Articles

Found 26 Documents
Search

PENGARUH LAMA WAKTU KEMATIAN TERHADAP KEMAMPUAN PERGERAKAN SILIA BRONKUS HEWAN COBA POST MORTEM YANG DIPERIKSA PADA SUHU KAMAR DAN SUHU DINGIN Pino P, Kiel; Suharto, Gatot; Hadi, Hadi
MEDIA MEDIKA MUDA Vol 2, No 1 (2013): MEDIA MEDIKA MUDA
Publisher : MEDIA MEDIKA MUDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (16.628 KB)

Abstract

Latar belakangPenentuan waktu kematian adalah salah satu faktor yang penting dalam kedokteran ilmu forensik.Reaksi supravital merupakan perubahan post mortem yang sangat menarik untuk menentukan waktu kematian. Reaksi supravital merupakan reaksi jaringan tubuh sesaat pasca kematian. Hal itu terjadi pada sistem pernafasan.Pada penelitian ini pergerakan silia akan dikaitkandengan suhu dan lama waktukematian. Sampel penelitiandiambildarimukosabronkushewancoba.TujuanMembuktikan apakah perbedaan suhu dan lama waktu kematian berpengaruh terhadap pergerakan siliabronkus post mortem.Metode Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang menggunakan time series design dengan interval waktu yang telah ditentukan. Sampel penelitian berjumlah 32 sampel, 16 sampel diletakkan pada ruang terbuka sebagai suhu kamar dan 16 sampel diletakkan pada lemari es sebagai suhu dingin. Uji statistik menggunakan uji alternative paired t-test yaitu uji Wilcoxon.Hasil Rerata kemampuan pergerakan silia bronkus pada suhu kamar 6jam, 12jam, 18jam, 24 post mortem berturut-turut adalah (29.51+4.89) menit, (20.25+4.35) menit, (8.99+5.58) menit, (0)mnt sedangkan pada suhu dingin (25.86+1.99) menit, (21.03+1.95) menit, (10.60+7.04) menit, (0)mnt. Uji alternative t-test berpasangan Wilcoxon untuk membandingkan kelompok perlakuan suhu kamar dengan suhu dingin diperoleh hasil bermakna pada6 jam  suhu kamar dan suhu dingin didapatkan perbedaan yang signifikan pergerakan siliabronkus post mortem, yaitu p=0,020. Pada 12,18, dan24 jam suhu kamar dan suhu dingin tidak didapatkan perbedaan yang signifikan yaitu p=0,278, p=0,328, dan p=1,000.Kesimpulan Terdapat pengaruh  suhu dan lama waktu kematian pada 6jam suhu kamar dan suhu dingin terhadap kemampuan pergerakan silia bronkus hewan coba post mortem. Tidak terdapat pengaruh suhu dan lama waktu kematian pada 12,18, dan 24 jam suhu kamar dan suhu dingin terhadap kemampuan pergerakan silia bronkus hewan coba post mortem
PENGARUH LAMA WAKTU KEMATIAN TERHADAP KEMAMPUAN PERGERAKAN SILIA TRAKEA HEWAN COBA POST MORTEM YANG DIPERIKSA PADA SUHU KAMAR DAN SUHU DINGIN Nugraha, Dewa Taruna; Suharto, Gatot; Hadi, Hadi
MEDIA MEDIKA MUDA Vol 2, No 1 (2013): MEDIA MEDIKA MUDA
Publisher : MEDIA MEDIKA MUDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (16.628 KB)

Abstract

Latar belakang perubahan morfologi sel mati dapat dipergunakan sebagai alternatif utnuk memperkirakan lama waktu kematian. Hewan coba kambing digunakan karena memiliki morfologi yang besar. Trakea dijadikan untuk organ yang diteliti karena terdapat epitel pseudokompleks dengan silia dan sel goblet sehinggan perubahan-perubahan pergerakan silia dapat diamati post mortem. Peneliti ingin mengetahui kemampuan bertahan sel untuk hidup pada suhu yang berbeda.Tujuan Membuktikan apakah perbedaan suhu dan lama waktu kematian berpengaruh terhadap pergerakan silia trakea post mortem yang diambil dari mukosa trakea hewan coba untuk dikaitkan dengan lama waktu kematianMetode Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimental yang menggunakan time series design dengan interval waktu yang telah ditentukan. Sampel penelitian berjumlah 32 sampel, 16 sampel diletakkan pada suhu kamar dan 16 sampel diletakkan pada suhu dingin. Uji statistik menggunakan uji alternative paired t-test yaitu uji Wilcoxon.Hasil  Pada 6 jam dan 12 jam suhu kamar dan dingin didapatkan perbedaan yang signifikan yaitu p=0,001, p=0,001. Pada 18 jam dan 24 jam suhu kamar dan suhu dingin tidak didapatkan perbedaan yang signifikan yaitu p=0,099, p=0,109.Kesimpulan Terdapat pengaruh perbedaan suhu dan lama waktu kematian pada 6 dan 12 jam suhu kamar dan suhu dingin terhadap kemampuan pergerakan silia trakea hewan coba post mortem.
PENGARUH LAMA WAKTU KEMATIAN TERHADAP KEMAMPUAN PERGERAKAN SILIA CAVITAS NASI HEWAN COBA POST MORTEM YANG DIPERIKSA PADA SUHU KAMAR DAN SUHU DINGIN Ramadhan, Fajar Akbar; Suharto, Gatot; Hadi, Hadi
MEDIA MEDIKA MUDA Vol 2, No 1 (2013): MEDIA MEDIKA MUDA
Publisher : MEDIA MEDIKA MUDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (16.628 KB)

Abstract

Latar belakangDalam bidang forensik penentuan lama waktu kematian sangat penting.Belum ada penentuan lama waktu kematian yang akurat.Penelitian ini mencari faktor yang mempengaruhi pergerakan silia, seperti suhu dan lama waktu kematian.Tujuan Membuktikan apakah perbedaan suhu dan lama waktu kematian berpengaruh terhadap pergerakan silia cavitas nasi post mortem yang diambil dari mukosa cavitas nasi hewan coba untuk dikaitkan dengan lama waktu kematian.Metode Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang menggunakan time series design dengan interval waktu yang telah ditentukan. Sampel penelitian berjumlah 32 sampel, 16 sampel diletakkan pada ruang terbuka sebagai suhu kamar dan 16 sampel diletakkan pada lemari es sebagai suhu dingin. Uji statistik menggunakan uji alternative paired t-test yaitu uji Wilcoxon.Hasil Pada 6 jam suhu kamar adalah (33.19+11.93) menit, suhu dingin adalah (26.16+10.20) menit, 12 jam suhu kamar adalah (19.93+7.89)menit, suhu dingin adalah (16.90+6.90) menit, pada 18 jam suhu kamar adalah (1.16+2.96) menit, suhu dingin adalah (2.81+2.40) menit, dan pada 24 jam suhu kamar tidak ada, suhu dingin adalah (0.68+0.87) menit. Kesimpulan  Pada 6 dan 12 jam suhu kamar mengalami pergerakan silia lebih lama dari pada suhu dingin, pada 18 dan 24 jam suhu dingin mengalami pergerakan silia lebih lama dari pada suhu kamar.
PENGARUH LAMA WAKTU KEMATIAN TERHADAP KEMAMPUAN MOTILITAS SPERMATOZOA DUKTUS DEFERENS HEWAN COBA POST MORTEM YANG DIPERIKSA PADA SUHU KAMAR DAN SUHU DINGIN Ammar, Mohamad; Suharto, Gatot; Hadi, Hadi
MEDIA MEDIKA MUDA Vol 2, No 1 (2013): MEDIA MEDIKA MUDA
Publisher : MEDIA MEDIKA MUDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (16.628 KB)

Abstract

Latar BelakangPenentuan lama waktu kematian sangat penting dalam dunia forensik. Belum ada metode yang akurat untuk menentukan lama waktu kematian. Penelitian yang masih dikembangkan saat ini adalah dengan menggunakan pergerakan sel, salah satunya adalah spermatozoa. Peneliti menggunakan duktus deferens karena dindingnya relatif tebal sehingga ketahanan spermatozoa di duktus deferens masih baik dan spermatozoa sudah matang.Tujuan Membuktikan apakah suhu dan lama waktu kematian berpengaruh terhadap motilitas spermatozoa duktus deferens post mortem.MetodeTiga puluh dua duktus deferens segar yang diperoleh dari rumah pemotongan hewan secara random ditempatkan dalam suhu kamar atau dimasukkan dalam almari es suhu dingin. Pengambilan sampel cairan duktus deferens dilakukan pada 6, 12, 18 dan 24jam post mortem. Pengamatan pergerakan spermatozoa dilakukan dengan mikroskop cahaya biasa yang ditransmisikan ke komputer. Dilakukan pengamatan sehingga 100 buah spermatozoa untuk diketahui presentase motilitasnya kemudian dicatat dan diperbandingkan.Hasil Rerata presentase  spermatozoa yang motil pada suhu kamar yang diambil pada jam 6, 12, 18 dan 24 jam setelah kematian adalah(70.50+5.69), (46.44+13.89),  (12.06+16.12), (1.50+4.11) sedangkan pada suhu dingin adalah (80.25+4.94), (67.75+4.26), (42.81+6.36), (11.56+11.35). Dengan uji Wilcoxon didapatkan perbedaan yang signifikan pada 6,  12, 18 dan 24 jam suhu kamar dan dingin dengan nilai p=0,001,p=0,000,p =0,000,p=0,008 dimana pada kelompok suhu dingin diperoleh hasil yang lebih tinggi. Kesimpulan Pada pemeriksaan 6, 12, 18 dan 24 jam post mortem jumlah spermatozoa motil kelompok suhu dingin lebih tinggi dibandingkan pada suhu kamar.
Perbedaan Waktu Hauling Bagan Tancap terhadap Hasil Tangkapan di Perairan Sungsang, Sumatera Selatan Fauziyah, Fauziyah; Supriyadi, Freddy; Saleh, Khairul; Hadi, Hadi
Jurnal Lahan Suboptimal Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Lahan Suboptimal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.842 KB)

Abstract

Anchovies (Stolephorus sp.) were the target species of stationary lift nets in Sungsang estuary of South Sumatra including others small pelagics. Fishermen of stationary lift net in Sungsang estuary operated before midnight until early morning. In order to obtain optimum catches, it was necessary to know when the right time to operate the stationary lift nets. The research objectives were 1) to analyze the effect of hauling time on the catch, and 2) to determine the optimum hauling time of stationary lift net in Sungsang estuary. The research was conducted in May 2012 with Experimental Fishing methods and completely random design models with treatment differences in hauling time was before midnight (21:00 to 23:59), around midnight (00:00 to 02:59), and after midnight (03:00 to 5:59). The fourth stationary lift net was operated for 3 days (3 trips). All data were processed using SPSS 17 software for windows. The results indicated that the hauling time significantly affected the catch and the optimum hauling time of stationary lift net in Sungsang estuary was around midnight (00:00 to 02:59).
PREVALENSI DAN BENTUK KEKERASAN YANG TERJADI TERHADAP ANAK DI SEKOLAH PADA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN DI KOTA SEMARANG Dewi, Asrtidena Narulita; Bhima, Sigit Kirana Lintang; Saebani, Saebani; Hadi, Hadi; Margawati, Ani
JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 4, No 4 (2015): MEDIA MEDIKA MUDA
Publisher : Jurusan Kedokteran Umum, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (16.628 KB)

Abstract

Background: The phenomenon of violence becomes an uninterrupted chain to respond the suppressing conditions so that forming patterns of behavior that is called culture of violence. According to KPAI data, 87.6 percent of children said they had experienced violence in the school in a variety of forms. The study was conducted in SMK where the learning curriculumwas 70% practice and 30% theory which became one of the factors triggering the emergence of differences in the forms of violence. Vocational High School prepared the students to enter the workplace that prioritizes on psychomotor aspects or muscle movement. Objectives: To determine the prevalence and forms of violence against children in schools at Vocational High School in Semarang city. Methods: This study used a descriptive method with cross sectional design. The study population was students of class XI of eight schools. The sampling technique was done with purposive sampling. Data was collected by distributing questionnaires directly to the respondents. Results: The results showed that 97% students said they had experienced violence at school. Respondents who claimed to have experienced physical violence by 80%, psychological violence82%,sexual violence 31%, and social violence 30%. Violence was categorized into mild, moderate, and severe physical abuse, where mild by 49%, moderate 50%, and severe 1%. Psychological violence was categorized as mild 50%, moderate 48%, and severe 2%. As for the mild sexual abuse 70%, moderate30%, and severe sexual violence 0%. While social violence was categorized as mild 14%, moderate 74%, and severe 2%. Conclusions: Violence against children in school at Vocational High School is still a lot going on, in which psychological violence is most occurredviolence even though the percentage is only a little difference with physical violence.
PENGARUH PEMBERIAN MERKURI PER ORAL TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGIS GINJAL TIKUS WISTAR Wiguna, Andre; Hadi, Hadi; Amarwati, Siti
JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Jurusan Kedokteran Umum, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.769 KB)

Abstract

Latar Belakang : Merkuri merupakan logam berat yang sangat berbahaya, namun banyak digunakan dalam kehidupan manusia. Merkuri terdapat dalam bentuk elemental, inorganik, dan organik. Kasus keracunan merkuri sudah lama ditemukan. Paparan merkuri merusak banyak organ, termasuk ginjal. Ginjal, khususnya tubulus proksimal, merupakan tempat utama akumulasi merkuri klorida (jenis merkuri inorganik).Tujuan : Mengetahui pengaruh pemberian merkuri klorida per oral terhadap gambaran histopatologi ginjal tikus Wistar.Metode : Penelitian eksperimental post test only control group design selama 14 hari dengan sampel 27 ekor tikus Wistar jantan dibagi secara acak menjadi kelompok kontrol (tidak diberi merkuri klorida), perlakuan 10 mg/kgBB, dan perlakuan 20 mg/kgBB. Tiap kelompok terdiri dari 9 ekor tikus. Pada hari ke-15 dilakukan terminasi, ginjal diambil, preparat diproses, dicat dengan Hematoksilin-Eosin, dan diamati dengan perbesaran 400 kali. Dinilai derajat kerusakan tubulus proksimal: normal, ringan (dilatasi tubulus), sedang (degenerasi albuminosa), dan berat (nekrosis sel tubulus).Hasil : Normal, kerusakan ringan, kerusakan sedang, dan kerusakan berat berturut-turut: kontrol: 0, 33,3%, 66,7%, 0 ; perlakuan 10 mg/kgBB: 0, 0, 33,3%, 66,7% ; perlakuan 20 mg/kgBB: 0, 0, 0, 100%. Rerata derajat kerusakan histopatologi semakin meningkat dari kontrol sampai perlakuan 20 mg/kgBB. Analisis statistik dengan uji Kruskal-Wallis didapatkan perbedaan bermakna (p<0,001) dilanjutkan uji Mann-Whitney didapatkan perbedaan bermakna antara kontrol dengan perlakuan 10 mg/kgBB (p=0,002) dan kontrol dengan perlakuan 20 mg/kgBB (p<0,001). Perlakuan 10 mg/kgBB dengan perlakuan 20 mg/kgBB terdapat perbedaan yang tidak bermakna (p=0,065).Simpulan : Pemberian merkuri klorida per oral berpengaruh menyebabkan perubahan gambaran histopatologi ginjal tikus Wistar.
Perbedaan Metode Latihan Piramida Tunggal dan Ganda terhadap Peningkatan Angkatan Klasik Atlet Angkat Besi Sahri, Sahri; Sriyanto, Sriyanto; Soegiarto, Soegiarto; Hadi, Hadi
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

results pyramid training methods singles and doubles against classical force increase in weight lifters. The experimental quantitative research examines differences in the results of independent variables and the method of training a single pyramid gandadengan dependent variable classical force increase in weightlifting. The population is female athlete weightlifting PPLP Central Java. A sample of 5 athletes with total sampling technique. data collection using pretest and posttest, methods of data analysis using SPSS program. The results of the data analysis performed by t test showed pretest data is obtained t = 0.745 with a significance value 0.510> 0.05, posttest data is obtained t = 0.631 with a significance value 0.573> 0.05, an increase of data obtained t = -1.057 with a significance value of 0.368 > 0.05, which means that the average pretest, posttest, and the increase of the two groups were not significantly different. The conclusions of this study was no significant difference in the improvement of the classical force after getting treatment with a single pyramid laden training methods and double. The methods can be used to practice weightlifting.
PENGARUH LATIHAN PLYOMETRICS TERHADAP PENINGKATAN KECEPATAN, KELINCAHAN, DAN VO2MAX Pratama, Iskandar Rizal; Nasuka, Nasuka; Hadi, Hadi
Unnes Journal of Sport Sciences Vol 4 No 2 (2015): Unnes Journal of Sport Science
Publisher : Unnes Journal of Sport Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak ___________________________________________________________________ Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui ada tidaknya pengaruh latihan plyometrics terhadap peningkatan kecepatan, kelincahan, dan VO2Max pada klub bolavoli putra Kab. Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu. Populasi klub bolavoli IVOKAS berjumlah 42 atlet. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 15 atlet putra dengan usia 16-18 tahun. Teknik penarikan sampel yaitu purposive sampling. Analisis data penelitian ini menggunakan uji-t pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) Ada pengaruh latihan plyometrics terhadap peningkatan kecepatan pada klub bolavoli putra IVOKAS Kab. Semarang dengan hasil thitung5,319>ttabel2,145 2) Ada pengaruh latihan plyometrics terhadap peningkatan kelincahan pada klub bolavoli putra IVOKAS Kab. Semarang dengan hasil thitung4,509>ttabel2,145 3) Ada pengaruh latihan plyometrics terhadap peningkatan VO2Max pada klub bolavoli putra IVOKAS Kab. Semarang  dengan hasil thitung 2,163>2,145 ttabel. Kesimpulan penelitian ini adalah ada pengaruh latihan plyometrics terhadap peningkatan kecepatan, kelincahan, dan VO2Max pada klub bolavoli IVOKAS Kab. Semarang.   Abstract ___________________________________________________________________ The purposes of this research are to find out if there are effects of plyometrics exercises to increase speed,  agility, and  VO2max in mens volleyball club district Semarang. This research used a quasi-experimental method. IVOKAS Volleyball club population consist of 42 athletes. The sample in this study amounted to 15 athletes sons aged 16-18 years. The sampling technique is purposive sampling. Analysis of study data using t-test at 5% significance level. The results showed that 1) There is the influence of plyometrics exercises to increase the speed of the volleyball club IVOKAS son Kab. Semarang with the results tscore 5,319> ttabel2,145 2) There is the influence of plyometrics exercises to increase agility in mens volleyball club IVOKAS Kab. Semarang with the results tscore 4,509> ttabel2,145 3) There plyometrics exercises influence on the increase in VO2max in the mens volleyball club IVOKAS Kab. Semarang with the results tscore 2,163> 2,145 ttabel. The conclusion of this study is: There are effects of plyometrics exercises to increase speed,  agility, and  VO2max in mens volleyball club district Semarang.Abstrak ___________________________________________________________________ Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui ada tidaknya pengaruh latihan plyometrics terhadap peningkatan kecepatan, kelincahan, dan VO2Max pada klub bolavoli putra Kab. Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu. Populasi klub bolavoli IVOKAS berjumlah 42 atlet. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 15 atlet putra dengan usia 16-18 tahun. Teknik penarikan sampel yaitu purposive sampling. Analisis data penelitian ini menggunakan uji-t pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) Ada pengaruh latihan plyometrics terhadap peningkatan kecepatan pada klub bolavoli putra IVOKAS Kab. Semarang dengan hasil thitung5,319>ttabel2,145 2) Ada pengaruh latihan plyometrics terhadap peningkatan kelincahan pada klub bolavoli putra IVOKAS Kab. Semarang dengan hasil thitung4,509>ttabel2,145 3) Ada pengaruh latihan plyometrics terhadap peningkatan VO2Max pada klub bolavoli putra IVOKAS Kab. Semarang  dengan hasil thitung 2,163>2,145 ttabel. Kesimpulan penelitian ini adalah ada pengaruh latihan plyometrics terhadap peningkatan kecepatan, kelincahan, dan VO2Max pada klub bolavoli IVOKAS Kab. Semarang.   Abstract ___________________________________________________________________ The purposes of this research are to find out if there are effects of plyometrics exercises to increase speed,  agility, and  VO2max in mens volleyball club district Semarang. This research used a quasi-experimental method. IVOKAS Volleyball club population consist of 42 athletes. The sample in this study amounted to 15 athletes sons aged 16-18 years. The sampling technique is purposive sampling. Analysis of study data using t-test at 5% significance level. The results showed that 1) There is the influence of plyometrics exercises to increase the speed of the volleyball club IVOKAS son Kab. Semarang with the results tscore 5,319> ttabel2,145 2) There is the influence of plyometrics exercises to increase agility in mens volleyball club IVOKAS Kab. Semarang with the results tscore 4,509> ttabel2,145 3) There plyometrics exercises influence on the increase in VO2max in the mens volleyball club IVOKAS Kab. Semarang with the results tscore 2,163> 2,145 ttabel. The conclusion of this study is: There are effects of plyometrics exercises to increase speed,  agility, and  VO2max in mens volleyball club district Semarang.
HUBUNGAN ANTARA KETEBALAN LEMAK TUBUH DENGAN KONDISI FISIK ATLET KARATE PELAJAR PUTRA Putranto, Prama Ramadani; Hadi, Rubianto; Hadi, Hadi
Unnes Journal of Sport Sciences Vol 4 No 2 (2015): Unnes Journal of Sport Science
Publisher : Unnes Journal of Sport Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak ___________________________________________________________________ Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara ketebalan lemak tubuh dengan kondisi fisik atlet pelajar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif survey tes dan “One-Shot”model. Populasi penelitian ini adalah seluruh anggota INKAI Kab.Semarang pelajar SD, SMP, dan SMA serta berjenis kelamin laki – laki dan perempuan berjumlah 170 atlet. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive  sampling dengan kriteria usia pelajar  14 – 17 tahun, berjenis kelamin laki – laki, dan sudah menyandang sabuk hijau, biru, cokelat, dan hitam dengan jumlah 20 atlet.  Variabel dalam penelitian ini yaitu ketebalan lemak tubuh sebagai variabel bebas, serta kondisi fisik atlet karate pelajar putra Institute Karate-do Indonesia sebagai variabel terikat. Metode pengumpulan data menggunakan tes dan pengukuran. Metode analisis data menggunakan software SPSS 16.0. Hasil penelitian dengan regresi sederhana diperoleh nilai signifikansi 0.254 = 25.4%> 5%, artinya tidak ada hubungan antara ketebalan lemak tubuh dengan kondisi fisik secara keseluruhan pada atlet pelajar putra Institute Karate-do Indonesia cabang Kabupaten Semarang tahun 2015.   Abstract ___________________________________________________________________ This research aims to determine the relationship between the thickness of body fat with the physical condition of athletes karate male student. The method used in this research is quantitative research survey test and "One-Shot" model. The population was all members of INKAI Kab.Semarang elementary school, junior high, and high school as well as male sex - amounted to 170 male and female athletes. Sampling using purposive sampling with criteria for students age 14-17 years, male gender - men, and already holds a green belt, blue, brown, and black with the number of 20 athletes. The variable in this study is the thickness of body fat as the independent variable, and the physical condition of athletes karate student son Karate-do Indonesian Institute as dependent variables. Methods of data collection using test and measurement. Methods of data analysis using SPSS 16.0 software. Research results with a simple regression significance value 0254 = 25.4%> 5%, meaning there is no relationship between the thickness of body fat with the overall physical condition of the student athletes sons Institute Karate-do Indonesian branch of Semarang District 2015.