Articles

Found 19 Documents
Search

PENERAPAN MODEL GENERALIZED AUTOREGRESSIVE CONDITIONAL HETEROSCEDASTIC (GARCH) DALAM PERAMALAN NILAI TUKAR DOLAR TERHADAP RUPIAH Faridah, Siti; Fahcruddin, Imam
Gamatika Vol 1, No 1: Jurnal Gagasan Matematika Dan Informatika
Publisher : Gamatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sebagian besar data deret waktu ekonomi dan keuangan, asumsi  kestasioneran varians (heteroskedastisitas)  untuk model Autoregresif (AR), Moving Average (MA), dan Autoregressive Moving Average (ARMA) adalah ditolak. Bagaimanapun Model Autoregressive Conditional Heteroscedastic (ARCH) dan Generalized Autoregressive Conditional Heteroscedastic (GARCH) dapat digunakan sebagai asumsi untuk data dengan varians yang tidak stasioner (heteroskedastisitas). Tujuan dari penelitian ini adalah memodelkan nilai tukar dolar terhadap rupiah dengan menggunakan model GARCH dan mengetahui peramalan nilai tukar dollar terhadap rupiah dengan menggunakan model GARCH. Model GARCH dimulai dengan transformasi data kedalam model , kemudian sisaan kuadratiknya diuji untuk mengetahui adanya efek ARCH/GARCH. Estimasi parameter yang digunakan adalah Maximum Likelihood (ML) untuk mendapatkan nilai  dan untuk menguji model diuji dengan sisaan yang sudah dibakukan menggunakan statistik Ljung-Box Q. Model GARCH(1,1) sudah cukup baik  jika tidak ada pengaruh dari ARCH/GARCH dalam sisaan yang dibakukan. Akhir dari penilitian ini, model GARCH dalam nilai tukar dollar terhadap rupiah  adalah : Dengan model di atas dapat diramalkan untuk tanggal 1 juli 2010 nilai tukar dollar terhadap rupiah berkisar antara Rp. 9089.377 dan Rp. 9089.638. Kata kunci : Peramalan, Transsformasi, maximum likelihood, GARCH. Abstract Most of the time series data of economic and financial assumptions kestasioneran variance (heteroscedasticity) to model the autoregressive (AR), Moving Average (MA), and Autoregressive Moving Average (ARMA) is rejected. However Autoregressive Conditional Heteroscedastic Model (ARCH) and the Generalized Autoregressive Conditional Heteroscedastic (GARCH) can be used as an assumption for data with stationary variances (heteroscedasticity). The purpose of this study was to model the exchange rate of the dollar against the rupiah using GARCH models and know forecasting the dollar against the rupiah using GARCH models. GARCH model begins with the transformation of data into the model , then the remnant quadratic tested to determine the effects of ARCH / GARCH. Estimation of the parameters used is Maximum Likelihood (ML) to get the value and to test models that have been tested with standardized remnant using Ljung-Box Q statistics. GARCH model (1,1) is good enough if there is no effect of ARCH / GARCH standardized in the remnant. The studies end of this, GARCH models in the dollar against the rupiah exchange rate is: With the above model can be predicted for the 1 July 2010 the exchange rate of the dollar against the rupiah ranged between Rp. 9089.377 and Rp. 9089,638. Keywords: Forecasting, Transsformtioni, maximum likelihood, GARCH.
CONTRASTIVE ANALYSIS OF EXPRESSIONS ON JAPANESE AND INDONESIAN LOVE LYRICS -BASED ON COGNITIVE LINGUISTIC POINT OF VIEW- Faridah, Siti; Kusumawati, Mutia
JAPANEDU: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Bahasa Jepang Vol 3, No 2 (2018): JAPANEDU Volume 3 Issue 2, December 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (Indonesia University of Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/japanedu.v3i2.13267

Abstract

Song is an expression which has a strong connection with someone's feeling, which can also be a hint to understand how Japanese society thinks and feels in general (Kanemoto 2006). Expression on song lyrics is quite different from the usual expression used in daily conversation. To convey emotions and feelings of the songwriter, the style of language is important to touch the listener's feelings. This research analyzed the style of language in the lyrics of Japanese and Indonesian love song, by using contrastive analysis method and review it from cognitive linguistics. 13 Common Source Domains that Kovecses exposes is used to identify the style of love expression in the song lyrics. The purpose of this study is to explain what language styles and expression are used in the lyrics of Indonesian and Japanese songs, accordance with theory of the seven metaphors of love in cognitive linguistics, contrasting the love phrases contained in both languages, and the corresponding theory of the seven metaphors of love in cognitive linguistics with the Common Source Domain by Kovecses. As the results, there are 8 types of 13 types of Common Source Domain used in the lyrics of both languages in the 1970s. Besides the 13 Common Source Domains, is also found domain that are used both languages called Colour. Meanwhile the song lyrics in 2000 year, there are 10 types of 13 types of Common Source Domain used in both languages lyrics. Another domain that is used in both language lyrics is Music.
Kebebasan Beragama Dan Ranah Toleransinya Faridah, Siti
Lex Scientia Law Review Vol 2 No 2 (2018): Kajian Hak Asasi Manusia Antara Perlindungan, Pemenuhan, dan Penegakan Hukum
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lesrev.v2i2.27585

Abstract

Pembentukan hukum tidak lepas dari putusan-putusan hakim (judge made law) yang terkait dengan penegakan hukum, sedangkan penegakan hukum pada hakikatnya adalah merupakan suatu proses untuk mewujudkan tujuan-tujuan hukum ide-ide hukum menjadi kenyataan. Tulisan ini mengkaji tentang aspek-aspek hak asasi manusia dalam negara hukum, antara hukum progresif dan hukum positif. Hukum Progresif adalah hukum pro keadilan dan pro rakyat , artinya dalam berhukum para pelaku hukum dituntut mengedepankan kejujuran, empati, kepedulian kepada rakyat dan ketulusan dalam penegakan hukum.
FUNGSI PRAGMATIS TUTURAN HUMOR MADIHIN BANJAR Faridah, Siti
KREDO : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra Vol 1, No 1 (2017): JURNAL KREDO VOLUME 1 NO 1 TAHUN 2017
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.139 KB) | DOI: 10.24176/kredo.v1i1.1755

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap fungsi pragmatis dalam tuturan humor madihin Banjar yang dituturkan oleh pemadihinan John Tralala. Pendekatan yang  digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan teoretis dan metodologis. Pendekatan teoretis yang digunakan adalah pendekatan pragmatis, sedangkan pendekatan metodologis yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan pendekatan deskriptif. Data penelitian ini berupa penggalan wacana humor dalam madihin Banjar yang mengandung fungsi pragmatis. Sumber data penelitian ini adalah wacana humor dalam madihin Banjar. Metode dan teknik analisis data digunakan adalah metode heuristik Leech (1983), metode normatif dan teknik interaktif Miles dan Huberman (1984). Pengumpulan data dilakukan dengan metode rekam, simak dan catat. Hasil penelitian ini adalah di dalam tuturan humor madihin Banjar ditemukan (1) subfungsi pragmatis memuji, (2) subfungsi pragmatis mengucapkan terima kasih, (3) subfungsi pragmatis mengkritik dan (4) subfungsi pragmatis mengeluh
MOTIVASI MASYARAKAT DESA TELAGA SILABA KECAMATAN AMUNTAI SELATAN TERHADAP PENGOBATAN BACABUT Faridah, Siti
Jurnal Studia Insania Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Humanities

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.3 KB) | DOI: 10.18592/jsi.v2i2.1095

Abstract

This paper describes the phenomenon of mysticism outside of religion, namely ‘Bacabut’ treatment. Named ‘Bacabut’ treatment because this treatment can remove the disease from the body in the form of objects such as gravel, broken glass, leather of walnut, ironwood, or ‘Sagar’ (palm stick). The treatment is performed by a physic who gains strength / magic that comes from the help of supernatural beings in the spirit world which is called ‘friend’ (gampiran). In the middle of the progress of society in every field, the understanding and primitive behavior sometimes still influence their lives. People’s dependence on primitive belief and the power of supernatural mystical and magical, making they are sick to prefer going to psychic / shaman to cure the illness than going to a doctor or a health worker. Psychologically, their motivation for treatment to the ‘Bacabut’ treatment divided to two kinds of intrinsic and extrinsic motivation. The intrinsic motivation consists of their own accord and they would like to know / to try it. There are some extrinsic motivations, such as families’ suggestion, many people who come there for treatment, be sure by seeing the evidence. It’s simple, close and it does not specify rates/cheap.
RELEVANSI “MAKAR” DALAM #2019GANTIPRESIDEN Faridah, Siti
Law Research Review Quarterly Vol 4 No 02 (2018): Diskursus Tindak Pidana Pemilihan Umum di Indonesia
Publisher : Faculty of Law Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (18.054 KB) | DOI: 10.15294/snh.v4i02.25491

Abstract

Dinamika peristiwa pemilihan umum yang terjadi di Indonesia menyebabkan negara Indonesia memiliki kualitas demokrasi yang rendah yaitu peringkat 68 dari 167 negara, masih kalah dengan Timor Leste yang menduduki peringkat 48. Demokrasi merupakan sebuah pandangan hidup yang mengutamakan persamaan. Secara umum demokrasi di Indonesia yaitu flawed democracy, ditandai dengan adanya pemilihan umum yang bebas dan adil serta menghormati kebebasan sipil, namun memiliki kelemahan dalam pemerintahan yang signifikan, budaya politik yang belum terlalu sehat, dan rendahnya tingkat partisipasi politik. Tidak lama lagi pemilihan umum (pemilu) di Indonesia akan berlangsung pada tahun 2019. Jauh sebelum itu telah ada gerakan bernama #2019GantiPresiden yang memanas akhir-akhir ini. Situasi yang mencekam diantara keduanya berpotensi mengarahkan kedalam keributan yang akan terjadi. Ketidak akuran justru terjadi diantara para elit politik yang ada dibelakang mereka. #2019GantiPresiden dibalas oleh oposisi dengan tagar lain yang tertulis #Jokowi2Periode. Politik yang terjadi jauh sebelum ditetapkannya nama calon oleh komisi pemilihan umum menyebabkan kondisi masyarakat semakin memanas. Pendukung Jokowi menyebut gerakan #2019GantiPresiden merupakan upaya makar terhadap pemerintahan yang sah sementara di oposisi yang lain menyebut pelanggaran terhadap kebebasan demokrasi (seperti yang terjadi pada era orde baru). Permasalahannya adalah apakah bisa kebebasan berpendapat dan mengemukakan suara dikaitkan dengan makar, padahal negara kita adalah negara demokrasi? atau apakah mungkin pemerintahan yang sekarang hanya ketakutan dengan gerakan yang dilakukan oleh massa mengenai #2019GantiPresiden? lalu apakah istilah makar relevan jika dipakai untuk masa milenial seperti saat ini? #2019GantiPresiden selalu menjadi pro dan kontra dimasyarakat hingga saat ini.  
POLITISASI AGAMA PEMECAH KEUTUHAN BANGSA DALAM PEMILU Faridah, Siti; Mathias, Jerico
Law Research Review Quarterly Vol 4 No 03 (2018): Dinamika Demokrasi dalam Pemilihan Umum Serentak dan Keutuhan Bangsa
Publisher : Faculty of Law Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (18.054 KB) | DOI: 10.15294/snh.v4i03.27023

Abstract

Penggunaan dosis agama sebagai instrumen politik untuk memperoleh kekuasaan dalam pemilu marak terjadi akhir-akhir ini. Agama sebagai sesuatu yang suci dijadikan sebagai senjata ampuh untuk menghancurkan masyarakat melalui perbedaan dalam berkeyakinan. Sebab agama merupakan sesuatu yang sakral dan bersifat pribadi menjadikan hal ini mudah untuk di politisir berkenaan dengan isu ini yang sangat sensitive. Agama sebagai sesuatu yang sensitive menjadikan segala hal yang bekenaan dengannya menjadi lebih emosional. Keterlibatan emosi ini dibangun oleh keyakinan pada sesuatu yang gaib. Politisasi agama telah dijadikan sebagai politik hitam yang memanipulasi pemahaman dan pengetahuan seseorang mengenai agama dengan cara propaganda yang bermaksud untuk memengaruhi agama/kepercayaan dalam upayanya memasukan kepentingan kedalam sebuah agenda politik. Yang dikhawatirkan adalah agama kehilangan nilai-nilai luhurnya saat dikaitkan dengan politik atau di politisasi (dikotori). Penolakan politisasi agama merupakan salah satu bentuk upaya dalam memuliakan agama dan mencegah rusaknya nilai-nilai luhur yang ada dalam sebuah agama serta menjaga keberagaman dan keutuhan bangsa kita.
METODOLOGI DALAM KAJIAN PSIKOLOGI ISLAM Faridah, Siti
Jurnal Studia Insania Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Humanities

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.104 KB) | DOI: 10.18592/jsi.v4i1.1114

Abstract

Initially Islamic Psychology studies and development made many Muslim scholars were spellbound by western psychology theories. They used them as a tool to analyze all sorts of phenomenon Muslim society and give the solution. It is important to remember that the Islamic Psychology concept should be built by the Muslim psychologists their selves. However, the western psychology concept is not necessarily suitable with the needs and purposes in Islam area. Because of that, the writer is interested to discuss the Islamic Psychology Methodology. Hopefully, Islamic Psychology can be an alternative way to solve Muslim society psychological problem especially and all of human being in generally. There were three approaches used by classic Muslim scholars to discuss psychic problem. They are skriptualis approach, falsafi/philosophy approach, and tasawwufi/Sufism approach. They are two studies in Islamic Psychology research; they are the theory and the method. Islam puts wahyu (divine revelation) as a religion paradigm which admits the existence of Allah in belief or in the implementation in the construction of science. Acsiologically, Islamic Psychology is built up to get the prosperity for human being. In epistemology, there is a relationship (nisbah) between mind and intuition. In ontology, it is for understanding human being as sunnatullah. Thus, al-Qur’an is the main source. Both of positivism and rationalism ideologies have different perspectives in finding the truth. Positivism believes that there is only one sensory truth. It could be observed and approved by anyone. In other side, Rationalism admits three truths. They are imperi-sensual truth, imperi-logic truth, and imperi-ethic. Both of the ideologies do not admit metaphysical and transcendental matters. As the result, the Islamic Psychology research will come true. Finally, to build up an Islamic Psychology as a branch of science, we still have so many things to do.
Perbedaan Pengetahuan Tehnik Menyusui Sebelum dan Sesudah Penyuluhan Faridah, Siti
Indonesian Journal of Health Science Vol 1, No 1 (2017): March
Publisher : LPPM Muhammadiyah University of Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ijhs.v1i1.2017.pp17-22

Abstract

Maternal knowledge related the right technique of breastfeeding is the step to achieve exclusive breastfeeding successfully. The right knowledge will lead to good breastfeeding technique. This study aimed to determinate the differences in knowledge related the right technique of breastfeeding before and after counseling. The method of this study was descriptive, by 24 samples of breastfeeding mothers with accidental sampling technique. Data was analyzed by Wilcoxon test data analysis. Results of this study showed that before counseling there was < 50% breastfeeding mothers had good knowledge related the right technique of breastfeeding, and after counseling, there was 58,33%. There were significant differences in knowledge about exclusive breastfeeding before and after counseling. And there were significant differences related the right technique of breastfeeding, before and after counseling. Mothers are expected to actively seek for the information in order to avoid problems during breastfeeding.
Lemahnya Penegakan Hukum Dalam Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan Penyandang Disabilitas Faridah, Siti
Lex Scientia Law Review Vol 3 No 1 (2019): Quo Vadis Perlindungan Perempuan di Indonesia: Praktik dan Teori Penegakan Hukum
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lesrev.v3i1.30725

Abstract

Perempuan merupakan ciptakan Tuhan dan memiliki hak yang sama dengan laki-laki tanpa adanya pembatasan atau hal lainnya yang bersifat mendiskreditkan persamaan yang setara. Gaungan dan teriakan akan kesetaraan gender dilatarbelakangi oleh politik marginalisasi terhadap perempuan yang mencerminkan tindakan diskriminasi secara tidak langsung. Di samping itu, perempuan penyandang disabilitas memiliki double discrimination karena disabilitas dan karena dia perempuan. Banyak kasus-kasus dan penegakan hukum yang tidak tuntas terhadap perempuan difabel karena stereotype negative dalam masyarakat yang tidak melindungi dan mendukung pemenuhan hak-hak dasar atas mereka. Bahkan banyak kasus yang terjadi justru tidak ada penanganan yang serius dan malah berujung hanya pada pendampingan psikologis maupun psikososial.