Articles
59
Documents
PENGARUH PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI TERHADAP LEKSIKOGRAFI ARAB

Jurnal Humaniora Vol 11, No 1 (1999)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2400.104 KB)

Abstract

Tulisan ini membahas pengaruh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) terhadap leksikografi Arab . Kendatipun terfokuskan pada bahasa Arab, karena bahasa Arab itu dipelajari di berbagai negara lewat berbagai lembaga pendidikan, termasuk di perguruan tinggi di Indonesia, pengaruh tersebut dapat dihayati pula oleh para peneliti maupun pecinta dan pemakai bahasa Arab di negeri ini . Pembahasan diharapkan memberikan beberapa informasi, yakni (a) khazanah perkamusan Arab, (b) informasi mutakhir mengenai adanya kecenderungan baru dalam penyusunan entri dalam leksikografi Arab, dan (c) penyerapan kata serta istilah asing dalam bahasa Arab.

Perubahan Fonologis Kata-kata Serapan Dari Bahasa Arab Dalam Bahasa Indonesia

Jurnal Humaniora Vol 15, No 2 (2003)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.025 KB)

Abstract

Makalah ini membahas perubahan bunyi yang terjadi pada penyerapan katakata Arab dalam bahasa Indonesia. Pembahasan dilakukan berdasarkan teori perubahan bunyi yang dikemukakan oleh Crowly (1987). Data-data yang digunakan adalah kata-kata serapan yang terdapat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1993). Kamus tersebut dipandang merupakan kamus paling lengkap dan merupakan representasi mutakhir dari bahasa Indonesia. Menurut Crowly (1987: 71-79) ada tiga jenis perubahan bunyi, yakni (a) perubahan fonetis tanpa perubahan fonem, (b) perubahan fonetis dengan perubahan fonem, dan (c) perubahan fonem tanpa perubahan fonetis. Perubahan bunyi yang dibahas di sini adalah perubahan bunyi yang tidak menimbulkan perubahan makna. Pembahasan ini akan meliputi dua pasal utama, yakni landasan teori dan metode, serta perubahan-perubahan bunyi yang terjadi.

AKRONIM DALAM BAHASA ARAB: PEMBAHASAN SEPUTAR PERKEMBANGAN MUTAKHIR DALAM BAHASA ARAB SERI IV

Jurnal Humaniora Vol 12, No 3 (2000)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.945 KB)

Abstract

Kita lihat jumlah Pembahasan akan mencakup pula peng- akronim tersebut dengan membandingkan gabungan dua buah kata (atau lebih) men- 1 mlah kamus yang ada di dalam bahasa jadi sebuah kata . Dalam bahasa Arab peng- rab . Menurut bibliografi perkamusan ber- gabungan dua buah kata ada yang meng- 1 dul Al-Mu jamatul-Arabiyyah Bibliyujrafiy- alami penanggalan huruf dan ada yang y h Syamilah Masyrufah yang disusun oleh tidak mengalami penanggalan huruf. Itulah ajdi Rizki Ghaly, diterbitkan oleh Haiatul- yang kemudian disebut dengan akronim . ishriyyah Al-Ammah Lit-Talifi wan-Nasyr . Dalam bahasa Arab isim dan fill mem- airo (1071), ada 707 buah kamus . Se- punyai bentuk yang selalu mengacu kepada I bihnya, kamus istilah yang ada di dalam wazan-wazannya . Berkaitan dengan kedua ahasa Arab jumlahnya tidak kurang dari hal tersebut, jika ada lafal yang menyim- 200 buah . Betapa banyaknya kosakata dan pang dari wazannya, akan segera dapat i tilah yang termuat dalam berbagai kamus diketahui bahwa kemungkinan lafal tersebut t rsebut . Dengan demikian, jumlah sing- berasal dari bahasa asing . Namun, tidak katan dan akronim dalam bahasa Arab ter- selamanya demikian karena di dalam baha- sebut sangat sedikit . sa Arab sekarang terdapat banyak sekali nacht atau akronim yang mungkin tidak se- suai dengan wazan isim maupun fiil. Jumlah singkatan dan akronim dalam bahasa Arab jika dibandingkan dengan yang ada dalam bahasa Indonesia masih sangat terbatas . Dalam bahasa Indonesia terdapat paling tidak 28 .000 kependekan kata . Hal tersebut merupakan jumlah yang sangat besar jika dibandingkan dengan entri yang ada pads Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yang memuat 62 .100 buah kata . Buku yangmembahas singkatan dan akronim dalam bahasa Indonesia ada paling tidak 13 buah .

KONTRIBUSI KOMPETENSI EMOSIONAL DAN PRAKTIK KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL KEPALA SEKOLAH TERHADAP KEBERDAYAAN GURU SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 17, No 3 (2010)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.747 KB)

Abstract

Abstract: Contributions of Principals Emotional Competencies and Transformational Leadership Practices to Vocational High School Teachers Empowerment. This study was intended to empirically investigate the indirect effect of principals emotional competencies on teacher empowerment through the transformational leadership practiced by the principals. Data were collected from 243 teachers working at 74 Vocational High Schools (VHS) in territory of Malign Ray. Teachers perceived questionnaires adapted from Emotional Competencies Inventory (ECI), Transformational Leadership Scale (TLS), and School Participants Empowerment Scale (SPES) were used to collect the data. Using Structural Equation Modeling (SEM) and AMOS 7.0, the study found that: (1) emotional competencies directly affect to the transformational leadership practiced by VHS principals, (2) principals transformational leadership practices directly positive affect teacher empowerment, and (3) emotional competencies indirectly affect teacher empowerment through transformational leadership practiced by VHS principals. Abstrak: Kontribusi Kompetensi Emosional dan Praktik Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah terhadap Keberdayaan Guru Sekolah Menengah Kejuruan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan efek dari kompetensi emosional kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) terhadap ke­berdayaan guru melalui kepemimpinan transformasional yang dipraktikkan oleh kepala sekolah yang ber­sangkutan. Data dikumpulkan dari 243 guru yang bekerja pada 74 SMK di wilayah Malang Raya. Data dikumpulkan dengan kuesioner yang diadopsi dari Emotional Competencies Inventory (ECI), Transforma­tional Leadership Scale (TLS), and School Participants Empowerment Scale (SPES). Data dianalisis dengan Structural Equation Modeling (SEM)  dan AMOS 7.0. Penelitian ini menemukan bahwa (1) kompetensi emosional mempunya efek langsung terhadap praktik kepemimpinan transformasional kepala SMK, (2) praktik kepemimpinan transformasional kepala SMK memiliki efek positif langsung terhadap keberdayaan guru, dan (3) kompetensi emosional kepala SMK memiliki efek positif tidak langsung terhadap keberdayaan guru melalui kepemimpinan transformasional yang dipraktikkan oleh kepala sekolah yang bersangkutan.

EMS-45 Tool Steels Hardenability Experiment using Jominy ASTM A255 Test Method

IPTEK The Journal for Technology and Science Vol 24, No 1 (2013)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hardenability of steels is an important way to determine heat treatment and material properties that produce component products. Jominy test is one of the method to know hardenability of steels. The Jominy ASTM A255 in used as a method for carriying out and this reseach. Parameter such as austenite temperature, holding time, cooling rate and then the results is dedicated by the prediction result, with Non Linear Numerical Equation Method. Based on test, it’s known, increasing austenite temperature, longer holding time and high cooling rate, will increase hardenability of steels. The different between the results and the prediction result done by Sonh Yue-Peng[15], Matja equation[14] and Zehtab equation[10], about 5 % -10 %. The data obtained from this experiment can be used to determine the appropriated heat treatment in order to get the desired mechanical properties, as well as to avoid distortion.

Kata dan Istilah Asing dalam Bahasa Arab

Jurnal Humaniora No 1 (1995)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1205.352 KB)

Abstract

Tulisan ini akan menyajikan pengaruh bahasa asing terhadap bahasa Arab serta merumuskan kaidah-kaidah yang berlaku dalam penyerapan kata dan istilah dari bahasa lain. Selama ini berbagai kaidah penyerapan unsur-unsur asing dari lembaga-lembaga bahasa di beberapa negara Arab tidak mudah didapatkan oleh para pecinta bahasa Arab di Indonesia. Untuk itulah tulisan ini mencoba merumuskan kaidah-kaidah yang terpakai dalam penyerapan kata maupun istilah tersebut.

Bahasa Arab dan Khazanah Sastra Keagamaan di Indonesia

Jurnal Humaniora No 2 (1995)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1424.431 KB)

Abstract

Makalah ini membahas kaitan antara bahasa Arab dan khasanah SastraKeagamaan di Indonesia. Adapun yang dimaksud sastra keagamaan di sini adalah sastra Islam (Yock Fang, 1981: 187). Untuk itu maka pembahasan ini mencakup pula kaitan antara Islam dan bahasa Arab. Masuknya agama Islam ke Indonesia juga akan dibahas karena pembahasan tersebut sangat relevan untuk mengungkap mengapa sejak kurun waktu yang sangat lama telah lahir sastra Islam, serta bagaimana corak keagamaan masyarakat Muslim Indonesia. Naskah keagamaan yang akan dipaparkan meliputi khasanah keagamaan dari khasanah naskah Melayu lama, khasanah naskah berbahasa Arab yang ditulis oleh orang-oang Indonesia yangpemah tinggal di Mekah, dan khasanah naskah keagamaan berbahasa Jawa.

Berbagai Ketentuan Baru dalam Tarib: Pembahasan Seputar Perkembangan Mutakhir Dalam Bahasa Arab Seri IV

Jurnal Humaniora Vol 14, No 1 (2002)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.043 KB)

Abstract

Tulisan ini membahas fenomena kebahasaan mutakhir dalam bahasa Arab, yakni berbagai ketentuan baru dalam ta’rib (arabization). Adapun yang dimaksud ta’rib adalah penyerapan unsurunsur asing, baik berupa kata maupun istilah. Disebut sebagai fenomena baru karena gejala ini kira-kira terjadi pada perempat terakhir abad ke-20. Akibat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, bahasa Arab selalu diperkaya dengan kosakata baru dari bahasa asing. Pembentukan kata dan istilah asing tersebut dilakukan oleh ahli-ahli bahasa, baik perorangan maupun ahli-ahli bahasa dari berbagai lembaga bahasa. Lembaga bahasa yang ada sering merupakan bagian dari sebuah institut atau universitas maupun lembaga bahasa yang tidak berafiliasi kepada keduanya. Dari penelitian yang dilakukan, diketahui bahwa ta’rib kata dan istilah asing dilakukan dengan tiga cara, yakni penyerapan, penerjemahan, dan pembentukan istilah baru. Penyerapan kata dan istilah biasanya dilakukan oleh para leksikograf. Penerjemahan dan pembentukan istilah lebih banyak dilakukan oleh lembaga-lembaga bahasa. Dari proses ta’rib diketahui ada berbagai ketentuan yang selalu dilakukan. Di sini sengaja disebut sebagai “ketentuan” bukan “kaidah” karena sering merupakan pemikiran cenderung menyerap kata maupun istilah asing, sedangkan para ahli bahasa cenderung menerjemahkan dan membentuk istilah baru.

DIALEKTIKA INKLUSIVISME DAN EKSKLUSIVISME ISLAM KAJIAN SEMANTIK TERHADAP TAFSIR AL-QURAN TENTANG HUBUNGAN ANTARAGAMA

Jurnal Kawistara Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Sekolah Pascasarjana UGM

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Potentially, both inclusivism and exclusivism can emerge from Islam itself. To an extreme point, inclusive point of view underline the importance to apprecieate religious pluralism and to avoid truth claims. To the other extreme, exlusive point of view suspect and even reject pluralism and upholds truth claims. Islam may be presented by the two extremes, and it is not only because of defferent emphasis in reading the holy texts, but also because of defferent methodologies of interpretation being employed. This paper discusses different methodologi of interpretation that determinate significantly the meaning of dīn, millah and syarī’ah and how they are related. The one that uses the relation of synonymy avoid ta’ārud al-adillah reading (the dispute among axioms) so leads to inclusive comprehension. The other using the relation of hyponymy between din and syarī’ah leads to ta’arud reading, uses of nasikh wa al-mansūkh method (abrogation), and so leads to exclusive comprehension.

BENTUK REPETISI LINGUISTIK DALAM AL-QURAN

LiNGUA: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Vol 9, No 1 (2014): LiNGUA
Publisher : Laboratorium Informasi & Publikasi Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study discusses the linguistic forms of repetition that occurs in the Koran. Although there has been much study of repetition (takrâr) in the Koran, this study differs from previous studies because this study is a comprehensive linguistic research in the general frame. This makes the study of the Koran as meterial object on the basis of the Koran is a text language that includes various forms of repetitions (reps). By descriptive-qualitative method, repetition is studied in hierarchical linguistic units contained in the general linguistic forms which includes: the phonological repetition, grammatical repetition, and thematic repetition. This study also shows the types of repetition. The study found the type of phonological repetition include: rhyme, alliteration, assonance; the type of grammatical repetition include: reduplication, repetition of words, phrases, clauses, sentences, and syntax repetition (parallelism); the type of thematic repetition includes paraphrasing.