Mochammad Arbi Hadiyat
Universitas Surabaya

Published : 8 Documents
Articles

Found 8 Documents
Search

PERBANDINGAN ANTARA METODE ARIMA BOX-JENKINS DAN NEURAL NETWORKS UNTUK PERAMALAN DATA SIKLUS FREKUANSI FLARE

STATISTIKA: Forum Teori dan Aplikasi Statistika Vol 3, No 1 (2003)
Publisher : Program Studi Statistika Unisba

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan flare merupakan bentuk sktivitas lain dari matahari yang mempunyai panjang siklus yang sama dengansiklus sunspot, yaitu 11 tahun. Penelitian berkaitan dengan bilangan sunspot sudah banyak dilakukan, antara lain dimulai olehYule (1927). Morn (1954) memodelkan data tahunanbilangan sunspot dan mula-mula mendapatkan model AR(2) yangselanjutnya dikembangkan dalam bentuk AR(5) sebagai model linier yangbterbaik (Box dkk, 1994). Dalam perkembangannya,fenomena bilangan sunspot diduga mempunyai pola yang nonlinier (morris 1977). Hal ini didukung oleh Subba Rao dan DaSilva (1992) yang menggunakan model time series bilinier BL(p,0,p,l) untuk mendapatkan ramalan bilangan sunspot.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menerapkan metode Neural Network (NN) sebagai model time series nonlinier pada datafrekuensi flare bulanan, dan membandingkan hasilnya dengan model ARIMA Box-Jenkins sebagai model time series linier. Hasilidentifikasi menunjukan bahwa data frekuensi flare bulanan ini memounyai pola musiman dengan panjang siklus 132 bulan(analoh dengan 11 tahun). Pendekatan NN untuk data ini menghasilkan arsitektur optimal untuk peramalan adalahNN([1;2;131;133], 2). Sedangkan hasil pemodelan ARIMA untuk data ini secara lengkap dapat dilihat pada widodo (2002) .secara khusus, hasil perbandingan ketepatan ramalan menunjukan bahwa pendekatan NN dapat memberikan nilai ramalan yanglebih baik dibanding pendekatan ARIMA. Hal ini secara umum mendukung hasil-hasil penelitian sebelumnya yang menyatakanbahwa fenomena yang berkaitan dengan data sunspot, dalam hal ini adalah data frekuensi flare, cenderung mempunyai pola yangnonlinier

PENGENDALIAN DAN PERBAIKAN KUALITAS DI CV. SUMBER UNTUNG JAYA SEJAHTERA, SIDOARJO

CALYPTRA : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya Vol 2, No 1 (2013): CALYPTRA : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya
Publisher : University of Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

CV. Sumber Untung Jaya Sejahtera adalah sebuah industri pembuatanplastik kemasan. Sebagian besar produk yang dihasilkan merupakan produkberdimensi kecil (tutup botol dan lem), sehingga untuk proses produksimenggunakan injeksi dengan hasil capability produk tiap injeksi. Saat ini untukmelakukan seting mesin injek, operator menggunakan catatan yang dibuat olehteknisi berdasarkan catatan data masa lalu dan untuk menyeting ulang hanyameng”kira-kira” seting agar sesuai. Pengambilan data menggunakan 7 tools untukmendapatkan data cacat visual dan total berat yang ada. Setelah didapatkan datacacat maka melakukan perbaikan dengan menerapkan standardisasi instruksi kerjatertulis untuk meminimalkan penyebab cacat dari operator dan metode kerjasedangkan untuk mesin menggunakan metode Taguchi. Parameter utama produksitutup lem POVINAL adalah A:Nozzle Temp, B:tekanan injek, C:injection timer,dan D:cooling timer. Selanjutnya, dihitung nilai Grey Relational Analysis untuktiap hasil pengambilan data. Dengan Taguchi didapatkan seting optimum adalahA1, B1, C2, dan D1 dan nilai μpredicted(optimum) =0,8295. Pada eksperimenkonfirmasi didapat nilai μconfirmation(optimum) = 0,567 dengan seting optimum. Darihasil μpredicted(optimum) dan μconfirmation(optimum) didapatkan bahwa keduanya salingberpotongan yang berarti eksperimen layak untuk skala produksi. Hasileksperimen konfirmasi menunjukan penurunan cacat sebesar 3,06% dari kondisiawal menggunakan setingan perusahaan dan berdasarkan teori GRA didapatkankenaikan nilai GR Grade sebesar 10,53.

PERANCANGAN GOOD MANUFACTURING PRACTICES (GMP) DAN BUDAYA KERJA 5S DI PT. INDO TATA ABADI PANDAAN

CALYPTRA : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya Vol 2, No 1 (2013): CALYPTRA : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya
Publisher : University of Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang tata kelola produksi dengan caramendesain sistem manajemen sesuai standar GMP dan Budaya Kerja 5S agarproses produksi menjadi lebih efisien, serta mendokumentasikan agar perbaikandapat dilakukan secara berkesinambungan. Hasil dari penelitian ini mengurangiketidaksesuaian proses produksi dari 31 kriteria (37,35%) yang tidak terpenuhi(dari 81 kriteria) menjadi 9 kriteria (10,84%) yang tidak terpenuhi berdasarkankriteria GMP. Total perbaikan yang dilakukan dalam perusahaan berdasarkanstandar sistem manajemen GMP dan 5S sebanyak 20 perbaikan, dimana sebanyak9 perbaikan dari standar sistem manajemen GMP dan 14 perbaikan dari standarbudaya kerja 5S. Untuk sifat perbaikan yang dilakukan, 6 perbaikan dilakukanterkait perbaikan fisik dan 14 perbaikan terkait perbaikan dokumen. Dari hasilevaluasi perbaikan sistem manajemen dengan menyebarkan kuesioner kepadakaryawan, didapatkan hasil bahwa mereka puas dan setuju terhadap perbaikansistem manajemen (4,33).

PENINGKATAN KUALITAS LAYANAN TRAVEL PT. YOLA LANCAR JAYA KEDIRI DENGAN METODE INTEGRASI SERVICE QUALITY DAN KANO KE DALAM QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT

CALYPTRA : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya Vol 2, No 1 (2013): CALYPTRA : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya
Publisher : University of Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Yola Lancar Jaya adalah perusahaan yang bergerak di bidang jasa penyedia layanantransportasi antar kota. Persaingan yang semakin ketat dan kompetitif menuntut PT. Yola Lancar Jayauntuk meningkatkan kualitas layanannya, sehingga perlu dilakukan suatu pengukuran kualitas layananagar dapat mengetahui bentuk pelayanan yang diinginkan konsumen. Metode pengukuran yangdigunakan adalah metode integrasi Kano, Service Quality kesenjangan persepsi dan harapankonsumen dengan Quality Function Deployment berdasarkan dimensi tangibles, reliability,responsiveness, assurance, empathy. Berdasarkan analisis kesenjangan persepsi dengan harapankonsumen didapatkan bahwa ke-18 variabel mengalami kesenjangan, dengan 5 variabel dengan meankesenjangan terbesar adalah pemberian informasi layanan (-1,77), ketepatan waktu penjemputanpenumpang (-1,68), penerima order melayani permintaan konsumen (-1,30), driver menyetir denganhati – hati dan mematuhi rambu lalu lintas (-1,28), karyawan cepat dan tanggap dalam melayanikomplain (-1,23). Selanjutnya pada tahap rancangan usulan perbaikan dengan metode QualityFunction Deployment yaitu membuat standar pelayanan konsumen, memberikan informasi layanankepada konsumen saat pengorderan dan membuat iklan di media cetak maupun internet, driverberangkat lebih awal dalam menjemput konsumen, membuat standar dalam menerima orderkonsumen, melakukan maintenance secara berkala, memberikan pelatihan safety driving kepadadriver, menyediakan snack dan air minum serta mengadakan promo layanan, membuat standar dalammenerima komplain konsumen, membuat standar kerapian karyawan.

PERBANDINGAN ANTARA METODE ARIMA BOX-JENKINS DAN NEURAL NETWORKS UNTUK PERAMALAN DATA SIKLUS FREKUANSI FLARE

STATISTIKA: Forum Teori dan Aplikasi Statistika Vol 3, No 1 (2003)
Publisher : Program Studi Statistika Unisba

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.35 KB)

Abstract

Penggunaan flare merupakan bentuk sktivitas lain dari matahari yang mempunyai panjang siklus yang sama dengansiklus sunspot, yaitu 11 tahun. Penelitian berkaitan dengan bilangan sunspot sudah banyak dilakukan, antara lain dimulai olehYule (1927). Morn (1954) memodelkan data tahunanbilangan sunspot dan mula-mula mendapatkan model AR(2) yangselanjutnya dikembangkan dalam bentuk AR(5) sebagai model linier yangbterbaik (Box dkk, 1994). Dalam perkembangannya,fenomena bilangan sunspot diduga mempunyai pola yang nonlinier (morris 1977). Hal ini didukung oleh Subba Rao dan DaSilva (1992) yang menggunakan model time series bilinier BL(p,0,p,l) untuk mendapatkan ramalan bilangan sunspot.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menerapkan metode Neural Network (NN) sebagai model time series nonlinier pada datafrekuensi flare bulanan, dan membandingkan hasilnya dengan model ARIMA Box-Jenkins sebagai model time series linier. Hasilidentifikasi menunjukan bahwa data frekuensi flare bulanan ini memounyai pola musiman dengan panjang siklus 132 bulan(analoh dengan 11 tahun). Pendekatan NN untuk data ini menghasilkan arsitektur optimal untuk peramalan adalahNN([1;2;131;133], 2). Sedangkan hasil pemodelan ARIMA untuk data ini secara lengkap dapat dilihat pada widodo (2002) .secara khusus, hasil perbandingan ketepatan ramalan menunjukan bahwa pendekatan NN dapat memberikan nilai ramalan yanglebih baik dibanding pendekatan ARIMA. Hal ini secara umum mendukung hasil-hasil penelitian sebelumnya yang menyatakanbahwa fenomena yang berkaitan dengan data sunspot, dalam hal ini adalah data frekuensi flare, cenderung mempunyai pola yangnonlinier

PENGENDALIAN DAN PERBAIKAN KUALITAS DI CV. SUMBER UNTUNG JAYA SEJAHTERA, SIDOARJO

CALYPTRA Vol 2 No 1 (2013): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya
Publisher : Perpustakaan Universitas Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

CV. Sumber Untung Jaya Sejahtera adalah sebuah industri pembuatan plastik kemasan. Sebagian besar produk yang dihasilkan merupakan produk berdimensi kecil (tutup botol dan lem), sehingga untuk proses produksi menggunakan injeksi dengan hasil capability produk tiap injeksi. Saat ini untuk melakukan seting mesin injek, operator menggunakan catatan yang dibuat oleh teknisi berdasarkan catatan data masa lalu dan untuk menyeting ulang hanya meng”kira-kira” seting agar sesuai. Pengambilan data menggunakan 7tools untuk mendapatkan data cacat visual dan total berat yang ada. Setelah didapatkan data cacat maka melakukan perbaikan dengan menerapkan standardisasi instruksi kerja tertulis untuk meminimalkan penyebab cacat dari operator dan metode kerja sedangkan untuk mesin menggunakan metode Taguchi. Parameter utama produksi tutup lem POVINAL adalah A:Nozzle Temp, B:tekanan injek, C:injection timer, dan D:cooling timer. Selanjutnya, dihitung nilai Grey Relational Analysis untuk tiap hasil pengambilan data. Dengan Taguchi didapatkan seting optimum adalah A1, B1, C2, dan D1 dan nilai μpredicted(optimum) =0,8295. Pada eksperimen konfirmasi didapat nilai μconfirmation(optimum) = 0,567 dengan seting optimum. Dari hasil μpredicted(optimum) dan μconfirmation(optimum) didapatkan bahwa keduanya saling berpotongan yang berarti eksperimen layak untuk skala produksi. Hasil eksperimen konfirmasi menunjukan penurunan cacat sebesar 3,06% dari kondisi awal menggunakan setingan perusahaan dan berdasarkan teori GRA didapatkan kenaikan nilai GR Grade sebesar 10,53.

PERBAIKAN KUALITAS LAYANAN UNTUK MENINGKATKAN KEPUASAN DAN LOYALITAS KONSUMEN DENGAN METODE SERVQUAL DAN STRUCTURAL EQUATION MODELING (SEM) DI MIROTA, SURABAYA

CALYPTRA Vol 2 No 1 (2013): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya
Publisher : Perpustakaan Universitas Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Retail is a business opportunity that is widely used by entrepreneurs so that business competition among retail businesses is tight. Therefore, retailers need to do efforts in order to survive. In this research the retail discussed is Mirota. Mirota is a retail store that sells a various products of typical Indonesian culture. Everyday, Mirota is visited by many customers from domestic and foreign countries travelling to Surabaya so that its existing problems are often consumer complaints. Based on existing problems, Mirota needs improving the service quality. The improvement of service quality to increase customer satisfaction and consumer loyalty was conducted by using SERVQUAL method and Structural Equation Modeling (SEM). The purpose of this research is to measure and evaluate the causes of service quality discrepancies, to know the relationship between service quality, customer satisfaction, and customer loyalty, and to propose proposal improvements. The gained results from this research was a gap 5 on quality of service at Mirota. The gap was caused by the gaps 1, 2, and 4. Quadrant analysis performed to determine the weaknesses of the company were based on the comparison of the level of expectations and consumer perceptions. The results of measurements of the relationship quality of service, customer satisfaction and customer loyalty were found that there was the influence of service quality on customer satisfaction by 0.499, the effect of customer satisfaction on customer loyalty at 0.66, but there was no significant effect of service quality on customer loyalty. The results of the analysis slices quadrant IV and the close relationship between the model used as a reference in determining improvement using by Quality Function Deployment (QFD). From the QFD results, the main improvement was done by looking at the importance of how the value of more than 245.4. Improvements are doing market research, providing parking directions and updating parking system with the valley system, giving goods directions and arranging the goods.

PERANCANGAN GOOD MANUFACTURING PRACTICES (GMP) DAN BUDAYA KERJA 5S DI PT. INDO TATA ABADI, PANDAAN

CALYPTRA Vol 2 No 1 (2013): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya
Publisher : Perpustakaan Universitas Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang tata kelola produksi dengan cara mendesain sistem manajemen sesuai standar GMP dan Budaya Kerja 5S agar proses produksi menjadi lebih efisien, serta mendokumentasikan agar perbaikan dapat dilakukan secara berkesinambungan. Hasil dari penelitian ini mengurangi ketidaksesuaian proses produksi dari 31 kriteria (37,35%) yang tidak terpenuhi (dari 81 kriteria) menjadi 9 kriteria (10,84%) yang tidak terpenuhi berdasarkan kriteria GMP. Total perbaikan yang dilakukan dalam perusahaan berdasarkan standar sistem manajemen GMP dan 5S sebanyak 20 perbaikan, dimana sebanyak 9 perbaikan dari standar sistem manajemen GMP dan 14 perbaikan dari standar budaya kerja 5S. Untuk sifat perbaikan yang dilakukan, 6 perbaikan dilakukan terkait perbaikan fisik dan 14 perbaikan terkait perbaikan dokumen. Dari hasil evaluasi perbaikan sistem manajemen dengan menyebarkan kuesioner kepada karyawan, didapatkan hasil bahwa mereka puas dan setuju terhadap perbaikan sistem manajemen (4,33).