Arulita Ika Fibriana
Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang

Published : 26 Documents
Articles

Found 26 Documents
Search

THREE DELAY MODEL SEBAGAI SALAH SATU DETERMINAN KEMATIAN IBU DI KABUPATEN CILACAP

Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 6, No 1 (2010)
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran ketiga model keterlambatan dengan kematian ibu di Kabupaten Cilacap dengan mempertimbangkan variabel status pemeriksaan dan penolong pertama persalinan sebagai faktor pe-rancu. Rancangan penelitian menggunakan metode survei analitik dengan pendekatan studi kasus kendali. Jumlah sampel 30 kasus dan 30 kendali. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dengan uji chi square dan analisis berstrata dengan uji Maentel Hanzel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa vari-abel yang berhubungan dengan kematian ibu di Kabupaten Cilacap yaitu ke-terlambatan pertama (p<0,001, OR=16,43) dan keterlambatan kedua (p=0,038, OR=5,09). Variabel status pemeriksaan kehamilan dan penolong pertama persalinan bukan merupakan variabel perancu dalam menilai hubungan antara keterlambatan pertama dengan kematian ibu (p Mantel Haenszel <0,05). Pada keterlambatan kedua, status pemeriksaan kehamilan dan penolong pertama persalinan merupakan variabel perancu (p Mantel Haenszel ≥ 0,05). AbstractThis study aims to determine the role of the three delay model of maternal mor-tality in the District of Cilacap by considering variable of the check status and the first rescue for childbirth as confounding factor. Research design used survey me-thods of analytic control case study approach. The samples consist at 30 cases and 30 controls. Data was analyzed in univariate, bivariate with chi square test and analysis stratified by Maentel Hanzel test. The results showed that the variables related to maternal mortality in the district of Cilacap namely first delay (p <0.001, OR = 16.43) and the second delay (p = 0.038, OR = 5.09). The variable of prenatal care status and childbirth first helper are not a confounding variable in assessing the relationship between the delay of the first with maternal mortality (Mantel Haens-zel p <0.05). In the second delay, the status of prenatal care and childbirth first helper is a confounding variable (Mantel Haenszel p ≥ 0.05).Keywords: Three delay models; Maternal mortality; Childbirth

KEIKUTSERTAAN PELANGGAN WANITA PEKERJA SEKS DALAM VOLUNTARY CONSELING AND TESTING (VCT)

Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 8, No 2 (2013)
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelanggan wanita pekerja seks (WPS) merupakan kelompok berisiko HIV/AIDS. Kelompok tersebut perlu melakukan  Voluntary Conseling and Testing (VCT). Studi pendahuluan pada bulan November 2011 di Resosialisasi Argorejo Semarang menunjukkan sangat kurangnya kesediaan pelanggan untuk melakukan VCT (4,5% yang bersedia). Permasalahan penelitian adalah bagaimana partisipasi pelanggan WPS di resosialisasi Argorejo dalam melakukan VCT. Tujuan penelitian untuk mengetahui partisipasi pelanggan WPS dalam melakukan VCT. Metode penelitian survei dengan pendekatan  cross sectional  terhadap 93 pelanggan WPS di Lokalisasi Argorejo Semarang. Variabel penelitian meliputi persepsi kerentanan, persepsi keparahan HIV/AIDS, persepsi manfaat VCT, persepsi hambatan VCT, motivasi/isyarat melakukan VCT, dan praktik VCT. Hasil penelitian menunjukkan partisipasi pelanggan WPS di resosialisasi Argorejo dalam melakukan VCT masih rendah yaitu 60,2% (56 orang). Simpulan penelitian adalah partisipasi pelanggan WPS dalam melakukan VCT masih rendah Customers female sex workers (FSW) is risk group of HIV/AIDS. This group needs Voluntary Counseling and Testing (VCT). Preliminary study in November 2011 in Argorejo resocialization Semarang showed willingness of customers to undertake VCT was very lack (just  4.5 % were willing). Research problem was how participation Argorejo resocialization customers in VCT. The research purpose was to determine the FSW customer participation in VCT. Survey research method used with cross sectional approach to 93 Argorejo Localization customers in Semarang. Variables include the perception of vulnerability research, perception of HIV/AIDS severity, perception of VCT benefits, VCT obstacle perception, motivation/cue VCT, and VCT practices. The results showed socialization Argorejo customer participation in VCT was low at 60.2% (56 people). Conclusion, FSW customer participation in VCT was very low

MODEL INTEGRASI PENDIDIK KOMUNITAS DAN SISTEM POIN “RP” (REWARD-PUNISHMENT) UNTUK PENCAPAIAN CONDOM USE 100% DI LOKALISASI

Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia, diprediksi lebih dari 50% WPS adalah menderita PMS. Penggunaan kondom merupakan salah satu strategi pencegahan penularan PMS dan HIV. Di lokalisasi Banyu Putih Batang, program kondom 100% masih sulit dicapai. Pemberdayaan bagi WPS menjadi pilar utama, agar WPS tidak hanya menjadi objek, tetapi juga menjadi subjek yang dapat merubah perilaku di komunitasnya. Penelitian ini menerapkan inovasi Pengembangan Model Pendidik Komunitas dan Sistem Poin “RP” (Reward-Punishment) untuk upaya pencapaian Condom Use 100%. Penelitian menggunakan desain eksperimen dengan rancangan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan kelompok pembanding eksternal. Penelitian ini menggunakan total sampling yaitu sejumlah 71 orang Wanita Pekerja Seks (WPS) di lokalisasi Banyu Putih. Hasil menunjukkan bahwa 80% WPS dan atau pelanggannya tidak selalu menggunakan kondom saat berhubungan seksual. Faktor yang menghambat adalah pengetahuan WPS tentang HIV/AIDS, sikap terhadap penggunaan kondom, serta kurang terampilnya WPS dalam negosiasi kondom. Pada kelompok intervensi, setelah diterapkannya model integrasi Pendidik Komunitas dan sistem reward-punishment, praktik penggunaan kondom meningkat menjadi 82,9%. Ini menunjukkan terdapat perbedaan yang siginifikan praktik penggunaan kondom antara sebelum dan sesudah intervensi. Sedangkan pada kelompok kontrol tidak menunjukkan adanya perbedaan.AbstractFemale Sex Workers (FSW) is a group at high risk of sexually transmitted diseases (STDs) and HIV/AIDS. In Indonesia, more than 50% FSW predicted suffering of STDs. Condom use is one of the strategies of prevention of transmission of STDs and HIV. In Banyu Putih prostitution, program of 100% condom use is still difficult to achieved. This is presumably because FSW has less power and strong bargaining to kliens. Empowerment for FSW as a central pillar, so the FSW not only as the object, but also be subject to change behavior in their community. This study applies innovations Community Educators Model and “RP” (Reward-Punishment) Point System for achieving the 100 % Condom Use. Research using experimental design with before and after intervention design using external comparison group. This study used a total of 71 sampling that some of FSW. The research results showed that 80% of FSW or their clients do not always use condom when having intercourse. Fac-tors that inhibit are knowledge about HIV/AIDS, attitudes toward condom use, and less skilful in negotiating condom. In the intervention group, after the implementation of the integration model of Community Educators and reward-punishment system, the practice of condom use increased to 82.9 %. It shows there is a significant difference between before and after the intervention. Whereas the control group did not show any differences.

Sistem Informasi Admisi Pasien Membantu Ketepatan Pengambilan Keputusan Admisi Pasien

Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 6 No. 2 Oktober 2011
Publisher : Faculty of Public Health Universitas Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketepatan admisi merupakan salah satu indikator kualitas pelayanan medis yang sesuai dengan standar. Appropriateness Evaluation Protocol (AEP) merupakan protokol yang digunakan untuk menilai ketepatan admisi pasien rawat inap. Tujuan penelitian ini adalah merancang sistem informasi admisipasien rawat inap untuk membantu pengambilan keputusan klinis dan administrasi dalam admisi pasien rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. Soewondo Kabupaten Kendal. Penelitian dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama, penelitian kualitatif untuk perancangan sistem informasidengan menerapkan Framework for Application of System Technique (FAST). Tahap kedua, penelitian kuantitatif dengan rancangan one group pretest-posttest design yaitu uji coba sistem informasi admisi dengan membandingkan indikator-indikator akseptabilitas, aksesibilitas, sensitivitas, kerepresentativan, dan ketepatan waktu. Hasil penelitian ini berupa rancangan Sistem Informasi Admisi (SIA) pasien rawat inap meliputi masukan, keluaran, basis data, dan antarmuka yang dilanjutkan dengan membangun sistem sehingga dihasilkan SIA berbasis AEP. Hasil uji coba menunjukkandukungan responden terhadap sistem lama dan sistem baru dari aspek akseptabilitas (RRT 2,20 dan 3,18), aksesibilitas (RRT 2,25 dan 3,19), sensitivitas (RRT 2,30 dan 3,10), kerepresentativan (RRT 2,40 dan 3,16), dan ketepatan waktu (RRT 2,13 dan 3,13) dengan perbedaan yang bermakna(p = 0,0001). Diperlukan komitmen manajemen untuk dapat menjalankan SIA, evaluasi setiap tahun terhadap kinerja sistem untuk mengantisipasi perubahan kebutuhan informasi, dan rancangan input data yang cepat dengan teknologi tinggi.Kata kunci: Admisi pasien, sistem informasi admisi, pengambilan keputusanAbstractAppropriateness in admission represent quality of medical services. Appropriateness Evaluation Protocol (AEP) is protocol that used to evaluate inpatient admission according to medical indications. The research was carried out to design admission information system of inpatient as administrative and clinical decision support system in Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. Soewondo Kabupaten Kendal. The research was done in twostep. First step was qualitative study applied Framework for Application of System Technique (FAST) to design information system. Second step used one group pretest-posttest design, trying information system that built comparing acceptability, accessibility, sensitivity, representativeness and punctuality. The result of this research was admission information system design consist of input design, output design, data base design and interface design continuing to build AEP based admission information system. Trial result shows that respondents give their agreement in old and new system for acceptability (2,20 and 3,18), accessibility (2,25 and 3,19), sensitivity (2,30 and 3,10), representativeness (2,40 and 3,13), and punctuality(2,13 and 3,13), and it was statistically significant (p = 0,0001). The management commitment is required to carry on admission information system, annual evaluation of system performance required to anticipate changes of information requirement, and it is required to design input faster using hightechnology instrument.Key words: Patient admission, admission informatics system, decision making

Faktor Risiko Kejadian Autisme

HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Autisme merupakan suatu kelainan perkembangan pada otak yang memiliki ciri berupa hambatan interaksi sosial baik verbal maupun non verbal serta penurunan reaksi pengamatan terhadap lingkungan yang terbatas dan berulang-ulang.  Jumlah siswa autisme di kota Semarang tahun 2016 tertinggi ketiga di Jawa Tengah, 44 anak. Jenis penelitian yaitu survei analitik dengan desain kasus-kontrol. Sampel berjumlah 90 orang dengan 45 kasus dan 45 kontrol yang diambil dengan cara purposive random sampling. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa riwayat asfiksia (p=0,000), usia ibu (p=0,006), usia ayah (p=0,021), riwayat penggunaan obat antidepresan (p=0,006), riwayat stres ibu hamil (p=0,003), jumlah kehamilan (p=0,033), jenis kelamin anak (p=0,030), riwayat pemberian MP-ASI pada bayi sebelum usia 6 bulan (p=0,003), riwayat pendarahan maternal (p=0,020) dan riwayat infeksi ibu selama masa kehamilan (p=0,006) berhubungan dengan autisme. Sedangkan berat lahir, metode persalinan, riwayat paparan asap rokok pada ibu hamil dan ras ibu tidak berhubungan dengan autisme (p>0,05). Saran yang peneliti rekomendasikan adalah agar para ibu lebih memperhatikan kandungannya dengan cara rutin melakukan pemeriksaan antenatal. Kata Kunci      : Autisme, faktor risiko

MODEL KELAS IBU HAMIL UNTUK PEMETAAN RISIKO KEHAMILAN DAN PENCEGAHAN KOMPLIKASI PERSALINAN

Jurnal Abdimas Vol 20, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya penurunan angka kematian ibu (AKI) merupakan masih sulit dicapai di Indonesia sampai saat ini. Angka kematian ibu di kabupaten Kendal masih sangat tinggi. Penyebab kematian ibu secara langsung adalah perdarahan, preeklampsi/ eklampsi, dan infeksi. Sedangkan secara tidak langsung, penyebab kematian ibu diperberat oleh keadaan “3 terlambat” (terlambat mengambil keputusan, terlambat mencapai tempat rujukan, terlambat mendapatkan pertolongan di fasilitas kesehatan). Selain itu, diperberat dengan kondisi “4 terlalu” (terlalu tua, terlalu muda, terlalu banyak, dan terlalu rapat jarak kelahiran). Kondisi geografis wilayah kecamatan Singorojo yang jauh dari pusat layanan kesehatan rujukan persalinan, rendahnya pengetahuan dan sikap masyarakat, serta masih banyaknya kasus persalinan muda (di bawah usia 18 tahun) sangatlah merupakan faktor risiko terjadinya komplikasi kehamilan dan persalinan. Melihat fakta-fakta tersebut, maka sebagai upaya pemetaan risiko kehamilan sejak dini dan pencegahan komplikasi persalinan pada ibu hamil, maka perlu dilakukan inovasi yaitu dengan model Kelas Ibu Hamil. Rumusan masalah yang akan dipecahkan dalam kegiatan ini adalah bagaimana model Kelas Ibu Hamil ini dapat dikembangkan untuk upaya pemetaan risiko kehamilan sejak dini dan pencegahan komplikasi persalinan pada ibu hamil di wilayah kecamatan Singorojo kabupaten Kendal. Sasaran kegiatan ini adalah ibu-ibu hamil, Kader Posyandu, Bidan Desa, Perangkat desa, dan pengurus PKK Desa di wilayah kecamatan Singorojo kabupaten Kendal. Setelah secara intensif kelas ibu hamil ini dilaksanakan: 1) pengetahuan peserta kelas ibu hamil menjadi meningkat, 2) sikap peserta ibu hamil menjadi lebih baik, 3) praktik pencegahan risiko dan komplikasi kehamilan oleh ibu hamil menjadi lebih baik, 4) Peserta kelas ibu hamil menjadi lebih intensif melakukan kunjungan ANC setiap bulan ke Bidan Desa setempat. Saran yang diajukan berdasarkan hasil kegiatan ini adalah: 1)Pemerintah Desa diharapkan mampu mengkoordinir dan memfasilitasi kegiatan kelas ibu hamil di semua wilayah RT/ RW, 2) Bidan Desa diharapkan secara intensif melakukan fasilitasi dan pendampingan terhadap pelaksanaan kelas ibu hamil, 3) Puskesmas dan Dinas Kesehatan diharapkan memberikan dukungan untuk efektifitas pelaksanaan kelas ibu hamil dengan bentuk penguatan program, fasilitasi sarana prasarana, bantuan motivasi maupun pendanaan

PENDIDIKAN MELALUI EDUTAINMENT FILM UNTUK MENINGKATAN PENGETAHUAN DAN SIKAP SEJAK DINI TENTANG BAHAYA PENYALAHGUNAAN NARKOBA PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN LIMBANGAN KABUPATEN KENDAL

Jurnal Abdimas Vol 17, No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya kasus narkoba, khususnya di kalangan usia muda dan anak-anak, penyebaran HIV/AIDS semakin meningkat dan mengancam. Pemahaman tentang bahaya narkoba perlu diperkenalkan sejak dini kepada anak-anak agar mereka nantinya tidak terjerumus dalam penyalahgunaan obat-obat terlarang. Pendidikan melalui edutainment film ini cukup efektif dapat meningkatkan pengetahuan dan merubah sikap siswa dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba sejak dini. Hal ini ditunjukan dengan peningkatan skor pengetahuan dan sikap peserta setelah dilakukannya kegiatan pendidikan tersebut.Disarankan : (1) bagi Dinas Kesehatan dan Puskesmas, penyuluhan kesehatan mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba perlu selalu dilaksanakan di sekolah-sekolah sejak dini mungkin, (2) bagi Dinas Pendidikan dan pihak sekolah, kegiatan ini perlu terus dikembangkan dan ditindaklanjuti agar anak-anak didik mampu mengenali jenis-jenis narkoba, mengetahui bahaya dan dampak narkoba bagi kesehatan serta mampu menolak dan mencegah perilakuperilaku negatif, pengabdian selanjutnya diharapkan media yang digunakan dapat lebih variatif dan inovatif lagi.

The Kejadian Kematian Maternal di RSUD Dr. Soesilo Slawi

HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal Mortality Ratio at RSUD dr Soesilo Slawi Tegal district in 2015-2016 has increased. The purpose of this study was determine the factors associated with maternal mortality at RSUD dr Soeselo Slawi Tegal district in 2015 - 2016.This study used the analytical survey method with case control and in-depth interviews on case groups.The results of this research showed that factors of maternal mortality were education (p value= 0.011,OR= 3,818), nutritional status (p value= 0.001,OR= 7,200), anemia status (p value= 0.001,OR= 6,232), maternal illness (p value= 0.000,OR= 8,233), pregnancy complication (p value= 0,000,OR= 7,200), birth complication (p value= 0,000,OR= 7,200), postpartum complication (p value= 0,000,OR= 14,286), birth spacing (p value= 0,010,OR= 3,918), delay of making decision (p value= 0,037,OR= 3,067), mode of birth (p value= 0,009,OR = 4,163), family income (p value= 0,009,OR= 4,163), residential areas (p value= 0,009,OR= 4,163). The variables which were not releated to factors of maternal mortality were age, job, history of previous birth, Delay of delivering time, delay of medical treatment, marital status.The research recommended that mothers should pay more attention to the condition of pregnancy and routine pregnancy check so it can be known early signs of pregnancy complication, birth complication, and postpartum complication. Keywords        : Factors, Maternal Mortality, Maternal Illness

EFEKTIFITAS PENGGUNAAN MEDIA KARTU BERJODOH DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PNEUMONIA

Journal of Health Education Vol 1 No 2 (2016): Journal of Health Education
Publisher : Universitas Negeri Semarang cooperate with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI))

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pneumonia adalah penyebab terbesar kematian pada anak-anak dibawah umur lima tahun. Salah satu penyebab meningkatnya kejadian pneumonia adalah kurangnya pengetahuan mengenai pneumonia. Period prevalence dan prevalensi tahun 2013 sebesar 1,8 persen dan 4,5 persen. Period prevalence pneumonia yang tinggi terjadi pada kelompok umur 1-4 tahun, kemudian mulai meningkat pada umur 45-54 tahun dan terus meninggi pada kelompok umur berikutnya. Di Kabupaten Pati jumlah pneumonia tertinggi ada di Puskesmas Pati I dengan jumlah kasus sebanyak 296 kasus dengan jumlah penderita tertinggi ada di Desa Puri yaitu sebanyak 31 penderita. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan media kartu berjodoh dalam meningkatkan pengetahuan ibu tentang pneumonia pada balita. Jenis penelitian adalah quasy experimental design dengan rancangan non equivalent control group design. Jumlah sampel 38 eksperimen dan 38 kontrol dengan teknik purposive sampling diambil dari 2 posyandu dengan jumlah penderita terbanyak. Data dianalisis dengan independent t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media kartu berjodoh dapat meningkatkan pengetahuan ibu menjadi 78,94% dan ada perbedaanskor pengetahuan yang signifikan pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol (p=0,000). Saran bagi kader kesehatan di posyandu agar selalu mengadakan penyuluhan kesehatan dengan menggunakan media kartu berjodoh.

PEMBERDAYAAN KADER DALAM PENINGKATAN PENGETAHUAN, SIKAP, PRAKTIK IBU TENTANG PENCEGAHAN KANKER PAYUDARA

Journal of Health Education Vol 2 No 2 (2017): Journal of Health Education
Publisher : Universitas Negeri Semarang cooperate with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI))

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Kasus kanker payudara di Puskesmas Mulyoharjo sebanyak 61. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pengetahuan, sikap dan praktik ibu tentang pencegahan kanker payudara sebelum dan sesudah pemberdayaan kader. Metode: Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu, dengan rancangan pretest-posttest control group design. Teknik sampling menggunakan purposive sampling, sampel terdiri dari 30 orang kelompok eksperimen dan 30 orang kelompok kontrol. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pengetahuan, sikap dan praktik tentang pencegahan kanker payudara. Analisis yang digunakan adalah Mc Nemar dan Chi Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukan pengetahuan mengenai pencegahan kanker payudara masing-masing kelompok berbeda secara bermakna (p=0,024), sikap mengenai pencegahan kanker payudara masing-masing kelompok tidak ada perbedaan (p=1,000), dan praktik terhadap pencegahan kanker payudara masing-masing kelompok berbeda secara bermakna (p=0,041). Simpulan: Simpulan penelitian ini adalah pemberdayaan kader berpengaruh dalam meningkatkan pengetahuan dan praktik ibu dalam pencegahan kanker payudara dibandingkan dengan tanpa pemberdayaan kader.