Articles

Found 18 Documents
Search

Persepsi pada Bystander terhadap Intensitas Bullying pada Siswa SMP Halimah, Andi; Khumas, Asniar; Zainuddin, Kurniati
Jurnal Psikologi Vol 42, No 2 (2015)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.971 KB) | DOI: 10.22146/jpsi.7168

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran bystander terhadap intensitas bullying pada siswa SMP di Makassar. Sebanyak 48 siswa pelaku bullying berusia 11-15 tahun menjadi subjek penelitian. Skala yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah skala persepsi pada bystander dan skala intensitas bullying. Data penelitian dianalisis dengan teknik analisis regresi. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif persepsi pada bystander terhadap intensitas bullying dengan nilai r sebesar 0,343 dan signifikansi atau p sebesar 0,017. Adapun nilai sumbangan efektif sebesar 11,8%. Dengan demikian, peran orang yang hadir di lokasi terjadinya bullying dapat meningkatkan intensitas atau meningkatkan kemungkinan berulangnya perilaku bullying pada siswa SMP di Makassar. Konsep sekolah yang ramah pada siswa merupakan hal yang sangat mendesak untuk diterapkan. Segenap stakeholder yang peduli dengan pendidikan dan pembentukan sikap mental atau akhlak peserta didik yang terpuji harus bersinergi untuk mewujudkan cita-cita mulia ini.
Pengaruh Tata Ruang Kelas dan Media Visual terhadap Minat Belajar Fisika Peserta Didik Kelas VIII MTs Madani Alauddin Paopao Manara, Erni R; Halimah, Andi
JPF (Jurnal Pendidikan Fisika) Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar Vol 3, No 2 (2015): September
Publisher : Pendidikan Fisika UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpf.v3i2.3732

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pengaruh tata ruang kelas dan media visual terhadap minat belajar fisika peserta didik kelas VIII MTs Madani Alauddin Paopao. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII MTs Madani Alauddin Pao-pao sebanyak 49 orang dan sampel pada penelitian ini berjumlah 49 orang. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah lembar observasi untuk penataan ruang kelas dan media visual dan angket untuk minat belajar fisika. Data tersebut kemudian di analisis dengan menggunakan regresi berganda. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis deskriptif diperoleh skor rata-rata tata ruang kelas adalah 62 termasuk dalam kategori cukup dan skor rata-rata penggunaan media visual adalah 56 termasuk dalam kategori cukup,serta skor rata-rata minat belajar fisika adalah 61 termasuk dalam kategori tinggi. Adapun hasil analisis inferensial menunjukkan nilai Fhitung adalah 585,9 sedangkan Ftabel pada taraf signifikansi 5% adalah 3,20. Dengan demikian, nilai Fhitung lebih besar dari pada nilai Ftabel dan hipotesis nol ditolak, artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara tata ruang kelas dan media visual teradap minat belajar fisika peserta didik kelas VIII MTs Madani Alauddin Paopao.
Beda Pengaruh Antara Microwave Diathermy, Transverse Friction dan Mills Manipulasi dengan Microwave Diathermy dan Transverse Friction Terhadap Penurunan Nyeri Akibat Tennis Elbow Tipe II Halimah, Andi
Jurnal Fisioterapi Vol 7, No 2 (2007)
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Objectives: The purpose of this study was to compare the intervention of MWD, trans-verse friction and mills manipulation with intervention of MWD and transverse friction towards consequence pain reduction tennis elbow type II. Methods: 16 person at me-disakti clinic - Sample at as into 2 groups that is 8 person in groups treatment at give therapy mwd, tranverse friction and mills manipulation and 8 person in control groups at give therapy mwd and tranverse friction. Tennis elbow be a disturbance that in group muscle ekstensor wrist especially in ekstensor carpi radialis brevis and longus. While tennis elboe type II be certain disturbance that in area teno periosteal ektensor car-piradialis brevis, where tenoperiosteal ekstensor carpi radialis brevis experience micro-ruptur pulling consequence that over do from muscle ekstensor carpi radialis brevis con-traction. Therapy gift mwd, tranverse friction and mills manipulation in condition tennis elbow type II can demote pain according to have a meaning and give influence differ-rence that have a meaning at compare therapy mwd and transverse friction. Result: This matter is proved in statistics testing that shows value p = 0,035, Intervention mwd, transverse friction and mills manipulation more have a meaning in demote consequence pain tennis elbow type II at compare with therapy mwd and transverse friction.keywords: Tennis Elbow, Manipulation, Intervention
METODE COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC) DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA DAN MENULIS DI SD/MI Halimah, Andi
Auladuna Vol 1, No 1 (2014): Auladuna
Publisher : Department of Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Universitas Islam Negeri Alauddin Makass

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.545 KB)

Abstract

Abstrak: Ada dua macam keterampilan berbahasa yang harus dikuasai siswa sejak mengenal dunia pendidikan, yaitu: keterampilan menulis dan membaca. Dengan menguasai dua keterampilan itu, maka akan terjadi kemampuan awal dalam menguasai ketrampilan yang lain. Penguasaan keterampilan menulis dan membaca merupakan hal yang mendasari penemuan metode Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC). Pengembangan CIRC dihasilkan dari sebuah analisis masalah-masalah tradisional dalam pengajaran seperti pelajaran membaca, menulis, seni bahasa dan mengungkap sesuatu dari realita yang ada. Satu fokus utama dari kegiatankegiatan CIRC adalah membuat penggunaan waktu lebih efektif. Para siswa bekerja di dalam tim-tim kooperatif yang dikoordinasikan dengan pengajaran kelompok membaca, supaya dapat memenuhi tujuan-tujuan dalam bidang lain seperti pemahaman membaca, kosa kata, pembacaan pesan dan ejaan dalam materi yang sedang dipelajari.Abstract: There are two kinds of language skills that must be mastered since the existence of the world of education, namely students’ skills of writing and reading. Mastering these two skills, would be a prequisite to master other skills. The acquisition of writing and reading skills underlying the invention of Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) method. CIRC development resulting from an analysis of the traditional teaching problems such as reading, writing, language art, and revealed something from the reality. One of the main focus of CIRC activities is to make use of more efective time. Students work in cooperative teams coordinated by the teaching of reading group, in order to meet the objectives of other aspects such as reading comprehension, vocabulary, message reading in the material being studied.
PENGARUH METODE SQ3R TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN Halimah, Andi
Auladuna Vol 2, No 2 (2015): Jurnal Auladuna
Publisher : Department of Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Universitas Islam Negeri Alauddin Makass

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.28 KB)

Abstract

Abstract: The ability of students in reading comprehension was still poor, which then can influence the insight of students in various disciplines. The lack of reading may result in a lack of insight which is really needed in students’ academic activities. In motivating students to read, giving stimulus is important so that students can read intensively. This can be done by assigning students to read and to write a report on their reading based on references that are relevant to their courses. The application of SQ3R (survey, question, read, recite and review) in this research was effective to help students doing their reading tasks.Abstrak: Kemampuan mahasiswa dalam memahami bacaan masih sangat minim yang berpengaruh pada wawasan mahasiswa dalam berbagai ilmu. Kurang membaca dapat berakibat pada kurang luasnya wawasan yang sangat dibutuhkan dalam kegiatan akademik. Memotivasi mahasiswa untuk mau membaca, memerlukan stimulus agar mereka dapat intensif melakukannya. Hal ini dapat dilakukan melalui pemberian tugas membaca dan memubuat laporan hasil bacaannya atas referensi terkait dengan mata kuliah yang dipelajarinya. Penerapan Metode SQ3R (survey, question, read, recite, and review) dalam penelitian ini, ditemukan efektif digunakan membantu mahasiswa menyelesaikan tugas tersebut.
METODE COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC) DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA DAN MENULIS DI SD/MI Halimah, Andi
Auladuna Vol 1, No 1 (2014): Auladuna
Publisher : PGMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.545 KB)

Abstract

Abstrak: Ada dua macam keterampilan berbahasa yang harus dikuasai siswa sejak mengenal dunia pendidikan, yaitu: keterampilan menulis dan membaca. Dengan menguasai dua keterampilan itu, maka akan terjadi kemampuan awal dalam menguasai ketrampilan yang lain. Penguasaan keterampilan menulis dan membaca merupakan hal yang mendasari penemuan metode Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC). Pengembangan CIRC dihasilkan dari sebuah analisis masalah-masalah tradisional dalam pengajaran seperti pelajaran membaca, menulis, seni bahasa dan mengungkap sesuatu dari realita yang ada. Satu fokus utama dari kegiatankegiatan CIRC adalah membuat penggunaan waktu lebih efektif. Para siswa bekerja di dalam tim-tim kooperatif yang dikoordinasikan dengan pengajaran kelompok membaca, supaya dapat memenuhi tujuan-tujuan dalam bidang lain seperti pemahaman membaca, kosa kata, pembacaan pesan dan ejaan dalam materi yang sedang dipelajari.Abstract: There are two kinds of language skills that must be mastered since the existence of the world of education, namely students’ skills of writing and reading. Mastering these two skills, would be a prequisite to master other skills. The acquisition of writing and reading skills underlying the invention of Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) method. CIRC development resulting from an analysis of the traditional teaching problems such as reading, writing, language art, and revealed something from the reality. One of the main focus of CIRC activities is to make use of more efective time. Students work in cooperative teams coordinated by the teaching of reading group, in order to meet the objectives of other aspects such as reading comprehension, vocabulary, message reading in the material being studied.
METODE PEMBELAJARAN MEMBACA DAN MENULIS PERMULAAN DI SD/MI Halimah, Andi
Auladuna Vol 1, No 2 (2014): Auladuna
Publisher : PGMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.1 KB)

Abstract

Abstrak: Pada awal-awal peserta didik memasuki lingkungan sekolah, program pembelajaran membaca dan menulis permulaan (MPP) adalah program utama. Dalam pelaksanaan pembelajarannya, dikenal bermacam-macam metode pembelajaran MMP, yakni metode eja, metode bunyi, metode suku kata (silabel), metode kata (lembaga kata), metode global, dan metode SAS. Pembelajaran MMP dengan metode bunyi dan metode eja/abjad/alfabet dimulai dengan pengenalan unsur bahasa terkecil yang tidak bermakna, yakni lambang lambang huruf. Berbekal pengetahuan tentang lambang-lambang huruf meningkat ke pengenalan satuan-satuan bahasa di atasnya, yakni suku kata; lalu menuju pengenalan kata, hingga sampai pada pengenalan kalimat. Pembelajaran MMP terdiri atas pembelajaran membaca permulaan dan pembelajaran menulis permulaan. Pembelajaran membaca permulaan terbagi ke dalam dua tahap, yakni: pembelajaran membaca tanpa buku dan pembelajaran membaca dengan menggunakan buku. Terdapat bermacam variasi pembelajaran membaca permulaan, di antaranya membaca buku pelajaran (buku paket), membaca buku/majalah anak, membaca bacaan susunan bersama guru-siswa, membaca bacaan hasil susunan siswa. Sedangkan pembelajaran menulis permulaan terbagi ke dalam dua tahap, yakni: tahap pengenalan huruf dan pelatihan menulis. Variasi bentuk latihan menulis permulaan, di antaranya latihan pramenulis (memegang pensil dan gerakan tangan), menghubungkan tanda titik-titik, menyalin, menulis halus/indah, dikte/imla, melengkapi tulisan, dan mengarang sederhana. Abstract: In the early days of learners entering the school environment, the beginning reading and writing learning programs is the main program. In conducting the the learning program, there were various learning methods of the beginning reading and writing learning programs, such as the Method of Spelling method, the Method of Sound, the Methods of Syllable, the Global methods, and SAS Methods. The beginning reading and writing learning programs with the sound learning method and spelling method begins with the introduction of the smallest unit of language that are not meaningful, namely the symbols of letters. Then moves to the introduction of the units of language in it, namely the syllables, to the introduction of words, and finally to the introduction of sentences. the beginning reading and writing learning programs consists of learning beginning reading and writing. Beginning reading is divided into two stages, namely learning to read without reading books and learning to read using books. There are a wide varieties of learning beginning reading. They are reading texbooks, reading children books/magazines, reading arrangement text together (teacher and students), student read the arranged passage. While learning beginning writing is divided into two phases, namely phase of literacy and writing practice. Variations of the writing exercises start from the pre writing excercise (holding a pencil and hand movement), connect dot mark, copy, fine writing, dictation, complete sentences and simple composing.
Persepsi pada Bystander terhadap Intensitas Bullying pada Siswa SMP Halimah, Andi; Khumas, Asniar; Zainuddin, Kurniati
Jurnal Psikologi Vol 42, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.971 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran bystander terhadap intensitas bullying pada siswa SMP di Makassar. Sebanyak 48 siswa pelaku bullying berusia 11-15 tahun menjadi subjek penelitian. Skala yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah skala persepsi pada bystander dan skala intensitas bullying. Data penelitian dianalisis dengan teknik analisis regresi. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif persepsi pada bystander terhadap intensitas bullying dengan nilai r sebesar 0,343 dan signifikansi atau p sebesar 0,017. Adapun nilai sumbangan efektif sebesar 11,8%. Dengan demikian, peran orang yang hadir di lokasi terjadinya bullying dapat meningkatkan intensitas atau meningkatkan kemungkinan berulangnya perilaku bullying pada siswa SMP di Makassar. Konsep sekolah yang ramah pada siswa merupakan hal yang sangat mendesak untuk diterapkan. Segenap stakeholder yang peduli dengan pendidikan dan pembentukan sikap mental atau akhlak peserta didik yang terpuji harus bersinergi untuk mewujudkan cita-cita mulia ini.
METODE PEMBELAJARAN MEMBACA DAN MENULIS PERMULAAN DI SD/MI Halimah, Andi
Auladuna Vol 1, No 2 (2014): Auladuna
Publisher : Department of Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Universitas Islam Negeri Alauddin Makass

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.1 KB)

Abstract

Abstrak: Pada awal-awal peserta didik memasuki lingkungan sekolah, program pembelajaran membaca dan menulis permulaan (MPP) adalah program utama. Dalam pelaksanaan pembelajarannya, dikenal bermacam-macam metode pembelajaran MMP, yakni metode eja, metode bunyi, metode suku kata (silabel), metode kata (lembaga kata), metode global, dan metode SAS. Pembelajaran MMP dengan metode bunyi dan metode eja/abjad/alfabet dimulai dengan pengenalan unsur bahasa terkecil yang tidak bermakna, yakni lambang lambang huruf. Berbekal pengetahuan tentang lambang-lambang huruf meningkat ke pengenalan satuan-satuan bahasa di atasnya, yakni suku kata; lalu menuju pengenalan kata, hingga sampai pada pengenalan kalimat. Pembelajaran MMP terdiri atas pembelajaran membaca permulaan dan pembelajaran menulis permulaan. Pembelajaran membaca permulaan terbagi ke dalam dua tahap, yakni: pembelajaran membaca tanpa buku dan pembelajaran membaca dengan menggunakan buku. Terdapat bermacam variasi pembelajaran membaca permulaan, di antaranya membaca buku pelajaran (buku paket), membaca buku/majalah anak, membaca bacaan susunan bersama guru-siswa, membaca bacaan hasil susunan siswa. Sedangkan pembelajaran menulis permulaan terbagi ke dalam dua tahap, yakni: tahap pengenalan huruf dan pelatihan menulis. Variasi bentuk latihan menulis permulaan, di antaranya latihan pramenulis (memegang pensil dan gerakan tangan), menghubungkan tanda titik-titik, menyalin, menulis halus/indah, dikte/imla, melengkapi tulisan, dan mengarang sederhana. Abstract: In the early days of learners entering the school environment, the beginning reading and writing learning programs is the main program. In conducting the the learning program, there were various learning methods of the beginning reading and writing learning programs, such as the Method of Spelling method, the Method of Sound, the Methods of Syllable, the Global methods, and SAS Methods. The beginning reading and writing learning programs with the sound learning method and spelling method begins with the introduction of the smallest unit of language that are not meaningful, namely the symbols of letters. Then moves to the introduction of the units of language in it, namely the syllables, to the introduction of words, and finally to the introduction of sentences. the beginning reading and writing learning programs consists of learning beginning reading and writing. Beginning reading is divided into two stages, namely learning to read without reading books and learning to read using books. There are a wide varieties of learning beginning reading. They are reading texbooks, reading children books/magazines, reading arrangement text together (teacher and students), student read the arranged passage. While learning beginning writing is divided into two phases, namely phase of literacy and writing practice. Variations of the writing exercises start from the pre writing excercise (holding a pencil and hand movement), connect dot mark, copy, fine writing, dictation, complete sentences and simple composing.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PELAKSANAAN SENAM NIFAS Halimah, Andi; Anshar, Anshar
Media Fisioterapi Politeknik Kesehatan Makassar Vol 10, No 2 (2018)
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mf.v10i2.801

Abstract

Masa nifas (puerperium) adalah masa pulih kembali, mulai dari persalinan ?selesai ?sampai ?alat-alat? kandungan? kembali? seperti? pra-hamil, masa nifas ini yaitu 6-8 minggu (Rustam, 1998). Dalam masa nifas alat-alat genetalia interna maupun eksterna akan berangsur-angsur pulih kembali seperti keadaan sebelum hamil. Perubahan-perubahan alat genetalia ini dalam keseluruhannya disebut involusi (Sarwono, 2002).Berdasarkan penelitian? yang pernah dilakukan terhadap? 78 orang ibu nifas yang ada di Rumah Sakit Siti Khadijah Kabupaten Pinrang Makassar tentang manfaat senam nifas, hanya terdapat 4 orang ibu yang? mengetahui manfaat, sedangkan 74 lainnya tidak mengetahui manfaat senam nifas dikarenakan kurangnya pengetahuan dan kesibukan dengan pekerjaan masing-masing (Abd. Latief S).Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan yang diambil dari beberapa referensi dan diketahui ada beberapa faktor yang memengaruhi pelaksanaan senam nifas, yaitu : (1) faktor pengetahuan,? lebih banyak ibu nifas yang tidak mengetahui tentang manfaat dari senam nifas; (2) pendidikan,? pendidikan yang tinggi mempengaruhi pelaksanaan senam nifas dibandingkan yang pendidikan rendah; (3) kesehatan ibu akan lebih cepat pulih apabila melakukan senam hamil daripada yang tidak melakukan; (4) motivasi yang kuat mendorong seorang ibu untuk dapat melaksanakan senam hamil; (5) Faktor budaya mempengaruhi pelaksanaan senam nifas karena merupakan anggapan yang keliru terhadap perilaku ibu setelah melahirkan;? dan (6) Faktor tenaga kesehatan sangat berperan dalam pelaksanaan senam nifas, baik di Puskesmas, Rumah Sakit dan di Rumah.Berdasarkan hasil tersebut didapatkan kesimpulan bahwa senam? nifas sangat bermanfaat untuk pemulihan kondisi ibu setelah melahirkan dan dipengaruhi oleh faktor pengetahuan, pendidikan, kesehatan ibu, motivasi, budaya dan peran dari tenaga kesehatan.?Kata kunci: senam, ibu nifas, senam nifas,