Maksi Ginting
Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Imu Pengetahuan Alam Universitas Riau

Published : 18 Documents
Articles

Found 18 Documents
Search

STUDI KELAYAKAN PENGGUNAAN SEL SILIKON SEBAGAI PENGUBAH ENERGI MATAHARI MENJADI ENERGI LISTRIK Ginting, Maksi
2302-0792
Publisher : Edu Research

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang “Studi KelayakanPenggunaan Sel Silikon sebagai Pengubah Energi Matahari menjadi Energi Listrik” dengan metoda eksperimen. Eksperimen dilakukan dengan cara merangkai dioda silikon selinder ke rangkaian bentuk paralel dan bentuk rangkaian seri pada pelat rangkaian PCB, kemudian rangkaian ini dimasukkan ke dalam suatu kotak terbuat dari kayu yang diisolasi dengan isolator kardus. Kotak tersebut ada yang dibuat terbuka tanpapelat kaca dan ada yang dibuat tertutup dengan pelat kaca kemudian diletakkan ke tempat yang bebas cahaya matahari jatuh dengan mengarahkan dioda silikon tegak lurus terhadap cahaya matahari jatuh lalu diamati arus listrik yang dihasilkan dioda silikon setiap selang waktu 10 menit. Hasil yang diperoleh, arus listrik dihasilkan bernilai maksimum adalah untuk dioda sambungan paralel dan terbuka tanpa penutup pelatkaca sebesar 102,9 x 10-2 milli ampere dengan energi listrik rata-rata yang dihasilkan 35,2 x 10-3 Joule pada temperatur 39oC, sedangkan arus listrik minimum dihasilkan dari angkaian dioda bentuk seri tertutup dengan pelat kaca sebesar 20 mikro ampere dengan energi listrik rata-rata dihasilkan sebesar 51 x 10-5 Joule. Dari hasil-hasil tersebut yang lebih bagus dan lebih layak digunakan untuk mengubah energimatahari menjadi energi listrik adalah dioda silikon bentuksambungan paralel terbuka tanpa memakai penutup pelat kaca.
TEKNOLOGI ALAT PENGERING SURYA UNTUK HASIL PERTANIAN MENGGUNAKAN KOLEKTOR BERPENUTUP MIRING Ginting, Maksi; Yuliora, Egi
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 10, No 6 (2013)
Publisher : Komunikasi Fisika Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem pengering tenaga surya ini digunakan untuk mengerigkan singkong yang telah diiris membujur setebal 2mm. pada penelitian ini sebagai pengumpul utama panas adalah kolektor berpenutup miring yang dihubungkan keruang pengering. Udara panas dikolektor bergerak keruang pengering dan dipercepat oleh ventilator. Penelitian ini dilakukan pada saat ruang pengering dalam keadaan kosong suhu terendah 42.50C terjadi pada dulang 3 saat jam 09.00 WIB dan tertinggi 50.50C di dulang 2 pada jam 12.00 WIB. Bahan yang dikeringkan adalah 500 gr singkong dengan kandungan air 56.1 %. Massa bahan didalam ruang pengering setelah tiga hari pengamatan adalah 219.5 gr dengan kandungan air 2.73 % dan diluar ruang pengering bermassa 241.8 gr dengan kandungan air 5.9 %.Kata Kunci: Kolektor, Energi Surya, Ventilator
STUDI KELAYAKAN PENGGUNAAN SEL SILIKON SEBAGAI PENGUBAH ENERGI MATAHARI MENJADI ENERGI LISTRIK Tambuhan, Walfred; Ginting, Maksi
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 10, No 7 (2013)
Publisher : Komunikasi Fisika Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang “Studi Kelayakan Penggunaan Sel Silikon sebagai Pengubah Energi Matahari menjadi Energi Listrik” dengan metoda eksperimen. Eksperimen dilakukan dengan cara merangkai dioda silikon selinder ke rangkaian bentuk paralel dan bentuk seri pada pelat rangkaian PCB, kemudian rangkaian dimasukkan kedalam suatu kotak terbuat dari kayu yang diisolasi dengan isolator kardus. Kotak tersebut ada yang dibuat terbuka tanpa pelat kaca dan ada yang dibuat tertutup dengan pelat kaca kemudian diletakkan ke tempat yang bebas cahaya matahari jatuh dengan mengarahkan dioda silikon tegak lurus terhadap cahaya matahari jatuh lalu diamati arus listrik yang dihasilkan dioda silikon setiap selang waktu 10 menit. Hasil yang diperoleh, arus listrik dihasilkan bernilai maksimum untuk dioda sambungan paralel dan terbuka tanpa penutup pelat kaca sebesar 102,9 x 10-2 milli ampere dengan energi listrik rata-rata yang dihasilkan 35,2 x 10-3 Joule pada temperatur 39oC sedangkan arus listrik minimum dihasilkan dari rangkaian dioda bentuk seri tertutup dengan pelat kaca sebesar 21 mikro ampere dengan energi listrik rata-rata dihasilkan sebesar 51 x 10-5 Joule. Dari hasik-hasil tersebut yang lebih bagus dan lebih layak digunakan untuk mengubah energi matahari menjadi energi listrik adalah dioda silikon bentuk sambungan paralel terbuka tanpa memakai penutup pelat kaca.Kata kunci : dioda silikon, energi matahari, energi listrik
SISTEM PEMANFAATAN ENERGI SURYA UNTUK PEMANAS AIR DENGAN MENGGUNAKAN KOLEKTOR PALUNGAN ', Fatmawati; Ginting, Maksi; Tambunan, Walfred
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 1, No 2 (2014): Wisuda Oktober 2014
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A research has been conducted on  Solar Energy Utilization System  for Water  Heater using Trough Collector.  This research was carried out using  an experimental method by putting in place an opened  trough  collector  that  exposed to sunlight. The highest temperature  of collector produced  was 50,03°C  in  average  with an average temperature of water in the tank was 40,07°C at 1 PM, while the lowest temperature of collector was 39,14°C in  average with an average temperature of water  in the tank was  35,28°C at  10 AM.  The highest temperature of collector occured  at 1  PM, because  the intensity of solar radiation  at the time  reached  the  maximum  value.  The experimental results showed  that  the higher  the  intensity of solar radiation,  the higher the temperature of the water produced. The  temperature  of collector  was  also influenced  by  loss  heat of the collector  conduction.  The highest loss  heat by conduction  was 29,05  W at  1 PM, while the lowest loss heat by conduction was 16,85 W at 10 AM.
SISTEM PEMANAS AIR ENERGI SURYA MENGGUNAKAN KOLEKTOR PALUNG PARABOLA POSISI TIMUR-BARAT Rianna, Martha; Ginting, Maksi; ', Sugianto
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 2, No 1 (2015): Wisuda Februari 2015
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Heating System of Solar Energy by using Parabolic Trough Collector of East West Position has been experimentally conducted. The collector is set at open air from the sun radiation and observed every 60 minutes from 9 AM until 3 PM for bright sunshine. After 14 days, the results show that the collector temperature has a minimum average of collector 40,290C and water tank 36,070C at 10 AM, whereas the highest average temperature is 51,260C and water tank 45,570C at 1 PM. The observation describes the highest temperature at collector tank occurs at 1 PM due to the highest radiation intesity to the collector reaching maximum value of 448 W/m2. Loss heat by conduction at lowest rate is 23,50 J/s at 10 AM whereas loss heat by conduction at highest rate 36,60 J/s at 1 PM. The average water volume is 39 liters for 6 hours daily from 9 AM until 3 PM. Overall, the higher radiation intensity from the sun to heat the collector, the higher water temperature observed in the collector tank.
KONVERSI ENERGI CAHAYA MATAHARI MENJADI ENERGI LISTRIK MENGGUNAKAN DIODA SILIKON 6A10 MIC Wulandari, Retno; Ginting, Maksi; Surbakti, Antonius
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 2, No 1 (2015): Wisuda Februari 2015
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A study has been done on Solar Energy Conversion Into Electrical Energy Using Silicon Diode 6A10 MIC in order to determine electrical energy of diode by varying number of diode that used with and without convex lens. This study used an experimental method that comparing the energy generated from the series and paralel diodes circuits with and without lens, then measuring the intensity of the sunshine by using a simple pylheliometer. Current, voltage, and temperature measurements were performed every 20 minutes from 10:00 to 13:00 during 7 days of observation. In the series and parallel circuits using convex lens produced higher energy than those without convex lens, because of more intensity of solar energy absorbed for the circuit with convex lens. The highest energy obtained from the circuit with convex lens were produced by the series circuits of 10 diodes, with was 30,31x10-2 Joule at 13.00 pm, whereas the highest energy for the circuits without the lens was 14.42 w-2 Joule.
Analisa Karakteristik Alat Pemanas Air dengan menggunakan Kolektor Palung Parabola Tambunan, Walfred; Ginting, Maksi; Surbakti, Antonius
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 12, No 10 (2015)
Publisher : Komunikasi Fisika Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian analisa karakteristik alat pemanas air dengan menggunakan kolektor palung parabola. Penelitian dilakukan dengan cara menempatkan kolektor palungan ditempat terbuka dimana sinar matahari jatuh secara langsungkemudiandengan menggunakan pipa aluminium air dialirkan sepanjang garis fokus kolektor palungan lalu setiap 60 menit air yang telah melewati kolektor palungan ditampung dan diamati temperaturnya. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa temperatur kolektor tertingi rata-rata adalah 50,03 OC dengan temperatur rata-rata air pada bak penampung sebesar 40,070C pada pukul 13.00 WIB sedangkan temperatur kolektor terendah rata-rata adalah 39,140C dengan temperatur rata-rata air pada bak penampung sebesar 35,28 0C pada saat pukul 10.00. Temperatur air tertinggi rata-rata pada pukul 13.00 WIB inidisebabkan karena pada waktu tersebut intensitas radiasi matahari mencapai harga maksimum. Laju kalor yang hilang secara konduksi tertinggi rata-rata 29,05 J/s pada pukul 13.00 WIB sedangkan laju kalor yang hilang secara konduksi terendah rata-rata sebesar 16,85 J/s pada pukul 10.00 WIB. Volume air yang dihasilkan rata-rata sebanyak 38 liter dalam sehari selama 6 jam dari pukul 09.00 WIB sampai pikul 15.00 WIB. Hasil eksperimen secara keseluruhan menunjukkan karakteristik alat pemanas air dengan menggunakan kolektor bentuk palungan ini mempunyai sifat bahwa semangkin tinggi intensitas radiasi matahari yang jatuh pada permukaan kolektor semangkin tinggi pula temperatur air yang dipanaskan. Kata kunci: pemanas air, kolektor palungan, energi matahari
STUDI KELAYAKAN PENGGUNAAN SEL SILIKON SEBAGAI PENGUBAH ENERGI MATAHARI MENJADI ENERGI LISTRIK Ginting, Maksi; Tambuhan, Walfred; -, Minarni; -, Purnama
Jurnal Edu Research Vol 1, No 2 (2012): Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.222 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang “Studi KelayakanPenggunaan Sel Silikon sebagai Pengubah Energi Matahari menjadi Energi Listrik” dengan metoda eksperimen. Eksperimen dilakukan dengan cara merangkai dioda silikon selinder ke rangkaian bentuk paralel dan bentuk rangkaian seri pada pelat rangkaian PCB, kemudian rangkaian ini dimasukkan ke dalam suatu kotak terbuat dari kayu yang diisolasi denganisolator kardus.
PEMBUATAN DAN PENGUJIAN ALAT PENGERING SURYATIPE KABINET BERPENUTUP MIRING MENGGUNAKANKACA DAN PLASTIK TRANSPARAN Ginting, Maksi; Surbakti, Antonius
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 13, No 13 (2016)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A Solar dryer has been designed, constructed, and tested to dry casava and raw banana slicedwith 2 mm thickness. The dryer was equipped with a cabinet type collector to amplify heat forthe drying chamber. The collector cover was made in angle and using plastic and transparentglass sheets. The drying chamber was also equipped with an aluminium ventilator to let airflowing from the collector sides to the chamber. Data collection was performed from 9.00 a.m to13.00 p.m with one hour interval for three days. The research results showed that the averagemass of the dried banana and casava resulted when using glass and plastic cover, respectively,were 138.93 gr and 163.26 gr. The average dried masses for banana and casava samples whendried using only plastic cover were 146.13 gr and 173.06 gr. As comparison the dried masses forbanana and cassava resulted using a conventional method were 167.33 gr and 185.23 grrespectively for all of each measurement the masses of wet banana and casava were made thesame is 500 gr.
Pengaruh Ketidakteraturan Domain pada Normal Mode dan Frekwensi Natural Pada Getaran Membran Defrianto, Defrianto; Tambunan, Walfred; Ginting, Maksi
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 14, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk menentukan frakwensi natural dan normal mode getaran membranedengan luas 48 m2 berbentuk teratur 4 sisi, tidak teratur 8 dan 10 sisi. Frekwensi fundamental padanormal mode pertama untuk membrane 4, 8 dan 10 sisi berturut-turut yaitu 1.7129, 1.7503 dan 1.7973Hz. Frekwensi natural untuk mode yang sama menunjukkan semakin tidak teratur membrane akanmemberikan frekwensi natural yang semakin tinggi. Normal mode untuk setiap mode pada membrane4, 8 dan 10 sisi memberikan bentuk yang hampir sama.