Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : PRofesi Humas : Jurnal Ilmiah Ilmu Hubungan Masyarakat

MANAJEMEN KAMPANYE ELIMINASI KAKI GAJAH DALAM UPAYA PENINGKATAN KESEHATAN DI KABUPATEN BOGOR Tyas, Seftia Rahmaning; Hafiar, Hanny; Sani, Anwar
PRofesi Humas : Jurnal Ilmiah Ilmu Hubungan Masyarakat Vol 2, No 1 (2017): PRofesi Humas
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.084 KB) | DOI: 10.24198/prh.v2i1.12008

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses prakampanye, proses pengelolaan kampanye, dan hasil evaluasi kampanye oleh Kementerian Kesehatan. Penelitian ini menggunakan konsep manajemen kampanye oleh Antar Venus yang dikembangkan berdasarkan Model Kampanye Ostergaard. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan data kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, teknik dokumen, studi kepustakaan, dan angket menggunakan teknik pengumpulan informan dengan purposive sampling. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kualitatif, sedangkan teknik validitas data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian ini mengemukakan bahwa proses kampanye Belkaga dibagi dalam tiga tahap yaitu prakampanye, pengelolaan kampanye, dan evaluasi kampanye. Hasil prakampanye menyatakan bahwa masih banyak daerah di Indonesia yang merupakan daerah endemis dan belum melaksanakan program Pemberian Obat Pencegahan Massal Filariasis (POPMF). Hasil pengelolaan menunjukkan bahwa Kementerian Kesehatan RI tidak melakukan identifikasi segmentasi sasaran berdasarkan klasifikasi warga yang sehat, terduga tertular virus, serta warga yang teridentifikasi penyakit sehingga pesan yang disampaikan dibuat sama rata. Selain itu, penyebaran informasi yang kurang jelas mengakibatkan pesan yang diterima khalayak tidak sesuai dengan apa yang ingin disampaikan komunikator. Kesimpulannya, masalah kampanye Belkaga timbul karena manajemen kampanye yang kurang efektif oleh Kementerian Kesehatan RI. Peneliti menyarankan agar Kementerian Kesehatan RI menyesuaikan pesan berdasarkan klasifikasi warga sehat, terduga tertular virus, serta warga yang teridentifikasi penyakit sehingga pesan tepat sasaran, mengoptimalkan media yang digunakan, memberikan pelatihan penyampaian informasi kepada kader kesehatan.
Model Kemitraan PT. Holcim Indonesia Tbk. Nassaluka, Efrin Umma; Hafiar, Hanny; Priyatna, Centurion Chandratama
PRofesi Humas : Jurnal Ilmiah Ilmu Hubungan Masyarakat Vol 1, No 1 (2016): PRofesi Humas
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (684.994 KB) | DOI: 10.24198/prh.v1i1.9468

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk tahap perumusan kebutuhan bersama, pembentukan landasan bersama dan vis misi, penyusunan agenda kegiatan, penyampaian rencana aksi dan evaluasi kemitraan, dan penyusunan strategi penghentian kemitraan. Metode yang digunakan adalah deskiptif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi pustaka. Teknik validitas data menggunakan triangulasi sumber data.Berdasarkan penelitian, proses awal adalah dengan merumuskan kebutuhan bersama melalui social mapping, mengatasi perbedaan latar belakang kedua pihak dan mengadakan pelatihan. Tahap kedua adalah mengadakan pertemuan tertutup membahas landasan bersama, visi misi, kemudian menyatukan informasi tentang kebutuhan dengan visi misi untuk merencanakan agenda kegiatan. Selanjutnya, kedua pihak menyusun agenda kegiatan lewat road map dan Balanced BussinesPlan, serta merencanakan struktur kerja formal. Tahap selanjutnya adalah penyampaian rencana aksi berupa pemberian layanan atau jasa pada implentasi program CSR, menjaga keterlibatan pihak bermitra, serta evaluasi kemitraan. Tahap penyusunan exit strategy dilakukan dengan langkah perencanaan dan persiapan, perencanaan tindakan lanjut, serta persiapan generasi selanjutnya.Saran pada penelitian ini adalah agar pihak perusahaan banyak mengadakan pelatihan khususnya mengenai pengelolaan CSR. Perusahaan sebaiknya menggunakan metode audit komunikasi sebagai salah saru cara mengevaluasi kemitraan ini. PKM sebaiknya mengkuantifikasikan ukuran tindakan yang mereka usulkan untuk di lakukan dengan tabel kuantifikasi kebutuha. PKM sebaiknya lebih ulet merencanakan program CSR walau sederhana. Pemerintah sebaiknya mendukung praktik comdev seperti ini dengan memberikan kemudahan birokrasi saat pelaksanaan CSR
Dekonstruksi Citra Politik Jokowi Dalam Media Sosial Rusmulyadi, Rusmulyadi; Hafiar, Hanny
PRofesi Humas : Jurnal Ilmiah Ilmu Hubungan Masyarakat Vol 3, No 1 (2018): PRofesi Humas
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1206.31 KB) | DOI: 10.24198/prh.v3i1.16729

Abstract

Proses pembentukan citra politik dapat terjadi dalam semua lini media, tidak terkecuali lewat media sosial. Media sosial telah banyak digunakan untuk mem-brading citra politik seseorang atau partai politik tertentu. Sebaliknya, media sosial ternyata juga digunakan sebagai media pertarungan simbolik untuk mendekonstuksi atau pun mendegradasi citra politik seseorang atau lembaga politik. Twitter merupakan salah satu jenis media sosial dengan karakter microblogging yang turut dimanfaatkan untuk mengkonstruksi dan juga mendekonstruksi citra politik.Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa bagaimana citra politik mengalami dekonstruksi dalam ruang media sosial. Analisa penelitian diarahkan terhadap postingan twitter dalam hastag #2019Ganti Presiden. Sampel teks diambil dari tweet netizen yang ada dalam hastag tersebut selama bulan April 2018. Hastag ini sendiri mengacu pada upaya untuk memviralkan pergantian Presiden dalam perhelatan Pilpres 2019. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisa isi kualitatif. Penelitian ini dapat disebut sebagai penelitian analisa isi teks dengan aplikasi interpretasi hermeneutis terhadap teks twitter yang dijadikan objek penelitian. Hasil penelitian memberikan gambaran bahwa dalam ruang media sosial citra politik Jokowi berupaya didekonstruksi dan dicitrakan sebagai sosok yang tidak kompeten, tidak memiliki kapabilitas sebagai pemimpin dan inkonsiten terhadap janji-janji politiknya. Berdasarkan hasil analisa dapat disimpulkan bahwa media sosial Twitter telah menjadi saluran bagi kontestasi dan perebutan citra politik. Tentu saja, di dalamnya ada proses kontruksi dan dekonstruksi.
MANAJEMEN KAMPANYE ELIMINASI KAKI GAJAH DALAM UPAYA PENINGKATAN KESEHATAN DI KABUPATEN BOGOR Tyas, Seftia Rahmaning; Hafiar, Hanny; Sani, Anwar
PRofesi Humas Vol 2, No 1 (2017): PRofesi Humas
Publisher : LP3 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.084 KB) | DOI: 10.24198/prh.v2i1.12008

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses prakampanye, proses pengelolaan kampanye, dan hasil evaluasi kampanye oleh Kementerian Kesehatan. Penelitian ini menggunakan konsep manajemen kampanye oleh Antar Venus yang dikembangkan berdasarkan Model Kampanye Ostergaard. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan data kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, teknik dokumen, studi kepustakaan, dan angket menggunakan teknik pengumpulan informan dengan purposive sampling. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kualitatif, sedangkan teknik validitas data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian ini mengemukakan bahwa proses kampanye Belkaga dibagi dalam tiga tahap yaitu prakampanye, pengelolaan kampanye, dan evaluasi kampanye. Hasil prakampanye menyatakan bahwa masih banyak daerah di Indonesia yang merupakan daerah endemis dan belum melaksanakan program Pemberian Obat Pencegahan Massal Filariasis (POPMF). Hasil pengelolaan menunjukkan bahwa Kementerian Kesehatan RI tidak melakukan identifikasi segmentasi sasaran berdasarkan klasifikasi warga yang sehat, terduga tertular virus, serta warga yang teridentifikasi penyakit sehingga pesan yang disampaikan dibuat sama rata. Selain itu, penyebaran informasi yang kurang jelas mengakibatkan pesan yang diterima khalayak tidak sesuai dengan apa yang ingin disampaikan komunikator. Kesimpulannya, masalah kampanye Belkaga timbul karena manajemen kampanye yang kurang efektif oleh Kementerian Kesehatan RI. Peneliti menyarankan agar Kementerian Kesehatan RI menyesuaikan pesan berdasarkan klasifikasi warga sehat, terduga tertular virus, serta warga yang teridentifikasi penyakit sehingga pesan tepat sasaran, mengoptimalkan media yang digunakan, memberikan pelatihan penyampaian informasi kepada kader kesehatan.
Dekonstruksi Citra Politik Jokowi Dalam Media Sosial Rusmulyadi, Rusmulyadi; Hafiar, Hanny
PRofesi Humas Vol 3, No 1 (2018): PRofesi Humas Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 10/E/KPT/2019
Publisher : LP3 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1206.31 KB) | DOI: 10.24198/prh.v3i1.16729

Abstract

Proses pembentukan citra politik dapat terjadi dalam semua lini media, tidak terkecuali lewat media sosial. Media sosial telah banyak digunakan untuk mem-brading citra politik seseorang atau partai politik tertentu. Sebaliknya, media sosial ternyata juga digunakan sebagai media pertarungan simbolik untuk mendekonstuksi atau pun mendegradasi citra politik seseorang atau lembaga politik. Twitter merupakan salah satu jenis media sosial dengan karakter microblogging yang turut dimanfaatkan untuk mengkonstruksi dan juga mendekonstruksi citra politik.Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa bagaimana citra politik mengalami dekonstruksi dalam ruang media sosial. Analisa penelitian diarahkan terhadap postingan twitter dalam hastag #2019Ganti Presiden. Sampel teks diambil dari tweet netizen yang ada dalam hastag tersebut selama bulan April 2018. Hastag ini sendiri mengacu pada upaya untuk memviralkan pergantian Presiden dalam perhelatan Pilpres 2019. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisa isi kualitatif. Penelitian ini dapat disebut sebagai penelitian analisa isi teks dengan aplikasi interpretasi hermeneutis terhadap teks twitter yang dijadikan objek penelitian. Hasil penelitian memberikan gambaran bahwa dalam ruang media sosial citra politik Jokowi berupaya didekonstruksi dan dicitrakan sebagai sosok yang tidak kompeten, tidak memiliki kapabilitas sebagai pemimpin dan inkonsiten terhadap janji-janji politiknya. Berdasarkan hasil analisa dapat disimpulkan bahwa media sosial Twitter telah menjadi saluran bagi kontestasi dan perebutan citra politik. Tentu saja, di dalamnya ada proses kontruksi dan dekonstruksi.
Profesi humas rumah sakit: antara profesionalisme dan humanisme Safitri, Baiq Vira; Bakti, Iriana; Hafiar, Hanny
PRofesi Humas Vol 4, No 1 (2019): PRofesi Humas Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 10/E/KPT/2019
Publisher : LP3 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1043.456 KB) | DOI: 10.24198/prh.v4i1.16502

Abstract

Rumah sakit merupakan lembaga yang memberikan layanan kesehatan mudah rentan terhadap paparan pemberitaan negatif serta isu-isu kesehatan, jadi sebagai profesi yang tergolong baru, petugas Humas rumah sakit dituntut untuk mengeksplorasi potensi kehumasannya. Dalam rangka mewujudkan peranan Humas yang profesional, petugas Humas rumah sakit menjalankan tugasnya melalui pemahaman dan penyesuaian dalam bingkai humanisme. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengungkap makna profesi humas di rumah sakit, baik rumah sakit pemerintah maupun swasta. Penelitian ini mengguakan pendekatan kualitatif, dengan jenis studi fenomenologi, melalui paradigma konstruktivis. Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, studi pustaka, dan analisis terhadap sejumlah arsip serta dokumen dari subjek penelitian yang terpilih melalui teknik purposive. Hasil penelitian menunjukkan peran petugas Humas rumah sakit belum optimal disebabkan sejumlah faktor: Faktor internal disebabkan  masih terbatasnya kesadaran, tanggung jawab dan pengalaman petugas humas di rumah sakit. Faktor eksternal berkaitan dengan kepemimpinan budaya organisasi yang masih menganggap peran humas sebagai wujud formalitas. Simpulan penelitian menunjukan bahwa Profesi humas di rumah sakit dipandang dari sudut definisi, karakteristik pekerjaan, pencapaian target, serta dampak profesinya humas rumah sakit. Kesimpulannya, pemerintah idealnya membuatkan lembaga atau wadah yang berorientasi kepada kehumasan rumah sakit, atau dengan kata lain membangun perkumpulan khusus untuk petugas Humas rumah sakit di seluruh Indonesia.
Model Kemitraan PT. Holcim Indonesia Tbk. Nassaluka, Efrin Umma; Hafiar, Hanny; Priyatna, Centurion Chandratama
PRofesi Humas Vol 1, No 1 (2016): PRofesi Humas
Publisher : LP3 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (684.994 KB) | DOI: 10.24198/prh.v1i1.9468

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk tahap perumusan kebutuhan bersama, pembentukan landasan bersama dan vis misi, penyusunan agenda kegiatan, penyampaian rencana aksi dan evaluasi kemitraan, dan penyusunan strategi penghentian kemitraan. Metode yang digunakan adalah deskiptif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi pustaka. Teknik validitas data menggunakan triangulasi sumber data.Berdasarkan penelitian, proses awal adalah dengan merumuskan kebutuhan bersama melalui social mapping, mengatasi perbedaan latar belakang kedua pihak dan mengadakan pelatihan. Tahap kedua adalah mengadakan pertemuan tertutup membahas landasan bersama, visi misi, kemudian menyatukan informasi tentang kebutuhan dengan visi misi untuk merencanakan agenda kegiatan. Selanjutnya, kedua pihak menyusun agenda kegiatan lewat road map dan Balanced BussinesPlan, serta merencanakan struktur kerja formal. Tahap selanjutnya adalah penyampaian rencana aksi berupa pemberian layanan atau jasa pada implentasi program CSR, menjaga keterlibatan pihak bermitra, serta evaluasi kemitraan. Tahap penyusunan exit strategy dilakukan dengan langkah perencanaan dan persiapan, perencanaan tindakan lanjut, serta persiapan generasi selanjutnya.Saran pada penelitian ini adalah agar pihak perusahaan banyak mengadakan pelatihan khususnya mengenai pengelolaan CSR. Perusahaan sebaiknya menggunakan metode audit komunikasi sebagai salah saru cara mengevaluasi kemitraan ini. PKM sebaiknya mengkuantifikasikan ukuran tindakan yang mereka usulkan untuk di lakukan dengan tabel kuantifikasi kebutuha. PKM sebaiknya lebih ulet merencanakan program CSR walau sederhana. Pemerintah sebaiknya mendukung praktik comdev seperti ini dengan memberikan kemudahan birokrasi saat pelaksanaan CSR
Co-Authors Aat Ruchiat Nugraha, Aat Ruchiat Afriesta, Arien Aisyah, Novrisa Nu Akbar, Thoriq Nul Amalia, Sherly Anisa L.K., Anisa Annisa Yutha Anwar Sani, Anwar Ari Agung Prastowo, Ari Agung Aries Buana, Aries Ashari, Muhammad Syahwal Barezki, Fisti Eliana Barlian, Tria Dara Bella, arkita Vierza Budiana, Heru Riyanto Budiana, Heru Riyanto Budiana, Heru Riyanto Budiana, Heru Riyanto C. Priyatna, Centurion Centurion Chandratama Priyatna, Centurion Chandratama Chendy Priyatna, Centurion Dadang Sugiana Dasrun Hidayat Desilvani, Dwi Detta Rahmawan, Detta Diana Hardiny, Diana Effendy, Tiara Putri Efrin Umma Nassaluka, Efrin Umma Engkus Kuswarno Erdinaya, Lukita Komala Esther, Allegra Gabriella Evi Novianti Fajar Syuderajat, Fajar Fatma S, Diah Feliza Zubair Firda Firdaus Abdi, Firda Firdaus FX. Ari Agung Prastowo, FX. Ari Agung Hajati, Rizky Pratama Hakim, Aji Zul Hanna Herfina, Hanna Hermawan, Fajar Heru Ryanto Budiana Iriana Bakti Jimi N Mahameruaji, Jimi N Jimi Narotama Mahameruaji, Jimi Narotama Khairunnisa, Silka Khalish, Isni Raihan Kokom Komariah Komang Gde Adikresna D, Komang Gde Levana, Azka Putri Lilis Puspitasari Lukiati Komala MAHAMERUAJI, JIMI N. Mariezka, Filza Intan Marvian, Ananda Maudia, Fasya Nindi Aristi Nur Ihsan, Mega Farras i Nurcahya, Hilma Rizky Nuryah Asri Sjafirah, Nuryah Asri Oji Kurniadi Pakaradena, Andika Pramesti, Jelita Prastowo, FX Ari Agung Prastowo, FX Ari Agung Pratama, Abisha Akmal Priyatna, Centurion C Priyatna, Centurion C. Priyo Subekti Putri, Jessica Wandita Putri, Rahmi Wellina Rahmayanty, Nindya Rahmi, Fathiya Nur ramadhan, muhammad Al fata Rangga Saptya Mohamad Permana, Rangga Saptya Mohamad Retasari Dewi, Retasari Ridwan Setiawan Daradjat, dkk, Ridwan Setiawan Romadhoni, Alfian Ruchiat, Aat Rully Khairul Anwar, Rully Khairul Rusmulyadi, Rusmulyadi Rusmulyadi, Rusmulyadi Ryana, Tasya Vicky Safitri, Alfiolita Widya Safitri, Baiq Vira Samosir, Deborah Sondang Napita Sarah Nurtyasrini, Sarah Seftia Rahmaning Tyas, Seftia Rahmaning Sjuchro, Dian Wardiana Sri Seti Indriani, Sri Seti Susie Perbawasari Syauqy Lukman Trie Damayanti UP, Syefira Ichsan Wahyu Pratama, Rizqi Yanti Setianti Yonita, Lingga Yurita, Ayu Puspa Yustikasari, Yustikasari