Abdul Hafidz
Jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga FIK Unesa

Published : 14 Documents
Articles

Found 14 Documents
Search

EVALUASI SISTEM PEMBINAAN SEKOLAH CATUR HARRY KURNIAWAN DI KABUPATEN SIDOARJO SUTION, INDRA; Hafidz, Abdul
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 1 (2013): Volume 1 No. 1 Februari 2013
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran pada hakikatnya dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan. Keempat istilah tersebut merupakan satu kesatuan dalam pembelajaran. Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang akan dan/atau sedang digunakan dapat diketahui dari langkah-langkah pembelajaran yang telah tersusun dan/atau sedang terjadi. Pendekatan pembelajaran adalah cara umum dalam memandang pembelajaran. Sedangkan strategi pembelajaran adalah ilmu dan kiat di dalam memanfaatkan segala sumber belajar yang dimiliki dan/atau yang dapat dikerahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Metode mengajar adalah berbagai cara kerja yang bersifat relatif umum yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dan teknik pembelajaran adalah ragam khas penerapan suatu metode sesuai dengan latar penerapan tertentu. Teknik pembelajaran mengambarkan langkah-langkah penggunaan metode mengajar yang sifatnya lebih operasional. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penentuan teknik pembelajaran di antaranya adalah kemampuan dan kebiasaan guru, ketersedian sarana dan waktu, serta kesiapan siswa. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih strategi pembelajaran ialah tujuan pembelajaran, jenis dan tingkat kesulitan materi pelajaran, sarana, waktu yang tersedia, siswa, dan guru.
STUDI PEMILIHAN MATERIAL UNTUK REAKTOR GAS TEMPERATUR TINGGI Hafidz, Abdul
SIGMA EPSILON - Buletin Ilmiah Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir Vol 14, No 3 (2010): Agustus 2010
Publisher : Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.042 KB)

Abstract

ReaktorGas Temperatur Tinggi (RGTT) adalah jenis reaktor generasi keempat. Reaktor ini beroperasi pada temperaturyang tinggi, hingga ± 900 0C. Sifat logam pada temperatur tinggi akan mengalami penurunan kemampuanterhadap korosi, ketangguhan, sifat aus, kekerasan, kekuatan dan mampu bentuk. Dilain pihak sifat rapuh dantidak tahan terhadap mulur meningkat. Penggunaan baja paduan (alloy steel) dan komposit sebagai materialtemperatur tinggi menjadi solusi. Berdasarkan hasil studi yang dilakukan diperoleh bahwa kandidat materialRGTT adalah low steel alloy, titanium alloy dan stainless steel. Potensi kandidat material tersebut untuk kondisitemperatur hingga 6000C. Analisis ini dilakukan dengan mengacu pada diagram batas elastisitas 50 MPaterhadap ketangguhan material terhadap potensi cacat bawaan karena ketidaksempurnaan material. Padakenyataannya temperatur operasi RGTT mencapai 9000C. Oleh karena itu, dengan menggunakan diagramkekuatan material terhadap kondisi temperatur tinggi dan menggabungkan hasil yang diperoleh pada diagramsebelumnya maka diperoleh bahwa kandidat material yang aman untuk RGTT adalah Stainless Steel.
PEMILIHAN MOTOR SERVO PADA PROSES RETROFIT MESIN FRAIS Hafidz, Abdul
SIGMA EPSILON - Buletin Ilmiah Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir Vol 12, No 4 (2008): November 2008
Publisher : Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perhitungan untukmenentukan pilihan tentang ukuran motor servo dilakukan agar taksiran tidak terlalu rendah. Perhitungan dapatdilakukan sebelum dan setelah menetapkan pilihan ukuran dan model motor servo yang digunakan untuk prosesretrofit mesin frais. Penentuan jenis mesin frais diperlukan untuk memperoleh data-data awal perhitungan. Polaoperasi ditentukan berdasarkan prinsip kerja mesin yang diprediksikan sesuai dengan arah gerak yangdiharapkan. Pada makalah ini ditentukan pola operasi motor servo bentuk trapesium. Tiga hasil utama yangharus diperoleh dalam perhitungan sebelum membuat pilihan sementara motor servo, yaitu momen inersiasistem, torsi yang diperlukan dan kecepatan putaran. Pilihan sementara diperoleh berdasarkan katalog motorservo. Perhitungan pemeriksaan dilakukan untuk membuat pilihan tetap motor servo. Berdasarkan hasilperhitungan untuk kecepatan putaran 1800 rpm, momen inersia 6,57 x 10-4 kg-m2 dan torsi 0,1561 kg-m makamotor servo yang sesuai adalah motor servo AC model APM – SE16D. Berdasarkan katalog, motor servomodel APM – SE16D memiliki kecepatan putaran 2000 rpm, momen inersia rata-rata 17,339 kg-m2 dan torsirata - rata 0,779 kg-m. Dari hasil perhitungan, diperoleh bahwa motor servo APM – SE16D dapat digunakanuntuk menggerakkan mesin frais arah horizontal (sumbu-x).
PEMODELAN SIKLUS TERMODINAMIK TURBIN GAS RGTT KOGENERASI Hafidz, Abdul
SIGMA EPSILON - Buletin Ilmiah Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir Vol 15, No 2 (2011): Mei 2011
Publisher : Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.367 KB)

Abstract

HighTemparature Gas-cooled Reactor (HTGR ) cogeneration yang selanjutnya disebut sebagai ReaktorGas Temperatur Tinggi (RGTT) kogenerasi merupakan salah satu jenis reaktor daya maju. Reaktorini diharapkan dapat digunakan untuk mengisi kekurangan listrik di daerah luar Jawa, Bali danMadura karena dapat dirancang untuk kapasitas daya kecil sampai sedang. Dalam perancanganRGTT ini, pemodelan siklus termodinamik diperlukan untuk memprediksi spesifikasi temperaturmasuk dan keluar komponen-komponen utama, seperti turbin, kompresor, recuperator dansebagainya, serta pemilihan bahan teknis. Siklus termodinamik RGTT kogenerasi pada makalah iniadalah siklus langsung dengan menggunakan siklus Brayton jenis siklus tertutup. Fluida pendinginreaktor nuklir adalah gas helium yang juga digunakan sebagai fluida kerja pada sistem konversienergi listrik dan sekaligus sebagai sumber panas untuk pemurnian air sebagai bagian dari fungsikogenerasi. Dalam perancangan reaktor RGTT ini, daya reaktor nuklir yang dihasilkan adalah 200MWt. Daya termal tersebut dapat memanaskan gas helium hingga 9000C dengan tekanan 7 MPa.Panas gas helium pembangkit listrik yang digunakan untuk menggerakkan turbin gas adalah 8500Cdengan laju alir 120 kg/det. Berdasarkan hasil perhitungan, dengan mengacu pada rasio tekananturbin desain reaktor GTMHR sebesar 2,8, maka kerja turbin gas 200 MWt mencapai 216.904 kW.Hal ini menyebabkan daya kompresor yang dibutuhkan untuk LPC (low pressure compressor) adalah61.671 kW dan HPC (high pressure compressor) 38.390 kW. Efisiensi siklus yang diperolehmencapai 33,45% dengan daya listrik yang dapat diperoleh mencapai 117 MW.
UJI AWAL UPGRADE MESIN FRAIS KONVENSIONAL MENJADI MESIN FRAIS CNC BERBASIS PC Hafidz, Abdul
SIGMA EPSILON - Buletin Ilmiah Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir Vol 12, No 1 (2008): Februari 2008
Publisher : Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2682.82 KB)

Abstract

Mahalnya mesin frais CNC (Computerized Numerical Control) menjadi tantangan tersendiri untuk membuat suatu inovasi dalam bidang pemesinan. Dengan mengharapkan kualitas kerja yang setara dengan mesin frais CNC maka mesin frais konvensional ditingkatkan kemampuannya menjadi mesin frais CNC berbasis PC. Secara mekanik dan instrumentasi perubahan yang terjadi yaitu penggantian motor AC menjadi motor servo. Selain itu juga ditambahkan komponen seperti servo drive dan proximity yang berfungsi sebagai sistem kendali dari motor servo. Pembuatan program komputer untuk mengatur perintah kerja dari kendali CNC ke mesin frais. Bentuk program terdiri atas model tampilan dan ladder diagram. Progam dimasukkan kedalam satu sistem pemrograman RTX pada software RTX. Hasil yang dicapai saat ini adalah pemrograman komputer dan bentuk perintah kerja CNC. Hasil tersebut merupakan hasil tahap awal dan masih terus dilanjutkan. Dengan peningkatan unjuk kerja mesin frais menjadikan pengguna dapat bekerja lebih optimal dan aman dari resiko kecelakaan.
PENGGUNAAN DIFRAKSI NEUTRON UNTUK PENGUKURAN REGANGAN DI HAZ SUS 304 BIMETAL UNTUK PENDEKATAN KONSEP PEMILIHAN MATERIAL TEMPERATUR TINGGI Hafidz, Abdul
SIGMA EPSILON - Buletin Ilmiah Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir Vol 15, No 1 (2011): Februari 2011
Publisher : Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1367.609 KB)

Abstract

Pada proses desain konseptual turbin gas temperatur tinggi menggunakan material temperatur tinggi. Olehkarena itu, penggunaan material nickel based banyak digunakan. Dalam proses fabrikasi, penyambungandengan las akan banyak ditemui juga dengan penggunaan dua atau lebih material yang berbeda sifat, misalnyaaustenitik dengan feritik. Setiap proses pengerjaan las senantiasa menyebabkan adanya regangan sisa. Seberapabesar nilai regangan yang terjadi dalam material perlu diketahui untuk penanganan lebih lanjut. Penggunaandifraksi neutron untuk pengukuran regangan di daerah HAZ dilakukan dengan mengambil salah satu sampelmaterial nickel based yaitu SUS 304. Hasil pengukuran yang diperoleh menunjukkan bahwa regangan sisayang terjadi pada daerah HAZ SUS 304 cukup besar, yaitu arah transversal 320 mikrometer kondisi tensile;arah normal 1080 mikrometer kondisi compress; dan arah aksial 200 mikrometer kondisi compress. Setelahbesar regangan sisa yang terdapat dalam material tersebut diketahui, proses perlakuan selanjutnya dapatdilakukan untuk mereduksi besar regangan tersebut.
INHIBITION CHARACTER ANALYSIS OF CORROSION INHIBITOR ON CARBON STEEL MATERIALS IN 1M HCL SOLUTION USING THE EIS METHOD Kusumastuti, Rahayu; Purwamargapratala, Yustinus; Butarbutar, Sofia; Sagino, Sagino; Sriyono, Sriyono; Hafidz, Abdul
SIGMA EPSILON - Buletin Ilmiah Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir Vol 19, No 1 (2015): Februari 2015
Publisher : Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.84 KB)

Abstract

Research on the effect of the concentration of the inhibitor on the corrosion behavior of carbon-steel material has been done. The research was started by immersing the prepared carbon-steel plate in a 1 M HCl en-vironment. After that, corrosion inhibitor was added with several concentrations, which are 0, 100, 200, 300, and 400 ppm in to that environment, to be stirred using a magnetic stirrer at 300 rpm for 30 minutes under room temperatur condition. The effect of the added inhibitor was then analyzed using the Electrochemical Impedance Spectroscopies (EIS) method. The experiment results showed that the greater the concentration of the inhibitor, the greater the resistance, so that the metal is more pro-tected from corrosion attack. The calculation results showed that the inhibitor efficiency is directly proportional to the concentration of inhibitor that is achieved at a concentration of 400 ppm with an efficiency of 71.24%.
Pengembangan Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mewujudkan Smart Economy Region Kabupaten Rembang Hafidz, Abdul
Prosiding Seminar Nasional Inovasi Dalam Pengembangan SmartCity Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Inovasi Dalam Pengembangan SmartCity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2649.7 KB)

Abstract

Materi Narasumber Seminar Nasional Inovasi Dalam Pengembangan Smart City  Yang Berwawasan Lingkungan
PERBANDINGAN KONDISI FISIK EKSTRAKURIKULER FUTSAL PUTRA SMKN 7 SURABAYA DAN SMAN 1 WONOAYU ali fathoni, muhammad; HAFIDZ, ABDUL
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui seberapa besar perbedaan yang signifikan antara siswa SMKN 7 Surabaya dan SMAN 1 Wonoayu dalam tes kecepatan, kelincahan, daya tahan dan daya ledak otot tungkai. Jenis penelitian yang digunakan adalah non-eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Sampel pada penelitihan ini adalah siswa yang mengikuti ekstrakulikuler di SMKN 7 Surabaya berjumlah 20 siswa dan SMAN 1 Wonoayu Sidoarjo berjumlah 20 siswa. pengambilan data pada penelitian ini menggunakan tes kecepatan berupa sprint 30 meter, kelincahan berupa T-Test, daya tahan berupa VO2max dan daya ledak otot tungkai berupa long jump. Hasil penelitian ini yaitu pada uji T dari keempat tes yaitu kecepatan, kelincahan, daya tahan dan daya ledak otot tungkai. Keempat tes ini memiliki hasil yang berbeda yaitu kecepatan dan kelincahan memiliki nilai yang sama yaitu sig (2-tailed) 0.000 < (sig) 0.05, maka Ho ditolak dan Ha diterima dan dapat disimpulkan ada perbedaan yang signifikan antara siswa SMKN 7 Surabaya dan SMAN 1 Wonoayu. Sedangkan daya tahan dan daya ledak otot tungkai tidak ada perbedaan yang signifikan. Jadi terdapat perbedaan yang signifikan antara kecepatan dan kelincahan antara siswa SMKN 7 Surabaya dan SMAN 1 Wonoayu. Dan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara daya tahan dan daya ledak otot tungkai antara siswa SMKN 7 Surabaya dan SMAN 1 Wonoayu. Kata kunci : Kondisi Fisik, Kecepatan, Kelincahan, Daya Tahan, Daya Ledak Otot Tungkai Physical condition is a very important element in almost all sports. Therefore exercise physical conditions need to get serious attention carefully planned and systematically so that the level of physical fitness and functional abilities of the bodys instruments is better. The futsal sport requires players to run, feed the ball quickly, rotate or move positions, kick the ball hard and aim and demand endurance. Besides that playing futsal is also required to be clever in tactics. The aim of the study was to find out how much a significant difference between students of SMAN 1 Wonoayu and students of Vocational High School 7 Surabaya in testing the speed, agility, endurance and explosive power of the leg muscles. The type of research used is non-experimental with a quantitative approach. The sample in this study was 20 students who attended extracurricular activities at SMAN 1 Wonoayu and 20 students from Surabaya 7 Vocational High School. Data collection in this study used a speed test in the form of a 30 meter sprint, agility in the form of T-Test, resistance in the form of VO2max and leg muscle explosive power in the form of a long jump. The results of this study are in the T test of the four tests namely speed, agility, endurance and explosive power of the leg muscles. The four tests have different results, namely speed and agility have the same value, namely sig (2-tailed) 0.000 <(sig) 0.05, then Ho is rejected and Ha is accepted and it can be concluded there are significant differences between SMAN 1 Wonoayu students and Vocational High School students 7 Surabaya. While the endurance and explosive power of the leg muscles were not significantly different. So there is a significant difference between speed and agility between SMAN 1 Wonoayu students and 7 Vocational High School students in Surabaya. And there is no significant difference between endurance and explosive power of limb muscles between students of SMAN 1 Wonoayu and students of SMK 7 Surabaya. Keywords: Physical Condition, Speed, Agility, Endurance, Explosive Power of Leg Muscles
KONTRIBUSI PANJANG LENGAN, KOORDINASI MATA TANGAN, DAN KONSENTRASI TERHADAP KETEPATAN SHOOTING PADA OLAHRAGA PETANQUE WIDODO, WAHYU; HAFIDZ, ABDUL
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Mahasiswa PKO
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Petanque merupakan salah satu cabang olahraga prestasi di Indonesia khususnya di Jawa Timur. Olahraga petanque menuntut kemampuan pemain baik dari segi fisik, teknik, taktik, dan mental. Salah satu teknik dasar yang harus dikuasai oleh seorang pemain petanque adalah teknik shooting / tembakan. Seperti yang telah kita ketahui bahwa teknik shooting adalah salah satu bentuk upaya menjauhkan bola besi lawan dari boka target sejauh mungkin untuk menghasilkan skor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi: berapa besar kontribusi panjang lengan, koordinasi mata tangan, dan konsentrasi terhadap ketepatan shooting, baik secara individual maupun secara bersama-sama. Sasaran penelitian ini adalah atlet petanque Jawa Timur yang berjumlah 10 orang (N : 10). Metode dalam penelitian ini menggunakan metode statistik deskriptif, sedangkan tes pengambilan data dilakukan dengan melakukan tes panjang lengan, koordinasi mata tangan, konsentrasi, dan shooting. Dari hasil penelitian dapat dijelaskan: Hasil anova menyatakan nilai Fhitung = 1,554 < Ftabel = 4,76. Hal ini dapat dikatakan bahwa tidak terdapat kontribusi yang signifikan antara variabel panjang lengan (X1), koordinasi mata tangan (X2), konsentrasi (X3) secara bersama-sama terhadap ketepatan shooting petanque (Y). Dari hasil penelitian di peroleh secara individual variabel konsentrasi memberikan kontribusi terbesar dari variabel panjang lengan dan koordinasi mata tangan terhadap ketepatan shooting petanque. Untuk variabel bebas panjang lengan, koordinasi mata tangan, dan konsentrasi perlu diberikan perhatian yang khusus tentang peningkatan latihan agar bisa di dapatkan hasil ketepatan shooting petanque yang baik. Kesimpulan: 1). Variabel panjang lengan (X1) memberikan kontribusi sebesar 0,13%. 2). Variabel koordinasi mata tangan (X2) memberikan kontribusi sebesar 3,92%. 3). Variabel konsentrasi (X3) memberikan kontribusi sebesar 23,91%. 4). Secara individual dan bersama-sama seluruh variabel bebas memberikan kontribusi sebesar 43,69% terhadap akurasi hasil shooting petanque (Y) sehinga secara keseluruhan belum dapat di generalisasikan ke dalam populasi. Kata Kunci: Panjang Lengan, Koordinasi Mata Tangan, Konsentrasi, Shooting, Petanque Abstract Petanque is one of the achievement sport in Indonesia especially in East Java. Petanque sport demands the players ability in terms of physical, technical, tactic and mental. One of the basic techniques that must be controlled by a petanque player is a shooting technique. As we know, shooting technique is one effort to keep away the opponent?s iron ball from the target wood ball as far as possible to produce a score. The purpose of this research is to get an information: how much the contribution of long arms, eyes-hand coordination and concentration on shooting precision both individually and collectively. The target of this research are 10 petanque athletes in East Java (N : 10). The methods used descriptive statistical method, while the test data retrieval done by performing a long arms test, coordination of eyes-hand, concentration and shooting. From the result of the research can be explained: anova result stated the value of Fcount = 1,5554 < Ftable = 4,76. It can be said there is no significant contribution between arm length variables (X1), eye-hand coordination (X2), and concentration (X3) to the accuracy of petanque shooting (Y) simultaneously. The result show that in individually, concentration variable give a more contribution from long arms and hand-eyes coordination to the shooting accuracy in petanque. For free variable of hand eye coordination, and concentration should be given special attention to exercise in order to produce a good shooting accuracy in petanque. Conclusion: 1). Long arms variable (X1) give contribute about 0,13 %. 2). Hand-eyes contribution variable (X2) contribute 3,92%. 3). The concentration variable (X3) contribute 23,91%. 4). Individually and collectively, all of free contribute give contribution about 43,69% to the accuracy of petanque shoting (Y) so as a whole cannot be generalized into the population. Keywords: long arms, eye-hand coordination, concentration, shooting, petanque