Putra Reza Fardani
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents
Articles

Found 1 Documents
Search

“IMAH ULIN HEJO” Permainan Tradisional Sunda yang Digunakan dalam Proses Terapi Bermain Az-Zahra, Nursyifa; Rizki, Muhammad; Oktora, Rian; Fardani, Putra Reza
Student e-Journal Vol 1, No 1 (2012): Edisi Perdana eJurnal Mahasiswa Universitas Padjadjaran
Publisher : Student e-Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut data Komisi Nasional Perlindungan Anak, sepanjang tahun 2011 tercatat ada 2.508 kasus kekerasan terhadap anak di Indonesia yang dilaporkan kepada lembaga nasional tersebut Sebelumnya, tahun 2010, jumlah kasus kekerasan terhadap anak yang dilaporkan hanya 1.234 kasus. Hal itu menunjukkan bahwa dalam setahun terjadi peningkatan hingga 98 persen atau 200 kasus setiap bulan (www.jurnas.com). Salah satu provinsi dengan kasus tindak kekerasan terhadap anak yang terus meningkat tajam adalah Jawa Barat.   Kekerasan terhadap anak dapat berupa trauma jangka panjang. Trauma tersebut dapat mempengaruhi proses perkembangan seorang anak. Terlebih lagi bagi anak usia prasekolah.  Dimana usia prasekolah merupakan masa emas (golden age) dengan tugas perkembangan bahasa dan kognitif, keterampilan motorik, mengekspresikan emosi dan perasaannya, serta mengasah keterampilan interpersonalnya melalui kegiatan bermain (Kottman, 2005). Bagaimana mungkin mereka dapat melakukan tugas perkembangan tersebut jika mereka mengalami trauma tanpa penanganan yang efektif. Dalam usulan ini, penulis menawarkan upaya penanganan yang lebih efektif dan menarik dalam menangani trauma anak prasekolah korban kekerasan. Gagasan tersebut berupa sanggar berkonsep ruang terbuka hijau yang asri dengan penggunaan permainan tradisional sunda. Konsep bermain ini diharapkan dapat melatih kompetensi sosial anak dengan memperbaik trust (rasa kepercayaan anak) terhadap orang-orang di sekitarnya. trauma anak melalui relasi sosial yang dibangun dengan berbagai permainan tradisional sunda. Gagasan permainan tradisional Sunda yang digunakan dalam terapi pada sanggar ini bertujuan untuk mensosialisasikan kembali permainan tradisional sunda dalam rangka melestarikan kebudayaan daerah yang dapat dijadikan terapi kearifan lokal untuk anak prasekolah korban kekerasan. Kemudian, sanggar ini juga dapat mempopulerkan lingkungan hijau sebagai trauma. Bermain dalam lingkungan yang hijau mampu meningkatkan kesehatan mental sehingga memberikan semangat dan penghargaan diri pada diri anak prasekolah. Pengimplementasian sanggar ini upaya penanganan trauma anak prasekolah korban kekerasan tidak terlepas dari kerja sama berbagai pihak. Orangtua, Psikolog Perkembangan/Klinis Anak, Desainer Interior, Komisi Perlindungan Anak (KPAI), Pusat Kajian Mainan Rakyat/Tradisional, dan  diharapkan dapat bekerja sama untuk mewujudkan sanggar ini sebagai upaya penanganan trauma anak prasekolah korban kekerasan di Kota Bandung.