0.804
P-Index
This Author published in this journals
All Journal GRADIEN Jurnal Fisika FLUX BERKALA FISIKA
Arif Ismul Hadi
Jurusan Fisika, FMIPA Universitas Bengkulu, Bengkulu
Articles
11
Documents
Studi Analisis Parameter Gempa Bengkulu Berdasarkan Data Single-Station dan Multi-Station serta Pola Sebarannya

BERKALA FISIKA Vol 13, No 4 (2010): Berkala Fisika
Publisher : BERKALA FISIKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.604 KB)

Abstract

Abstract The purpose of this research is to analyze of tectonic earthquake parameter value in Bengkulu Province based on single-station data of BMKG Kepahyang, Bengkulu and multi-station data of BMKG Center, Jakarta along with determine its distribution model from January 2005 until March 2009. The results show that distance difference of mean earthquake epicenter is 28.60 km. The distribution of earthquake in Bengkulu Province from January 2005 until March 2009 had majority distributed in Hindia Oceanic and its mean earthquake included shallow earthquake (<70 km).   Keywords: Earthquake parameter, single-station, multi-station, magnitude, and epicenter.  

Analisis Citra Digital Dengan Menggunakan Teknik Penajaman Citra

GRADIEN Vol 2, No 1 (2006): (Januari 2006)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisis citra digital telah dilakukan dengan menggunakan teknik penajaman citra. Proses pengolahan datamenggunakan software ILWIS (Integrated Land and Water Information System) versi 1.4 yang merupakan paket programyang memadukan sistem pengolahan citra dengan sistem informasi geografi. Hasil yang diperoleh menunjukkan citrakomposit dengan kombinasi FCC 432 adalah yang paling mudah dibedakan.   

Identifikasi Lithologi Batuan Bawah Permukaan Dengan Metode Csamt Di Daerah Kasihan, Tegalombo, Pacitan

GRADIEN Vol 3, No 2 (2007): (Juli 2007)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi lithologi batuan yang berhubungan dengan strukturperlapisan batuan bawah permukaan berdasarkan kontras resistivitas medium dan menginterpretasi sebaranresistivitasnya. Akuisisi data di lapangan menggunakan peralatan CSAMT model Stratagem 26716 Rev. D. Datadiolah dengan menggunakan transformasi Bostic. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa daerah survai yangterletak di Kasihan disusun oleh lithologi yang merupakan satu satuan batu pasir yang terdiri dari konglomerat pasirdan batu pasir vulkanik, intrusi batuan beku andesit di beberapa daerah masih berhubungan satu sama lainnya yangmenembus batu pasir vulkanik dan konglomerat. Adapun sebaran mineral phirit ke arah Baratdaya-Timurlaut danmineral phirit di daerah ini mengandung besi yang cukup banyak.   

Distribusi Sumber Panas Bumi Berdasarkan Survai Gradien Suhu Dekat Permukaan Gunungapi Hulu Lais

GRADIEN Vol 1, No 2 (2005): (Juli 2005)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemodelan distribusi sumber panas bumi berdasarkan survai gradien suhu dekat permukaan (near subsurface) telah dilakukan di daerah Gunungapi Hulu Lais. Akuisisi data di lapangan menggunakan alat ukur suhu dengan sensor LM35 secara mapping pada kedalaman antara 50-75 cm, sedangkan pengolahan data menggunakan satu set komputer dengan perangkat lunak Surfer ver 7.0 untuk menghasilkan model distribusi panas bumi. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa semakin ke arah barat-laut (NW) kecenderungan suhu semakin naik dan nilai entalpi di dekat permukaan dikatagorikan ke dalam entalpi rendah sampai sedang dengansuhu 102-1030C.

Analisis Kecepatan Gelombang Seismik Bawah Permukaan Di Daerah Yang Terkena Dampak Gempa Bumi 4 Juni 2000 (Studi Kasus: Kampus Universitas Bengkulu)

GRADIEN Vol 1, No 2 (2005): (Juli 2005)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisis kecepatan gelombang seismik bawah permukaan telah dilakukan di daerah gedung rektorat sisibarat, depan FKIP, sisi depan GKB III, dan jalan depan asrama PGSD. Penelitian ini bertujuan mengetahuidampak kerusakan bangunan akibat gempa bumi dengan kekuatan 7,3 skala Richter pada tanggal 4 Juni 2000ditinjau dari penjalaran kecepatan gelombang seismik bawah permukaan. Penelitian ini menggunakan metodeseismik refraksi. Hasil yang diperoleh menunjukkan : daerah gedung rektorat sisi barat, kecepatan gelombangpada lapisan pertama V1 = 25,64 m/s dan kecepatan gelombang pada lapisan kedua V2 = 23,88 m/s, sedangkankedalaman lapisannya adalah 3,06 m. Daerah depan FKIP, kecepatan gelombang pada lapisan pertama V1 = 82,76m/s dan kecepatan gelombang pada lapisan kedua V 2 = 78,12 m/s, sedangkan kedalaman lapisannya adalah 2,04m. Daerah sisi depan GKB III, kecepatan gelombang pada lapisan pertama V1 = 133,33 m/s dan kecepatangelombang pada lapisan kedua V2 = 123,08 m/s, sedangkan kedalaman lapisannya adalah 5,5 m. Untuk daerahjalan depan asrama PGSD, kecepatan gelombang pada lapisan pertama V1 = 625 m/s dan kecepatan gelombangpada lapisan kedua V2 = 248,23 m/s, sedangkan kedalaman lapisannya adalah 15,11 m. Data di atas menunjukkanbahwa kecepatan gelombang seismik yang paling tinggi (batuan paling padat) adalah daerah depan asrama PGSD,sehingga daerah ini paling ringan kerusakan bangunannya.

Efisiensi tumbuhan dalam meredam Gelombang elektromagnetik (studi kasus di sutt kota bengkulu)

GRADIEN Vol 8, No 1 (2012): (Januari 2012)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian efisiensi tumbuhan dalam meredam gelombang elektromagnetik (EM) telah dilakukan di jalur SUTTKota Bengkulu dengan menggunakan alat Electromagnetic Field (EMF). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi tumbuhan dalam meredam radiasi gelombang EM di lapangan terbuka dan di daerah yang didominasi oleh tumbuhtumbuhan yang dilalui oleh jalur SUTT. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa radiasi di daerah lapangan terbuka mencapai nilai maksimum 0,07 ?T dan radiasi di daerah dominasi tumbuhan mencapai nilai maksimum 0,04 ?T. Hasil-hasil ini masih jauh di bawah ambang batas yang dikeluarkan oleh IRPA dan WHO yaitu maksimum 500 ?T atau 100 ?T. Berdasarkan nilai radiasi tersebut dapat dihitung nilai efisiensi tumbuhan. Hasil penelitian menunjuk kan bahwa nilai efisiensi tumbuhan dalam meredam radiasi gelombang EM sebesar 38%, sehingga dapat diasosiasikan bahwa tumbuh-tumbuhan dapat meredam radiasi gelombang EM.   

PEMETAAN PERCEPATAN GETARAN TANAH MAKSIMUM MENGGUNAKAN PENDEKATAN PROBABILISTIC SEISMIC HAZARD ANALYSIS (PSHA) DI KABUPATEN KEPAHIANG PROVINSI BENGKULU

BERKALA FISIKA 2015: Berkala Fisika Vol. 18 No. 3 Tahun 2015
Publisher : BERKALA FISIKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.376 KB)

Abstract

This study aims to analyze and map the peak ground acceleration using the approach of Probabilistic Seismic Hazard Analysis (PSHA) in the area. Earthquake catalog data obtained from BMKG, ISC and USGS began in 1914 until 2014. Declustering process using ZMAP ver.6 software. Identification and modeling of the seismic source uses three models of seismic sources: (1) to subduction earthquake source, (2) the source of the earthquake fault and (3) the source of the quake background. Parameters a-value and b-value is obtained by the Gutenberg-Richter recurrence law and maximum likelihood method, whereas the determination of the attenuation function and logic tree refers to the Revision Team of Indonesia Earthquake 2010. Peak ground acceleration values obtained using USGS-PSHA-07 software. The results showed that the value of the peak ground acceleration in the Kepahiang District for probability exceeded 10% and 2% in the 50 year design life of the building is 0.15 – 0.8 g and 0.25 – 1.3 g. Areas that are the red zone is the Ujan Mas Sub-district, Kepahiang Sub-district, Tebat Karai Sub-district, Seberang Musi Sub-district and Bermani Ilir Sub-district, while the regions are relatively safe from the red zone is the Merigi Sub-district, Kabawetan Sub-district and Muara Kemumu Sub-district. Red zone is an area adjacent to the Sumatran Fault of Musi Segment. Keywords: peak ground acceleration, PSHA, red zone and Sumatran Fault of Musi Segment.

Pendugaan Struktur Bawah Permukaan Daerah Prospek Panas Bumi Gunungapi Hulu Lais Lereng Utara dengan Menggunakan Metode Magnetik

Jurnal Fisika FLUX Vol 7, No 1 (2010): Jurnal Fisika Flux Edisi Februari 2010
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menduga struktur bawah permukaan daerahprospek panas bumi Gunungapi Hulu Lais lereng utara dengan menggunakanmetode magnetik. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan peralatanProton Procession Magnetometer (PPM) model G-856. Data diolah berdasarkanpemodelan ke depan (forward modelling) dengan Software Mag2DC forwindows. Berdasarkan model 2-D penampang lintang geomagnetik strukturbawah permukaan, daerah prospek panas bumi Gunungapi Hulu Lais lerengutara tersusun oleh batuan basalt, andesit, dan endapan piroklastik. Mata airpanas yang nampak di permukaan merupakan rembesan yang berasal darisumber air panas utama Gunungapi Hulu Lais yang melewati bidang batasantara batuan basalt dan batuan andesit serta endapan piroklastik yangmenyebabkan zona ini menjadi lemah dan menyebabkan munculnya mata airpanas di permukaan.

Analisis Karakteristik Intensitas Curah Hujan di Kota Bengkulu

Jurnal Fisika FLUX Vol 7, No 2 (2010): Jurnal Fisika Flux Edisi Agustus 2010
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk memperoleh gambaran siklus bulanan dantahunan curah hujan maksimum dan mengetahui bentuk karakteristik intensitascurah hujan di Kota Bengkulu selama 30 tahun (1977-2006). Pengolahan datapada penelitian ini dilakukan dengan bantuan program Software Microsoft Excel.Hasil analisis menunjukkan bahwa curah hujan normal Kota Bengkulu yaitu3413,5 mm/tahun. Intensitas curah hujan tertinggi paling banyak terjadi padabulan November dan Desember sedangkan intensitas curah hujan terendahpaling banyak terjadi pada bulan Juli dan Agustus. Selama 30 tahun (1977-2006)rata-rata curah hujan tertinggi terjadi pada Musim Barat, sedangkan rata-ratacurah hujan terendah terjadi pada Musim Timur. Tipe curah hujan di KotaBengkulu termasuk tipe curah hujan jenis A dengan sifat sangat basah.

Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Mahasiswa Pada Matakuliah Fisika Modern Melalui Pendekatan Konstruktivisme Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw

Jurnal Fisika FLUX Vol 6, No 2 (2009): Jurnal Fisika Flux Edisi Agustus 2009
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research is increase of to study result in ModernPhysics course with constructivism approaching of cooperative model jigsawtype. The results show that application of cooperative model jigsaw type can beincreasing to study result with average value added percent is 2.57% (67.61-69.35) and study comprehensiveness is 37.64% (58.1%-70.79%), studentactivity in Modern Physics education involving lectures increase in good category(28.5 average). The topics in the matter can be increasing to absorb power ofstudent.