Endang Fatmawati
Jurusan Ilmu Perpustakaan Fakultas Ilmu Budaya Undip

Published : 29 Documents
Articles

Found 29 Documents
Search

ALUR KOMUNIKASI ORGANISASI DI UPT PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA SEMARANG Sasmita, Hernanda Argha; Fatmawati, Endang
Jurnal Ilmu Perpustakaan Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Jurusan Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.158 KB)

Abstract

Skripsi ini membahas mengenai “Alur Komunikasi Organisasi di UPT Perpustakaan Universitas Katolik Soegijapranata Semarang” tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah alur komunikasi di UPT Perpustakaan Universitas Katolik Soegijapranata Semarang berjalan dengan efektif atau tidak yang meliputi: Komunikasi ke Bawah (downward communication), Komunikasi ke Atas (upward communication), Komunikasi Horizontal, Komunikasi Lintas Saluran, Komunikasi Informal (desas-desus).Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Informan yang digunakan sebanyak 6 (enam) orang meliputi: Kepala perpustakaan, Kepala Bidang Pelayanan Pemustaka, Kepala Bidang Pengembangan, Kepala Bidang Pelayanan Teknis, dan 2 staff yang bekerja di UPT Perpustakaan Universitas Katolik Soegijapranata Semarang.Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara mendalam (In-depth Interview), teknik Observasi Partisipatif (Participant Observation), Teknik Studi Dokumen (Document Study). Teknik pengolahan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara mengklasifikasi atau mengkategorikan data berdasarkan beberapa tema sesuai fokus penelitiannya. Teknik analisi data dalam penelitian ini menggunakan Codingdan Memoing.Simpulan dari hasil penelitian ini alur komunikasi horizontal yang begitu efektif dilakukan.Sementara itu komunikasi informal juga cukup efektif karena lebih sering digunakan untuk menyelesaikan masalah-masalah bersifat segera. Untuk komunikasi ke atas dan komunikasi ke bawah sudah efektif karena sudah didukung dengan alat-alat bantu teknologi seperti telepon dan e-mail. Sementara itu komunikasi lintas saluran juga sebenarnya sudah berjalan lancar tetapi kurang efektif, karena tidak sesuai dengan kebijakan secara formal di UPT Perpustakaan Universitas Katolik Soegijapranata
PERSEPSI PEMUSTAKA TENTANG LOKASI GEDUNG KANTOR PERPUSTAKAAN DAN ARSIP DAERAH KABUPATEN TEGAL DAN PENGARUHNYA TERHADAP MINAT KUNJUNGAN Griessandi, Happi Afrila; Fatmawati, Endang
Jurnal Ilmu Perpustakaan Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Jurusan Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.91 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul Persepsi Pemustaka Tentang Lokasi Gedung Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Tegal terhadap Minat Kunjungan. Penelitian ini dilakukan di Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Tegal yang berlokasi di jln. A. Yani No. 51 Procot-Slawi, Kabupaten Tegal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan sebab, hubungan persepsi pemustaka tentang lokasi gedung Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Tegal terhadap minat kunjungan. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan desain penelitian eksplanasi interpretatif. Metode eksplanasi ini digunakan untuk mendeskripsikan secara mendalam serta menemukan sebab atau hubungan yang terjadi dalam menganalisis persepsi pemustaka tentang lokasi Gedung Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Tegal terhadap minat kunjungan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara dalam mendapatkan data primer dari informan, serta dilakukan observasi. Penelitian ini dipilih 11 (sebelas) orang pemustaka di Kantor Perpustakaan dan Arsip daerah Kabupaten Tegal secara acak untuk dijadikan sebagai informan yang akan diwawancarai. Teknik pengolahan dan analisis data dengan cara reduksi data dengan melakukan penyederhanaan dalam bentuk tabel. Penyajian data dengan mendeskripsikan hasil dari reduksi data dan mencari sebab atau hubungan yang terkait, serta penarikan simpulan dengan melakukan verifikasi serta mencari makna pada setiap gejala. Hasil wawancara dan analisis data yang telah dilakukan dalam penelitian ini, disimpulkan bahwa Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Tegal telah memenuhi 3 (tiga) kriteria indikator tentang lokasi. Namun, ada 2 (dua) kriteria indikator yang belum terpenuhi. Selain dari pada itu berdasarkan wawancara dan analisis data ditemukan teori bahwa lokasi dapat mempengaruhi minat kunjungan.
PENGARUH KONSEP DIRI DALAM KOMUNIKASI INTERPERSONAL PUSTAKAWAN HUBUNGANNYA TERHADAP KEPUASAN PEMUSTAKA DI BADAN PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN DAERAH KOTA CIREBON Pradipta, Caesar Vioniken; Fatmawati, Endang
Jurnal Ilmu Perpustakaan Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Jurusan Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.903 KB)

Abstract

Salah satu indikasi bahwa manusia sebagai makhluk sosial, adalah komunikasi antar manusia. Komunikasi sangat penting untuk menentukan kualitas layanan perpustakaan yang ideal, khususnya komunikasi interpersonal. Komunikasi interpersonal di perpustakaan bisa antara pustakawan dengan pimpinan, pustakawan dengan pustakawan, maupun pustakawan dengan pemustaka. Pustakawan harus memiliki kemampuan komunikasi interpersonal, agar terciptanya komunikasi yang lebih baik agar tidak menyinggung perasaan, berbicara dengan sopan, dan melayani pemustaka dengan sungguh-sungguh. Penelitian ini dilakukan di Badan Perpustakaan dan Kearsipan Daearah Kota Cirebon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah konsep diri dalam kemampuan komunikasi interpersonal pustakawan mempengaruhi kepuasan pemustaka. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan insidental, dengan jumlah jumlah sampel 96 orang. Teknik pengumpulan datanya dengan kuesioner, dan analisis datanya secara statistik menggunakan alat bantu SPSS versi 1.6. Uji hipotesis menggunakan uji t dan analisis jalur. Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa konsep diri tidak dapat langsung berpengaruh terhadap kepuasan pemustaka melainkan harus melalui komunikasi interpersonal terlebih dahulu.
ANALISIS KECERDASAN EMOSIONAL DALAM MENINGKATKAN KINERJA PUSTAKAWAN BAGIAN LAYANAN SIRKULASI UPT PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG Rizmiardhani, Anisha; Fatmawati, Endang
Jurnal Ilmu Perpustakaan Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Jurusan Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.478 KB)

Abstract

Tujuan dari dari penelitian ini adalah untuk menganalisis gambaran kecerdasan emosional dalammeningkatkan kinerja pustakawan bagian layanan sirkulasi UPT Perpustakaan Universitas Negeri Semarang.Pengukuran kecerdasan emosional terdiri dari aspek persepsi emosi, integrasi emosi, pemahaman emosi, danpengaturan emosi. Penelitian ini dilakukan di layanan sirkulasi UPT Perpustakaan Universitas NegeriSemarang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dimana pengumpulan data dilakukan denganwawancara. Jumlah informan sebanyak 11 informan, yang terdiri dari : 3 (tiga) orang pustakawan sirkulasiyang terpilih sebagai informan dengan menggunakan teknik pengambilan sampel Purposive Sampling dan 8orang pemustaka yang terpilih sebagai informan dengan menggunakan teknik pengambilan sampel SnowBall Sampling. Hasil yang diperoleh dari pernyataan ini menyatakan bahwa kecerdasan emosionalpustakawan layanan sirkulasi UPT Perpustakaan Universitas Negeri Semarang belum dapatdiimplementasikan secara optimal, ada yang harus ditingkatkan berkaitan dengan persepsi emosi.Kecerdasan emosional memiliki peran yang penting baik dalam meningkatkan kinerja pustakawan. Sarandari penelitian pimpinan perlu menetapkan sistem baru di perpustakaan berkaitan dengan penerapan persepsiemosi dan pustakawan perlu mengikuti kegiatan pelatihan dan pengembangan kecerdasan emosional untukmeningkatkan kinerja di layanan sirkulasi.
ANALISIS KINERJA GURU YANG MERANGKAP SEBAGAI PENGELOLA PERPUSTAKAAN ( STUDI KASUS DI SMA NEGERI 1, 5, 7, DAN 8 DI LINGKUNGAN SURAKARTA ) Dani Arias, Bahar; Fatmawati, Endang
Jurnal Ilmu Perpustakaan Vol 2, No 1 (2013): Januari 2013
Publisher : Jurusan Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.277 KB)

Abstract

pengelola Perpustakaan di SMA Negeri 1, 5, 7, dan 8 Surakarta yang mendapat tugas tambahan untuk mengelola perpustakaan sekolah masing-masing. Penelitian dilakukan di Perpustakaan Sekolah SMA Negeri 1, 5, 7, dan 8 di lingkungan Surakarta dengan menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara. Jumlah informannya sebanyak 5 orang, yang terpilih dengan menggunakan teknik pengambilan sampel Purposive Sampling. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini bahwa para guru pustakawan di SMA Negeri 1, 5, 7, dan 8 Surakarta merasa terganggu ketika menjalani profesinya sebagai guru dan pengelola perpustakaan. Namun begitu pelaksanaan tugas sebagai guru yang merangkap sebagai pengelola perpustakaan perlu adanya manajemen sumber daya manusia, sehingga dalam menjalankan tugas tidak saling mengganggu satu sama lain, antara lain: pembagian jadwal mengajar dan mengelola perpustakaan.
Revolusi budaya digitalisasi informasi: dampaknya bagi pustakawan dalam mengelola pengetahuan Fatmawati, Endang
IQRA: Jurnal Perpustakaan dan Informasi Vol 11, No 02 (2017)
Publisher : IQRA: Jurnal Perpustakaan dan Informasi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.122 KB)

Abstract

The shift in the culture of information digitization affects librarians in managing knowledge. Moreover, information becomes the main door to gain knowledge so that technology literacy and information access competency becomes very important. The shifting of information sources from printed form to digital is due to the presence of digital reproduction means. Librarians must be able to manage knowledge holistically in creating community knowledge. Digital media transfer needs to be done as an effort to maintain the library collection. Knowledge is considered the most strategically important resource and learning capability for library. Social media is also seen as an effective outreach tool, helping librarians promote their library and connect more deeply with the broader library community.
IMPLEMENTASI KNOWLEDGE SHARING TERHADAP KINERJA PUSTAKAWAN DI PERPUSTAKAAN, ARSIP DAN DOKUMENTASI KABUPATEN SUKOHARJO Nurbaiti, Amalia Zulfa; Fatmawati, Endang
Jurnal Ilmu Perpustakaan Vol 2, No 3 (2013): Agustus 2013
Publisher : Jurusan Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.032 KB)

Abstract

Skripsi ini berjudul Implementasi Knowledge Sharing Terhadap Kinerja Pustakawan Di Kantor Perpustakaan, Arsip Dan Dokumentasi (KPAD) Kabupaten Sukoharjo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kinerja pustakawan selama adanya penerapan Knowledge Sharing (KS) di KPAD. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis Studi Kasus dengan menentukan informan penelitian yaitu 1 Kasi Perpustakaan, 6 Pustawakan dan 3 Pemustaka.. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara dan observasi. Hasil dari penelitian ini adalah 1) Telah terjadi dan terlaksana kegiatan Knowledge Sharing di Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kabupaten Sukoharjo sejak lama, dapat dikatakan semenjak perpustakaan ini beroperasi. 2) Kegiatan Knowledge Sharing telah memberikan banyak manfaat terhadap perpustakaan dan pegawai, dalam hal peningkatan kinerja para pustakawan dan tenaga teknis perpustakaan. Hal ini antara lain dapat dilihat dari jumlah pengunjung dan pengguna yang memanfaatkan perpustakaan. Para pustakawan lebih termotivasi dan bersemangat untuk selalu memberikan program dan layanan yang memuaskan
Matabaru Penelitian Perpustakaan Dari SERVQUAL ke LibQUAL ⁺™ Fatmawati, Endang
Jurnal Pustakawan Indonesia Vol 13, No 2 (2014): Jurnal Pustakawan Indonesia
Publisher : Perpustakaan IPB

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.744 KB)

Abstract

Buku ini ditulis oleh Endang Fatmawati, M.Si., M.A. Kepala Perpustakaan FEB UNDIP dengan judul “Matabaru Penelitian Perpustakaan Dari SERVQUAL ke LibQUAL ⁺™ “ ditujukan bagi para  pustakawan, praktisi maupun akademisi yang memerlukan pedoman dalam menentukan metode penelitian, khususnya untuk evaluasi kualitas layanan perpustakaan berdasarkan harapan dan persepsi pemustaka, serta untuk mengetahui dimensi layanan perpustakaan apa saja yang belum memenuhi harapan dan persepsi pemustaka di suatu perpustakaan. Buku ini membahas inti sari konsep LibQUAL ⁺™, sebuah metode  khusus untuk riset evaluasi kualitas layanan perpustakaan. Dimensi LibQUAL+TM yang dibahas meliputi: Kemampuan dan sikap pustakawan dalam melayani (service affect – SA), fasilitas dan suasana ruang perpustakaan (Library as place – LP), petunjuk dan  sarana akses (Personal control – PC), dan akses informasi (Information acces – IA).
PEMENUHAN KEBUTUHAN INFORMASI PEMUSTAKA NONKARYAWAN DI PERPUSTAKAAN BANK INDONESIA SEMARANG Damaiyanti, Christiana Damaiyanti; Fatmawati, Endang
Jurnal Ilmu Perpustakaan Vol 3, No 1 (2014): Januari 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.739 KB)

Abstract

Skripsi ini berjudul “ Pemenuhan Kebutuhan Informasi Pemustaka Non Karyawan Di Perpustakaan Bank Indonesia Semarang”. Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian yang dilakukan oleh penulis adalah untuk  mengetahui apakah informasi yang ada di Perpustakaan Bank Indonesia Semarang sudah dapat memenuhi kebutuhan pemustaka. Dengan menggunakan metode desktiptif kualitatif, penulis melakukan wawancara mendalam terhadap delapan orang pemustaka yang dipilih sebagai informan. Untuk lebih memperjelas hasil penelitian, maka teknik pengolahan data dilakukan secara bertahap, mulai dari tahap pengumpulan, pengelompokan, reduksi, analisis dan penyajian data. Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis diketahui bahwa kebutuhan informasi pemustaka secara garis besar dibagi menjadi kebutuhan integrasi personal dan kebutuhhan kognitif, sementara pada tahap pencarian informasi diperpustakaan diketahui bahwa pemustaka memiliki pola pencarian yang berbeda. Pada tahap penggunaan informasi ditemukan bahwa pencarian informasi yang dilakukan sudah dapat memenuhi sebagian besar kebutuhan informasi yang diperlukan oleh pemustaka.
Evaluasi Kualitas Layanan Perpustakaan FEB Undip Berdasarkan Harapan dan Persepsi Pemustaka dengan Metode LibQUAL Fatmawati, Endang
Berkala Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol 8, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Library quality services evaluation is an important activity for acadernic libraries. This research is to evaluate service quality library at Economica and Business Faculty of Diponegoro University base on desired and perceived of users with LibQUAL methods. The aims to measurement library service qualityfrom desired and perceived users, and to know service library dimensions dont fullfill desired and perceived users. Quality is defined as "capability" - how good is the library? LibQUAL is effective total survey market to contact research in library to evaluation library quality service. Assessment based on perceived, minimum expectations, and desired. LibQUAL method gives users a chance to tell library where library services need improvement so it can respond to and better manage their expectations. Dimensions in LibQUAL consist of: Service Affect (SA), Library as Place (LP), Personal Control (PC), and Information Access (IA). Population is taken from Diploma III Program; Regular I, and Reguler II students, year 2009/2010 with proporsional stratified random sampling and the total sample is 81 respondents. This research used quantitative method with sumey and evaluation research. Users were asked to complete a questionnaire. Analyze its to know average perceived, minimum, and desired. The distance of the perceived score from the minimum score (P - M) creates a adequacy gap, and from the desired score (P – I) creates a superiority gap. The result shows that library service quality is fuffill minimum expectation of users. This means users had "enough satisfaction" with service perceived.