). There are so many obstacles which is faced by small industry with traditional mixer that jenang quality is not too good.  The characteristics are inflexible texture,flour flavor in jenang taste and also short lifetime (only 1 month). It is because of each cooking process need 6 – 7 hours and temperature 600 – 700C in the jenang produstion process, so the quality is low. In training and consulting about jenang cooking process explain that to produce better quality of jenang it need cooking period only 4 – 5 hours and temperature 1000 – 1100C. The characteristics of jenang that was produced are more flexible,no flour flavor and long lifetime (in 1 month these product still can be consumed) This training and consulting  the industry responses are very good.they also hoped that there will be a follow –up especially in mechanical instrumentation grant for producing jenang. Because small industry still use manual instrumentation in jenang production Keyword : jenang, flexibility,loose of flour flavor Abstrak Jenang merupakan makanan camilan yang khas dari Kudus dan sebagai  ikon Kudus yang diproduksi dari berbagai industri kecil,menengah dan besar dengan rasa gurih,lentur,manis dan legit serta mempunyai umur simpan selama 6 bulan. Banyak kendala yang dialami industri kecil dengan alat pengaduk tradisional dimana kualitas jenang kurang baik,diantaranya kurang lentur,rasa tepungnya masih ada dan tidak awet (hanya 1 bulan) karena dalam memproduksi setiap masak membutuhkan waktu 6 – 7 jam dan suhu 600 - 700C hal ini yang menyebakan kualitas kurang memenuhi syarat. Adanya pelatihan dan konsultasi tentang kinerja alat pengaduk mekanis pada proses pemasakan jenang dijelaskan bahwa untuk waktu pemasakan hanya 4 – 5 jam dan suhu 1000 – 1100C menghasilkan jenang kualitas baik yaitu lebih lentur,rasa tepung hilang dan selama 1 bulan ini jenang belum mengeras (masih awet) Pelatihan dan konsultasi ini dilaksanakan sangat diterima para pengrajin dan diharapkan ada tindak lanjut khususnya bantuan alat mekanis pembuatan jenang mengingat pengrajin kecil ini dalam memproduksi jenang masih secara manual Kata kunci : jenang, kelenturan, rasa tepung hilang

MENINGKATKAN PENDAPATAN NELAYAN DAN MASYARAKAT PENGOLAH IKAN PANGGANG DENGAN MEMANFAATKAN ASAP CAIR

METANA Vol 10, No 02: Desember 2014
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Tambaklorok village, particularly around TPI has 250 households of population which approximately 70 % is poor to work as fishermen, fish sellers, laborers and unemployed so erratic income or below the minimum wage and some have no income at all. So they need business partnership to transfer the technology for improving the quality of human resources by empowering fishing communities, especially fishermen and fish processors to increase the income and standard of living of fishermen. During curing fish is traditionally done so much polluting and quality results are not optimal. Therefore, the transfer of the technology to be applied is the manufacture of liquid smoke with pirolisator to make grilled fish and the use of vacuum packaging so that the result is better quality and durable in storage. Fish as food is a source of high quality protein, 10 essential amino acids available include the amino acids lysine, methionine and histidine. Lysine is one of the essential amino acids, and its presence in fish is highly perishable, so it needs to be applied in the form of community service how to produce processed fish that the lysine amino acid content does not change that fumigation with liquid smoke flavored liquid. Curingin fish especially lemuru (Sardinillalongceps) has been done because this type of fish is widely available in Indonesia and many people consuming these types of fish because the price is affordable. Of training undertaken smoked fish can be produced with a more yellow color and a longer shelf is 7-10 days. With the quality of smoked fish better so increase the selling price and will increase the income of fishing communities. Keywords: marine fish, liquid smoke, pirolisator Abstrak Kelurahan Tambaklorok , khususnya  disekitar TPI  yang berpenduduk 250 kk dimana  sekitar 70 % merupakam warga miskin dengan pekerjaan sebagai nelayan, penjual ikan,buruh dan pengangguran sehingga penghasilanya tidak menentu atau dibawah UMR  bahkan ada yang tidak berpenghasilan sama sekali.Untuk itu perlu adanya pola kemitraan usahadenganmentransfer teknologi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan memberdayakan nelayan khususnya nelayan dan masyarakat pengolah ikan untuk meningkatkan pendapatan dan taraf hidup nelayan. Selama ini pengasapan ikan yang dilakukan secara tradisional sehingga banyak menimbulkan polusi dan kualitas hasilnya tidak maksimal. Oleh karenanya transfer teknologi yang akan diterapkan adalah dengan pembuatan asap cair dengan pirolisator untuk membuat ikan panggang dan penggunaan pengemasan vacuum sehingga hasilnya lebih berkualitas dan tahan lama dalam penyimpanannya.Ikan sebagai bahan pangan merupakan  sumber protein yang tinggi kualitasnya, 10 jenis asam amino esensial tersedia diantaranya  asam-asam aminolisin,  metionin dan histidin.Lisin  merupakan salah satu asam amino esensial, dan keberadaanya dalam ikan sangat mudah rusak, sehingga perlu diaplikasikan dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat bagaimana cara memproduksi olahan ikan agar kandungan asam amino lisin tidak berubah yaitu pengasapan dengan asap cair .Pengasapan cair bercitarasa pada  ikan terutama ikan lemuru (Sardinilla longceps) sudah dilakukan  karena jenis ikan ini banyak terdapat di Indonesia dan masyarakat banyak mengkonsumsi jenis ikan ini karena harga yang terjangkau. Dari pelatihan yang dilakukan dapat dihasilkan ikan asap dengan warna yang lebih kuning dan daya simpannya lebih panjang yaitu 7-10 hari. Dengan kualitas ikan asap yang lebih baik sehingga harga jualnya naik dan akan meningkatkan pendapatan masyarakat nelayan. Kata kunci  :ikan laut, asap cair, pirolisator

Penerapan Alat Pencetak Kue “Unthuk Yuyu” Secara Kontinyu untuk Meningkatkan Kapasitas Produksi

METANA Vol 12, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1143.202 KB)

Abstract

Industri kue kering merupakan industri makanan yang memanfaatkan tepung terigu sebagai bahan baku utama dalam proses produksinya. Produk kue kering biasanya disajikan dalam bentuk yang spesifik sebagai ciri jenis makanan yang bersangkutan, maupun untuk mendapatkan estetika yang menarik dengan bentuk yang kreatif dan berkembang. Banyak sekali makanan khas Indonesia dengan bahan baku yang sama dan proses pengolahan yang sama, namun dengan bentuk produk yang yang berbeda akan mendapatkan ketertarikan konsumen yang berbeda. Dalam skala industri untuk memproduksi makanan dalam bentuk tertentu biasanya berlomba untuk menghasilkan bentuk-bentuk yang menarik, dengan proses pembentukan menggunakan pencetakan. UMKM ” Dua Bintang” memproduksi berbagai kue kering dan makanan ringan, namun produk terbanyaknya adalah kue ”unthuk yuyu”. Selama ini dalam proses produksi masih menggunakan alat pencetak yang bekerja secara manual sehingga banyak memerlukan tenaga kerja dan kapasitas produksinya sangat terbatas. Pada saat permintaan meningkat cukup tinggi, sering tidak bisa terpenuhi karena keterbatasan tenaga kerja. Oleh karenanya untuk peningkatan kuantitas produksi perlu adanya sentuhan teknologi untuk dapat mencetak kue tersebut secara mekanik yang bekerja kontinyu. Adanya penerapan Alat Pencetak Kue yang bekerja secara kontinyu tersebut, kapasitas produksi kue unthuk yuyu di UMKM ”Dua Bintang” mengalami peningkatan kapasitas produksi dari 35 kg/hari menjadi 75 kg/hari dan  menghemat jumlah tenaga kerja dari 20 orang menjadi 8 orang. Dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan Alat Pencetak Mekanik yang kontinyu, kapasitas produksi dapat meningkat lebih dari 100% dan biaya produksi akan menurun karena jumlah tenaga kerja yangdibutuhkan juga berkurang.