Articles

Found 22 Documents
Search

PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) BERBASIS EKSPERIMEN UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP USAHA DAN ENERGI DITINJAU DARI GAYA BERPIKIR SISWA DI MAN RUKOH BANDA ACEH Suriana, Suriana; Halim, A.; Mursal, Mursal
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Vol 4, No 1 (2016): APRIL 2016
Publisher : Program Pascasarjana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.235 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep siswa ditinjau dari gaya berpikir setelah penerapan model PBL berbasis eksperimen pada materi usaha dan energi. Penelitian ini menggunakan metode quasi experimental, dengan bentuk nonequivalent control group design dengan melibatkan dua kelompok belajar yaitu kelas eksperimen dan kontrol yang dilaksanakan di MAN Rukoh Banda Aceh kelas XI semester ganjil pada tahun pelajaran 2015/2016 yang terdiri dari 24 siswa kelas eksperimen dan 25 siswa kelas kontrol. Instrumen pengumpulan data; 1) Tes untuk melihat peningkatan pemahaman konsep; 2) Tes angket gaya berpikir untuk mengetahui jenis gaya berpikir yang dimiliki siswa dalam menyerapkan informasi. Hasil menunjukkan bahwa; 1) Terdapat peningkatan pemahaman konsep siswa dengan penerapan model pembelajaran PBL berbasis eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan pembelajaran konvensional dilihat dari N-Gain kedua kelas yaitu mencapai 71% kategori tinggi untuk kelas eksperimen dan 32% untuk kelas kontrol. 2) Pada jenis gaya berpikir acak abstrak kelas ekeperimen lebih baik dibandingkan kelas kontrol. Pada jenis gaya berpikir sekuensial konkret peningkatan pemahaman konsep kelas eksperimen lebih baik dari pada kelas kontrol. Pada jenis gaya berpikir sekuensial abstrak peningkatan pemahaman konsep kelas eksperimen lebih baik dari pada kelas kontrol. Pada jenis gaya berpikir acak konkret peningkatan pemahaman konsep kelas kontrol mencapai (4,00) sedangkan kelas eksperimen (0,00) karena kelas eksperimen tidak memiliki gaya berpikir acak konkret.
ANEMI GIZI DAN KEKUATAN JASMANI PEKERJA PROYEK PEMBANGUNAN Karyadi, Darwin; Tarwotjo, Ignatius; Basta, Samir; Soekirman, Soekirman; Husaini, Husaini; Enoch, Muhammad; Margono, S.; Halim, A.
Jurnal Penelitian Gizi dan Makanan JILID 3 (1973)
Publisher : Jurnal Penelitian Gizi dan Makanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | http://ejournal.litbang.depkes.go.id/index.php/pgm/article/view/1922

Abstract

Pada tahun 1972 dilakukan penelitian gizi dan kesehatan terhadap 571 pekerja pada tiga proyek pembangunan di Jawa. Penelitian dimaksudkan untuk mengetahui apakah tingkat gizi dan kesehatan yang rendah, pengaruhnya nyata terhadap kekuatan jasmani para pekerja. Selanjutnya cara mana yang sebaiknya diambil untuk meningkatkan itu.Hasil penelitian ini menunjukkan adanya banyak penyakit infeksi di kalangan pekerja tersebut. Makanan sehari-hari mereka kekurangan berbagai zat gizi, dan tercermin dalam beberapa gejala defisiensi. Prevalensi anemi kurang zat besi dan infestasi cacing tambang amat mencolok. Kekuatan jasmani yang diukur dengan Harvard Step Test pekerja yang anemi ternyata lebih rendah daripada yang tidak anemi.Sebagai tindakan lanjut, perlu dilakukan penelitian mengenai pengaruh pemberian zat besi terhadap peningkatan kekuatan jasmani dan kemampuan kerja para pekerja pembangunan tersebut.
NUTRITION ANEMIA AND PHYSICAL ENDURANCE AMONG CIVIL CONSTRUCTION WORKERS Karyadi, Darwin; Tarwotjo, Ignatius; Basta, Samir; Soekirman, Soekirman; Husaini, Husaini; Enoch, M.; Margono, S.; Halim, A.
Buletin Penelitian Kesehatan Vol 2, No 1 Mar (1974)
Publisher : Buletin Penelitian Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | http://ejournal.litbang.depkes.go.id/index.php/BPK/article/view/555

Abstract

Penyelidikan ini adalah untuk membuktikan suatu hypothesa bahwa ada pengaruh dari keadaan gizi dan kesehatan terhadap kemampuan bekerja para pekerja. Sejumlah 571 pekerja laki-laki telah dipilih dari tiga daerah tempat bekerja yaitu : Rentang, Seladarma (pembuatan canalj Halim Perdanakusuma (pembuatan lapangan terbang) Didapatkan bahwa seluruh pekerja mempunyai nilai gizi yang borderline dan tidak ada perbedaan didalam keadaan fisik mereka, namun masih terdapat rata-rata 30 percent menderita anemia. Anemia banyak disertai dengan rendahnya kadar Iron darah pada pekerja di Rentang dan Seladarma hal ini tidak terdapat pada pekerja di Halim. (Table 4). Mengenai infeksi cacing terutama cacing tambang maka diseluruh pekerja menderita infeksi cacing tersebut tingkat pertama yaitu infeksi ringan yang tidak akan mempengaruhi keadaan fisik kecuali hanya kekurangan Iron didalam darah. Untuk mengetahui kemampuan bekerja maka telah dipakai Harvard Step Test Scores selama 5 menit. Dan ternyata bila pekerja-pekerja tersebut dibagi dua group yaitu yang diatas dan yang dibawah nilai Hb. 11 Gm/100 ml maka terdapat perbedaan yang menyolok sekali atas kemampuan pekerja tersebut didalam melakukan test fisik. Hal ini sesuai dengan penyelidikan Veteri. Perlu juga disini diketahui bahwa pekerja berasal dari Rentang dan Seladarma lebih banyak menggunakan tenaga kaki oleh karena selalu naik dan turun canal. Kesimpulan penyelidikan ini adalah adanya pengaruh yang positip antara faktor makanan dan infeksi cacing dengan kemampuan bekerja yang dewasa ini amat diperlukan didalam pembangunan negara.
The profiles of science and technology culture (STC) indicators Halim, A.
Proceedings of The Annual International Conference, Syiah Kuala University - Life Sciences & Engineering Chapter Vol 3, No 2 (2013): Engineering
Publisher : Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.202 KB)

Abstract

Culture of science and technology is the way of life of the academic community that includes ways of thinking, understanding and use of technology, beliefs, habits, how to use the language, attitudes, and judgments based on scientific methods and knowledge. Survey of 10 indicators of science and technologyculture conducted to 467 high school students in Indonesia and 784 students in Malaysia. Based on 10 indicators, developed an instruments of Likert attitude scale and a multiple choice tests as a basis for indicators of science and technology culture. The survey results showed that students SM Malaysia andIndonesia have the same ability and views about; Knowledge of Science and Technology Basic, Understanding the limitations of human reason, and understanding of science and technology indicators, and the student chooses more amenable Science and Technology activities conducted outside school hours. Overall, the profiles of Science and Technology culture among students SM SM Indonesia Malaysia and there is no significant difference at the 1% significance level (t = 0:04). Based on the interpretation of the scalesuggested by Green & Akey, the results of this study showed that the culture of Science and Technology indicators proposed in this study include both categories, namely 0.75 (high) Indonesian and 0.74 (high) Malaysian. Therefore it can be said that Malaysian and Indonesian students have a positive attitude towards Science and Technology. In the context of the Science and Technology Education, the results of this study provide some indicators that can be used as learning objectives in the curriculum of Science and Technology in the Secondary School
PENGEMBANGAN MODUL FISIKA KONTEKSTUAL HUKUM NEWTON UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP FISIKA SISWA DI MAN MODEL BANDA ACEH Zulhaini, Zulhaini; Halim, A.; Mursal, Mursal
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Vol 4, No 1 (2016): APRIL 2016
Publisher : Program Pascasarjana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.646 KB) | DOI: 10.24815/jpsi.v4i1.6596

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa modul fisika kontekstual, melihat  peningkatan pemahaman konsep siswa dan efektivitas modul setelah proses pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian dan Pengembangan (R&D), dan desain penelitian dirancang berbentuk Pre-test Post-test Control Group Design. Populasi penelitian adalah siswa kelas X MAN Model Banda Aceh semester ganjil tahun pelajaran 2014/ 2015 dan kelompok sampel ditentukan dengan teknik random. Data yang dikumpulkan adalah data hasil pretest dan posttest siswa, data penilaian modul oleh ahli materi, ahli media, guru dan respon siswa terhadap modul.Modul dirancang sendiri oleh peneliti dan divalidasi oleh pakar materi dan pakar media Peningkatan pemahaman konsep siswa dianalisis dengan menggunakan N-Gain dan efektifvitas modul dianalisis dengan uji statistik atau uji-t dan didukung dengan angket siswa dan guru.Hasilnya menunjukkan peningkatan pemahaman konsep siswa pada kelas eksperimen lebih tinggi jika dibandingkan dengan kelas kontrol.Hasil uji statistik menunjukkan adanya perbedaan signifikan pemahaman konsep siswa sebelum dan setelah pembelajaran dengan modul.Pembelajaran dengan modul diawali dengan memberikan permasalahan-permaslahan kontekstual yang dekat dengan kehidupan siswa, sehingga siswa aktif dalam pembelajaran. Respon siswa sebesar 96,77% senang belajar dengan modul, artinya modul ini efektif digunakan dalam pembelajaran fisika.
THE EFFECT OF INQURY BASED LEARNING ON THE PROCEDURAL KNOWLEDGE DIMENSION ABOUT ELECTRIC AND MAGNET CONCEPT Yusrizal, Y.; Halim, A.; Junike, J.
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 13, No 2 (2017): July 2017
Publisher : Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpfi.v13i2.12080

Abstract

The purpose of this study to determine the effect of the use of inquiry-based learning to the increased dimensions of procedural knowledge in electrical magnetic material. The study used a quasi-experimental research methods with research design is non-equivalent control group design and a sampel are selected with the random sampling method. The experimental group was taught by the method of inquiry-based learning and the control group was taught by conventional methods. Collecting data using the instrument of multiple-choice test that developed through this research with category of validity is valid, reliability with category of reliable, index of discrimination with category of low, and level of difficulty with category of medium. The results of the data analysis by using the formula N-Gain and t-test showed that an increase in the dimensions of procedural knowledge siginificantly for experimental class and less significant for control class. Based on the results of this study suggested to the teacher to always use the method of inquiry learning that an increase in procedural knowledge dimension, especially for topics related to experimental physics.
Model Pembelajaran Berdasarkan Masalah Pada Materi Titrasi Asam Basa Untuk Meningkatkan Keterampilan Generik Sains Mahasiswa zakiyah, Hayatuz; ,, Adlim; Halim, A.
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Vol 1, No 1 (2013): OKTOBER 2013
Publisher : Program Pascasarjana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.823 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan studi pra-eksperimen melalui one group pretest-posttest design Tujuanpenelitian untuk melihat bagaimana aktivitas kelompok mahasiswa, apakah ada peningkatanketerampilan generik sains, dan bagaimana respon mahasiswa terhadap penerapan model PBL.
PENERAPAN PRAKTIKUM DENGAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA MATERI LAJU REAKSI DI SMA NEGERI 1 LEMBAH SELAWAH Zahrah, Fathimah; Halim, A.; Hasan, M.
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Vol 5, No 2 (2017): OKTOBER 2017
Publisher : Program Pascasarjana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (811.697 KB) | DOI: 10.24815/jpsi.v5i2.9826

Abstract

Abstrak             Mata pelajaran kimia dapat diajarkan menggunakan metode praktikum. Namun, metode praktikum mempunyai kelemahan sehingga diperlukan suatu model seperti Problem Based Learning (PBL) yang dapat membantu proses analisis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model PBL dengan metode praktikum terhadap peningkatan keterampilan berfikir kritis dan sikap ilmiah siswa. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain penelitian Control group pretest-postest design. Sampel dalam penelitian adalah dua kelas siswa kelas XI sebagai kelas eksperimen dan kelas kontrol. Penelitian ini menggunakan instrumen tes berpikir kritis, tes skala sikap, dan angket respon siswa yang telah divalidasi. Data hasil tes yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan secara statistik pada taraf signifikan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model PBL dengan metode praktikum dapat meningkatkan keterampilan berfikir kritis dan sikap ilmiah siswa pada konsep laju reaksi. Terbukti dari nilai rata-rata skor awal siswa kelas eksperimen sebesar 4,50 meningkat menjadi 7,10 pada postes. Peningkatan keterampilan berfikir kritis kelas eksperimen signifikan secara statistik terhadap kelas kontrol. Selanjutnya, skor awal sikap ilmiah kelas eksperimen dengan nilai rata-rata 57,75 menjadi 72,21 pada postes. Secara statistik sikap ilmiah kelas eksperimen signifikan lebih baik dibandingkan kelas kontrol. Siswa menunjukkan respon yang positif terhadap model PBL dengan metode praktikum. Kata Kunci: metode praktikum, berpikir kritis, PBL, Laju reaksi.
Model Pembelajaran Creative Problem Solving Untuk Meningkatkan Penguasaan Konsep Dan Keterampilan Generik Sains Siswa SMP Mayasari, Putri; Halim, A.; Ilyas, Suhrawardi
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Vol 1, No 1 (2013): OKTOBER 2013
Publisher : Program Pascasarjana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (903.884 KB)

Abstract

Penelitian ini adalah implementasi model pembelajaran Problem Solving Kreatif (PSK) dalampembelajaran konsep tekanan. Tujuan penelitian adalah untuk melihat efektivitas penggunaanmodel penyelesaian masalah kreatif dan juga untuk meningkat pemahaman konsep danketrampilan generic sains pada konsep tekanan siswa Sekolah Menengah Atas. Pelaksamaampenelitian menggunakan metode penelitian “the matching-only pretest-posttest control group”.Penelitian dilakukan pada kelas VIII siswa Sekolah Menengah Pertama tahun ajaran 2012/2013.
DAMPAK PENGGUNAAN MODEL QUANTUM TEACHING TIPE VAK (VISUAL, AUDITORI, KINESTETIK) TERHADAP RETENSI MENGINGAT KONSEP FISIKA SISWA KELAS VIII SMPN 6 BANDA ACEH Riznani, Yuni; Halim, A.; AR, Marwan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Fisika Vol 1, No 4 (2016): OKTOBBER 2016
Publisher : FKIP Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.228 KB)

Abstract

AbstrakPenelitian ini mengangkat permasalahan tentang rendahnya kemampuan siswa dalam mengingat konsep dan materi ajar fisika. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya dampak penggunaan model quantum teaching tipe VAK terhadap retensi mengingat konsep fisika siswa kelas VIII di SMPN 6 Banda Aceh. Jenis penelitian ini berbentuk eksperimen dengan desain control group time series design. Populasi penelitian ini adalah siswa/i kelas VIII SMPN 6 Banda Aceh, sedangkan sampel penelitian adalah kelas VIII-1 sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII-6 sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan tes. Perolehan nilai rata-rata post-test dan re-test kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol berturut-turut yaitu 90,71>84,0 dan 81>71,60. Diperkuat dengan hasil thitung>ttabel yaitu 2,595>1,68 dan 3,67>1,68. Berdasarkan data dan hasil yang didapatkan, maka dapat disimpulkan bahwa model quantum teaching tipe VAK memberikan dampak terhadap retensi mengingat konsep fisika siswa kelas VIII SMPN 6 Banda Aceh. Kata kunci : quantum teaching, VAK, retensi, konsep. AbstractThe problem of this research is about the low ability of student to remember conceptd and material of physics. The purpose of this education research is to find the impact of the use quantum teaching type VAK for retention to remember the concept of physics for student at grade VIII of SMPN 6 Banda Aceh. The kind of this research is experimental with control group time series design. The population in this education research is all of students grade VIII of SMPN 6 Banda Aceh, and the sample is class VIII-1 as experimental class and class VIII-6 as control class. Technical to collect data use chief and test. The average score of posttest and retest experiment class higher than control class, that is 90,71>84,0 and 81,0>71,60. Supported by the result of tcount>ttable that is 2,595>1,68 and 3,67>1,68. Based on data and value of this research, so concluded that quantum teaching type VAK give impact on retention to remember the concept of physics for student at grade VIII of SMPN 6 Banda Aceh. Keywords: quantum teaching, VAK, retention, concept.