Articles

Found 38 Documents
Search

URBAN SPRAWL OF THE CITY OF YOGYAKARTA,SPECIAL REFERENCE TO THE STAGEOF SPATIAL TRANSFORMATION (Case Study at Maguwoharjo Village, Sleman District) Giyarsih, Sri Rum
Indonesian Journal of Geography Vol 42, No 1 (2010): Indonesian Journal of Geography
Publisher : Faculty of Geography, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

The study was conducted in Maguwoharjo Village, Depok Sub-District,Sleman District, which is part of urban fringe area experiencing regionaltransformation. This study aims at understanding the regional transformationstages in the location studied. The survey method using in-depth interviews withsome informants was implemented. The data analysis was done descriptivequalitatively. From this study, it is found out that spatial distribution of regionaltransformation stages is closely associated with street connection and growthareas. Some areas directly bordering on Yogyakarta-Surakarta roads have higherregional transformation intensity than villages distant from the streets and growthareas.
PERSEPSI DAMPAK PERUBAHAN ADMINISTRASI WILAYAH TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI DAN BUDAYA MASYARAKAT BUKIT INTAN Astuti, Siti Nurdianti; Giyarsih, Sri Rum
Jurnal Bumi Indonesia Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : Fakultas Geografi UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Bukit Intan merupakan salah satu kecamatan yang mengalamidinamika keruangan dilihat dari peubahan batas admistrasi, pemekaran kota Pangkalpinang. Perubahan ini memberikan dampak yang signifikan terhadap kehidupanmasyarakat di bidang ekonomi, sosial maupun pergeseran nilai-nilai budaya. Tujuan daripenelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan batas administrasi wilayah diKecamatan Bukit Intan tahun 2010 dan tahun 2011. Data primer merupakan data utamayang digunakan dalam penelitian ini, dilengkapi data sekunder sebagai pendukungpenelitian. Teknik pengolahan data yang digunakan adalah analisis kuantitatif dari datahasil skoring kuisioner, dimana variabel dari tiap indikator penilaian diberikan harkatatau derajat dengan nilai tertentu. Hasil penelitian menunjukan persepsi dampak yangcenderung kearah positif terhadap sosial ekonomi kelompok masyarakat wilayahadministrasi tetap dan tidak berpengaruh pada kelompok wilayah administrasi berubah,sementara persepsi dampak dirasakan tidak begitu berpengaruh baik bagi masyarakatkelompok administrasi tetap maupun kelompok administrasi berubah, terhadapkehidupan sosial dan budaya masyarakat Bukit Intan.Kata Kunci : Pengembangan wilayah,Dinamika wilayah, Batas administrasi, KecamatanBukit Intan
TINGKAT PENGETAHUAN MAHASISWA UNIVERSITAS GADJAH MADA TENTANG BAHAYA PENYAKIT AIDS Hidayat, Oryza; Giyarsih, Sri Rum
Jurnal Bumi Indonesia Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012
Publisher : Fakultas Geografi UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengetahuan mahasiswa tentang bahaya penyakit AIDS merupakan segala sesuatu yang diketahui oleh mahasiswa mengenai penyakit HIV/AIDS. Penelitian ini mempunyai tujuan, (1) mengetahui tingkat pengetahuan mahasiswa eksak dan non-eksak di Universitas Gadjah Mada (UGM) tentang bahaya AIDS, dan (2) mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tentang bahaya AIDS dengan perilaku mahasiswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Pemilihan responden menggunakan metode sampling insidental. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan mengenai AIDS pada mahasiswa bidang studi eksak memiliki pengetahuan rendah sebesar 6 persen, pengetahuan sedang sebesar 67 persen, dan berpengetahuan tinggi sebesar 27 persen. Mahasiswa non-eksak tidak jauh berbeda dengan mahasiswa eksak, yaitu mahasiswa yang berpengetahuan rendah sebesar 11 persen, pengetahuan sedang sebesar 65 persen, dan mahasiswa yang berpengetahuan tinggi sebesar 24 persen. Semakin tinggi tingkat pengetahuan mahasiswa tentang bahaya AIDS, maka semakin baik pula seorang individu dalam mengendalikan perilakunya.Kata Kunci : Pengetahuan, AIDS/HIV, Perilaku, Mahasiswa 
IDENTIFIKASI TINGKAT KERENTANAN SOSIAL EKONOMI PENDUDUK BANTARAN SUNGAI CODE KOTA YOGYAKARTA TERHADAP BENCANA LAHAR MERAPI Setyaningrum, Puspasari; Giyarsih, Sri Rum
Jurnal Bumi Indonesia Volume 1, Nomor 3, Tahun 2012
Publisher : Fakultas Geografi UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang dilakukan adalah tentang kerentanan sosial ekonomi yang disebabkan olehbencana aliran lahar yang terjadi di Bantaran Sungai Code pada penggal yang melewatiKota Yogyakarta dengan melihat kondisi pasca bencana erupsi Merapi pada tahun 2010.Hasil penelitian menunjukkan tingkat kerentanan sosial ekonomi penduduk di bantaranSungai Code cenderung pada tingkat kerentanan rendah, yang lebih dipengaruhi olehaspek ekonomi. Walaupun demikian baik tingkat persepsi dan tingkat kapasitas penduduksama-sama berada pada tingkat tinggi, hal ini tak terlepas dari adanya informasi sertasitem edukasi tentang kebencanaan yang turut terbangun. Korelasi antara variabelkerentanan sosial ekonomi dengan variabel persepsi lemah dan berbanding terbalik,bahkan dengan variabel kapasitas nilai korelasinya sangat lemah. Hal ini dikarenakanindikator yang digunakan sedikit sekali terkait satu sama lain Sedangkan antara variabelpersepsi dengan kapasitas cenderung sedang dan searah. Hal ini menunjukkan keterkaitanantar keduanya yang terbangun secara bersamaan di lapangan.Kata Kunci : Bencana Lahar, Kerentanan Sosial Ekonomi, Persepsi, Kapasitas
PENGARUH KEBERADAAN FASILITAS PENDIDIKAN TERHADAP POLA KERUANGAN LAHAN TERBANGUN (Kasus: Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman) Yudistira, Mathias Angger; Giyarsih, Sri Rum
Jurnal Bumi Indonesia Volume 1, Nomor 3, Tahun 2012
Publisher : Fakultas Geografi UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan Kota Yogyakarta tidak dapat dipisahkan dengan fungsiKota Yogyakarta sebagai kota pelajar. Berkaitan dengan klasifikasi KotaYogyakarta sebagai kota pelajar yang perkembangannya dipengaruhi oleh faktorpendidikan, Kecamatan Depok di Kabupaten Sleman merupakan salah satukecamatan yang memiliki perkembangan fasilitas pendidikan cukup pesat.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keberadaan fasilitas pendidikan danpengaruhnya terhadap pola keruangan lahan terbangun di Kecamatan DepokKabupaten Sleman.Penelitian di Kecamatan Depok Kabupaten Sleman ini menggunakanmetode sensus untuk keberadaan fasilitas pendidikan dan untuk mengetahui polakeruangan lahan terbangun dilakukan survai di lokasi penelitian serta interpretasicitra secara visual. Peta yang dihasilkan diolah dengan teknik penampalankemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif-eksplanasi.271Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasilitas pendidikan yangmemberikan pengaruh terhadap pola keruangan lahan terbangun di KecamatanDepok adalah fasilitas pendidikan jenjang SMA dan perguruan tinggi.Kata kunci: fasilitas pendidikan, pola keruangan, lahan terbangun, perkotaan
PENGARUH PERKEMBANGAN KOTA JAKARTA TERHADAP TINGKAT PERKEMBANGAN SOSIAL EKONOMI DAN DEMOGRAFI KECAMATAN SERPONG TAHUN 2008-2010 Wahidah, Ana Fitria; Giyarsih, Sri Rum
Jurnal Bumi Indonesia Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : Fakultas Geografi UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan Kota Jakarta yang semakin pesat menyebabkan ledakan penduduk yang menyebabkan sebagian besar penduduk Kota Jakarta bermigrasi ke daerah pinggiran kota. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu mengetahui perkembangan sosial ekonomi dan demografi Kecamatan Serpong, mengetahui keterkaitan perkembangan Kota Jakarta terhadap tingkat perkembangan sosial ekonomi dan demografi Kecamatan Serpong dan untuk mengetahui faktor migrasi masuk, aksesibilitas dan jumlah penduduk yang paling mempengaruhi perkembangan sosial ekonomi Kecamatan Serpong. Penelitian dilakukan di Kecamatan Serpong yang terdiri dari 9 kelurahan dengan menggunakan data sekunder. Analisis data menggunakan korelasi Kendall dan regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasilitas sosial ekonomi dan demografi Kecamatan Serpong terus mengalami peningkatan dalam dua tahun terakhir dan migrasi masuk memiliki keterkaitan yang besar terhadap fasilitas sosial tahun 2008. Besarnya pengaruh migrasi masuk terhadap fasilitas sosial tahun 2008 menjadikan migrasi masuk sebagai faktor yang paling berpengaruh terhadap perkembangan fasilitas sosial. Kata kunci : perkembangan kota, daerah pinggiran kota, sosial ekonomi dan demografi
The Effect of Regional Development on The Sustainability of Local Irrigation System (A Case of Subak System in Badung Regency, Bali Province) Sriartha, I Putu; Suratman, Suratman; Giyarsih, Sri Rum
Forum Geografi Vol 29, No 1 (2015): Forum Geografi
Publisher : Forum Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.053 KB)

Abstract

This study was aimed at investigating the sustainability of subaks in the dynamics of regional development in the metropolitan area of Badung Regency, Bali Province. The data on subak sustainability were collected by using survey method in 69 subaks as the units of analysis, and the secondary data on the factors of regional development were collected by using document recording method. The data were analyzed by using quantitative decriptive technique, Analytical Hierarchy Process (AHP), and multiple linear regression. The results showed that the spatial distribution of subak sustainability levels forms cluster pattern with different dominations in short-, trantitional- and long- distance zones from the  tourism center. The components/elements of Tri Hita Karana (THK) that constitute the first priority in subak sustainability protection are wet land conversion control and guarantee for irrigation water adequacy. It was found that five factors ot regional development have a strong influence on subak sustainability with 87.8% contribution, and the rest (12.2%) is acounted by other factors outside the scope of this study.
Pemetaan Kelembagaan dalam Kajian Lingkungan Hidup Strategis DAS Bengawan Solo Hulu Giyarsih, Sri Rum
Jurnal Sains Dan Teknologi Lingkungan Vol 2, No 2 (2010): SAINS & TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fakta empiris memberikan pembuktian terhadap pentingnya pengembangan kelembagaan dalam rangkamencapai keberhasilan suatu program pembangunan, bahkan seringkali program pembangunan yangmengabaikan pengembangan kelembagaan berakhir dengan kegagalan. Pengembangan kelembagaantelah menjadi bagian dari strategi pembangunan tak terkecuali dalam Kajian Lingkungan HidupStrategis di DAS Bengawan Solo Hulu. Sasaran yang ingin dicapai dari kegiatan pengembangankelembagaan adalah tumbuhnya kelembagaan yang tangguh, dinamis, dan berdaya saing serta mandiridalam melakukan pengelolaan lingkungan. Untuk mencapai hal ini maka perlu dilakukan pemetaankelembagaan di DAS tersebut. Dari pemetaan kelembagaan yang ada di wilayah ini terdapat tigalembaga yang dapat melakukan kegiatan Koordinasi, Intergrasi, Sinergitas, Sinkronisasi (KISS) yaituBKPRD (Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah), BP DAS (Badan Pengelolaan Daerah AliranSungai)/Forum DAS, dan TKPSDA WS Bengawan Solo (Tim Koordinasi Pengelolaan Sumberdaya AirWilayah Sungai Bengawan Solo). Di antara ketiga lembaga tersebut maka TKPSDA adalah lembagayang dipercaya untuk melakukan Koordinasi, Intergrasi, Sinergitas, Sinkronisasi (KISS) dalampengelolaan lingkungan DAS Bengawan Solo Hulu.Kata kunci: DAS, pemetaan kelembagaan, lingkungan hidup
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Permukiman Pasca Gempa Bumi Di Kecamatan Pleret Kabupaten Bantul Giyarsih, Sri Rum; Dalimunthe, Syarifah Aini
TATALOKA Vol 15, No 1 (2013): Volume 15 Number 1, February 2013
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.15.1.28-38

Abstract

This research was conducted in Pleret Subregency, Bantul Regency, specifically inWonokromo and Wonolelo Village. This sub regency had the highest housing destruction in BantulRegency due to earthquake in 2006. This research aimed to understand the influencing factors of housing quality post-earthquake in the research area. Method used was survey method i.e.structured interview with 60 respondents in both villages and in-depth interview with key informants. Data was processed and analyzed inferentially statistic and qualitative descriptive. The result of this research is a difference in housing quality in both villages after earthquake. This difference occurs under the influence of internal and external factors. Internal factor includes citizen’s social and economic status which takes role in housing quality change in WonokromoVillage. Meanwhile, external factors involve financial support for housing rehabilitation and
KORIDOR ANTAR KOTA SEBAGAI PENENTU SINERGISME SPASIAL: KAJIAN GEOGRAFI YANG SEMAKIN PENTING Giyarsih, Sri Rum
TATALOKA Vol 14, No 2 (2012): Volume 14 Number 2, May 2012
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.14.2.90-97

Abstract

The research conducted in the Yogyakarta-Surakarta Corridor is aimed at firstly understanding the dynamic of the corridor as one of the key factors to establish spatial synergism and secondly linking the findings with the recent discussion and future research agenda in urban geography. The investigation used survey research methods combined with in-depth interview with some key informants and scholars. The results of the research show that the potentials of the sub-regions within the corridor can play an important role and position to form spatial synergism in the corridor. The intra-regional proximity among sub-regions has impacted in increased efficiency in the production process. It also had an effect in reduced transportation cost. This research also found that some other issues in the corridor development such as the impact of climate change to regional development could be of interest in future research in urban geography and related fields