Natiqotul Fatkhiyah
Unknown Affiliation

Published : 10 Documents
Articles

Found 10 Documents
Search

HUBUNGAN PERILAKU KEIKUTSERTAAN KELAS IBU HAMIL DENGAN TINGKAT KECEMASAN DALAM MENGHADAPI PERSALINAN PADA IBU HAMIL PRIMIGRAVIDA TRIMESTER III DI DESA KALISAPU KECAMATAN SLAWI Naharani, Adrestia Rifki; Siswati, Siswati; Fatkhiyah, Natiqotul
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.499 KB)

Abstract

Kelas Ibu hamil merupakan sarana untuk belajar tentang kesehatan bagi ibu hamil, dalam bentuk tatap muka berkelompok yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu mengenai kehamilan, perawatan kehamilan, persalinan, perawatan nifas, perawatan bayi baru lahir. Faktor yang mempengaruhi perilaku kesehatan (keikutsertaan ibu hamil untuk mengikuti kelas ibu hamil) antara lain adalah faktor karakteristik ibu yaitu umur, pendidikan, pekerjaan, paritas. Faktor predisposisi meliputi pengetahuan, sikap, minat, sosial budaya (adat istiadat), Faktor pendukung meliputi sarana pelayanan kesehatan, faktor pendorong meliputi dukungan keluarga, motivasi, petugas kesehatan dan sosial ekonomi.Metode penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Pendekatan yang dilakukan pada penelitian ini adalah cross sectional . Dalam penelitian ini populasi yang diteliti adalah seluruh ibu hamil TM III di Desa Kalisapu Kecamatan Slawi pada bulan Maret – April tahun 2017. Sampel yang digunakan adalah keseluruhan populasi, yaitu seluruh ibu hamil di Desa Kalisapu Kecamatan Slawi Kabupaten Tegal Tahun 2017 sebanyak 30 orang.Pengolahan data dilakukan dengan aplikasi olah data (SPSS versi 16). Uji statistik bivariat dengan Spearman Rank  (α = 0,05). Hasil analisis diperoleh ada korelasi yang signifikan antara keikutsertaan kelas ibu hamil dengan kecemasan primigravida dalam menghadapi persalinan, dengan p = 0,010 dengan nilai koefisien korelasi Spearman sebesar – 0,461 artinya ada korelasi yang kuat antara keikutsertaan kelas ibu hamil dengan kecemasan primigravida. Dapat diartikan jika variabel keikutsertaan klas ibu hamil meningkat maka variabel kecemasan primigravida menurun dan sebaliknya jika variabel keikutsertaan klas ibu hamil menurun maka variabel kecemasan primigravida akan meningkat. Diharapkan ibu hamil dapat megikuti klas ibu hamil secara rutin minimal tiga kali keikutsertaan. Puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan, mampu memfasilitasi kegiatan klas ibu hamil di masing-masing desa wilayah kerjanya.
HUBUNGAN ANTARA PERSALINAN KETUBAN PECAH DINI DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM DI RSUD DR. SOESELO KABUPATEN TEGAL Fatkhiyah, Natiqotul
Pena Jurnal Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Vol 21, No 1 (2011): Pena Jurnal Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi, September 2011
Publisher : Pena Jurnal Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.494 KB)

Abstract

This was an analytic survey research is a study that tries to explore how and why health phenomena that occur. While the approach used is a cross sectional approach is to study the dynamics of correlation between risk factors with effects by way of approach, observation or data collection as well as at some point. Bivariate analysis results obtained with c 2 a c 2 count by 0.05 and db = 1, the obtained results c 2 = 8.454 and p = 0.004 for values ​​count more c 2> 3.481 and p value <0.05, then the working hypothesis which states there is a relationship between premature rupture of membranes with acceptable incidence of asphyxia. It can be concluded that premature rupture of membranes variables significantly associated with incident asphyxia in newborns. the study following respondents who experienced PROM 23 people (21.3%) and did not experience there PROM 85 people (78.7%) respondents who experienced asphyxia there are 38 people (35.2%) and the did not experience there are 70 people asphyxia (64.8%); There was a significant correlation between premature rupture of membranes with asphyxia neonatorum in newborns is x2 value of 8.454 and p value = 0.004. Keywords: Premature Rupture Ketupan, Neonatorum Asphyxia, Birth Mother
HUBUNGAN STATUS PARITAS DENGAN KEJADIAN PERSALINAN KETUBAN PECAH DINI DI RSUD dr. SOESELO SLAWI KABUPATEN TEGAL TAHUN 2008 Fatkhiyah, Natiqotul
Pena Jurnal Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Vol 20, No 1 (2011): Pena Jurnal Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi, Maret 2011
Publisher : Pena Jurnal Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.948 KB)

Abstract

Labor with premature ruptur of membranes is high risk to maternal and infant mortality, Which one of thecause is multiparity. the research’s goal is to know The correlation between parity status with prematurerupture of membranes, is the parity status can caused premature ruptur of membranes. This research useddiscriptive correlation method with cross sectional approach. The sampling technic by purposive randomsampling and total sample are 620 from 1.235 total population. The result of research, amount ofmultiparous mother with premature ruptur of membranes 161 (48.35%) and multiparous mother withoutpremature ruptur of membranes 171 (51.65%). Whereas amount of nulliparous mother with prematureruptur of membranes 146 (50.87%) and nulliparous mother without premature ruptur of membranes 141(49.13%). After analized by chi square test (X2) and p value with 5 % significance level obtained results X2(0.392) and p value (0.531) showed “there is no significant correlation between parity status with prematurerupture of membranes”.Key word: multiparous, nulliparous, labor, Premature Ruptur of Membranes
PENGARUH MOTIVASI DAN KUALITAS SUPERVISI TERHADAP KEPATUHAN BIDAN DALAM DETEKSI PREEKLAMPSIA DI KABUPATEN TEGAL PROVINSI JAWA TENGAH Fatkhiyah, Natiqotul; -, Kodijah
PROSIDING SEMINAR NASIONAL 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL - HASIL PENELITIAN & PENGABDIAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.842 KB)

Abstract

Bidan  sebagai pemberi pelayanan terdepan dalam pelayanan KIA dan KB perlu ditingkatkan kualitas pelayanan kebidanan sehingga mampu mencapai target dan standar yangdiharapkan. Kepatuhan bidan  menerapkan standar pelayanan kebidanan bagi kesehatan ibu dananak berdampak dan mempunyai daya ungkit terhadap kualitas pelayanan antenatal yangdiberikan, yang selanjutnya berkontribusi terhadap penurunan angka morbiditas dan mortalitaspada ibu dan bayi. Bidan sebagai tenaga profesional dalam pelayanan kesehatan ibu dan anakwajib mematuhi standar pelayanan kebidanan. Kepatuhan bidan  dalam menerapkan standarpelayanan kebidanan dapat dipengaruhi oleh faktor individu dan organisasi. Karakter individubidan dan didukung oleh faktor organisasi dapat menunjang profesionalisme bidan dalamkepatuhan deteksi preeklampsia.Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh motivasi dan kualitas supervisiterhadap kepatuhan bidan dalam deteksi preeklampsia di Kabupaten Tegal. Jenis penelitian observasional kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel 30 BPM dipilihsecara proportional. Pengumpulan data dengan kuesioner terstruktur dan observasi langsung.Data dianalisis secara kuantitatif dengan uji korelasi Chi-Square dan regresi logistik.Hasil penelitian menunjukkan BPM yang patuh dalam deteksi preeklampsia (83,30%), bermotivasi tinggi (83,30%) dan kualitas supervisi yang baik oleh Bidan Koodinator (46,67%).Faktor yang berhubungan dengan kepatuhan dalam deteksi preeklampsia adalah motivasi(ρ=0,001) dan kualitas supervisi (ρ=0,0001). Secara bersama-sama (motivasi dan kualitassupervisi) berpengaruh terhadap kepatuhan BPM dalam deteksi preeklampsia. Faktor yangpaling dominan berpengaruh terhadap kepatuhan secara berurutan adalah kualitas supervisi (pvalue=0,001,Exp(B)=8,129)danmotivasi(p-value=0,002,Exp(B)=7,167).Kata Kunci : Kepatuhan,  Deteksi Preeklampsia, Bidan
MOTIVASI, KUALITAS SUPERVISI DAN KEPATUHAN BIDAN DALAM MENDETEKSI PREEKLAMPSIA Fatkhiyah, Natiqotul
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 10, No 2 (2015)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.629 KB)

Abstract

Kepatuhan bidan menerapkan standar pelayanan kebidanan bagi kesehatan ibu dan anak mempunyai daya ungkit terhadap kualitas pelayanan antenatal, yang selanjutnya berkontribusi terhadap penurunan angka morbiditas dan mortalitas pada ibu dan bayi. Tujuan penelitian adalah menganalisis pengaruh motivasi dan kualitas supervisi terhadap kepatuhan bidan dalam deteksi preeklampsia. Jenis penelitian observasional kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel 30 Bidan Praktik Mandiri (BPM) dipilih secara proportional. Pengumpulan data dengan kuesioner terstruktur dan observasi langsung. Data dianalisis secara kuantitatif dengan uji korelasi Chi-Square dan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan BPM yang patuh dalam deteksi preeklampsia (83,30%), bermotivasi tinggi (83,30%) dan kualitas supervisi yang baik oleh Bidan Koodinator (46,67%). Faktor yang berhubungan dengan kepatuhan dalam deteksi preeklampsia adalah motivasi (?=0,001) dan kualitas supervisi (?=0,0001). Secara bersama-sama (motivasi dan kualitas supervisi) berpengaruh terhadap kepatuhan BPM dalam deteksi preeklampsia. Faktor yang paling dominan berpengaruh terhadap kepatuhan secara berurutan adalah kualitas supervisi (p-value=0,001, Exp(B)=8,129) dan motivasi (p-value=0,002, Exp(B)=7,167). Diharapkan bidan koordinator melaksanakan supervisi fasilitatif secara berkala terhadap bidan pelaksana.Compliance standards apply midwife obstetric care for maternal and child health and have a leverage effect on the quality of antenatal care provided, which further contributes to the reduction in morbidity and mortality to maternal and child. The purpose of the study was to analyze the influence of motivation and the quality of supervision of midwives in compliance. Quantitative observational research with cross sectional approach. Number of samples 30 BPM selected by proportional. Collecting data with structured questionnaires and direct observation. The data were analyzed quantitatively chisquare test. The results showed that adherent BPM in the detection of preeclampsia (83.30), motivated (83.30) and good quality supervision by the midwife coordinator (46.67).The most dominant factor in a sequence effect on compliance is the quality of supervision (p-value 0.001, Exp (B) 8.129) and motivation (p-value 0.002, Exp (B) 7.167).
FAKTOR RISIKO KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL (STUDI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SLAWI KAB. TEGAL) Fatkhiyah, Natiqotul
Indonesia Jurnal Kebidanan Vol 2, No 2 (2018): Indonesia Jurnal Kebidanan
Publisher : Indonesia Jurnal Kebidanan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.672 KB)

Abstract

Anemia merupakan suatu kondisi dimana jumlah dan ukuran sel darah merah atau konsentrasi hemoglobin dibawah nilai batas normal, akibatnya dapat mengganggu kapasitas darah untuk mengangkut oksigen ke sekitar tubuh. Anemia merupakan indikator gizi buruk dan kesehatan yang buruk.Tujuan penelitian adalah menganalisis faktor risiko kejadian anemia meliputi  umur, paritas dan usia kehamilan. Jenis penelitian yaitu penelitian observasional dengan rancangan case control. Populasi kasus  dalam penelitian ini adalah  seluruh ibu hamil dengan anemia, sedangkan populasi kontrolnya adalah ibu hamil yang tidak mengalami anemia. Pemilihan sampel pada kelompok kasus sebanyak 30 ibu dan kelompok kontrol sebanyak 30 orang dengan menggunakan tehnik accidental sampling, analisis data menggunakan uji Chi square dan Odd ratio. Hasil penelitian menunjukan ada hubungan positif  faktor umur (p=0,029, OR=1,55-2,43) dan paritas (p=0,001, OR=1,55-2,43) dengan kejadian anemia dalam kehamilan.
ANALISIS FAKTOR RISIKO STATUS KESEHATAN IBU TERHADAP KEJADIAN PRE EKLAMSIA DI KABUPATEN TEGAL Masturoh, Masturoh; Siswati, Siswati; Fatkhiyah, Natiqotul
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 5 No 2 (2014)
Publisher : STIKES BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.691 KB)

Abstract

Preeklampsia ialah penyakit dengan tanda-tanda hipertensi, edema dan proteinuria yang timbul karena kehamilan, namun penyebabnya belum diketahui secara pasti. Pada kondisi berat preeklampsia dapat menjadi eklampsia dengan penambahan gejala kejang. Deteksi preeklampsia dalam pelayanan antenatal merupakan salah satu penerapan peran dan fungsi bidan sebagai pelaksana. Untuk itu kompetensi bidan yang meliputi pendidikan, pengetahuan dan ketrampilan harus dimiliki oleh bidan dalam melaksanakan praktik kebidanan secara aman dan bertanggungjawab pada berbagai tatanan pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui analisa factor risiko status kesehatan ibu hamil terhadap terjadinya pre eklamsi di Kabupaten Tegal. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain Case Control Study. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampel minimal yaitu sejumlah 30 sampel. Data yang diperoleh dianalisa menggunakan Ood Rasio, dengan membendingkan insiden antara kelompok kasus dengan kelompok control. Hasil penelitian menunjukan bahwa ibu hamil dengan usia < 20 tahun dan > 35 tahun mempunyai resiko terjadi pre eklamsi 7,9 kali disbanding ibu hamil dengan usia reproduksi sehat (20-35 tahun), ibu hamil dengan primigravida mempunyai risiko terjadi pre eklamsia 1,6 kali dibandingkan dengan multiparitas, ibu hamil dengan jarak kehamilan < 2 tahun mempunyai risiko terjadi pre eklamsi dibandingkan dengan ibu dengan jarak kelahiran 2 tahun atayat hipertensi atau lebih, ibu hamil yang mengalami hipertensi mempunyai risiko 16,42 kali terjadi pereeklamsi dibandingkan ibu hamil yang tidak mempunyai riwayat hipertensi dan ibu hamil dengan riwayat preeklamsi mempunyai risiko 3,26 kali terjadi preeklamsi dibandingkan dengan ibu hamil yang tidak ada riwayat preeklamsi.
Efektivitas Kelahiran Lotus Birth dengan Kejadian Anemia Defesiensi Zat Besi Bayi Baru Lahir pada Persalinan Normal di BPM Kabupaten Tegal Tahun 2013 ., Siswati; Fatkhiyah, Natiqotul
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 6 No 1 (2015)
Publisher : STIKES BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.633 KB)

Abstract

LatarBelakang : Salah satu cara yang efektif untuk mengurangi atau mencegah kejadian anemia defisiensi besi pada bayi radalah dengan cara kelahiran lotus birth. Dimana pada lotus birth ini tali pusat dibiarkan tersambung dengan plasenta sampai puput sendiri. Plasenta merupakan sumber darah bagi bayi yang banyak mengandung sel-sel induk, besi, oksigen, hormon dan enzim-enzim. Sepertiga dari total suplai darah pada bayi berasal dari plasenta yang dialirkan melalui tali pusat. Lotus birth ini adalah proses persalinan tanpa mengklem tali pusat seperti yang biasa dilakukan, apalagi sampai memotong tali pusat, dan tali pusat ini dibiarkan sendiri hingga terlepas dari bayi secara alami.Dari hasil penelitian Sarah Buckley, MD dan Int'l Bidan Robin Lim adalah tidak adanya penurunan berat badan yang dilaporkan dan penyakit kuning setelah dilakukan lotus birth. Namun, studi korelasi ini telah menunjukkan risiko yang meningkat secara signifikan dari penyakit kuning pada bayi dimana tali pusat dijepit lebih dari 60 detik setelah lahir. Dr Sarah Buckley mengatakan bayi akan menerima tambahan 50-100ml darah yang dikenal sebagai transfusi placenta. Darah transfuse ini mengandung zat besi, sel darah merah, keeping darah dan bahan gizi lain, yang akan bermanfaat bagi bayi sampai tahun pertama.Tujuan Penelitian : Untuk menganalisis efektivitaslotus birth dengan kejadian anemia defesiensi zat besi bayi baru lahir pada persalinan normal di BPM Kabupaten TegalMetodepenelitian : Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan pendekatan case control. Sampelnya 32 responden. Analisa data univariat dan bivariat dengan menggunakan t-independenKesimpulan: rata-rata untuk kadar haemoglobin bayi baru lahir tidak dilakukan lotus birth sebesar 14,8 mg% dan rata-rata kadar haemoglobin bayi baru lahir yang dilakukan lotus birth sebesar 16,8 mg%S Analisa bivariat dengan t-independent test (p < 0,005) yang artinya efektif tindakan lotus birth untuk mengurangi kejadian anemia defesiensi zat besi bayi baru lahir pada persalinan normal.
Faktor Risiko Kejadian Kista Ovarium Pada Wanita Usia Reproduksi di RSKIA Kasih Ibu Kota Tegal Fatkhiyah, Natiqotul
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 10 No 1 (2019)
Publisher : STIKES BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.714 KB)

Abstract

Kista ovarium adalah suatu pengumpulan cairan yang terjadi pada indung telur atau ovarium,cairan yang terkumpul ini dibungkus oleh selaput yang terbentuk dari lapisan terluar ovariumKista ovarium sering terjadi pada wanita di masa reproduksinya. Kista ovarium merupakansalah satu bentuk penyakit reproduksi yang menyerang wanita. Terjadinya kista atau tumorkarena adanya pertumbuan sel-sel otot polos pada ovarium yang jinak. Walupun demikiantidak menutup kemungkinan untuk menjadi tumor ganas atau kanker Beberapa faktor yangdapat meningkatkan risiko kejadian kista ovarium diantaranya faktor genetik, paritas, statusekonomi, status gizi dan anemis serta penggunaan bahan kimia. Tujuan penelitian untukmengidentifikasi faktor risiko kejadian kista ovarium pada wanita usia reproduksi di RSIAKasih Ibu Tegal.Jenis Penelitian yang digunakan adalah penelitian survey desktiptif dengan pendekatan crosssectional. Pengambilan sampel secara keseluruhan (sampling jenuh). Pengumpulan datapenelitian dengan dokumentasi data rekam medik ruamah sakit. Analisis data secara univariatberdasarkan nilai frekuensi dan peresentase variabel penelitian.Hasil penelitian diketahuifaktor risiko ibu dengan frekeunsi dominan pada kejadian kista ovarium yaitu multipara, usia20-45 tahun, anemia ringan sebesar 11 ibu (42,3%); dan berat badan < 50 kg sebesar 7(26,9%).
TINGKAT KECEMASAN REMAJA PUTRI TERHADAP KEJADIAN DISMENORHEA PRIMER Hadiningsih, Tri Agustina; Fatkhiyah, Natiqotul; M, Iis Annisa
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 7 No 2 (2016)
Publisher : STIKES BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (45.719 KB)

Abstract

Dysmenorrhea adalah nyeri pada daearah panggul akibat menstruasi dan produksi zatprostaglandin. Nyeri menstruasi cenderung terjadi lebih sering dan lebih hebat, pada gadis remajayang mengalami kegelisahan, ketegangan dan kecemasan. Dismenorhea terjadi karena perbedaanambang rangsang nyeri pada setiap orang. Tujuan penelitian untuk mengetahui mengetahui tingkatkecemasan remaja putri terhadap kejadian dismenorhea primer Jenis dan desain penelitian adalahkuantitatif jenis deskriptif, teknik sampel menggunakan teknik menggunakan teknik samplingjenuh, yaitu bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel yaitu sejumlah 53 remaja putri.Data primer didapatkan dari pengisian kuesioner. Analisis yang digunakan adalah analisisdistribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat kecemasan remaja putri terhadapkejadian dismenorhea primer adalah sebagian besar mengalami kecemasan sedang (47,2%),terbanyak tingkat kecemasan sedang dengan umur 15 tahun (52%) dan dengan sumber informasidari orang tua (33,3%).