Noor Fitri
Department of Chemistry, Indonesian Islamic University, Jl. Kaliurang Km 14.4 Besi Sleman Yogyakarta 55584

Published : 7 Documents
Articles

Found 7 Documents
Search

ANALISIS SPESI MANGAN DALAM CAIRAN PHLOEM TANAMAN JARAK (RICINUS COMMUNIS L.) DENGAN METODE PNC PAGE - ICP QMS Fitri, Noor; Thiele, Björn; Günther, Klaus; -, Buchari; Amran, Muhammad Bachri; Warganegara, Fida Madayanti
MARINA CHIMICA ACTA Vol 1
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.907 KB)

Abstract

Telah dilakukan analisis spesi mangan dalam cairan phloem tanaman jarak (Ricinus communis, L.) dengan menggunakan metode preparative native continuous polyacrylamide gel electrophoresis (PNC-PAGE) sebagai metode pemisahan dan inductively coupled plasma quadrupole mass spectrometer (ICP-QMS) untuk pendeteksian selektif unsur. Sampel cairan phloem tanaman jarak sebanyak 500 µL difraksinasi menggunakan metode PNC-PAGE dengan kondisi operasi: sistem buffer kontinyu 20 mM Tris-HCl/1 mM NaN3 pH 10; derajat polimerisasi poliakrilamid 4%T – 2,67% C, panjang gel 40 mm, pelarut 20 mM Tris-HCl/ 1 mM NaN3 pH 8,0; dan temperatur analisis 4°C. Sampel difraksinasi sebanyak 74 fraksi dengan volume setiap fraksi 5 mL. Konsentrasi mangan dalam setiap fraksi kemudian dideteksi dengan ICP QMS dengan menggunakan larutan Indium 10 µg/L sebagai standar internal. Hasil penelitian menunjukkan adanya spesies utama mangan pada fraksi 24.   Kata kunci : mangan, phloem, Ricinus communis L., PNC PAGE, ICP QMS
PENGEMBANGAN MODEL TECHNO-INDUSTRIAL CLUSTER MINYAK ATSIRI Fitri, Noor; Mohammad, Dadang
Asian Journal of Innovation and Entrepreneurship Vol 4, No 03 (2015): September 2015
Publisher : UII

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia is famous as the essential oil of the world. Approximately 90% of patchouli oil supplier world comes from Indonesia. In 2011 Indonesia exported 66742.46 tons of essential oil with a value of 438.16 million US $ (CBS, 2011). But unfortunately, most of the qualities of essential oils from traditional refiners do not meet international standards. During this time improving the quality of essential oil of Indonesia conducted in destination countries. Problems essential oil agro Indonesia still revolves around the continuity of production, production engineering, quality essential oils, and yet essential development of downstream industries. The low price of Indonesian essential oil either because they do not meet quality standards of national / international. This problem can be caused by the process of planting crops that are not essential according to Standard Operating Procedures (SOP) and process technology production is still traditional.Center for the Study Essential Oil Indonesia Islamic University (Center of Essential Oil Studies, CEOs UII) a strong desire to improve the incomes and welfare of farmers and distillers Indonesian essential to develop technology transfer production process international standards, technology transfer purifying essential oils and make essential oils and derivatives as excellence and the pride of Indonesia in the eyes of the world. CEOs UII research focus is to develop the production process technology and improving the quality of Indonesian essential oil seed. Improving the quality of essential oil of international standards can enhance the value of national exports. The problems are expected to be solved by realizing the techno-industrial cluster model of essential oils and the production process of technology transfer and purification of essential oils to the development of derivative products are more economical essential oil according to international standards the European Federation of Essential Oils (EFEO). There are four stakeholders who play a role in the techno-industrial clusters that developed is essential farmers, traditional distillers, CEOs UII, and industry partners. In this techno-industrial cluster, UII CEOs act as a center of excellence in the development and transfer of technology processes Indonesian essential oil production.
Optimasi dan evaluasi rutin ICP QMS untuk analisis multi-unsur Fitri, Noor
Eksakta: Jurnal Ilmu-Ilmu MIPA VOLUME 12, ISSUE 2, August 2011
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan optimasi dan evaluasi rutin alat Inductively Coupled Plasma Quadrupole Mass Spectrometer (ICP-QMS) untuk menganalisis multi unsur. Fokus optimasi adalah mendapatkan kondisi parameter yang memberikan intesitas sinyal optimum pada rentang analisis skala ppm hingga ppt. Evaluasi rutin bertujuan untuk mengetahui efektivitas optimasi harian dan bulanan alat ICP QMS agar mendapatkan kinerja alat yang unggul dengan akurasi dan presisi tinggi terutama untuk analisis multi-unsur dalam material biologis.Kata kunci: Optimasi, ICP QMS, multi-unsur
IMPROVEMENT OF THE PRODUCT AND QUALITY OF POGOSTEMON CABLIN BENTH Allwar, Allwar; fatimah, is; fitri, noor; rubiyanto, dwiarso
Eksakta: Jurnal Ilmu-Ilmu MIPA VOLUME 14, ISSUE 1, February 2014
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pogostemon cablin benth is an economic source of farmer communities which are presence in several provinces in Indonesia. In general, the production and quality of the Pogostemon cablin benth produced by the farmers are still low or under the standard ISO. The chelating method, the influence of pH and adsorption method with activated carbon and montmorilonite  were carried out to improve the production and quality of Pogostemon cablin benth. The results show that the production and the quality tends to be better proved by the color changes to yellow bright, reduced metal contents and an increase in Pogostemon cablin benth
Aplikasi Metode Elektrolisis Menggunakan Elektroda Platina (Pt), Tembaga (Cu) DAN Karbon (C) Untuk Penurunan Kadar Cr Dalam Limbah Cair Industri Penyamakan Kulit Di Desa Sitimulyo, Piyungan, Bantul, Yogyakarta Wiharti, Wiharti; Riyanto, Riyanto; Fitri, Noor
INDONESIAN JOURNAL OF CHEMICAL RESEARCH VOLUME 1, ISSUE 1, 2014
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Reduksi logam Cr dalam limbah penyamakan kulit dengan metode elektrolisis telah dilakukan. Proses elektrolisis dilakukan pada kondisi pH 0,5 dengan penambahan H2SO4 95-97 %. Elektrolisis dilakukan dengan variasi jenis elektroda, voltase dan waktu. Voltase yang digunakan yaitu 5, 10, 15 dan 20 V, variasi waktu yang digunakan yaitu 1,2,3,4 dan 5 jam dan jenis elektroda yang digunakan yaitu Cu-Ft, Cu-Cu dan Cu-C. hasil elektrolisis dianalisis menggunakan AAS.Hasil analisis menunjukkan penurunan konsentrasi Cr paling tinggi terdapat pada penggunaan elektroda Cu-Cu dengan waktu 2 jam dan voltase 15 V yaitu sekitar 71,73%, sementara dengan elektroda Cu-C dengan waktu 3 jam dan voltase l0 V yaitu 58,64% dan dengan elektroda Cu-Pt dengan waktu 2 jam dan voltase 20 V terjadi penurunan konsentrasi logam Cr sebesar 49,63%.
Karakterisasi Dan Modifikasi Karbon Aktif Tempurung Kelapa Sawit Dengan Asam Nitrat Untuk Menjerap Logam Besi Dan Tembaga Dalam Minyak Nilam Harti, Retno; Allwar, Allwar; Fitri, Noor
INDONESIAN JOURNAL OF CHEMICAL RESEARCH VOLUME 1, ISSUE 2, 2014
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Modification of activated carbon has been conducted using nitric acid (HNO3). Characterization unmodified and modified activated carbon follow type I of nitrogen adsorption isotherm showed microporous material. Langmuir surface area of 253,6 m2/g to 491,6 m2/g. Identification of fungtional groups by fourier transform infrared spectrometer and Boehm titration. An increasing oxygen group on phenol of 0,0399 meq/g to 0,1987 meq/g showed acid character. Unmodified and modified activated carbon by nitric acid used as an adsorbent. The activated carbon to adsorp metal applied Fe and Cu in Patchouli oil. The metal testing by flame - atomic absorption spectrophotometer. Maximum capacity of Fe sorption in unmodified activated carbon is 9,01 ppm/g and modified activated carbon is 12,16 ppm/g Maximum capacity of Cu sorption in unmodified activated carbon is 2,25 ppm/g and modified activated carbon is 2,85 ppm/g.
Peningkatan Kualitas Minyak Nilam Dengan Modifikasi pH Air Penyuling Setiyowati, Heni; Fitri, Noor
INDONESIAN JOURNAL OF CHEMICAL RESEARCH VOLUME 1, ISSUE 1, 2014
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Modifikasi pH air penyuling pada proses ekstraksi nilam secara destilasi uap telah dilakukan. Daun nilam yang digunakan berasal dari Banjamegara, Jawa Tengah. Variasi pH air penyuling yang digunakan yaitu 7, 9, 10 dan 12 diperoleh melalui penambahan NaOH 1 N. Komponen minyak nilam dianalisis menggunakan GC-MS. Hasil analisis menunjukkan bahwa rendemen minyak atsiri nilam dengan menggunakan air penyuling pH 7,9, 10 dan 12 masing-masing yaitu 1,232 %, 1,717 %, l,071% dan 0,420 % dari penyulingan 2 kg nilam kering dengan metode destilasi uap. Hasil uji fisika menunjukkan karakteristik minyak atsiri nilam dengan pH air penyuling 7, 9, 10 dan 12 yaitu berwarna kuning kecoklatan (jernih), berwarna kuning kecoklatan (keruh), berwarna kuning kecoklatan (keruh) dan merah kecoklatan. Nilai indeks bias masing-masing yaitu 1,505, 1,504, 1,504 dan 1,506. Hasil uji berat jenis dari masing-masing minyak nilam yaitu 0,962, 0,963,0.967 dan0,978.Komponen utama minyak atsiri nilam yang diperoleh dari penyulingan dengan air pH 7 yaitu alpha-guaiene (14,12 %), seychellene (8,16 %), alpha-patchoulene (5,94 %) Delta-guaiene (15,42 %), dan patchouli alcohol (34,5 %). Sedangkan minyak atsiri nilam dengan air penyulingan pada pH 9 yaitu alpha-guaiene (14,56 %), seychellene (7,97 %), alpha-patchoulene (5,89 %) Delta-guaiene (15,78 %), dan patchouli alcohol (35,62 %). Pada pH 10 dan 12 tidak terdeteksi adanya patchouli alcohol. Penelitian ini menunjukkan minyak nilam dengan kandungan patchouli alcohol tertinggi diperoleh dari hasil penyulingan dengan air penyuling pH 9.