p-Index From 2014 - 2019
3.668
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Interaksi Online
Joyo NS Gono
Unknown Affiliation

Published : 28 Documents
Articles

Found 28 Documents
Search

PEMAKNAAN KHALAYAK TERHADAP SOSOK HAJI DALAM SINETRON TUKANG BUBUR NAIK HAJI THE SERIES

Interaksi Online Vol 2, No 6 (2014): Wisuda April
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sinetron masih menjadi tayangan televisi paling laris di Indonesia. Hampirseluruh stasiun televisi swasta dan negeri menayangkan sinetron dengan berbagaitema, dan yang sedang marak saat ini adalah sinetron religi dengan menampilkansosok haji. Salah satu sinetron yang menampilkan sosok haji adalah TukangBubur Naik Haji The Seriesdengan Haji Muhidin sebagai pemeran utama. SosokHaji Muhidin merupakan contoh penggunaan identitas keagamaan dalam konteksyang tidak sesuai dengan ajaran Islam. Haji diidentikkan dengan seseorang yangpaling kaya dan sebutan haji menjadi sebuah gengsi tersendiri.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pemaknaan khalayak terhadapkonstruksi media atas sosok haji dalam tayangan Tukang Bubur Naik Haji TheSeries. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif denganpendekatan analisis resepsi. Teori dasar yang digunakan adalah teori encoding-decodingyang dikemukakan oleh Stuart Hall tentang bagaimana khalayakmemproduksi sebuah pesan dari suatu teks media. Proses tersebut akanmenghasilkan makna yang tidak selalu sama karena dipengaruhi oleh kapasitassetiap penonton. Data diperoleh dari in-depth interviewterhadap empat informandengan latar belakang berbeda.Hasil penelitian menunjukkan Haji Muhidin dalam sinetron Tukang Bubur NaikHaji The Seriesmerupakan haji yang mempunyai sikap yang cenderungnegatifdibandingkan sifat positif, seperti sombong yang selalu diperlihatkan denganmembanggakan status haji dua kali, iri, dengki, danterlalu mengejar duniawi.Selain itu, sinetron ini hanya menjadi sinetron yang mengedepankan sisi hiburandibandingkan nilai edukasi. Dalam proses konsumsi dan produksi makna terhadapsosok Haji Muhidin, perbedaan latar belakang agama,sosial budaya, danpengalaman empat informan menjadi faktor penting yang membedakanpemaknaan mereka.Kata Kunci : Identitas Keagamaan, Tukang Bubur NaikHaji The Series

Proses Gatekeeping Majalah Tempo terhadap Citra Jokowi

Interaksi Online Vol 4, No 13 (2016): Wisuda Januari
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini diawali dari ketertarikan penulis pada pemberitaan Tempo yang mengkritik berbagai kebijakan Joko Widodo, atau biasa disebut Jokowi, setelah ia terpilih sebagai presiden di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014. Padahal, saat Pilpres 2014 berlangsung, dengan jelas Tempo mendukung Jokowi. Citra Jokowi yang semula positif, khususnya saat kampanye Pilpres 2014 berlangsung, berubah setelah Jokowi berstatus sebagai presiden dalam pemberitaan Tempo.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kenapa dan bagaimana kebijakan redaksi Tempo dalam menghasilkan perubahan citra Jokowi di kedua periode tersebut. Penulis menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teori gatekeeping khususnya level organisasi, nilai berita, dan mediatization untuk menjelaskan proses produksi dan kebijakan redaksi. Untuk mengetahui proses itu, penulis melakukan wawancara dengan 2 (dua) narasumber dari Tempo, wartawan dan redaktur yang menulis berita Jokowi, dan 2 (dua) narasumber mantan wartawan Tempo.Hasil dari penelitian ini menunjukkan kebijakan redaksi Majalah Tempo yang menghasilkan perubahan citra Jokowi saat Pilpres dan saat menjadi presiden didasari rasa kewajiban untuk melindungi jalannya demokrasi di Indonesia. Tempo memilih pro Jokowi ketika Pilpres 2014 karena lawannya, Prabowo Subianto, diduga terlibat kasus pelanggaran HAM dan tidak sesuai dengan karakter pemimpin yang Tempo miliki. Tempo meyakini yang terbaik bagi demokrasi Indonesia adalah dengan memilih Jokowi, yang lebih masuk akal dipilih sebagai pemimpin, dibanding Prabowo. Setelah Jokowi terpilih menjadi presiden, Tempo berperan kembali sebagai pers yang mengoreksi pemerintah jika salah langkah, sebagai realisasi bentuk fungsi kontrol sosial.Proses gatekeeping level organisasi Tempo cenderung dipengaruhi oleh tujuan Tempo yang menjunjung tinggi fungsi dan kontribusi pers di masyarakat. Proses itu tidak dipengaruhi dikte pemilik media, diasumsikan karena saham Tempo dimiliki oleh banyak pihak. Nilai berita merupakan faktor penting dalam kebijakan redaksi Tempo dalam pemberitaan Jokowi, tapi verifikasi, konfirmasi, dan klarifikasi lebih diutamakan. Kebijakan redaksi Tempo tersebut tidak didasari kepentingan ekonomi seperti pasar dan iklan, juga bukan karena marketing politik.

Fenomena Gitaran Sore Sore Di PRO TV Dalam Mendidik Masyarakat

Interaksi Online Vol 2, No 8 (2014): Wisuda Oktober
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai sebuah acara hiburan yang mendidik, program acara “Gitaran Sore Sore” di ProTVdirasakan masih kurang mampu menarik minat masyarakat, khususnya di kalangan pelajar danmahasiswa sebagai targetnya. Hal ini dibuktikan walaupun Kota Semarang yang merupakan kotapelajar, namun animo pelajar dan mahasiswa untuk menonton acara “Gitaran Sore Sore” tergolongmasih rendah. Hasil survey suaramerdeka.com menegaskan fenomena yang serupa. Mengacufenomena di atas, peneliti tertarik untuk meneliti “mengapa acara Gitaran Sore Sore di ProTVkurang mampu menarik minat masyarakat?.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuikeunikan acara “Gitaran Sore Sore” di ProTV sehingga kurang mampu menarik minat masyarakat.Permasalahan penelitian di atas didekati melalui social learning theory dan model uses andgratification, di mana salah satu fokus dasarnya adalah adanya asumsi bahwa menarik tidaknyasuatu acara sangat tergantung dalam perseptual dan fokus dari penerima pesan. Model uses andgratification menekankan bahwa audiens akan cenderung mengkonsumsi suatu acara di mediamassa apabila sesuai dengan kepentingannya dan memperoleh kepuasan dari aktivitas konsumsiyang dilakukan terhadap media massa. Berdasarkan permasalahan dan tujuan penelitian, makatipe deskriptif analitis yang digunakan, karena tujuan penelitian deskriptif analisis adalah untukmembuat gambaran secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta dan sifat-sifatpopulasi atau daerah tertentu. Narasumber yang digunakan sebanyak 5 (lima) orang yangdianggap mengetahui masalah penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian diketahui: 1) Terjadi penurunan minat menonton yang cukupsignifikan pada program acara yang edukatif dan menghibur di Pro TV, seperti; Made In Indonesia,Gitaran Sore Sore, Jejak Jelajah Wisata, Bio7 dan Cooking Show Dimarco, di mana pada saatyang sama mengalami penurunan pemasukan iklan, khususnya di tahun 2013 dan 2014. Kebijakanperubahan strategi programming yang kurang kondusif bagi segmentasi pasar yang dilakukanProTV diduga merupakan aspek dan faktor penting, yaitu sebagai determinasi pokok terhadapminat menonton ProTV; 2) Langkah strategis berupa perubahan strategi programming ke arahacara yang lebih edukatif dan menghibur yang ternyata belum mampu meningkatkan minatmenonton, dapat dijelaskan dengan uses and gratification model yang mengidentifikasi segmentasidan target audience-nya sebagai salah satu informasi dalam menentukan format dan programacara yang disajikan, melakukan berbagai promo on air dan off air, di samping urgensi tentangperlunya melakukan monitoring terhadap pasar; 3) Program–program yang ditayangkan ProTVseperti; Gitaran Sore-Sore, dan program in house yang ditayangkan cukup memberikan imagestation Pro TV karena sesuai dengan segmentasi dan target audience-yang dibidiknya, walaupunsecara kuantitatif belum mampu meningkatkan minat menonton secara umum; 4) Perluasan pasaryang dilakukan ProTV yang diikuti dengan program– program yang lebih variatif beserta segalastrategi programming-nya ini mampu meningkatkan audience share ProTV yang berimbas pulapada meningkatnya pendapatan melalui iklan karena rating yang tinggi.Keywords: Gitaran Sore Sore, Program acara hiburan yang Mendidik.

Interpretasi Pembaca Terhadap Materi Pornografi dalam Komik Hentai Virgin Na Kankei

Interaksi Online Vol 3, No 12 (2015): Wisuda Oktober
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komik merupakan salah satu media yang dapat dinikmati dan diakses dengan mudah oleh semua kalangan. Mayoritas komik yang beredar di Indonesia adalah komik yang berasal dari Jepang. Salah satu genre komik Jepang yang beredar di Indonesia adalah komik Hentai. Komik Hentai dianggap sebagai salah satu media yang memuat materi pornografi di Indonesia karena menampilkan gambar tubuh telanjang manusia dan hubungan seks secara vulgar dan erotis. Komik Hentai menampilkan hal yang tidak etis dan tidak sesuai dengan kebudayaan masyarakat Indonesia serta berbahaya dan berdampak buruk bagi pembacanya. Salah satu komik Hentai yang beredar di Indonesia adalah Virgin Na Kankei.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui bagaimana interpretasi pembaca terhadap materi pornografi dalam komik Hentai Virgin Na Kankei, serta eksploitasi dan komodifikasi tubuh perempuan yang ditampilkan dalam komik tersebut. Teori yang digunakan adalah teori komik (Scott McCloud, 1993), teori analisis resepsi (Ien Ang, 1990) dan teori politik-ekonomi media (Dennis McQuail, 1987). Tipe penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan interpretatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan melakukan indepth interview kepada empat orang informan yang pernah membaca komik Virgin Na Kankei.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi perbedaan pemaknaan mengenai eksploitasi perempuan dalam komik Virgin Na Kankei, dua informan berpendapat terjadi eksploitasi sedangkan dua informan lainnya berpendapat tidak terjadi eksploitasi tubuh perempuan dalam komik tersebut. Dalam hal komodifikasi tubuh perempuan dalam komik Virgin Na Kankei, tiga orang informan berpendapat bahwa terjadi komodifikasi tubuh perempuan sedangkan satu orang informan lainnya berpendapat sebaliknya. Perbedaan pemaknaan dari para informan juga terjadi terkait dengan materi pornografi yang ditampilkan dalam komik Virgin Na Kankei. Informan perempuan berpendapat bahwa percakapan yang ditampilkan dalam komik tersebut merupakan materi pornografi, sedangkan informan laki-laki berpendapat sebaliknya. Dari segi penggambaran tokoh yang ditampilkan dalam komik Virgin Na Kankei, tiga informan berpendapat bahwa hal tersebut bukan materi pornografi, sedangkan satu orang lainnya memandang hal tersebut sebagai materi pornografi. Seluruh informan berpendapat bahwa cerita dalam komik Virgin Na Kankei bukan merupakan materi pornografi. Seluruh informan juga sepakat bahwa penggambaran adegan seksual dalam komik tersebut merupakan materi pornografi.

Persepsi Audiens tentang Kompetensi Public Speaking Petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah dalam Kegiatan Sosialisasi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan Dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Kalangan Peserta Sosialisasi

Interaksi Online Vol 3, No 10 (2015): Wisuda April
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prevention and Eradication of Illicit Drug Abuse dissemination activities undertakenby the Central Java BNNP basically aims to sensitize the public about the dangers of drug use. In this socialization certainly has a specific purpose and contains a lot of values andthings that would be submitted or implanted in the minds of the public. This study aimed to determine the audiences perception of the competence of public speaking officer in theCentral Java BNNP Prevention and Eradication of Illicit Drug Abuse socialization among participants sozialization. It is assessed by the audience became one of which was consideredideal or not by the audience. The theory used is the Communication Competency whichbasically refers to the speakers ability to communicate effectively, means of communicationwill affect the audience, if the speaker has the competence: knowledge of the content of the message of public communication, motivation expressed communicator, non-verbal abilityand technical ability. Competencies that make the speaker assessed by the audience to raisethe audiences perception of the speaker who is considered to have a good competence as a speaker or not.This type of research is a descriptive study using a quantitative approach with surveyresearch methods. The sampling technique using nonprobability sampling with saturatedsample method. This study uses positivism paradigm. Data collection tool was a questionnaire with the use of questionnaires to respondents. Analysis of data usingdescriptive statistics to classify the answer in the form of mono table.Broadly speaking, the results of this study stated that the Central Java BNNP Officerscompetent in doing public speaking competence. However, there are still some shortcomingsof Officers BNNP Central Java, it is advisable to further establish a close relationship withthe audience, to adapt the communication with the audience, and the corresponding timemanagement. 

Pengaruh Terpaan Iklan Hijau di Televisi dan Pengetahuan tentang Manfaat Air Putih terhadap Minat Konsumsi Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Merek Ades pada Komunitas Atlet di Kota Semarang

Interaksi Online Vol 3, No 10 (2015): Wisuda April
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran komunikasi pemasaran semakin penting dalam pengelolaan suatu perusahaan, apalagi di tengah situasi global yang semakin kompetitif. Strategi komunikasi pemasaran juga mengalami perubahan orientasi seiring perkembangan ilmu dan teknologi, serta kesadaran terhadap lingkungan hidup. Salah satu strategi komunikasi pemasaran tersebut adalah strategi pemasaran hijau, yang dianggap memberikan keunggulan bersaing berkelanjutan. Pemasaran hijau dikembangkan tidak hanya bertumpu kepada pemenuhan kebutuhan masyarakat, tetapi juga dapat mensejahterakan masyarakat melalui tanggung jawab terhadap lingkungan hidup sekitar.Tujuan penelitian adalah mengetahui dan menganalisis pengaruh terpaan iklan hijau di TV dan pengetahuan tentang manfaat air putih terhadap minat konsumsi AMDK merek ADES pada komunitas atlet di Kota Semarang. Subjek penelitian adalah 111 orang atlet binaan DINPORA Provinsi Jawa Tengah yang diperoleh secara proportional random sampling. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda.Hasil penelitian adalah (1) Terpaan iklan hijau di televisi berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat konsumsi air minum dalam kemasan (AMDK) merek Ades pada komunitas atlet di Kota Semarang (t=3,805 atau p=0,000); dan (2) Pengetahuan tentang manfaat air putih berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat konsumsi air minum dalam kemasan (AMDK) merek Ades pada komunitas atlet di Kota Semarang (t=2,751 atau p=0,007). Saran penelitian adalah kesadaran akan kelestarian lingkungan membawa dampak besar terhadap bentuk komunikasi pemasaran. Pemasaran hijau dianggap sebagai strategi yang unggul untuk meningkatkan minat konsumsi. Implikasi dari pemasaran hijau adalah meningkatkan terpaan iklan hijau.

Strategi Penggunaan Identitas Lokal oleh Pamityang2an Qwerty Radio Dalam Mempertahankan Eksistensi

Interaksi Online Vol 3, No 10 (2015): Wisuda April
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Radio Streaming adalah bentuk digital dari radio konvensional. Radio Streaming saat ini dinilai lebih efisien dan mudah karena perkembangan teknologi yang semakin maju sehingga banyak orang beralih ke radio streaming. Bermula dari sebuah kontrakan di daerah Yogyakarta, para pendiri radio streamingPamityang2an qwerty radio ini memulai mengudara. Dengan menggunakan twitter sebagai alat komunikasi dengan para pendengarnya, radio ini adalah radio yang pertama kali mengudara dengan konsep tidak dengan suara penyiarnya, melainkan twitter sebagai penggantinya.Penulis meneliti strategi penggunaan identitas lokal dan kebudayaan oleh Pamityang2an qwerty radio dalam mempertahankan eksistensi. Yogyakarta kota yang sangat menjunjung tinggi budaya membuat radio ini sangat dikenal dikalangan anak muda, tidak hanya di Yogya saja melainkan di luar kota karena penggunaan teknologi streaming yang membuat jangkauan yang tidak terbatas selama para pendengar memiliki koneksi internet. Selain itu unsur kebudayaan yang melekat dari radio ini sangat kental, yang membuat radio ini sangat menarik untuk diteliti. Konsep streaming yang dipadukan dengan twitter sangat membantu dalam melebarkan pendengar mereka. Dan identitas lokal serta kebudayaan yang mereka usung pun membedakan mereka dengan radio streaming lainnya. Di perjalanannya yang memasuki tahun kelima, Pamityang2an qwerty radio juga menemukan hambatan-hambatan dalam menjalankan radio ini, seperti perpanjangan tangan dari radio konvensional yang merambah dunia streaming dengan dana yang besar, serta munculnya radio-radio streaming lainnya. Namun, hal tersebut dihadapai dengan strategi yang mereka punya untuk dapat mempertahankan eksistensi mereka hingga saat ini.

KOMUNIKASI STRATEGIS UNTUK PENGELOLAAN KRISIS PUBLISITAS TENTANG PEMADAMAN LISTRIK PT.PLN (PERSERO) DISTRIBUSI JATENG DIY

Interaksi Online Vol 3, No 11 (2015): Wisuda Agustus
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemadaman listrik merupakan sebuah permasalahan besar bagi setiap orang. Hal ini terjadi mengingat hampir semua peralatan sehari-hari menggunakan listrik sebagai sumber energi utamanya. Di Indonesia sendiri pemadaman masih menjadi permasalahan besar yang belum terselesaikan dengan baik. Terbukti dengan masih tingginya intensitas pemadaman di berbagai daerah di Indonesia. Tujuan yang diharapkan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui komunikasi strategis dalam pengelolaan krisis publisitas tentang pemadaman listrik  PT.PLN (Persero) distribusi Jateng dan DIY .Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deksriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Dalam penelitian ini, data diperoleh melalui indept Interview dengan beberapa orang atau narasumber yang memiliki wewenang dalam melaksanakan kegiatan public relations PT.PLN (Persero) distribusi Jateng dan DIY. Indept interview yang dilakukan menggunakan pedoman tidak terstruktur, yaitu dimana pertanyaan dapat berkembang jika diperlukan, sehingga tidak terpaku dengan daftar pertanyaan.Kesimpulan yang diperoleh dari hasil penelitian adalah bahwa dalam melaksakanan kegiatan komunikasi strategis, PT.PLN distibusi Jateng dan DIY telah melaksanakan perencanaan strategis sesuai dengan  10 tahapan perencanaan strategis Anne Gregory yaitu analisis, penyusunan tujuan, identifikasi dan segmentasi sasaran, perumusan pesan, strategi, taktik, ketepatan waktu, sumberdaya dan evaluasi serta review. Review dilaksanakan melihat data dari hasil evaluasi untuk menentukan program selanjutnya. Pada periode Oktober 2014 hingga Desember 2014 tercatat terdapat 38 berita dengan kategori positif dan 8 berita berkategori negatif sehingga untuk periode akhir 2014 dapat disimpulkan bahwa PT.PLN (Persero) distribusi Jawa Tengah dan DIY mencatat publisitas positif sebesar 82,6%.Saran yang dapat disampaikan pada penelitian ini adalah. PT.PLN (Persero) distribusi Jawa Tengah dan DIY perlu melakukan penelitian lebih dalam berkaitan dengan publisitas dan keterkaitanya dengan Reputasi PT.PLN (Persero) distribusi Jawa Tengah dan DIY.

Hubungan Terpaan Iklan Yamaha YZF R25 Dan Citra Merek Terhadap Minat Beli

Interaksi Online Vol 3, No 11 (2015): Wisuda Agustus
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam bersaing dengan kompetitor, YIMM selaku produsen resmi Yamaha Indonesia menggunakan berbagai jenis marketing komunikasi untuk mempromosikan dan mengkomunikasikan produk terbarunya kepada konsumen. Salah satunya adalah dengan iklan televisi (TVC). YIMM memiliki banyak iklan TVC dari berbagai produknya, salah satunya ialah iklan Yamaha R25 dimana, YIMM menggaet pembalap MotoGP, Valentino Rossi untuk mempromosikan produk ini. Selain iklan televisi, citra merek juga memiliki peranan penting dalam promosi sebuah produk baru. Iklan dan citra merek itu memiliki hubungan yang sejajar. Apabila pesan – pesan dan informasi dalam iklan dapat diterima dengan baik oleh konsumen.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan terpaan iklan televisi Yamaha YZF R25 dan citra merek terhadap minat beli.. Dasar pemikiran yang digunakan adalah Cognitive Respons Theory. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksplanatori. Penelitian ini menggunakan teknik non random sampling dengan metode accidental sampling sebagai alat untuk menentukan sampel. Jumlah sampel sebanyak 50 responden dengan usia 18-27 tahun. Analisis data yang digunakan adalah korelasi kendall dengan bantuan SPSS 17.Hasil uji hipotesis pertama menunjukkan bahwa variabel terpaan iklan televisi Yamaha YZF R25 tidak memiliki hubungan dengan citra merek. Selanjutnya, hasil uji hipotesis kedua menunjukkan bahwa variabel citra merek memiliki hubungan yang signifikan dengan minat beli, dimana nilai signifikasinsinya 0,018 dan nilai koefisien korelasi kendall sebesar 0,273. Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang lemah antara citra merek dengan minat beli.Saran yang dapat diberikan adalah seharusnya YIMM sebagai produsen Yamaha di Indonesia memilih konsep yang lebih sederhana dalam membuat alur cerita iklan. Sehingga iklan mudah dimengerti oleh konsumen. Dan YIMM harus lebih bekerja keras lagi dalam mempertahankan citra merek yang sudah terbangun.

MAKNA IDENTITAS FANS KLUB SEPAK BOLA (CHELSEA INDONESIA SUPPORTERS CLUB)

Interaksi Online Vol 3, No 11 (2015): Wisuda Agustus
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh sekelompok orang yang memiliki kesamaan visi dan misi yang cenderung untuk bergabung ke dalam suatu lingkaran. Lingkaran tersebut diwujudkan dengan terbentuknya suatu komunitas. Komunitas fans klub sepak bola merupakan hal yang biasa ditemui di lingkungan kita. Bermulai dari kegemaran dengan olahraga sepak bola kemudian munculnya keinginan untuk mengenal lebih dalam klub sepak bola yang didukung. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana individu bisa memutuskan untuk bergabung ke dalam lingkungan yang baru dan bertemu dengan orang-orang baru dan bagaimana individu tersebut membentuk identitas dirinya yang pada awalnya hanya merupakan penggemar sepak bola menjadi salah satu supporter klub sepak bola tertentu.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang merujuk pada paradigma interpretif dan tradisi fenomenologi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Sintalitas Kelompok, Teori Perbandingan Sosial, dan Teori ERG (Existence, Relatedness, Growth) dan konsep identitas diri. teknik analisis data kualitatif yang mengacu pada penelitian fenomenologi dari Clark Moustakas. Subjek penelitian ini adalah setiap orang (laki-laki dan perempuan) yang merupakan pendukung Chelsea, merupakan anggota komunitas Chelsea Indonesia Supporters Club.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan proses identitas sosial di dalam komunitas Chelsea Indonesia Supporters Club (CISC) yang dialami oleh setiap individu yang merupakan anggota komunitas terjadi karena banyak faktor. Faktor-faktor tersebut antara lain adalah keluarga, dan kelompok-kelompok sekunder seperti teman. Individu menginginkan adanya kesamaan visi dan misi yang menurut mereka akan memudahkan dalam berinteraksi. Proses pengambilan keputusan di dalam kehidupan sehari-hari yang dilakukan oleh individu yang tergabung ke dalam komunitas Chelsea Indonesia Supporters Club (CISC) tidak selalu dipengaruhi oleh interaksi antar sesama individu di dalam komunitas.