Fuadi Fuadi
Prodi Ilmu Aqidah, Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Darussalam, Banda Aceh

Published : 16 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : PASAI

Pemikiran Fazlur Rahman Tentang Konsep Pendidikan Tinggi Islam Di Era Globalisasi Fuadi, Fuadi; Fakhrurrazi, Fakhrurrazi
PASAI Vol 7, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Krisis metodologi tampaknya sangat disadari oleh Fazlur Rahman sebagai penyebab kemunduran pemikiran Islam. Bahwa alternatif metodologi dipandang Fazlur Rahman sebagai titik pusat penyelesaian krisis intelektualisme Islam. Implikasi dari alternatif metodologis ini merupakan proyek besar ummat Islam mengarah pada pembaharuan pemikiran Islam. Fazlur Rahman, bukanlah seorang tokoh parsial dalam aspek pemikiran tertentu, misalnya teologi, filsafat, hukum Islam dan sebagainya, tetapi ia hampir-hampir mengkaji dan menguasai segala aspek pemikiran Islam dalam posisi yang hampir merata. Keseluruhan pemikiran Fazlur Rahman merupakan wujud dan kesadarannya akan krisis yang dihadapi Islam dewasa ini, di mana krisis tersebut sebagian berakar dalam sejarah Islam sendiri, dan sebagian lagi adalah tantangan modernitas. 
Ibn ‘Arabi; Sang Pendukung Kalam Asy’ariyyah Fuadi, Fuadi
PASAI Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gagasan yang diajukan Asin-Palacios dan lain-lain bahwa teori-teori filosofis Ibn ‘Arabi dapat dilacak kembali pada aliran-lairan tertentu dalam tradisi Yunani tidak lagi dipedulikan secara serius oleh para ahli. Yang pasti adalah bahwa sebagian besar dari apa yang dikatakan oleh Ibn ‘Arabi sendiri berakar pada intuisi mistiknya sendiri, atau, menggunakan terminologinya, penyingkapan (kasyf) dan pembukaan (fath, futuh). Dengan demikian, jelaslah bahwa ia sangat akrab dengan sumber-sumber dasar tradisi Islam dan aliran-aliran intelektual zamannya, terutama tradisi hikmah. Dalam beberapa masalah, Ibn ‘Arabi lebih menyukai pandangan teologis dari pada filosofis. Dengan demikian, ia mendukung doktrin Asy’ariyyah bahwa kenabian hanya dapat dicapai oleh penunjukan Tuhan (ikhtishash), bukan karena usaha (iktisab), dan ia memperluas pembahasan ini dengan memasukkan pengetahuan tentang enteleki (aktualitas) jiwa. Karena pengetahuan tentang sifat kebahagian abadi bergantung pada pengetahuan tentang diri Tuhan (nafs al-haqq), tidak seorang manusia pun dapat memperoleh pengetahuan ini apabila Tuhan tidak memberikannya, dan Tuhan memberikan pengetahuan itu hanya melalui para nabi
Quo Vadis Filsafat Bagi Homosapiens? Fuadi, Fuadi
PASAI Vol 7, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa Filsafat terkait erat dengan kehidupan manusia. karena manusia adalah makhluk yang senantiasa berpikir. Jika ia bertindak , ia tahu bahwa ia bertindak, dan jika ia berpikir ia tahu bahwa ia berpikir. Dalam diri manusia terdapat sikap ingin tahu (curiosity), karena itu, manusia selalu berusaha untuk mengetahui. Gejala ingin tahu telah ada sejak manusia masih kecil. Sejak seorang anak mulai dapat berbicara, gejala ini telah nampak. Hal ini terbukti dari pertanyaan-pertanyaan yang bermunculan dari mulutnya seperti: apa ini, apa itu, mengapa demikian, dari mana datangnya? Makin bertumbuh ia, semakin banyak pertanyaan yang mereka inginkan jawaban, guna memenuhi rasa ingin tahunya itu makin pandai ia, semakin berkembang pula usahanya untuk mengetahui, tidak saja asal tahu, tetapi juga ingin tahu yang benar. Lalu apa hubungannya antara filsafat dengan manusia sebagai makhluk yang berpikir? Dan apakah filsafat mempunyai batasan-batasan tertentu dalam membicarakan kehidupan manusia? Lalu bagaimana strategi efektif dalam mempelajari filsafat bagi pemula? Terakhir, mana bukti kongkrit bahwa filsafat menggariskan arah dan menguasai kehidupan bangsa dan negara kita?
Ibn ‘Arabi Bukan Bermazhab Wahdatul Wujud Fuadi, Fuadi
PASAI Vol 8, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ibn ‘Arabi sendiri tidak pernah memakai ungkapan wahdah al-wujud, tetapi istilah itu mulai diadopsi secara bertahap oleh para pengikutnya untuk menyatakan pandangannya. Namun, gagasan itu meresapi pemikirannya, dan relevansi filosofisnya tampak jelas dalam kata-katanya. Wujud telah mendominasi perhatian para filosof, dan falsafah sendiri kadang-kadang didefinisikan sebagai studi tentang wujud sebagai wujud. Ibn ‘Arabi sama sekali tidak membuang waktu untuk membahas wujud seperti yang kita duga jika kita hanya melihat literatur terkemudian, yang umumnya mengasosiasikan namanya dengan istilah wahdah al-wujud. Fakta bahwa wujud dipilih untuk menggambarkan fokus utama perhatiannya lebih berkaitan dengan orientasi filosofis tradisi sufi terkemudian dari pada dengan tulisan-tulisan actual Ibn ‘Arabi. Meskipun demikian, jika semua uraian Ibn ‘Arabi tentang istilah itu dikumpulkan dalam satu sampul, tentu akan menjadi sebuah buku besar.