Articles

Found 9 Documents
Search

PENGARUH LAMA PERENDAMAN SABUT KELAPA SEBAGAI PUPUK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN UBI JALAR

Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 2: Agustus 2013
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.688 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama perendaman sabut kelapa terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman ubi jalar. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dalam bentuk faktorial dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari satu faktor yaitu lama perendaman (P) yang terdiri dari 5 taraf yaitu p0 (1 hari), p1 (7 hari), p2 (14 hari), p3 (21 hari) dan p4 (28 hari). Setiap perlakuan terdiri dari 5 ulangan. Setiap ulangan terdiri dari 5 sampel, sehingga terdapat 25 satuan perlakuan dan 375 tanaman. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu berat kering tanaman bagian atas (g), jumlah umbi per tanaman (umbi), berat segar umbi per tanaman (g), berat segar umbi per petak (g). Hasil penelitian lama perendaman sabut kelapa sebagai pupuk cair berpengaruh nyata terhadap variabel jumlah umbi per tanaman, berat basah umbi per tanaman dan berat basah umbi per petak.  Sedangkan lama perendaman sabut kelapa sebagai pupuk cair tidak berpengaruh nyata terhadap variabel berat kering tanaman bagian atas. Perlakuan lama perendaman14 hari (p3) memberikan rerata tertinggi pada variabel jumlah umbi per tanaman yaitu 3,24 buah, variabel berat segar umbi per petak yaitu 2804,83 g dan berat segar umbi per tanaman yaitu 186,98 g. Perlakuan lama perendaman sabut kelapa 1 hari (p0) memberikan rerata terendah terhadap ketiga variabel namun memberikan rerata tertinggi pada variabel pengamatan berat kering tanaman bagian atas. Kata kunci : Pupuk Cair, Sabut Kelapa, Ubi Jalar

PENGARUH PENGGUNAAN JENIS MEDIA TERHADAP AKLIMATISASI ANGGREK Dendrobium sp(hibrida)

Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 2: Agustus 2013
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman dari hasil kultur jaringan (in-vitro) harus melalui tahapan aklimatisasi, karena tahapan ini merupakan suatu hal yang penting, agar tanaman yang sebelumnya ditumbuhkan di dalam botol kultur dengan suplai media yang lengkap untuk dapat hidup secara mandiri dan berfotosintesis pada kondisi eksternal. Media tanam merupakan komponen utama ketika akan mengeluarkan anggrek dari botol pada masa aklimatisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mencari media yang terbaik bagi pertumbuhan bibit tanaman anggrek Dendrobium sp selama masa aklimatisasi. Penelitian dilakukan di dalam rumah kaca, Fakultas Pertanian Pontianak. Penelitian dimulai Juni 2012 sampai september 2012. Metode yang digunakan adalah  eksperimen lapangan dengan pola Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 6 perlakuan jenis media yaitu m1 (lumut), m2 (sabut kelapa), m3 (cacahan pakis), m4 (arang sekam padi),  m5 (akar kadaka) dan m6 (kulit kayu trembesi) dengan 4 kali ulangan dan masing- masing ulangan terdiri dari 3 sampel, pengelompokkan berdasarkan pada ukuran tinggi tanaman. Variabel yang diamati adalah Pertambahan tinggi tanaman (cm), Persentase tanaman hidup (%), Pertambahan jumlah daun (helai), jumlah anakan/tanaman, dan Pertambahan jumlah  akar (helai). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengunaan berbagai jenis media berpengaruh tidak nyata terhadap aklimatisasi anggrek Dendrobium sp(hibrida).Kata kunci : media tanam, Dendrobium sp(hibrida), aklimatisasi.

RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN OKRA TERHADAP PEMBERIAN KOMPOS TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT PADA TANAH ALUVIAL

Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 3: Desember 2014
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis kompos tandan kosong kelapa sawit yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil okra pada tanah Aluvial. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 22 Juni 2014 sampai dengan tanggal 27 Agustus 2014 di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Waktu penelitian selama 2 bulan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri 6  perlakuan kompos tandan kosong kelapa sawit dan 4 ulangan. Setiap perlakuan terdiri dari 4 tanaman sampel. Perlakuan yang diberikan yaitu pemberian kompos tandan kosong kelapa sawit dengan dosis (t1) 1.000 g/polybag, (t2) 1.500 g/polybag, (t3) 2.000 g/polybag, (t4) 2.500 g/polybag, (t5) 3.000 g/polybag, (t6) 3.500 g/polybag. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi tinggi tanaman (cm), klorofil daun (spad unit), luas daun (cm2), volume akar (cm2), berat kering tanaman (g), umur berbunga (HST), dan berat buah segar pertanaman (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi kompos tandan kosong kelapa sawit pada dosis yang berbeda tidak signifikan mempengaruhi variabel yang diamati. Kata kunci : Kompos Tandan Kosong Kelapa Sawit, Tanaman Okra, Tanah Aluvial.

UJI BEBERAPA MACAM TEKNIK SAMBUNG PUCUK TERHADAP KEBERHASILAN SAMBUNGAN BIBIT DURIAN

Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik sambung pucuk yang terbaik pada sambungan bibit durian. Penelitian ini dilaksanakan mulai dari bulan Mei sampai dengan Agustus 2014, Pontianak. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan p1=sambung celah, p2= sambung celah terbalik, p3=sambung cemeti, dengan banyaknya 8 ulangan. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi persentase keberhasilan sambungan (%), pertambahan panjang entris (cm) dan jumlah daun terbentuk (helai). Berdasarkan hasil penelitian, teknik sambung pucuk memberikan pengaruh nyata terhadap persentase keberhasilan sambungan dan pertambahan panjang entris, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah daun.

Peningkatan Produktivitas Usaha Pengeringan Tepung Sagu Masyarakat melalui Introduksi Teknologi Tepat Guna di Kalimantan Barat

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement) Vol 3, No 2 (2018): Maret
Publisher : Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Potentially, production of dried sago starch in Desa Arang Limbung, Sungai Raya, Kubu Raya District can be increased in term of quality and quantity. To achieve these, several problems have to be solved, i.e clean water availability for washing sago starch, washing mechanization to increase production capacity, and drying machine that efficient in operation and investment. Through IbM grant 2017, we have installed water filtration, sago washer, and solar dryer with greenhouse effect concept. Water filtration significantly increase the quality of water for use in washing sago starch and resulted in improved quality of sago starch. Mechanization of sago washing process and implementation of greenhouse effect dryer have increase capacity and efficiency of sago starch production. Generally, the introduced technology has been supported and accepted by stakeholder in Desa Arang Limbung. Further, the technology may support government policy in accelaration of food consumption diversity based on local resources.

Peningkatan Produktivitas Usaha Pengeringan Tepung Sagu Masyarakat melalui Introduksi Teknologi Tepat Guna di Kalimantan Barat

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement) Vol 3, No 2 (2018): Maret
Publisher : Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Potentially, production of dried sago starch in Desa Arang Limbung, Sungai Raya, Kubu Raya District can be increased in term of quality and quantity. To achieve these, several problems have to be solved, i.e clean water availability for washing sago starch, washing mechanization to increase production capacity, and drying machine that efficient in operation and investment. Through IbM grant 2017, we have installed water filtration, sago washer, and solar dryer with greenhouse effect concept. Water filtration significantly increase the quality of water for use in washing sago starch and resulted in improved quality of sago starch. Mechanization of sago washing process and implementation of greenhouse effect dryer have increase capacity and efficiency of sago starch production. Generally, the introduced technology has been supported and accepted by stakeholder in Desa Arang Limbung. Further, the technology may support government policy in accelaration of food consumption diversity based on local resources.

PENGARUH KOMPOS AMPAS TEBU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAHE MERAH PADA TANAH GAMBUT

Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 3: DESEMBER 2015
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompos ampas tebu terhadap pertumbuhan dan hasil jahe merah pada tanah gambut. Penelitian dilaksanakan di di Pontianak pada bulan Maret sampai Juni 2015, menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan satu faktor perlakuan kompos tebu, yang terdiri dari 6 taraf perlakuan yaitu P0 (0 ton/ha), P1 (10 ton/ha), P2 (15 ton/ha), P3 (20 ton/ha), P4 (25 ton/ha), P5 (30 ton/ha). Masing – masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Variabel pengamatan dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman (cm), jumlah daun per rumpun, jumlah anakan per rumpun dan berat segar rimpang (g). Hasil penelitian menunjukkan kompos ampas tebu berpengaruh nyata terhadap variabel jumlah daun minggu ke-12 dan 16, jumlah anakan per rumpun dan berat segar rimpang. Dosis terbaik kompos ampas tebu untuk pertumbuhan dan hasil jahe merah di tanah gambut adalah 25 ton/ha.

EFFECT OF BOKASI MADE FROM NARROW LEAF WEED TO GROWTH AND YIELD OF CHINASE KALE CULTIVATED ON ALLUVIAL SOIL

Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research was aimed to analyze the effect of bokashi made from narrow leaf weed on growth and yield of chinase kale on cultivated alluvial soil. The research was conducted at experimental farm of agriculture, faculty UniversityTanjungpura Pontianak. From December 2016 to February 2017. The researchwas arranged according to completely randomized design (CRD), there were 6treatments, of 4 replications with 3 samples each. The treatments were p0 (0 gbokashi/polybag), p1 (180 g bokashi/polybag, equivalent to 9 ton/ha), p2 (360 g bokashi/polybag, equivalent to 18 ton/ha), p3 (540 g bokashi/polybag, equivalent to 27 ton/ha), p4 (720 g bokashi/polybag, equivalent to 36 ton/ha), and p5 (900 g bokashi/polybag, equivalent to 45 ton/ha). Variables observed in this study were root volume (cm3), chlorophyll content (spad unit), plant height (cm), leaf area (cm2), and fresh weight (g). The results show that application of bokashi increase growth and yield of chinase kale. The dose of 900 g/polybag bokasi or equivalent to 45 tons / ha seemed to be relatively better the other dosesKey words : alluvial, chinase kale, narrow leaf weeds

PENGARUH ABU KULIT DURIAN DAN PUPUK KANDANG SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG MANIS PADA TANAH GAMBUT

Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research is aimed to determine the effect of ash and cow manure on growth and yield of sweet corn cultivated  on peat soil. Ash applied in this study was prepared from durian shell. The research was held at Sungai Kakap, one of durian producer area in Kubu Raya District, West Kalimantan. The experiment is arranged  according to factorial randomize block design with two factors, i.e., dosage of ash (Factor A) and dosage of cow manure (Factor B). Factor A consists of three levels is, a1 (30 ton/ha equivalent to 8,07 kg/plot), a2 (41 ton/ha equivalent to 11,21 kg/plot), a3 (47 ton/ha equivalent to 14,35 kg/plot) and factor B also consists of b1 (10 kg/ha equivalent to 5kg/plot), b2 (20 kg/ha equivalent to 10 kg/plot), b3 (30 kg/ha equivalent to 15 kg/plot). Every treatments is replicated 4 times, and each of this experimental unit has three sample crops. The results showed that interaction of factor A and factor B has not significantly affected growth and yield of sweet corn. The main effect of Factor B has been identified statistically significant. Among the levels of Factor B, application of 10 kg cow manure per plot (equivalent to 20 ton/ha) is considered as the best dosage in this study.