Cut Aida Fitri
Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Published : 9 Documents
Articles

Found 9 Documents
Search
Journal : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Unsyiah

Analisa Ekonomi Tepung Kulit Manggis (Garcinia mangostana L) Sebagai Pakan Aditif pada Kambing Peranakan Etawah Laktasi

Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7120.2 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian tentang Analisa Ekonomi Penambahan Tepung Kulit Manggis (Garcinia mangostana L) sebagai Pakan Aditif pada Kambing Peranakan Etawah (PE) Laktasi, telah dilakukan di Desa Limpok, Kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh dari bulan Maret sampai dengan bulan Mei 2016. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh pemberian tepung kulit manggis sebagai pakan aditif terhadap efisiensi ekonomi pemeliharaan ternak kambing Peranakan Etawah laktasi. Penelitian ini menggunakan 16 ekor kambing Peranakan Etawah (PE). Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 kelompok. Ternak dikelompokkan berdasarkan masa laktasi sehingga diperoleh 16 satuan percobaan. Masing-masing perlakuan terdiri dari perlakuan A (ransum kontrol), perlakuan B (penambahan tepung kulit manggis 2,5%), perlakuan C (penambahan tepung kulit manggis 5%) dan perlakuan D (penambahan tepung kulit manggis 7,5%). Data dianalisa menggunakan Analysis of variance (ANOVA). Parameter yang diamati adalah biaya produksi, hasil produksi, nilai hasil produksi, keuntungan kelayakan usaha. Tingkat keuntungan dan penerimaan semua perlakuan dalam penelitian ini mendapatkan keuntungan. Rasio manfaat biaya yang diperoleh. Abstrack: This research were studied about economic analysis of addition of mangosteen peel powder(Garcinia mangostana L) as a feed additive in goat etawah cross (PE) lactation. It had been done in the village Limpok Darussalam Aceh Besar District of Aceh Province of the date on from march to may, 2016. The purpose of this research is study the effect of mangosteen peel powder as a feed additive cattle raising economic efficiency the cross Etawah goat lactation. This reseach was used 16 Etawah goats. This research was used Randomized Block Design (RBD) which consists of 4 treatments and 4 groups. Livestock was grouped by lactation mass until obtained 16 unit trials. Each treatment consists of A treatment (control rations without mangosteen peel powder), B treatment (rations with added mangosteen peel powder 2.5%), C treatment (rations with added mangosteen peel powder 5%) and D treatment (rations with added mangosteen peel powder 7.5%). The reseach data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA). The parameters measured were the cost of production, production, production output value, profits feasibility. The rate of profits and acceptance of all treatments in this study benefit. Return cost ratio obtained treatment It demonstrate that the business is run to be continued. Economic analysis of mangosteen peel powder (Garcinia mangostana l) as feed the goat peranakan etawah additives lactation

Pengaruh Pemberian Tepung Kulit Pisang ( Musa sp) Sebagai Substirusi Sebagian Ransum Komersil Terhadap Efisisensi Ekonomis Pemeliharaan Itik Peking

Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.482 KB)

Abstract

Abstrak.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh substitusi sebagian ransum komersil periode finisher dengan tepung kulit pisang fermentasi + bungkil kelapa + minyak sawit  + feed supplement terhadap efisiensi ekonomis pemeliharaan itik peking.   Penelitian dilakukan  di Laboratorium Lapangan Peternakan (LLP),  Program Studi Perternakan,  Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala tanggal 22 Februari‒19 April 2017.   Penelitian menggunakan 100 ekor anak itik peking  produksi PT  Charoen Pokphand, Medan.  Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK),  terdiri dari 4 perlakuan dan 4 kelompok.   Tiap kelompok merupakan unit percobaan,  masing-masing terdiri dari lima ekor itik.  Perlakuan yang  dicobakan adalah pemberian tepung kulit pisang fermentasi sebanyak 0, 4, 8, dan 12%.   Hasil penelitian memperlihatkan substitusi ransum komersil dengan tepung kulit pisang fermentasi + bungkil kelapa + minyak sawit  + feed supplement selama periode finisher menurunkan biaya ransum dan menaikkan IOFC dan total income.   Ransum komersil paling layak dan menguntungkan jika disubstitusi dengan 8% tepung kulit pisang fermentasi + 5% bungkil kelapa + 1% minyak sawit + 1%  feed supplement selama periode finisher.  Kata Kunci:  itik, income, kulit pisang fermentasi    Effect of  Feeding Fermented Banana (Musa sp) Peel Meal as Partial Substitution of Commercial Diet to Economic Efficiency of Raising Peking DucksAbstract.    The aim of present study was to determine effect of substitution commercial diet with fermented banana peel meal + coconut meal + coconut oil to economic efficiency of raising duck during grower/finisher period.     The study was conducted in Field Laboratory of  Animal Husbandry,  Livestock Department,  Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University,  February  22 until April 19, 2017.The study used 100 Peking DOD  males, produced by  PT  Charoen Pokphand, Medan.   The study was performed into block randomized design with subsamples,  consisting of  4 treatments and 4  blocks. Each block was an experimental unit, each consisting of  five ducks.   The treatment was  inclusion  of  fermented banana peel meal as many as 0% (P1), 4(P2), 8% (P3), and 12% (P4),   respectively.   Results of study showed that  inclusion of  fermented banana peel meal  + coconut meal + coconut oil as partial substitution of  commercial duck  diet during grower/finisher periode  reduced cost and increased IOFC as well as total income. It was suggested that the best level of substitution of  finisher commercial  diet was 8% fermented banana peel meal + 5% coconut meal + 1% coconut meal + 1% feed supplement.Key words:  duck,  banana peel, fermentation, income  

Kajian Produksi dan Penjualan Dendeng pada Beberapa Perusahaan di Kota Banda Aceh

Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 1, No 1 (2016): November 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian tentang hasil kajian produksi dan penjualan dendeng pada beberapa perusahaan di Kota Banda Acehini telah di lakukan dibeberapa perusahaan dendeng yang ada di kota Banda Aceh dari tanggal 28 September 2015 sampai dengan tanggal 28 Oktober 2015. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengolahan manajemen usaha dendeng, juga untuk mengetahui berapa jumlah produk dendeng yang terjual perbulannya, dan bagaimana penentuan harga jual dendeng pada beberapa perusahaan dendeng  di Kota Banda Aceh,  Materi yang digunakan dalam penelitian terdiri 3 perusahaan dendeng yaitu: perusahaan dendeng Bungong Jaroe (setui), perusahaan dendeng Gunung Seulawah (Simpang Surabaya) dan perusahaan dendeng Blang Rakal (Kampung baru). Metode yang dilakukan penelitian ini adalah metode survei dengan analisis deskriptif. Parameter yang diamati dalam penelitian ini, yaitu pengolahan manajemen usaha dendeng  sapi pada beberapa perusahaan dendeng di Kota Banda Aceh. Jumlah dendeng terjual perbulannya di Kota Banda Aceh.Harga jual sapi dendeng dibeberapa perusahan di Kota Banda Aceh dibandingkan dendeng luar Banda Aceh.Berdasakan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa jumlah dendeng terjual setiap bulannya, dapat dirincikan sekitar 1000 kilogram. Sedangkan mengenai penentuan harga dendeng sapi di Kota Banda Aceh mempunnyai 3 variasiharga, yaitu dendeng berkualitas tinggi, menengah dan  kualitas tengah A Study on the Production and Selling of Dendeng At Various Corporations in Banda AcehAbstract: a study on the production and selling of dendeng(beef jerky)at various corporations in Banda Aceh has been conducted at several dendengproducers in Banda Aceh from September 28, 2015 to October 28, 2015. The purposes of this study were to observe the business management of dendengventures, to know the amount of products sold monthly, and to observe how selling price were determined at several dendeng producers in Banda Aceh. The objects of this research were 3 dendeng outlets in Banda Aceh, which were: Bungong Jaroe (Seutui), Gunung Seulawah (Batoh), and Blang Rakal (Kampung Baru). Furthermore, survey method was used in this research and the data were analyzed descriptively. Meanwhile, the parameters observed were the business management, selling rate, and price. The results of the study elucidated that approximately 1000 kilograms dendengwere sold each month. The research findings also indicated that the price of dendengvaried based on their quality; super, medium, and low quality

Analisis Ekonomi Pemeliharaan Ayam Broiler dengan Pemberian Tepung Kulit Pisang Kepok Fermentasi + Feed Supplement

Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 1, No 1 (2016): November 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.104 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh substitusi sebagian ransum komersil periode finisher dengan tepung kulit pisang fermentasi + bungkil kelapa + feed supplement  terhadap efisiensi ekonomis pemeliharaan  ayam broiler.  Penelitian dilakukan  di Laboratorium Lapangan Peternakan (LLP),  Program Studi Perternakan,  Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala,  tanggal 1 April‒5 Mei 2016.  Penelitian menggunakan 100 ekor anak ayam broiler (DOC) strain lohmann.  Perlakuan yang  dicobakan adalah pemberian tepung kulit pisang kepok fermentasi + bungkil kelapa + feed supplement, sebanyak 0% (P1), 2,5%+1,5%+1% (P2), 5%+3%+1% (P3). 7,5%+4,5%+1% (P4), dan 10%+6%+1% (P5)   Parameter yang diamati meliputi aspek teknis (berat badan akhir dan  total konsumsi ransum) dan aspek ekonomis (penerimaan,  biaya, Income over Feed Cost, dan total income).   Hasil penelitian memperlihatkan bahwa substitusi ransum komersil dengan sebanyak-banyaknya 10% tepung kulit pisang kepok fermentasi + 6% bungkil kelapa + 1% feed supplement selama periode finisher tidak berpengaruh nyata (P>0.05) terhadap berat badan akhir dan total konsumsi ransum ayam broiler.   Substitusi ransum komersil dengan tepung kulit pisang kepok fermentasi + bungkil kelapa + feed supplement  selama periode finisher menurunkan biaya ransum dan menaikkan IOFC dan total income.   Ransum komersil paling layak dan menguntungkan jika disubstitusi dengan 7,5% tepung kulit pisang kepok fermentasi + 4,5% bungkil kelapa + 1%  feed supplement  selama periode finisher.     Economic Analysis of Administration of Fermented Banana Peel and Feed Supplement  as Partial Substitution of Commercial Broiler DietAbstract:  The aim of present study was to analysis the efficiency of partial substitution of commercial broiler diet with fermented banana peel + coconut meal + feed supplement during finisher period.  The study was conducted in Field Laboratory of Animal Husbandy Department,  Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University,  April 1 until Mei 5, 2016.   As many as 100 chicks,  strain lohmann.   The treatment was the provision of  fermented banana peel  + coconut meal +  feed supplement, with the level of  0% (P1), 2,5%+1,5%+1% (P2), 5%+3%+1% (P3). 7,5%+4,5%+1% (P4), and 10%+6%+1% (P5), respectively.   The parameters observed involved both production technical aspects (final body weight and total  feed consumption) and economic aspects  (revenue, cost, Income over Feed Cost, and total income) of raising broilers fed the commercial diets substituted partially by fermented banana peel + coconut meal + feed supplement.   The results of study showed that administration of  fermented banana peel up to 10% + coconut meal  6% + feed supplement 1%  as partial substitution of  commercial broiler finisher diet during finisher periode was not significant effect (P>0.05) on  final body weight and feed consumption.   Substituting commercial diet with fermented banana peel up to 10% + coconut meal 6% + feed supplement 1%  reduced cost and increased IOFC as well as total income.  It was suggested that the best level of substitution of  finisher commercial  diet was 7,5% fermented banana peel + 4,5% coconut meal + 1% feed supplement

Nilai Organoleptik Daging Ayam Broiler dengan Penambahan Prebiotik Immuno Forte® pada Berbagai Level Berbeda

Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 1, No 1 (2016): November 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.93 KB)

Abstract

Abstrak.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh penggunaan prebiotik Immuno forte® selama pemeliharaan terhadap nilai organoleptik daging ayam broiler meliputi warna, rasa, aroma dan tekstur. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Lapangan Peternakan (LLP) Program Studi Peternakan Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, mulai tanggal 22 Agustus sampai dengan 21 September 2015. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 100 ekor DOC ayam broiler CP 707 Strain Arbor Acres produksi PT. Charoen Pokphand, yang diberi ransum komersial R511 hi pro vitepriode starterdan R512 bravo priode finisher. Penelitian ini terdiri atas 4 perlakuan yaitu: P0(0 mL Immuno forte®/3 L air ), P1 (0,5 mL Immuno forte®/3 L air), P2(1 mL Immuno forte®/3 L air), P3 (1.5 mL Immuno forte®/3 L air) dan P4 (2 mL Immuno forte®/3 L air). Peubah yang dinilai secara organoleptik meliputi warna, aroma, rasa, dan tekstur daging dada ayam broiler yang telah dipanggang, dengan melibatkan 25 orang panelis semi terlatih. Penilaian organoleptik berdasarkan skala hedonik 1 sampai 5, dimana 1= sangat tidak suka, 2 = tidak suka, 3 = netral, 4 = suka, 5 = sangat suka. Hasil penelitian menunjukkan penambahan Immuno forte® dalam air minum selama pemeliharaan tidak berpengaruh negatif terhadap nilai organoleptik yang meliputi warna, aroma, rasa, dan tekstur daging ayam broiler. Secara umum, semua parameter pada  perlakuan masih berada pada  kisaran skor 3,57 – 3,79 yang berarti dapat diterima oleh panelis dengan kategori pada umumnya mendekati suka. Organoleptic Values of Broiler Meat  Administrated With With Different Levels of Prebiotic Immuno Forte® Abstract. The purpose of this study was to evaluate the effect of prebiotic immuno forte® administration with different levels on organoleptic values of broiler meat, include color, flavor, aroma and texture. This study conducted at Experimental Farm, Animal Husbandry Department, Agricultural Faculty Syiah Kuala University from August 22 to September 19, 2015.  As many as 100 unsex day old chicks (DOC) CP 707 Strain Abror Acres, produced by Charoen Pokphand was used in this study, fed with commercial diet   R511 hi pro viteon the starterperiod and R512 bravo on the finisher period. Treatments consisted of: P0 (0 mL Immuno forte® / 3 L water), P1 (0.5 mL Immuno forte® / 3 L water), P2 (1 mL Immuno forte® / 3 L water), P3 (1.5 Immuno forte® mL / 3 L water) and P4 (2 mL Immuno forte® / 3 L water). Parameters assessed by organoleptic test include color, aroma, flavor, and texture of grilled broiler breast meat, involving 25 semi-trained panelists. Organoleptic assessment based on hedonic scale of 1 to 5, where 1 = strongly dislike, 2 = dislike, 3 = neutral, 4 = likes, 5 = very fond. The results showed that the administration of Immuno forte® in drinking water for maintenance is not negatively affect the organoleptic values include color, aroma, flavor, and texture of broiler meat. In general, all the parameters of the treatment is still in the range of scores from 3.57 to 3.79 which means it can be accepted by the panelists with a category generally approaches like

Kualitas Pengaruh Pemberian Persentase Bawang Putih (Allium Sativum) terhadap Uji Organoleptik Sie Balu Daging Kerbau

Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 1, No 1 (2016): November 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.044 KB)

Abstract

Abstrak. Suatu penelitian telah dilakukan tentang Pengaruh Pemberian Persentase Bawang Putih (Allium sativum) Terhadap Uji Organoleptik Sie Balu Daging Kerbau. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Pengolahan Daging dan Ikan Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala yang berlangsung dari  Juni sampai dengan Juli 2016. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengamati pengaruh pemberian Persentase Bawang Putih (Allium sativum) Terhadap Uji Organoleptik Sie Balu Daging Kerbau. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan P0 adalah pada pemberian  0 % Bawang Putih (kontrol), perlakuan P1 adalah pada pemberian 10 % Bawang Putih dari berat daging, perlakuan P2 adalah pada pemberian 15 % Bawang Putih dari berat daging dan perlakuan P3 adalah pada pemberian 20 % Bawang Putih. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah uji organoleptik meliputi warna, aroma, rasa dan keempukan. Panelis yang digunakan adalah sebanyak 25 orang yang terdiri dari 10 orang ibu rumah tangga, 5 orang dosen, dan 10 orang mahasiswa Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sie Balu daging Kerbau dengan berbagai pemberian persentase bawang putih tidak berpengaruh nyata (P>0.05) terhadap uji warna, aroma, rasa dan keempukan. Percentage of Giving Effect of Garlic (Allium Sativum)on Organoleptic Sie Balu Buffalo MeatAbstract. A study has been conducted on the Effect of Percentage of Garlic (Allium sativum) Organoleptic Test Against Sie Balu Buffalo Meat. This research was conducted at the Laboratory of Meat Processing and Fish Department of Animal Husbandry Faculty of Agriculture, University of Syiah Kuala which lasts from June to July 2016. The purpose of this study was to observe the effect of percentage of Garlic (Allium sativum) Organoleptic Test Against Sie Balu Buffalo Meat. This study uses a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 5 replications. Treatment P0 is the provision of 0% Garlic (control), treatment P1 is the provision of 10% of the weight of the meat Garlic, P2 treatment is the administration of 15% of the weight of the meat Garlic and treatment P3 is the administration of 20% Garlic. The parameters observed in this study is the organoleptic tests include color, aroma, flavor and tenderness. Panelists in use is of 25 people consisting of 10 housewives, five lecturers and 10 students of Department of Animal Husbandry Faculty of Agriculture, University of Syiah Kuala. The results showed that Balu Sie buffalo meat with various percentages administration of garlic not significant (P> 0.05) to test the color, aroma, flavor and tenderness

Pemanfaatan Limbah Feses Sapi sebagai Pembuatan Pakan Pelet terhadap Pertambahan Berat Badan Ikan Lele Dumbo

Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 1, No 1 (2016): November 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.197 KB)

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah asal feses sapi sebagai bahan pembuatan pakan pelet guna memacu pertumbuhan ikan Lele Dumbo.  Penelitian ini dilakukan di Station Riset II (dua) Ie Suum, UPT. University Farm, Aceh Besar,  tanggal 22 Mei‒14 Agustus 2016. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan. Setiap ulangan merupakan unit percobaan, masing-masing terdiri dari 50 ekor ikan Lele Dumbo. Perlakuan menggunakan pakan komersil ikan 781 Hiprovite yang disubtitusikan dengan pakan pelet organik. Parameter yang diamati adalah berat badan, pertambahan berat badan, konsumsi pakan, konversi pakan, efisiensi pakan, kelangsungan hidup, dan kualitas air (pH, suhu, kelembaban, cahaya). Hasil penelitian menunjukkan perlakuan pakan limbah asal feses sapi berpengaruh sangat nyata (P<0.01), terhadap berat badan, pertambahan berat badan, dan konsumsi ransum ikan Lele Dumbo, namun tidak berpengaruh nyata (P>0,05)  terhadap konversi dan efisiensi pakan. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pakan pelet organik asal feses sapi dapat memacu pertumbuhan ikan Lele Dumbo. Utilization of Cattle Feces as Materials for Pellet Feed to The Weight Gain of Catfish Abstract. The aim of present study was to utilizase cattle feces as materials for making organic pellet feed to improve the growth of catfish.  The study was conducted  in Station Research II (two) Ie Seum Unit, University Farm, Aceh Besar, May 22-August 14, 2016. The study was designed into completely randomized design (CRD) consisting of 4 treatments and 4 replications. Each relication was an experimental unit consisting of 50 catfishes.The treatment was substition of commercial feed fish (781 Hiprovite) with  organic pellet feed with the level of 0, 10, 20, and 30%, respectively.  Parameters  measured were body weight, feed intake, feed conversion, feed efficiency,  livebility, and water quality  (pH, temperature, moisture, light). The results of study showed that administration of organic pellet feed  affected highly significant (P<0.01) on body weight, body weight gain and feed intake of catfish. However, there were no significant effect (P>0.05) on feed conversion and feed efficiency.  It was concluded that the organic pellet feed composed mainly from cattle feces could  improve the growth of catfish

Uji Kualitas Sie Balu Daging Kerbau Dengan Pemberian Persentase Bawang Putih (Allium sativum) yang Berbeda

Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.772 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Ilmu dan Tehnologi Pengolahan Daging Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Banda Aceh. Penelitian ini berlangsung selama dua bulan dari Maret sampai April 2016. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengamati Uji Kualitas Sie Balu Daging Kerbau Dengan Pemberian Persentase Bawang Putih (Allium sativum) Yang Berbeda. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan 5 ulangan. Perlakuan P0 adalah pada pemberian 0 % (kontrol), perlakuan P1 adalah pemberian 10 % bawang putih dari berat daging, perlakuan P2 adalah pemberian 15 % bawang putih dari berat daging, perlakuan P3 adalah pemberian 20 % bawang putih dari berat daging. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah Kandungan protein dan Kandungan lemak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sie balu daging kerbau yang diberi berbagai persentase bawang putih berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kandungan protein dan kandungan lemak.A Quality Testing of Cured Buffalo Meat by Giving a DifferentPercentage of Garlic (Allium sativum)The purpose of this study was to observe the Quality Testing of Cured Buffalo Meat by Giving Different Percentage of Garlic (Allium Sativum). This study used Completely Randomized Design (RAL) with 4 treatment of 5 replications. Treatment P0 was given 0% garlic (control); P1 treatment was given 10% garlic of the meat weight, P2 treatment was given 15% garlic of the meat weight, P3 treatment was given 20% garlic of the meat weight. The parameters observed in this study were the content of protein and fat. The results showed that cured buffalo meat which was given various percentage of garlic had a significant effect (P <0,01) on protein content and fat content.

Evaluasi Cara Penyembelihan Sapi di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Keudah dan Lambaro

Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi cara penyembelihan sapi di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Keudah dan Lambaro sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan pemerintah. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Keudah dan Lambaro pada tanggal 10 – 29 Juni 2017. Penelitian ini menggunakan metode survei. Variabel yang diamati adalah persyaratan peralatan pemotongan, prosedur pemotongan sapi dan higienis pekerja RPH Keudah dan Lambaro. teknik pengambilan sampel penelitian menggunakan metode Purposive Sampling. Hasil penelitian menunjukkan Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Keudah memiliki persyaratan peralatan sebanyak 60% berada pada kategori cukup dan RPH Lambaro sebanyak 55% berada pada kategori kurang. Prosedur pemotongan sapi di RPH Keudah dan Lambaro sama-sama mendapat persentase 81,81% dan berada pada kategori baik. Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Keudah memilik higienis pekerja sebanyak 45,24% berada pada kategori kurang dan RPH Lambaro 59,26% berada pada kategori kurang. Dari hasil penelitian  ini dapat disimpulkan bahwa persyaratan peralatan RPH Keudah lebih baik dari RPH lambaro, prosedur pemotongan RPH Keudah dan Lambaro sama-sama dalam kategori baik dan higienis pekerja RPH Lambaro lebih baik dari RPH Keudah.Evaluation Method Cattle Slaughtering at Slaughterhouse (RPH) Keudah and LambaroAbstract.   This study aims to evaluate the method of slaughtering cows at the House of Animal Slaughter (RPH) Keudah and Lambaro in accordance with procedures established by the government. This research was conducted at the House of Animal Slaughtering (RPH) Keudah and Lambaro on 10 - 29 June 2017. This research used survey method. The variables observed were the requirements of cutting equipment, cow cutting procedures and the hygiene of RPH Keudah and Lambaro workers. Research sampling technique using Purposive Sampling method. The results showed that the House of Animal Slaughterhouse (RPH) Keudah has 60% of equipment requirements are in enough category and 55% LP RPH is in the less category. Cattle slaughtering procedures in RPH Keudah and Lambaro both got 81.81% percentage and are in good category. Animal Slaughterhouse (RPH) Keudah has 45.24% worker hygiene is in the less category and RPH Lambaro 59.26% is in the less category. From the results of this study it can be concluded that the RPH Keudah equipment requirements are better than RPH lambaro, the cutting procedure of RPH Keudah and Lambaro are both in good category and the hygienic of RPH Lambaro workers is better than RPH Keudah.