Articles
16
Documents
MOTIF SASIRANGAN SEBAGAI SARANA KARYA LUKIS INOVASI TERBARU 2011

Journal Prestasi Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.026 KB)

Abstract

Kebanyakan remaja sekarang memakai suatu barang yang unik-unik sesuai zaman karena semakin canggihnya teknologi. Oleh karena itu kami ingin membuat inovasi terbaru dengan bahan dasar motif sasirangan, dengan menggabungkan seni lukis menggunakan motif sasirangan. Dan dikemas menjadi bentuk inovasi Sasirangan tulis (lukis). Melihat kebutuhan pasar terhadap aksesoris-aksesoris yang semakin meningkat maka lahirnya ide pembuatan produk ini dengan memodifikasi kain sasirangan menjadi aksesoris-aksesoris cantik seperti tas, dompet, kerudung, sepatu, dan lain sebagainya. Kain sasirangan merupakan kerajinan khas daerah Kalimantan Selatan (Kalsel) digunakan sebagai ikat kepala (laung), juga sebagai sabuk dipakai kaum lelaki serta sebagai selendang,  kerudung, atau udat (kemben) oleh kaum wanita. Kata “Sasirangan” berasal dari kata sirang (bahasa setempat) yang berarti diikat atau dijahit dengan tangan dan ditarik benangnya atau dalam istilah bahasa jahit menjahit dismoke/dijelujur.Tujuan dari program wirausaha ini adalah meningkatkan kualitas dalam negeri dengan bahan dasar khas Kalimantan Selatan dan menambah kemudahan bagi konsumen dalam memilih suatu barang yang unik untuk kebutuhan sehari-hari. Metode yang digunakan dalam usaha ini berupa metode pendekatan yaitu analisis Analisis Kekuatan (Strenght), Pemasaran, dan Analisis kesempatan (Opportunity). Metode tersebut  digunakan untuk memudahkan dalam memulai usaha ini dan peluang usaha masih terbuka lebar, selain itu juga untuk mengetahui seberapa besar minat pembeli terhadap produk yang diberikan. Dengan meningkatnya minat pembeli maka semakin meningkatnya pula kualitas dalam negeri. Hasil usaha “Sasirangan Motive Product” menunjukkan bahwa motif lukis sasirangan dalam media sepatu dan aksesoris masih kurang menarik dan diminati dengan hasil penjualan sepatu sebanyak sepuluh pasang dengan harga total sebesar Rp 800.000,00 sedangkan biaya pengeluaran sebanyak Rp 816.000,00.   Kata-kata kunci: sasirangan, sepatu lukis, usaha

IKAN SELUANG GORENG BANANA CRISPY “PEMANFAATAN SUMBER DAYA ALAM MELIMPAH DI TANAH BANUA KALIMANTAN SELATAN

Journal Prestasi Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.893 KB)

Abstract

Ikan seluang dapat menjadi primadona utama yang mampu bersaing di antara serangkaian makanan atau kuliner khas Kalimantan Selatan. Ikan air tawar ini digemari konsumen karena rasanya lezat, manis, mengandung protein tinggi dan higienis. Adapun komoditi utama lain dari Kalimantan Selatan yaitu pisang. Tanaman pisang adalah tanaman yang sangat bermanfaat, tak terkecuali buahnya. Pisang adalah nama umum yang diberikan pada tumbuhanterna raksasa berdaun besar memanjang dari sukuMusaceae. Beberapa jenisnya (Musa acuminata, M. balbisiana, dan M. ×paradisiaca) menghasilkan buah konsumsi yang dinamakan sama. Buah ini tersusun dalam tandan dengan kelompok-kelompok tersusun menjari, yang disebut sisir. Buah pisang sebagai bahan pangan merupakan sumber energi (karbohidrat) dan mineral, terutama kalium. Kandungan kalium yang cukup banyak terdapat dalam buah ini mampu menurunkan tekanan darah, menjaga kesehatan jantung, dan memperlancar pengiriman oksigen ke otak. Selain memberikan kontribusi gizi lebih tinggi daripada apel, pisang juga dapat menyediakan cadangan energi dengan cepat bila dibutuhkan. Dari kedua komoditi utama di atas, maka muncullah suatu ide untuk membuat inovasi baru dari pembuatan ikan seluang. Ikan seluang yang tadinya hanya dibuat dengan proses penggorengan biasa kini akan dicoba menyandingkannya dengan pisang. Tentu akan membuat berbagai pertanyaan di khalayak ramai. Pisang disini berguna sebagai media pencampuran bahan dalam proses pembuatan ikan seluang goreng. Proses pengolahan pisang akan dibuat menjadi tepung pisang. Tepung pisang adalah salah satu cara pengawetan pisang dalam bentuk olahan. Pada dasamya, semua jenis pisang dapat diolah menjadi tepung pisang, asal tingkat ketuaanya cukup. Tetapi, sifat tepung pisang yang dihasilkan tidak sama untuk masing-masing jenis pisang.  Adapun tujuan dalam kegiatan ini yakni untuk meningkatkan kreativitas serta minat mahasiswa terhadap kewirausahaan, menjadikan pisang dan ikan seluang ini sebagai suatu produk yang memiliki cita rasa tinggi, serta sebagai upaya pembuatan inovasi baru terhadap panganan khas daerah yang termodifikasi sehingga dapat terlahir nuansa baru yang menguntungkan. Kata-kata kunci: Ikan saluang, banana crispy,

Peranan Media Audio Visual Terhadap Pembelajaran Bahasa Inggris Anak Usia Dini Di Kelompok B TK Melati Tondo Kecamatan Mantikulore

Bungamputi Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Bungamputi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (858.472 KB)

Abstract

ABSTRAK Permasalahan utama dan mendasar pada penelitian ini adalah apakah media audio visual dapat berperan terhadap Pembelajaran Bahasa Inggris di Kelompok B TK Melati Tondo Kecematan Mantikulore, Sedangkan tujuan penelitian adalah untuk mengetahui besarnya peranan media audio visual dalam pembelajaran Bahasa Inggris anak usia dini di Kelompok B TK Melati Tondo Kecematan Mantikulere. Observasi dilakukan selama 1 (satu) bulan sebanyak 4 (empat) kali pertemuan. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah semua anak di TK Melati Tondo Kelompok B1 berjumlah 18 orang dan Kelompok B2 berjumlah 18 orang, sehingga total populasi 36 anak. Metode  penarikan sampel adalah Random sampling yaitu 18 orang anak. Data dikumpulkan melalui observasi, selanjutnya data dianalisis secara kualitatif dengan menggunakan perhitungan skala Likert (skala sikap) agar dapat mengetahui gambaran dari pelaksanaan penelitian ini yang kemudian dapat ditarik kesimpulan. Dari hasil akhir penelitian ini didapatkan pada aspek tingkat respon anak dengan nilai rata-rata 90%, aspek tingkat perhatian anak dengan nilai rata-rata 92%, aspek kemampuan mengucapkan/pronounciation dalam Bahasa Inggris dengan nilai rata-rata 94%, aspek kemampuan membentuk kata/Vokabulary dengan nilai rata-rata 89%. Dengan perolehan nilai tersebut, menggambarkan media audio visual memiliki peran sebagai media yang mampu mengarahkan perhatian anak untuk berkonsentrasi sehingga mendorong kemudahan dalam pembelajaran Bahasa Inggris.   Kata Kunci : Media Audio Visual, Pembelajaran Bahasa Inggris

KREATIVITAS SISWA PADA MATERI DAUR ULANG LIMBAH MENGGUNAKAN MODEL PjBL

Jurnal Bioterdidik Vol 3, No 7 (2015): Jurnal Bioterdidik
Publisher : Jurnal Bioterdidik

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (642.302 KB)

Abstract

The purpose of this research was to investigate the student’s creativity in using PjBL model. The research used type one-shot case study design. The sample of this research were X4 grade students of SMAN 1 Bandar Sribhawono. They were chose using purposive sampling technique. Qualitative  data  were obtained from rubric assessment, that were: student’s creativity, student’s product, and scoring questionnaire about other product and student’s comment about PjBL  model. The result showed  that most of the student’s creativity categorized as “creative” (64,96%) in  planning including the aspect of making plan, interdicipline of knowledge and concept application, exploration and developing ideas of product designing, choosing the right materials, and using tools. Most of product was categorized as “quite creative” (54,11%) including the new aspects, unique, useful, correct, economic value and heuristic. So, PjBL model could improve the student’s creativity categorized as “creative” and “quite creative” product. Penelitian ini bertujuan mengetahui kreativitas siswa menggunakan model PjBL. Desain penelitian yang digunakan adalah tipe one-shot case study.  Sampel penelitian adalah kelas X4 SMAN 1 Bandar Sribhawono, dengan teknik purposive sampling. Data kualitatif diperoleh melalui rubrik penilaian: kreativitas siswa, produk  siswa, angket penilaian siswa terhadap produk lainnya dan angket tanggapan siswa terhadap model PjBL. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kreativitas siswa berkriteria “kreatif” (64,96%) dalam perencanaan meliputi aspek membuat perencanaan, interdisiplin ilmu dan aplikasi konsep, eksplorasi dan mengembangkan gagasan mendesain produk, memilih bahan yang tepat dan menggunakan alat. Rata-rata produk berkriteria “cukup kreatif” (54,11%) meliputi aspek baru, unik, berguna, benar, nilai ekonomi produk, dan heuristik. Dengan demikian, PjBL dapat meningkatkan kreativitas siswa yaitu berkriteria “kreatif” dan produk yang “cukup kreatif”.  Kata kunci: daur ulang limbah, kreativitas,  PjBL

PENGARUH BERBAGAI JENIS PUPUK KANDANG TERHADAP PERTUMBUHAN SEMAI NYATOH (Palaquium sp.)

Warta Rimba Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Warta Rimba

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manure is an organic substance used as an organic fertilizer in agriculture. This research aimed to know the effect of manure on seedling growth of Nyatoh ( Palaquium sp). This research took place at the Seedbed of Forestry Faculty of Tadulako. It was conducted for three months from April to June 2013. This research used Completely Randomized Design (CRD), which consists of four treatments, namely : M0 = soil without manure application (Control), M1 = soil + cow manure (1:1), M2 = soil + chicken manure (1:1), M3 = soil + goat manure (1:1), Each treatment was performed repeatedly for ten times so that the total samples were forty. These results indicated that the increase was in average height, M0 = 20 cm , M1 = 20.7 = 20.6 cm M2 , and M3 = 20.8 cm ; increase in mean diameter, M0 = 0.08 mm , 0.14 mm = M1 , M3 = 0.18 mm , and the increase in the average number of leaves , M0 = 5.5 strands , strands of M1 = 6.3 , M2 = 5.8 strands , and M3 = 6.6 strands . Keywords: Manure, Growth, Palaquium sp.

Perbandingan Kadar Lemak Dan Protein Saccaromyces Pada Biakan Air Ijuk, Media Ubi Dan Media Nasi Untuk Peningkatan Gizi

Sel Vol 2, No 1 (2015): SEL
Publisher : Loka Penelitian dan Pengembangan Biomedis Aceh

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.114 KB)

Abstract

ABSTRAK Kadar lemak dan protein  Saccharomyces pada media air ijuk, media ubi dan media nasi dapat digunakan untuk peningkatan gizi makanan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menambah gizi protein dan lemak pada makanan serta mencari sumber lain produksi protein dan lemak untuk sumber makanan selain dari daging, telur, ikan dll. Hasil uji Anova kadar lemak yang terkandung pada Saccharomyces yang diinkubasi selama 1x24 jam diperoleh nilai P Value yaitu 0,000 dan  media yang diinkubasi selama 2x24 jam diperoleh nilai  P Value yaitu 0,006. Hal ini menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan kadar lemak yang terkandung  pada Saccharomyces yang tumbuh antara media air ijuk, media ubi dan media nasi. Hasil uji Anova kadar protein yang terkandung pada Saccharomyces yang diinkubasi selama 1x24 jam diperoleh nilai P Value yaitu 0,043 dan media yang diinkubasi selama 2x24 jam diperoleh nilai  P Value yaitu 0,000. Hal ini juga menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan kadar lemak yang terkandung  pada Saccharomyces yang tumbuh antara media air ijuk, media ubi dan media nasi. Saccharomyces dapat digunakan sebagai sumber protein dan lemak selain dari daging, ikan dan telur. Pembuatan bibit Saccharomyces yang baik yaitu pada media ubi yang diinkubasi selama 1x24 jam. Kata kunci : Saccharomyces, media air ijuk, media ubi, media nasi, sumber gizi.     ABSTRACT Content fat and protein in Saccharomyces from Arenga pinnata MERR’s liquid medium, Manihot esculenta Crantz medium and rice medium can be used to increase food nutrition community. This research aims to additional nutrition protein and fat in foods and looking for other sources of protein and fats  other than meat, eggs, fish, etc. Results Anova fat content contained in Saccharomyces were incubated for 1x24 hours P Value obtained is 0,000 and the media were incubated for 2x24 hours P Value obtained is 0.006. This shows the significant difference in fat contained in Saccharomyces that grow between Arenga pinnata MERR’s liquid medium, Manihot esculenta Crantz medium and rice medium. Anova test results protein content contained in Saccharomyces were incubated for 1x24 hours P values obtained is 0.043 and the media are incubated for 2x24 hours  P Value obtained are 0.000. It also showed a significant difference in the levels of fat contained in Saccharomyces that grow between Arenga pinnata MERR’s liquid medium, Manihot esculenta Crantz medium and rice medium. Saccharomyces can be used as a source of protein and fat other than meat, fish and eggs. Manufacture Saccharomyces good seed is the yam media were incubated for 1x24 hours.   Keywords: Saccharomyces, Arenga pinnata MERR’s liquid medium, Manihot esculenta Crantz medium and rice medium, source of nutrition.

PENERAPAN PEMBELAJARAN BERBASIS INQUIRI SEDERHANA UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SAINS SISWA PADA KONSEP EKOSISTEM DI KELAS X MA KHAS KEMPEK CIREBON

Scientiae Educatia Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (709.573 KB)

Abstract

Pembelajaran berbasis inquiri sederhana adalah salah satu pembelajaran yang bisa membantu guru untuk meningkatkan dan mengembangkan kemampuan literasi sains siswa, yang berkaitan tentang pemahaman konsep siswa terhadap materi yang disampaikan guru, proses sains dalam memecahkan permasalahan secara ilmiah, dan mengaplikasikan sains kedalam kehidupan sehari-hari.Tujuan penelitian ini adalah: 1) Mengkaji penerapan Pembelajaran Berbasis Inquiri Sederhana 2) Mengkaji perbedaan peningkatan Literasi Sains 3) Mengkaji respon siswa terhadap penerapan pembelajaran Berbasis Inquiri Sederhana. Hasil penelitian menunjukan bahwa persentase aktivitas siswa setiap indikatornya yaitu dmensi konten, proses sains, dan konteks sains pada pertemuan kedua mengalami peningkatan. Persentase tertinggi pada pertemuan pertama yaitu dimensi konteks sebesar 80% dan pertemuan kedua yaitu dimensi konten sebesar 88%. Hasil uji t menunjukan bahwa nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) yaitu Sig. 0,00 lebih kecil dari 0,05 (0,00 < 0,05) yang artinya H0 ditolak. Hasil angket siswa secara keseluruhan rata-rata merespon baik dan merasa senang belajar biologi dengan menggunakan pembelajaran berbasis inquiri sederhana dengan kategori kuat yaitu sebesar 80%.Berdasarkan analisis hasil penelitian menunjukan bahwa aktivitas siswa setiap indikatornya mengalami penigkatan dan persentase rata-rata tertinggi terdapat pada dimensi konten, artinya siswa mampu memahami materi atau konsep yang dijelaskan oleh guru. Terdapat perbedaan peningkatan literasi sains siswa antara kelas yang menerapan pembelajaran berbasis inquiri sederhana dengan kelas yang tidak menerapkan pembelajaran berbasis inquiri sederhana. Siswa merespon baik dan merasa senang belajar biologi dengan menggunakan pembelajaran berbasis inquiri sederhana.Kata kunci : Pembelajaran Berbasis Inquiri Sederhana, Literasi Sains 

PENERAPAN DISC MODUL UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS PEMBELAJARAN MATEMATIKA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR

Jurnal Sekolah Dasar Vol 23, No 1 (2014): Tahun 23, Nomor 1, Mei 2014
Publisher : Jurnal Sekolah Dasar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.663 KB)

Abstract

Abstract: Implementing of disc module for improving mathematic learning creativity of fifth grade elementary school students. Purpose of the research was to describe improvement students creativity through disc module on mathematic teaching integer number at fifth grade Gentang Elementary School Bendosari, Sukoharjo, Type of the research was classroom action research (CAR) which was conducted in two cycles. Data collection methods were observation, interview, and test. Research results showed: (1) Teaching discmodule integer number material improved students’ creativity, and (2) improved students student’ learning achievement.Keywords: disc module, creativity, learning achievement, elementary school studentsAbstrak: Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan peningkatan kreativitas siswa melalui Disc Modul pada pembelajaran matematika materi bilangan bulat pada kelas V SD Gentan Bendosari Sukoharjo. Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas (PTK), yang dilaksanakan sebanyak dua siklus. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan tes. Hasil penelitian menunjukkan: (1) pembelajaran disc modul materi bilangan bulat dapat meningkatkan kreativitas siswa, dan (2) meningkatkan hasil belajar siswa. Kata Kunci: disc modul, kreativitas, hasil belajar, siswa SD

Xantine oxidase inhibition activity of infusion and ethanol extract of white tea

Jurnal Penelitian Teh dan Kina Vol 19, No 2 (2016)
Publisher : Research Institute for Tea and Cinchona

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.733 KB)

Abstract

Research of xantine oxidase enzyme inhibition activity of infusion and ethanol extract of white tea were done. The aim of this research was to evaluate  xantine oxidase inhibitory activity of infusion and ethanol extract of white tea. Phytochemical screening on dry tea, infusion and ethanol extract of white tea showed that all samples contained alkaloid, flavonoid, quinone, tannin and tritherpenoid/ steroide. The IC50 value of samples were 76,64 μg/ml and 31,11μg/ml respectivelly. This study used allopurinol as standard with IC50 was 0,60 μg/ml.

OPTIMASI WAKTU PRODUKSI ANTIBIOTIKA ISOLAT MIKROORGANISME DARI AIR LAUT BAJOE KABUPATEN BONE DENGAN VARIASI SUMBER NITROGEN

Jurnal Ilmiah As-Syifaa Vol 3, No 2 (2011): AS-SYIFAA Jurnal Farmasi
Publisher : Fakultas Farmasi UMI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Optimization research has been done time on the production of antibiotics from bacterial isolate from Bajoe Distric Bone waters with nitrogen sources of variation, the first stage of the selection of isolates that have the greatest obstacle zone and which inhibits microbial isolates most of the isolates tested ERB 3 which inhibited Staphylococcus aureus, Salmonella typhi, Pseudomonas aeruginosa, Vibrio sp, Candida albicans and Aspergillus niger. Determination of the growth curve of the isolates with inoculate into a nutrient broth medium and incubated for 2 times 24 hours. Each interval of 2 hour was measured transmittance on spectrophotometer to determine the stationary phase. Results from growth curve obtained from the stationary phase at the 20th until the 48th hour. Determination of optimum fermentation conditions by varying the nitrogen source is peptone and tryptone. ERB 3 isolate was inoculated into the production medium and fermented using the medium of production in which every interval of 4 hours is making fermented products ranging from hour to hour-20thto48th. Activity was tested using agar diffusion method in the medium Glucose Nutrient Agar (GNA) against Staphylococcus aureus, Streptococcus mutans and Salmonella typhi. The results showed that the optimum time to produce antibiotics is the 24, 40 and 48hour and nitrogen source tryptone better than peptone. Keywords : Optimasi, Isolat, Antibiotika