Articles

Found 8 Documents
Search

PENGARUH KONSENTRASI INOKULUM Monascus purpureus TERHADAP PRODUKSI PIGMEN PADA SUBSTRT TEPUNG BIJI NANGKA (Artocarpus heterophyllus) Yuliani, Lia Amelia; Hamdiyati, Yanti; M.Si., Kusnadi
Formica Online Vol 1, No 1 (2014): Formica Online
Publisher : Jurusan Pendidikan Biologi FPMIPA UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan pewarna sintetis memiliki berbagai efek negatif terhadap kesehatan manusia. Pigmen yang dihasilkan dari kapang Monascus purpureus dapat digunakan sebagai alternatif pewarna alami makanan. Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh konsentrasi inokuum M. purpureus terhadap produksi pigmen pada substrat tepung biji nangka. Tujuan penelitan ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi inokulum terhadap produksi pigmen merah, kuning dan jingga oleh M. purpureus pada substrat tepung biji nangka. Konsentrasi yang digunakan adalah 0%, 5%, 10%, dan 15% (v/b). Analisis data menggunakan One-Way Anova menunjukkan bahwa konsentrasi inokulum memiliki pengaruh terhadap produksi pigmen merah M. purpureus, begitupun analisis data menggunakan Kruskall-Wallis menunjukkan bahwa konsentrasi inokulum memiliki pengaruh terhadap produksi pigmen kuning dan pigmen jingga. Konsentrasi inokulum 15% merupakan konsentrasi optimum untuk produksi pigmen merah, pigmen kuning dan pigmen jingga masing-masing sebesar 0,10, 0,50 dan 0,20 unit absorbansi per gram sampel. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi inokulum berpengaruh terhadap produksi pigmen merah, kuning dan jingga.Kata kunci: Monascus purpureus, Konsentrasi Inokulum, Tepung Biji Nangka
PROFIL KETERAMPILAN PROSES SAINS MAHASISWA MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS KERJA ILMIAH PADA MATAKULIAH MIKROBIOLOGI Hamdiyati, Yanti; Kusnadi, Mr
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 9, No 2 (2007): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v9i2.324

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil keterampilan proses sains mahasiswa dan persepsi mahasiswa pada pembelajaran berbasis kerja ilmiah pada praktikum Mikrobiologi. Subjek penelitian adalah mahasiswa jurusan Biologi thn ajaran 2006/2007 sebanyak 45 orang. Pada pelaksanaan penelitian, setiap mahasiswa diobservasi keterampilan menggunakan alat dan keterampilan mengobservasi oleh observer dengan menggunakan lembar observasi kinerja.. Satu observer akan mengobservasi 5-6 orang dalam satu kelompok. Setelah melakukan penelitian, setiap kelompok mempresentasikan hasil penelitian secara berkelompok dan melaporkan hasilnya secara individu. Terakhir, diberikan soal tes tertulis yang memuat semua  indikator keterampilan proses yang diidentifikasi, kecuali keterampilan proses menggunakan alat dan mengobservasi. Angket digunakan untuk melihat persepsi mahasiswa tentang pembelajaran yang sudah dilakukan. Penelitian ini memberikan hasil bahwa rata-rata kemampuan mahasiswa pada masing-masing jenis keterampilan proses termasuk ke dalam kategori sedang, yaitu 63,10%. Aspek kemampuan keterampilan proses yang baik penguasaannya yaitu keterampilan klasifikasi ( 83,33%), sedangkan yang paling rendah penguasaannya yaitu keterampilan memprediksi (32,94%). Secara berurut penguasaan keterampilan proses dari hasil penelitian, yaitu keterampilan klasifikasi (83,33%),  merencanakan percobaan (74,18%), komunikasi (72,62%), interpretasi (64,29%), menerapkan konsep/prinsip (51,39%), dan keterampilan memprediksi (32,94%). Dari lembar kinerja, persentase tertinggi diperoleh pada aspek sterilisasi alat/bahan/medium, yaitu sebesar 91.11%, sedangkan persentase terendah diperoleh pada aspek yang spesifik (28.44%). Persepsi mahasiswa tentang pembelajaran Mikrobiologi berbasis kerja ilmiah sangat baik.Kata Kunci : Keterampilan proses sains, Pembelajaran berbasis kerja ilmiah, Mikrobiologi
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN PATIKAN KEBO (Euphorbia hirta) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus epidermidis Hamdiyati, Yanti; Kusnadi, Mr; Rahadian, Irman
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 12, No 1 (2008): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v12i1.312

Abstract

Telah dilakukan pengujian aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun patikan kebo (Euphorbia hirta) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis secara in vitro. Ekstraksi daun patikan kebo dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 95%. Ekstrak kasar etanol diencerkan dengan pelarut Dimethylsulfoxide (DMSO) 30% hingga berkonsentrasi 0, 50, 100, 150, 200, 250, dan 300 mg/ml. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode difusi agar dengan kloramfenikol 30 µg/ml sebagai kontrol positif dan DMSO 30% sebagai kontrol negatif. Parameter yang diukur ialah besarnya diameter daya hambat yang terbentuk di sekitar cakram kertas. Desain penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 8 perlakuan dan 5 kali pengulangan. Rata-rata diameter daya hambat yang terbentuk dengan perlakuan ekstrak berkonsentrasi 50, 100, 150, 200, 250, dan 300 mg/ml secara berurutan ialah 9,67; 13,37; 14,57; 16,33; 17,53; dan 18,40 mm. Uji lanjutan dilakukan untuk menentukan nilai Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dengan menguji beberapa konsentrasi ekstrak, yaitu 10, 15, 20, 25, 30, 35, 40, 45, 50, dan 55 mg/ml. Hasil analisis statistik menggunakan program SPSS versi 12 for windows menunjukkan bahwa ekstrak daun patikan kebo berpengaruh secara signifikan dalam menghambat pertumbuhan bakteri S. epidermidis pada taraf kepercayaan 95%. Berdasarkan hasil analisis pula diketahui bahwa nilai KHM ekstrak daun patikan kebo berada pada konsentrasi 20 mg/ml dengan rata-rata diameter daya hambat sebesar 7,67 mm yang berbeda secara signifikan dengan kontrol negatif, yaitu 6,90 mm. Penghambatan yang terjadi pada bakteri S. epidermidis tersebut membuktikan bahwa daun patikan kebo mengandung senyawa aktif yang bersifat antibakteri, seperti flavonoid, tanin, alkaloid, dan terpenoid.Kata kunci:  metoda difusi agar, Staphylococcus epidermidis, ekstrak kasar etanol, Euphorbia hirta, diameter daya hambat 
PEMBELAJARAN BIOLOGI KONSEP SISTEM PENCERNAAN MAKANAN DALAM KEGIATAN LESSON STUDY DI SMP NEGERI 1 PASEH Rustini, Intang; Eka, Dyah; Sukarsih, Engka; Sulastri, Yeti; Trisnayanti, Leni; Merliana, Nina; Sriyani, Ms; Kasmanah, Ms; Mariam, Iyam; Siswandi, Ade; Maryana, Tata; Sudiman, Maman; Patran, Encang; Dahria, Totoy; Rochintaniawati, Diana; Hamdiyati, Yanti
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 8, No 1 (2006): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v8i1.352

Abstract

Kegiatan lesson study di SMP Negeri 1 Paseh dilaksanakan pada tahun pelajaran 2006/2007. Kegiatan ini diikuti oleh kalangan guru IPA Kabupaten Sumedang beserta team ahli dari dosen FPMIPA-UPI. Kegiatan dilaksanakan dalam tiga tahap: perencanaan, implementasi, dan refleksi. Implementasi kegiatan  dilaksanakan pada hari Sabtu, 2 Desember 2006. Untuk bidang studi biologi, konsep yang diambil adalah Sistem Pencernaan Makanan pada sub konsep Uji Kandungan Bahan Makanan. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen. Implementasi kegiatan ini dilaksanakan pada kelas VIII-F dengan jumlah siswa 38 orang, yang dibagi ke dalam 6 kelompok. Secara umum kegiatan lesson study ini membawa pengaruh yang cukup besar dalam upaya peningkatan profesionalisme guru dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran. Kegiatan ini hendaknya tidak hanya dilakukan pada saat ada pembimbing dari UPI, melainkan diimplementasikan dalam kegiatan belajar sehari-hari untuk setiap sekolah, baik untuk satu bidang studi saja ataupun antar bidang studi.
HUBUNGAN KEMAMPUAN PENALARAN DENGAN KETERAMPILAN ARGUMENTASI SISWA PADA KONSEP SISTEM PENCERNAAN MELALUI PBL (PROBLEM BASED LEARNING) Ekanara, Bambang; Adisendjaja, Yusuf Hilmi; Hamdiyati, Yanti
BIODIDAKTIKA, JURNAL BIOLOGI DAN PEMBELAJARANNYA Vol 13, No 2 (2018): Biodidaktika: Jurnal Biologi dan Pembelajarannya
Publisher : JURNAL BIOLOGI DAN PEMBELAJARANNYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper purpose to investigate the relationship between student’ reasoning abilities withargumentation skills in digestive system concept through PBL (Problem Based Learning). Thisresearch use correlational research method with reasoning multiple choice test as an instrument tomeasure the student’ reasoning abilities and argumentation sheet which have been adapted fromToulmin’s Argumentation Pattern (TAP) to measure student’ argumentation skills. Subject of thisresearch are second grade students of senior high school in West Bandung Regency. Data analysisshow that student’ reasoning abilities and argumentation skill have a strong positive relationship. Thisrelationship can be shown by the result of the correlation coefficient calculation about 0,76 withdetermination coefficient about 57,76%.
Aktivitas Antifungi Ekstrak Etanol Daun Salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) terhadap Pertumbuhan Jamur Candida albicans secara in vitro Fitriani, Any; Hamdiyati, Yanti; Ria Engriyani, Ria Engriyani
Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal Vol 29, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Biologi | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mib.2012.29.2.238

Abstract

Antifungal activity of the ethanol extract of bay-leaf (Syzygium  polyanthum (Wight) Walp.) against growth of the fungus Candida albicans in vitro has been conducted. Leaves of S. polyanthum has been known to have potential as antifungal for skin fungal pathogen. This study aims to determine antifungal activity of the ethanol extract of S. polyanthum leaves against growth of C. albicans.  Activity test was done by disc-diffusion  method and macro-dilution. This study used concentrations of ethanol leaf extract of S. polyanthum of 0.5%, 1%, 1.5%, 2%, and 2.5% (w/v). Negative control using 1% DMSO and positive controls using ketoconazole 30 mg/mL. The results shows that ethanol extract of leaves of S. polyanthum have activity as an antifungal. Ethanol extract of leaves of S. polyanthum based on the results of GCMS analysis of compounds containing chemical compounds such as terpenoids and fatty acids. Ethanol extract of leaves of S. polyanthum showed the highest inhibition zone diameter at a concentration of 1% (w/v) of 9.32 ± 0.21 mm. Value of Minimum inhibitory Concentration (MIC) for ethanol leaf extract of S. polyanthum present in a concentration of 0.5% (w/v) and the value of Minimum Fungicidal Concentration (MFC) present in a concentration of 1% (w/v).
CHANGING OF STUDENTS MENTAL MODEL ABOUT VIRUS THROUGH MICROBIOLOGY COURSE PROGRAM BASED ON MENTAL MODEL Hamdiyati, Yanti; Sudargo, Fransisca; Redjeki, Sri; Fitriani, Any
EDUSAINS Vol 10, No 1 (2018): EDUSAINS
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/es.v10i1.7777

Abstract

PERUBAHAN MODEL MENTAL MAHASISWA PADA POKOK BAHASAN VIRUS MELALUI PROGRAM PERKULIAHAN MIKROBIOLOGI BERBASIS MODEL MENTAL  AbstractThis study aims to analyze changes in mental models of students on the subject of the virus through mental model based-microbiology course. The research method is pre-experiment with one-group pretest-posttest design. Respondents of this research consists of 5 semester students of Biology education program at UPI Biology Education Department of 39 students. The mental model based-microbiology course consists of several stages (syntax). The mental modeling instrument uses concept maps, while the students perceptions of the lecture program use a closed and open questionnaire. Data obtained in the form of concept maps before and after lectures on the subject of the virus. Concept maps are then analyzed by reference concept map. Quantitative data of the concept map is converted into qualitative data to determine the level of mental model, namely: emergent = score 1, transitional = score 2, close to extended = score 3, and complete (extended) = score 4. Questionnaire about the research program shows the change of mental model level on the subject of the virus before the implementation of the mental model based-microbiology course. is at emergent and transition level. After the implementation of the mental model based-microbiology course is at the transitional level and close to extended. This indicates an increase in the level of mental models of students through the mental model based-microbiology course. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan model mental mahasiswa pada pokok bahasan virus melalui program perkuliahan Mikrobiologi Berbasis Model Mental (MBM2). Metode penelitian yang dilakukan adalah pre- experiment dengan disain penelitian one-group pretest - postest design.  Responden penelitian ini terdiri dari mahasiswa semester 5 program studi pendidikan Biologi di Departemen Pendidikan Biologi UPI sebanyak 39 mahasiswa.  Program Perkuliahan MBM2 terdiri dari beberapa tahapan (sintaks). Instrumen model mental menggunakan peta konsep, sedangkan persepsi mahasiswa tentang program perkuliahan menggunakan angket tertutup dan terbuka. Data yang diperoleh berupa peta konsep sebelum dan setelah perkuliahan pada pokok bahasan virus. Peta konsep selanjutnya dianalisis berdasarkan peta konsep rujukan. Data kuantitatif peta konsep diubah menjadi data kualitatif untuk menentukan level model mental, yaitu : berkembang (emergent) = skor 1, peralihan (transitional) = skor 2,  mendekati lengkap (close to extended) = skor 3, dan lengkap (extended) = skor 4. Hasil penelitian menunjukkan perubahan level model mental pada pokok bahasan virus sebelum implementasi program perkuliahan MBM2 ada pada level berkembang (emergent)  dan peralihan (transitional) . Setelah implementasi program perkuliahan MBM2 ada pada level peralihan (transitional) dan mendekati lengkap (close to extended). Hal ini menunjukkan adanya peningkatan level model mental mahasiswa melalui program perkuliahan MBM2.Permalink/DOI:http://dx.doi.org/10.15408/es.v10i1.7777 
PENERAPAN MODEL BELAJAR PDEODE (PREDICT-DISCUSS-EXPLAINOBSERVE- DISCUSS-EXPLAIN) UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP SISWA SMA PADA MATERI PENCEMARAN LINGKUNGAN Kusnadi, Kusnadi; Hamdiyati, Yanti; azkya, Agi
Jurnal BIOEDUIN : Program Studi Pendidikan Biologi Vol 8, No 2 (2018): Volume 8 No. 2 (2018)
Publisher : Department of Biology Education UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/bioeduin.v8i2.3184

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan model pembelajaranPDEODE (Predict-Discuss-Explain-Observe-Discuss-Explain) terhadap penguasaan konsep dansikap ilmiah siswa pada pembelajaran konsep pencemaran lingkungan. Jenis penelitian adalah quasiexperimental dengan desain non equivalent control goup pretest-posttest. Penelitian dilakukan disalah satu SMA Negeri di Bandung, terdiri dari dua kelas yaitu kelas eksperimen dan kontrol. Teknikpenentuan sampel dilakukan melalui cluster random sampling. Berdasarkan uji statistikaindependent t test , hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran PDEODE berpengaruhsecara signifikan terhadap peningkatan penguasaan konsep siswa pada α0,05. Skor N-gain yangdidapatkan kelas eksperimen dan kelas kontrol berada pada kategori yang sama yakni kategorisedang,yakni 0,58 pada kelas eksperimen dan 0,43 pada kelas kontrol. Persentase sikap ilmiah padakelas eksperimen (83,13%%) lebih besar dibandingkan kelas kontro ((79,26%). Respon siswaterhadap pembelajaran PDEODE memberikan respon positif. Berdasarkan temuan dan hasilpenelitian ini, maka model pembelajaran PDEODE dapat dijadikan salah satu alternatif modelpembelajaran yang dapat diterapkan di sekolah yang berpusat pada siswa.