Articles

Found 10 Documents
Search

Potensi Hasil dan Mutu Beras Sepuluh Galur Harapan Padi untuk Lahan Rawa Pasang Surut Hairmansis, Aris; Aswidinnoor, Hajrial; Supartopo, ,; SuwarnoSuwarno, Willy Bayuardi; Suprihatno, Bambang; Suwarno, ,
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol 41, No 1 (2013): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.986 KB)

Abstract

Breeding programs to improve rice varieties for tidal swamp areas have successfully developed a number of promisingbreeding lines. The objectives of this study were to evaluate the performance of ten advance breeding lines in multilocationyield trials and to analyze grain quality of the lines. The lines and two check rice varieties, IR42 and Batanghari, wereevaluated in replicated yield trials in six different tidal swamp environments. Grain quality of these lines were analyzed todetermine physical and chemical properties of the milled and cooked rice. Result from multilocation yield trials showedthat the breeding lines had higher yield potential compared to popular variety IR42 and their yields were comparable tothe control variety Batanghari. The lines showed different adaptability against different environments; some of the linesdemonstrated wide adaptability while the others showed specific adaptation ability. All of the lines had good grain qualitywhile they had different shape and texture which made them potential to be accepted in different regions. The result fromthis study indicated that all of the lines have potential to be commercially cultivated in tidal swamp areas. In addition, dataobtained from this study have been used in the registration of three lines as new varieties for swampy area namely IPB 1RDadahup, IPB 2R Bakumpai and Inpara 6.Keywords: adaptation, grain quality, multilocation trials
Evaluasi Daya Pemulih Kesuburan Padi Lokal dari Kelompok Tropical Japonica Hairmansis, Aris; Aswidinnoor, Hajrial; Trikoesoemaningtyas, ,; Suwarno, ,
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol 33, No 3 (2005): Jurnal Agronomi Iindonesia
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.395 KB)

Abstract

Twenty seven land races of tropical japonica rice were test-crossed with a ´WA´ type cytoplasmic male sterility (CMS) line IR58025A to evaluate their fertility restoration ability.  Based on pollen fertility and spikelet fertility of their F1 hybrids, genotypes are classified into maintainer or restorer.  The result showed frequency of maintainers among genotypes was higher than restorers.  Four genotypes, i.e., Ase Lapan, Ase Mandi, Hawara Bunar and Lampung Kuning were designated as maintainers.  These maintainers possess a number of desirable traits such as pest resistance and abiotic stresses tolerance; thus they will be useful for improving parental lines of hybrid rice.     Key words: Land race, test cross, fertility restoration
CORRELATION ANALYSIS OF AGRONOMIC CHARACTERS AND GRAIN YIELD OF RICE FOR TIDAL SWAMP AREAS Hairmansis, Aris; Kustianto, Bambang; Suwarno, Suwarno
Indonesian Journal of Agricultural Science Vol 11, No 1 (2010): April 2010
Publisher : Indonesian Agency for Agricultural Research and Development - MOA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Development of rice varieties for tidal swamp areas is emphasized on the improvement of rice yield potential in specific environment. However, grain yield is a complex trait and highly dependent on the other agronomic characters; while information related to the relationship between agronomic characters and grain yield in the breeding program particularly for tidal swamp areas is very limited. The objective of this study was to investigate relationship between agronomic characters and grain yield of rice as a basis for selection of high yielding rice varieties for tidal swamp areas. Agronomic characters and grain yield of nine advanced rice breeding lines and two rice varieties were evaluated in a series of experiments in tidal swamp areas, Karang Agung Ulu Village, Banyuasin, South Sumatra, for four cropping seasons in dry season (DS) 2005, wet season (WS) 2005/2006, DS 2006, and DS 2007. Result from path analysis revealed that the following characters had positive direct effect on grain yield, i.e. number of productive tillers per hill (p = 0.356), number of filled grains per panicle (p = 0.544), and spikelet fertility (p = 0.215). Plant height had negative direct effect (p = -0.332) on grain yield, while maturity, number of spikelets per panicle, and 1000-grain weight showed negligible effect on rice grain yield. Present study suggests that indirect selection of high yielding tidal swamp rice can be done by selecting breeding lines which have many product tive tillers, dense filled grains, and high spikelet fertility.
Perakitan dan pengembangan varietas unggul baru padi ....... Hairmansis, Aris; ., Supartopo
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian Vol 31, No 1 (2012): Maret 2012
Publisher : Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendaman air merupakan salah satu faktor pembatas utama peningkatan produksi padi di lahan rawan banjir. Perubahan iklim global yang menyebabkan meningkatnya frekuensi banjir di berbagai wilayah dapat mengancam stabilitas produksi beras nasional. Salah satu strategi adaptasi untuk mengurangi dampak tersebut adalah dengan menanam varietas toleran rendaman air. Berkaitan dengan hal tersebut, Badan Litbang Pertanian bekerja sama dengan Lembaga Penelitian Padi Internasional (IRRI) di Filipina mengembangkan varietas unggul padi yang toleran terhadap rendaman penuh. Dua varietas unggul baru padi berhasil dilepas, yaitu Inpara 4 dan Inpara 5 yang mampu tumbuh dan berproduksi dengan baik meskipun terendam air penuh sampai dua minggu pada fase vegetatif. Kedua varietas tersebut dirakit dengan metode silang-balik dengan bantuan penanda molekuler terhadap tetua berulang yang merupakan varietas padi yang sangat populer. Inpara 4 memiliki latar belakang genetik varietas Swarna yang populer di Asia Selatan dan Inpara 5 memiliki latar belakang genetik varietas IR64 yang populer di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Rata-rata hasil gabah kedua varietas di daerah rawan banjir masing-masing adalah 4,69 dan 4,45 t/ha. Varietas Inpara 4 memiliki tekstur nasi pera, sedangkan Inpara 5 bertekstur pulen. Keduanya potensial untuk dikembangkan di daerah yang rawan terhadap rendaman akibat banjir, seperti lahan rawa lebak dangkal, lahan sawah bonorowo, dan lahan sawah di pesisir pantai.
Karakter Agronomi Populasi F1 dan F2 Padi Persilangan CMS IR58025 A dengan Tiga Galur Pemulih Kesuburan dan Resiprokalnya Hairmansis, Aris; Diredja, Murdani; Suwarno, ,
Zuriat Vol 18, No 2 (2007)
Publisher : Zuriat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian untuk mempelajari pengaruh depresi inbreeding dan mandul jantan sitoplasma terhadap penampilan beberapa karakter agronomi padi pada populasi F1 dan F2 dilakukan dengan menggunakan populasi persilangan galur mandul jantan (cytoplasmic genetic male sterile= CMS) tipe wild abortive (WA) IR58025A dengan tiga galur pemulih kesuburan, IR53942, C20 dan Kencana Bali, masing-masing mewakili tipe padi Indica, Japonica dan Javanica; dan persilangan resiprokalnya. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya heterosis yang nyata untuk semua karakter yang diamati pada hampir semua populasi F1 yang diuji. Sebagian besar populasi F2 menunjukkan depresi inbreeding yang nyata untuk semua karakter agronomi yang diamati, dan nilai depresi inbreeding terbesar terlihat pada karakter hasil gabah kering per tanaman yang besarnya antara 18.16% sampai dengan 53.98%. Nilai tengah karakter umur berbunga, tinggi tanaman, jumlah anakan dan hasil gabah kering per tanaman antara F1 hasil persilangan dengan menggunakan CMS sebagai tetua betina dan resiprokalnya berbeda untuk tiap kombinasi hibrida. Hal yang sama juga terjadi pada populasi F2 turunannya. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa penurunan nilai tengah hasil gabah kering dari F1 ke F2 nyata pada semua hibrida yang diuji dan besarnya bervariasi antar kombinasi hibrida. Berdasarkan keragaan individu-individu di F2, fiksasi penampilan agronomi di F1 dimungkinkan karena sejumlah individu di F2 mampu menunjukkan penampilan yang superior dibanding F1, namun penggunaan kembali benih turunan dari hibrida F1 tidak dapat direkomendasikan karena nilai tengah dari populasi F2 secara nyata lebih rendah dibandingkan F1-nya.
DAYA GABUNG KARAKTER PENGISIAN GABAH VARIETAS PADI YANG MEMBAWA ALEL NETRAL PADA LOKUS S-5 Hairmansis, Aris; Aswidinnoor, H.
Zuriat Vol 16, No 2 (2005)
Publisher : Zuriat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisis daya gabung dengan menggunakan metode lini x tester dilakukan untuk mengetahui daya gabung karakter pengisian gabah lima varietas padi yang memiliki alel netral pada lokus S-5 atau wide compatibility varieties (WCV). Varietas varietas tersebut diuji daya gabungnya menggunakan delapan tester dari beragam varietas yang mewakili berbagai ekotipe dan agroekosistem. Hasil penelitian menunjukkan dua WCV yaitu Ketombol dan Moroberekan menjadi penggabung yang baik untuk karakter jumlah gabah total dan persentase gabah isi per malai. Dengan demikian varietas-varietas tersebut dapat dimanfaatkan dalam program pemuliaan padi hibrida untuk mengatasi masalah kehampaan pada F1 hasil persilangan antar subspesies.
Seleksi Varietas Partisipatif Terhadap Galur-Galur Elit Padi Gogo di Lahan Petani Hairmansis, Aris
Jurnal Ilmu Pertanian Vol 18, No 2 (2015)
Publisher : Faculty of Agriculture Gadjah Mada University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.71 KB)

Abstract

Salah satu indikator keberhasilan program pemuliaan adalah diadopsinya varietas unggul oleh petani. Meskipun pemulia memiliki kemampuan untuk memilih varietas-varietas terbaik, selera petani terhadap varietas unggul dapat berbeda dan sangat beragam antar daerah. Program seleksi varietas partisipatif (participatory varietal selection=PVS) dikembangkan untuk meningkatkan efisiensi seleksi yang dilakukan pemulia dengan melibatkan petani sebagai pengguna akhir produk pemuliaan dalam proses seleksi. Dua kegiatan seleksi varietas partisipatif dilakukan pada musim hujan 2012-2013 di dua sentra padi gogo yakni Cianjur (Jawa Barat) dan Kebumen (Jawa Tengah). Sepuluh galur harapan padi gogo dan empat varietas unggul pembanding digunakan dalam kegiatan PVS. Masing-masing galur atau varietas ditanam oleh seorang petani kooperator dengan luas tanam 2000 m2 sampai 2500 m2. Budidaya padi dilakukan oleh petani berdasarkan paket rekomendasi dari peneliti. Seleksi dilakukan pada saat menjelang panen dengan melibatkan sebanyak 20 sampai 22 orang petani di masing-masing lokasi. Hasil PVS menunjukkan keragaman preferensi petani di dalam dan antar daerah. Hasil penelitian ini mengindikasikan adanya kesesuaian antar nilai preferensi varietas hasil seleksi petani dengan nilai penerimaan fenotipe oleh pemulia. Namun demikian tidak semua genotipe dengan nilai preferensi yang tinggi menghasilkan gabah yang tinggi, mengindikasikan bahwa komponen hasil bukan satu-satunya penentu preferensi petani dalam mengadopsi varietas unggul. Dampak dari pelaksanaan PVS terhadap adopsi varietas unggul, peningkatan keragaman genetik di lapang dan sarana penyebaran benih informal didiskusikan dalam tulisan ini.
Seleksi Varietas Partisipatif Terhadap Galur-Galur Elit Padi Gogo di Lahan Petani Hairmansis, Aris
Jurnal Ilmu Pertanian Vol 18, No 2 (2015)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Gadjah Mada jointly with PISPI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.71 KB)

Abstract

Salah satu indikator keberhasilan program pemuliaan adalah diadopsinya varietas unggul oleh petani. Meskipun pemulia memiliki kemampuan untuk memilih varietas-varietas terbaik, selera petani terhadap varietas unggul dapat berbeda dan sangat beragam antar daerah. Program seleksi varietas partisipatif (participatory varietal selection=PVS) dikembangkan untuk meningkatkan efisiensi seleksi yang dilakukan pemulia dengan melibatkan petani sebagai pengguna akhir produk pemuliaan dalam proses seleksi. Dua kegiatan seleksi varietas partisipatif dilakukan pada musim hujan 2012-2013 di dua sentra padi gogo yakni Cianjur (Jawa Barat) dan Kebumen (Jawa Tengah). Sepuluh galur harapan padi gogo dan empat varietas unggul pembanding digunakan dalam kegiatan PVS. Masing-masing galur atau varietas ditanam oleh seorang petani kooperator dengan luas tanam 2000 m2 sampai 2500 m2. Budidaya padi dilakukan oleh petani berdasarkan paket rekomendasi dari peneliti. Seleksi dilakukan pada saat menjelang panen dengan melibatkan sebanyak 20 sampai 22 orang petani di masing-masing lokasi. Hasil PVS menunjukkan keragaman preferensi petani di dalam dan antar daerah. Hasil penelitian ini mengindikasikan adanya kesesuaian antar nilai preferensi varietas hasil seleksi petani dengan nilai penerimaan fenotipe oleh pemulia. Namun demikian tidak semua genotipe dengan nilai preferensi yang tinggi menghasilkan gabah yang tinggi, mengindikasikan bahwa komponen hasil bukan satu-satunya penentu preferensi petani dalam mengadopsi varietas unggul. Dampak dari pelaksanaan PVS terhadap adopsi varietas unggul, peningkatan keragaman genetik di lapang dan sarana penyebaran benih informal didiskusikan dalam tulisan ini.
Evaluasi Daya Pemulih Kesuburan Padi Lokal dari Kelompok Tropical Japonica Hairmansis, Aris; Aswidinnoor, Hajrial; Trikoesoemaningtyas, ,; Suwarno, ,
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol 33, No 3 (2005): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.395 KB)

Abstract

Twenty seven land races of tropical japonica rice were test-crossed with a WA type cytoplasmic male sterility (CMS) line IR58025A to evaluate their fertility restoration ability.  Based on pollen fertility and spikelet fertility of their F1 hybrids, genotypes are classified into maintainer or restorer.  The result showed frequency of maintainers among genotypes was higher than restorers.  Four genotypes, i.e., Ase Lapan, Ase Mandi, Hawara Bunar and Lampung Kuning were designated as maintainers.  These maintainers possess a number of desirable traits such as pest resistance and abiotic stresses tolerance; thus they will be useful for improving parental lines of hybrid rice.     Key words: Land race, test cross, fertility restoration
Daya Hasil Galur-Galur Elit Padi di Lahan Sawah Rawan Salin di Cilamaya Wetan Karawang Nafisah, Nafisah; Hairmansis, Aris; Sitaresmi, Trias
Jurnal Lahan Suboptimal : Journal of Suboptimal Lands Vol 6, No 1 (2017): JLSO
Publisher : Pusat Unggulan Riset Pengembangan Lahan Suboptimal (PUR-PLSO) Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (973.088 KB)

Abstract

Nafisah et al, 2017. Grain Yield of Rice Elite Lines Under Saline Prone Condition in Cilamaya Wetan, Karawang Subdistrict West Java. JLSO 6(1):21-32.Utilization of high yielding rice varieties tolerant to salinity is one way to maintain yield sustainability in salt affected rice area. As many as 30 elit lines and 4 varieties checks were tested in saline prone area in Muara Baru, Cilamaya Wetan sub district, Karawang, West Java. The trial was arranged in Randomized Block Design with three replications. Twenty eight old seedlings were planted in 3x4 m2 plot size with 25 cm x 25 cm planting space. Analysis variance showed two elit lines (1131-Ski-4 dan IR86385-50-2-1-B-SKI-2) yielded 5.48 dan 5.64 t/ha, respectively. These yield were significant higher than those of two popular checks planted by local farmers, i.e.  Mekongga and Sintanur which yielded about 4,44 t/ha. Beside 11 lines  had yield 0,5 t/ha higher than that of popular check variety.  Correlation analysis showed grain yield highly positive correlated with productive tiller number and filled grain number, while thousand grain weight highly positive correlated with plant height. Screening for salinity tolerance in seedling stage done in screen house showed that both 1131-Ski-4 dan BP14082-2b-2-5-TRT-35-2-SKI-1 consistently tolerant under salinized Yoshida solution at 12 dSm-1. These two lines are very potential for further tested in saline prone area.