Euis Holisotan Hakim
Natural Product Research Group, Department of Chemistry, Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10, Bandung 40132

Published : 16 Documents
Articles

Found 16 Documents
Search

INTERAKSI ION PRASEODIMIUM (III) DENGAN BERBAGAI LIGAN: STUDI AWAL PEMBENTUKAN KOMPLEKS 142Pr(III) UNTUK KANDIDAT RADIOFARMAKA TERAPI ., Marlina; Anggraini, Rita; Soenarjo, Sunarhadijoso; Hakim, Euis Holisotan
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia Vol 14, No 2 (2013): Agustus 2013
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.658 KB)

Abstract

INTERAKSI ION PRASEODIMIUM (III) DENGAN BERBAGAI LIGAN: STUDI AWALPEMBENTUKAN KOMPLEKS 142Pr(III) UNTUK KANDIDAT RADIOFARMAKA TERAPI. Telah dilakukan studi interaksi antara ion Pr(III) dengan ligan pendonor nitrogen(dimetilamin; 1,4-diaminobutana; 1,6-diaminoheksana; 1,4-fenilendiamin; 2,2’-bipiridin; 1,10-fenantrolin; dan 4,7-difenil-1,10-fenantrolin) dan ligan pendonor oksigen (asam suksinat dan trinatrium sitrat) untukmembentuk kompleks yang berpotensi sebagai kandidat radiofarmaka terapi. Interaksi ionpraseodimium (III) dengan ligan dipelajari dengan cara mereaksikan Pr(III) sebagai garam nitrat,Pr(NO3)3, dalam pelarut metanol dengan ligan pendonor, kemudian campuran direfluks padasuhu 60-70°C selama 4 jam. Senyawa yang terbentuk dimurnikan dengan pencucian ataupemisahan dengan kromatografi kolom, kemudian dikarakterisasi dengan spektroskopi UV-Vis,FTIR, dan spektroskopi massa. Hasil yang diperoleh menunjukkan ion Pr(III) dapat berinteraksisecara kuat dengan ligan-ligan pendonor nitrogen yang memiliki kerangka aromatik, danmemiliki pKa ~4,17-4,8. Interaksi ion Pr(III) juga ditunjukkan dengan ligan pendonor nitrogenalifatik dan ligan pendonor oksigen yang memiliki pKa > 10. Panjang rantai alifatikmempengaruhi interaksi atom donor dengan ion logam.Kata kunci : Pr(III), kompleks praseodimium(III), praseodimium-142, radiofarmaka terapi
Ilmu Kimia Tumbuhan Lauraceae Indonesia: X. Alkaloid Benzilisokuinolin Dari Litsea cassiaefolia Hakim, Euis Holisotan; Achmad, Sjamsul Arifin; Buchari, Buchari; Pramutadi, Sidharta
Journal of Mathematical and Fundamental Sciences Vol 27, No 3 (1994)
Publisher : ITB Journal Publisher, LPPM ITB

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.608 KB)

Abstract

Penyelidikan kimia telah dilakukan untuk pertama kalinya terhadap tumbuhan Litsea cassiaefolia. Pada penyelidikan ini, melalui kombinasi kromatografi partisi dan cara pemisahan yang lazim, tiga alkaloid telah ditemukan, yakni disentrin (I), dehidrodisentrin (II), dan disentrinon (III), masing-masing termasuk alkaloid benzilisokuinolin jenis aporfin, dehidroaporfin, dan oksoaporfin. Karakterisasi ketiga alkaloid tersebut dilakukan berdasarkan data spektroskopi UV, 1H-NMR, 13C-NMR, dan massa. Di antara ketiga senyawa tersebut, disentrin (I) merupakan alkaloid utama yang ditemukan dengan kadar yang cukup tinggi; oleh karena itu, sifat biologi senyawa ini diselidiki lebih lanjut. Ditemukannya ketiga alkaloid dalam tumbuhan ini sangat berguna sebagai dasar kajian kemotaksonomi. The first chemical study on Litsea cassiaefolia had been carried out in our laboratory. In this investigation, by combination of partition chromatography and common separation methods, three alkaloids had been isolated, namely dicentrine (I), dehydrodicentrine (II), and dicentrinone (III), which belong to benzylisoquinoline alkaloids of the types aporphine, dehydroaporphine, and oxoaporphine, respectively. The characterization of the alkaloids had been based upon the UV, 1H-NMR, 13C-NMR and mass spectroscopic evidence. Among these compounds, dicentrine (I) is the major alkaloid which may be isolated in relatively higher yield, thus, the biological property of this compound is being further investigated. Finding the alkaloids in this plant is beneficial as a basis for chemotaxonomy. 
Ilmu Kimia Tanaman Lauraceae Indonesia: V. Eritrodiol 3-Asetat dari Litsea elliptica Bl. (Lauraceae) Achmad, Sjamsul Arifin; Afrizal, Afrizal; Ghisalberti, Emilio L.; Hakim, Euis Holisotan; Makmur, Lukman
Journal of Mathematical and Fundamental Sciences Vol 24, No 2/3 (1991)
Publisher : ITB Journal Publisher, LPPM ITB

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.105 KB)

Abstract

Suatu triterpen, jenis oleanan, yang diperoleh dari kulit akar tanaman Litsea elliptica Bl. (Lauraceae) telah diidentifikasi sebagai olean-12-en-3,28-diol-3-asetat atau eritrodiol 3-asetat (I). Telah ditemukan pula suatu ftalat dan telah diidentifikasi sebagai bis(2-etilheksil) ftalat (III). Struktur kedua senyawa ini telah ditetapkan dengan menggunakan cara spektroskopi. Isolat lain, suatu triterpen yang diberi nama litselligenin, masih terus diteliti. Baik eritrodiol 3-asetat (I) maupun bis(2-etilheksil)ftalat (III) tidak pernah ditemukan sebelumnya pada tanaman Lauraceae, sedangkan senyawa terakhir merupakan senyawa ftalat kedua yang ditemukan pada Luaraceae. An oleanane-type triterpene isolated from the root bark of Litsea elliptica Bl. (Lauraceae) has been identified as olean-12-en-3,28-diol-3-acetate or erythrodiol 3-acetate (I). A phthalate has also been isolated and identified as bis(2-ethylhexyl)phthalate (III). The structure of both compounds have been elucidated based on spectroscopic methods. Work on another isolate, a triterpenoid named litselligenin, is in progress. Neither erythrodiol 3-acetate (l) nor bis(2-ethylhexyl)phthalate (III) have been isolated previously from the Lauraceae, and the latter compound represents a second phthalate to be isolated from Lauraceae.
Senyawa Morusin dari Tumbuhan Murbei Hitam (Morus nigra) Ferlinahayati, Ferlinahayati; Hakim, Euis Holisotan; Syah, Yana Maolana; Juliawaty, Lia Dewi
Jurnal Penelitian Sains Vol 15, No 2 (2012)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.537 KB)

Abstract

Tumbuhan murbei hitam merupakan salah satu spesies dari genus Morus. Tumbuhan dari genus ini telah dilaporkan kaya akan senyawa turunan fenol seperti flavonoid, 2-arilbenzofuran dan stilben. Dalam rangka pencarian senyawa turunan fenol dari tumbuhan murbei Indonesia maka telah berhasil diisolasi suatu senyawa flavon terprenilasi yaitu morusin dari ekstrak metanol kayu batang murbei hitam (M. nigra). Struktur senyawa tersebut telah ditetapkan berdasarkan data-data spektroskopi yang meliputi spektrum UV dan IR serta membandingkan KLTnya dengan senyawa morusin standar.
Ilmu Kimia Tanaman Lauraceae Indonesia: VI. Kriptokaryon dari Cryptocarya Laevigata BL. (Lauraceae) Achmad, Sjamsul Arifin; Effendi, Effendi; Ghisalberti, Emilio L.; Hakim, Euis Holisotan; Juliawaty, Lia Dewi; Makmur, Lukman; White, Allan H.
Journal of Mathematical and Fundamental Sciences Vol 24, No 2/3 (1991)
Publisher : ITB Journal Publisher, LPPM ITB

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.016 KB)

Abstract

Ekstraksi kulit akar dan kulit barang tanaman Cryptocarya laevigata Bl. (Lauraceae) dengan n-heksan menghasilkan suatu calkon yang diidentifikasi sebagai kriptokaryon (I). Struktur senyawa ini ditetapkan berdasarkan data spektroskopi dan analisis Kristal sinar-X. Kesimpulan mengenai struktur kriptokaryon (I) mendukung saran peneliti sebelumnya, yang terlah merevisi struktur (II) yang pertama kali disarankan. C. laevigata adalah spesies kedua anggota suku Lauraceae yang telah ditemukan mengandung kriptokaryon (I). Tambahan pula, kriptokaryon (I) adalah senyawa alam kedua dari jenis flavonoid yang mengandung cincin A yang tereduksi sebagian, yang pernah ditemukan. Extraction of the root and the tree barks of Cryptocarya laevigata Bl. (Lauraceae) with n-hexane yielded a chalcone identified as cryptocaryone (I). The structure of this compound had been elucidated based on spectroscopic measurements and X-ray crystal analysis. Conclusions about the structure of cryprocaryone (I) confirm the previous suggestion, which revised the structure (ll) suggested earlier. C. laevigata is the second species of Lauraceae which contains cryptocaryone (I). Furthermore, cryptocaryone (I) is a second naturally occurring flavonoid containing a reduced A ring system which has so far been isolated.
Artonol B and Sikloartobilosanton dari Artocarpus teysmanii MIQ Makmur, Lukman; Syamsurizal, Syamsurizal; Tukiran, Tukiran; Syamsu, Yoharmus; Achmad, Sjamsul Arifin; Hakim, Euis Holisotan; Mujahidin, Didin; Aimi, Norio; Kitajima, Mariko; Takayama, Hiromitsu
Journal of Mathematical and Fundamental Sciences Vol 31, No 2 (1999)
Publisher : ITB Journal Publisher, LPPM ITB

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (695.616 KB)

Abstract

Dua senyawa masing-masing turunan santon lakton, yaitu artonol B (1) dan turunan furanodihidrobenzosanton, yakni Sikloartobilosanton (2), telah ditemukan pada tumbuhan Artocarpus teysmanii Miq. (Moraceae), suatu tumbuhan langka yang endemik untuk Indonesia dan dikenal dengan nama Tipulu. Struktur molekul kedua senyawa tersebut telah ditetapkan berdasarkan data fisika dan spektroskopi (MS, 1H dan 13C NMR). Artonol B (1) dan sikloartobilosanton (2) memperlihatkan toksisitas yang tinggi terhadap udang Artemia salina, dan senyawa 2 juga memperlihatkan aktivitas antimitotik yang rendah terhadap target cdc2 kinase dan cdc25 fosfatase. Artonol B and Cycloartobiloxanthone from Artocarpus teysmanii MIQTwo compounds, a xanthone lactone derivative, namely artonol B (1) and a furanodihydrobenzoxanthone derivative, namely cycloartobiloxanthone (2) had been isolated from Artocarpus teysmanii Miq. (Moraceae), locally known as Tipulu. The structures of both compounds were elucidated based on physical and spectroscopic data (MS, 1H and 13C NMR). Both artonol B (1) and cycloartobiloxanthone (2) showed strong toxicity against Artemia salina in the shrimp bioassay, and compound 2 also showed weak antimitotic activity against cdc2 kinase and cdc25 phosphatase as the targets. Bagian ke-8 dari seri Ilmu Kimia Tumbuhan Moraceae Indonesia, untuk bagian ke-6 lihat pustaka [10].
Artelastokromen Suatu Diprenilpiranoflavon dan B-Resorsilaldehid dari Kayu Batang Artocarpus Lanceifolius Mujahidin, Didin; Arifin Achmad, Sjamsul; Maolana Syah, Yana; Hakim, Euis Holisotan; Makmur, Lukman; Aimi, Norio; Kitajima, Mariko; Takayama, Hiromitsu; Tamin, Rusjdi
Journal of Mathematical and Fundamental Sciences Vol 32, No 2 (2000)
Publisher : ITB Journal Publisher, LPPM ITB

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (701.016 KB)

Abstract

Abstrak. Dua senyawa, yaitu artelactokromen (1), suatu diprenil piranoflavon, dan B-resorsilaldehid (2) telah ditemukan untuk pertama kalinya pada kayu batang tumbuhan Artocarpus lanceifolius Roxb. (Moraceae), suatu tumbuhan langka yang endemic untuk Indonesia dan dikenal dengan nama Keledang. Struktur molekul kedua senyawa tersebut telah ditetapkan berdasarkan data fisika dan spektroskopi (MS, 1H dan 13C NMR). Baik artelastokromen (1) maupun B-resorsilaldehid (2) tidak terlalu toksik terhadap nauplii udang Artemia salina Leach., masing-masing dengan LC50 298,2 dan 79,7 ug/mL. Artelastochromene a Diprenylphyranoflavone and Β-Resorcylaldehyde from the Wood Trunk of Artocarpus LanceifoliusAbstract. Two phenolic constituent, namely artelastochromene (1), a diprenyl pyranoflavone, and β-resorcylaldehyde (2) had been isolated from the wood trunk of Artocarpus lanceifolius Roxb. (Moraceae), an endemic species of Indonesia, locally known as Keledang. The structures of both compounds were elucidated based on physical and spectroscopic data (MS, 1H and 13C NMR). Both artelastochromene (1) and β-resorcylaldehyde (2) showed very slight toxic effect against shrimp nauplii Artemia salina Leach., LC50 298,2 and 79,7 μg/mL, respectively.
Artoindonesianin-E suatu senyawa baru turunan flavanon dari tumbuhan Artocarpus Champeden Hakim, Euis Holisotan; Aripin, Asep; Achmad, Sjamsul Arifin; Aimi, Norio; Kitajima, Mariko; Makmur, Lukman; Mujahidin, Didin; Syah, Yana Maolana; Takayama, Hiromitsu
Journal of Mathematical and Fundamental Sciences Vol 33, No 3 (2001)
Publisher : ITB Journal Publisher, LPPM ITB

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.394 KB)

Abstract

Sari. Suatu senyawabaru turunan flavanon, yakni 5,7-dihidroksi-2',4',6'-trimetoksiflavanon yang diberi nama artoindonesianin-E(1 ), telah ditemukan untuk pertama kalinya bersama-samad engan artokarpin (2) dan heteroflavanon-A (3) pada ekstrak benzena kulit batang tumbuhan Artocarpus champeden Spreng (Moraceae), suatu tumbuhan yang endemik untuk Indonesia, serta dikenal dengan narna Cempedak. Struktur molekul senyawa tersebut telah ditetapkan berdasarkan data fisika dan spekroskopi (MS, 1H dan 13C NMR).Artoindonesianin-E a New Flavanone Derivative from Artocarpus ChampedenAbstract. A new flavanone derivative, 5,7-dihydroxy-2',4',6'-trimethoxyflavanone named artoindonesianin-E (1) had been isolated for the first time, together with artocarpin (2) and heteroflavanone-A (3) from benzene extract of the tree bark of Artocarpus champeden Spreng. (Moraceae), a species endemic to Indonesia and locally known as Cempedak. The structure of this compound was elucidated based on physical and spectroscopic data (MS, 1H and 13C NMR).
Ilmu Kimia Tumbuhan Lauraceae Indonesia : XI. Alkaloid Aporfin dan Oksoaporfin dari Litsea excelsa. Hakim, Euis Holisotan; Achmad, Sjamsul Arifin; Buchari, Buchari; Pramutadi, Sidharta
Journal of Mathematical and Fundamental Sciences Vol 27, No 3 (1994)
Publisher : ITB Journal Publisher, LPPM ITB

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.933 KB)

Abstract

The first chemical investigation on Litsea excelsa had been carried out in our laboratories. Three alkaloids had been isolated in this investigation, namely dicentrinone (I), nordicentrine (II), and norpredicentrine(III), and their identities were established through UV, 1H-NMR, 13C-NMR, and mass spectral evidence. Based on the co-occurrence of these three alkaloids in the single plant, a biogenetic oxidative sequence of these compounds may be proposed. This work will be of value for chemotaxonomy of the genus Litsea in particular, the Lauraceae in general. Penyelidikan kimia telah dilakukan untuk pertama kalinya terhadap tumbuhan Litsea excels. Tiga alkaloid telah ditemukan pada penyelidikan ini, yakni disentrinon (I), nordisentrin (II), dan norpredisentrin (III). Identitas ketiga senyawa ini ditetapkan berdasarkan data spektroskopi UV, 1H-NMR, 13C-NMR, dan spectrum massa. Dengan ditemukannya ketiga alkaloid secara bersama-sama dalam satu spesies tumbuhan ini, maka tahap oksidasi biogenesis ketiga senyawa dapat disarankan. Hasil penelitian ini berguna untuk kemotaksonomi genus Litsea khususnya, famili Lauraceae umumnya. 
FLAVANONES FROM THE WOOD OF Morus nigra WITH CYTOTOXIC ACTIVITY Ferlinahayati, Ferlinahayati; Syah, Yana Maolana; Juliawaty, Lia Dewi; Hakim, Euis Holisotan
Indonesian Journal of Chemistry Vol 13, No 3 (2013)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.38 KB)

Abstract

Two flavanone derivatives, norartocarpanone (1) and euchrenone a7 (2) had been isolated for the first time from the methanol extract of the wood of Morus nigra. The structures of these compounds were determined base on spectral evidence, including UV, IR, and NMR. The first compound also confirmed by comparison with the reported data. Cytotoxic properties of these compounds were evaluated against murine leukemia P-388 cells. Euchrenone a7 (2) was found more cytotoxic than norartocarpanone (1) with their IC50 7.8 and 12.7 mg/mL respectively.