Articles

Found 21 Documents
Search

PENGGUNAAN AIR KELAPA UNTUK MENINGKATKAN PERKECAMBAHAN DAN PERTUMBUHAN PALEM PUTRI (VEITCHIA MERILUI)

Jurnal Sagu Vol 10, No 01 (2011)
Publisher : Jurnal Sagu

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1885.138 KB)

Abstract

The present study was aimed to Ttnd out the most effective concentration of coconut water on the seedgermination and seedling growth of Veitchia merillii. The study used two experiments: seed germination andseedling growth. The study used Completely Randomized Design with live coconut water concentrations: 0%(K„). 25% (K,), 50% (K,"), 75% (K,), and 100% ( K > Data were subjected to analysis ot variance andDuncans Multiple Range test at 95% significance level. The result showed thai seed soaking in coconutwater improved the germination percentage. The most cllective treatment in increasing the seed germinationis seed soaking in 75% coconut water concentration. Sprinkled the seedling with coconut water couldincrease plant height, length of leaf, and length of root, hut had not increase the number of leaf. There w as noliigniticant effect in coconut water concentration.

Determinan Masa Penulisan Skripsi Mahasiswa Prodi PKK

Jurnal Kompetensi Teknik Vol 2, No 2 (2011)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Skripsi merupakan syarat kelulusan bagi mahasiswa jenjang S-1 di prodi PKK, dengan bobot 6 SKS. Kondisi tiga tahun terakhir, masa penulisan skripsi berkisar antara 2 – 4 semester, yang seharusnya antara 1 - 2 semester. Tujuan penelitian ini adalah 1) menganalisis determinan masa penulisan skripsi, dan 2) menemukan alternatif penyelesaian masa penulisan skripsi yang lama. Subyek penelitian ini adalah alumni prodi S-1 PKK angkatan tahun 2002, 2003 dan 2004, diambil dengan teknik proportional random sampling sebanyak 60. Pengumpulan data dengan angket terstruktur dan angket terbuka, dan dianalisis deskriptif prosentase dan analisis regresi ganda. Alumni S-1 PKK sebesar 71,7 % sebagai guru, dengan rata-rata masa tunggu 2,5 bulan. Determinan masa penulisan skripsi mahasiswa adalah cara pembimbingan skripsi. Faktor keaktifan mahasiswa, peran dosen dan materi skripsi tidak berpengaruh terhadap masa penulisan skripsi. Masa penulisan skripsi rata-rata 11,1 bulan. Rancangan pedoman pembimbingan meliputi 1) mahasiswa : wajib seminar proposal, kursus toefel, dan peningkatan penguasaan materi kuliah terkait penelitian, 2) dosen pembimbing : 2 dosen dengan peran seimbang dan bersinergi, melibatkan mahasiswa dalam kegiatan penelitian dan pengabdian pada masyarakat, dan 3) cara pembimbingan : terjadwal rutin dengan frekuensi 1 - 2 x/minggu, dilaksanakan individual dengan tatap muka, dan kartu pembimbingan harus dibawa dan diisi setiap pembimbingan. Saran yang diajukan adalah 1) pembiasaan dalam pembuatan karya ilmiah 2) peningkatan keterlibatan mahasiswa pada penelitian dan pengabdian masyarakat dosen.Kata kunci : determinan, pembimbingan, skripsi

PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DALAM PENGENTASAN KEMISKINAN PADA KELUARGA NELAYAN

Rekayasa Vol 8, No 1 (2010): Juli 2010
Publisher : Unnes Journal. Research and Community Service Institute, Semarang State University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose community services for fisherman women are productive activities toincrease income and to improve the status nutrition. The target participant are women fishermanfamily, as much 30 people, divided into 5 groups. Empowerment of women was done byentrepreneurship education, the practice of fish processing technology, that are crackers, meatballs,and nuggets, which continued by technical assistance; packaging and giving the productionequipment, and the production license. Two groups of fisherwomen can developed to producecrackers fish, and has processed production license. Each crackers production done, all of crackerssold out around the fishing communities. Fishballs and nuggets are produced for the side dishes ofhis own family, so it can help to improve nutritional intake. If crackers produced regularly everyday with the raw material 1.5 kg of fish can be obtained profits Rp 1.750.000/month,-.Tujuan kegiatan pada perempuan nelayan adalah memberikan kegiatan produktif untukmeningkatkan penghasilan dan membantu masalah gizi dan kesehatan keluarga nelayan. Khalayaksasaran kegiatan ini adalah 30 perempuan nelayan, dan anggota PKK kelurahan Tanjung Mas,yang dibagi dalam 5 kelompok. Pemberdayaan perempuan dilakukan dengan pendidikan tentangkewirausahaan, praktek teknologi pengolahan ikan, yakni kerupuk, bakso, dan nugget, yangdilanjutkan dengan pendampingan; pengemasan produk dan pemberian peralatan produksi sampaimendapatkan ijin produksi. Kelompok nelayan yang dapat mengembangkan kegiatan ini sebanyakdua kelompok dengan memproduksi krupuk ikan, dan dalam proses mendapat ijin produksi. Setiapproduksi krupuk dilakukan, semua krupuk yang telah dikemas terjual habis di sekitar masyarakatnelayan. Produk bakso dan nugget diolah untuk lauk pauk keluarga sendiri, sehingga dapatmembantu meningkatkan asupan gizi. Apabila krupuk diproduksi secara rutin setiap hari denganbahan baku ikan 1,5 kg dapat diperoleh keuntungan sebesar Rp 1.750.000/bulan,-.Kata kunci: pemberdayaan perempuan, kemiskinan, nelayan

YELLOW CORN BISCUITS FOR EARLY CHILDHOOD: HIGH ENERGY AND BETA-CAROTENE

Jurnal Bahan Alam Terbarukan Vol 7, No 1 (2018): June 2018 [Nationally Accredited]
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.417 KB)

Abstract

Snacks which are most widely consumed by early childhood are biscuits. The conventional raw ingredients of biscuits are varied with yellow corn starch, which contains beta-carotene. The composition of yellow corn biscuit consists of 50% yellow corn starch, 40% wheat flour, and 10% cornstarch, and butter. The use of butter was varied in 25%, 30%, and 35%. An analysis was conducted on its energy content, protein, fat, and beta-carotene, as well as acceptance. The results of the study showed nutrient content was not entirely different from the use of margarine 25% and 35%, the energy was 441-468 kcal, protein was 6.4 to 7.3%, fat was 18.3 to 21.7%, and beta-carotene 2,721 -4,134 mg. The energy density of corn biscuits was 3.5 - 3.9 g / 1000 kJ. Yellow corn biscuits were considered as high-energy biscuits (> 400 kcal). The organoleptic test of the biscuits in early childhood conducted on all indicators (color, aroma corn, fragrant aroma, and crispness, sweet and savory taste) showed that the biscuits were categorized as likable. The use of different percentage of margarine is not significant concerning the acceptability of biscuits, except for the aspect of the fragrance and sweetness between the use of margarine 30% to 35%. Industrial-scale production is necessary for the dissemination of the consumption of yellow corn biscuits with margarine 35%, in particular for the early childhood

UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA INDONESIA MELALUI TEKNIK BERMAIN PERAN

Khazanah Pendidikan Khasanah Pendidikan Vol. II, Nomor 2, Maret 2010
Publisher : Khazanah Pendidikan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This classroom action research is aimed at improving the speaking skills inBahasa Indonesia through the use of role play. The design of this research was that ofKemis and Mc Taggart with two cycle, each of which consisting of three steps. Therewere two types of data the first being the qualitative one  in the form photograph,completed observation sheet, answers of interview, and the second the quantitative inthe form of  the score of the pre-test and post-test at the end of every cycle. The datawas analyzed using the qualitative and quantitative descriptive analysis technique. Theresult showed that role play was effective in improving the students’ speaking skills.This could be seen from the increase of the average score of every cycle. The increasewas from average score of the pre-test of 53.66 to 63.93 at the end of cycle 1, and73.99 at the end of cycle 2. The result also showed that role play could develop positiveattitude towards the subject which could be seen from the students’ enthusiasm andmotivation. Students were also more confident in expressing their ideas, thought, andfeelings during the learning process. As to the mastery rate the data showed that 1student with 4% mastery in the pre-test, 11 students with 44% mastery in cycle 1 and21 with 84% mastery in cycle 2.Key words: role play, effective, increase of speaking skill.

Kajian Morfologi Bahasa Jawa Dialek Banyumas

Proceeding Seminar LPPM UMP Tahun 2014 2014: Proceeding Seminar Hasil Penelitian LPPM 2014, 6 September 2014
Publisher : Proceeding Seminar LPPM UMP Tahun 2014

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang berjudul Kajian Morfologi Bahasa Jawa Dialek Banyumas bertujuan  mendeskripsikan pembentukan kata beserta makna yang dimunculkan dalam dialek Banyumas.Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode cakap dan teknik pancing. Adapun sumber data dalam penelitian adalah informan orang Banyumas asli. Data penelitian berupa kata-kata hasil proses morfologis. Pada tahap analisis data digunakan metode padan intralingual.Metode padan intralingual tersebut diterapkan dengan teknik banding menyamakan (HBS) dan teknik hubung banding membedakan (HBB). Penyajian data dilakukan dengan metode informal. Dalam penelitian ditemukan data, yaitu (1) kata-kata berimbuhan yang meliputi kata-kata berawalan Nasal {ng-, m-, n-,ny-, nge-}, {di-/de-}, {tek-}, {ka-/ke-}, {sa-/se-}; kata berakhiran {-i}, {-ake/-aken}, {-na/-kna}, {-en}, {-e}, {-an}; kata berkonfiks {ke-an}, {ke-en}, {pa-an}, kata bersisipan {-um-}dan {-in-}, (2) kata ulang, dengan jenis-jenis kata ulang seluruh bentuk dasar, kata ulang berkombinasi imbuhan, dan kata ulang berubah bunyi, (3) kata majemuk dengan jenis-jenis kata majemuk koordinatif dan subordinatif. Pada proses pembentukan kata, pengimbuhan, perulangan, dan permajemukan membawa fungsi dan makna yang cukup bervariasi dalam dialek Banyunas.           Kata-kata kunci:    morfologi, bahasa Jawa, dialek Banyumas   

Analisis Prinsip Kesantunan Mahasiswa Asal Thailand Selatan Dalam Berkomunikasi Di Lingkungan Rumah (Sebuah Kajian Sosiolinguistik pada Gegar Budaya Mahasiswa Asing di Universitas Muhammadiyah Purwokerto).

Proceeding Seminar LPPM UMP Tahun 2014 2014: Proceeding Seminar Hasil Penelitian LPPM 2014, 6 September 2014
Publisher : Proceeding Seminar LPPM UMP Tahun 2014

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah  (1) Mendeskripsikan masalah – masalah komunikasi yang dihadapi mahasiswa asal Thailand ketika berbicara dalam bahasa Indonesia, (2) Mendeskripsikan perbedaan prinsip kesantunan antara Thailand dan Indonesia sehingga dapat menjembatani masalah komunikasi yang terjadi, (3) Mendeskripsikan perbedaan budaya antara Thailand dan Indonesia untuk memudahkan proses berinteraksi dengan masyarakat dan (4) Menjelaskan upaya – upaya yang dilakukan mahasiswa Thailand untuk mengatasi gegar         budaya di Indonesia. Pembahasan penelitian ini mengupas tentang contoh – contoh pelanggaran prinsip kesantunan, perbedaan budaya yang mencolok antara Thailand Selatan dan Indonesia (Purwokerto), percakapan – percakapan yang kurang tepat dalam kehidupan sehari – hari, kesalahan pilihan kata dan solusi untuk mengatasi masalah – masalah mahasiswa asing sehingga Universitas Muhammadiyah Purwokerto lebih siap ketika menerima mahasiswa asing tidak hanya dari Thailand Selatan tetapi juga dari negara lain.   Kata kunci : adaptasi, gegar budaya, pelanggaran prinsip kesopanan, solusi

PERBEDAAN SPESIFIC VALUES ANTARA MAHASISWA AKUNTANSI DAN MAHASISWA KEDOKTERAN: STUDI EMPIRIS PADA UNIVERSITAS GADJAH MADA

Journal of Indonesian Economy and Business Vol 19, No 1 (2004): January
Publisher : Journal of Indonesian Economy and Business

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze, to compare and to differentiate specific values of accountingand medical students. While the majority of previous studies used the Rokeach InstrumentSurvey, the current study employs the modified Rokeach and Schwartz Instrument. Thismodified instrument consists of thirty variables. However, a factor analysis indicates thatthe variables can be grouped into four constructs: individuality, theoretical, social, andesthetical. Overall, the study shows that personal values of accounting students are belowthose of medical students. Based on the finding, the study suggests that a certain subject orcourse with a high ethical contents should be taught in accounting programs.Keywords: etika, specific values, personal values, individuality, theoretical, social,aesthetics

PENGARUH HEDONIC SHOPPING MOTIVATIONS DAN STORE ATTRIBUTES TERHADAP SHOPPER LOYALTY

Jurnal Siasat Bisnis Vol 13, No 3 (2009)
Publisher : Jurnal Siasat Bisnis

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this study is to investigate the influence of the hedonic shopping motivations and store attributes on the shopper loyalty. Considering the results of previous studies, this study also investigates the role of consumers’ demographic in moderating the process of shopper loyalty formation. Samples of 200 respondents who shopped in Solo Square were involved in the study. Structural Equaion Modelling was employed to analyze the research model. The results indicate that the store attributes does not only affect the shopper loyalty directly, but also influences indirectly through hedonic shopping motivations. Meanwhile, the role of respondents’ demographic varies in moderating the formation of shopper loyalty.Keywords: Hedonic shopping motivations, Store attributes, Shopper loyalty, Age, Gendcer, Income.

PENINGKATAN PENGETAHUAN POLA MAKAN SEHAT BAGI SANTRI PUTRI PONDOK PESANTREN ROUDLOTUL MUBTADIIN BALEKAMBANG JEPARA

Teknobuga Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Jasa dan Produksi, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari kegiatan penyuluhan diet sehat adalah 1)  santri putri memiliki pengetahuan diet sehat, dan 2) santri putri  memiliki keahlian untuk membangun menu seimbang. Pelaksanaan pelayanan masyarakat adalah penjelasan diet sehat untuk anak perempuan santri di pondok pesantren Balekambang Jepara. Kegiatan ini dilakukan  dengan  tiga  tahap,  yaitu:  1)  persiapan  dengan  aktivitas  izin  dan penyusunan  item  dan  praktek,  2)  pelaksanaan  dua  kali  pertemuan,  dengan penjelasan diet sehat, dan seimbang menu untuk remaja dan praktek, dan 3) monitoring. Orang-orang Target gadis-gadis santri di pondok pesantren Roudlotul Mubtadiin sebanyak 25 orang. Kehadiran peserta dalam mengikuti kegiatan dalam kategori tinggi, dengan jumlah peserta yang menghadiri 100%, peserta yang menarik dan keseriusan dalam kegiatan berikut yang ditunjukkan dengan jumlah pertanyaan dan antusias dalam mengikuti penyuluhan dan praktek untuk menu seimbang. Santri perempuan memiliki pengetahuan tentang diet sehat. Berarti nilai pre-test dan post- test meningkat tajam dari 56,7 menjadi 77,2, dan efektivitas 0,46 dalam kategori sedang. Keterampilan dalam membangun menu untuk dirinya sendiri cukup baik, dengan menu struktur 3 kali dan 2 makanan tambahan. Kegiatan ini perlu untuk menindaklanjuti dengan kegiatan kelanjutan terdiri dari 1) pengembangan topik lainnya untuk anak perempuan santri, seperti perhitungan menu gizi yang diperlukan dan 2) memberikan keterampilan untuk mengolah makanan (sayur, lauk, makanan ringan) untuk remaja.