Fitrya Fitrya
Department of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Sciences , Sriwijaya University, Jl. Raya Palembang Prabumulih Km 32, Indralaya, Ogan Ilir, South Sumatera 30662

Published : 16 Documents
Articles

Found 16 Documents
Search

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI DAN ANTIOKSIDAN SENYAWA DERIVAT PIRANON DARI MIKROBA ENDOFITIK Penicillium sp PADA TUMBUHAN KUNYIT PUTIH (Curcuma zedoaria (Berg.) Roscoe) Muharni, Muharni; Fitrya, Fitrya; oktaruliza, Milanti; Elfita, Elfita
Majalah Obat Tradisional Vol 19, No 3 (2014)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (859.669 KB)

Abstract

Pencarian senyawa bioaktif terus menerus dilakukan seiring dengan makin banyaknya penyakit-penyakit baru yang bermunculan, mulai dari penyakit infeksi, kanker, dan berbagai penyakit degeneratif lainnya. Penemuan senyawa antibiotoik baru dan senyawa yang bersifat antioksidan sangat diperlukan untuk mengatasi hal ini.  Mikroba endofitik merupakan mikroba yang tumbuh dalam jaringan tumbuhan yang dapat menghasilkan metabolit sekunder yang aktif.  Pada penelitian sebelumnya telah berhasil diisolasi dua senyawa dari mikroba endofitik Penicillium sp pada tumbuhan kunyit putih dan diidentifikasi sebagai Di-(2-etilheksil)phthalat dan derivat piranon yaitu5 (4’-etoksi-2’-hidroksi-5’-metil-2’,3’-dihidrofuran-3’-il (hidroksi) metil-4-isopropil-3-metil-2-piran-2-on). Tujuan penelitian ini adalah menguji aktivitas antibakteri dan antioksidan dari senyawa derivat piranon yang dihasilkan dari mikroba endofitik Penicillium sp pada tumbuhan kunyit putih (Curcuma zeodaria). Aktivitas antibakteri  dilakukan  dengan metode difusi cakram dengan bakteri uji E.coli, S. dysenteriae, S. aureus, dan B.  subtilis  dengan variasi konsentrasi uji  250, 500, 1000, dan 2000 μg/ml, dan  aktivitas antioksidan dengan metode 1,1-difenil-2-pikrilhidrazil (DPPH) dengan variasi konsentrasi 1000, 500, 250, 125, 62,5, 31,25, 15,625, dan 7,8125µg/mL. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas antibakteri paling kuat pada bakteri S. aureus dengan zona hambat 11mm pada konsentrasi 250µg/mL. Senyawa derivat piranon juga bersifat aktif anti oksidan dengan IC5016,05µg/mL.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI DAN ANTIOKSIDAN SENYAWA DERIVAT PIRANON DARI MIKROBA ENDOFITIK Penicillium sp PADA TUMBUHAN KUNYIT PUTIH (Curcuma zedoaria (Berg.) Roscoe) Muharni, Muharni; Fitrya, Fitrya; oktaruliza, Milanti; Elfita, Elfita
Majalah Obat Tradisional Vol 19, No 3 (2014)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (859.669 KB)

Abstract

Pencarian senyawa bioaktif terus menerus dilakukan seiring dengan makin banyaknya penyakit-penyakit baru yang bermunculan, mulai dari penyakit infeksi, kanker, dan berbagai penyakit degeneratif lainnya. Penemuan senyawa antibiotoik baru dan senyawa yang bersifat antioksidan sangat diperlukan untuk mengatasi hal ini.  Mikroba endofitik merupakan mikroba yang tumbuh dalam jaringan tumbuhan yang dapat menghasilkan metabolit sekunder yang aktif.  Pada penelitian sebelumnya telah berhasil diisolasi dua senyawa dari mikroba endofitik Penicillium sp pada tumbuhan kunyit putih dan diidentifikasi sebagai Di-(2-etilheksil)phthalat dan derivat piranon yaitu5 (4’-etoksi-2’-hidroksi-5’-metil-2’,3’-dihidrofuran-3’-il (hidroksi) metil-4-isopropil-3-metil-2-piran-2-on). Tujuan penelitian ini adalah menguji aktivitas antibakteri dan antioksidan dari senyawa derivat piranon yang dihasilkan dari mikroba endofitik Penicillium sp pada tumbuhan kunyit putih (Curcuma zeodaria). Aktivitas antibakteri  dilakukan  dengan metode difusi cakram dengan bakteri uji E.coli, S. dysenteriae, S. aureus, dan B.  subtilis  dengan variasi konsentrasi uji  250, 500, 1000, dan 2000 μg/ml, dan  aktivitas antioksidan dengan metode 1,1-difenil-2-pikrilhidrazil (DPPH) dengan variasi konsentrasi 1000, 500, 250, 125, 62,5, 31,25, 15,625, dan 7,8125µg/mL. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas antibakteri paling kuat pada bakteri S. aureus dengan zona hambat 11mm pada konsentrasi 250µg/mL. Senyawa derivat piranon juga bersifat aktif anti oksidan dengan IC5016,05µg/mL.
EFEK HIPOURISEMIA EKSTRAK ETANOL AKAR TUMBUHAN TUNJUK LANGIT (Helminthostachys zaylanica Linn Hook) TERHADAP MENCIT JANTAN GALUR SWISS Fitrya, Fitrya; Muharni, Muharni
Majalah Obat Tradisional Vol 19, No 1 (2014)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (866.831 KB)

Abstract

Akar tumbuhan tunjuk langit (Helminthostachys zeylanica) sebagai ramuan obat tradisional diantaranya sebagai obat kanker dan mengobati radang. Beberapa penelitian membuktikan bahwa akar tumbuhan tunjuk langit menunjukkan aktivitas antioksidan, antikaker, neoroprotektif dan antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efek hipourikemia ekstrak etanol akar tunjuk langit terhadap kadar asam urat darah mencit yang diinduksi dengan jus hati ayam dibanding alopurinol. Penelitian ini menggunakan mencit putih jantan galur Swiss yang dibagi kedalam 10 kelompok (tiap kelompok 5 ekor) terdiri dari Kelompok I : Normal (CMC-Na 0,5% 10 mL/kg BB), Kelompok II : Kontrol negatif, Kelompok III-VI : Kontrol positif (alopurinol dengan dosis 5, 10, 20 dan 40 mg/kg BB) dan Kelompok VII-X : Ekstrak etanol dengan dosis  20, 40, 80, dan 160  mg/kg BB.  Perlakuan terhadap hewan percobaan adalah selama 30 hari. Hewan uji diukur kadar asam urat serumnya pada hari ke-0 kemudian diberi jus hati ayam 25 ml/kg BB dua kali sehari ditambah  melinjo (2g/kg BB perhari)  dimulai dari hari ke-0 sampai hari ke 30. Pada hari ke-10 dan 15 kadar asam urat hewan uji diukur. Pada hari ke-15 sampai hari ke-30 dimulai pemberian sediaan uji per oral masing-masing dosis dengan tetap diberikan jus hati ayam. Kadar asam urat hewan uji diukur  pada hari ke 20, 25 dan 30. Kemudian dihitung persentase penurunan kadar asam uratnya. Hasil uji secara in vivo menunjukkan   ekstrak   etanol   akar   tunjuk   langit dosis 80 mg/kg BB memiliki potensi 91,95% dibanding alopurinol dosis 20 mg/kg BB dan ekstrak etanol dosis 160 mg/kg BB memiliki potensi 91.77%  dibanding alopurinol dosis 40 mg/kgBB. Berdasarkan hubungan persen efek hipourikemia terhadap konsentrasi  ekstrak aktif maka nilai ED50 ekstrak aktif adalah 135,76  mg/kg BB.
Identidikasi Flavonoid dari Buah Tumbuhan Mempelas Fitrya, Fitrya; Anwar, Lenny; Sari, Fitria
Jurnal Penelitian Sains Vol 12, No 3 (2009)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1684.907 KB)

Abstract

Telah dilakukan identifikasi senyawa flavonoid dari fraksi diklorometana buah tumbuhan mempelas (Tetracera indica). Ekstraksi tumbuhan dilakukan dengan metode maserasi dan pemisahan senyawa dilakukan menggunakan teknik kromatografi. Hasil pemisahan diperoleh krisatal berbentuk jarum berwarna kuning kehijauan seberat 4,2 mg dengan titik leleh 195 - 197_C. Munculnya puncak serapan pada spektrum UV pada 274 nm mengindikasikan bahwa senyawa hasil isolasi mempunyai ikatan rangkap terkonyugasi yang lazimnya merupakan cincin aromatis. Spektrum IR memberikan puncak absorbsi pada bilangan gelombang 3065 cm−1 (C-H aromatik), 2926 - 2855 cm−1 (C-H alifatik), 1659 – 1580 cm−1 (C=C aromatik), 1738 cm−1 (C=O) dan 1078 cm−1 (C-O-C). Berdasarkan spektrum MS, berat molekul senyawa flavonoid adalah 284 gr/mol. Spektrum 13C-NMR menunjukkan pergeseran kimia yang sangat mirip dengan wogonin (5,7-dihidroksi-8-metoksiflavon). Berdasarkan data-data spektroskopi dan dibandingkan dengan data pada literatur dapat disimpulkan bahwa struktur senyawa flavonoid adalah 5,7-dihidroksi-8-metoksiflavon.
Senyawa Fenolat dari Fraksi Etil Asetat Buah Tumbuhan Mempelas (Tetracera indica Merr.) Fitrya, Fitrya; Muharni, Muharni; Kobaywan, Maretha
Jurnal Penelitian Sains Vol 15, No 3 (2012)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.743 KB)

Abstract

Telah dilakukan isolasi senyawa fenolat dari fraksi etil asetat buah tumbuhan mempelas (Tetracera indica Merr.). Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut metanol dan pemisahan senyawa menggunakan teknik kromatografi. Hasil isolasi diperoleh kristal berbentuk jarum berwarna kuning seberat 4,01 mg dengan titik leleh 297-298_C. Munculnya puncak serapan spektrum UV pada 277 nm mengindikasikan bahwa pada senyawa hasil isolasi memiliki ikatan rangkap terkonjugasi yang lazimnya merupakan cincin aromatis. Spektrum IR memberikan puncak absorbsi pada bilangan gelombang 3424, 3103-3010, 2947, 1715, 1438 -1608, 1386-1354, 1182 cm−1 yang masing-masing menunjukkan adanya gugus O-H bebas, C-H aromatik, regang C-H alifatik, C=O keton, C=C aromatik, lentur C-H alifatik, C-O-C. Berdasarkan spektrum LC-MS menunjukkan berat molekul senyawa isolasi adalah 300. 
Flavonoid Kuersetin dari Tumbuhan Benalu Teh (Scurulla atropurpureea BL. Dans) Fitrya, Fitrya
Jurnal Penelitian Sains Vol 14, No 4 (2011)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1548.394 KB)

Abstract

Telah diisolasi senyawa avonoid dari tumbuhan benalu teh (Scurulla artropurpurea). Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi dan isolasi senyawa flavonoid dilakukan dengan teknik kromatografi. Falvonoid hasil isolasi berupa serbuk amorf berwarna kuning dengan titik leleh 177-179°C. Analisis spektrum UV menunjukkan λmax pita I (348 nm) dan pita II (255 nm). Pereaksi geser NaOH, NaOAc, NaOAc/asam borat, AlCL3 dan AlCL3/HCl menunjukkan bahwa senyawa flavonoid tersubstitusi pada 3,3, 4, 5,7 pentahidroksi flavon. Analisis spectrum IR menunjukkan adanya regang OH (3369 cm-1), regang C=H alifatik (2956 cm-1), regang C=O (1658 cm-1), regang C=C (1606 cm-1) dan ulur C-O (1271-1143 cm-1). Berdasarkan analisis data spektrum UV dan IR dapat disimpulkan senyawa hasil isolasi adalah flavonoid 3,3,4,5,7-pentahidroksi flavon atau kuersetin.
Isolasi Alkaloida dari Tumbuhan Ophirrhiza Closii Ridl. Fitrya, Fitrya
Jurnal Penelitian Sains No 11 (2002)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2691.229 KB)

Abstract

Telah diisolasi satu alkaloida utama dari herba tumbuhan Ophirrhiza closii Ridl. yang berbentuk padatan amorf dan berwarna kekuningan. Spektrum ultraviolet dalam metanol menunjukkan serapan maksimum pada panjang gelombang 227 nm dan 281 nm. Spektrum inframerah menunjukkan serapan pada bilangan gelombang 3506 cm-1, 2582-2923 cm-1, 1735 cm-1, 1373-1415 cm-1, 1234 cm-1 dan 1028 cm-1. Dari data spektrum ini dan dari hasil reaksi dengan pereaksi seri (IV) ammonium sulfat disimpulkan bahwa alkaloida tersebut termasuk alkaloida indol.
Uji Aktivitas Antikanker Secara In Vitro dengan Sel Murine P-388 Senyawa Flavonoid dari Fraksi Etilasetat Akar Tumbuhan Tunjuk Langit (Helmynthostachis Zeylanica (Linn) Hook) Fitrya, Fitrya; Anwar, Lenny
Jurnal Penelitian Sains Vol 12, No 1 (2009)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.981 KB)

Abstract

Telah dilakukan isolasi dan uji aktivitas anti kanker secara invitro dengan sel murine P-388 senyawa flavonoid dari fraksi etilasetat akar tumbuhan tunjuk langit (Helmynthostachis zeylanica (Linn) Hook). Isolasi senyawa flavonoid dilakukan dengan metoda ekstraksi dan fraksinasi. Uji kemurnian dilakukan dengan teknik KLT dan penentuan titik leleh. Uji aktivitas antikanker dilakukan dengan metode bioassay menggunakan sel murine P-388. Dari penelitian ini diperoleh Kristal FM dengan Rf= 0, 425, titik leleh 241-242_C dan menunjukkan warna kuning dengan pereaksi serium sulfat. Spektrum UV dalam pelarut metanol menunjukkan serapan maksimum pita I pada 347 nm dan serapan maksimum pita II pada 275 nm. Pergeseran pada pelarut MeOH+NaOH dan MeOH+AlCl3/HCl mengindikasikan adanya subtituen 40-OH dan 5-OH. Pergeseran hipsokromik dalam pelarut MeOH+AlCl3/HCl dan adanya puncak kedua dalam pita II pada 215 nm menunjukkan bahwa sistem orto-OH pada cincin B berada pada posisi 30, 40.
Penapisan dan Spesifikasi Alginat dari Alga Coklat Padina Australis Hauck untuk Bahan Baku Industri Obat dan Kosmetika Fitrya, Fitrya; Ferlinahayati, Ferlinahayati
Jurnal Penelitian Sains No 15 (2004)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.074 KB)

Abstract

Telah diisolasi serbuk natrium alginat dari alga coklat Padina australis Hauck dengan metode ekstraksi cair-cair. Natrium alginat yang dihasilkan dikarakterisasi dengan Spektroaskopi Infra Merah dan Resonansi Magnet Inti. Hasil penentuan spesifikasi natrium alginat menunjukkan bahwa senyawa yang diisolasi menunjukkan reaksi positif dengan Molisch, viskositas 25 cps, kadar abu 24,1%, susut pengeringan 15,2%, bebas E. Coli dan bebas dari logam berat. Kadar Natrium alginat hasil isolasi mencapai 42%.
Aktivitas Campuran Ekstrak Kulit Manggis (Garcinia mangostana L.) dan Kayu Secang (Caesalpina sappan L.) terhadap Bacillus cereus Miksusanti, Miksusanti; Fitrya, Fitrya; Marfinda, Nike
Jurnal Penelitian Sains Vol 14, No 3 (2011)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.314 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa aktivitas antibakteri kombinasi dari ekstrak air kayu secang dan kulit manggis terhadap pertumbuhan bakteri Bacillus cereus. Ekstrak dimaserasi menggunakan pelarut aquademineral dan di- freezdrying. Aktivitas antibakteri diuji menggunakan metode difusi sumur. Parameter yang digunakan ialah diameter zona hambat. Hasil penelitian pada perbandingan kombinasi manggis dan secang 2 : 8, 4 : 6, 5 : 5, 6 : 4, 8 : 2 dengan zona hambat terhadap B. cereus yaitu 18,4, 16,8, 17,3, 13,5, 14,6 mm. Pada penentuan KHM terlihat bahwa campuran ekstrak memiliki aktivitas antibakteri terhadap B. cereus dengan konsentrasi hambat minimum (KHM) adalah 0,075% (750 ppm). Total fenol pada manggis yaitu 94,047 mg/g. Total fenol pada secang yaitu 590,428 mg/g.