Articles

Found 25 Documents
Search

PORTER S FIVE FORCES MODEL SCOTT MORTON S FIVE FORCES MODEL BAKOS TREACY MODEL ANALYZES STRATEGIC INFORMATION SYSTEMS MANAGEMENT Gamayanto, Indra
Jurnal Informatika Vol 5, No 2 (2004): NOVEMBER 2004
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Wollongong City Council (WCC) is one of the most progressive and innovative local government organizations in Australia. Wollongong City Council use Information Technology to gain the competitive advantage and to face a global economy in the future. Porters Five Force model is one of the models that can be using at Wollongong City Council because porters five Forces model has strength in relationship between buyer and suppliers (Bargaining power of suppliers and bargaining power of buyers). Other model such as Scott Mortons Five Forces model has strength to analyze the social impact factor, so to gain competitive advantage in the future and have a good IT/IS strategic planning; this model can be use also. Bakos & Treacy model almost the same as Porters model but Bakos & Treacy model can also be applying into Wollongong City Council to improve the capability in Transforming organization, efficiency, and effectiveness.
Pengembangan dan Implementasi dari Wise Netizen (E-Comment) di Indonesia Gamayanto, Indra; Nilawati, Florentina Esti; Suharnawi, -
Techno.Com Vol 16, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : LPPM Universitas Dian Nuswantoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.991 KB)

Abstract

Sosial Media merupakan salah satu pilar penting di dalam teknologi informasi, dimana sosial media dapat digunakan untuk menghasilkan sesuatu yang positif dan negative, sosial media juga dapat digunakan untuk memberikan komentar-komentar baik itu yang bersifat membangun secara positif atau menjatuhkan secara negative, dan terakhir sosial media dapat juga membuat seseorang mengalami hal-hal buruk akibat apa yang telah dilakukan oleh orang lain di dalam sosial media. Di dalam Jurnal ini, menciptakan “Netizen Development Methodology” yang memiliki manfaat untuk memberikan petunjuk positif terhadap para pengguna sosial media agar lebih positif dalam menggunakan media tersebut. Facebook dan Twitter, menjadi dua sosial media yang menjadi focus, di dalam jurnal ini tidak menggantikan apa yang sudah ada, tidak mengkritik para netizen dan juga tidak memberikan pendapat-pendapat negative tentang hal-hal yang sudah dilakukan oleh orang lain. Penelitian ini berusaha memberikan apa yang telah diciptakan agar digunakan sebagai masukkan terhadap para pengguna sosial media khususnya di Indonesia agar dapat menjadi lebih positif, agar menghasilkan solusi-solusi kreatif yang dapat membantu satu sama lain, sehingga dapat tercipta kedamaian dan kesatuan antar para pengguna sosial media.   Kata Kunci: Netizen, Sosial media, Moralitas, Etika, Sistem Informasi Manajemen, Hate Speech, Networking 
Network Documentation: Innovation & Advantages to gain competitive advantage inside IT organization Gamayanto, Indra
Jurnal Informatika Vol 1, No 1 (2005)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jaringan computer adalah bukan merupakan suatu issue yang baru di dalam dunia teknologi informasi. Setelah dilakukan riset yang lebih mendalam jaringan computer bukan hanya tergantung pada tools [alat] yang berguna untuk menjalankan jaringan yang telah dirancang tetapi tergantung juga pada sumber daya manusia yang terdapat di dalamnya. Data tentang kinerja jaringan akan sangat berguna untuk manajer jaringan dalam mengatur dan menentukan faktor-faktor apa saja yang penting dalam jaringan guna meningkatkan kinerjanya. Peneliti di sini akan menghadirkan keuntungan, kerugian dan alternatif guna meningkatkan kinerja jaringan komputer dalam suatu organisasi yang bertujuan untuk meningkatkan keunggulan bersainngnya dalam era globalisasi saat ini.
Knowledge Management Strategy for Virtual Organizations to Gain Competitive Advantage Yefta, Saron K.; Gamayanto, Indra
Jurnal Sistem Informasi Vol 1, No 2 (2006)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

E-business bukanlah isu yang baru. Keberadaannya telah mendorong organisasi tradisional berubah menjadi organisasi virtual. Walaupun demikian, menurut penulis, topik ini masih memiliki isu penting yang harus dieksplorasi karena cara pandang yang berbeda mengenai topik ini akan memberikan hasil yang berbeda pula. Hasil yang berbeda tersebut dapat diimplementasikan untuk berbagai situasi yang berbeda, sesuai hasil penilaian tim manajemen. Organisasi harus memikirkan pemahaman pembuatan dan utilitas knowledge serta mempertimbangkan kedua factor yang tak dapat dipisahkan tersebut sebagai infrastruktur organisasi untuk memaksimalkan unjuk kerja organisasi. Knowledge management adalah sebuah cara untuk meningkatkan kapabilitas organisasi dalam mendayagunakan informasi untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Agar dapat memahami dan mengeksplorasi lebih jauh cara knowledge management membantu organisasi virtual, penulis mengumpulkan berbagai informasi dari perpustakaan, database online, buku-buku, dan halaman web. Selanjutnya, untuk dapat lebih menggambarkan keuntungan-keuntungan yang dapat dicapai, ancaman, dan tantangan yang dihadapi organisasi, penulis menggunakan sebuah studi kasus. Kasus tersebut akan digunakan sebagai pembanding dan pendukung teori, juga untuk menggambarkan situasi yang sesungguhnya dalam dunia nyata.
Knowledge Management Strategy for Virtual Organizations to Gain Competitive Advantage Yefta, Saron K.; Gamayanto, Indra
Jurnal Sistem Informasi Vol 1, No 2 (2006): September
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

E-business bukanlah isu yang baru. Keberadaannya telah mendorongorganisasi tradisional berubah menjadi organisasi virtual. Walaupundemikian, menurut penulis, topik ini masih memiliki isu penting yangharus dieksplorasi karena cara pandang yang berbeda mengenai topik iniakan memberikan hasil yang berbeda pula. Hasil yang berbeda tersebutdapat diimplementasikan untuk berbagai situasi yang berbeda, sesuai hasilpenilaian tim manajemen. Organisasi harus memikirkan pemahamanpembuatan dan utilitas knowledge serta mempertimbangkan kedua faktoryang tak dapat dipisahkan tersebut sebagai infrastruktur organisasi untukmemaksimalkan unjuk kerja organisasi. Knowledge management adalahsebuah cara untuk meningkatkan kapabilitas organisasi dalammendayagunakan informasi untuk meningkatkan efisiensi danproduktivitas. Agar dapat memahami dan mengeksplorasi lebih jauh caraknowledge management membantu organisasi virtual, penulismengumpulkan berbagai informasi dari perpustakaan, database online,buku-buku, dan halaman web. Selanjutnya, untuk dapat lebihmenggambarkan keuntungan-keuntungan yang dapat dicapai, ancaman,dan tantangan yang dihadapi organisasi, penulis menggunakan sebuahstudi kasus. Kasus tersebut akan digunakan sebagai pembanding danpendukung teori, juga untuk menggambarkan situasi yang sesungguhnyadalam dunia nyata.Kata kunci: Organisasi virtual, Infrastruktur organisasi, Efisiensi
Parenting Systems untuk Pusat Pertanggungjawaban Akuntansi : Ide Untuk Mengembangkan Hubungan Berbasis Solusi Antara Bawahan Dan Pimpinan Perusahaan Mardjono, Enny Susilowati; Gamayanto, Indra
MEDIA Vol 21, No 2 (2013): MEDIA EKONOMI & TEKNOLOGI INFORMASI
Publisher : MEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (858.495 KB)

Abstract

Akuntansi pertanggungjawaban adalah suatu hal penting dalam  evolusi akuntansi keperilakuan, dimana memungkinkan manajemen untuk mengendalikan biaya dan efisiensi melalui pembebanan langsung tanggung jawab untuk  biaya kepada orang-orang yang melaksanakan berbagai tugas, dengan melibatkan elemen manusia kedalam kerangka akuntansi. Pertumbuhan teknologi informasi dan globalisasi berkembang dengan sangat pesat dan hal ini tidak dapat dicegah karena hal ini dapat memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap manusia, di satu sisi pendidikan, ketrampilan, pengetahuan, komunikasi, merupakan salah satu hal penting untuk dapat mengembangkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi tinggi tidak hanya berfokus kepada pengembangan ilmu pengetahuan, Manajemen berdasarkan tujuan (MBO) akan menghasilkan anggaran, biaya standar, tujuan organisasi, dan rencana praktis untuk mencapai tujuan yang disetujui bersama. Hal merupakan senjata terhebat yang jika dikembangkan dengan benar maka akan dapat menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki karakter dan kepribadian yang benar sehingga banyak hal yang dapat diciptakan untuk kebaikan manusia, sehingga sejarah dapat diukir dengan baik dan generasi berikutnya dapat mempelajarinya untuk mengembangkannya lebih lanjut. Dalam perkembangan globalisasi dan teknologi informasi, Perusahaan harus dapat bersikap fleksibel dengan benar dengan menciptakan sebuah sistem guna membangun karakter dan kepribadian yang diperlukan baik kepada Karyawan dan Pimpinan, karena Pimpinan adalah merupakan barisan depan daripada Perusahaan dan karyawan sebagai serdadu muda yang perlu dibina agar dapat meneruskan apa yang telah ada dan mengembangkannya sesuai dengan tujuan bersama sesuai dengan potensi yang dimiliki oleh masih-masing individu, dengan kata lain terjadi peningkatkan kreativitas yang signifikan untuk kemajuan Negara dan Bangsa. Akuntansi pertanggungjawaban merupakan salah satu kajian dalam akuntansi yang lebih memfokuskan diri pada aspek-aspek tanggung jawab dari satu atau lebih anggota organisasi atas suatu pekerjaan, bagian atau segmen tertentu. Aspek keperilakuan mempunyai peran penting dalam implementasi akuntasi pertanggungjawaban karena  seperti kita ketahui bahwa kinerja  divisi, kelompok,individu, dapat dijelaskan dari laporan-laporan yang diungkapkan dalam akuntansi pertanggungjawaban. Perilaku menyimpang dari yang diharapkan, rendahnya motivasi. Dan tidak layaknya para manajer pusat pertanggungjawaban adalah contoh-contoh dari dampak yang dihasilkan akibat gagalnya pusat pertanggungjawaban. Untuk itu perlu strategi dengan memperhitungkan aspek keperilakuan dengan upaya Parenting Systems Akuntansi Pertanggungjawaban versi 1.0 merupakan salah satu ide, masukan untuk perusahaan dan managemen organisasi, dimana sistem ini akan dapat membantu perusahaan untuk dapat mengurangi permasalahan-permasalah yang pada umumnya sering terjadi bahkan akan dapat dihasilkannya zero complain dari kedua belah pihak jika penerapan Parenting Systems Akuntansi Pertanggungjawaban versi 1.0 ini dapat diimplementasikan secara konsisten.
Parenting Systems untuk Pusat Pertanggungjawaban Akuntansi : Ide Untuk Mengembangkan Hubungan Berbasis Solusi Antara Bawahan Dan Pimpinan Perusahaan Mardjono, Enny Susilowati; Gamayanto, Indra
JURNAL PENELITIAN EKONOMI DAN BISNIS Vol 1, No 1 (2013): Media Ekonomi dan Teknologi Informasi
Publisher : Universitas Dian Nuswantoro Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akuntansi Pertanggungjawaban adalah suatu hal penting dalam evolusi akuntansi keperilakuan yang memungkinkan manajemen untuk mengendalikan biaya dan efisiensi melalui pembebanan langsung tanggung jawab kepada orang-orang yang melaksanakan berbagai tugas, dengan melibatkan elemen manusia kedalam akuntansi. Manajemen berdasarkan tujuan (MBO) akan menghasilkan anggaran, biaya standar, tujuan organisasi, dan rencana praktis untuk mencapai tujuan yang disetujui bersama. Parenting System Akuntansi Pertanggungjawaban versi 1.0 memberikan framework yang dimulai dari pengangaran pusat pertanggungjawaban yang dikendalikan dalam wadah dalam bentuk social media tempat dimana manajer divisi dan administrator sebagai admin menampung semua informasi usulan anggaran dari bawahan, permasalahan yang ada,informasi akuntansi yang terkumpul, standar dan kebijakan yang diterapkan, kemudian berlanjut ke identifikasi pengembangan emosional atau EQ dengan 7 habits dimana ada peran Parenting System Versi 1.0 yang merupakan wadah sebagai bentuk sistem yang memberikan solusi bersama antar manajer divisi dan bawahan dengan mengedepankan MBO untuk mencapai tujuan perusahaan yaitu meningkatkan profitabilitas. Aspek keperilakuan dalam penelitian ini mempunyai peran penting dalam implementasi akuntasi pertanggungjawaban karena kinerja  divisi, kelompok,individu, dapat dijelaskan dari laporan-laporan yang diungkapkan dalam akuntansi pertanggungjawaban. Parenting Systems Akuntansi Pertanggungjawaban versi 1.0 merupakan salah satu strategi, sistem untuk perusahaan dan managemen organisasi, dimana sistem ini akan dapat membantu perusahaan untuk dapat mengurangi  permasalahan yang sering  terjadi misalnya perilaku menyimpang dalam proses penganggaran dan rendahnya motivasi karyawan sehingga dihasilkannya zero complain dari kedua belah pihak jika penerapan Parenting Systems Akuntansi Pertanggungjawaban versi 1.0 ini dapat diimplementasikan secara konsisten.
The Development of Covey Trust Concepts Inside University Gamayanto, indra; Sukamto, Titien; Nugraha, Rizka; Rohmani, Asih; WM, Ibnu Utomo; Syukur, Abdul
EDUTECH Vol 17, No 1 (2018): INTERDISIPLINER PEMBELAJARAN
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v1i1.8552

Abstract

Universities and education are important factors that need to be taken very seriously as the pro-cess will produce useful human resources to create useful progress for the community. The 8th Habits Method is one of the most proven methods to apply at the University level, especially to lecturers and students. Applying The 8th Habits Method is a big challenge that deserves to be accepted because it will result in the discovery of the purpose of life or the sound (meaning) of self as we know that there are many students (millennial generation) who do not have it and this may also happen to the lecturer. Dr Maggie Gilewicz in her book entitles Why Young Adults Don’t Know What to Do With Their Lives And What Can Be Done About It? argues that students and young adults do not know how they spend their life time because nothing can encourage them and no support from the environment (Gilewicz, 2017). On the other hand, parents focus on build-ing the millennial children’ self-esteem and always protect them from disappointments (Vance and Stephens, 2010). This paper offers some hypothesis and its application to the lecturers and students because both cannot be separated and should work in synergy to achieve The 8th Habits. Internal and external influences are also things that need to be examined and responded positively as these are two factors that can be one of the inhibiting factors in applying The 8th Habits-Covey trust systems. Finally, it is important that lecturers and students keep learning to be able to think and be positive, creative and flexible to be able to apply The 8th Habits-covey trust systems. Universitas dan pendidikan adalah faktor penting yang harus disikapi dengan sangat serius meng-ingat kedua factor ini akan menghasilkan sumber daya manusia yang berguna untuk menciptakan kemajuan dalam masyarakat. The 8th Habits Method merupakan salah satu metode yang paling terbukti dapat diterapkan di tingkat perguruan tinggi, khususnya pada dosen dan mahasiswa. Pen-erapan The 8th Habits Method adalah suatu tantangan besar yang harus dihadapi karena akan berujung pada penemuan tujuan hidup atau makna diri karena sebagaimana yang kita ketahui ban-yak mahasiswa (generasi millennial) yang tidak memilikinya dan hal sama dapat pula terjadi pada dosen. Dr Maggie Gilewicz dalam bukunya yang berjudul Why Young Adults Don’t Know What to Do With Their Lives And What Can Be Done About It? berpendapat bahwa maha-siswa dan remaja dewasa tidak mengetahui bagaimana mereka akan menghabiskan masa hidup mereka karena tidak ada yang mendukung mereka termasuk dukungan dari lingkungan (Gilewicz, 2017). Di sisi lain, orangtua terpaku pada bagaimana agar anak-anak mereka dapat menghargai diri mereka dan selalu melindung mereka dari hal-hal yang dapat mengecewakan mereka (Vance and Stephens, 2010). Artikel ini menawarkan hipotesis dan aplikasinya pada dosen dan mahasiswa kerena keduanya tidak terpisahkan dan harus bersinergi untuk mencapai The 8th Habit. Pengaruh internal dan eksternal penting pula untuk diketahui dan direspon secara positif karena dua faktor ini dapat menjadi penghalang penerapan The 8th Habit-Covey trust systems. Oleh karena itu, penting bagi dosen dan mahasiswa untuk terus belajar agar dapat berpikir dan menjadi positif, kreatif, dan fleksibel sehingga dapat menerapkan The 8th Habit-Covey trust systems.
Pengukuran Kinerja Pelayanan Di Samsat Kota Semarang 1 Menggunakan COBIT 5 Dan Metode Persepsi Kualitas Dina, Adriana; Gamayanto, Indra
JOINS (Journal of Information System) Vol 1, No 01 (2016)
Publisher : Universitas Dian Nuswantoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.879 KB) | DOI: 10.33633/joins.v1i01.1171

Abstract

SAMSAT Kota Semarang 1 merupakan sebuah pelayanan publik yang menangani administrasi kendaraan bermotor. Pengukuran kinerja pelayanan di SAMSAT dilakukan untuk mendukung visi SAMSAT yang ingin mewujudkan pelayanan prima berbasis teknologi. Pengukuran dilakukan dari pihak internal dan eksternal. Pengukuran kinerja dari pihak internal menggunakan COBIT 5 yang menghasilkan tingkat kemampuan setiap proses yang diukur. Proses yang akan diukur dipilih berdasarkan hasil pemetaan visi misi SAMSAT ke proses COBIT 5. Proses COBIT 5 yang diukur dalam penelitian ini meliputi DSS02, DSS03, dan EDM04. Pengukuran kinerja dari pihak eksternal, dalam kasus ini pelanggan, menggunakan metode persepsi kualitas yang menghasilkan tingkat kepuasan pelanggan. Pengukuran kepuasan dilakukan dengan membandingkan antara harapan dan pengalaman yang dirasakan pelanggan. Kinerja pelayanan yang tercapai adalah proses EDM04 yang sudah didefinisikan, proses DSS02 dan DSS03 dapat diprediksi. Tingkat kepuasan pelanggan terhadap pelayanan SAMSAT yang tercapai adalah puas. Kata Kunci: pengukuran kinerja pelayanan, COBIT 5, visi, misi, persepsi kualitas
Analysis of Wollongong City Council using 7s’s of Galliers and Sutherland Methods Gamayanto, Indra
ComTech: Computer, Mathematics and Engineering Applications Vol 8, No 4 (2017): ComTech
Publisher : Bina Nusantara University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21512/comtech.v8i4.4022

Abstract

The research analyzed website of Wollongong City Council (WCC) and all the plans done by the WCC. It also showed details an Information Systems (IS) strategic plan for WCC. Although the WCC already had an integrated system, there were several key issues. The framework used to devise IS plan was seven stages (7S) of Gallier and Sutherland (G&S). The approach assisted WCC in locating the current stage of its Information Technology (IT) maturity. From the analysis undertaken, it finds that IT currently is within stages 4 and stage 5 in seven stages. The final result will be the framework of the design as recommendations to the WCC.