Articles

Found 6 Documents
Search

PELATIHAN KETERAMPILAN LAS UNTUK MASYARAKAT USIA PRODUKTIF DI KELURAHAN SUKAJADI KEC. SUKAJADI KOTA PEKANBARU Sunaryo, Sunaryo; Ridwan, Abrar; Hakim, Legisnal; Nasution, Ahmad Kafrawi; Istana, Budi
Jurnal Pengabdian UntukMu NegeRI Vol 1 No 1 (2017): Pengabdian Untuk Mu negeRI
Publisher : LPPM UMRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.133 KB)

Abstract

Jumlah angkatan kerja di Riau pada Februari 2015 mencapai 2.974.014 orang, atau naik 172,849 orang (6,17 persen) dibandingkan jumlah angkatan kerja pada Februari 2014 sebesar 2.801.165 orang. Jumlah penduduk yang bekerja di Riau pada Februari 2015 sebesar 2,774,245 orang atau bertambah 112,918 orang (4,2 persen) dibandingkan dengan keadaan pada Februari 2014. Tingkat pengangguran terbuka pada Februari 2015 sebesar 6,72 persen, lebih tinggi dibandingkan keadaan pada Februari 2014 (4,99 persen). Sebagian besar para remaja putus sekolah usia produktif tidak memiliki keterampilan berwirausaha sehingga tidak bisa mendapatkan atau menciptakan lapangan kerja. Jumlah bengkel las di kecamatan Sukajadi khususnya kelurahan sukajadi relatif masih kurang dibandingkan dengan jumlah pengguna jasa las. Masih kurangnya pembinaan terhadap Sebagian besar Para remaja putus sekolah usia produktif untuk mendapatkan/menciptakan lapangan pekerjaan khususnya dibidang teknik pengelasan. Teknik mesin fakultas teknik UMRI,menyelenggarakan pengabdian dalam bentuk kegiatan pelatihan keterampilan las pada remaja putus sekolah usia produktif di kelurahan Sukajadi Kecamatan Sukajadi kota Pekanbaru , pelatihan dilaksanakan selama lima hari dengan jumlah peserta 10 orang. Para peserta secara langsung praktek dibawah bimbingan dan pengawasan pelaksana pelatihan yang bertindak sebagai instruktur. Metode demontrasi dan peragaan ini sangat efektif untuk pelatihan las , peserta pelatihan menerapkan modul yang telah didiskusikan dengan tim pelaksana, secara langsung pada peralatan las yang telah disiapkan oleh panitia.
PELATIHAN HEAT TREATMENT SEDERHANA UNTUK SISWA SMK SE-PEKANBARU Istana, Budi; Sunaryo, Sunaryo; Nasution, Ahmad Kafrawi; Ridwan, Abrar; Hakim, Legisnal; Utami, Lega Putri
Jurnal Pengabdian UntukMu NegeRI Vol 1 No 2 (2017): Pengabdian Untuk Mu negeRI
Publisher : LPPM UMRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (590.271 KB)

Abstract

Industri pengecoran logam umumnya menggunakan baja karbon sebagai bahan baku utama. Hal ini disebabkan oleh besarnya kebutuhan industri terutama industri pengolahan kelapa sawit, kertas dan industri lainnya terhadap komponen mesin yang diproduksi dengan teknik pengecoran logam. Banyak dipakainya baja karbon pada industri tersebut mengakibatkan bahan tersebut harus mengalami penyesuaian pada sifat mekanis yang diinginkan oleh pemakainya, salah satu langkah yang dapat diambil adalah dengan melakukan proses perlakuan panas, proses ini akan sangat bergantung pada komposisi kimia bahan, suhu pemanasan, waktu penahanan (hold time) dan kecepatan pendinginan (cooling rates). Kegiatan Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada siswa SMK di lingkungan kampus tentang pengaruh proses pendinginan paska perlakuan panas terhadap sifat mekanik logam terutama nilai kekerasannya.  Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi siswa dalam mempelajari ilmu metalurgi.
Analisa Teoritis Berat Jenis dan Panas Spesifik Gas Pembakaran Pada Ketel Uap Mini Model Horizontal Di Tinjau Dari Susunan Pipa (Tubes) Hakim, Legisnal
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 5, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (729.316 KB) | DOI: 10.24127/trb.v5i2.243

Abstract

Pada rancangan ketel uap pipa api mini dari PDP 1 (2014) bahwa jumlah pipa api rencana adalah 7 buah dan belum dilakukan analisa teoritis, untuk itu perlu dilakukan analisa berat jenis dan panas spesifik gas pembakaran berdasarkan susunan dan jumlah pipa api. Dari PDP 1 sudah dihasilkan spesifikasi ketel dan modelnya, yaitu ketel uap pipa api dan berbentuk horizontal, yang memiliki spesifikasi diameter drum 1000 mm, panjang drum 1200 mm, tebal plat drum 5 mm, diameter pipa api 125 mm, tebal 2,5 mm, tebal tubesheet 5 mm, jarak antara pipa api 203,2 mm, jumlah tube 7 susunan sejajar parallel. untuk sumber kalor yang di gunakan adalah sumber kalor yang dihasilkan oleh dapur dari hasil rancangan PDP 2 ( 2016 dengan temperature dalam dapur diambil 980 0C, total laju perpindahaan panas untuk 7 buah tube 7,3 MW, kapasitas gas pembakaran 0,042 m3/s ( 42 kg/s), kecepatan gas dalam pipa api 3.415 m/s, berat jenis gas pembakaran 7,2 kg/m3, panas spesifik gas pembakaran untk 7 pipa api 0,23 kJ/kg.0C.Kata kunci : ketel uap,pipa api, berat jenis.
KARAKTERISTIK BAHAN BAKAR PELLET BIOMASSA CAMPURAN PELEPAH KELAPA SAWIT DAN GETAH POHON PULAI YANG DI APLIKASIKAN PADA KOMPOR BIOMASSA Sunaryo, Sunaryo; Laia, Masarius; Hakim, Legisnal
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 7, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.916 KB) | DOI: 10.24127/trb.v7i2.785

Abstract

Di Provinsi Riau ada banyak perkebunan kelapa sawit yang menghasilkan pelepah sebagai limbah masih belum maksimal pemanfaatannya. Sebagian masyarakat hanya membiarkan saja hingga membusuk, sementara luas perkebunan kelapa sawit provinsi riau berdasarkan data Direktorat Jendral Perkebunan pada tahun 2017, total luas perkebunan sawit mencapai 2.776.500 Ha. Pulai merupakan pohon serbaguna, artinya hampir setiap bagian tanaman dapat dimanfaatkan, mulai dari bagian batang (kulit dan kayu), daun, akar dan getah. Kayu pulai mempunyai kelas awet V dan kelas kuat IV-V dengan berat jenis berkisar dari 0,27 – 0,49 g/cm³ dan banyak digunakan untuk pembuatan peti, korek api, hak sepatu, barang kerajinan seperti wayang golek dan topeng, cetakan beton, pensil “slate” dan bubur kertas (pulp). Metode pada pengujian nilai kalor American Society for Testing and Material (ASTM) Standar D5865-07a, Pengujian kadar abu dengan menggunakan metode Association of Official Analytical Chemist (AOAC) Official method, 2009. Alat yang digunakan adalah furnace, krus porselin dan timbangan digital, Pengujian kerapatan dilakukan setelah pellet biomassa keluar dari cetakan (initial density) dan Pengujian dilakukan menurut standar American Society of Automotive Engineers (ASAE) S269.4 DEC 96 menggunakan metode pengukuran langsung dengan alat jangka sorong (vernier caliper). Berdasarkan dari hasil beberapa pengujian yang telah dilakukan diantaranya yaitu uji nilai kalor, uji kerapatan, uji kadar abu, dan uji kadar air, sesuai pada tujuan dari penelitian ini yaitu seberapa besar pengaruh variasi pencampuran pelepah kelapa sawit yang sudah ditumbuk dengan getah pada pohon pulai sebagai pellet biomassa terhadap mutu yang dihasilkan. Pengujian nilai kalor dengan nilai rata-rata sebesar 5452,6 Cal/g, kerapatan dengan nilai rata-rata sebesar 0,84 g/cm³, pengujiaan kadar air dengan nilai rata-rata sebesar 5,74 %. Sementara pengujian kadar abu tidak memenuhi standar dimana nilai rata-rata sebesar 2,47 %.Kata Kunci: Getah pulai, nilai kalor, pelepah sawit, dan pellet biomassa.
PELATIHAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) BAGI GURU SMKN 1 KECAMATAN MEMPURA KABUPATEN SIAK Utami, Lega Putri; Hakim, Legisnal; Nasution, Ahmad Kafrawi; Sunaryo, Sunaryo; Ridwan, Abrar; Istana, Budi; Afdhal, Afdhal; Abdurahman, Ridwan
Jurnal Pengabdian UntukMu NegeRI Vol 3 No 1 (2019): Pengabdian Untuk Mu negeRI
Publisher : LPPM UMRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.392 KB)

Abstract

Classroom Action Research (CAR) is research conducted by teachers in their own class by planning, implementing and reflecting actions collaboratively and participatively with the aim of improving performance as a teacher so that student learning outcomes can improve. Thus PTK can facilitate teachers to develop an understanding of pedagogy in order to improve their learning. This training also invites teacher friends to step into various records that after being processed can manifest into a quality study. Carry out research on what is done daily by a teacher who can finally produce a work called PTK. This can happen if a general sequence of procedures, which starts from the identification of research problems encountered until the final report is recorded. So, it is very important that this procedure is understood and adhered to by the teacher who is researching. The overall service activities are quite good in terms of the target number of participants and enthusiasm in receiving the material provided.
PENERAPAN RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE (RCM) PADA MESIN RIPPLE MILL Denur, Denur; Hakim, Legisnal; Hasan, Indra; Rahmad, Syahrul
JISI: Jurnal Integrasi Sistem Industri Vol 4, No 1 (2017): JISI UMJ
Publisher : Fakultas teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (736.659 KB) | DOI: 10.24853/jisi.4.1.27-34

Abstract

Reliability Centered Maintenance (RCM) merupakan suatu proses untuk bisa menentukan jenis pemeliharaan yang sesuai dalam konteks operasi dan konsekuensi kegagalan untuk masing-masing asset pada mesin produksi. mesin Ripple Mill adalah salah satu mesin produksi yang berfungsi sebagai pemecah biji sawit untuk memisahkan cangkang dengan inti sawit. Kegagalan pada mesin Ripple Mill menghambat jalannya proses produksi yang berdampak pada penurunan kapasitas produksi. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi Failure Mode Effect Analysis (FMEA) dan Logic Tree Analysis (LTA) dan menghitung failure rate dari mesin Ripple Mill. Berdasarkan analisis Failure Mode Effect Analysis (FMEA) mengidentifikasi 17 Failure mode dengan kegagalan mechanical sebesar 35,30 %, Electrical 29,40 % dan Instrumentation 35,30 %. Hasil Logic Tree Analysis dari total 17 failure mode menunjukkan bahwa 0% kategori A, 11,76 % diantaranya adalah kategori B, 35,29 % kategori C, 23,52 % kategori D/B dan 29,41 % kategori D/C. Hasil regression interval waktu kerusakan dari masing-masing mesin Ripple Mill, Ripple Mill 3 tahun 2014 nilai bheta adalah 0,32057658 dan Ripple Mill 3 tahun 2015 nilai bheta sebesar 0,149883 < 1 dan nilai betha Ripple Mill 4 tahun 2014 adalah 0,0286688 sedangkan Ripple Mill 4 tahun 2015 adalah sebesar 0,065800367 < 1, maka laju kegagalan akan berkurang seiring bertambahnya waktu, Jadi pemeliharaan yang di gunakan adalah Predictive maintenance yang merupakan perawatan tingkat sedang dilaksanakan untuk mengembalikan dan memulihkan sistem dalam keadaan siap dengan memberikan perbaikan atas kerusakan yang telah menyebabkan merosotnya tingkat keandalan.