Articles

Media Sosial Sebagai Strategi Komunikasi Corporate Communication PT. XL AXIALTA, Tbk. Central Region Bandung Isnaini, Aina Maryama; Hafiar, Hanny; Komariah, Kokom
Student e-Journal Vol 1, No 1 (2012): Wisuda Agustus 2012
Publisher : Student e-Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Aina Maryama Isnaini 210110080330. Majoring Public Relations Of Communication Science Faculty of Padjadjaran University. The research entitled “The Utilization   of   Social   Media   Twitter   as   Communication   Strategy   in Corporate Communication  PT.  XL  Axiata,  Tbk.  Central  Region”  This  research was under the tutor of Dr. Hj.   Hanny Hafiar, M.Si.. as the firt mentor and Kokom Komariah, Dra., M.Si. as the second mentor .The research was aimed to understand about the reason, the process and the impact by utilizing of Social Media Twitter as Communication Strategy in Corporate Communication PT. XL Axiata, Tbk. Central Region. The method used in this  research  was  the  descriptive  method  with  a  qualitative  data  by  positivism perspective. Data collection method used was deep interviews, observation and bibliography.The result of this research indicates that, Corporate Communication PT. XL Axiata, Tbk. Central Region utilizing a Twitter as one of communication strategy activity with their public,because nowadays the reality of technological communication and  information  was  growing.  Process  utilization  of  Twitter  as  a  communication strategy through the stages of Fact finding, implementation, and evaluating. The impact of the utilization of Twitter as a communication strategy is a positive public response, brand Awareness,  and  a positive corporate image  to the public.The  conclusions  of this  research  was  the  used  of  social  media  Twitter  by Corporate Communications Central  Region  that  has  been  implemented,  it  was seen from the utilization of a Central Region Corporate Communications made through this stages, such as : fact finding,  planning,  implementation,  and  evaluation   conducted   by   properly   and routinely.  The  selection  of  Twitter  as  a social   media   communications   strategy Corporate  Communications  Central Region also appropriate, in accordance with the focus of this XL is "Be Number One in Data", so the selection of social media Twitter are appropriate to make XL as the telecommunications services company focused on serving the data.       Keyword: Social Media, Communication, Corporate  
CACAT DAN PRESTASI MELALUI PENGALAMAN KOMUNIKASI ATLET PENYANDANG CACAT Hafiar, Hanny
Indonesian Journal of Dialectics Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Program Pascasarjana Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

The objectives of this dissertation entitled Disabilities and Achievement through the Communication Experiences of Disabled Athletes were to understand the meaning of disabilities, the status as excelled athletes, and the communication experience from the perspective of those excelled disabled athletes. The interpretation also derived from the meaning construction process which involved the interaction between those athletes and the surrounding neighborhood.             This research used qualitative approach with the constructivism paradigm and phenomenological form of study. The subjects were excelled athletes with disabilities which were purposively selected. Data were collected through in depth interviews, participative observations, and literature studies.            The results of this research revealed that the interpretation about disabilities which was acquired by excelled disabled athletes was developed by their awareness, emotions and treatments they received. These factors were then constructed as a set of experience. The set led them to find their own terms which became their particular preferences. Meanwhile, the meaning of their status as excelled athletes was developed through some motives, efforts, follow up actions and interactions with some people who were regarded to have significant roles in their achievement, and also treatments they received after they became so-called excelled athletes with disabilities.            Excelled athletes with disabilities interpreted their unique condition from the perspective of terminology, characteristics, effects, advantages, and positive consequences they have from the disabilities. The status itself was regarded as a social identity which distinguished them from the other disabled people. It brought them became individuals who gained more respects and regarded as people with a better quality of life which could be taken as significant raw models. Furthermore, the communication experiences between the athletes and their neighborhood were influenced by their positive and negative experience while communicating each other, and were also resulted from the interactions with relatives, institutions, and people within the society where they mostly live.
Geliat Komik Indonesia Hafiar, Hanny; Kurniadi, Oji
Mediator Vol 9, No 2 (2008): Dari “Starbucks’ hingga Pembebasan Biaya Kesehatan Dasar
Publisher : FIkom Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The expectation to send the victory of Indonesian comics as well as in 1960 is getting wider. The rising of Indonesian youth comic maker through the big or Indy publishing house is one of the indications. But the expectation would be blown by a lot of problems. The problems are the quality of drawing and story line from young comic maker that still adopts Japanese style, the existence of porn illegal comics decreases attention of reader to read local comics, suboptimal controlling of government to illegal publishing and the pride less of our society to their own products. Teamwork from a lot of element with each portion is a must to handle the problems, so we can hope that foreign comic which is some time inappropriate with our culture not dominate Indonesian comics industry anymore.
Konservasi Kesenian Karinding oleh Komunitas Karinding Attack (Karat) dalam Upaya Pelestarian Budaya Seni Sunda Hakim, Amalia Ayuni; Ardianto, Elvinaro; Hafiar, Hanny
Student e-Journal Vol 1, No 1 (2012): Wisuda Agustus 2012
Publisher : Student e-Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimanakah konservasi kesenian karinding oleh komunitas Karinding Attack (Karat) dalam upaya pelestarian budaya seni sunda. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus eksploratif. Data penelitian diambil dari wawancara mendalam, observasi partisipan, pengamatan yang terjadi di lapangan, studi pustaka dan dokumentasi. Sampel dari penelitian ini adalah seluruh anggota Karinding Attack atau yang bisa kita sebut saja sebagai Karat dan seorang pemimpin kesenian karinding di Parakan Muncang dengan menggunakan teknik purposive sampling (pengambilan sample sumber data dengan pertimbangan tertentu). Hasil penelitian menunjukan pemahaman para anggota Karat mengenai karinding merupakan pemaknaan dari sebuah filosofi karinding yang berasal dari Parakan Muncang, yakni filosofi Yakin, Sabar, dan Sadar. Terdapat dua motif para anggota Karat bergabung dalam Karinding Attack, yang pertama memiliki kesamaan pendapat akan keunikan dan keanehan karinding tapi mempunyai makna yang bisa berguna untuk perkembangan musik di Indonesia terutama yang berasal dari musik daerah juga berguna untuk bekal menjalani kehidupan di masyarakat luas. Selain itu motif kedua yang ditemukan karena timbulnya keinginan untuk memperkenalkan kembali karinding dan mengembangkan karinding agar tidak dinyatakan hilang kembali karena termakan zaman dan kalah saing dengan alat musik modern lainnya. Terdapat lima pola perilaku komunikasi anggota komunitas Karat di lingkungan pada tahap persiapan pertunjukan, saat pertunjukan dan setelah pertunjukan Kesimpulan dari penelitian ini yaitu adanya upaya yang dilakukan oleh komunitas Karat untuk melestarikan karinding sebagai kesenian sunda dan penyampaian pesan kepada masyarakat luas bahwa karinding perlu dipertahankan dan dilestarikan dengan membuat sebuah karya baru agar karinding bisa bertahan lama dan semakin berkembang. Saran peneliti mengenai penelitian ini sebaiknya Karat lebih memperdalam lagi mengenai sejarah dan pemahaman karinding dan bisa di dokumentasikan agar bisa dijadikan alat musik nasional dan sosialisasi mengenai karinding lebih dikonsepkan menarik dan bersifat untuk khalayak luas.   Kata Kunci      :  pelestarian budaya sunda, preservasi, budaya sunda
Geliat Komik Indonesia Hafiar, Hanny; Kurniadi, Oji
MediaTor (Jurnal Komunikasi) 2008 - Volume 9, No 2 (Terakreditasi Dikti)
Publisher : FIkom Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The expectation to send the victory of Indo
KAMPANYE KOMUNIKASI KESEHATAN MELALUI MODEL MULTI STEP FLOW COMMUNICATION DALAM MENEKAN ANGKA PERNIKAHAN USIA DINI PADA MASYARAKAT URBAN DI KABUPATEN BANDUNG Subekti, Priyo; Hafiar, Hanny; Damayanti, Trie; Agung P, FX Ari
Sosiohumaniora Vol 16, No 3 (2014): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2014
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v16i3.5766

Abstract

Kasus pernikahan usia dini banyak terjadi di berbagai penjuru dunia dengan berbagai latar belakang.Telah menjadi perhatian komunitas internasional mengingat risiko yang timbul akibat pernikahan yang dipaksakan,hubungan seksual pada usia dini, kehamilan pada usia muda, kehamilan bermasalah, persalinan yang mengalamikesulitan, bayi yang terlahir tidak normal dll. Kemiskinan bukanlah satu-satunya factor penting yang berperandalam pernikahan usia dini.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengandata kualitatif.Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Bagaimana Karakteristik demografi pelaku pernikahan usiadini pada masyarakat urban. 2) Apa faktor-faktor penyebab masyarakat urban melakukan pernikahan dini. 3)Bagaimana gambaran personal determinans pelaku pernikahan usia dini. 4) Bagaimana gambaran tanggapanpelaku pernikahan usia dini terhadap ILM pernikahan dini. 5) Bagaimana gambaran peranan keluarga terhadappelaku pernikahan dini.Hasil dari penelitian ini: 1) a) Pendidikan SMP dan SMA b) Menikah di Usia 15-20tahun c)Ekonomi menengah ke bawah, 2. Faktor-faktor penyebab masyarakat urban melakukan pernikahan dini:Dorongan dari orang tua, Alasan agama, tidak ingin melanggar syariat agama, Keyakinan yang tinggi bahwadengan menikah di usia dini mampu menyejahterakan keluarga (pendidikan anak), Tingkat pengetahuan yangrendah yang menyebabkan ketidaktahuan akan resiko menikah di usia dini, Lingkungan social yang mendoronguntuk segera menikah; 3. Pelaku pernikahan usia muda cenderung belum dewasa secara psikologis disebabkanusia masih berada dalam ranah remaja awal, Pengambilan keputusan penting dalam hidup lebih dipengaruhi olehafeksi; 4, Untuk mengetahui bagaimana gambaran tanggapan pelakupernikahan usia dini terhadap ILM pernikahandini, Kuantitas terpaan rendah.
Hubungan Kegiatan Workshop Design Thinking Dengan Sikap Peserta Terhadap Kewirausahaan Amalia, Sherly; Hafiar, Hanny; Budiana, Heru Riyanto
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 8 No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.36 KB) | DOI: 10.24246/j.js.2018.v8.i2.p210-218

Abstract

The workshop was organized by West Java’s Industry and Trade Service (Disperindag) in collaboration with Universitas Padjadjaran with purpose to produce new entrepreneurs. This research aims to discover the extent of the correlation between the workshop and the participants attitude toward entrepreneurship. Theory used in this research is ELM Theory by Richard E. Petty and John T. Cacioppo. This study uses quantitative method. Researcher used Random Sampling, in the population of the participants from the Batch 27 and 28, resulting 65 samples. Based on the recapitulation of the result of correlation and discussion, the result of this research showed that there was a significant correlation between the perception of workshop and the participants attitude toward entrepreneurship. The result indicates that the programs of this workshop significantly affected participant’s will to start becoming entrepreneurs.
KAMPANYE KOMUNIKASI KESEHATAN MELALUI MODEL MULTI STEP FLOW COMMUNICATION DALAM MENEKAN ANGKA PERNIKAHAN USIA DINI PADA MASYARAKAT URBAN DI KABUPATEN BANDUNG Subekti, Priyo; Hafiar, Hanny; Damayanti, Trie; Agung P, FX Ari
Sosiohumaniora Vol 16, No 3 (2014): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2014
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v16i3.5766

Abstract

Kasus pernikahan usia dini banyak terjadi di berbagai penjuru dunia dengan berbagai latar belakang.Telah menjadi perhatian komunitas internasional mengingat risiko yang timbul akibat pernikahan yang dipaksakan,hubungan seksual pada usia dini, kehamilan pada usia muda, kehamilan bermasalah, persalinan yang mengalamikesulitan, bayi yang terlahir tidak normal dll. Kemiskinan bukanlah satu-satunya factor penting yang berperandalam pernikahan usia dini.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengandata kualitatif.Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Bagaimana Karakteristik demografi pelaku pernikahan usiadini pada masyarakat urban. 2) Apa faktor-faktor penyebab masyarakat urban melakukan pernikahan dini. 3)Bagaimana gambaran personal determinans pelaku pernikahan usia dini. 4) Bagaimana gambaran tanggapanpelaku pernikahan usia dini terhadap ILM pernikahan dini. 5) Bagaimana gambaran peranan keluarga terhadappelaku pernikahan dini.Hasil dari penelitian ini: 1) a) Pendidikan SMP dan SMA b) Menikah di Usia 15-20tahun c)Ekonomi menengah ke bawah, 2. Faktor-faktor penyebab masyarakat urban melakukan pernikahan dini:Dorongan dari orang tua, Alasan agama, tidak ingin melanggar syariat agama, Keyakinan yang tinggi bahwadengan menikah di usia dini mampu menyejahterakan keluarga (pendidikan anak), Tingkat pengetahuan yangrendah yang menyebabkan ketidaktahuan akan resiko menikah di usia dini, Lingkungan social yang mendoronguntuk segera menikah; 3. Pelaku pernikahan usia muda cenderung belum dewasa secara psikologis disebabkanusia masih berada dalam ranah remaja awal, Pengambilan keputusan penting dalam hidup lebih dipengaruhi olehafeksi; 4, Untuk mengetahui bagaimana gambaran tanggapan pelakupernikahan usia dini terhadap ILM pernikahandini, Kuantitas terpaan rendah.
Analisis Beban Kerja Tenaga Pendidik dan Kependidikan di Fakultas Y Universitas X Aristi, Nindi; Hafiar, Hanny
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (689.749 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v2i1.6050

Abstract

Peneliti melakukan penelitian tentang analisis beban kerja tenaga kependidikan di Fakultas Y Universitas X. Fokus penelitiannya adalah beban kerja berdasarkan analisis pekerjaan dan beban kerja berdasarkan kinerja pegawai. Penelitian yang menggunakan metode deskriptif kuantitatif (generic quantitative inquiry) yang memberikan gambaran atas beban kerja yang diemban oleh tenaga kependidikan di Fakultas Y Universitas X. Sampel penelitian mengambil keseluruhan jumlah tenaga kependidikan dengan teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner tertutup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tenaga kependidikan di Fakultas Y Universitas X telah melakukan tugas dan tanggung jawab yang sesuai dengan beban kerjanya.
LITERASI INFORMASI MEDIA: Studi Kasus Manfaat Media Massa Terhadap Difusi Inovasi Pertanian di Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya Hafiar, Hanny; Puspitasari, Lilis; Anwar, Rully Khairul
Edulib Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Edulib

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.878 KB)

Abstract

AbstractConseling is an advanced  activity of information dispersion aims to change the society’s attitude and behavior so as to accept and apply new ideas that have been presented. Changes in attitudes and behaviors of farmers in adopting innovation delivered is expected to improve the farmers’ ability so that the quality and quantity of production increase, which in turn help to improve their living standards. In addition, an innovation can be accepted by the society through several stages: awareness, interest, evaluation, trial, and adoption.Keywords: mass media, innovation diffusion, counselingAbstrakPenyuluhan merupakan kegiatan lanjutan dari penyebaran informasi bertujuan untuk mengubah sikap dan perilaku masyarakat agar menerima dan menerapkan ide-ide baru yang telah disajikan. Perubahan sikap dan perilaku petani dalam mengadopsi inovasi yang disampaikan diharapkan dapat meningkatkan kemampuan petani sehingga kualitas dan kuantitas peningkatan produksi, yang pada gilirannya membantu untuk meningkatkan standar hidup mereka. Selain itu, inovasi dapat diterima oleh masyarakat melalui beberapa tahap: kesadaran, minat, evaluasi, percobaan, dan adopsi.Kata kunci: media massa, difusi inovasi, konseling
Co-Authors Aat Ruchiat Nugraha, Aat Ruchiat Afriesta, Arien Aina Maryama Isnaini Aisyah, Novrisa Nu Akbar, Thoriq Nul Amalia Ayuni Hakim Amalia, Sherly Anisa L.K., Anisa Anwar Sani, Anwar Ari Agung Prastowo, Ari Agung Aries Buana, Aries Ashari, Muhammad Syahwal Barezki, Fisti Eliana Barlian, Tria Dara Bella, arkita Vierza Budiana, Heru Riyanto Budiana, Heru Riyanto Budiana, Heru Riyanto Centurion Chandratama Priyatna, Centurion Chandratama Chendy Priyatna, Centurion Dadang Sugiana Dasrun Hidayat Desilvani, Dwi Detta Rahmawan, Detta Diana Hardiny, Diana Effendy, Tiara Putri Efrin Umma Nassaluka, Efrin Umma Elvinaro Ardianto Engkus Kuswarno Erdinaya, Lukita Komala Esther, Allegra Gabriella Evi Novianti Fajar Syuderajat, Fajar Fatma S, Diah Feliza Zubair Firda Firdaus Abdi, Firda Firdaus FX Ari Agung P FX. Ari Agung Prastowo, FX. Ari Agung Hajati, Rizky Pratama Hakim, Aji Zul Hanna Herfina, Hanna Hermawan, Fajar Heru Ryanto Budiana Iriana Bakti Jimi N Mahameruaji, Jimi N Jimi Narotama Mahameruaji, Jimi Narotama Khairunnisa, Silka Khalish, Isni Raihan Kokom Komariah Komang Gde Adikresna D, Komang Gde Levana, Azka Putri Lilis Puspitasari Lukiati Komala Mariezka, Filza Intan Marvian, Ananda Maudia, Fasya Nindi Aristi Nur Ihsan, Mega Farras i Nurcahya, Hilma Rizky Oji Kurniadi Pakaradena, Andika Pramesti, Jelita Prastowo, FX Ari Agung Pratama, Abisha Akmal Priyatna, Centurion C Priyo Subekti Putri, Jessica Wandita Rahmayanty, Nindya Rahmi, Fathiya Nur ramadhan, muhammad Al fata Rangga Saptya Mohamad Permana, Rangga Saptya Mohamad Retasari Dewi, Retasari Ridwan Setiawan Daradjat, dkk, Ridwan Setiawan Romadhoni, Alfian Ruchiat, Aat Rully Khairul Anwar, Rully Khairul Rusmulyadi, Rusmulyadi Sarah Nurtyasrini, Sarah Seftia Rahmaning Tyas, Seftia Rahmaning Sjuchro, Dian Wardiana Sri Seti Indriani, Sri Seti Susie Perbawasari Syauqy Lukman Trie Damayanti UP, Syefira Ichsan Wahyu Pratama, Rizqi Yanti Setianti Yonita, Lingga Yurita, Ayu Puspa Yustikasari, Yustikasari