Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Ilmu Komunikasi

Manajemen Kampanye Pencegahan Eksploitasi Seksual Komersial Anak Oleh “Kompak” Jakarta Buana, Aries; Hafiar, Hanny; Sani, Anwar
J-IKA Vol 4, No 1 (2017): JURNAL J-IKA
Publisher : J-IKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah  untuk mengetahui proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kampanye pencegahan Eksploitasi Seksual Komersial Anak (ESKA) oleh KOMPAK di DKI Jakarta. Metodologi yang digunakan adalah kualitatif dengan studi deskriptif. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan cara observasi, wawancara terstruktur, dan studi literatur. Hasil penelitian menjelaskan bahwa : proses perencanaan umumnya sudah sesuai, namun ada beberapa elemen yang perlu ditingkatkan seperti penentuan tujuan masih belum berdasarkan skala prioritas, identifikasi sasaran hanya berdasarkan asumsi dan mengandalkan link, penentuan strategi & taktik belum komprehensif dan matang, alokasi waktu belum memiliki pertimbangan yang jelas, dan evaluasi perencanaan luput dalam tahapan ini. Proses pelaksanaan dimulai dengan realisasi unsur kampanye, kenyatannya masih banyak pelaku yang belum menjadikan kegiatan ini prioritasnya, pelatihan kampanye belum mengacu pada setiap tugas divisi yang ada, pesan pada setiap khalayak sama dan tidak dibedakan, komunikator dan saluran dipertimbangkan sesuai kebutuhan namun kurang efektif karena tidak diperhitungkan dengan baik, implementasi masih mundur dari timeline seharusnya. Proses evaluasi menggunakan metode evaluasi yang belum tepat dan sesuai dengan rencana. Hal tersebut berdampak pada efek yang ditimbulkan kurang optimal. Kata kunci: Manajemen, Kampanye, Komunitas, Deskriptif, Kualitatif. ABSTRACT The research aims to determine the planning, actuating, and evaluating process of this campaign by KOMPAK in DKI Jakarta. The methodology used in this research is qualitative with descriptive study. Data of the research was collected with some observations, structural interviews, and study of literature. The results of the study explained that: the planning process generally appropriate, but there are some elements that need to be improved as the goal-setting is still not based on priorities, target identification based only on assumptions and relying on the link, the determination of strategies and tactics have not been comprehensive and detail, time allocation yet have clear consideration and planning evaluation spared in this stage. The implementation process begins with the realization of the elements of the campaign, the facts are there are many campaigners who have not make this event their priority, a training campaign has not been based on each task divisions, a message on each audience are alike and not differentiated, communicators and channel considered as necessary but less effective because it it is not taken into account properly, the implementation timeline is still delayed. The evaluation process does not use proper evaluation method and not according to plan. So that,  It has less impact. Keywords: Management, Campaign, Community, Descriptive, Qualitative
Kearifan Lokal Ulun Lampung Kajian PR Budaya Melalui Pendekatan Etnografi PR Hidayat, Dasrun; Kuswarno, Engkus; Zubair, Feliza; Hafiar, Hanny
J-IKA Vol 4, No 1 (2017): JURNAL J-IKA
Publisher : J-IKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKArtikel ini fokus pada ritual mupakat adat prosesi pemberian gelar atau Juluk Adok. Aspek-aspek yang dikaji meliputi simbol pada sistem dan status pernikahan sebagai gerbang pemberian gelar. Simbol sistem dan status pernikahan yakni simbol atribut adat yang digunakan pada prosesi pemberian gelar. Simbol tersebut terdiri dari simbol Mupakat Kamar, Mupakat Pandia Paku Sakha dan Mupakat Balak sebagai pedoman prosesi pemberian gelar. Penelitian dilaksanakan di Desa Banjar Negeri Kecamatan Gunung Alip Kabupaten Tanggamus Lampung. Penelitian ini menggunakan studi Etnografi PR yang berfokus pada perilaku komunikasi Jakhu Suku sebagai PR Budaya. Penelitian bersifat kualitatif dengan paradigma konstruktivis. Teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara dengan melibatkan delapan informan perangkat adat. Hasil penelitian menemukan bahwa mupakat adat menjadi simbolisasi ritual pemberian gelar. Simbolisasi meliputi Mupakat Kamar, Mupakat Pandia Paku Sakha dan Mupakat Balak. Mupakat adat terjadi secara khas dan berulang sehingga membangun Pola Kerja Jakhu Suku pada prosesi mupakat adat pemberian gelar. Kata kunci: PR Budaya, Kearifan Lokal, Pola Mupakat Adat. ABSTRACTThis article focuses on the traditional mupakat rituals of giving title procession named juluk adok. These aspects are examined include the symbol on the system and the status of marriage as a gate of giving title. Symbols on the system is the custom attributes symbols used in giving title procession. The symbol consists of Mupakat Kamar symbols, Mupakat Pandia Paku Sakha, and Mupakat Balak as guidelines for giving title procession. The research was conducted in the village of Banjar Negeri in District Gunung Alip Tanggamus Lampung. This study used Ethnographic PR studies that focus on Jakhu Suku’s communication behavior as a Culture PR. The research is qualitative with the constructivist paradigm. The technique of collecting data through observation and interviews with eight informants of custom devices. The study found that traditional mupakat become a symbolization of giving title ritual. Symbolization includes Mupakat Kamar, Mupakat Pandia Paku Sakha, and Mupakat Balak. Traditional mupakat be typically and repeatedly so as to build a work pattern of Jakhu Suku in traditional mupakat of giving title procession. Keywords: Culture-PR, Local Wisdom, Traditional Mupakat Pattern.
JEJARING KOMUNIKASI DALAM PENYEBARAN INFORMASI OBAT HERBAL DI KALANGAN PENGGUNA Komala, Lukiati; Hafiar, Hanny; Subekti, Priyo
J-IKA Vol 3, No 1 (2016): Jurnal J-IKA
Publisher : J-IKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSementara ini banyak orang beranggapan bahwa penggunaan tanaman obat atau obat tradisional relatif lebih aman dibandingkan obat sintesis. Walaupun demikian bukan berarti tanaman obat atau obat tardisional tidak memiliki efek samping yang merugikan, bila penggunaannya kurang tepat. Agar penggunaannya optimal, perlu diketahui informasi yang memadai tentang kelebihan dan kelemahan serta kemungkinan penyalahgunaan obat tradisional dan tanaman obat. Dengan informasi yang cukup diharapkan masyarakat lebih cermat untuk memilih dan menggunakan suatu produk obat tradisional atau tumbuhan obat dalam upaya kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana jejaring komunikasi dalam penyebaran informasi mengenai obat herbal pada masyarakat pengguna obat obatan herbal. Metode Penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan data kualitatif yang dikumpulkan melalui penyebaran angket terbuka, observasi dan wawancara. Hasil dari penelitian ini antara lain: penyebaran informasi obat obatan herbal dalam jejaring komunikasi dalam komunitas pengguna obat obatan herbal, meliputi sumber yaitu keluarga, saudara, kerabat yang dikenal, teman, dan penjual jamu. Adapun pihak komunikasnnya meliputi: keluarga, saudara, teman, tetangga dan pembeli. Sedangkan usulan yang dapat disarankan adalah pemerintah sebagai pihak pengatur regulasi dan pelaksana kebijakan sebaiknya menambah media-media komuniasi guna penyebaran informasi yang tepat mengenai jamu, melalui pembuatan media-media yang disesuaikan dengan keterjangkauan masyarakat yang mengkonsumsi jamu di Indonesia, agar masyarakat dengan mudah dapat memperoleh pencerahan informasi, sehingga pemanfaatan jamu yang bersifat “katanya” dapat secara bertahap dikurangi untuk menghindari kesalahan informasi. Kata kunci: jejaring, komunikasi, obat herbal, tanaman obat.ABSTARCTMany people believe that herbal medicines or traditional medicines are relatively safer than synthetic medicine. But then, if it is not consumed properly, it is not safe to say that herbal or traditional medicines have no harmful side effects. To make sure an optimal consumption, adequate information on the benefit and disadvantage of herbal or traditional medicine is required to prevent the misuse of it. With adequate information, it is hoped that people would be more mindful in consuming the traditional or herbal medicine. The purpose of this research is to understand herbal medicine consumer communication network in information dissemination. Method of research applied is descriptive with qualitative data through open survey questionnaire, observation, and interviews. The findings of this research shows that information dissemination of herbal medicines sources includes: family, relatives, friends, and “jamu” sellers. While the communicator includes: family, relatives, friends, neighbours, and buyer. The suggestion coming from this research are: government as a regulatory and policymaking institution should increase the number of communication media for information dissemination on “jamu”. The communication media should be able to reach consumer of “jamu”, so that the public would receive information easily on the consumption, which gradually will reduce the misuse of “jamu” for the consumer. Keywords: network, communication, herbal medicine, medicinal plant
Tahapan Kampanye “This Album is Gold” oleh Band Indie Elephant Kind Effendy, Tiara Putri; Bakti, Iriana; Hafiar, Hanny
J-IKA Vol 5, No 1 (2018): JURNAL J-IKA
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tahapan kampanye “This Album is Gold” yang dilakukan oleh Band Indie Elephant Kind. Metode Penelitan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif menggunakan paradigma positivisme. Konsep yang digunakan dalam kampanye ini adalah model kampanye The Five Functional Stages Development Model yang dikemukakan oleh tim peneliti dari Yale University Terdapat 5 lima tahap dalam model ini, yaitu identifikasi, legitimasi, partisipasi, penetrasi, dan distribusi. Hasil dari penelitian ini adalah, identitas yang digunakan dalam kampanye ini adalah warna emas dan logo yang digunakan adalah logo City J. Elephant Kind mendapatkan legitimasi dari Detikhot.com sebagai Top Album 2016. Masyarakat terlibat dalam kampanye ini dengan membeli CD mereka, datang ke konser mereka, memberikan karya seni, mengunggah foto dan video dengan tagar #thisalbumisgold, dan memberikan apresiasi secara langsung. Penetrasi yang didapatkan berupa simpati yaitu apresiasi secara langsung dan masyarakat turut bernyanyi dalam konser, juga mendapatkan tempat di hati masyarakat dilihat dari masyarakat mau membeli konser Elephant Kind juga mengundang Elephant Kind dalam acara. Tahap terakhir yaitu tahap distribusi merupakan tahap yang belum berhasil dalam kampanye ini. Elephant Kind masih belum bisa menjual CD Fisiknya dalam jumlah yang diinginkan. Saran yang diberikan untuk Elephant Kind adalah sebaiknya mereka menambah media untuk promosi, menambah jaringan distribusi, dan menambah tim khusus untuk melakukan distribusi CD Fisik.
Co-Authors Aat Ruchiat Nugraha, Aat Ruchiat Afriesta, Arien Aina Maryama Isnaini Aisyah, Novrisa Nu Akbar, Thoriq Nul Amalia Ayuni Hakim Amalia, Sherly Anisa L.K., Anisa Annisa Yutha Anwar Sani, Anwar Ari Agung Prastowo, Ari Agung Aries Buana, Aries Ashari, Muhammad Syahwal Barezki, Fisti Eliana Barlian, Tria Dara Bella, arkita Vierza Budiana, Heru Riyanto Budiana, Heru Riyanto Budiana, Heru Riyanto Budiana, Heru Riyanto Centurion Chandratama Priyatna, Centurion Chandratama Chendy Priyatna, Centurion Dadang Sugiana Dasrun Hidayat Desilvani, Dwi Detta Rahmawan, Detta Diana Hardiny, Diana Effendy, Tiara Putri Efrin Umma Nassaluka, Efrin Umma Elvinaro Ardianto Engkus Kuswarno Erdinaya, Lukita Komala Esther, Allegra Gabriella Evi Novianti Fajar Syuderajat, Fajar Fatma S, Diah Feliza Zubair Firda Firdaus Abdi, Firda Firdaus FX Ari Agung P FX. Ari Agung Prastowo, FX. Ari Agung Hajati, Rizky Pratama Hakim, Aji Zul Hanna Herfina, Hanna Hermawan, Fajar Heru Ryanto Budiana Iriana Bakti Jimi N Mahameruaji, Jimi N Jimi Narotama Mahameruaji, Jimi Narotama Khairunnisa, Silka Khalish, Isni Raihan Kokom Komariah Komang Gde Adikresna D, Komang Gde Levana, Azka Putri Lilis Puspitasari Lukiati Komala MAHAMERUAJI, JIMI N. Mariezka, Filza Intan Marvian, Ananda Maudia, Fasya Nindi Aristi Nur Ihsan, Mega Farras i Nurcahya, Hilma Rizky Nuryah Asri Sjafirah, Nuryah Asri Oji Kurniadi Pakaradena, Andika Pramesti, Jelita Prastowo, FX Ari Agung Prastowo, FX Ari Agung Pratama, Abisha Akmal Priyatna, Centurion C Priyatna, Centurion C. Priyo Subekti Putri, Jessica Wandita Rahmayanty, Nindya Rahmi, Fathiya Nur ramadhan, muhammad Al fata Rangga Saptya Mohamad Permana, Rangga Saptya Mohamad Retasari Dewi, Retasari Ridwan Setiawan Daradjat, dkk, Ridwan Setiawan Romadhoni, Alfian Ruchiat, Aat Rully Khairul Anwar, Rully Khairul Rusmulyadi, Rusmulyadi Rusmulyadi, Rusmulyadi Safitri, Baiq Vira Sarah Nurtyasrini, Sarah Seftia Rahmaning Tyas, Seftia Rahmaning Sjuchro, Dian Wardiana Sri Seti Indriani, Sri Seti Susie Perbawasari Syauqy Lukman Trie Damayanti UP, Syefira Ichsan Wahyu Pratama, Rizqi Yanti Setianti Yonita, Lingga Yurita, Ayu Puspa Yustikasari, Yustikasari