Articles

Found 21 Documents
Search

PROGRAM JAMINAN KUALITAS PADA PENGUKURAN RADIONUKLIDA PEMANCAR GAMMA ENERGI RENDAH:RADIONUKLIDA Pb-210 Goeritno, Arief
Buletin Limbah Vol 8, No 1 (2004): 2004
Publisher : Buletin Limbah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.362 KB)

Abstract

Telah dilakukan kegiatan peningkatan kinerja terhadap pengukuran Pb-210 untuk program jaminan kualitas pengukuran radionuklida pemancar gamma energi rendah. Peningkatan kinerja tersebut,adalah kalibrasi dan pengukuran Certified Reference Material (CRM). Hasilkegiatan yang diperoleh berupa: (i) pengukuran Pb-210 menggunakanspektrometer gamma energi rendah; (ii) kalibrasi spektrometer gamma energi rendah; dan (iii) pengukuran Pb-210 pada CRM. Mengacu ke hasil kegiatan tersebut dapat disimpulkan, bahwa (i) pada sumber titik tidak dipengaruhi oleh fenomena self absorption; (ii) terdapat korelasi yang cukup besar antara nomor salur dan energi dan hasil pengukuran berada pada garis model pada kurva kalibrasi energi dan efesiensi; dan (iii) hasil pengukuran Pb-210 pada CRM mempunyai perbedaan 1,5% dari nilai yang tercantum di dalam sertifikat. The performance raising activity have been done against the Pb-210 measuring for the quality assurance program of the measuring onthe low energy gamma-ray (g-ray) radionuclide, the Pb-210 radionuclide.The raising of performance, namely calibration and meauring of the Certified Reference Material (CRM). The result of activity has gotten, namely (i) measuring of Pb-210 using the low energy gamma spectrometer, (ii) calibration of the low energy gamma spectrometer, and (iii) meassuring of PB-210 on CRM. Base on the result of activity can get the conclusion,
BEBAN-BEBAN LISTRIK TERKONTROL MELALUI MINIMUM SYSTEM BERBASIS PAYLOAD DATA HANDLING BERBANTUAN MIKROKONTROLER Goeritno, Arief; Sopyandi, Sopyandi; Yatim, Rakhmad
Prosiding SNATIF 2017: Prosiding Seminar Nasional Teknologi dan informatika (BUKU 1)
Publisher : Prosiding SNATIF

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1357.067 KB)

Abstract

AbstrakTelah dilakukan pengontrolan terhadap beban-beban listrik berbantuan sistem pengontrolan berbasis Payload Data Handling berbantuan mikrokontroler, melalui (1) pengintegrasian rangkaian elektronika system pengontrolan ke system mikrokontroler dan  (2) uji verifikasi dan validasi. Pengintegrasian dilakukan terhadap sejumlah rangkaian elektronika untuk deteksi nilai tegangan, penyesoran nilai arus, penggerak relai, (ii) pabrikasi board untuk system mikrokontroler, (iii) pengawatan system pengontrolan dan pembuatan catu daya, dan (iv) pemrograman terhadap mikrokontroler berbasis bahasa pemrograman BasCom AVR. Uji verfikasi berupa simulasi berbantuan aplikasi Proteus dan uji validasi berupa pemberian beban listrik pada sejumlah titik terkontrol dan pengiriman berbantuan protokol Bluetooth dan penampilan pada perangkat berbasis Android.  Pembuatan board untuk rangkaian elektronika dan sistem mikrokontroler berbantuan program aplikasi EAGLE, dimana pengawatan pada sistem mikrokontroler ATmega32 berupa sensor arus dan tegangan sebagai masukan pada mikrokontroler dan ditampilkan pada LCD berukuran 4x16 sebagai keluaran untuk tampilan hasil pengukuran dan penampilan pada perangkat berbasis Android. Pengoperasian sensor saat pengukuran, digunakan sumber tegangan 5 volt dc dan komunikasi sensor dengan satu jalur data yang digunakan untuk perintah pengalamatan, pengambilan, dan pengiriman data dilakukan oleh mikrokontroler. Pemograman mikrokontroler Atmega32 meliputi pembuatan diagram alir dan penulisan sintaks. Diagram alir meliputi delapan tahapan, yaitu: (i) konfigurasi pin, (ii) deklarasi variabel, (iii) deklarasi konstanta, (iv) inisialisasi, (v) program utama, (vi) tampilan sensor tegangan dan arus, (vii) ambil dan kirim data, dan (viii) keluaran. Konfigurasi pin merupakan penentuan pin yang digunakan sebagai masukan atau keluaran,  untuk sensor tegangan dan arus. Uji verfikasi berupa pengujuan terhadap program berbasis bahasa aplikasi Bascom AVR di-compile ke sistem simulasi untuk mikrokontroler yang terdapat pada Proteus. Kondisi sistem dengan pengontrolan: (i) jika daya stabil dalam suatu pemakaian, maka beban listriktetap dalam kondisi “on” dan (ii) ketika suatu ruangan berlebih dalam pemakaian daya listrik, maka beban listrik berubah menjadi “off” secara otomatis untuk pembatasan pemakaian daya listrik. Uji validasi berupa pemberian beban listrik pada titik-titik terkontrol dengan hasil yang tertampil pada LCD dan tertampilkan juga pada layar perangkat berbasis Android yang terkirim melalui jalur protokol Bluetooth.  Kata kunci: beban listrik, mikrokontroler, minimum system berbasis PDH, perangkat berbasis Android, perangkat bluetooth.
PENGOPERASIAN BEBAN LISTRIK FASE TUNGGAL TERKENDALI MELALUI MINIMUM SYSTEM BERBASIS MIKROKONTROLER DAN SENSOR VOICE RECOGNITION (VR) Goeritno, Arief; Ginting, Sandy Ferdiansyah; Yatim, Rakhmad
Prosiding SNATIF 2017: Prosiding Seminar Nasional Teknologi dan informatika (BUKU 1)
Publisher : Prosiding SNATIF

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1387.335 KB)

Abstract

AbstrakMinimum system berbasis mikrokontroler dan sensor voice recognition (VR) sebagai pengendali aktuator telah digunakan untuk pengoperasian beban listrik fase tunggal.  Minimum system adalah suatu sistem yang tersusun melalui 2 (dua) tahapan, yaitu (a) diagram rangkaian dan bentuk fisis board dan (b) pengawatan terintegrasi terhadap minimum system pada sistem mikrokontroler ATmega16.  Keberadaan sistem mikrokontroler pada minimum system perlu program tertanam melalui pemrograman berbasis bahasa BasCom AVR dengan sejumlah tahapan, yaitu (i) konfigurasi pin, (ii) deklarasi variabel (peubah), (iii) deklarasi konstanta (tetapan), (iv) inisialisasi, (v) program utama, (vi) ambil dan kirim data, dan (vii)  keluaran. Uji verifikasi terhadap sistem mikrokontroler dilakukan melalui simulasi berbantuan aplikasi Proteus, berupa pemberian 5 (lima) macam perintah terhadap sensor VR, yaitu “LAMPU”, “NEON”, “KIPAS”, “HIDUP”, dan “MATI”. Hasil simulasi sesuai perintah terhadap sensor VR berupa tampilan pada Virtual Terminal.  Kinerja minimum system berbasis mikrokontroler ATmega16 berbantuan sensor VR ditunjukkan, bahwa hasil pemantauan (i) saat sensor diberi perintah “LAMPU”, maka lampu pijar menyala (on), (ii) saat sensor diberi perintah  “NEON”, maka lampu TL menyala (on), (iii) saat sensor diberi perintah “KIPAS”, (iii) saat sensor diberi perintah “KIPAS”, maka kipas angin beroperasi (on), (iv) saat sensor diberi perintah “HIDUP”, maka lampu pijar dan lampu TL menyala (on) dan kipas angin beroperasi (on), dan (v) saat sensor diberi perintah “MATI”, maka lampu pijar dan lampu TL padam (off) dan kipas angin tidak beroperasi (off). Pemberian perintah masukan terhadap sensor VR telah memberikan kinerja yang diharapkan. Kata Kunci: beban listrik fase tunggal,  mikrokontroler ATmega16, sensor voice recognation
STRUKTUR BELITAN STATOR DAN ROTOR BERMAGNET PERMANEN FLUKS RADIAL UNTUK ALTERNATOR FASE TUNGGAL Goeritno, Arief; -, Marjuki -; Hidayat, Alfian -
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.662 KB)

Abstract

Pemanfaatan kembali rangka dan inti stator bekas dari motor induksi fase-tiga (3Φ) melalui pengkondisian ulang  terhadap  rangka dan inti stator  untuk perolehan alternator fase-tunggal. Pengkondisian ulang  terhadap  inti stator dgunakan untuk pembentukan belitan stator pada inti stator. Pembentukan belitan stator  dipengaruhi  oleh jumlah alur pada stator,  luas masing-masing alur, pemilihan luas penampang dan tipe kawat email untuk kumparan, dan cara penggulungan kumparan dan penentuan jumlah kutub.  Struktur belitan stator digunakan untuk pabrikasi struktur rotor dengan magnet permanen fluks radial.  Keberadaan struktur belitan stator dan rotor dengan magnet permanen fluks radial  pada alternator fase-tunggal digunakan sebagai dasar perhitungan untuk perolehan  daya elektris  teoritis yang dihasilkan alternator fase-tunggal.  Keberadaan struktur rotor dengan magnet permanen fluks radial pada alternator fase-tunggal digunakan sebagai dasar perhitungan daya mekanis teoritis  yang diperlukan dari penggerak mulan. Struktur belitan stator  terbentuk  oleh enam grup kumparan (koil)  tipe jerat (lap winding) satu lapis pada rentang 6 (enam) aluran yang terhubung seri. Struktur rotor berbentuk silinder berongga berdimensi 60 mm, 30 mm, dan 85 mm yang dilengkapi dengan 12 buah magnet permanen.  Nilai daya elektris teoritis yang dihasilkan alternator sebesar 81 VA, sedangkan daya mekanis teoritis yang diperlukan dari penggerak mula sebesar 350 watt.  Kata-kata Kunci: alternator fase-tunggal, belitan stator, rotor magnet permanen fluks radial
Kinerja Relai Diferensial Diukur melalui Pemberian Simulasi Fenomena Gangguan Internal pada Transformator Daya Goeritno, Arief; Rasiman, Syofyan; Nugraha, Irwan; Johan, Ayumi
Setrum : Sistem Kendali-Tenaga-Elektronika-Telekomunikasi-Komputer Vol 7, No 2 (2018): Edisi Desember 2018
Publisher : Fakultas Teknik Elektro - Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2679.017 KB)

Abstract

Pengukuran kinerja relai diferensial disimulasikan dengan dua kondisi, yaitu pemberian fenomena gangguan di luar dan di dalam daerah perlindungan transformator daya. Hasil pengukuran terhadap arus yang teralirkan ke relai diferensial saat pemberian kondisi gangguan di luar daerah perlindungan, diperoleh arus pada fase-R 1,9 mA, fase-S 1,7 mA, dan fase-T sebesar 2,2 mA, sedangkan nilai arus ke relai diferensial seharusnya sebesar nol mA, sehingga terdapat selisih hasil pengukuran sebesar 3,020668% untuk fase-R, 2,782324% untuk fase-S, dan 3,618421% untuk fase-T. Hasil perhitungan terhadap arus yang teralirkan ke relai diferensial dari masing-masing fase sebesar 1,57 mA, sedangkan nilai arus seharusnya sebesar nol mA, sehingga masing-masing fase terdapat selisih sebesar 2,078919%. Hasil pengukuran saat pemberian kondisi berbeban, diperoleh arus yang teralirkan ke relai pada fase-R 2,6 mA, fase-S 2,8 mA, dan fase-T sebesar 3,5 mA, tetapi relai diferensial tidak beroperasi, karena relai disetel dengan nilai sebesar 130% dari arus terbesar di antara ketiga fase, sehingga diperoleh arus penyetelan (Iset.) = 3,5 + (30% x 3,5) = 4,45 mA. Hasil pengukuran terhadap arus yang teralirkan ke relai diferensial saat pemberian fenomena gangguan di dalam daerah perlindungan, diperoleh arus yang teralirkan ke relai pada fase-R 127,7 mA, fase-S 123,9 mA, dan fase-T sebesar 123,8 mA, sedangkan hasil perhitungan terhadap arus yang teralirkan ke relai diferensial dari masing-masing fase sebesar 152,61 mA.
Implementasi Automatic Packet Reporting System (APRS) Untuk Paket Data Pemantauan dan PengukuranUntuk Paket Data Pemantauan dan Pengukuran Goeritno, Arief
Setrum : Sistem Kendali-Tenaga-Elektronika-Telekomunikasi-Komputer Vol 3, No 2 (2014): Edisi Desember 2014
Publisher : Fakultas Teknik Elektro - Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1192.921 KB)

Abstract

Telah dilakukan implementasi Automatic Packet Reporting System (APRS) untuk paket data pemantauan dan pengukuran melalui tujuan penelitian, berupa: a) penyetelan program aplikasi pada jaringan APRS dan b) pengukuran terhadap penerimaan data berdasarkan kinerja sensor-sensor. Penyetelan program aplikasi APRS merupakan konfigurasi perangkat lunak untuk APRS yang akan digunakan pada stasiun penerimaan data APRS dengan program aplikasi yang biasa digunakan, yaitu hyperterminal dan UI-View 32. Pengukuran penerimaan data berdasarkan kinerja sensor yang dilakukan melalui proses perekaman pada stasiun penerimaan data APRS. Kinerja sensor-sensor akan diamati pada stasiun pengiriman dan data hasil pengamatan akan dapat diterima pada stasiun penerimaan secara real time. Program aplikasi berbasis hyperterminal dan UI View 32 telah berhasil melakukan proses handshaking antara Terminal Node Controller (TNC) dan komputer, sehingga data telemetri dari stasiun pengiriman paket data dapat diterima di stasiun penerimaan. Data telemetri dapat diamati pada stasiun penerimaan dan dapat diperoleh secara real time dengan format: YB0LRB-11>BEACON,WIDE2-1 [05/18/2014 04:03:49]: <UI>: T#010,008,093,004,122,075. Notifikasi YB0LRB-11 merupakan stasiun pengiriman paket data telemetri, kemudian data tersebut akan diterima pada stasiun penerima YD1PRY dengan format: YD1PRY-2>APLPN,ARISS [05/18/2014 04:03:07]: <UI>: !06.30.37S/106.48.26E#. Notifikasi tersebut merupakan pengiriman informasi data posisi oleh stasiun YD1PRY untuk inisialisasi pada jaringan APRS. Stasiun YB0LRB-11 ketika mengirim paket data telemetri dengan format: YB0LRB-11>BEACON,WIDE2-1 [05/18/2014 04:00:49]: <UI>: T#001,004,035,005,122,075. Paket data dari stasiun YB0LRB yang dipancar ulang atau digipeater dengan format: YB0LRB-11>BEACON,YD1PRY-2,WIDE2* [05/18/2014 04:00:50]: <UI>: T#001,004,035,005,122,075. Sensor pengukuran berkinerja relatif stabil, walaupun terdapat nilai simpangan pengukuran sebesar 1 cm atau mempunyai persentase kesalahan sebesar 1,7%.
LAMPU PIJAR PADA ANALOGI INSTALASI LISTRIK FASE-TIGA TERKENDALI MELALUI SMARTPHONE BERBASIS ANDROID TERHUBUNG INTERNET BERBANTUAN MIKROKONTROLER Goeritno, Arief; Hendrian, Febby; Ritzkal, Ritzkal
Prosiding SNATIF 2017: Prosiding Seminar Nasional Teknologi dan informatika (BUKU 1)
Publisher : Prosiding SNATIF

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1584.705 KB)

Abstract

AbstrakTelah dilakukan (a) perakitan (assembling) untuk perolehan bentuk fisis minimum system melalui keberhasilan handshaking secara (i) hardware dan (ii) software dan (b) pengukuran kinerja minimum system melalui (i) pembuatan tampilan kebutuhan sistem secara hardware dan software dan (ii) pemberian kondisi untuk pemantauan dan pengendalian pada analogi instalasi listrik fase-tiga. Handshaking secara hardware diperoleh melalui: (i) integrasi sejumlah peranti elektronika, yaitu: i) mikrokontroler Arduino UNO R3, ii) Arduino ethernet shield W5100, iii) Mikrotik RouterBrand, iv) modul relai, dan v) smartphone berbasis Android dan analogi instalasi listrik fase-3.  Handshaking secara software diperoleh dengan tahapan berupa 4 (empat) langkah, yaitu: (i) pemasangan Arduino IDE versi 1.8.1 berbasis bahasa C untuk comfiling dan uploading ke peranti mikrokontroler Arduino UNO R3, (ii) pembuatan aplikasi untuk smartphone berbasis Android, (ii) pengunduhan software untuk pemasangan aplikasi pada smartphone berbasis Android, dan (iv) pemasangan file dengan format apk pada smartphone berbasis Android.  Minimum system terpasang dengan pengontrol mikro pada mikrokontroler Arduino UNO R3 dan perangkat smartphone berbasis Android sebagai pusat kendali. Keberadaan tampi;an untuk pelaksanaan pengamatan terhadap pengukuran kinerja minimum system didasarkan kepada 2 (dua) kebutuhan system, sistem hardware dan software.  Pengukuran kinerja dilakukan dengan pemantauan dan pengendalian pada analogi instalasi listrik fase-tiga, melalui 3 (tiga) pemberian kondisi berbeda pada jalur fase-R atau fase-S atau fase-T. Pemantauan dan pengengalian dengan pemberian kondisi telah sesuai dengan keberadaan minimum system. Kata-kata kunci:, analogi instalasi listrik fase-tiga, Internet, lampu pijar, mikrokontroler, smartphone berbasis Android.
RANCANG BANGUN SISTEM KOMUNIKASI RADIO BERBASIS DIGITAL TRUNKING UNTUK SARANA KOMUNIKASI PADA PENGELOLAAN JALAN TOL TRANS SUMATERA Setyawibawa, Ika; Goeritno, Arief
Prosiding SNATIF 2017: Prosiding Seminar Nasional Teknologi dan informatika (BUKU 1)
Publisher : Prosiding SNATIF

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1018.701 KB)

Abstract

AbstrakTelah dilakukan rancang bangun untuk sebuah sistem komunikasi radio berbasis digital trunking untuk sarana komunikasi pada pengelolaan jalan tol, melalui a) pemasangan perangkat sistem komunikasi radio DMR Tier III Trunked, b) penyetelan (setting) pada perangkat perangkat repeater dan radio, dan c) pelaksanaan simulasi berbasis aplikasi Radio Mobile untuk prediksi area cakupan sinyal radio perangkat sistem repeater dan pengamatan kinerja komunikasi pada sistem komunikasi radio DMR Tier III Trunking. Pemasangan perangkat sistem komunikasi radio DMR Tier III Trunking dilakukan dalam dua tahap. Penyetelan terhadap perangkat sistem repeater dilakukan dengan bantuan aplikasi System Digital Managemet Terminal (SDMT) dan IP Config Tool, sedangkan untuk perangkat radio dibutuhkan aplikasi Field Personality Programmer (FPP. Simulasi dilakukan untuk terhadap prediksi area cakupan sinyal radio perangkat sistem repeater berbasis aplikasi Radio Mobile. Hasil rancang bangun sesuai tujuan penelitian. (1) Pemasangan tahap pertama, untuk perangkat indoor atau perangkat yang kelak dipasang di dalam ruangan yang terdiri atas perangkat repeater, catu daya dan diletakkan dalam indoor close rack 19 inch dengan tinggi 27 U (800 mm).  Untuk pemasangan tahap kedua berupa tower triangle, penarikan kabel coaxial, dan pemasangan sistem penangkal petir tntung kesiapan setiap area stasiun pemancar ulang. (2) Penyetelan terhadap perangkat sistem repeater dibutuhkan, meliputi 3 (tiga) macam penyetelan kondisi untuk i) koneksitas antara perangkat repeater dan radio, ii) perangkat repeater, dan iii) perangkat radio. Sebelum penyetelan keberadaan koneksitas antara perangkat repeater dan radio (baik mobile atau portable) diperlukan penentuan konsep komunikasi yang direncanakan untuk pengoperasian perangkat radio, agar lebih mudah dalam penyetelan perangkat repeater maupun radio dan untuk minimalisasi kesalahan. Penyetelan koneksitas antara perangkat repeater dan radio dilakukan terhadap lima parameter utama, yaitu i) frekuensi transmitter (Tx) dan receiver (Rx), ii) User ID, iii) IP Address setiap site, iv) Mode trunking channel, dan v) Talkgrup ID. Penyetelan pada perangkat sistem repeater dilakukan terhadap lima parameter utama, yaitu i) frekuensi Tx dan Rx, ii) user ID, iii) talkgroup ID, iv) daya pada repeater Simoco SDB680XD, dan v) syscode. Penyetelan pada perangkat radio dilakukan terhadap empat utama, yaitu i) frekuensi Tx dan Rx, ii) penggunaan syscode, iii) talkgrup ID, dan iv) radio ID. (3) Pengamatan terhadap prediksi area cakupan sinyal radio perangkat sistem repeater berbasis aplikasi Radio Mobile, berdasarkan sejumlah parameter sebagai masukan, yaitu: i) jenis area untuk operasional sistem radio; ii) jenis dan spesifikasi antena yang digunakan; iii) loss yang timbul akibat keberadaan kabel dan sambungan konektor kabel; iv) koordinat pemasangan stasiun pemancar atau penempatan repeater, longitude, dan latitude; v) ketinggian stasiun pemancar atau antena repeater dalam meter; vi) sensitivitas radio penerima dalam dB; dan vii) daya yang digunakan pada repeater dan radio penerima dalam watt. Hasil simulasi pengamatan terhadap prediksi area cakupan sinyal radio perangkat sistem repeater berupa screenshoot dengan contoh ruas jalan tol daerah Lampung, meliputi Bakauheni-Bandar Lampung-Terbanggi Besar sepanjang 140,938 kilometer.  Hasil pengamatan kinerja komunikasi pada sistem komunikasi radio melalui penggunaan dummy load berupa pemberian 3 (tiga) jenis panggilan yang diasumsikan, yaitu panggilan grup, panggilan individual, dan panggilan darurat dengan hasil pengamatan, sistem terhubung baik.  Kata kunci: digital trunking, sarana komunikasi untuk pengelolaan jalan tol, sistem komunikasi radio.
MINIMUM SYSTEM BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA32 BERBANTUAN SENSOR PASSIVE INFRARED RECEIVER DAN FINGERPRINT UNTUK SISTEM PENGAMANAN KENDARAAN BERMOTOR RODA EMPAT ATAU LEBIH Afandi, Muhammad Yusuf; Goeritno, Arief; Yatim, Rakhmad
Prosiding SNATIF 2017: Prosiding Seminar Nasional Teknologi dan informatika (BUKU 1)
Publisher : Prosiding SNATIF

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1036.053 KB)

Abstract

AbstrakTelah dibuat minimum system berbasis mikrokontroler ATMega32 berbantuan sensor passive infrared receiver (PIR) dan fingerprint untuk sistem pengamanan kendaraan bermotor roda empat atau lebih.  Minimum system adalah tersusun melalui integrasi dengan tahapan (a) perancangan diagram rangkaian dan pabrikasi bentuk fisis board, (b) pengawatan terintegrasi terhadap minimum system pada sistem mikrokontroler ATmega32, dan (c) pemrograman terhadap sistem mikrokontroler ATmega32 berbasis bahasa BasCom AVR.  Pemrograman melalui sejumlah tahapan, yaitu (i) konfigurasi pin, (ii) deklarasi variabel (peubah), (iii) deklarasi konstanta (tetapan), (iv) inisialisasi, (v) program utama, (vi) ambil dan kirim data, dan (vii)  keluaran. Simulasi dengan aplikasi Proteus berupa pemberian 2 (dua) macam perintah/masukan terhadap sensor, yaitu satu masukan data berupa keberadaan manusia (gerak manusia) terhadap sensor PIR dan satu masukan data inisialisasi sidik jari manusia terhadap sensor fingerprint. Hasil uji verifikasi berupa simulasi sesuai perintah terhadap sensor PIR dan fingerprint berupa tampilan pada virtual terminal.  Uji validasi berupa pengukuran kinerja minimum system berbasis mikrokontroler ATmega32 ditunjukkan, bahwa hasil pemantauan (i) saat sensor PIR diberi masukan “keberadaan manusia (gerak)”, sensor fingerprint menyala (on) dan (ii) saat sensor fingerprint menyala yang berarti siap terima masukan data berupa “inisialisasi sidik jari end user” pengaktifan actuator dan sistem pada kendaraan bermotor. Pemberian perintah masukan terhadap sensor passive infrared reciever dan fingerprint  telah memberikan kinerja yang diharapkan. Terdapat penurunan tegangan sebesar 1,001669% pada catu daya, saat digunakan sebagai sumber tenaga untuk minimum system. Kata Kunci: mikrokontroler ATmega32, sensor PIR dan fingerprint, sistem pengamanan kendaraan bermotor roda empat atau lebih.
PENGUKURAN KUALITAS PERANGKAT LUNAK SISTEM E-LEARNING MENGGUNAKAN METRIC FUNCTION ORIENTED Ritzkal, Ritzkal; Goeritno, Arief; P, Eko Hadi
Prosiding SNATIF 2017: Prosiding Seminar Nasional Teknologi dan informatika (BUKU 3)
Publisher : Prosiding SNATIF

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.833 KB)

Abstract

Abstrak Pencapaian kualitas perangkat lunak dapat dinilai melalui pengukuran. Ada banyak atribut-atribut perangkat lunak yang dapat diukur. Jumlah atribut yang digunakan dalam pengukuran tergantung pada banyaknya informasi yang ingin diperoleh melalui pengukuran. Contohnya, ketika seorang manager proyek ingin memperoleh informasi mengenai tingkat keandalan dari perangkat lunak yang dikembangkan maka atribut-atribut yang diukur  adalah seperti jumlah kesalahan yang mungkin terjadi dalam kurun waktu tertentu, jumlah fungsi, jumlah baris kode, kerumitan, dan ujicoba yang dilakukan untuk memastikan tingkat kesalahan yang mungkin terjadi selama proses pengembangan perangkat lunak. Pada akhirnya informasi-informasi tersebut akan digunakan untuk mendukung fungsi-fungsi manajemen seperti perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian. Banyaknya standar kualitas yang ada saat ini menunjukkan bahwa begitu pentingnya pencapaian sebuah kualitas. Pentingnya kualitas perangkat lunak memang masih diperhadapkan pada banyaknya standar kualitas yang ada. Para ahli rekayasa perangkat lunak tampaknya masih memerlukan sedikit waktu untuk menetapkan sebuah standar tunggal yang dapat menggugurkan standar-standar kualitas yang banyak ini. Di sisi lain, pencapaian kualitas perangkat lunak tidak bisa menunggu sampai standar tunggal itu ditetapkan. Tujuan dari penelitian  yaitu mendapatkan nilai kualitas perangkat lunak sistem e-learning. Penelitian ini dilakukan dengan teknik kuantitatif. Penelitian ini adalah penerapan dari teori-teori mengenai kualitas perangkat lunak, dan dilakukan sebagai pembuktian teori-teori tersebut. Secara skematik,Metode penelitian dilakukan dengan beberapa tahapan kumpulan data,komputasi numeric (metric) dan komputasi numeric (indikator). Hasil yang diperoleh berupa pengumpulan data pada perangkat lunak, perhitungan komputasi numerik dan perhitungan indicator kualitas ISO 9126 yang meliputi indkator kualitas fungsional, indicator kualitas reliabilitas, indicator kualitas usabilitas, indicator kualitas effisiensi, indicator kualitas maintainabilitas, dan indicator kualitas portabilitas. Berdasarkan hasil tersebut, maka ditarik kesimpulan sesuai tujuan penelitian dengan pengujian indikator kualitas ISO 9126 menyatakan perangkat lunak tesebut baik. Kata kunci: Iso 9126, komputasi numeric dengan metric dan komputasi numeric dengan indikator.