Arri Handayani
IKIP PGRI SEMARANG

Published : 18 Documents
Articles

Found 18 Documents
Search

Keseimbangan Kerja Keluarga pada Perempuan Bekerja: Tinjauan Teori Border

Buletin Psikologi Vol 21, No 2 (2013): Desember
Publisher : Buletin Psikologi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nowadays, working women are common phenomena. However, the involvement of women in the working career has both positive and negative impacts for the individual women, their family andtheir organisation as well. To minimize those negative impacts, these working women are required to balance their roles both in working and family ranahs. Border theory was used for discussing thework family balance, with the assumption that the interaction between working environment and family environment is the central focus of the border theory. In this case, an individual womantries to appropriately manage the working and family environments in order to maintain the balance. Efforts that have been made include managing the involvement at work and in the family,and making proper communication between her husband and her employer about the problem at work and in the family.

Keseimbangan Kerja Keluarga pada Perempuan Bekerja: Tinjauan Teori Border

Buletin Psikologi Vol 21, No 2 (2013)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nowadays, working women are common phenomena. However, the involvement of women in the working career has both positive and negative impacts for the individual women, their family andtheir organisation as well. To minimize those negative impacts, these working women are required to balance their roles both in working and family ranahs. Border theory was used for discussing thework family balance, with the assumption that the interaction between working environment and family environment is the central focus of the border theory. In this case, an individual womantries to appropriately manage the working and family environments in order to maintain the balance. Efforts that have been made include managing the involvement at work and in the family,and making proper communication between her husband and her employer about the problem at work and in the family.

LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK HOMEROOM UNTUK PENURUNAN PERILAKU AGRESIF SISWA

EMPATI Vol 1, No 1/oktober (2014): EMPATI
Publisher : EMPATI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abtrak: Siswa SMP merupakan masa transisi dari anak-anak menuju remaja. Pada masa perkembangan siswa memiliki dampak negatif yaitu munculnya perilaku agresif pada siswa. Perilaku agresif pada siswa muncul dalam bentuk verbal dan non verbal serta mulai menimbulkan masalah pada pergaulan siswa dan perkembangan siswa selanjutnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh layanan bimbingan kelompok dengan teknik homeroom terhadap perilaku agresif siswa.Populasi dalam penelitian ini, yaitu siswa kelas VIII SMP Salafiyah Pekalongan yang berjumlah 149 siswa. Sampel penelitian ini berjumlah 30 siswa Teknik pengambilan sampel, yaitu dengan purposive sampling. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala perilaku agresif. Metode penelitian yang digunakan dalam mencari dan menentukan validitas menggunakan rumus product moment. Berdasarkan hasil uji validitas skala perilaku agresif dari 48 butir pernyataan terdapat 35 butir yang valid.Sedangkan untuk menganalisa data dengan menggunakan analisis statistik dengan rumus uji-t. Hasil analisa data diperoleh thitung > ttabel yaitu 14.848 > 2.045, maka hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa layanan bimbingan kelompok dengan teknik homeroom yang diberikan kepada siswa dapat memberikan pengaruh yang positif dan signifikan dalam menurunkan perilaku agresif siswa.Simpulan dalam penelitian ini adalah ada pengaruh yang signifikan pelaksanaan layanan bimbingan kelompok dengan teknik homeroom terhadap penurunan perilaku agresif siswa kelas VIII SMP Salafiyah Pekalongan tahun pelajaran 2011/2012. Saran dalam penelitian ini bagi guru pembimbing hendaknya lebih memperbanyak kegiatan-kegiatan layanan bimbingan konseling, misalnya lebih banyak mengembangkan layanan bimbingan kelompok, konseling kelompok, konseling individu dan sebagainya.Kata Kunci : bimbingan kelompok, teknik homeroom, perilaku agresif

MODEL PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGAJAR GURU RA MELALUI PENDEKATAN PEMBELAJARAN BCCT (Penelitian Tindakan pada Guru RA di Kec. Ungaran Timur Kab. Semarang)

PAUDIA Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : PAUDIA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran di RA menggunakan pendekatan BCCT, serta untuk mengetahui perbedaan kemampuan mengajar guru RA sebelum dan sesudah menerapkan pendekatan BCCT. Penelitian ini dilakukan pada guru-guru RA se Kecamatan Ungaran Timur, Tahun 2010.   Penelitian ini merupakan penelitian tindakan yang menggunakan metodologi gabungan kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini menggunakan model Kemmis – Taggart dan penelitian kualitatif James Spradley. Data Penelitian terdiri dari dua jenis data yaitu data kualitatif dan kuantitatif. Data kuantitaif dianalisis dengan perbedaan mean (uji t) yang membandingkan hasil asesmen awal dan akhir. Dari perhitungan uji t, hasil nilai asesmen dengan tingkat signifikansi 5%  diperoleh t hitung 40,901, sedangkan dari tabel t dengan df 29  adalah 2,045. (t hitung > t tabel). Dengan demikian terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah dilakukan tindakan. Data kualitatif dianalisis dengan analisis domain, taksonomik, komponen, dan tema setelah data dikumpulkan dengan observasi dan rekaman. Dari analisis tema diperoleh temuan lapangan berupa cara: 1) menentukan ragam main yang sesuai dengan kebutuhan anak yaitu tiga tempat main setiap anak, 2) merumuskan konsep/kosakata sesuai tema untuk memperluas bahasa anak, 3) menentukan aturan dan harapan main dalam bahasa positif. Hasil penelitian dapat dideskripsikan sebagai berikut: 1) perbedaan mean (uji t) antara asesmen awal dan asesmen akhir, 2) Perbedaan analisis tema antara siklus I dan siklus II. Kata Kunci: Model, Kemampuan Mengajar, BCCT, Action Reseach

PENINGKATAN KUALITAS POS PAUD MELALUI PENGEMBANGAN PROGRAM HOLISTIK INTEGRATIF (Penelitian Tindakan Pada Pos PAUD Se-Kalurahan Penggaron Kidul)

PAUDIA Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : PAUDIA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menemukan model peningkatan kualitas Pos PAUD melalui PAUD Holistik integratif, sehingga membantu memecahkan masalah dalam penyelenggaraan PAUD yang kurang profesional berupa keterbatasan dalam pengetahuan tentang anak usia dini, gizi dan parenting. Metode dalam penelitian ini menggunakan Action research yang meliputi 5 tahapan yang merupakan siklus, yaitu : a). Melakukan diagnosa (diagnosing) ,melakukan identifikasi masalah-masalah pokok yang ada guna menjadi dasar kelompok atau organisasi sehingga terjadi perubahan,cara yang ditempuh dengan mengadakan wawancara. b).Membuat rencana tindakan (action planning),Peneliti dan partisipan bersama-sama memahami pokok masalah yang ada kemudian dilanjutkan dengan menyusun rencana tindakan yang tepat untuk menyelesaikan masalah yang ada. c).Melakukan tindakan (action taking) ,Peneliti dan partisipan bersama-sama mengimplementasikan rencana tindakan dengan harapan dapat menyelesaikan masalah. d).Melakukan evaluasi (evaluating),Setelah masa implementasi (action taking) dianggap cukup kemudian peneliti bersama partisipan melaksanakan evaluasi hasil dari implementasi tadi,. e).Pembelajaran (learning),Tahap ini merupakan bagian akhir siklus yang telah dilalui dengan melaksanakan review tahap-pertahap yang telah berakhir kemudian penelitian ini dapat berakhir. Seluruh kriteria dalam prinsip pembelajaran harus dipelajari, perubahan dalam situasi organisasi dievaluasi oleh peneliti dan dikomunikasikan kepada klien, peneliti dan klien merefleksikan terhadap hasil proyek, yang nampak akan dilaporkan secara lengkap dan hasilnya secara eksplisit dipertimbangkan dalam hal implikasinya terhadap penerapan Canonical Action Reaserch (CAR). Berdasarkan temuan dan pembahasan, penelitian ini menyimpulkan sebagai berikut ; (1) Terjadi peningkatan kualitas Pos PAUD melalui program holistik integratif  dari siklus I ke siklus II.(2)Terjadi peningkatan kualitas pembelajaran pendidik PAUD melalui pelatihan.(3) Terlihat pada output sig  =  0,000 = 0% < 5%, maka H0 ditolak dan H1 diterima  artinya bahwa rataan nilai postest dan nilai pretest keduanya berbeda.Dari output terlihat bahwa nilai means pretest = 9,48  lebih kecil dari nilai means postest= 14,86. Jadi  nilai postest lebih baik dari pada nilai pretest.Setelah dilakukan penelitian tindakan, dapat disimpulkan bahwa Pelatihan program PAUD holistik integratif  dapat meningkatkan kualitas Pos  PAUD.

MODEL PENDIDIKAN KEPENDUDUKAN PADA ORANGTUA POS PAUD DI KOTA SEMARANG

PAUDIA Vol 2, No 1 mei (2013): PAUDIA
Publisher : PAUDIA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan model pendidikan kependudukan pada orangtua (Pasangan Usia Subur) sehingga terbangun kesadaran tentang ber-KB. Populasi penelitian ini adalah orangtua pos PAUD yang merupakan pasangan usia subur yang memiliki anak lebih dari empat orang di kelurahan Tandang, Sendangguwo, Rejosari dan Muktiharjo. Pemilihan sampel dilakukan dengan pertimbangan wilayah tersebut ditetapkan oleh pemerintah kota Semarang sebagai Kelurahan Layak Anak dengan sebagaian besar orangtua merupakan pasangan usia subur (PUS).Rancangan penelitian ini dilakukan dengan memadukan antara penelitian kuantitatif dan kualitatif. Penelitian kuantitatif digunakan untuk mengetahui prosentasi peningkatan kesadaran ber-KB sebelum dan sesudah diberi pembelajaran dengan model kooperatif Think-Pair-share. Sedangkan penelitian kualitatif digunakan untuk mengetahui mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi meningkat/ menurunnya sikap untuk berKB dari para orang tua kelompok sasaran. Dengan demikian, penelitian ini menjadi sangat komprehensif. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan instrumen penelitian berupa angket skala Likers, wawancara dan dokumentasi.Hasil analisis dokumen pre-test bisa diketahui bahwa alasan masyarakat untuk mengikuti KB lebih ditekankan pada masalah sulitnya mendidik anak karena pada prinsipnya para orangtua ingin generasi penerusnya mendapatkan pendidikan lebih baik. Biaya ber-KB sekarang ini sudah ada solusi melalui program KB gratis atau Jamkesmas/Jampersal (Jaminan Persalinan). Sebagian besar masyarakat percaya kehamilan mengandung resiko, menyebabkan kesengsaraan/menyulitkan di kemudian hari bila tidak direncanakan seperti gizi anak kurang dan juga kurang bagus untuk kesehatan ibu.Setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif Think-Pair-Share dalam pendidikan kependudukan dengan pendekatan andragogi melalui diskusi dan wawancara bisa diketahui bahwa secara umum terjadi peningkatan terkait kesadaran ber-KB sekitar 6,6%; Pemahaman tentang kehamilan dan resikonya sekitar 1,8% dan tanggung jawab orang tua dalam pendidikan dan pengasuhan anak sekitar 1,2 %.Keyword: pendidikan kependudukan, KB

PERUBAHAN MINDSET KADER POS PAUD SEKAR MELATI JAYA TENTANG PENGENALAN CALISTUNG DI PAUD MENUJU PEMBELAJARAN BERORIENTASI BERMAIN

E-DIMAS Vol 6, No 2/sePTEMBER (2015): E-DIMAS
Publisher : E-DIMAS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract   The activities of devotion to the community it was implemented to cadres PAUD post in RW XX Meteseh village, Tembalang district, Semarang city to understand  that  :  (1)  of  the  importance  of  play  as  stimulation  holistic  early childhood; (2) Three types of play to learning oriented play in early childhood . This IbM is using a method of counseling and training. The counseling is about to give : (1) Technically the implementation of the PAUD post (2) Standard primary school curriculum grade 1. While training given to practice of three types of play in early childhood, that is:   play sensorimotor area, play the role and play development. Mentoring also given as an application from the training practice of playing in PAUD post. The results of the implementation of activities IbM can be concluded that training oriented learning play introduce to cadres PAUD post about the types of play high quality in PAUD very useful in giving the image and equip cadre on the opening  PAUD  post  Sekar  Melati  Jaya    RW  XX  Meteseh  village,  Tembalang district, Semarang city. Keyword: mindset, calistung, play

IbM PENGEMBANGAN POTENSI LOKAL POSDAYA DURIAN JAYA MENUJU DESA WISATA DI KELURAHAN BUBAKAN, KEC. MIJEN, KOTA SEMARANG

E-DIMAS Vol 6, No 2/sePTEMBER (2015): E-DIMAS
Publisher : E-DIMAS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract   Based on the data analysis of monograph in Bubakan Village, whichhas various kinds of  potential local resources (e.q:fruits, plants vegetable and cattle), Posdaya Durian Jayaas a partner of IbM, has some potential activities that can be developed  as pioneer of potential local tourist resort intheareaofBubakanvillage. The present activities of the Posdaya are divided into several fields:a.Education;b.Health;c.Entrepreneurship; andd.Environment Care. Those localpotentialresources were still needed serious managerial development in accordance todesign a new local tourist resort. The IbM activities in RW02 Bubakan aimed at 1) making cat fish abon and various food from flourmocaf, 2) conducting a seminar with village officials, community leaders, and the group Posdaya to design a  tourist village. 3) socializing about  nutrients forchildren in Posyandu “Mawar Dua”. Keyword: local potential resources, Posdaya Durian Jaya, local tourist resort

Ibm Bagi Guru Anggota Pgri Se-Kabupaten Temanggung

E-DIMAS Vol 7, No 01 Maret (2016): E-DIMAS
Publisher : E-DIMAS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

IbM ini dilatarbelakangi oleh kenyataan tentang posisi dilematis dan problem yang tengah dihadapi guru. Problem dalam pelaksanaan keprofesian guru dan regulasi hukum yang belum melindungi tugas keprofesian guru. Oleh karenanya guru perlu memahami regulasi hukum agar terhindar dari permasalahan hukum selama menjalankan tugas keprofesiannya. Hal inilah yang melatarbelakangi perlunya kegiatan sosialisasi keprofesian guru dan sosialisasi hukum  dikalangan pendidik yang berada dalam organisasi guru PGRI Kabupaten Temanggung. Manfaat pengabdian kepada masyarakat ini adalah dapat membantu memberikan pemahaman kepada para pendidik   tentang tugas keprofesian guru dan regulasi hukum yang berpeluang untuk dihadapi oleh guru dalam tugas keprofesiannya di lingkungan anggota PGRI se Kabupaten Temanggung.Hasil dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah munculnya pemahaman mengenai keprofesian guru dan juga regulasi hukum yang sangat mungkin  dihadapi  guru.  Salah  satunya adalah  Undang-Undang  Perlindungan Anak No 23 Tahun 2002. Guru menjadi lebih memahami   perilaku yang bertentangan dengan undang-undang tersebut. Guru memahami apa yang boleh dan tidak boleh dilaksanakan selama menunaikan tugastugas profesionalnya untuk mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik, serta sikap pergaulan sehari-hari di dalam dan luar sekolah, sehingga pelanggaran-pelanggaran keprofesian guru serta pelanggaran hukum dapat ditekan.   Kata Kunci: Keprofesian Guru, Hukum

Ibm Bagi Guru Anggota Pgri Se-Kabupaten Temanggung

E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2016): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4337.097 KB)

Abstract

IbM ini dilatarbelakangi oleh kenyataan tentang posisi dilematis dan problem yang tengah dihadapi guru. Problem dalam pelaksanaan keprofesian guru dan regulasi hukum yang belum melindungi tugas keprofesian guru. Oleh karenanya guru perlu memahami regulasi hukum agar terhindar dari permasalahan hukum selama menjalankan tugas keprofesiannya. Hal inilah yang melatarbelakangi perlunya kegiatan sosialisasi keprofesian guru dan sosialisasi hukum ?é?ádikalangan pendidik yang berada dalam organisasi guru PGRI Kabupaten Temanggung. Manfaat pengabdian kepada masyarakat ini adalah dapat membantu memberikan pemahaman kepada para pendidik?é?á?é?á tentang tugas keprofesian guru dan regulasi hukum yang berpeluang untuk dihadapi oleh guru dalam tugas keprofesiannya di lingkungan anggota PGRI se Kabupaten Temanggung.Hasil dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah munculnya pemahaman mengenai keprofesian guru dan juga regulasi hukum yang sangat mungkin ?é?ádihadapi ?é?águru.?é?á Salah ?é?ásatunya adalah ?é?áUndang-Undang ?é?áPerlindungan Anak No 23 Tahun 2002. Guru menjadi lebih memahami?é?á ?é?áperilaku yang bertentangan dengan undang-undang tersebut. Guru memahami apa yang boleh dan tidak boleh dilaksanakan selama menunaikan tugastugas profesionalnya untuk mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik, serta sikap pergaulan sehari-hari di dalam dan luar sekolah, sehingga pelanggaran-pelanggaran keprofesian guru serta pelanggaran hukum dapat ditekan. ?é?á Kata Kunci: Keprofesian Guru, Hukum