Articles

Found 15 Documents
Search

Peran PEG 400 dalam pembuatan lembaran bioplastik polohidroksialkanoat yang dihasilkan oleh Ralstonia eutropha dari Substrat Hidrolisat Pati Sagu Syamsu, Khaswar; Hartoto, Liesbetini; Fauzi, Anas Miftah; Suryani, Ani; Rais, Dede
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol 12, No 2 (2007): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.904 KB)

Abstract

The purpose of the research was to investigate the effects of PEG 400 addition on the characteristics of bioplastic polyhydroxyalkanoates (PHA). PHA was obtained by cultivating Ralstonia eutropha on hydrolysed sago starch substrate using fed batch method for approximately 96 hours. The biomass concentration obtained was 4 g/L with PHA yield 20-30% of dry cell weight. The bioplastic was formed with solution casting method in which chloroform was used as solvent and PEG 400 was used as plasticizer. The concentrations of PEG 400added were 10, 20, and 30% (w/w), respectively. Bioplastic properties which were tested were tensile strength, elongation to break, density, thermal properties, cristalinity, and functional group. The addition of plastisizer tend to increase tensile strength and elongation to break, but decrease density, cristalinity and melting point. Bioplastic with 30% PEG 400 addition gave the best results. Bioplastic with 30% PEG 400 gave a value of tensile strength of 0.083 MPa; elongation to break of 0.881%; density of 0.7881 g/cm3;  melting point of 158.95 ac; and cristalinity of 44.58%. With these properties, the resulted bioi plastic may be used for surgical strings. Keywords: Bioplastic, Polyhydroxyalkanoates (PHA), Ralstonia eutropha, hidrolysed sago starch, PEG 400
Biodegradation ofEpichiorohydrin Compound by Bacterial Isolate G3 Fauzi, Anas Miftah; Utomo, Amin Priyo; Elfrida, Nitariani; Nilasari, Maya
Jurnal Mikrobiologi Indonesia Vol 5, No 1 (2000): JURNAL MIKROBIOLOGI INDONESIA
Publisher : Jurnal Mikrobiologi Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.207 KB)

Abstract

Biodegradation of epichlorohydrin ECH by strain G3 temporarily identified as Pseudomonas ,zeruginosa wasinvestigated both in suspended cultures and bloflim reactors. Experiment was performed to study biodegradationprofile of thetarget pollutant in the presence of other organic pollutants, i.e. mixture of benzene, toluene, sylene, and heavymetal, i.e. PbNOJ,. The results indicated that the chemicals reduced the specific growth rates of G3 isolate in the suspendedcultures with ECH added as the sole carbon source. These chemicals also slightly reduced dechlorination rate of ECH inthe emuent of bioflim reactor. This study also showed that the magnitude of 2 mg/I ECH degradation decreased with the lowerretention time. 67.6% of degradation was occured during 1.33 mm retention time.
Rekayasa Biopolimer Jerami Padi dengan Teknik Kopolimerisasi Cangkok dan Taut Silang Purwaningsih, Henny; Irawadi, Tun Tedja; Mas’ud, Zainal Alim; Fauzi, Anas Miftah
VALENSI Vol 2, No 4 (2012): Jurnal Valensi Volume 2//No.4//Mei 2012
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1485.613 KB)

Abstract

Kopolimerisasi cangkok dan taut silang akrilamida (AAm) terhadap jerami padi dilakukan dalamsuasana hampa udara menggunakan aliran gas N2 dengan amonium persulfat (APS) sebagai inisiatordan N,N’-metilena-bis-akrilamida (MBAAm). Pencirian dilakukan dengan teknik mikroskopipemayaran elektron (SEM) untuk melihat morfologi permukaan, teknik spektroskopi FTIR untukmelihat gugus fungsi, dan teknik DTA untuk menganalisis ketahanan produk terhadap suhu. Kajiandilakukan terhadap swelling capacity produk hasil rekayasa. Spektra FTIR dan mikrografmenunjukkan bahwa kopolimerisasi cangkok dan taut silang telah terjadi pada biopolimer selulosajerami padi. Produk hasil rekayasa memiliki ketahanan termal yang lebih baik dan indeks kristalinitasyang lebih tinggi dari isolat selulosanya. Nisbah dan efisiensi pencangkokan berturut-turut adalah66,14-78.15% dan 13,23-16.63%. Swelling capacity sebelum proses hidrolisis berkisar antara 8,16-12,20 g g-1. Proses hidrolisis terhadap produk hasil rekayasa mampu meningkatkan swelling capacityhingga 12,5 kali kapasitas awal.
KAJIAN MANFAAT EKONOMIS PENERAPAN KONSEP PRODUKSI BERSIH PADA INDUSTRI KARET REMAH BERBASIS KARET RAKYAT Utomo, Tanto Pratondo; Fauzi, Anas Miftah; Irawadi, Tun Tedja; Romli, Muhammad; Aman, Amril; Honggokusumo, Suharto
Majalah Ilmiah Ekonomi Komputer 2007: Majalah Ilmiah Ekonomi Komputer Edisi Agustus
Publisher : Majalah Ilmiah Ekonomi Komputer

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1076.352 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis manfaat ekonomis penerapan konsep produksi bersihberdasarkan altematif terpilih untuk perbalkan proses pada industri karet remah yang dapal meningkatkanefisiensi dan mengurangi resiko pencemaran dan dapat diterapkan pada penyedia bahan baku (petani karet,KUD, dan pedagang pengumpul) dan pengolahan bokar menjadi karet remah (pabrik karet remah). Hasilpenelitian menunjukkan bahwa penerapan konsep produksi bersih pada industri karet remah berbasis karetrakyat yang diterapkan pada tahap penyediaan bahan baku dan pada tahap pengolahan bokar menjadi karetremah menghasilkan keuntungan ekonomis dengan (1) penghematan air sebanyak 18,5 m3110n karet kering;(2) penghematan energi senilai Rp. 7.91011on karet kering; (3) tidak diperlukan investasi untuk peralatanpenghilangan bau (malodour); (4) dihindari terjadinya kerugian akibat proses penggantungan selama 14 harisenilai Rp. 70/kg bokar; dan (5) tahapan proses pengolahan bokar menjadi karet remah lebih singkat dengantidak digunakannya mesin hammer-mills. Dampak ekonomis yang bersifat menambah biaya adalah (1)diperlukan investasi tambahan untuk resirkulasi air; (2) investasi fasilitas penggilingan bokar; dan (3) investasibiaya pengolahan Iimbah berupa serum hasil pengpresan bokar pada tingkat petani karet.Kata kunci: produksi bersih, bokar, karet remah, manfaat ekonomis
Rancang Bangun Sistem Peningkatan Kinerja Rantai Pasok Industri Minyak Atsiri Efendi, .; fauzi, Anas Miftah; Machfud, Machfud; Sukardi, Sukardi
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 13, No 2 (2014)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1976.261 KB)

Abstract

Abstract. Competitiveness of Indonesian essential oil industry is still low as efficiency is low. One of production system that has an aim to do efficiency, that are lowering cost, reducing lead time (faster delivery), higher quality is lean production system. The most suitable lean production tool for reducing lead time, also can be applied in all industries is value stream mapping (VSM). VSM has ben applied much in discrete industry, application in essential oil industry, that is process industry, need to be modified. The purposes of this reasearch is to design supply chain performance improvement system in the essential oil industry, using Rother and Shooks value stream mapping model that will be modified according to essential oil industry characteristic. The reserach shows that VSM can be used to design supply chain performance improvement system of essential oil industry. Supply chain performance of essential oil industry can be improved by setting up an essential oil cooperative.Keywords : cooperative, efficiency, lead time, lean production system, value stream mapping.Abstrak. Daya saing industri minyak atsiri Indonesia masih rendah karena efisiensi yang rendah. Salah satu sistem produksi yang mempunyai tujuan untuk melakukan efisiensi, yaitu menurunkan biaya produksi, mengurangi waktu tempuh produksi, serta kualitas yang lebih tinggi adalah sistem produksi ramping. Perangkat produksi ramping yang paling sesuai untuk mengurangi waktu tempuh produksi, juga bisa diterapkan untuk semua jenis industri adalah pemetaan penyebaran nilai. Pemetaan penyebaran nilai telah diterapkan secara luas di industri diskrit, namun penerapan di industri minyak atsiri, yang merupakan industri proses, perlu dilakukan penyesuaian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang bangun sistem peningkatan kinerja rantai pasok di industri minyak atsiri, menggunakan model pemetaan penyebaran nilai dari Rother dan Shook yang disesuaikan dengan karakteristik dari industri minyak atsiri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemetaan penyebaran nilai dapat digunakan untuk merancang bangun sistem peningkatan kinerja rantai pasok industri minyak atsiri. Kinerja rantai pasok industri minyak atsiri bisa ditingkatkan dengan membentuk Koperasi di industri minyak atsiri terkait.Kata kunci : efisiensi, koperasi, pemetaan penyebaran nilai, sistem produksi ramping, waktu tempuh.
STRATEGI DISTRIBUSI PRODUK TEH SIAP SAJI Wiedjarnarko, Sally; Fauzi, Anas Miftah; Rusli, Meika Syahbana
Jurnal Manajemen & Agribisnis Vol 12, No 1 (2015): Vol. 12 No. 1, Maret 2015
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1050.002 KB)

Abstract

Freshbrew Mels Beverages is a small-sized packaged tea beverage company. The brand product is "Mary Tea" which consists of two types of tea beverages. The company uses forwarding channel in delivering its products to the markets in Central Java, Lampung and Bali. The current problems faced by the company include the channel distribution which is not optimum in delivering its total products and costs it has spent. This study was designed to analyze the optimum distribution system and formulate the most cost-effective product delivery strategy.  The methods used were descriptive and quantitative approaches. The descriptive method included a method of benchmarking, and the quantitative approach included analysis of the distribution margin, Data Envelopment Analysis (DEA), Analytic Hierarchy Process (AHP), and financial analysis. The results show that: 1) a forwarder was the only distribution system used by the company, 2) Central Java was ‘under-performing group’, whereas Lampung and Bali were in ‘effectively managed but sales’ group, 3) the critical factor that affected the highest distribution costs was the number of authorized distributors owned by the company, 4) the best alternative strategy was to expand sales locations in the area of production, and 5) the investment for purchasing a container truck in order to minimize cost was feasible with NET B/C of 4.88 for 5 years and 6 months. The recommended strategies for solving the problem include developing markets, selecting transportation and expedition, having authorized distributors, increasing sales, and creating coordinated management system. Keywords: distribution, distribution margin, DEA, AHP, financial analysisABSTRAKFreshbrew Mels Beverages adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang minuman ringan yang memproduksi teh dalam kemasan. Merek produknya adalah “Mary Tea” yang terdiri dari dua jenis minuman teh. Freshbrew Mels Beverages menggunakan sistem distribusi “forwarder” dalam mendistribusikan produk ke pasaran yaitu Jawa Tengah, Lampung dan Bali. Permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan adalah saluran distribusi yang tidak optimal dalam jumlah produk yang dikirimkan dan biaya yang dikeluarkan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis sistem distribusi yang digunakan oleh perusahaan dan merumuskan strategi untuk mendistribusikan produk dengan biaya minimum. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Metode deskriptif meliputi benchmarking, sedangkan pendekatan kuantitatif meliputi analisis marjin distribusi,  Data Envelopment Analysis (DEA), Analytic Hierarchy Process (AHP), dan analisis finansial. Hasil penelitian menunjukkan: 1) sistem distribusi “forwarder” adalah sistem distribusi yang digunakan oleh perusahaan, 2) Jawa Tengah termasuk kelompok “under-performing”, sedangkan Lampung dan Bali termasuk kelompok “effectively managed but sales”, 3) faktor kritis yang mempengaruhi tingginya biaya distribusi adalah jumlah distributor resmi yang dimiliki oleh perusahaan, 4) alternatif strategi terbaik adalah memperluas lokasi pemasaran di area produksi, dan 5) biaya investasi untuk membeli satu buah truk kontainer dapat dilakukan dengan Net B/C 4,88 selama lima tahun enam bulan. Strategi yang direkomendasikan adalah melalui pengembangan pasar, pemilihan transportasi dan jasa ekspedisi, kepemilikian distributor resmi, peningkatan penjualan, dan sistem manajemen yang terkoordinasi.Kata kunci: distribusi, marjin distribusi, DEA, AHP, analisis finansial
Peran PEG 400 dalam pembuatan lembaran bioplastik polohidroksialkanoat yang dihasilkan oleh Ralstonia eutropha dari Substrat Hidrolisat Pati Sagu Syamsu, Khaswar; Hartoto, Liesbetini; Fauzi, Anas Miftah; Suryani, Ani; Rais, Dede
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol 12, No 2 (2007): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.904 KB)

Abstract

The purpose of the research was to investigate the effects of PEG 400 addition on the characteristics of bioplastic polyhydroxyalkanoates (PHA). PHA was obtained by cultivating Ralstonia eutropha on hydrolysed sago starch substrate using fed batch method for approximately 96 hours. The biomass concentration obtained was 4 g/L with PHA yield 20-30% of dry cell weight. The bioplastic was formed with solution casting method in which chloroform was used as solvent and PEG 400 was used as plasticizer. The concentrations of PEG 400added were 10, 20, and 30% (w/w), respectively. Bioplastic properties which were tested were tensile strength, elongation to break, density, thermal properties, cristalinity, and functional group. The addition of plastisizer tend to increase tensile strength and elongation to break, but decrease density, cristalinity and melting point. Bioplastic with 30% PEG 400 addition gave the best results. Bioplastic with 30% PEG 400 gave a value of tensile strength of 0.083 MPa; elongation to break of 0.881%; density of 0.7881 g/cm3;  melting point of 158.95 ac; and cristalinity of 44.58%. With these properties, the resulted bioi plastic may be used for surgical strings. Keywords: Bioplastic, Polyhydroxyalkanoates (PHA), Ralstonia eutropha, hidrolysed sago starch, PEG 400
KAJIAN FINANSIAL ISOLASI CITRONELLAL DAN RHODINOL PADA INDUSTRI BERBASIS SENYAWA TURUNAN MINYAK SEREH WANGI Endah Lestari, Retno Sri; Mangunwidjaja, Djumali; Suryani, Ani; Fauzi, Anas Miftah; Rusli, Meika Syahbana
Jurnal Teknotan Vol 6, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Teknotan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Isolasi komponen Citronellal dan Rhodinol pada minyak sereh wangi dapat diterapkan pada industri untuk meningkatkan nilai tambah dan mengembangkan industri intermediate minyak sereh wangi. Untuk mengetahui kelayakan penerapannya, diperlukan analisis finansial terhadap proses isolasi tersebut. Kelayakan investasi pada pendirian industri baru maupun pengembangan industri minyak sereh dilihat NPV, BEP, PBP, Net B/C dan IRR yang dapat menggambarkan apakah proyek masih atraktif untuk direalisasikan. Pada pendirian industri baru, nilai NPV sebesar Rp11,844,269,430.12, IRR sebesar  47 %. Masa pengembalian modal (PBP) tercapai selama periode 2.79 tahun. Nilai Net B/C adalah 2.75 dan titik impas produksi (BEP) diperoleh pada nilai penjualan Rp. 5,217,742,676.09. Sedangkan pada pengembangan industri minyak sereh wangi, NPV dari pengembangan industri tersebut sebesar Rp 12.348.032.363,16. Nilai IRR untuk pengembangan industri dengan  Input 600 kg / proses  adalah 89 %. Masa pengembalian  modal (PBP) pengembangan industri tercapai selama periode 4,41 tahun. Nilai Net B/C yang diperoleh dari pendirian Pabrik Citronellal dan Rhodinol  ini adalah 6,30. Titik impas produksi (BEP) diperoleh pada nilai penjualan Citronellal sebesar Rp 20.912.029.225,35. Hal ini menunjukkan bahwa pendirian industri baru maupun pengembangan industri minyak sereh wangi yang sudah ada, layak untuk direalisasikan. Kata kunci: minyak sereh wangi, Citronellal, Rhodinol, kelayakan finansial, industri
KINERJA AKADEMIK PASCA SERTIFIKASI AUN-QA PADA PROGRAM STUDI DI INSTITUT PERTANIAN BOGOR Adelyna, Adelyna; Fauzi, Anas Miftah; Juanedi, Ahmad
Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) Vol 2, No 2 (2016): JABM Vol. 2 No. 2, Mei 2016
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aims of the research are to evaluate the academic performance progress of the six study programs of IPB after the certification of AUN-QA. The research was a case study in six study programs that had been certified by AUN-QA until December 2014. This research was conducted with the objectives of defining the relevant indicators of BSC IPB and AUN-QA criteria, analyzing the criteria values of AUN-QA after the AUN-QA certification, analyzing the academic performance based on KPI BSC after the AUN-QA certification, and analyzing the problems in improving academic performance as the basis for the formulation of strategies for improving academic quality. The method used in this research was the balanced scorecard approach (BSC). The results showed that the certification of AUN-QA contains 15 relevant criteria and supports the achievement of BSC IPB. Key performance indicators (KPI) BSC IPB supported by the AUN-QA criteria consist of 21 of the 33 indicators of BSC IPB, and 14 of them are relegated to the BSC department indicators. The AUN-QA criteria values on the study program have increased with the highest criterion value in student quality and the lowest one in support staff quality. The weak criteria required to be improved include support staff quality, student assessment, stakeholder feedback, and program specification.Keywords: AUN-QA certification, academic performance, balanced scorecard
Efek Perlakuan Kimiawi dan Hidrotermolisis pada Biomas Tanaman Jagung (Zea mays L.) Sebagai Substrat Produksi Bioetanol Wagiman, Wagiman; Fauzi, Anas Miftah; Mangunwidjaja, Jumali; Sukardi, Sukardi
Agritech Vol 31, No 2 (2011)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research was to obtain a fermentation substrate with a high content of cellulose and hemicellulose, as well as to decrease the cellulose cystalinity. Dried corn stover was crushed to pass 40 mesh, added by Ca(OH) and water, then heated at a certain time. The experimental design was prepared using a four-factor central composite design (CCD). The results of the chemical pretreatment were treated using hydrothermolysis methods for enhancing the lignin removal and decreasing cellulose crystalinity. The suitable process condition for chemical pretreatment was achieved at the loading of 0.075 g Ca(OH) /g corn stover and 6.25 ml water/g corn stover, temperature 74.6 OC at 2 hours. After hydrothermolysis, cellulose and hemicellulose were dissolved at the percentages of 52.40 % and 31.84 % respectively, while the fraction of solid substrate had a composition of cellulose of 42.68 % and hemicellulosa of 34.68 %. The crystalinity of cellulose from the leaves, cobs, and cornhusk decreased significantly. The SEM results indicated that the surface of cell wall of corn stover had been perforated by these pretreatment processes. These pores might increase the enzymatic hydrolysis of the lignocellulosic corn stover.ABSTRAKTujuan penelitian adalah mendapatkan substrat fermentasi dengan kandungan selulosa dan hemiselulosa tinggi serta menurunkan kristalinitas komponen selulosa. Limbah tanaman jagung yang sudah kering dihancurkan hingga lolos 40 mesh, ditambah Ca(OH) dan air, kemudian dipanaskan pada suhu dan waktu tertentu. Rancangan percobaan disusun dengan menggunakan central composite design (CCD) dengan empat faktor. Hasil terbaik tahap ini diberi perlakuan hidrotermolisis untuk meningkatkan penyisihan komponen lignin dan menurunkan kristalinitas selulosa. Hasil pene­ litian menunjukkan bahwa kondisi proses terbaik adalah penambahan 0,075 g Ca(OH) /g biomas dan 6,25 ml air/g biomas, suhu pemanasan 74,6 OC dengan waktu 2 jam. Setelah hidrotermolisis, 52,40 % selulosa dan 31,84 % hemise­lulosa terlarut ke dalam air, sedangkan substrat fraksi padat memiliki komposisi selulosa 42,68 %, hemisellulosa 34,68%. Penurunan kristalinitas selulosa terjadi pada substrat dari daun, tongkol, dan kelobot. Hasil SEM mengindikasikanterbentuknya pori­pori pada substrat padat yang diharapkan dapat meningkatkan efektivitas hidrolisis enzimatik.