Articles

ANALISIS PROSES PEMBELAJARAN UNTUK MATA KULIAH ILMU KOMPUTER BAGI MAHASISWA TEKNIK INFORMATIKA Studi Kasus : Mahasiswa Program Studi Tenik Informatika UNISBANK Semarang Handayani, Dewi
Jurnal Dinamika Informatika Vol 1, No 2 (2009)
Publisher : Jurnal Dinamika Informatika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.948 KB)

Abstract

ANALISIS PROSES PEMBELAJARAN UNTUK MATA KULIAH ILMU KOMPUTER BAGI MAHASISWA TEKNIK INFORMATIKA Studi Kasus : Mahasiswa Program Studi Tenik Informatika UNISBANK Semarang     Dewi Handayani U.N, Saefurrohman, Sunardi, Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Stikbank Semarang     Abstrak: Kompetensi Mahasiswa Teknik Informatika (Software Engineering yaitu kemampuan menggunakan tools, metode, dalam satu proses untuk menghasilkan Perangkat Lunak yang berkualitas), maka tingkat kemampuan yang harus dimiliki mahasiswa teknik Informatika dalam penguasaan materi dan kemampuan di lapangan mahasiswa dalam menyerap materi yang selama ini diajarkan berdasarkan kurikulum. Analisis proses pembelajaran pada mahasiswa dilakukan terhaap pemberlakuan kurikulum yang sudah disempurnakan tahun 2004 ditujukanbagi evaluasi dan perbaikan bagi pelaksanaan kurikulum baru hasi revisi tahun 2008 dalam pengajaran bidang ilmu komputer bagi, khususnya mahasiswa teknik Informatika Universitas Stikubank sebagai dasar bagi evaluasi untuk perubahan dan pembenahan kurikulum  2008 dalam rangka membentuk suatu metode pebelajaran yang terpadu.   Kata Kunci : Evaluasi proses Pembelajaran,bidang ilmu komputer
APLIKASI PEMBELAJARAN KOSA KATA DAN PRONUNCIATION BAHASA INGGRIS BERBASIS MULTIMEDIA BAGI SISWA SEKOLAH DASAR (Studi Kasus : SD Negeri Kadipiro No. 144 Surakarta) Handayani, Dewi
Jurnal Dinamika Informatika Vol 2, No 2 (2010)
Publisher : Jurnal Dinamika Informatika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (869.852 KB)

Abstract

Program aplikasi pembelajaran kosa kata (vocabulary) bahasa Inggris dan pronunciation bagi siswa sekolah dasar kelas 1 sebagai alternatif metode pembelajaran bagi para guru dalam proses belajar mengajar pada mata pelajaran bahasa Inggris. Program aplikasi disesuaikan dengan Lembar Kegiatan Siswa untuk vacabulary (kosa kata) dan pronunciation yang disertakan dengan latihan dan evaluasi bagi siswa Sekolah Dasar Kelas 1. Kosa kata (vocabulary), di materi ini akan banyak  latihan selain penentuan  terlebih dahulu objek yang dibuat berdasarkan suatu topik tertentu seperti materi alfabet, bagian tubuh, sayuran (vegetables), buah-buahan (fruits), sekolah (Schools) dan lain-lain.Presentasi obyek gambar disertai dengan Pronunciation yang berhubungan dengan cara pengucapan kata (intonasi dan tekanan) dalam bahasa Inggris yang benar dengan memanfaaatkan audio visual.   Kata kunci :  aplikasi pembelajaran, multimedia, vocabulary  & pronunciation
INFLUENCE OF LIGHT WAVELENGTHS ON GROWTH OF TOMATO Suyanto, Hery; Rupiasih, Ni Nyoman; Handayani, Dewi
Bumi Lestari Journal of Environment Vol 12, No 2
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh panjang gelombang cahaya terhadap lajupertumbuhan dan karakteristik klorofil-a pada tanaman tomat. Panjang gelombang cahayayang digunakan pada penelitian ini adalah 450 nm, 470 nm, 550 nm, 650 nm dan 680 nm denganintensitas masing-masing 1000 lux. Penelitian dilakukan mulai saat pembibitan dari hari ke-0sampai dengan hari ke-18 dan fase pertumbuhan dari hari ke-19 sampai dengan hari ke-53. Saatpembibitan, penyinaran dengan panjang gelombang 680 nm mempunyai laju pertumbuhanpaling besar dibandingkan dengan panjang gelombang lainnya bahkan lebih besardibandingkan dengan pembibitan dibawah sinar matahari (dialam bebas) khususnya padahari ke-1 sampai dengan hari ke-8. Laju rata-rata pertumbuhan dengan penyinaran panjanggelombang ini sekitar 1,11 cm/hari. Sedangkan pada fase pertumbuhan penyinaran denganpanjang gelombang 680 nm tidak memberikan efek yang berarti, sebaliknya laju pertumbuhanpaling besar pada fase ini terjadi pada penyinaran dengan panjang gelombang 650 nm.Kenyataan ini juga diperkuat dengan pengambilan data klorofil-a. Berdasarkan data yangdiperoleh, laju pertumbuhan dan kadar klorofil-a dari penyinaran dengan panjang gelombang650 nm masing-masing adalah 0,07 cm/hari dan 7,784 mg/L. Berdasarkan data-data pengamatanmenunjukkan bahwa pertumbuhan tanaman tomat membutuhkan panjang gelombang berlainanyang merupakan fungsi waktu.
PENGEMBANGAN DATABASE SPASIAL ZONA AGRI-CULTURAL UNTUK ESTIMASI HASIL PRODUKTIFITAS PADI BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFI Studi Kasus: Wilayah Kabupaten Pemalang Jawa Tengah: Prosiding Seminar Nasional MIPA UNNES 24 OKTOBER 2009 Handayani, Dewi
Publikasi Eksternal 2009
Publisher : Publikasi Eksternal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisa estimasi hasil produktifitas padi dilakukan sebagai salah satu jawaban dari skenario sistem produksi padi yang bisa digunakan untuk memprediksikan hasil panen setiap tahunnya dengan berdasar tolok ukur kondisi alam dan eksperimen area sawah percontohan serta curah hujan untuk mengetahui hasil tanaman padi yang bisa dipanen setiap tahunnya.Database spasial dibuat berisi informasi tentang sumberdaya lahan yang meliputi struktur tanah, iklim, hidrologi, irigasi, sistem pemakaian lahan, dan hasil panen yang nantinya bisa digunakan untuk model dalam melakukan estimasi hasil produktifitas padi yang bisa diakses secara cepat dalam manejemen sumber daya lahan untuk pengembangan perencanaan pertanian. Pengembangan Database zona Agro-cultural yang terbentuk memiliki stuktur topologi data spasial dan tabular, dan bisa digunakan sebagai data dasar untuk membuat bermacam aplikasi yang berbasis Sistem Informasi Geografi. Database internal terbentuk secara otomatis dari hasil rancangan data spasial, database ekternal bisa direlasikan dengan database internal untuk menghasilkan database Sistem Informasi Geografi yang baru hasil penggabungan. Kata kunci: Database Spasial ,Sistem Informasi Geografi, Estimasi Produktifitas Padi. Disampaikan di Seminar Nasional MIPA UNNES 24 OKTOBER 2009
ANALISIS RETAKAN KOROSI TEGANGAN PADA ALUMINIUM DENGAN VARIASI PEMBEBANAN DALAM MEDIA KOROSI HCL 1M Handayani, Dewi; Bayuseno, Athanasius Priharyoto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 2 (2014): VOLUME 2, NOMOR 2, APRIL 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (696.404 KB)

Abstract

Stress corrosion cracking [SCC] merupakan kegagalan logam korosi hasil peretakan intergranular atau transgranular dibawah pengaruh antara tegangan tarik dan lingkungan korosif. Bentuk korosi ini lazim sekali dijumpai di lingkungan industri seperti : industri perkapalan, perminyakan, dan industri – industri kontruksi logam. Dalam tugas akhir ini dimaksudkan untuk memahami fenomena Stress Corrosion Cracking secara teoritis dalam aluminium dengan mengkaji pengaruh variasi pembebanan didalam media korosi terhadap pertambahan panjang, lamanya waktu patah dan jenis retak. Pada penelitian ini pengujian menggunakan alat uji Stress Corrosion Cracking, untuk menciptakan suatu kondisi spesimen agar mendapatkan tegangan  tarik pada lingkungan yang korosif. Tegangan yang diberikan berupa tegangan tarik yang berasal dari pembebanan statik pada sistem pengungkit. Kondisi korosif dapat dihasilkan dari bak yang diisi dengan larutan HCl. Analisa metalografi dimaksudkan untuk mengamati struktur mikro spesimen uji dan bentuk retak yang terjadi pada spesimen uji setelah dilakukan proses pengujian.
KELAYAKAN FINANSIAL LAYANAN OJEK DI KABUPATEN WONOGIRI JAWA TENGAH Handayani, Dewi; Ariyani Soemitro, Ria Asih; Budisatrya Mochtar, Indrasurya; Riyanto, Bambang
Jurnal Transportasi Vol 11, No 2 (2011)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.562 KB)

Abstract

Ojek (motorcycle paratransit) is one form of paratransit in Indonesia, using a motorcycle rented by a person and gives the person a lift. By evaluating the feasibility of ojek services, the sustainability of ojek as a mode of transportation in a rural area can be determined. This research was conducted on ojek services in Wonogiri, Central Java Province. The results indicate that the investment of ojek services for rural areas is feasible to be implemented because it meets the feasibility criteria used in the analysis. The prospect of the existence of ojek in the rural areas in the future is also quite good and is expected to take place for long time, especially in areas with limited formal employment, relatively low education level of job seekers, and low-wage workers.Keywords: paratransit, ojek, rural transportation, feasibility analysis.
The Design Of Hot Mixture Thin Surfacing Containing Asbuton Modified Bitumen For Hot And Arid Region Kabbash, Omar Muhamed; Setyawan, Ary; Handayani, Dewi
Jurnal Teknik Sipil Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hot arid region is a region when it is characterized by a severe lack of available water and has a high temperature like Australia and Africa. In this condition, hot mix asphalt (HMA) thin surfacing is chosen for road preservation. This study is aimed to study about modified asbuton for hot mix asphalt by thin surfacing overlay. For bitumen modified, researcher used three types of asphalt (asphalt penetration 60/70, retona blend 55 and polymer SBS) specimen which be add with 5%, 5.5%, 6%, 6.5% and 7% for each sample with thickness of 30mm. Moreover, for the temperature test, it was tested at 20oC until 60oC. The test showed that polymer SBS can be used as a binder for alternative industrial asphalt in flexible pavement at hot and arid region. Polymer SBS is good material that has same sensitivity in the different temperature. Result of marshall test showed that Polymer SBS more stable than asphalt penetration 60/70 and retona blend 55. Polymer SBS also has the highest density. Retona blend 55 has the better result for the test average that was conducted in this study. Keyword: HMA, thin surfacing, asbuton, bitumen, hot and arid.
Analisa Prioritas Penanganan Jalan Di Kabupaten Pacitan (Studi Kasus Jalan Luar Kota) Yuniarso, Endhit; Handayani, Dewi
Rekayasa Sipil Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.462 KB)

Abstract

Jalan Kabupaten Pacitan merupakan sarana yang menyeluruh untuk pemerataan pembangunan di seluruh daerah. Kabupaten Pacitan memiliki 158 ruas jalan, dengan panjang jalan keseluruhan 798 km yang tersebar di 12 (dua belas) kecamatan berdasarkan SK Bupati No 188.45/685/408.11/2007 tgl: 5 Desember 2007. Dengan keterbatasan dana sulit menentukan prioritas penanganannya, sehingga banyak jalan yang belum mendapat penanganan. Sehingga perlu menganalisa prioritas penanganan jalan sesuai kebutuhan masyarakat, khususnya jalan luar kota. Adapun metode digunakan untuk analisa prioritas penangganan jalan adalah Metode Analytical Hierarchy Process (AHP), dengan kriteria: faktor kondisi jalan, faktor volume lalu lintas, faktor kebijakan dan faktor tata guna lahan. Penilaian tingkat kepentingan antar kriteria melibatkan 12 responden. Dari hasil perhitungan didapat bobot kriteria kondisi jalan sebagai peringkat pertama sebesar (0,30936), diikuti volume lalu lintas (0,16356),kebijakan pemerintah (0,19536), tata guna lahan (0,19676), biaya (0,07497) dan yang terakhir waktu (0,06098). Pada Level sub kriteria kondisi jalan, lubang menempati posisi pertama dengan bobot (0,38426) diikuti oleh legokan (0,27678), bergelombang (0,12106), pengelupasan (0,08693), pelapukan (0,07557) dan peringkat terakhir oleh retak (0,0572). Untuk sub kriteria kebijakan pemerintah didapat bobot-bobot: musrenbang kecamatan (0,161), musrenbang kabupaten (0,19761), musrenbang provinsi (0,3988), anggaran biaya tambahan (0,16295), dan konstituen pemilu (0,07964). Sub kriteria tata guna lahan, pariwisata menempati urutan pertama (0,44509), pertanian ( 0,0467), industri (0,258), permukiman (0,11745), dan perdagangan (0,12497). Adapun ruas jalan yang mendapat prioritas penanganan yang tertinggi adalah : Ruas Cangkring - Sembowo - Batas Ponorogo.
THE DESIGN OF HOT MIXTURE THIN SURFACING CONTAINING ASBUTON MODIFIED BITUMEN FOR HOT AND ARID REGION Kabbash1, Omar Muhamed; Setyawan, Ary; Handayani, Dewi
Jurnal Teknik Sipil Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractHot arid region is a region when it is characterized by a severe lack of available water and has a high temperature like Australia and Africa. In this condition, hot mix asphalt (HMA) thin surfacing is chosen for road preservation. This study is aimed to study about modified asbuton for hot mix asphalt by thin surfacing overlay.For bitumen modified, researcher used three types of asphalt (asphalt penetration 60/70, retona blend 55 and polymer SBS) specimen which be add with 5%, 5.5%, 6%, 6.5% and 7% for each sample with thickness of 30mm. Moreover, for the temperature test, it was tested at 20oC until 60oC. The test showed that polymer SBS can be used as a binder for alternative industrial asphalt in flexible pavement at hot and arid region. Polymer SBS is good material that has same sensitivity in the different temperature. Result of marshall test showed that Polymer SBS more stable than asphalt penetration 60/70 and retona blend 55. Polymer SBS also has the highest density. Retona blend 55 has the better result for the test average that was conducted in this study.Keyword: HMA, thin surfacing, asbuton, bitumen, hot and arid.
STUDI KOMPARASI ANTARA MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING DAN GROUP INVESTIGATION TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA SISWA Sari, Julita; Bahar, Amrul; Handayani, Dewi
Alotrop Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : FKIP University of Bengkulu

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The average students chemical learning outcomes are still low, the low learning outcome is influenced by several factors, including students still consider that chemistry as one of the scary, difficult to understand and less interesting lessons. Therefore, the research wants to vary the learning process in the classroom by applying the learning model of Discovery Learning with Group Investigation model. This research was aimed to find out the students’ achievement differences of chemical subject by using Discovery learning and  Group Investigation model. The research is quasi experimental research. The population of this research were class X MIPA in SMAN 9 Bengkulu City, and the sample were X MIPA 2 and MIPA 3. This research using two experimental classes, that is class X MIPA 2 applying Group Investigation model and X MIPA 3 applying Discovery Learning model. Analysis of the data used is mean values, normality test, homogeneity test, and t-test. Post-test mean values for first experiment class is 78,12, but for second experiment class is 81,3. To determine whether the differences of student’s learning outcomes between both of experiment classes or not, we use t-test by using the differences between student’s pretest and posttest values, tcount > ttable (2,17 > 1,67). The result of this research showed that Ha accepted, in other words is a significant differences in learning outcomes of student’s applying Discovery Learning and Group Investigation model.