Jeanny Maria Fatimah
fakultas ilmu sosial dan ilmu politik Universitas Hasanudin

Published : 12 Documents
Articles

Found 12 Documents
Search

Penyebaran Informasi Program “Children Special Protection” (CSP) dan Pengaruhnya terhadap Perilaku Anak Jalanan Fatimah, Jeanny Maria
Mediator Vol 9, No 2 (2008): Dari “Starbucks’ hingga Pembebasan Biaya Kesehatan Dasar
Publisher : FIkom Unisba

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims at analyzing the spread information level of “Children Special Protection” (CSP) program to children-street community in Makassar and on how its information to influence their behavior like as to emerge consciousness for no goes down the street. This research aims also to analyze obstructions of the spread information of CSP program for children-street in Makassar. The method used in this research is descriptive-qualitative method by watching children-street in their living, their interaction, and tries to know their interpretation to surrounding world. The research informant uses snowball method and the key informant chosen by taking the intentional (purposive). Beside the observation activity, the collected data uses also deep-interview with informant and key informant, and analyses to spread information activities that executes by Dinas Sosial. The result of this research shows that the concept of the spread information of CSP in Makassar is not covering the substantive of field problem. The chosen communicator, arrange and message presentation, a chosen and media planning, and chosen and understand to people target by Dinas Sosial Pemkot Makassar is not yet executed well, adopted information process is inclined to the  perception only. Its information estimates to needless and the other influence factor is lower education level, which has children-street.
INTER-ETHNIC COMMUNICATION OF TIONGHOA AND INDIGENOUS IN IT’S CONNECTED WITH NATION INTEGRATION POST NEW ORDER IN MAKASSAR Fatimah, Jeanny Maria
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 2 (2008)
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.135 KB)

Abstract

The result of this research shows that relationship between Tionghoa and Makassar ethnicstated with the relation in its history, diplomatic, working agreement, and business contactamong them. The ethnic of Tionghoa in Makassar sticks to their cultural values such as celebratingof Hari Raya Imlek, using of their own having their friends and relatives live in theirethnical atmosphere. Such social interaction with the people of Makassar goes naturally througheducation particularly within the government educational institution and business activities.Adaptation of the Chinese with ideology is different. Nevertheless, they try to share the understandingand appreciation of their respective culture. The identity of China ethnic in Makassar isnot yet lost its historical and cultural identities.Keywords : equal rights, inter-ethnic communication
KONSEP DIRI DAN KOMPETENSI KOMUNIKASI PENYANDANG DISABILITAS DALAM MENUMBUHKAN KEPERCAYAAN DIRI DAN AKTUALISASI DIRI DI DUNIA KEWIRAUSAHAAN KOTA MAKASSAR Armas, Andi Maulana; Unde, Andi Alimuddin; Fatimah, Jeanny Maria
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.6 No.2 Juli - Desember 2017
Publisher : KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.5 KB)

Abstract

ABSTRAK Penyandang disabilitas memiliki keterbatasan untuk mendapatkan pekerjaan sedangkan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dengan berwirausaha, penyandang disabilitas harus memiliki konsep diri positif dan memiliki kompetensi komunikasi yang baik. Penelitian ini bertujuan: (1). Memahami dan mengetahui konsep diri pada penyandang disabilitas dalam menumbuhkan kepercayaan diri di dunia kewirausahaan Kota Makassar dan (2). Mengetahui kompetensi komunikasi penyandang disabilitas dalam menumbuhkan aktualisasi diri di dunia kewirausahaan Kota Makassar. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Informan ditetapkan secara purposif, yaitu terdiri atas 4 orang penyandang disabilitas fisik dan 4 orang lainnya yang dianggap mengenal informan (significant others). Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyandang disabilitas yang berwirausaha memiliki konsep diri positif walaupun awalnya memiliki konsep diri negatif pada saat mengalami dan merasakan keterbatasannya yang dipengaruhi oleh persepsi dari dalam diri (in self) dan persepsi dari luar diri (out self). Penyandang disabilitas dalam berwirausaha memiliki kompetensi komunikasi yang baik yang dapat dilihat dari tiga aspek, yaitu: motivasi, pengetahuan dan keterampilan. Kompetensi komunikasi yang tidak maksimal ditemukan pada penyandang disabilitas rungu dan wicara, yaitu pada aspek pengetahuan dan keterampilan yang disebabkan oleh keterbatasan atau disabilitas yang mereka alami terhubung langsung dengan organ tubuh yang berfungsi untuk berkomunikasi.
STRATEGI KOMUNIKASI DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN KEGIATAN SIMPAN PINJAM PEREMPUAN PADA PNPM MANDIRI PERDESAAN Israyanti, Israyanti; Fatimah, Jeanny Maria; Saeni, Rahman
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.6 No.2 Juli - Desember 2017
Publisher : KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.9 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi komunikasi dalam mengimplementasikan kegiatan SPP pada PNPM mandiri perdesaan dan untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam mengimplementasikan kegiatan SPP pada PNPM mandiri perdesaan. Tipe penelitian bersifat deskriptif dengan menggunakan metode kualitatif. Teknik penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria-kriteria tertentu. Hasil penelitian menunjukkan strategi komunikasi yang diterapkan pihak pengelola dalam mengimplementasikan kegiatan simpan pinjam perempuan (SPP) berkaitan dengan persoalan pengenalan khalayak; penyusunan pesan; penetapan metode penyampaian pesan; pemilihan media; dan peranan komunikator. Penelitian ini juga menemukan bahwa ada beberapa faktor pendukung selama proses pengimplemetasian kegiatan SPP diantaranya adanya dukungan dari pemerintah baik itu ditingkat kabupaten, kecamatan, maupun desa, dukugan finansial dan yang tak kalah penting dukungan, antusiasme dan patisipasi dari masyarakat. Sementara untuk faktor penghambatnya yaitu keterlambatan pencairan dana dan pembuatan laporan, ketidakaktifan dari pelaku-pelaku yang terkait dalam kegiatan SPP, serta susahnya penjadwalan kegiatan untuk masyarakat.
Family Communication Strategy to Improve Gender Equality for Girls in Coastal of South Sulawesi Province (Strategi Komunikasi Keluarga untuk Meningkatkan Kesetaraan Gender bagi Anak Perempuan di Kawasan Pesisir Provinsi Sulawesi Selatan) Fatimah, Jeanny Maria
Jurnal Pekommas Vol 1, No 2 (2016): Oktober 2016
Publisher : BBPSDMP KOMINFO MAKASSAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Education coastal communities still need serious attention, because girls do not become a priority for continuing education. Assuming that the boy would become head of the family, in charge of the family and became a central figure in the family community. The family is the central point to provide gender equality for girls to pursue higher education is equal to boys through family communication approach. The purpose of this study was to understand the communication strategy of the family in promoting gender equality for girls in the coastal areas. The research method used mixed-method research that combines qualitative and quantitative research. Sources of data become the subject of research are the parents and the girls, then the data through observation, interviews, and questionnaires.Research shows that family communication strategy to promote gender equality girls in coastal areas is the context of communication between parents and children as an effort to change cultural stereotypes of ethnic Bugis and poverty. Family communication strategy refers to the communication patterns of openness, empathetic attitude, supportive attitude, a positive attitude and the attitude of equality in communication of family members for the sake of equality and fairness girls. Based family communication strategy for the achievement of gender equality more viable livelihoods and improving the welfare of poor families living on the coast of South Sulawesi.Pendidikan masyarakat pesisir masih memerlukan perhatian serius, dikarenakan anak perempuan tidak menjadi proritas untuk melanjutkan pendidikan. Asumsi bahwa anak laki-laki menjadi kepala keluarga, penanggung jawab keluarga dan menjadi figur sentral dalam komunitas keluarga. Keluarga merupakan titik sentral untuk memberikan kesetaraan gender bagi anak perempuan untuk melanjutkan pendidikan tinggi setara dengan anak laki-laki melalui pendekatan komunikasi keluarga. Tujuan penelitian ini adalah memahami strategi komunikasi keluarga dalam meningkatkan kesetaraan gender bagi anak perempuan di daerah pesisir. Metode penelitian menggunakan kualitatif deskriptif. Metode kualitatif jenis studi kasus (case study).Sumber data sekaligus subjek penelitian adalah orang tua dan anak perempuan.  Selanjutnya teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan kuesioner. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi keluarga untuk meningkatkan kesetaraan gender anak perempuan di kawasan pesisir pantai merupakan konteks komunikasi antara orangtua dan anak sebagai upaya perubahan stereotipe budaya etnik Bugis dan faktor kemiskinan. Strategi komunikasi keluarga merujuk pada pola komunikasi keterbukaan, sikap empatik, sikap mendukung, sikap positif dan sikap kesetaraan dalam berkomunikasi anggota keluarga demi kesetaraan dan keadilan anak perempuan.  Strategi komunikasi keluarga berbasis keadilan gender untuk pencapaian penghidupan yang lebih layak dan peningkatan kesejahteraan hidup keluarga miskin di pesisir pantai Sulawesi Selatan. Education coastal communities still need serious attention, because girls do not become a priority for continuing education. Assuming that the boy would become head of the family, in charge of the family and became a central figure in the family community. The family is the central point to provide gender equality for girls to pursue higher education is equal to boys through family communication approach. The purpose of this study was to understand the communication strategy of the family in promoting gender equality for girls in the coastal areas. The research method used mixed-method research that combines qualitative and quantitative research. Sources of data become the subject of research are the parents and the girls, then the data through observation, interviews, and questionnaires.Research shows that family communication strategy to promote gender equality girls in coastal areas is the context of communication between parents and children as an effort to change cultural stereotypes of ethnic Bugis and poverty. Family communication strategy refers to the communication patterns of openness, empathetic attitude, supportive attitude, a positive attitude and the attitude of equality in communication of family members for the sake of equality and fairness girls. Based family communication strategy for the achievement of gender equality more viable livelihoods and improving the welfare of poor families living on the coast of South Sulawesi.
PENYEBARAN INFORMASI STANDARDISASI POMPA UKUR BAHAN BAKAR MINYAK (BBM) UNTUK PERLINDUNGAN KONSUMEN DI KOTA MAKASSAR Zulkarnain, Muh; Nadjib, Muhammad; Fatimah, Jeanny Maria
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.6 No.1 Januari - Juni 2017
Publisher : KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.719 KB)

Abstract

Ketidaktahuan konsumen terhadap informasi standardisasi pompa ukur BBM mengakibatkan konsumen merasa tidak terlindungi dalam membeli BBM di SPBU kota Makassar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis eksistensi informasi standardisasi pompa ukur BBM, upaya penyebaran informasi informasi standardisasi pompa ukur BBM yang dilakukan oleh instansi kemetrologian di kota makassar dan hambatan-hambatan dalam menyebarkan informasi standardisasi pompa ukur BBM. Metode yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu pendekatan kualitatif. Objek penelitian ini adalah instansi kemetrologian dan pengelola SPBU di kota makassar. Data penelitian ini diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan eksistensi informasi standardisasi pompa ukur BBM dapat diketahui melalui tanda tera dan sertifikat hasil peneraan; plat identitas pompa ukur BBM; Informasi jenis media yang diukur, dan harga satuan/liter; Pompa Ukur BBM terpasang kokoh dan terjamin dan terjamin keamanannya; memiliki nomor pompa sesuai dengan konsol; Jendela penutup tidak pecah atau rusak; gelas penglihat dalam keadaan bersih, berisi bola plastik dan terisi penuh dengan cairan; selang dalam kondisi baik, tidak pecah dan terkelupas; menampilkan semua elemen (eight tes) “888888” sebelum muncul angka 0. Upaya penyebaran informasi standardisasi pompa ukur BBM dilakukan melalui komunikasi antarpribadi, komunikasi kelompok dan komunikasi massa. Adapun hambatan yang dihadapi dalam menyebarkan informasi adalah keterbatasan jumlah SDM, keterbatasan anggaran, dan kurangnya upaya untuk mendapatkan informasi standardisasi pompa ukur BBM oleh pengelola SPBU.
OPINI TOKOH MASYARAKAT TERHADAP PERANAN POLISI SEBAGAI PELINDUNG, PENGAYOM DAN PELAYAN MASYARAKAT DI DAERAH RAWAN KONFLIK KOTA MAKASSAR Buluara, Adi Jaya; Cangara, Hafied; Fatimah, Jeanny Maria
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.4 No.4 Oktober - Desember 2015
Publisher : KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.068 KB)

Abstract

Abstract Public figures are representative of the community itself because he was acting on behalf of the public or opinion leaders in his name so that people become essential for the police in carrying out its role as protector and waiter society. The aim of the research was to determine the opinion of public figures on the roles of police as protectors, paragons, and servants of community in the conflict prone areas of Makassar City. The research was conducted in Makassar District and Tamalate District. The data were presented qualitatively in narrative forms. The methods of obtaining the data were observation and interview and other relevant data. The results of the research indicate that the opinion of public figures on the roles of police as protectors, paragons, and servants of community are manifested when they are overcoming and guarding against conflicts. The protection perceived by community is their actions to drive the community who are conflicting and guard on-site brawl, while the form of service perceived by the community is quick response from the police based on the report from the community. The opinion from public figures is the main reference to fulfill the need of police force especially related to the fulfillment of facilities supporting polices tasks in the field. It is also initial information in investigating the root of conflict among groups in the society which has implications on the actions of professional and accountable police force.Abstrak Tokoh Masyarakat merupakan representatif dari masyarakat sendiri karena dia bertindak mewakili masyarakat atau mengatasnamakannya sehingga opini tokoh masyarakat menjadi hal yang esensi bagi kepolisian dalam melaksanakan perannya sebagai pelindung, Pengayom dan Pelayan mayarakat. Penelitian ini bertujuan mengetahui opini tokoh masyarakat terhadap peranan polisi sebagai pelndung, pengayom, dan pelayan masyarakat di daerah rawan konflik Kota Makassar. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Makassar dan Kecamatan Tamalate, Kota Makassar. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara. Data dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa opini toko masyarakat terhadap peranan polisi sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat diwujudnyatakan dalam kehadirannya pada saat mengatasi ataupun mencegah terjadinya konflik. Bentuk perlindungan yang dirasakan masyarakat adalah tindakan polisi menghalau warga yang bertikai dan melakukan penjagaan di lokasi tawuran. Bentuk pengayoman diaplikasikan dengan memberikan pembinaan kepada warga, baik orang tua maupun anak muda di wilayah rawan konflik. Adapun bentuk pelayanan dapat dirasakan dengan respon yang cepat polisi terhadap laporan masyarakat. Opini tokoh masyarakat menjadi referensi utama dalam pemenuhan kebutuhan lemabaga kepolisian, khususnya terkait pemenuhan akan fasilitas yang menunjang tugas kepolisian di lapangan. Selain itu, merupakan informasi awal dalam menemukan akar maslah konflik antarkelompok di masyarakat, yang tentunya berimplikasi terhadap tindakan kepolisian yang profesional dan akuntanbel. 
PENGENDALIAN PERILAKU EMOSIONAL ANAK TK MELALUI KOMUNIKASI ANTARA GURU DENGAN ORANG TUA DI KEC. BIRINGKANAYA KOTA MAKASSAR Ashary, Yuniartanty; Fatimah, Jeanny Maria
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.4 No.4 Oktober - Desember 2015
Publisher : KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1582.767 KB)

Abstract

Abstract This study aims to determine (a) to describe emotional behavior of kindergarten children in the district. Biringkanaya Makassar, (b) to describe communication between teachers and parents of kindergarten children in the district. Biringkanaya Makassar and (c) to determine control of the emotional behavior of kindergartners through communication between teachers and parents In the district Biringkanaya Makassar.This study is an ex- post-facto quantitative, where the population is around the kindergarten students in the district. Biringkanaya Makassar of 1,779 children in 79 institutions spread kindergarten in 7 (seven) wards. With the sampling method, then selected 84 children as respondents in this study. The relationship between the independent variables were analyzed by using Simple Linear Regression Analysis. The results showed that (a) the childs emotional behavior of the most prominent forms of aggressiveness is tempered (80,36%), anxiety is crying (48,21%), withdrawal is not much to say (48,21%) as well as excessive fear is the fear of meeting a stranger (36,31%) (b) communication media is most often used in solving problems of emotional behavior children are face to face, and (c) intensive communication negatively correlated with childrens emotional behavior, which means more intensive communication, the more reduced (controlled) the childs emotional behavior. Approximately 32.8% of control childrens emotional behavior is caused by factor intensity of communication between teachers and parents to discuss the childs emotional behavior problems in kindergarten Biringkanaya MakassarAbstrak Penelitian ini bertujuan untuk (a) mengetahui gambaran perilaku emosional anak TK di Kec. Biringkanaya Kota Makassar, (b) mengetahui gambaran komunikasi antara guru dengan orang tua anak TK di Kec. Biringkanaya Kota Makassar dan (c) mengetahui pengendalian perilaku emosional anak TK melalui komunikasi antara guru dengan orang tua di Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar. Penelitian ini merupakan eks-post-fakto yang kuantitatif. Populasinya adalah seluruh murid TK di Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar sebesar 1.779 anak yang menyebar pada 79 lembaga TK di 7 (tujuh) kelurahan. Sampel penelitian ini 84 orang anak sebagai responden. Hubungan antara variabel bebas dianalisis dengan menggunakan Analisis Regresi Linier Sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (a) perilaku emosional anak bentuk agresivitas yang paling menonjol adalah marah (80,36%) , kecemasan adalah menangis (48,21%), menarik diri adalah tidak banyak bicara (48,21%) serta takut berlebihan adalah takut bertemu orang asing (36,31%) (b) media komunikasi yang paling sering digunakan dalam menyelesaikan permasalahan perilaku emosional anak adalah tatap muka serta (c) intensif komunikasi berkorelasi negatif dengan perilaku emosional anak, yang artinya semakin intensif komunikasi , maka semakin berkurang (terkendali) perilaku emosional anak. Sekitar 32,8% pengendalian perilaku emosional anak disebabkan oleh faktor intensitas komunikasi antara guru dengan orang tua dalam membicarakan permasalahan perilaku emosional anak di TK Biringkanaya Kota Makassar. 
MAKNA PESAN SIMBOLIK NON VERBAL TRADISI MAPPADENDANG DI KABUPATEN PINRANG Rakhmat, Puspitasari; Fatimah, Jeanny Maria
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.5 No.2 Juli - Desember 2016
Publisher : KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.69 KB)

Abstract

Main purpose of this reseacrh was: to know and make the category about representation of essential message non verbal from moving and attributes that used in Mappadendang tradition.This reserach have executed at Pinrang District, South Sulawesi. The people who have been source of information was true peoples of Bugis ethnic that called have been qualified and inderstood about Mappadendang tradition clearly. Methology of this research have qualitative meaning by semiotika’s approach. Primary data conducted from observation and interwiew clearly that have relation on this reserach and secondary data conducted by reseacrh from lterature study, was collecting data that conducted from any source that hae relation with this reseracrh like books, opinions, data from litaraturs and etc. Result of the reserach showed that Mappadendang tradition still often did by true peoples of Bugis is villages. Mappadendang tradition was one of true heritage of Bugis tradition that invented to create the togetherness between the farmer and surrounded people. This traditional have a message as give thanks to Allah SWT caused by successful of rice harvest at one area. In Mappadendang tradition have any symbols of this reserch that showed how the peoples make communication to that symbols, then did interpretation became a message essential. As the supporting elements that contained in Mappadendang like lesung, alu and baju bodo that weared by Mappadendang players.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengkategorisasi representasi makna pesan non verbal dari gerakan dan atribut yang digunakan dalam tradisi Mappadendang.Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. Adapun yang menjadi informan adalah masyarakat asli suku bugis yang dianggap menguasai dan mengetahui tradisi Mappadendang secara mendalam. Metode penelitian ini bersifat kualitatif melalui pendekatan semiotika. Data primer dilakukan melalui observasi dan wawancara mendalam terkait dengan penelitian dan data sekunder yang diperoleh penulis melalui kajian kepustakaan, yaitu pengumpulan data yang diperoleh dari berbagai data yang berhubungan dengan penelitian berupa buku-buku, artikel, data dari kepustakaan dan literature lain yang berhubungan dengan penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi Mappadendang masih sering dilakukan oleh masyarakat asli suku bugis di pedesaan atau pedesaan. tradisi Mappadendang adalah salah satu warisan asli kebudayaan bugis yang diadakan untuk menyatukan rasa kebersamaan antara petani dan masyarakat sekitar. Tradisi ini memiliki makna sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas berhasilnya panen padi di suatu daerah. Dalam tradisi Mappadendang terdapat simbol-simbol dari penelitian ini yang memperlihatkan bagaimana masyarakat berinteraksi terhadap simbol-simbol tersebut, kemudian menginterpretasikan menjadi sebuah makna pesan. Adapaun unsur-unsur pendukung yang terkandung dalam Mappadendang seperti lesung, alu dan baju bodo yang dikenakan para pemain Mappadendang.
KEBIJAKAN SEGMENTASI KHALAYAK PROGRAM SIARAN TALKSHOW LEMBAGA PENYIARAN SWASTA TELEVISI DI KOTA MAKASSAR Cahayadi, Meisye Laurencia; Fatimah, jeanny Maria; Azis, Syamsuddin
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.7 No.1 Januari - Juni 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT The purpose of this study are (1) To know about the audience segmentation policy of Celebes TV and iNews TV talkshow broadcast program in Makassar. (2) To know about the policy comparison between the audience segmentation policy of Celebes TV and iNews TV talkshow broadcast program in Makassar. This study used the qualitative descriptive method by purpose to describe systematically, factually, and accurately about the facts and characteristics about the certain object, especially in determining their policy of talkshow broadcast program audience segmentation in Makassar. The result of this study show that in determining the audience segmentation of the talkshow broadcast program in Makassar city, producer considers several things, such as the policy of the company itself including motto and company-branding, the applicable regulation such as Broadcasting Law and Broadcasting Behaviours Guidelines and Broadcast Program Standards (P3SPS), financial condition of the company; in this case the company’s orientation to get the profit (profit oriented), and also using audience research as the secondary data, but it’s not as the determiner of the segmentation policy itself.  Keyword: Policy, Audience Segmentation, Talkshow Broadcasting Program, Makassar ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui kebijakan segmentasi khalayak program siaran talkshow Celebes TV dan iNews TV di kota Makassar (2) Untuk mengetahui perbandingan penentuan segmentasi khalayak Celebes TV dan iNews TV di kota Makassar. Tipe penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif yang bertujuan untuk menggambarkan (mendeskripsikan) secara sistematis, faktual, dan akurat tentang fakta-fakta dan sifat-sifat populasi atau objek tertentu, khusunya dalam menentukan kebijakan segmentasi khalayak program talkshow di kota Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam menetukan segmentasi khalayak program siaran talkshow di kota Makassar, produser mempertimbangkan beberapa hal penting seperti kebijakan perusahaan, termasuk motto atau branding perusahaan, regulasi yang berlaku seperti UU Penyiaran dan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS), keadaan finansial perusahaan dalam hal ini bertujuan mengejar keuntungan (profit oriented), serta menggunakan riset audiens (audience research) sebagai data sekunder, namun bukan sebagai penentu kebijakan segmentasi tersebut.