Articles

Found 20 Documents
Search

Pengendalian Laju Korosi Baja St-37 Dalam Medium Asam Klorida dan Natrium Klorida Menggunakan Inhibitor Ekstrak Daun Teh (Camelia Sinensis) Mitra Sari, Desi; Handani, Sri; Yetri, Yuli
POLI REKAYASA Vol 8, No 2 (2013)
Publisher : POLI REKAYASA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A research  to control corrosion rate of St-37 steel in acid chloride and sodium chloride medium using tea leaf (Camellia sinensis) extract inhibitor has been done. The method used is potentiodynamic to see the value of the corrosion current and weight loss method for corrosion rate.. Corrosive medium used were HCl 3% and NaCl 3%. The concentration of the extract used range from 1%-10% and the immersion time is four days. The results showed that the corrosion rate was greatest in the corrosive medium without addition of inhibitors, whereas the corrosion rate decreases with the addition of inhibitors, it is also evident from the results of the Tafel plot shows Icor impairment. The greater the concentration of inhibitor that is used the lower the corrosion rate. Greatest efficiency values both  for medium corrosive ​​obtained at inhibitor concentrations of 10%, 86,3% in HCl and 92% in NaCl. This shows that tea leaves extract inhibitor is very efficient in controlling the rate of corrosion in HCl and NaCl medium. From the optical photograph  analysed on the surface morphology of St-37 steel showed that the addition of tea leaf extract suffered less corrosion.
PENGARUH KONSENTRASI INHIBITOR EKSTRAK DAUN TEH (Camelia sinensis) TERHADAP LAJU KOROSI BAJA KARBON SCHEDULE 40 GRADE B ERW Ludiana, Yona; Handani, Sri
Jurnal Fisika Unand Vol 1, No 1: Oktober 2012
Publisher : Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (680.944 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai pengaruh konsentrasi inhibitor ekstrak daun teh (Camelia sinensis) terhadap laju korosi baja Karbon Schedule 40 Grade B ERW. Metode yang digunakan adalah pengurangan massa.Medium korosif yang digunakan adalah NaCl 3%. Lama perendaman divariasikan yaitu 3 dan 6 hari untuk melihat kemampuan inhibitor menghambat laju korosi. Sebelum direndam dalam larutan korosif, baja karbondirendam dalam larutan inhibitor ekstrak daun teh dengan konsentrasi 1%-5% selama 24 jam. Hasil penelitian menunjukan bahwa efisiensi inhibisi korosi yang paling besar terjadi pada konsentrasi 4%, baik untuk perendaman 3 hari maupun 6 hari dengan efisiensi masing-masing adalah 74,32 % dan 73,41 %. Morfologi permukaan yang diperoleh menggunakan foto optik trinokuler dari baja karbon Schedule 40 Grade B ERW memperlihatkan permukaan baja yang dilapisi dengan ekstrak daun teh mengalami korosi lebih sedikit.
PENGENDALIAN LAJU KOROSI BAJA ST-37 DALAM MEDIUM ASAM KLORIDA DAN NATRIUM KLORIDA MENGGUNAKAN INHIBITOR EKSTRAK DAUN TEH (CAMELIA SINENSIS) Sari, Desi Mitra; Handani, Sri; Yetri, Yuli
Jurnal Fisika Unand Vol 2, No 3: Juli 2013
Publisher : Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.787 KB)

Abstract

Penelitian tentang pengendalian laju korosi baja St-37 dalam medium asam klorida dan natrium klorida menggunakan inhibitor ekstrak daun teh (Camelia sinensis) telah dilakukan. Metode yang digunakan adalah metode potensiodinamik untuk melihat nilai arus korosi, dan metode kehilangan berat untk melihat nilai laju korosi. Medium korosif yang digunakan adalah HCl 3 % dan NaCl 3 %.  Baja direndam di dalam medium korosif dengan penambahan dan tanpa penambahan inhibitor. Variasi konsentrasi inhibitor yang digunakan adalah dari 1 % hingga 10 % dengan lama perendaman selama empat hari. Semakin besar konsentrasi inhibitor yang ditambahkan maka nilai laju korosi akan semakin menurun dan nilai efisiensi inhibisi korosi semakin tinggi. Nilai efisiensi terbesar didapatkan pada penambahan konsentrasi inhibitor 10 % untuk medium korosif HCl mencapai 86,3 % dan untuk medium korosif NaCl mencapai 92 %. Hal ini menunjukan bahwa inhibitor ekstrak daun teh sangat efisien dalam mengendalikan laju korosi dalam medium korosif HCl dan NaCl. Dari analisis foto optik morfologi permukaan baja St-37 memperlihatkan permukaan baja dengan penambahan ekstrak daun teh  mengalami korosi  lebih sedikit.
PENGARUH SUBSTITUSI AGREGAT KASAR DENGAN SERAT AMPAS TEBU TERHADAP KUAT TEKAN DAN KUAT LENTUR BETON K-350 Rahmi, Ayu Sucia; Handani, Sri; Mulyadi, Sri
Jurnal Fisika Unand Vol 4, No 3: Juli 2015
Publisher : Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.28 KB)

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan penelitian tentang pengaruh variasi serat ampas tebu terhadap kuat tekan, kuat lentur, porositas dan densitas beton. Beton dibuat menggunakan semen Portland tipe I dengan variasi ampas tebu 0%, 0,5%, 1%, 1,5%. Kuat tekan maksimum diperoleh pada beton dengan serat ampas tebu 0,5 % yaitu 36 MPa. Kuat lentur tertinggi sebesar 4,88 MPa dimiliki beton dengan serat ampas tebu 1 %. Penambahan ampas tebu menurunkan porositas dan densitas beton.Kata kunci: kuat tekan, kuat lentur, densitas, porositas, serat ampas tebu.AbstractThe research on the effects of variation of bagasse to compressive strength, flexural strength, porosity and density of concrete has been conducted. Concrete are from  Portland cement type I with bagasse variation of 0%, 0.5%, 1% and 1.5%. Maximum compressive strength (36 MPa) obtain on concrete with bagasse of 0.5 %. The highest flexural strength (4.88 MPa) obtain on bagasse of 1 %. Additon of bagasse, caused decreasing of porosity and density of concrete. Keywords: compressive strength, strong flexural, porosity, density, bagasse 
PENGARUH TITANIUM TERHADAP PADUAN LOGAM ZrNbMo SEBAGAI MATERIAL IMPLAN Rila, Sesfa; Handani, Sri; Giat, Sulistioso Sukaryo
Jurnal Fisika Unand Vol 4, No 1: Januari 2015
Publisher : Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian tentang pengaruh massa titanium terhadap paduan logam ZrNbMo sebagai material implan telah dilakukan. Dalam penelitian ini dilakukan sintesis paduan logam ZrNb2,5%Mo0,5%Ti0,5% dengan peleburan menggunakan tungku busur listrik. Uji struktur mikro, kekerasan, korosi dan in vitro dilakukan untuk studi dan analisis karakteristik paduan sebagai material implan. Uji korosi dilakukan dengan metode potensiostat/galvanostat dalam larutan SBF (simulation body fluid) dan uji kekerasan dengan metode vickers. Ketahanan korosi paduan logam ZrNbMo cukup tinggi dengan laju korosi 0,0374 mpy dan turun menjadi 0,0017 mpy akibat penambahan Ti. Kekerasan paduan logam ZrNbMo mencapai 267,46 VHN dan meningkat menjadi 279,98 VHN akibat penambahan Ti dalam paduan. Untuk menguji efek biomaterial terhadap lingkungan biologisnya dilakukan uji in vitro dengan metode kultur sel. Dari hasil penelitian didapatkan nilai inhibisi paduan ZrNbMo 0,0% dan ZrNbMoTi 6,7% dan kedua paduan dikatakan non toksik.Kata kunci : Titanium, ZrNbMo, material implan, sintesis, korosi, in vitroAbstractThe research on the effect of titanium mass to ZrNbMo metal alloy as implant material has been done. In this research, the synthesis ZrNb2,5%Mo0,5%Ti0,5% metal alloy with melting using electric arc furnaces. Microstructure, hardness, corrosionand in vitro test were done to study and analyze the alloy characteristic as implant material. Corrosion test was conducted using potensiostat/galvanostat method in SBF solution (simulation body fluid) and hardness test was done using vickers method. Corrosion resistance of the ZrNbMo metal alloy was high enough with corrosion rate 0,0374 mpy and dropped to 0,0017 mpy due to Ti addition. Hardness of the ZrNbMo metal alloy reached 267,46 VHN and increased to 279,98 VHN due to Ti addition in the alloy. In vitro test that using culture cell method was conducted to see the effect of biomaterial on its biological environment. From the research got inhibition alloy ZrNbMo value was 0,0% and ZrNbMoTi was 6,7%, and both of the alloy was non toxic.Key words : Titanium, ZrNbMo, implant material, synthesis, corrosion, in vitro
PENGARUH KONSENTRASI INHIBITOR EKSTRAK DAUN KAKAO (Theobroma cacao) TERHADAP LAJU KOROSI BAJA HARDOX 450 Malfinora, Anike; Handani, Sri; Yetri, Yuli
Jurnal Fisika Unand Vol 3, No 4: Oktober 2014
Publisher : Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.728 KB)

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan serangkaian uji korosi dan analisis struktur mikro terhadap baja Hardox 450.  Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan medium korosif H2SO4 3% dan Na2SO4 3%.  Metode yang digunakan adalah metode weight loss untuk pengukuran laju korosi dan metode potensiodinamik untuk melihat nilai arus korosi beserta potensial korosi.  Baja direndam di dalam medium korosif dengan penambahan dan tanpa penambahan inhibitor.  Variasi konsentrasi inhibitor yang digunakan adalah dari 1% hingga 10% dengan lama perendaman lima hari.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari variasi konsentrasi yang diberikan laju korosi terbesar terjadi pada baja tanpa penambahan inhibitor, sedangkan laju korosi berkurang dengan penambahan inhibitor, terlihat dari kurva Tafel yang menunjukkan penurunan Ikorosi.  Semakin besar konsentrasi inhibitor yang ditambahkan maka nilai laju korosi akan semakin menurun dan nilai efisiensi inhibisi korosi semakin tinggi.  Nilai efisiensi terbesar didapatkan pada penambahan konsentrasi inhibitor 10%, untuk medium korosif H2SO4 mencapai 63,89% dan untuk medium Na2SO4 mencapai 56,61%.  Hal ini menunjukkan bahwa inhibitor ekstrak daun kakao efisien dalam mengendalikan laju korosi dalam medium H2SO4 dan Na2SO4.  Dari analisis foto optik morfologi permukaan baja Hardox 450 memperlihatkan permukaan baja dengan penambahan ekstrak daun kakao mengalami korosi lebih sedikit.Kata kunci : laju korosi, inhibitor, efisiensi, weight loss, potensiodinamikAbstractThe corrosion test and microstructure analysis of Hardox 450 steel have been done.  This research was performed using H2SO4 3% and Na2SO4 3% corrosive mediums.  The method used were weight loss for measuring the corrosion rate and potentiodynamic method to see the value of corrosion current and corrosion potential.  Steel immersed in the corrosive medium with the addition and without addition of inhibitors.  Concentration variation of inhibitor used was from 1% to 10% with five days immersion time.  The result based from concentration variation was used showed that the corrosion rate occured in the steel without the addition of inhibitors, whereas the corrosion rate decreases with the addition of inhibitors, by the Tafel curves showed a decreases Icor.  The greater concentration of the inhibitor is added then the value of corrosion rate will lower and corrosion inhibition efficiency will increase.  Greatest efficiency values both for medium corrosive obtained at inhibitor concentration 10%, 63,89% in H2SO4 and 56,61% in Na2SO4.  It shows that the cocoa leaf extract inhibitor is efficient in controlling corrotion rate in H2SO4 and Na2SO4 medium corrosive.  From the optical photograph analysed on the surface morphology of Hardox 450 steel showed that the addition of cocoa leaves extract suffered less corrosion.Keywords: corrosion rate, inhibitor, efficiency, weight loss, potentiodynamic
PENGARUH PENAMBAHAN PATI TALAS TERHADAP SIFAT MEKANIK DAN SIFAT BIODEGRADABEL PLASTIK CAMPURAN POLIPROPILENA DAN GULA JAGUNG Hidayat, Rahmat; Mulyadi, Sri; Handani, Sri
Jurnal Fisika Unand Vol 4, No 3: Juli 2015
Publisher : Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.326 KB)

Abstract

ABSTRAK      Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh penambahan pati talas terhadap sifat mekanik dan degradabilitas plastik campuran polipropilena dan gula jagung. Pada penelitian ini dibuat 5 sampel dengan penambahan pati talas yang divariasikan sebanyak 0 g, 9 g, 12 g, 15 g, dan 18 g. Terhadap sampel kemudian dilakukan pengujian kuat lentur, kuat tarik, dan degradabilitas. Pengujian degradabilitas dilakukan dengan cara penguburan selama 40 hari. Hasil menunjukkan bahwa penambahan pati talas cendrung menurunkan kekuatan mekanis, namun mempercepat proses degradasi. Nilai kuat lentur tertinggi diperoleh dari sampel dengan penambahan pati talas 9 g, yaitu 37,44 N/mm2. Nilai kuat tarik tertinggi juga didapatkan pada sampel dengan penambahan pati talas 9 g, yaitu 5,19 N/mm2. Sampel yang paling cepat terdegradasi adalah sampel dengan penambahan pati talas sebanyak 18 g, dengan laju degradasi rata-rata 0,68% per hari.Kata Kunci : polipropilena, pati talas, gula jagung, degradabilitas, kuat lentur dan kuat tarikAbstractThe study on the influence of the addition of taro starch on the mechanical properties and biodegradability of polypropylene with corn sugar has been conducted. In this study, 5 samples were made by adding taro starch with variation of 0 g, 9 g, 12 g, 15 g, and 18 g. The mechanical properties and degradability were examined. Examination of degradability conducted by burrying of the sample for 40 days. Results show that the addition of taro starch tend to decrease mechanical properties, otherwise increasing degradation rate of the samples. The highest flexural strength values were obtained from the samples with 9 g addition of taro starch which is 37.44 N/mm2. The highest tensile strength also were obtained from the samples with 9 g addition of taro starch, which is 5.19 N/mm2. Sample with highest degradability rate resulted from addition of taro starch as much as 18 g, which is 0.68% /day.Keywords : polypropylene, taro starch, corn sugar, degradability, flexural strength and tensile strength
PENGARUH PENAMBAHAN INHIBITOR EKSTRAK KULIT BUAH MANGGIS TERHADAP PENURUNAN LAJU KOROSI BAJA ST-37 Turnip, Lusiana Br; Handani, Sri; Mulyadi, Sri
Jurnal Fisika Unand Vol 4, No 2: April 2015
Publisher : Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.029 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian tentang pengaruh penambahan inhibitor ekstrak  kulit buah manggis terhadap laju korosi baja St-37 menggunakan metode potensiodinamik telah dilakukan.  Medium korosif yang digunakan adalah NaCl 3% dengan variasi konsentrasi inhibitor ekstrak kulit buah manggis yang digunakan adalah 2%, 4%, 6%, 8% dan 10%. Penambahan inhibitor ke dalam larutan NaCl dapat menurunkan laju korosi. Efisiensi inhibitor korosi yang paling besar terjadi pada konsentrasi 2% dengan efisiensi 26,05%. Hal ini juga terlihat dari analisis foto optik morfologi dimana permukaan baja dengan penambahan ekstrak kulit buah manggis 2% mengalami korosi paling sedikit.Kata Kunci : korosi, inhibitor, buah manggis, potensiodinamikAbstractA research about the influence of addition of inhibitors from mangoesteen peel extract to the corrosion rate of steel St-37 using the potentiodynamic method has been done. Corrosive medium  used is NaCl  3% and the concentrations  of  the  extract  used are 2%, 4%, 6%, 8% and 10%. The addition of inhibitor to NaCl solution results decreasing of corrosion rate. The  results  showed  that  the  maximum  efficiency of corrosion inhibition occur at  inhibitor concentration of 2% with efficiency 26.05%. Optical photographs morphology of St-37 steel from optical photographs showed that the addition of 2% mangosteen peel extract suffered least corrosion.Keywords : corrosion, inhibitors, mangosteen, potentiodynamic
KARAKTERISASI SIFAT MEKANIK HASIL ELEKTROPLATING NIKEL KARBONAT (NiCO3) PADA TEMBAGA (Cu) Putri, Andrisel; Handani, Sri
Jurnal Fisika Unand Vol 4, No 1: Januari 2015
Publisher : Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.817 KB)

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan penelitian tentang karakterisasi sifat mekanik hasil elektroplating nikel karbonat (NiCO3) pada tembaga (Cu). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi waktu terhadap persentase massa, kuat tarik, kuat tekan, dan kekerasan hasil elektroplating nikel karbonat (NiCO3) pada tembaga (Cu).  Variasi waktu yang digunakan adalah 5, 10, 15, 20, dan 25 menit.  Nikel karbonat (NiCO3) berfungsi untuk pelapisan pada tembaga agar mendapatkan kekerasan, kekuatan tarik dan kuat tekan yang lebih baik.  Pengujiaan kuat tekan dan kuat tarik material terhadap hasil elektroplating dilakukan dengan alat uji tekan dan uji tarik merek wekob 32559 Galdabini.  Hasil uji tarik dan uji tekan tertinggi diperoleh pada waktu pelapisan 15 menit yang menghasilkan persentase massa deposit 7,407% dengan nilai kuat tarik yaitu 3,041 N/cm2, nilai kuat tekan 3,139 N/cm2 serta nilai kekerasan adalah 60,8 HRB.Kata kunci : elektroplating, nikel karbonat, katalis, kuat tekan, kuat tarik.ABSTRACTThe research about the characterization of the mechanical properties of electroplating results of nickel carbonate (NiCO3) on copper (Cu) has been done.  This study aims to determine the effect of time on the percentage of the mass, tensile strength, compressive strength, and hardness of electroplating nickel carbonate results (NiCO3) on copper (Cu).  Time variation that used is 5, 10, 15, 20, and 25 minutes. Nickel carbonate (NiCO3) serves for coating on copper in order to get good results of hardness, tensile strength, and compressive strength.  Characterization of compressive strength and tensile strength of the material to the results of the electroplating is done with test equipment and test press wekob 32559 Galdabini brand appeal.  The highest result of tensile strength, compression strength, and hardness was obtained at the time of plating 15 minutes which resulted in a mass percentage of 7.407% deposit.  The value of the tensile strength is 3.041 N/cm2, the compressive strength is 3.139 N/cm2 and the hardness value is 60 HRB.Keywords : electroplating, nickel carbonate, catalysts, compressive strength, tensile strength.
PENGARUH PROSES OKSIDASI PADA LOGAM PADUAN ZR-2,5NB UNTUK MATERIAL BIOIMPLAN Nastiti, Gemi; Handani, Sri; Bandriyana, B
Jurnal Fisika Unand Vol 3, No 4: Oktober 2014
Publisher : Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.807 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian tentang pengaruh proses oksidasi pada logam paduan Zr-2,5Nb untuk material bioimplan telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stuktur mikro, kekerasan, ketahanan korosi dan toksisitas paduan logam Zr-2,5Nb sebelum dan sesudah dioksidasi. Pengujian stuktur mikro dengan mikroskop optik memperlihatkan paduan homogen berbentuk equiaxial. Proses oksidasi dilakukan menggunakan alat MSB selama 5 jam dengan variasi suhu 500ºC, 600ºC dan 700ºC. Pada oksidasi suhu 500°C tebal lapisan oksida  berkisar antara 4,06 – 5,02 µm, pada suhu 600°C tebal lapisan antara 4,20 – 7,80 µm danpada suhu 700°C tebal lapisan oksida 19,00 – 23,60 µm. Sebelum oksidasi kekerasan sebesar 233,7 VHN. Pada logam setelah dioksidasi 500°C kekerasan rata-rata sebesar 242,4 VHN. Pada oksidasi 600°C kekerasan sebesar 261,2 VHN dan 700°C kekerasan sebesar 399,1 VHN. Nilai laju korosi sebelum oksidasi sebesar 0,0695 mpy. Setelah proses oksidasi nilai korosi sampel jauh lebih rendah yaitu sebesar 0,0094 mpy. Persentasi inhibisi paduan sebelum oksidasi sebesar 13,3 % dan setelah oksidasi memiliki persentasi inhibisi sebesar 0 %, yang sangat baik  dimanfaatkan sebagai material bioimplan.Kata kunci : paduan zirkonium, oksidasi MSB, kekerasan, korosi, metode in vitro, bioimplanAbstractResearch on the effect of oxidation on the metal alloy Zr-2,5Nb for bioimplant material has been done. This research aims to find out the micro structure, hardness, corrosion resistance and toxicity of metal alloys Zr-2,5Nb before and after being oxidized. The micro structure tested by optical microscopy show a homogeneous alloy shaped equiaxial. The oxidation process is done using a MSB for 5 hours with temperature variations of 500ºC, 600ºC and 700ºC. Oxide layer thickness was measured by using SEM. At the oxidation temperature of 500°C the oxide layer thickness ranged from 4,06 to 5,02 µm, at a temperature of 600°C layer thickness between 4,20 and 7,80 µm and at temperature of 700°C the oxide layer thickness from 19,00 to 23,60 µm. Alloy hardness before oxidation  is 233,7 VHN, whereafter oxidized of 500 °C the average of metal hardness is 242,4 VHN. At 600°C oxidation the hardness is 261,2 VHN and 700°C is 399,1 VHN. Corrosion rate value before oxidation is 0,0695 mpy. After the oxidation process the corrosion rate value is much lower than before oxidation and equal to 0,0094 mpy. This is due to the presence of oxygen contained in the oxide layer. The percentage inhibition of oxidation of the alloy before oxidation is 13.3% and after oxidation is 0%, which is well used as material bioimplant.Keywords : zirconium alloys, oxidation MSB, hardness, corrosion, in vitro methods, bioimplant