Elisabeth Ginting
Universitas Sumatera Utara

Published : 7 Documents
Articles

Found 7 Documents
Search

ANALISIS TINGKAT KEBISINGAN UNTUK MEREDUKSI DOSIS PAPARAN BISING DI PT. XYZ Fredianta, Dedy; Huda, Listiani Nurul; Ginting, Elisabeth
Jurnal Teknik Industri USU Vol 2, No 1 (2013): Jurnal Teknik Industri USU
Publisher : Departemen Teknik Industri Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (781.997 KB)

Abstract

. PT. XYZ merupakan perusahaan yang bergerak di bidang produksi anti nyamuk bakar. Proses produksi anti nyamuk menggunakan peralatan-peralatan produksi berpotensi menimbulkan kebisingan. Tingkat kebisingan yang terjadi pada salah satu area produksi mencapai 94,08 dBA. Nilai ini sudah melebihi Nilai Ambang Batas (NAB) Kep-51/MEN/1999 dan SNI No. 16-7063-2004 sehingga perlu dilakukan penelitian untuk mereduksi tingkat kebisingan di area produksi. Metode penelitian yang dilakukan adalah metode kuantitatif. Metode pengumpulan data secara observasi dengan metode perhitungan tingkat  kebisingan ekuivalen. Pengumpulan data dilakukan pada 15 titik pengukuran selama tiga hari. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kebisingan yang diterima oleh tiap operator telah melebihi Nilai Ambang Batas (NAB) Kep-51/MEN/1999 dan SNI No. 16-7063-2004 yaitu sebesar 85 dBA/8 jam. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa hampir 96.67% dari keseluruhan titik pengukuran melebihi NAB. Dengan demikian, perlu dilakukan perbaikan untuk mereduksi  paparan bising. Saran yang diberikan adalah pengendalian kebisingan dengan penggunaan earplug dan earmuff. Nilai Noise Reduction yang diperoleh mencapai 30 dBA untuk earplug dan 50 dBA untuk earmuff. Dengan demikian, semua operator berada dalam kondisi aman.
ANALISA HUMAN ERROR DENGAN METODE SHERPA DAN HEART PADA KECELAKAAN KERJA DI PT “XYZ” Rahmania, Tiara; Ginting, Elisabeth; M.Kes, Buchari
Jurnal Teknik Industri USU Vol 2, No 1 (2013): Jurnal Teknik Industri USU
Publisher : Departemen Teknik Industri Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.079 KB)

Abstract

PT “XYZ” berusaha untuk menjaga keamanan, keselamatan dan kenyamanan operator ditempat kerja yang memiliki potensi bahaya. Namun pada stasiun ekstrusion sering terjadi kecelakaan kerja yang disebabkan oleh human error seperti bekerja dalam keadaan terburu-buru, sikap kerja yang salah dan tidak menggunakan APD. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa human error yang mengakibatkan terjadinya kecelakaan kerja pada operator di stasiun ekstrusion. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode SHERPA yang digunakan untuk memprediksi human error yang mungkin terjadi dan metode HEART yang digunakan untuk mengetahui probabilitas kegagalan operator dalam melaksanakan pekerjaannya. Dari penelitian ini, diketahui prediksi human error yang dapat terjadi pada bagian wet area yaitu kelalaian operator dalam menggunakan APD dengan probabilitas sebesar 0,0532. Prediksi error yang dapat terjadi pada bagian talcum area yaitu kelalaian operator dalam menggunakan APD dan task 1.1 yaitu membersihkan talcum powder yang tumpah dengan probabilitas sebesar 0,038. Sedangkan prediksi error bagian packing area yaitu kelalaian operator dalam menggunakan APD dengan probabilitas sebesar 0,0232. Solusi perbaikan yang dapat dilakukan untuk kelalaian operator dalam menggunakan APD yaitu dengan memberikan training secara berkala kepada semua operator dan dilakukan pemeriksaan sebelum operator mulai bekerja. Sedangkan solusi perbaikan untuk task 1.1 yaitu  supervisor melakukan pemeriksaan secara rutin dan mengingatkan operator untuk tetap menjaga kebersihan.
APLIKASI METODE TAGUCHI ANALYSIS DAN FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) UNTUK PERBAIKAN KUALITAS PRODUK DI PT. XYZ Iswanto, Adi; M. Rambe, A. Jabbar; Ginting, Elisabeth
Jurnal Teknik Industri USU Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Teknik Industri USU
Publisher : Departemen Teknik Industri Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.873 KB)

Abstract

PT. XYZ merupakan perusahaan yang bergerak dibidang produksi lolly dan cup plastik. Produk lolly yang dihasilkan oleh perusahaan ini sering mengalami kecacatan dan tidak sesuai dengan standar yang telah ditetapkan, bahkan jumlah produk cacat melebihi toleransi yang diberikan oleh perusahaan. Ketatnya persaingan saat ini memaksa perusahaan harus membuat suatu konsep rencana yang berorientasi kepada kualitas produk yang akan menjadi suatu keunggulan yang dapat dipergunakan untuk menghadapi persaingan. Pentingnya kualitas merupakan salah satu alasan melakukan penelitian terhadap kualitas produk yang dihasilkan oleh perusahaan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana produk lolly telah memenuhi spesifikasi yang telah distandarkan perusahaan dan untuk mengetahui dan menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan penyimpangan kualitas produk. Metode yang digunakan adalah Metode Taguchi Analysis dan Metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk memberikan rekomendasi tindakan perbaikan yang tepat. Hasil analisa taguchi diolah dengan menggunakan S/N Ratio dan analisis varians. Hasil penelitian menunjukan faktor-faktor yang berpengaruh secara signifikan terhadap kualitas produk lolly adalah suhu pendingin produk pada level 1 dengan suhu 140 C, kecepatan injeksi angin pada level 2 dengan kecepatan 25 m/s dan suhu injeksi bahan baku ke dalam cetakan pada level 1 dengan kecepatan 220 m/s. Hasil penerapan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) diperoleh faktor yang paling berpengaruh dan paling besar penyebab kegagalan proses produksi yaitu suhu pendingin produk yang terlalu tinggi dengan nilai RPN terbesar 192.
PERAWATAN MESIN SECARA PREVENTIVE MAINTENANCE DENGAN MODULARITY DESIGN PADA PT. RXZ Tarigan, Paulus; Ginting, Elisabeth; Siregar, Ikhsan
Jurnal Teknik Industri USU Vol 3, No 3 (2013): Jurnal Teknik Industri USU
Publisher : Departemen Teknik Industri Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.731 KB)

Abstract

PT. RXZ merupakan perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur, khususnya di bagian infrastruktur. Salah satu faktor produksi yang harus dioptimalkan penggunaannya seperti yang terjadi pada PT. RXZ yaitu mesin produksi. Dewasa ini mesin yang digunakan dalam kegiatan produksi harus mampu beroperasi dengan optimal. PT. RXZ menggunakan konsep breakdown maintenance yaitu melakukan perawatan setelah mesin mengalami kerusakan. Metode tersebut mengeluarkan biaya perbaikan yang sangat besar karena harus mengganti komponen yang rusak dengan komponen yang baru. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan konsep breakdown maintenance yang digunakan oleh perusahaan dengan konsep preventive maintenance. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah preventive maintenance dengan pendekatan Modularity Design. Modularity Design berfungsi untuk mengelompokkan elemen-elemen mesin sesuai dengan urutan proses perbaikan mesin. Pemakaian konsep ini dapat menekan biaya produksi dan proses perbaikan lebih sederhana. Hasil yang didapatkan adalah biaya perawatan mesin dengan menggunakan preventive modularity maintenance menghasilkan total biaya perawatan yang lebih kecil yaitu sebesar Rp 49.902.964 dibandingkan dengan biaya perawatan breakdown yang total biaya perawatannya mencapai Rp 55.071.518. Persentase perbandingan modularity design lebih kecil 9,38% dari breakdown maintenance sehingga metode ini tepat digunakan oleh perusahaan.
APLIKASI SIX SIGMA UNTUK MENGANALISIS FAKTORFAKTOR PENYEBAB KECACATAN PRODUK CRUMB RUBBER SIR 20 PADA PT. XYZ Vitho, Ivan; Ginting, Elisabeth; Anizar, Anizar
Jurnal Teknik Industri USU Vol 3, No 4 (2013): Jurnal Teknik Industri USU
Publisher : Departemen Teknik Industri Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (679.244 KB)

Abstract

PT. XYZ bergerak dalam bidang industri pengolahan karet dengan bahan bakuberupa getah pohon karet dan menghasilkan bahan setengah jadi yaitu crumb rubber.Kenyataan di lapangan masih ditemukan banyak produk cacat hingga bisa mencapaiangka 20% pada akhir proses produksi. Ini mengakibatkan perusahaan mengalamikerugiaan. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian untuk menganalisis faktor-faktordominan penyebab kecacatan produk crumb rubber SIR 20 dengan menggunakan metodeDMAIC (define, measure, analyze, improve and control) Six Sigma. Hasil penelitianmenunjukkan faktor dominan penyebab kecacatan adalah faktor kadar PRI. Dari hasilFMEA (Failure Mode and Effect Analysis) didapat penyebab kecacatan bahan bakuberkualitas rendah adalah karena banyak mengandung kotoran (remah kayu, tanah danlainnya), proses pencucian kurang bersih karena menggunakan air yang kotor serta prosespenjemuran dan pengeringan kurang baik dengan waktu yang relatif cepat (kurang dari 7hari). Usulan perbaikan untuk mengatasi permasalahan yang ada pada lantai produksiadalah melakukan seleksi bahan baku yang ketat dengan memperhatikan tingkat kotoranyang terkandung pada bahan baku, melakukan pencucian dengan menggunakan air yangbersih, melakukan proses penjemuran yang sempurna yaitu selama 7 sampai 12 hari, danpemeriksaan secara berkala pada mesin. Kesadaran dan peningkatan komitmen pekerjauntuk melaksanakan tugas dengan sebaik–baiknya merupakan tindakan mendasar yangharus dibangun.
PERANCANGAN FASILITAS KERJA DENGAN MENGGUNAKAN QFD (QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT) DENGAN MEMPERHATIKAN PRINSIP ERGONOMI DI PT.XYZ Tumanggor, Martyanto M.; Ginting, Elisabeth; Ginting, Rosnani
Jurnal Teknik Industri USU Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Teknik Industri USU
Publisher : Departemen Teknik Industri Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (839.188 KB)

Abstract

PT.XYZ adalah perusahaan yang begerak dalam bidang pembuatan pallet kayu. Produk yang dihasilkan berupa pallet kayu yang biasa dan pallet kayu yang telah difumigasi. Berdasarkan kuesioner SNQ pada proses pembuatan pallet kayu di stasiun pemotongan diperoleh hasil bahwa para operator sering mengalami keluhan musculoskeletal disorders (MSDs). Keluhan meliputi tubuh operator bagian pinggang, bokong , punggung, betis, dan bahu. Metode yang digunakan adalah QFD dan pengukuran anthropometri sehinga diperoleh rancangan fasilitas kerja. Fasilitas kerja akan dirancang untuk mengatasi keluhan musculoskeletal disorders (MSDs) berupa kursi duduk berdiri. Metode yang digunakan dalam perancangan fasilitas kerja adalah QFD (Quality Function Deployment) untuk mengetahui spesifikasi kebutuhan dan keinginan konsumen terhadap produk yang akan dirancang sedangkan Pengukuran anthropometri dilakukan untuk mengetahui ukuran tubuh dari pekerja. Penggunaan QFD digunakan untuk memperoleh atribut yang lebih spesifik berdasarkan kuesioner terbuka dan tertutup yang pada akhirnya menghasilkan HoQ (House of Quality). Hasil dari HOQ berupa tingkat kesulitan dari rancangan untuk setiap karakter teknik adalah mudah, derajat kepentingan bernilai penting, dan perkiraan biaya tergolong murah sehingga layak untuk dirancang. Pengukuran anthropometri dilakukan dengan mengukur dimensi pekerja dengan menggunakan alat human body martin YM-1. Hasil dari penelitan ini dihasilkan Fasilitas rancangan berupa kursi duduk berdiri dengan dimensi: tinggi kursi 76,2 cm; lebar dudukan kursi 37,6 cm; panjang dudukan kursi 45 cm; dan tinggi sandaran 19 cm.
KARAKTERISTIK PENGARUH BIODIESEL DARI LIMBAH SAWIT CAIR TERHADAP UNJUK KERJA MESIN DIESEL EMPAT LANGKAH Ariani, Farida; Ginting, Elisabeth; Sitorus, Tulus Burhanuddin
JURNAL PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN Vol 16, No 2 (2014): November 2014
Publisher : FT Unimed

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Perkembangan dunia industri yang semakin pesat dan kelangkaan akan bahan bakar fosil mendorong dilakukannya penelitian untuk mengembangkan sumber bahan bakar alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar solar. Pada penelitian ini digunakan bahan bakar alternatif biodiesel POME yang diperoleh dari pengolahan limbah asam lemak sawit melalui proses esterifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan campuran solar-biodiesel POME terhadap parameter performansi mesin genset diesel.Variasi bahan bakar yang digunakan solar, B5, B10, B15 dan B20.Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kalor paling tinggi terdapat pada bahan bakar solar sebesar 43294 kJ/kg. Dan nilai kalor paling rendah terdapat pada bahan bakar B20 yaitu 34708 kJ/kg.Dari hasil pengujian di laboratorium diperoleh bahwa daya maksimum terjadi saat mesin menggunakan bahan bakar solar pada putaran mesin 1200 rpm sebesar 445,03 watt. Sedangkan daya minimum diperoleh saat mesin menggunakan bahan bakar B20 pada putaran mesin 700 rpm sebesar 121,84 watt. Untuk nilai konsumsi bahan bakar spesifik minimum diperoleh sebesar 359 gr/kWh pada pemakaian bahan bakar premium pada putaran mesin 1200 rpm dan konsumsi bahan bakar maksimum diperoleh saat mesin menggunakan bahan bakar B20 sebesar 930,84 pada putaran mesin 700 rpm. Besarnya efisiensi termal maksimum sebesar 24% dengan menggunakan solar untuk putaran mesin 1200 rpm dan nilai efisiensi termal minimum sebesar 11,55% dengan menggunakan bahan bakar B20 pada putaran mesin 700 rpm.Kondisi tingkat kekabutan atau opasitas emisi gas buang paling tinggi terjadi saat mesin menggunakan bahan bakar solar dan minimum saat mesin menggunakan bahan bakar B20.Kata kunci :biodiesel limbah sawit, performansi mesin