Articles

Found 11 Documents
Search

Penerapan Strategi Belajar Peta Konsep Sains Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa di Kelas VI SDN No 1 Ogoamas II Hajar, Hajar; Kendek, Yusuf; Tureni, Dewi
Jurnal Kreatif Online Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Kreatif Online
Publisher : Jurnal Kreatif Online

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui penerapan strategi belajar peta konsep sains siswa kelas VI SDN NO 1 Ogoamas II. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus dengan menggunakan desain penelitian model Kemis dan Mc Taggart. Adapun tahapan dalam penelitian ini meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Data yang diperoleh dalam penelitian ini meliputi hasil observasi aktivitas guru, dan lembar observasi aktivitas siswa. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VI SDN No.1 Ogoamas II yang berjumlah 32 orang. Tes hasil tindakan siklus I diperoleh persentase kentuntasan klasikal sebesar 59,37%, persentase daya serap klasikal 67,03% dan observasi aktivitas guru mencapai 64,28%, observasi aktivitas siswa mencapai 68,18%. Pada siklus II hasil tes tindakan meningkat. Siklus II diperoleh persentase ketuntasan klasikal sebesar 87,50%, persentase daya serap klasikal sebesar 79,06%, dan observasi aktivitas guru mencapai 95,45%, observasi aktivitas siswa mencapai 100%. Berdasarkan hasil tes dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan strategi belajar peta konsep dapat meningkatkan hasil belajar siswa di kelas VI SDN No. 1 Ogoamas II.
Penerapan Strategi Belajar Peta Konsep Sains Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa di Kelas VI SDN No 1 Ogoamas II Hajar, Hajar; Kendek, Yusuf; Tureni, Dewi
Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol 5, No 5 (2017): Jurnal Kreatif Tadulako Online
Publisher : Jurnal Kreatif Tadulako Online

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui penerapan strategi belajar peta konsep sains siswa kelas VI SDN NO 1 Ogoamas II. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus dengan menggunakan desain penelitian model Kemis dan Mc Taggart. Adapun tahapan dalam penelitian ini meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Data yang diperoleh dalam penelitian ini meliputi hasil observasi aktivitas guru, dan lembar observasi aktivitas siswa. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VI SDN No.1 Ogoamas II yang berjumlah 32 orang. Tes hasil tindakan siklus I diperoleh persentase kentuntasan klasikal sebesar 59,37%, persentase daya serap klasikal 67,03% dan observasi aktivitas guru mencapai 64,28%, observasi aktivitas siswa mencapai 68,18%. Pada siklus II hasil tes tindakan meningkat. Siklus II diperoleh persentase ketuntasan klasikal sebesar 87,50%, persentase daya serap klasikal sebesar 79,06%, dan observasi aktivitas guru mencapai 95,45%, observasi aktivitas siswa mencapai 100%. Berdasarkan hasil tes dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan strategi belajar peta konsep dapat meningkatkan hasil belajar siswa di kelas VI SDN No. 1 Ogoamas II. Kata Kunci: Hasil Belajar, Strategi Belajar Peta Konsep.
MEMBANGUN MODEL PENYEBARAN PENYAKIT AKIBAT ASAP KEBAKARAN HUTAN Kurniawan, B; Ratianingsih, R; Hajar, Hajar
JURNAL ILMIAH MATEMATIKA DAN TERAPAN Vol 15, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.937 KB)

Abstract

Forest fires impact a very serious problem because it could cause health problem, especially respiratory disease such as (ISPA), Asthma and Bronchitis. The study of the health disorders is conducted by consider mathematicaly the spread of disease due to forest fires smoke. The model is constructed by devide the human population into six subpopulations, that is vulnerable S(t), exposed E(t), Asthma infected A(t), Bronchitis infected B(t) and recovered R(t).The governed model is analyted at every critical points using Routh-Hurwitz method. The results gives two critical points that describe a free disease conditions ( ) and an endemic conditions ( ). A stabil ( ) is occured if  and  where the threshold point of the stability is expressed as  and   . Endemic conditions  will be asymptotically stable when  and  with  . The condition of free disease of forest fires is occured in a long time period, while the endemic conditions is occurred in a short time period. It could be interpreted that the disease spread due to the forest fires smoke is not easy to overcome.
ANALISIS KESTABILAN MODEL MATEMTIKA PENYEBARAN PENYAKIT BUSUK BUAH TANAMAN KAKAO AKIBAT JAMUR PHYTOPHTHORA PALMIVORA PADA KONDISI BEBAS PENYAKIT DAN ENDEMIK Yahya, R A; Ratianingsih, R; Hajar, Hajar
JURNAL ILMIAH MATEMATIKA DAN TERAPAN Vol 14, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.879 KB)

Abstract

ANALISIS KESTABILAN MODEL MATEMTIKA PENYEBARAN PENYAKIT BUSUK BUAH TANAMAN KAKAO AKIBAT JAMUR   PHYTOPHTHORA PALMIVORA PADA KONDISI  BEBAS PENYAKIT DAN ENDEMIK
Analisia Hadis Penetapan Awal Bulan Kamariah (Ramadan dan Syawal) Hajar, Hajar
Asy-Syirah: Jurnal Ilmu Syariah dan Hukum Vol 49, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Ilmu Syariah dan Hukum

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.712 KB)

Abstract

Determining the beginning of Ramadhan and Syawal can do by rukyat, hisab and istikmal. Method of rukyat which done by Prophet Muhammad saw, friends, tabiin until now. Rukyat can do all off people with see the hilal when the sunset in the end of month. Hisab is calculating position and height of hilal at the sunset. If hilal can not seen because of weather so entire numbering of Syakban become 30 days. Determine like this can call with istikmal. Differentiate in determining beginning of Ramadhan and Syawal its happen because method of using is not same with determining height of hilal reputed new month also not same.
Penerapan Strategi Belajar Peta Konsep Sains Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa di Kelas VI SDN No 1 Ogoamas II Hajar, Hajar; Kendek, Yusuf; Tureni, Dewi
Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol 5, No 5 (2017): Jurnal Kreatif Tadulako Online
Publisher : Jurnal Kreatif Tadulako Online

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui penerapan strategi belajar peta konsep sains siswa kelas VI SDN NO 1 Ogoamas II. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus dengan menggunakan desain penelitian model Kemis dan Mc Taggart. Adapun tahapan dalam penelitian ini meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Data yang diperoleh dalam penelitian ini meliputi hasil observasi aktivitas guru, dan lembar observasi aktivitas siswa. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VI SDN No.1 Ogoamas II yang berjumlah 32 orang. Tes hasil tindakan siklus I diperoleh persentase kentuntasan klasikal sebesar 59,37%, persentase daya serap klasikal 67,03% dan observasi aktivitas guru mencapai 64,28%, observasi aktivitas siswa mencapai 68,18%. Pada siklus II hasil tes tindakan meningkat. Siklus II diperoleh persentase ketuntasan klasikal sebesar 87,50%, persentase daya serap klasikal sebesar 79,06%, dan observasi aktivitas guru mencapai 95,45%, observasi aktivitas siswa mencapai 100%. Berdasarkan hasil tes dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan strategi belajar peta konsep dapat meningkatkan hasil belajar siswa di kelas VI SDN No. 1 Ogoamas II. Kata Kunci: Hasil Belajar, Strategi Belajar Peta Konsep.
PENGARUH FAKTOR KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH TERHADAP KINERJA GURU Hajar, Hajar
e- Jurnal Mitra Pendidikan Vol 1 No 8 (2017): Jurnal Mitra Pendidikan Edisi Oktober
Publisher : Kresna Bina Insan Prima

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.093 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh faktor-faktor kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru. Unit analisis dalam penelitian ini adalah guru di SD Negeri Gempol Sari yang terdiri dari 50 responden. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada responden, selanjutnya data dianalisis dengan menggunakan regresi linier berganda dengan alat bantu SPSS 17. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah di SD Negeri Gempol Sari sudah baik. Hasil analisis data menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah secara simultan mempunyai pengartuh signifikan terhadap kinerja guru, hal ini ditunjukkan oleh nilai uji F yang memiliki tingkat signifikansi kurang dari 0,05. Demikian halnya dengan uji secara parsial diketahui bahwa kepemimpinan kepala sekolah sevcara parsial mempunyai pengaruh signifikan terhadpa kinerja guru.  
PENANGANAN PRODUKSI BUAH PISANG PASCA PANEN MELALUI MODEL PENGENDALIAN GAS ETILEN Dafri, M; Ratianingsih, R; Hajar, Hajar
JURNAL ILMIAH MATEMATIKA DAN TERAPAN Vol 15, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.194 KB)

Abstract

Bananas is a kind of fruit that has many benefits and economic value. However, because it is perishable, an unappropriate post-harvest handling will decreasing the economic value. Many factors affect the ripening of bananas, one of it is ethylene gas. The ethylene gas that contained in the banana flows from the higher concentration to the lower one. The flow should be controlled in order to make it decaying properly. Temperature is a parameter that affects the flow of ethylene. This research offers storage temperature regulation such that the life time of banana could be extended. A mathematical model that represents the ethylene flow among the subpopulations is discussed. The population are devided into sub-population of unripe bananas, normal ripe bananas, ripe bananas wounds, and rotten bananas. The Stability of the model is evaluated in the critical point by Jacobian matrix and the Routh Hurwitz Criteria. The control is design by minimizing the temperature parameters using the Pontryagin Minimum Principle. Simulation is ilustrated in four cases, the firts case is no bananas wound initially, second case is no bananas rot initially, third case is no ripened normal bananas initially, and the fourth case is the bananas ripe initially exiting. The simulations shows that before controling the temperature, in the amount of 120 bananas of firts case, the proces is condcuted in sixteen days, ten days for the second case, nine days for the third case, and eight days for the fourth case. After controling the temperature, for some amount of bananas of firts case, the proces is conduted in seventeen days, eleven days for the second case, ten days for the third case, and nine days for the fourth case.
Dengka Pada dalam Upacara Adat Je’ne-Je’ne Sappara di Desa Balangloe Kecamatan Taroang Kabupaten Jeneponto Hajar, Hajar
INVENSI Vol 3, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1051.001 KB)

Abstract

Penelitian ini membahas tarian tradisional Dengka Pada pada upacara adat Jene-jene Sappara di masyarakat Jeneponto Sulawesi Selatan yang merupakan pewarisan budaya secara turun-temurun. Menurut masyarakat Jeneponto, tarian ini sudah ada sejak masyarakat masih menganut kepercayaan (animisme/dinamisme). Tarian ini menggambarkan kegembiraan masyarakat Jeneponto setelah berhasil melakukan panen di sawah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Data yang terkumpul dianalisis dengan cara reduksi data, pengelompokan, dan validitas data. Hasil analisis data menunjukkan bahwa tari Dengka Pada menggambarkan suatu kegembiraan masyarakat Jeneponto yang diwujudkan dalam gerakan tari, baik gerakan tangan dan kaki serta pola lantai para penari baik secara berhadapan maupun dalam bentuk lingkaran. Pelaksanaan tari Dengka Pada ini dilakukan baik pada waktu malam hari maupun di siang hari di tempat keramaian seperti lapangan. This study discusses the traditional dance of South Sulawesi which is the hereditary cultural heritage. This dance is called Dengka Pada which is staged at the traditional ceremony of Jene-jene Sappara. According to the Jeneponto community, this dance has been around since still adheres to the religion of belief (animism/dynamism). This dance reviews the excitement of the community. This research uses qualitative research method with ethnography approach. The collected data is analyzed by data reduction, grouping and validity data. The result of data analysis shows that Dengka Dance In the happiness situation where society Jeneponto have succeeded in harvesting in paddy field. This excitement is manifested in dance movements, both hand and foot movements and the position of the dancer either intact or in a circle. Implementation of Dengka dance This is done both at night and during the day in a crowded place. Dengka Dance In this there is and developed in the environment of the people of South Sulawesi, especially the Jeneponto Community and developed from generation to generation for the supporters.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA STANDAR KOMPETENSI LINGKARAN MELALUI METODE KINESTETIK PADA PESERTA DIDIK KELAS VIII.B SMPN 26 SATU ATAP PALLANTIKANG, KECAMATAN MAROS BARU, KABUPATEN MAROS Hajar, Hajar; Suryaningsih, Ita
Jurnal Biotek Vol 4, No 1 (2016): Juni
Publisher : Department of Biology Education of Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (839.818 KB)

Abstract

This study aims to improve learning outcomes mathematics using kinesthetic method. This type of research is a class action (Classroom Action Research). Subject of the study is overall VIII.B grade students of SMPN 26 One Roof Palantikang. Techniques used in data collection study is observation and tests. The results showed that there was an increase in the study of students with the material circles using kinesthetic methods in SMPN 26 One Roof Pallantikang Maros Baru subdistrict. In the first cycle the average value achieved was 64.17 from the ideal value of 100, which is considered low by percentage of completeness 52.2%, and the second cycle the average value achieved was 78 from the ideal value of 100, which is considered high with completeness percentage of 43.5%. This means an increase learners' learning outcomes which affect the increased ability of learners from lower to higher category category after use kinesthetic learning methods.