Articles

REKONSTRUKSI OBYEK TIGA DIMENSI DARI GAMBAR DUA DIMENSI MENGGUNAKAN METODE GENERALIZED VOXEL COLORING–LAYERED DEPTH IMAGE Adipranata, Rudy; Gunadi, Kartika; Lipesik, Victor Julian
Jurnal Informatika Vol 9, No 1 (2008): MAY 2008
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.336 KB)

Abstract

The objective of this research is to develop software which capable to reconstruct 3D object from 2D images as references using Generalized Voxel Coloring - Layered Depth Image method (GVC-LDI). This method reconstruct 3D object using LDI link list as help to find voxels which correspond to the objects based on color. To find the voxels, we calculate the color standard deviation of the pixels which is projected from the object. If the standard deviation is smaller than the threshold, the voxel evaluated as a part of the object. The process repeated for each voxel until it gets all of the voxels which shape the object. The voxels can be drawn to screen to get the photorealistic 3D object that represent the 2D images. In this research, we also compare the result of GVC-LDI and Generalized Voxel Coloring – Image Buffer (GVC-IB) which is one of the GVC variant also. Future development of the software is automatic 3D modeling application and real time 3D animation application. Abstract in Bahasa Indonesia : Pada penelitian ini dikembangkan sebuah perangkat lunak untuk merekonstruksi obyek tiga dimensi dari kumpulan gambar dua dimensi dengan menggunakan metode generalized voxel coloring– layered depth image (GVC-LDI). Metode GVC-LDI ini melakukan rekonstruksi dengan bantuan link list LDI guna mencari voxel-voxel yang merupakan bagian dari obyek tiga dimensi berdasarkan warna. Guna penentuan voxel tersebut dilakukan perhitungan dari pixel-pixel yang merupakan proyeksi dari sebuah voxel. Perhitungan dilakukan dengan menggunakan standar deviasi warna untuk menentukan apakah pixel-pixel yang bersesuaian mewakili lokasi obyek yang sama. Apabila standar deviasi warna lebih kecil dari threshold maka dapat dikatakan bahwa voxel tersebut termasuk bagian obyek. Proses ini dilakukan secara berulang untuk semua voxel hingga didapatkan voxel-voxel yang merupakan bagian dari obyek. Voxel tersebut kemudian digambar pada layar monitor sehingga diperoleh hasil berupa obyek tiga dimensi yang menyerupai obyek asli yang terdapat pada gambar dua dimensi. Pada penelitian ini juga dilakukan perbandingan antara metode GVC-LDI dengan metode Generalized Voxel Coloring–Image Buffer (GVC-IB) yang juga merupakan varian dari metode GVC. Pengembangan dari perangkat lunak ini adalah pembuatan aplikasi 3D modeling secara otomatis dan pembuatan aplikasi animasi 3D secara real time. Kata Kunci : rekonstruksi tiga dimensi, generalized voxel coloring, layered depth image.
PEMODELAN PETA TOPOGRAFI KE OBJEK TIGA DIMENSI Rostianingsih, Silvia; Handoyo, Ivan; Gunadi, Kartika
Jurnal Informatika Vol 5, No 1 (2004): MAY 2004
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A topography map is a map which have an information about surface of the land height at a place from the surface of the sea, that drawn with topographys lines. Topography information in topography map can be used to create three dimensions model of this maps surface. With this three dimension model, an object at the map can be seen more live as in the real world, and because of that to analyze a topography map could be done easier. Abstract in Bahasa Indonesia : Peta topografi adalah peta yang memiliki informasi tentang ketinggian permukaan tanah pada suatu tempat terhadap permukaan laut, yang digambarkan dengan garis-garis kontur. Informasi topografi yang terdapat pada peta topografi dapat digunakan untuk membuat model tiga dimensi dari permukaan tanah pada peta tersebut. Dengan model tiga dimensi maka objek pada peta dilihat lebih hidup seperti pada keadaan sesungguhnya di alam, sehingga untuk menganalisa suatu peta topografi dapat lebih mudah dilakukan. Kata kunci: Peta, Topografi, Geografi, Tiga Dimensi.
OPTIMASI PENGAMBILAN DAN PENATAAN ULANG BARANG DI GUDANG DENGAN PENERAPAN STACK MENGGUNAKAN METODE GENETIC ALGORITHM Lim, Resmana; Gang, Ong Wie; Gunadi, Kartika
Jurnal Informatika Vol 5, No 1 (2004): MAY 2004
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industrial field which getting more advance needs computer to help them. In industrial field, computer will make something get easier, fetching and reordering goods in warehouse is including here. A software including that needs have been made by writers. This software is specified for a warehouse which goods stored in plates at the rack in the warehouse. To reordering goods, writers use the Genetic Algorithm, which will process making population, finding the fitness cost with counting the vast and weight of the goods, sorting, immigration, cross over, and mutation. With this software, user can also check the condition of the warehouse in two and three dimensions, using OpenGL. This optimation software have been tried and give fitness cost average up to 90%, this software have been succeed to operate the function. Abstract in Bahasa Indonesia : Dunia industri yang semakin maju membutuhkan komputer sebagai alat bantu utama. Sistem komputerisasi di dalam dunia industri akan membuat beberapa hal menjadi lebih mudah, antara lain dalam pengambilan barang dan penataan ulang barang di gudang. Suatu perangkat lunak untuk keperluan tersebut telah dibuat oleh penulis. Perangkat lunak yang dibuat ini dikhususkan untuk gudang yang barang-barangnya disimpan dalam palet-palet pada rak di gudang. Penataan ulang barang ini menggunakan algoritma genetika, yang akan melalui proses pembuatan populasi awal, pencarian fitness cost dengan memperhitungkan luas area dan berat barang, pengurutan data, imigrasi, persilangan, dan mutasi. Melalui perangkat lunak ini, user juga dapat melihat kondisi gudang secara baik secara 2 dimensi ataupun 3 dimensi, yang dalam pengerjaannya menggunakan OpenGL. Sistem dari perangkat lunak yang dibuat ini sudah diuji coba dan memberikan nilai rata-rata fitness cost di atas 90%, ini berarti perangkat lunak ini telah sukses dalam menjalankan fungsinya. Kata kunci: penataan barang, pengambilan barang dari gudang, penataan ulang barang, rak, palet, Algoritma Genetika, imigrasi, persilangan, mutasi, OpenGL.
ALGORITMA MIDPOINT UNTUK PENGGAMBARAN GRAFIK BERKECEPATAN TINGGI Gunadi, Kartika
Jurnal Informatika Vol 1, No 1 (1999): MAY 1999
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Line and curve drawing are time consuming, reducing computation time can be done by improving performance of processor and algorithm. Midpoint algorithm is based on integer operation, so it is less time-consuming than algorithm based on float operation. Implementation of both type of algorithms in C language, shows that midpoint algorithm is 8 times faster for line drawing, and 15 times faster for curve drawing than algorithm based on float operation. For line drawing, Midpoint algorithm is 6 times faster than Bresenham algorithm which is based on integer operation Abstract in Bahasa Indonesia : Penggambaran grafik garis lurus dan kurva memerlukan waktu komputasi yang tinggi, untuk mereduksi waktu komputasi yang tinggi tersebut dapat dilakukan dengan peningkatan kemampuan komputasi prosesor dan peningkatan efisiensi algoritma. Algoritma Midpoint merupakan Algoritma dengan dasar operasi bilangan integer, sehingga memerlukan waktu operasi yang lebih sedikit dibandingkan dengan algoritma yang menggunakan operasi bilangan riel. Implementasi ke dalam bahasa pemrograman C dari kedua macam algoritma diatas, menunjukkan bahwa waktu komputasi algoritma midpoint lebih cepat sebesar 8 kali pada pembuatan garis lurus, dan lebih cepat sebesar 15 kali pada penggambaran lingkaran, dibandingkan dengan waktu komputasi algoritma yang menggunakan dasar operasi bilangan riel. Dan waktu komputasi algoritma midpoint lebih cepat sebesar 6 kali pada pembuatan garis lurus, dibandingkan dengan waktu komputasi algoritma yang Breserham telah menggunakan dasar operasi bilangan integer juga. Kata kunci: Penggambaran garis, penggambaran kurva, Algoritma Bresenham, Algoritma midpoint, Algoritma DDA.
JARINGAN SARAF TIRUAN SEBAGAI ALTERNATIF UNTUK PENYELESAIAN TRAVELLING SALESPERSON PROBLEM Gunadi, Kartika; Iksan, Peter
Jurnal Informatika Vol 2, No 1 (2001): MAY 2001
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Traveling Salesperson Problem (TSP) is one among the NP-complete problem. TSP is defined as follows. A traveling salesperson has a number of cities to visit. The sequence in which the salesperson visits diffrents cities is called a tour. A tour should be such that every city is visited once and only once. The goal is to find a tour that minimize the total distance of a tour. TSP can be solved by Exhaustive algorithm, but this algorithm is no efficient for large number of cities. A neural network can be used to solve this optimization problem by choosing appropriate architecture to find optimal solution. A Neural network can be used to solve optimization by chosing apropriate architecture to find optimal solution. Algorithm of Neural network reduced a signifcant execution time for number of cities more than 9, and has optimization 83% of best solution from exhaustive algorithm. Abstract in Bahasa Indonesia : Traveling Salesperson Problem (TSP) adalah problem optimasi kombinasional yang tergolong dalam NP-complete problem. TSP adalah problem untuk menentukan urutan dari sejumlah kota yang harus dilalui oleh seorang sales, setiap kota hanya boleh dilalui sekali dan hanya sekali dalam perjalanan, dan perjalanan berakhir pada kota awal dimana seorang sales memulai perjalananya. TSP ini dapat dilakukan secara sederhana dengan Algorithma Exhaustive, yaitu dengan mencari semua kombinasi yang mungkin terjadi, kemudian memilih kombinasi dengan jarak terdekat. Algorithma Exhaustive ini menjadi tidak efisien bila jumlah kota yang besar, karena mempunyai kompleksitas sebesar n!/2n. Jaringan saraf tiruan (JST) dapat digunakan untuk menyelesaikan problem optimasi dengan memilih arsitektur jaringan yang sesuai untuk mendapatkan solusi yang optimal. Algorithma dengan menggunakan jaringan saraf tiruan memberikan reduksi waktu eksekusi yang sangat signifikan untuk jumlah kota lebih besar 9, dan dapat memberikan persentase optimasi sebesar 83 % dari solusi yang terbaik yang didapatkan dengan algorithma exhaustive. Kata kunci: Traveling Salesperson Problem (TSP), Jaringan saraf tiruan (JST), Algorithma Exhaustive, JST Hopfield
PEMBUATAN PERANGKAT LUNAK PENGENALAN WAJAH MENGGUNAKAN PRINCIPAL COMPONENTS ANALYSIS Gunadi, Kartika; Pongsitanan, Sonny Reinard
Jurnal Informatika Vol 2, No 2 (2001): NOVEMBER 2001
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Face recognition is one of many important researches, and today, many applications have implemented it. Through development of techniques like Principal Components Analysis (PCA), computers can now outperform human in many face recognition tasks, particularly those in which large database of faces must be searched. Principal Components Analysis was used to reduce facial image dimension into fewer variables, which are easier to observe and handle. Those variables then fed into artificial neural networks using backpropagation method to recognise the given facial image. The test results show that PCA can provide high face recognition accuracy. For the training faces, a correct identification of 100% could be obtained. From some of network combinations that have been tested, a best average correct identification of 91,11% could be obtained for the test faces while the worst average result is 46,67 % correct identification Abstract in Bahasa Indonesia : Pengenalan wajah manusia merupakan salah satu bidang penelitian yang penting, dan dewasa ini banyak aplikasi yang dapat menerapkannya. Melalui pengembangan suatu teknik seperti Principal Components Analysis (PCA), komputer sekarang dapat melebihi kemampuan otak manusia dalam berbagai tugas pengenalan wajah, terutama tugas-tugas yang membutuhkan pencarian pada database wajah yang besar. Principal Components Analysis digunakan untuk mereduksi dimensi gambar wajah sehingga menghasilkan variabel yang lebih sedikit yang lebih mudah untuk diobsevasi dan ditangani. Hasil yang diperoleh kemudian akan dimasukkan ke suatu jaringan saraf tiruan dengan metode Backpropagation untuk mengenali gambar wajah yang telah diinputkan ke dalam sistem. Hasil pengujian sistem menunjukkan bahwa penggunaan PCA untuk pengenalan wajah dapat memberikan tingkat akurasi yang cukup tinggi. Untuk gambar wajah yang diikutsertakankan dalam latihan, dapat diperoleh 100% identifikasi yang benar. Dari beberapa kombinasi jaringan yang diujikan dapat diperoleh rata-rata terbaik 91,11% identifikasi yang benar sedangkan hasil rata-rata terburuk adalah 46,67% identifikasi yang benar. Kata kunci: Pengenalan Wajah, Principal Components Analysis, Jaringan Saraf Tiruan, Metode Backpropagation.
PENERAPAN ARSITEKTUR MULTI-TIER DENGAN DCOM DALAM SUATU SISTEM INFORMASI Gunadi, Kartika; Julistiono, Irwan Kristanto; Tantama, Heliman Prasetya
Jurnal Informatika Vol 2, No 2 (2001): NOVEMBER 2001
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Information System implementation using two-tier architecture result lack in several critical issues : reuse component, scalability, maintenance, and data security. The multi-tiered client/server architecture provides a good resolution to solve these problems that using DCOM technology . The software is made by using Delphi 4 Client/Server Suite and Microsoft SQL Server V. 7.0 as a database server software. The multi-tiered application is partitioned into thirds. The first is client application which provides presentation services. The second is server application which provides application services, and the third is database server which provides database services. This multi-tiered application software can be made in two model. They are Client/Server Windows model and Client/Server Web model with ActiveX Form Technology. In this research is found that making multi-tiered architecture with using DCOM technology can provide many benefits such as, centralized application logic in middle-tier, make thin client application, distributed load of data process in several machines, increases security with the ability in hiding data, dan fast maintenance without installing database drivers in every client. Abstract in Bahasa Indonesia : Penerapan sistem informasi menggunakan two-tier architecture mempunyai banyak kelemahan : penggunaan kembali komponen, skalabilitas, perawatan, dan keamanan data. Multi-tier Client-Server architecture mempunyai kemampuan untuk memecahkan masalah ini dengan DCOM teknologi. Perangkat lunak ini dapat dibuat menggunakan Delphi 4 Client/Server Suite dan Microsoft SQL Server 7.0 sebagai perangkat lunak database. Aplikasi program multi-tier ini dibagi menjadi tiga partisi. Pertama adalah aplikasi client menyediakan presentasi servis, kedua aplikasi server menyediakan servis aplikasi, dan ketiga aplikasi database menyediakan database servis. Perangkat lunak aplikasi multi-tier ini dapat dibuat dalam dua model, yaitu client/server windows model dan client/server web model dengan activeX Form teknologi. Pada penelitian ini ditemukan bahwa pembuatan arsitektur multi-tier dengan DCOM teknologi memiliki banyak keuntungan seperti, memusatkan logika aplikasi pada middle-tier, membuat thin client aplikasi, mendistribusikan beban proses data pada beberapa mesin, meningkatkan keamanan dengan kemampuan menyembunyikan data, cepatnya perawatan dengan tanpa instalasi database driver pada setiap client. Kata kunci: multi-tier clien-server, architecture, DCOM, active form.
PERENCANAAN DAN PEMBUATAN PROGRAM SISTEM PAKAR UNTUK SPESIFIKASI JENIS ANJING Handojo, Andreas; Gunadi, Kartika
Jurnal Informatika Vol 2, No 2 (2001): NOVEMBER 2001
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Until now dogs always have a position as a human friend. With many kind of dogs so an expert was needed to identified the type of dogs based on the characteristics of the dog. But an human expert also have difficulties to identify because there are so many kind of dogs. Therefore, a system is needed to help the identification process. It is a system which can adopt the abilities of experts to identify the dog. With all the technological advancement these days, it have been developed a technology which able to adopt the process and human thinking. This particular technology is called Artificial Intelligence. Artificial Intelligence have many kind of application, one of them is an Expert System which have abilities to adopt a Knowledge Base from inputing data from experience of the expert on specific term. Principally, all the database of dogs with its characteristics will be added on a Knowledge Base. This base is take form as a database group, where the Inference Engine on the Expert System will work on these data to describe a specific dog based on the characteristic inputed by user through the user interface. This identification system to describe the dog was made using Delphi programming. On this program, searching kind of dog will be do by inputing characteristics of the dog that user want to find, then the program will find on Knowledge Base which dogs that match on that characteristics. Abstract in Bahasa Indonesia: Dari dahulu hingga saat ini anjing selalu menempati hubungan yang khusus sebagai sahabat manusia. Dengan banyaknya macam anjing yang ada maka dibutuhkan seorang pakar untuk mengidentifikasikan jenis anjing berdasar ciri-ciri dari anjing yang bersangkutan. Tetapi seseorang yang benar-benar ahli sekalipun terkadang kesulitan dalam mengidentifikasikannya karena adanya banyak sekali jenis anjing. Oleh sebab itu dibutuhkan suatu sistem yang dapat membantu pengindentifikasian. Yaitu suatu sistem yang dapat mengadopsi kemampuan para pakar untuk pengidentifikasian jenis anjing. Dengan adanya kemajuan teknologi yang makin pesat maka telah dikembangkan suatu teknologi yang mampu mengadopsi proses dan cara pikir manusia yaitu teknologi Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan. Artificial Intelligence memiliki berbagai macam jenis aplikasi, salah satunya adalah Sistem Pakar atau Expert System yang memiliki kemampuan untuk mengadopsi suatu dasar pengetahuan (knowledge base) yang diperoleh melalui penginputan data dari kemampuan para pakar dalam suatu bidang tertentu yang bersifat spesifik. Pada prinsipnya seluruh data jenis anjing beserta ciri-cirinya akan dimasukkan pada suatu knowledge base yang berupa suatu kumpulan database dimana kemudian Inference Engine dari sistem pakar akan mengolahnya untuk mendiskripsikan jenis anjing berdasar ciri-ciri yang dimasukkan oleh user melalui fasilitas user interface.Sistem identifikasi untuk mendiskripsikan jenis anjing ini dibuat dengan menggunakan pemrograman delphi. Pada program ini, pelacakan jenis anjing dilakukan dengan memasukkan variasi ciri-ciri jenis anjing yang ingin dicari, kemudian program akan mencari pada knowledge base jenis-jenis anjing yang memiliki kriteria yang telah diinputkan. Kata kunci: sistem pakar, kecerdasan tiruan, knowledge base.
PENGEMBANGAN APLIKASI JUAL DAN CARI PROPERTI PADA WEBSITE WWW.IDAMAN.COM Gunadi, Kartika; Christian, Donny
Jurnal Informatika Vol 3, No 1 (2002): MAY 2002
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Today, many propertys sellers and buyers are still using newspaper as an advertisement for sellers, and as an information for buyers. Actually they find that newspapers are not reliable enough, because when they lost their newspaper, they will lose any information related to them. Furthermore, searching properties newspapers are not efficient enough and it takes much time to find any information they want. An application to sell and find property based on the web using database to save information related to them, will make easier for buyers and sellers to find the information, compared ti newspaper. They can find it directly and quickly thru the Internet using find and search facilities. This application, uses database server MySQL as a database making, PHP4 as a programming language, and Linux as the operating system. The facilities in www.idaman.com are find and search properties, member registration, and member area. The result in this applications testing shows that the application runs normally and it can be accessed in different places in the world using the Internet. Abstract in Bahasa Indonesia : Pada umumnya para penjual maupun calon pembeli properti masih menggunakan cara yang lama, dimana para penjual dan calon pembeli masih menggunakan koran sebagai alat perantara. Apabila koran tersebut sudah hilang maka penjual maupun pencari tidak dapat mencari informasi diperlukan. Selain itu pencarian properti menggunakan koran kurang praktis. Pengembangan suatu aplikasi jual dan cari properti berbasis web dengan menggunakan database untuk menyimpan data-data properti yang akan dijual, dapat memudahkan pencari informasi properti untuk menjual dan membeli properti dibandingkan menggunakan koran, karena dengan adanya fasilitas cari atau search sangat membantu dalam pencarian properti. Pada aplikasi ini dilakukan pembuatan database dengan menggunakan database server MySQL dan perancangan bahasa pemrograman dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP4 yang berjalan pada server dengan sistem operasi Linux. Implementasi yang dilakukan pada www.idaman.com antara lain adalah fasilitas cari properti, pendaftaran anggota dan pemasangan properti. Dari hasil pengujian menunjukkan bahwa aplikasi yang telah dirancang dapat berjalan dengan baik dan dapat diakses dari berbagai tempat terhubung dengan internet. Kata kunci: Jual cari Properti, WWW.IDAMAN.COM, PHP4, MySQL, web.
PERENCANAAN RUTE PERJALANAN DI JAWA TIMUR DENGAN DUKUNGAN GIS MENGGUNAKAN METODE DIJKSTRA S Gunadi, Kartika; Yulia, Yulia; Tanuhardja, Jeffrey
Jurnal Informatika Vol 3, No 2 (2002): NOVEMBER 2002
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Many people need geographical information nowadays, such as: the distance between areas, information about some areas, information about nature resources in that area, to search for accident area, and others geographical information. Geographical Information System (GIS) is only one from many others solution to seek for geographical information. This research aim is to make software that can give some geographical information for shortest path between towns in East Java. Others information that can be gain is information about governmental, population, tourism places, mountains, special food, handicraft, and traditional art. This software is designed with database not using satellite, so much cheaper compare with using satellite. This software use Dijkstras method to seek the shortest path from one node to another node in the picture, so this program cant give alternative path. GIS can give answer for anything that related with geographical situation. Peoples can use GIS power to reach for a better life. Abstract in Bahasa Indonesia : Informasi mengenai geografi semakin dibutuhkan oleh banyak pihak, misalnya informasi untuk mengetahui jarak antara satu daerah dengan daerah lain, informasi seputar daerah yang diinginkan, informasi tentang sumber daya alam yang dicari, informasi untuk menemukan lokasi kecelakaan dengan cepat, dan banyak informasi mengenai geografi lainnya. Geographical Information Systems (GIS) merupakan salah satu solusi untuk mendapatkan informasi geografi tersebut. Tujuan perancangan adalah membuat suatu perangkat lunak yang dapat memberikan informasi geografi mengenai rute jalan terpendek antara kota yang satu dengan kota yang lainnya di Jawa Timur. Sedangkan informasi lainnya yang dapat diperoleh antara lain informasi mengenai pemerintahan, jumlah penduduk, tempat wisata, nama gunung, makanan khas, kerajinan, dan `kesenian tradisional yang berasal dari suatu daerah. Program ini dirancang tanpa menggunakan satelit namun hanya menggunakan database, sehingga penggunaannya lebih murah dibandingkan dengan menggunakan satelit. Perancangan dilakukan dengan menggunakan metode Dijkstras yang merupakan salah satu algoritma yang berguna untuk mencari lintasan terpendek dari satu titik ke titik lain dalam gambar. Metode Dijkstras dipilih karena metode ini hanya mengeluarkan satu nilai output yang merupakan lintasan terpendek. Oleh karena itu, program ini tidak memiliki kemampuan untuk memberikan jalan alternatif. GIS dapat dimanfaatkan untuk memenuhi keingintahuan manusia terhadap segala sesuatu yang berhubungan dengan keadaan geografi. Masyarakat dapat memanfaatkan semua kemampuan yang dimiliki oleh GIS untuk menjalankan kehidupan ke arah yang lebih baik. Kata kunci: Geographical Information Systems, Dijkstra