Faizar Farid
Prodi Kimia, FST, Universitas Jambi, Jl. Raya Jambi – Muara BulianKM. 15 Mandalo Darat, Jambi, 36361, Indonesia

Published : 9 Documents
Articles

Found 9 Documents
Search

Introduksi Teknologi Sabun Cair Antiseptik dari Buah Pedada (Sonneratia Caseolaris) di Kelurahan Kampung Laut, Kuala Jambi, Tanjung Jabung Timur Farid, Faizar; Sari, Putri Maya; Rahman, Havizur
Jurnal Karya Abdi Masyarakat Vol 2 No 1 (2018): Volume 2, No (issue) 1, Juni 2018
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.221 KB) | DOI: 10.22437/jkam.v2i1.5427

Abstract

Buah pedada yaitu buah mangrove yang hidup di perairan payau yang banyak tumbuh di daerah pesisir khususnya yang ada di Kabupaten Tanjab Timur yaitu Kelurahan Kampung Laut Kecamatan Kuala Jambi. Buah Pedada bagian dasarnya dibungkus oleh kelopak bunga, dan tidak beracun. Masyarakat Kampung Laut jarang mengkonsumsi langsung buah Pedada karena rasanya asam. Buah tersebut memiliki kandungan gizi yang belum dimanfaatkan. Buah Pedada dapat diolah menjadi produk pangan seperti selai dan sirup, karena kandungan vitamin C yang cukup tinggi. Selain pengolahan produk pangan buah Pedada dapat juga diolah menjadi sabun cair antiseptik, karena kandungan zat kimia pada buah Pedada mampu membunuh dan menghambat pertumbuhan bakteri. Dengan melihat potensi ini, maka muncul ide untuk membuat teknologi pengolahan sabun cair buah Pedada sebagai antiseptik. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini akan memberikan nilai tambah yang besar ditinjau dari  hasil teknologi produk sabun cair antiseptik, sehingga menambah nilai ekonomis dan penghasilan bagi Masyarakat Kampung Laut serta meningkatkan pengetahuan masyarakatnya. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini penyuluhan manfaat dan pengolahan buah Pedada. Kegiatan ini menghasilkan produk sabun cair antiseptik serta meningkatkan kreativitas sumber daya manusia di Kelurahan Kampung Laut, kecamatan Kuala Jambi, Kabupaten Tanjab Timur untuk membuat industri rumah tangga produk pangan ataupun produk sabun cair antiseptik.
BUDIDAYA ROTAN JERNANG UNTUK PETANI KARET DI PAUH Asra, Revis; Farid, Faizar
Jurnal Karya Abdi Masyarakat Vol 1 No 2 (2017): Jurnal Karya Abdi Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.352 KB) | DOI: 10.22437/jkam.v1i2.4284

Abstract

Rotan jernang (Daemonorops spp.) merupakan salah satu jenis rotan yang menghasilkan resin merah pada permukaan kulit buahnya. Resin merah jernang ini bernilai ekonomi tinggi dan dimanfaatkan untuk obat-obatan dan perwarna. Rotan jernang di hutan Kecamatan Pauh memiliki keanekragaman genetik yang tinggi, sehingga jernang di lokasi ini merupakan sumber plasma nutfah Jambi yang berpotensi tinggi untuk dikembangkan. Menurut Balai Informasi Kehutanan Provinsi Jambi tahun 2009, keberadaan rotan jernang saat ini sudah langka. Oleh karena itu upaya budidaya harus dilakukan. Kendala  yang dihadapi oleh masyarakat petani karet dalam budidaya rotan jernang adalah sulitnya memperoleh biji tua jernang sebagai sumber bibit. Dalam pelaksanaan kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat, metode pengabdian yang digunakan yaitu Participatory Rural Apraisal (PRA), yaitu metode pendidikan pada masyarakat. Metode PRA ini memiliki kelebihan, dimana keterlibatan masyarakat secara aktif (sebagai subyek) dan Perguruan Tinggi sebagai fasilitator. Kegiatan sosialisasi dan pelatihan budidaya rotan jernang telah dilaksanakan di desa Karang Mendapo dan Batu Ampar Kecamatan Pauh, Kabupaten Sarolangun bersama kelompok tani  Belato Makmur dan Makmur Utama. Sosialisasi dengan anggota kelompok tani berlangsung lancar, karena ketua IbM telah mengenal ketua kelompok tani, pada saat melakukan penelitian tentang jernang di daerah Kecamatan Pauh. Anggota kelompok tani sangat antusias dalam mengikuti kegiatan sosialisasi, karena mereka berharap dengan integrasi tanaman jernang di  kebun karet mereka dapat meningkatkan perekonomian mereka. Berhubung sulitnya memperoleh biji tua untuk jenis jernang unggul (Daemonorps draco) yang memiliki nilai jual getah jernang paling tinggi, maka ketua peneliti berinisiatif untuk membeli anakan jernang dari pemilik kebun jernang dan para pencari jernang. Anakan jernang ini ada yang diperoleh dari jernang yang telah dikebunkan dan ada juga yang dari hutan alam. Anakan yang diperoleh selanjutnya ditanam di dalam polybag dengan media tanam tanah, pasir dan pupuk kandang. Hasil monitoring pertumbuhan menunjukkan bahwa persentase pertumbuhan anakan mencapai 60 %.
Formulasi dan Uji Sifat Fisik Lulur Body Scrub Arang Aktif Dari Cangkang Sawit ( Elaeis Guineensis Jacg) Sebagai Detoksifikasi Lestari, Uce; Farid, Faizar; Sari, Putri Maya
Jurnal Sains dan Teknologi Farmasi Vol 19 No Supl1 (2017): Vol 19 Supplement 1, December 2017
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cangkang sawit (Elaeis guineensis Jacg) dapat diolah menjadi arang aktif yang bermanfaat sebagai detoksifikasi atau menghilangkan racun/toksin yang tidak diperlukan. Penelitian ini untuk memformulasi lulur body srub arang aktif dari cangkang kelapa sawit dengan konsentrasi 15 %, 30 % , menentukan uji sifat fisik lulur body srub arang aktif yang paling baik serta melihat kemampuan lulur body srub untuk menyerap racun atau toksin. Arang aktif cangkang sawit diformulasikan menjadi sediaan kosmetik lulur body scrub selanjutnya diuji sifat fisiknya meliputi pengamatan organoleptis, pH, volume kriming, ukuran tetesan dispersi serta inversi fase menggunakan metoda penyimpanan dipercepat. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perubahan organoleptis, volume kriming, inversi fase dan tetes dispersi pada kedua formula lulur dan memiliki kemampuan untuk menyerap racun atau toksin. Dari hasil penelitian formula dengan konsentrasi 15 % arang aktif cangkang sawit ( Formula 1) yang paling baik dari pada formula dengan konsentrasi 30 % arang aktif cangkang sawit ( Formula 2).
DISAIN PROTOTIPE SEL SURYA DSSC (DYE SENSITIZED SOLAR CELL) LAPISAN GRAFIT/TiO2 BERBASIS DYE ALAMI Fahyuan, Helga Dwi; Samsidar, Samsidar; Farid, Faizar; Napitupulu, Sampe; Pakpahan, Sarinah
JOURNAL ONLINE OF PHYSICS Vol 1, No 1 (2015): JoP
Publisher : Prodi Fisika FST UNJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.884 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang Disain Prototipe Sel Surya DSSC Lapisan Grafit/TiO2 Berbasis Dye Alami yaitu kulit manggis dan buah delima. DSSC dibuat dengan lapisan tipis TiO2 yang didoping grafit sebesar 0%, 8%, 10%, 12% dan 14%. Lapisan grafit/TiO2 dianalisis menggunakan UV-Vis, X-Ray Diffractometer (XRD) dan Scanning Electron Microscope (SEM) diperoleh energy gap dan ukuran Kristal terkecil pada pendopingan 14% yaitu sebesar 2,2 eV dan 52,72 nm serta ukuran partikel berada dalam range 0,19 s/d 0,25 . Karakteristik I-V menunjukkan bahwa efisiensi tertinggi pada sel surya TC14M yaitu sel surya dengan pendopingan grafit 14% menggunakan dye kulit manggis sebesar 2,68% pada intensitas penyinaran 250 Lux.   Kata kunci: Dye alami, TiO2, Efisiensi, DSSC
PEMBUATAN SEL SURYA TERSENSITASI PEWARNA (SSTP) LAPISAN TiO2/GRAFIT DARI EKSTRAK KELOPAK BUNGA ROSELLA, BERAS KETAN HITAM, DAN UBI JALAR UNGU nurhidayah, nurhidayah; suwarni, suwarni; Usna, Sri Rahayu Alfitri; Afrianto, Muhammad Ficky; farid, faizar
JOURNAL ONLINE OF PHYSICS Vol 2 No 2 (2017): Jurnal Fisika Vol 2 No 2
Publisher : Prodi Fisika FST UNJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (662.843 KB)

Abstract

Fabrication of Dye-Sensitized Solar Cells (DSSC) using working electrodes composed of a mixture of TiO2 and 14% of graphite, which then denoted as TiO2:C14%, has been done. The TiO2:C14% colloid was deposited on a conductive Fluorine Doped Tin Oxide (FTO) glass substrate by using sol-gel-spin coating at the speed of 1500 rpm for 50 seconds. This thin layer was then immersed for 24 hours in different dye solutions extracted from Rosella petals (hibiscus sabdariffa), black glutinous rice (oryza sativa) and purple sweet potato (ipomoea batatas). Composition materials used to fabricate the solar cells were characterized by using x-ray diffraction (XRD) and scanning electron microscope (SEM). The power conversion efficiency (PCE) of the solar cells was measured by using a set of I-V characteristic circuit. The result showed that the highest PCE of 3 x 10-3 % was obtained from the cells based on dye extracted from rosella petals compared to those from black glutinous rice and purple sweet potato.   Keywords: DSSC, dye, rosella, TiO2, spin coating, XRD, efficiency.
PENENTUAN STRUKTUR TANAH SEBAGAI DASAR UJI KELAYAKAN KEKUATAN BANGUNAN PERUMAHAN DI MUARO JAMBI MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK KONFIGURASI DIPOLE-DIPOLE Ikhsan, Muhammad; Farid, Faizar; Samsidar, Samsidar; Handayani, Linda
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 15, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research describes the foundation standard in Muaro Jambi. The objective is to determine the subsurface structure as well as to determine the suitable foundation standards for residential buildings in Muaro Jambi. In this study, data collection is divided into 2 residential places, the first in the housing Arza Griya Mandiri and Griya Sungai Duren Indah housing. Each housing will be taking 3 geolistrik data with path length 160 m and datum point as much as 69 datum. The result of field data obtained in the form of voltage value and current value, this value is inputted into Microsoft Excel software and searched for obstacle value and ρa. Datum point value, space electrode, layer, and value ρa are combined and input into notepad software to be processed using Res2DINV software. The results show that the foundation has been built almost in accordance with soil structure and foundation of soil obtained from the research. A suitable soil layer to build a foundation is a rocky clay layer where in this study the depth of this layer varies from 1.71 m to 18.4 m.
PEMETAAN AIR TANAH PADA LAHAN KERING DI RT 05 DESA MUARO PIJOAN MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK KONFIGURASI WENNER Nurhafni, Eka; Farid, Faizar; Samsidar, Samsidar; Handayani, Linda
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 16, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Study has been done using the geoelectric wenner configuration method in Muaro Pijoan Village, District of Jambi Luar Kota, Muaro Jambi Regency. The purpose of this study were to map the resistivity and determine the ground water position in Muaro Pijoan Village. The study area is divided into 5 tracks, 2 tracks along 100 meters and 3 tracks along 200 meters. Tracks with length 100 meters has space 5 meters and the track with length 200 meters has space of 10 meters. The value obtained from the measurement is the current and potential values, the value is used to obtain the apparent resistivity. The apparent resistivity value is then inverted using Res2Dinv software into 2 dimensional form. The inversion results in 3 cross-sectional resistivity imaged with color and each color indicates a sunder ground resistivity value. Based on the rock resistivity table, ground water has a resistivity value between 30-100 Ω.m. From the cross-sectional resistivity it is found that all tracks have a potential ground water content and the location varies from 2.5 to 34.6 meters below the soil surface. The largest groundwater potential is on track 3 and the smallest is on track 5. Based on its groundwater position in Muaro Pijoan Village includes shallow groundwater. 
PENGARUH KETEBALAN ELEKTRODA KERJA TiO2/GRAFIT TERHADAP EFISIENSI DYE SENSITIZED SOLAR CELLS (DSSC) Nurhidayah, Nurhidayah; Suwarni, Suwarni; Usna, Sri Rahayu Alfitri; Afrianto, Muhammad Ficky; Farid, Faizar
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 16, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The production of Dye Sensitized Solar Cells (DSSC) has been done. The transparent electrode is made by mixing of TiO2 and graphite 14% (TiO2:C14%). TiO2:C14% colloid is deposited on a conductive glass substrate Fluorine Doped Tin Oxide (FTO) by spin coating method at 500, 1000 and 1500 rpm during 50 second. Then, the layer is soaked of 24 hours in dye taken from the extract of rosella. SEM and XRD characterization are performed for looking properties of DSSC materials. The efficiency of DSSC is calculated by using the characteristic circuit IV curve. The highest efficiency value is obtained when the thickest active layer (0,9 mm) at 500 rpm, the resulting efficiency is 0,014%.
IDENTIFIKASI KELAYAKAN JEMBATAN BATANGHARI II KOTA JAMBI MENGGUNAKAN MIKROTREMOR DENGAN METODE HORIZONTAL TO VERTICAL SPECTRAL RATIO (HVSR) Syaputra, Oky Dwi; Farid, Faizar; Samsidar, Samsidar; Handayani, Linda
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 16, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The feasibility study of Batanghari II Bridge with the value of natural frequency of Bridge using microtremor has been done. The purpose of this research is to know the bridge's natural frequency value using Horizontal to Vertical Spectral Ratio (HVSR) method and to know the relative damage to Bridge. In this study Bridge as an object because, Bridge is an alternative way that connects one place with another place separated by a river or ditch which is often used by society for activity. To get the bridge's natural frequency value using Microtremor sensor which is directly placed bridged with geopsy software to process its data and using HVSR method. The result of this research is the natural bridge frequency value of 7.40441 Hz. To determine the feasibility of the bridge compared with the standard value of the bridge frequency of 7,675 Hz and stated the state of the Batanghari II bridge is still intact from the structural and the natural frequency value of the soil on the bridge buffer of 12.7489 Hz and 13.6343 Hz that the soil type is older soil. Can be said the foundation of the bridge last long.