Nurwati Hadjib
Forest Products Research and Development Center

Published : 29 Documents
Articles

Found 29 Documents
Search

SIFAT BALOK KOMPOSIT KOMBINASI BAMBU DAN KAYU Abdurachman, Abdurachman; Hadjib, Nurwati; Jasni, Jasni; Balfas, Jamal
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 2 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.986 KB) | DOI: 10.20886/jphh.2015.33.2.115-124

Abstract

Balok komposit yang terbuat dari kombinasi bambu dan kayu adalah sebuah produk yang memungkinkan untuk dikembangkan. Pada umumnya, produk komposit dari kayu solid memenuhi persyaratan untuk kostruksi, namun sifat balok komposit kombinasi bambu dan kayu belum dipelajari secara intensif. Tulisan ini mempelajari sifat-sifat balok komposit kombinasi dari tiga jenis bambu: andong, petung dan ori dengan kayu jabon menggunakan perekat isosianat dan ekstrak kayu merbau. Untuk meningkatkan keawetan balok komposit bambu dan kayu jabon diawetkan menggunakan larutan asam borik dan borak pada konsentrasi 7%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sifat fisik dan mekanik balok komposit bambu dan kayu jabon yang direkat dengan perekat isosianat lebih baik dari balok komposit tanpa kayu jabon. Kerapatan balok komposit terbaik ialah 0,64 g/cm3 pada kadar air 9,7%. Modulus elastisitas (MOE) 78.168 kg/cm2, Modulus patah (MOR) 384 kg/cm2 dan tekan sejajar garis rekat 378 kg/cm2.
THE POSSIBILITY OF USING TIMBER FROM PLANTATION FOREST TREATED WITH PLASTIC AND CCB FOR MARINE CONSTRUCTION Muslich, Mohammad; Hadjib, Nurwati
Indonesian Journal of Forestry Research Vol 5, No 1 (2008): Journal of Forestry Research
Publisher : Secretariat of Forestry Research and Development Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.04 KB)

Abstract

Recently, timber  estate or plantation forest plays an important role on wooden based industries.  However, the  plantation timber  quality is relatively low.  Some treatments  have been developed to improve  its low quality, such as preservation with CCB (Chromate Copper Boron) and impregnation with plastic compounds. This study is to compare the durability of timber treated with  plastic and CCB,  non-treated from plantation forest timber  as well  as from natural  forest. The plantation timber  studied were  jeungjing  (Paraserianthes falcataria), damar  (Agathis sp.), pinus  (Pinus merkusii), and rubberwood (Hevea brasilliensis). Non-treated timbers that usually used for marine construction were ulin (Eusideroxylon zwageri), jati/teak  (Tectona grandis), laban (Vitex pubescens) and merbau  (Instia bijuga). After  6 and 12 months,  the results showed that CCB  preserved  timber  were  more durable  than plastic  impregnated timber  and non- treated timber. Wood samples were mostly attacked by marine borer organisms from the family of  Pholadidae  and Teredinidae. The experiment results revealed the possibility of using those plantation forest timber species for marine construction purposes.
PENGARUH SUSUNAN LAMINA KAYU KARET TUA TERHADAP SIFAT KEKUATAN BALOK SILANG-I LAMINASI Roliadi, Han; Hadjib, Nurwati
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 28, No 2 (2010): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2010.28.2.130-145

Abstract

Perakitan balok silang-I laminasi dilakukan menggunakan kayu karet tua (Hevea brasiliensis) asal pohon karet yang sudah tidak produktif lagi menghasilkan getah lateks (umur sekitar 25-30 tahun). Mula-mula, dolok kayu karet (diameter sekitar 10-25 cm) terlebih dulu dibentuk menjadi lamian (bilah- bilah) melalui penggergajian. Rendemen bilah tersebut (36-39%) masih lebih rendah dari pada rendemen yang umum dari kayu berdiameter besar. Bilah yang dihasilkan dirakit menjadi balok silang-I menggunakan perekat fenol-resorsinol-formaldehida pada suhu kamar. Hasil perakitan menunjukkan kekuatan balok silang-I laminasi dengan profil rekatan horisontal antar lamina dibagian tubuh atau badan (keteguhan lengkung pada batas proporsi = 132.97 kg/cm2, MOR = 184.13 kg/cm2, MOE = 54425.196 kg/cm2, dan keteguhan geser horisontal = 2.9397 kg/cm2) lebih rendah dari pada sifat balok kayu karet utuh berdimensi kecil bebas cacat, tetapi lebih tinggi dari pada balok silang-I laminasi dengan profil rekatan vertikal dan produk balok laminasi (glulam) juga dari kayu karet tua dengan profil rekatan horisontal antar lamina. Di samping itu terdapat korelasi nyata negatif antara sudut jari-jari kayu - bidang rekatan dengan sifat mekanis/ kekuatan balok silang-I laminasi. Ini mengindikasikan prospek positif pembuatan balok silang-I laminasi laminasi dari kayu karet tua dengan profil rekatan vertikal tersebut untuk tujuan konstruksi, karena dapat lebih menghemat pemakaian bahan baku.
KARAKTERISTIK FISIS DAN MEKANIS GLULAM JATI, MANGIUM DAN TREMBESI Hadjib, Nurwati; Abdurachman, Abdurachman; Basri, Efrida
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 2 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Litbang Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.502 KB)

Abstract

SIFAT PAPAN PARTIKEL DARI KAYU KULIT MANIS (Cinnamomum burmanii BL) Abdurachman, Abdurachman; Hadjib, Nurwati
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 29, No 2 (2011): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2011.29.2.128-141

Abstract

Kayu kulit manis (Cinnamomum burmannii BL) merupakan salah satu komoditas potensial untuk dikembangkan. Kulit kayunya memiliki bau yang khas, banyak digunakan untuk berbagai keperluan, seperti penyedap rasa makanan atau kue. Bagian batang kulit manis tersebut berupa kayu belum dimanfaatkan optimal selain untuk kayu bakar. Pada proses pengolahan dolok kulit manis menjadi kayu gergajian dihasilkan limbah berupa serbuk dan slab yang dapat dijadikan serpih sebagai bahan baku pembuatan papan partikel. Penelitian untuk mengetahui sifat papan partikel yang dibuat dari limbah tersebut dilakukan dengan cara; partikel kulit manis baik dalam bentuk serbuk gergaji atau serpih, masing-masing dikeringkan dalam oven pada suhu 70 - 90 C sampai mencapai kadar air sekitar 5%, kemudian dicampur dengan serbuk gergaji (sebagai partikel halus) atau terdiri hanya dari partikel saja atau serpih (sebagai partikel kasar), lalu dicetak menjadi lembaran papan partikel menggunakan perekat urea formaldehida (UF), dikempa panas selama 10 menit pada suhu 140 C dengan tekanan 25 kg/cm2. Papan partikel yang dibuat berukuran 30 cm x 30 cmx 1,5 cm dengan kerapatan target masing-masing 0,6, 0,7 dan 0,8 g/cm3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air, kerapatan, pengembangan tebal, keteguhan lentur, keteguhan rekat internal dan kuat memegang sekrup papan partikel yang dihasilkan sudah memenuhi persyaratan Standar Nasional Indonesia, kecuali untuk kerapatan 0,6 g/cm3dan 0,7 g/cm3yang dibuat dari campuran serpih dan serbuk gergaji.
SIFAT BALOK KOMPOSIT KOMBINASI BAMBU DAN KAYU Abdurachman, Abdurachman; Hadjib, Nurwati; Jasni, Jasni; Balfas, Jamal
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 2 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Litbang Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.986 KB)

Abstract

PENINGKATAN PEMANFAATAN JATI PLUS PERHUTANI (JPP) UNTUK KAYU LAMINA Muslich, Mohammad; Hadjib, Nurwati
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 28, No 3 (2010): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2010.28.3.263-277

Abstract

Jati plus perhutani (JPP) adalah jati (Tectona grandis) yang dikembangkan dengan menggunakan kultur jaringan. Informasi mengenai kualitas kayu jati cepat tumbuh tersebut belum banyak diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki sifat inferior agar pemanfaatannya optimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa JPP umur sembilan tahun termasuk kriteria kayu bulat kecil (KBK, A.1.), rentan terhadap rayap kayu kering (Cryptotermes cynocephalus) dan rayap tanah (Coptotermes curvignathus). Kayu tersebut setelah diawetkan, kelas awetnya meningkat. Untuk meningkatkan nilai tambah dan manfaatnya, kayu tersebut dibentuk menjadi balok lamina dengan dan tanpa sambungan bentuk jari kemudian dirakit menjadi balok lamina menggunakan perekat campuran fenol-resorsinol- formaldehida dan urea formaldehida. Hasil penelitian menunjukkan adanya sambungan dan pengawetan dengan boraks tidak berpengaruh terhadap modulus elastisitas balok tersebut kecuali pada uji tekan sejajar lamina.
BASIC PROPERTIES IN RELATION TO DRYING PROPERTIES OF THREE WOOD SPECIES FROM INDONESIA Basri, Efrida; Hadjib, Nurwati; Saefudin, Saefudin
Indonesian Journal of Forestry Research Vol 2, No 1 (2005): Journal of Forestry Research
Publisher : Secretariat of Forestry Research and Development Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1081.8 KB) | DOI: 10.20886/ijfr.2005.2.1.49-56

Abstract

The objectives of this study were to investigate basic and drying properties of three wood species from Indonesia, i.e. kuda (Lannea coromandelica Merr.), waru (Hibiscus tiliaceus L. and mindi besar (Melia dubia Cav.). The basic properties include density, shrinkages, modulus of rupture (MOR), compression parallel to grain (C//), wood strength and anatomical structures. Meanwhile, the drying properties included drying time and drying defects. The initial-final temperature and humidity for each species was based on defects that resulted from high temperature drying trial.The results showed that the drying properties were significantly affected by wood anatomical structure. The initial-final drybulb temperature and wetbulb depression   for kuda wood are 50 -70ºC and 3-30ºC respectively, while the corresponding figures for waru wood are 65-80ºC and 6-30ºC, and for mindi besar wood are 55-80ºC and 4-30ºC. These drying schedules, however, still need further trial prior to their implementation in the factory-scale operation. All wood species studied have density and considerable strength recommended in their use for light medium construction purposes. Mindi besar wood has decorative appearance so it is suitable for furniture.
PHYSICAL AND MECHANICAL PROPERTIES OF THREE POLYSTYRENE IMPREGNATED INDONESIAN WOOD SPECIES Hadjib, Nurwati
Indonesian Journal of Forestry Research Vol 2, No 2 (2005): Journal of Forestry Research
Publisher : Secretariat of Forestry Research and Development Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/ijfr.2005.2.2.75-88

Abstract

The disadvantage of  fast-growing species is  that they have inferior physical and mechanical properties. Polystyrene impregnation can be applied to improve physical and mechanical properties. Wood samples, which were dried  until 10% moisture content were put into impregnating tank and vacuum pressured  at 20-mm Hg  for  two hours. During  the gradual release of  vacuum, styrene monomers,  vinyl acetate  monomers  and  terburyl-peroxide catalyst was streamed  into  the tank. Afterwards, the pressure inside the tank was allowed to decrease to 500 mm Hg and kept for 60 minutes. Wood samples which had been impregnated were subsequently immersed in water, then wrapped in aluminum foils and put in the oven for 24 hours at 60°C. The samples were then tested for the polymer loading and their physical and mechanical properties. The results showed that the polymer loadings in wood plastics with the species  of origin (i.e. consecutively sengon, pine and rubber wood) were 118%, 72% and 44%, respectively. Impregnation with polystyrene  (copolymer of styrene and vinyl acetate monomers) could improve the physical and mechanical properties of wood plastics, i.e.  specific gravity, moisture content, water absorption,  shrinkage/ swelling, compression parallelto the wood grain, MOR and MOE. Greater  use of vinyl acetate decreased physical and mechanical properties.
SIFAT FISIK DAN MEKANIK PAPAN LAMINA CAMPURAN KAYU MANGIUM DAN SENGON Abdurachman, Abdurachman; Hadjib, Nurwati
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 27, No 3 (2009): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1979.844 KB) | DOI: 10.20886/jphh.2009.27.3.191 - 200

Abstract

Pasokan kayu dewasa ini umumnya berkualitas rendah dan berukuran kecil. Hal ini menyulitkan dalam penggunaan kayu berukuran besar seperti pada struktur gelagar, pintu dan lain sebagainya. Aplikasi teknologi laminasi bisa digunakan dalam mengatasi masalah tersebut. Dalam penelitian ini dilakukan pengujian sifat fisik dan mekanik terhadap kayu lamina yang terbuat dari bilah kayu mangium dan sengon. Pengujian ini dimaksudkan mengevaluasi kemungkinan penggunaannya sebagai bahan baku kayu pertukangan dan kayu konstruksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan nilai kerapatan, MOE dan MOR kayu lamina campuran mangium dan sengon dengan susunan 6 lapis bentuk B1 mencapai nilai paling tinggi dibandingkan dengan bentuk lainnya yaitu berturut-turut 0,48 gram/cm3, 91.894 kg/cm2   dan 441 kg/cm2. Karakteristik ini memenuhi standar Jepang untuk penggunaan kayu lamina struktural dan dapat digunakan sebagai kayu pertukangan dan konstruksi ringan.