Zulfaidah Penata Gama
Unknown Affiliation

Published : 7 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Biotropika

Uji Toksisitas Bacillus thuringiensis Asal Kota Nganjuk Terhadap Larva Aedes aegypti Pratiwi, Erma Kusuma; Samino, Setijono; Gama, Zulfaidah Penata
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 1, No 4 (2013)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.688 KB)

Abstract

ABSTRAK   Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit endemik di Indonesia dan menyebabkan banyak kematian penduduk, khususnya di Provinsi Jawa Timur. Kota Nganjuk memiliki tingkat kelimpahan larva Aedes aegypti tertinggi di Provinsi Jawa Timur pada tahun 2008-2010. Kota Nganjuk merupakan daerah fokus utama untuk penanganan penyakit endemik DBD di Indonesia. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan isolat Bacillus thuringiensis asal Kota Nganjuk yang paling efektif dalam membunuh larva Aedes aegypti. Sampel sedimen dan air diambil dari 10 lokasi di Kecamatan Nganjuk. Bakteri diisolasi menggunakan media selektif B. thuringiensis kemudian dilakukan karakterisasi fenotip (Profil Matching Method), seleksi isolat yang patogen dan uji toksisitas (LC50) pada larva nyamuk Aedes aegypti instar III. Persentase mortalitas larva dianalisis probit (LC50) dan ragam (ANOVA). Hasil isolasi mendapatkan dua isolat B. thuringiensis yaitu K.K1.S.K2 dan W.Swh.S.K2 dari 26 isolat bakteri yang mampu membunuh larva Aedes aegypti instar III lebih dari 50 %. Isolat  K.K1.S.K2 serta W.Swh.S.K2 dengan umur biakan 48 jam pada waktu pendedahan 72 jam efektif membunuh larva Aedes aegypti instar III secara berurutan yaitu 83,3 % dan 76,67 %. Isolat W.Swh.S.K2 hasil isolasi dari sampel sedimen memiliki toksisitas tertinggi dengan nilai LC50 48 jam sebesar 3,53x107 sel/ml.   Kata Kunci : Aedes aegypti, Bacillus thuringiensis, Demam Berdarah Dengue, Uji Toksisitas
Studi Toksisitas Bacillus thuringiensis Isolat Lokal Jawa Timur Berdasarkan Ketinggian Tempat Terhadap Larva Aedes aegypti Triprisila, Lidwina Faraline; Suharjono, Suharjono; Gama, Zulfaidah Penata
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.984 KB)

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah bagi kesehatan masyarakat dan merupakan penyakit endemis yang menyebabkan angka kematiannya tinggi hampir di seluruh provinsi di Indonesia.  Pada kurun empat tahun terakhir Jawa Timur memiliki kasus DBD paling tinggi. Ketinggian tempat merupakan faktor yang membatasi penyebaran Aedes aegypti sebagai vektor epidemik penyakit demam berdarah. Salah satu cara yang aman untuk memberantas nyamuk tersebut adalah dengan Bacillus thuringiensis. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan isolat dan menguji toksisitas Bacillus thuringiensis yang efektif dalam membunuh larva Aedes aegypti dari beberapa ketinggian tempat di Jawa Timur. Sampel sedimen dan air diambil dari dataran tinggi Blitar dan Bondowoso, dataran sedang di Bangkalan, Ponorogo, Madiun dan Tulungagung serta dataran rendah di Lamongan dan Surabaya. Bacillus thuringiensis diisolasi dengan media selektif. Isolat yang didapatkan diamati karakteristik fenotip (Profil Matching Method), kemudian dilakukan pengujian toksisitas pada larva nyamuk Aedes aegypti instar III. Persentase mortalitas larva dianalisis probit (LC50), ragam (ANOVA) dan uji t (t-test). Dua dari 28 isolat Bacillus thuringiensis yang didapatkan yaitu SK.T dan Mdn I TK2 mampu membunuh larva Aedes aegypti lebih dari 50 %. Isolat Mdn I TK2 pada umur biakan 48 jam dan isolat SK.T pada umur biakan 24 jam pada waktu pendedahan 72 jam secara berturut-turut mampu membunuh larva Aedes aegypti sebesar 100 % dan 68,3 %. Isolat Mdn I TK2 lebih efektif membunuh larva Aedes aegypti dibandingkan isolat SK.T dengan nilai LC50-72jam sebesar 2,17×107 sel/ml.
Distribusi dan Komposisi Nyamuk di Wilayah Mojokerto islamiyah, madaniatul; Leksono, Amin Setyo; Gama, Zulfaidah Penata
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.937 KB)

Abstract

Nyamuk merupakan salah satu serangga yang memiliki peran sebagai vektor dari agen penyakit. Penyakit  yang ditularkan oleh nyamuk masih merupakan masalah kesehatan bagi masyarakat, salah satunya yaitu Demam Berdarah Dengue (DBD). Jenis-jenis penyakit lain yang disebabkan oleh nyamuk adalah Filariasis (kaki gajah), Chikungunya dan Encephalitis. Mojokerto termasuk salah satu wilayah di Provinsi Jawa Timur yang endemis Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia, sehingga perlu  diketahui tentang  beberapa jenis nyamuk yang merupakan vektor dari beberapa penyakit yang melanda wilayah Mojokerto. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis dan distribusi spasial nyamuk di wilayah Mojokerto. Pengambilan sampel dilakukan di dua lokasi di wilayah Mojokerto yaitu di Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto dan Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto. Metode yang digunakan adalah survei larva nyamuk dan ovitrap. Titik koordinat lokasi pengambilan sampel disimpan menggunakan GPS selanjutnya dilakukan identifikasi di Laboratorium Ekologi dan Diversitas Hewan, Universitas Brawijaya. Analisis data dilakukan secara kuantitatif untuk menentukan Kelimpahan, Kelimpahan Relatif, Frekuensi, Frekuensi Relatif dan INP (Indeks Nilai Penting). Pola persebaran  nyamuk dianalisis dengan Indeks Morisita. Hasil dari penelitian ini menunjukkan terdapat lima spesies yaitu Aedes aegypti, Aedes albopictus, Aedes laniger, Culex bitaeniorchynchus dan Culex quinquefasciatus. Spesies Aedes aegypti merupakan spesies yang dominan di Kota Mojokerto dengan Indeks Nilai Penting (INP) sebesar 70.48% diperoleh dari metode survei larva dan 76.88% diperoleh dari metode ovitrap sedangkan spesies Culex quinquefasciatus merupakan spesies yang dominan di Kabupaten Mojokerto sebesar 59.80 % diperoleh dari metode survei larva dan 89.58 % diperoleh dari metode ovitrap. Pola penyebaran nyamuk berdasarkan perhitungan indeks morisita di wilayah Mojokerto adalah seragam.   Kata Kunci : Distribusi, Komposisi, Mojokerto, Nyamuk
Identifikasi dan Analisis Similaritas Bacillus thuringiensis Isolat Lokal Jawa Timur yang Berpotensi Mengendalikan Pertumbuhan Larva Aedes aegypti Rohmanita, Sela Ayu; rohmanita, sela ayu; Gama, Zulfaidah Penata
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 1, No 5 (2013)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.478 KB)

Abstract

Jawa Timur merupakan daerah yang memiliki kasus demam berdarah tertinggi di Indonesia. Salah satu agen hayati pengendali vektor virus demam berdarah adalah Bacillus thuringiensis, namun penelitian terkait B. thuringiensis isolat lokal asal Jawa Timur belum banyak diungkap. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan B. thuringiensis isolat lokal Jawa Timur yang berpotensi mengendalikan larva Aedes. aegypti serta mengetahui karakter dan similaritas fenotip antar isolat tersebut dengan B. thuringiensis acuan (Bti.HD567). Tahapan penelitian meliputi isolasi B. thuringiensis dari sedimen dan air dengan menggunakan media selektif B. thuringiensis, karakterisasi fenotip berdasarkan morfologi koloni dan morfologi sel (pewarnaan Gram dan endospora), serta uji toksisitas dari masing-masing isolat B. thuringiensis terhadap larva A. aegypti. Data hasil uji toksisitas selanjutnya diseleksi untuk mendapatkan isolat-isolat yang berpotensi tinggi dalam mengendalikan larva A. aegypti yang kemudian dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA). Isolat yang berpotensi tinggi dalam mengendalikan larva A. aegypti diidentifikasi dengan API 50 CHB, kemudian dibuat dendogram dengan menggunakan CLAD97. Isolat-isolat yang memiliki potensi tinggi dalam membunuh larva A. aegypti yaitu Mdn1.Tk2, SK.T, Pb2.T, W.Swh.S.K2, K.K1.S.K2, dan Jmbr1.T. Berdasarkan dendogram terdapat tiga kelompok yaitu kelompok 1 (Mdn1.Tk2, K.K1.S.K2), 2 (SK.T, Pb2.T dan W.Swh.S.K2) dan 3 (Jmbr1.T).Isolat Mdn1.Tk2 dan K.K1.S.K2 identik dengan Bti.HD567 (100 %), sedangkan SK.T, Pb2.T, dan W.Swh.S.K2 merupakan Genus Bacillus (98,3 %). Isolat Jmbr1.T tidak termasuk Genus Bacillus.