Articles

Pengkelasan dengan Skor Propensitas Marzuki, Marzuki; Fakhrurrazi, Fakhrurrazi
STATISTIKA: Forum Teori dan Aplikasi Statistika Vol 6, No 2 (2006)
Publisher : Program Studi Statistika Unisba

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perbandingan dua populasi dengan latar belakang objek (kovariat-kovariat) yang bervariasi akanmenghasilkan simpulan yang bias. Skor propensitas dapat digunakan sebagai salah satu solusinya.Pengkelasan objek dengan skor propensitas menghasilkan rata-rata persentase ketepatanpengkelasan dari 10 perulangan adalah 86.9% untuk satu kovariat dan bila dua kovariat maka rataratapersentase ketepatan pengkelasan terhadap objek dari 10 perulangan adalah 88.4%.
Pengkelasan dengan Skor Propensitas Marzuki, Marzuki; Fakhrurrazi, Fakhrurrazi
STATISTIKA: Forum Teori dan Aplikasi Statistika Vol 6, No 2 (2006)
Publisher : Program Studi Statistika Unisba

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perbandingan dua populasi dengan latar belakang objek (kovariat-kovariat) yang bervariasi akanmenghasilkan simpulan yang bias. Skor propensitas dapat digunakan sebagai salah satu solusinya.Pengkelasan objek dengan skor propensitas menghasilkan rata-rata persentase ketepatanpengkelasan dari 10 perulangan adalah 86.9% untuk satu kovariat dan bila dua kovariat maka rataratapersentase ketepatan pengkelasan terhadap objek dari 10 perulangan adalah 88.4%.
Pengkelasan dengan Skor Propensitas Marzuki, Marzuki; Fakhrurrazi, Fakhrurrazi
STATISTIKA: Forum Teori dan Aplikasi Statistika Vol 6, No 2 (2006)
Publisher : Program Studi Statistika Unisba

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.193 KB)

Abstract

Perbandingan dua populasi dengan latar belakang objek (kovariat-kovariat) yang bervariasi akanmenghasilkan simpulan yang bias. Skor propensitas dapat digunakan sebagai salah satu solusinya.Pengkelasan objek dengan skor propensitas menghasilkan rata-rata persentase ketepatanpengkelasan dari 10 perulangan adalah 86.9% untuk satu kovariat dan bila dua kovariat maka rataratapersentase ketepatan pengkelasan terhadap objek dari 10 perulangan adalah 88.4%.
Pendidikan Politik Dalam Mencerdaskan Regenerasi Muda Melalui Sekolah Fakhrurrazi, Fakhrurrazi
PASAI Vol 7, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Political education is a conscious effort, and aims to create a cadre of qualified nation in political life. Political education is not only true for adults who will become members or officials of political parties, but political education can be applied to school children, because these children are part of a community that has the right and obligation to the children and this is the time political future at stake. Political education in schools is also expected to create a political regeneration, because one political education success lies not in how political parties could produce the countrys leaders, but political success can be seen from the success of creating a political regenarsi through school education. The process of political education through school is a shared responsibility, and therefore directly related to the formal responsibilities stakeholders (school elements) is needed. Political education in schools can be reached in several ways, including through school curricula in particular subjects Citizenship Education, or the means of most concrete is through school student organizations, such as the Inter-School Students Organization (OSIS) and Praja Muda Karana (SCOUT).
Strategi Badan Reintegrasi Damai Aceh dalam Proses Disarmament, Demobilitation, Reintegration (DDR) di Aceh Fakhrurrazi, Fakhrurrazi
PASAI Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Badan Reintegrasi Damai Aceh (BRDA) didirikan berdasarkan Nota Kesepahaman Helsinki yang ditandatangani 15 Agustus 2005, khususnya pasal 3.2 yang menya-takan tentang reintegrasi bekas anggota GAM. Beragam upaya reintegrasi telah di-lakukan oleh pemerintah melalui pendekatan ekonomi, sosial, budaya, politik dan keamanan. Namun beragam hambatan muncul dalam proses reintegrasi mantan anggota GAM serta dalam implementasi proses tersebut yang dikawal oleh BRDA. Menggunakan konsep analisis wacana, dalam penelitian ini, penulis berupaya menggambarkan peran BRDA dalam proses reintegrasi mantan anggota GAM ke-dalam masyarakat serta hambatan-hambatan yang dihadapi dalam proses tersebut. Hasil penelitan menunjukkan bahwa muncul berbagai hambatan dalam proses rein-tegrasi mantan anggota GAM yakni hambatan dalam bidang ekonomi; hambatan dalam bidang politik, hukum dan keamanan; serta hambatan dalam bidang sosial budaya. BRDA juga terlihat belum optimal dalam menangani proses reintegrasi, masih terdapat banyak kekurangan.
Pemikiran Fazlur Rahman Tentang Konsep Pendidikan Tinggi Islam Di Era Globalisasi Fuadi, Fuadi; Fakhrurrazi, Fakhrurrazi
PASAI Vol 7, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Krisis metodologi tampaknya sangat disadari oleh Fazlur Rahman sebagai penyebab kemunduran pemikiran Islam. Bahwa alternatif metodologi dipandang Fazlur Rahman sebagai titik pusat penyelesaian krisis intelektualisme Islam. Implikasi dari alternatif metodologis ini merupakan proyek besar ummat Islam mengarah pada pembaharuan pemikiran Islam. Fazlur Rahman, bukanlah seorang tokoh parsial dalam aspek pemikiran tertentu, misalnya teologi, filsafat, hukum Islam dan sebagainya, tetapi ia hampir-hampir mengkaji dan menguasai segala aspek pemikiran Islam dalam posisi yang hampir merata. Keseluruhan pemikiran Fazlur Rahman merupakan wujud dan kesadarannya akan krisis yang dihadapi Islam dewasa ini, di mana krisis tersebut sebagian berakar dalam sejarah Islam sendiri, dan sebagian lagi adalah tantangan modernitas. 
Upaya Pemerintah Dalam Membangun Rekonsiliasi dan Pencegahan Konflik Sejak Dini Di Kalimantan Barat Syamsuwir, Syamsuwir; Fakhrurrazi, Fakhrurrazi
PASAI Vol 8, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Talking about Government Efforts in Building Reconciliation and Conflict Prevention in West Kalimantan since Dini, the vision of "Safe" is the right step to make it happen and is in line with the efforts concerned. The word "safe" in that vision implies that although the background is very heterogeneous community life they can still live together in a harmonious atmosphere, synergy and mutual understanding. Therefore, it is necessary to state that interdependence is inevitable in the life of society, nation and state. "Safe" is a dynamic concept because it recognizes that the interdependence of life and the ever-changing conditions, both constellation, perimbangannya, and the values that underlie and influence. Society "Safe" is a society that is able to realize a democratic political culture and tolerance, people who are able to put those individuals in a position parallel to and equal before the law and people who can always put the public interest above personal or group interests. To strengthen security, must be upheld development more equitable and just. In addition, law enforcement and the implementation of the principles of good governance is the key to realizing secure West Kalimantan.
Inhibition of 10% Alpinia galanga and Alpinia purpurata rhizome extract on Candida albicans growth Fakhrurrazi, Fakhrurrazi; Hakim, Rachmi Fanani; Cahya, Cut
Dental Journal (Majalah Kedokteran Gigi) Vol 45, No 2 (2012): (June 2012)
Publisher : Faculty of Dental Medicine, Universitas Airlangga

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.236 KB)

Abstract

Background: One of normal oral flora that found in human oral cavity is Candida albicans (C. albicans). The overgrowth of this species can lead to opportunistic infection known as candidiasis. Two natural plants, Alpinia galanga rhizome and Alpinia purpurata rhizome, are natural remedies containing flavonoid, saponin, tannin, and triterpenoid used as antifungal component. Purpose: This experimental laboratory study is aimed to determine the inhibition of Alpinia galanga rhizome and Apinia purpurata rhizome on the growth of C. albicans. Methods: Alpinia galanga rhizome and Alpinia purpurata rhizome were extracted in ethanol solvent using soxhletation method. The ratio test was conducted on those two extracts at the concentration of 10% toward the growth of C. albicans through agar diffusion method. Results: The results showed that 10% Alpinia galanga rhizome extract and 10% Alpinia purpurata rhizome extract were able to inhibit the growth of C. albicans, about 7.33 mm for Alpinia galanga rhizome extract and 6 mm for Alpinia purpurata rhizome extract. The results of statistical tests using independent samples t-test showed that there was no significant difference between the inhibition of 10% Alpinia galanga rhizome extract and that of 10% Alpinia purpurata rhizome extract. Conclusion: In conclusion 10% Alpinia galanga rhizome extract and 10% Alpinia purpurata rhizome extract have weak inhibition on C. albicans growth.Latar belakang: Candida albicans (C. albicans) merupakan flora normal yang terdapat dalam rongga mulut, jika keseimbangannya terganggu maka jamur tersebut akan menjadi patogen dan dapat menyebabkan infeksi dalam rongga mulut yaitu kandidiasis. Lengkuas rimpang putih maupun lengkuas rimpang merah merupakan tanaman yang mengandung senyawa antijamur berupa flavonoid, saponin, tanin, dan triterpenoid. Tujuan: Penelitian eksperimental laboratoris ini dilakukan untuk mengetahui perbandingan daya hambat ekstrak lengkuas rimpang putih (Alpinia galanga) dengan ekstrak lengkuas rimpang merah (Alpinia purpurata) terhadap pertumbuhan C. albicans. Metode: Ekstrak lengkuas rimpang putih maupun lengkuas rimpang merah diperoleh dengan metode soxhletasi. Dilakukan pengujian perbandingan kedua ekstrak pada konsentrasi 10% terhadap pertumbuhan C. albicans dengan menggunakan metode difusi agar. Hasil: Ekstrak lengkuas rimpang putih 10% dan ekstrak rimpang lengkuas merah 10% mampu menghambat pertumbuhan C. albicans dengan daya hambat rata 7,33 mm untuk ekstrak lengkuas rimpang putih dan 6 mm untuk ekstrak lengkuas rimpang merah 10%. Hasil uji statistik menggunakan independent sampel t test menunjukkan tidak ada perbedaan bermakna antara respon hambat ekstrak lengkuas rimpang putih dan ekstrak lengkuas rimpang merah. Kesimpulan: Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak lengkuas rimpang putih 10% dan ekstrak lengkuas rimpang merah 10% memiliki daya hambat yang lemah terhadap pertumbuhan C. albicans.
Invasif dan Persisten Pasteurella multocida Setelah Diinokulasi Secara Intratracheal pada Kalkun Abrar, Mahdi; Fakhrurrazi, Fakhrurrazi
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 4, No 2 (2010): J. Ked. Hewan
Publisher : Syiah Kuala University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (737.601 KB)

Abstract

The objective of this study was to evaluate the invasiveness and persistence of Pasteurella multocida after intratracheal inoculation on turkeys. Four strains of Pasteurella multocida, P-1059, T-325, CU, and M-9 were used in this study and intratracheally (IT) inoculated into turkeys. The number of viable bacteria in the trachea, lung, liver, spleen, and the blood were enumerated during periods of 6 and 9 hrs post inoculation (PI). The result showed that four strains of organism were present in the organ and the tissues observed. In the liver, spleen, and blood, the virulent P-1059 strain showed significant increases within 6 or 9 hrs PI. Strain CU showed significant increase only in the spleen. Two other strains did not show significant increase in any organs; strain M-9, on the other hand, showed significant decrease in the trachea. These results indicated that P-1059 and three other strains showed their ability to invade the tissues or organs when they are intratracheally inoculated.
KETUNTASAN BELAJAR BIOLOGI SMA DITINJAU DARI PROFIL PEMENUHAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN DAN KUALITAS PEMBELAJARAN Kurniawati, Munawwaroh; Irwan, Irwan; Fakhrurrazi, Fakhrurrazi; Sajidan, Sajidan
Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains) 2015: Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains)
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.153 KB)

Abstract

Kurikulum 2013 diterapakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Penerapan kurikulum 2013 di sekolah selalu dipantau untuk mengetahui sejauh mana pelaksanaan kurikulum 2013 dengan baik dan benar. Hasil pantauan digunakan sebagai dasar evaluasi pelaksanaan kurikulum 2013. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui pemetaan hasil observasi keterpenuhan 8 SNP di salah satu SMA Negeri di Surakarta, 2) mengetahui ketuntasan belajar berdasarkan pemetaan hasil UN mata pelajaran Biologi di salah satu SMA Negeri di Surakarta dan 3) mengetahui pemetaan pembelajaran di salah satu SMA Negeri di Surakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan metode deep interview, observasi, angket, survey dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan keterpenuhan 8 SNP sudah mencapai 92,13%, sehingga gap keterpenuhan 8 SNP hanya 7,87%. Dari indikator yang terdapat pada standar proses tersebut gab terdapat pada item pelaksanaan supervise kepala sekolah, evaluasi supervisi kepala sekolah, tindak lanjut hasil supervise dan penggunaan media ajar dalam pembelajaran. hasil UN siswa salah satu SMA Negeri di Surakarta pada mata pelajaran biologi menunjukkan hasil yang memuaskan dimana nilai rata-rata perolehan SMA tersebut sebesar 8,62. hasil analisis angket pembelajaran di salah satu SMA Negeri di Surakarta menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran berdasarkan kurikulum 2013 menurut guru telah mencapai 82%. Skor yang diperoleh sebesar 80 dari skor maksimal sebesar 97. Sedangkan menurut siswa capaian pelaksanaan pembelajaran berdasarkan kurikulum 2013 sebesar 69% dengan skor perolehan sebesar 67 dari skor maksimal 97. Hasil analisis angket observasi kegiatan pembelajaran diperoleh hasil bahwa guru sudah melakukan kegiatan pembelajaran dengan cukup bagus, mulai dari perencaan, pelaksanaan dan evaluasi dan kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru sudah sesuai dengan standar pelaksanaan kurikulum 2013 yang menggunakan pendekatan saintific. Tetapi, beberapa siswa masih menyatakan bahwa kurikulum 2013 yang diterapkan guru belum memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan belum memotivasi siswa untuk menemukan konsep sendiri.
Co-Authors Abdul Harris Abdyad, Baradillah Afrina, Dian Afriyani, Afriyani Ahmad, Sagasias aini, hafitatul Amalia Sutriana Amsal Amri Anggeriyani, Desy Anggita, Aulia Armansyah TR, T. Arvina, Arvina Azmansyah, Azmansyah Cut Cahya, Cut Darmawi Darmawi Darniati Darniati Daud AK, M. Dewi, Karunita Erina Erina Faisal Jamin Fajar, Syahrial Adi Fathiah Fathiah, Fathiah Ferisa, Wahyuda Fuadi Fuadi Gelagar, Ario Ridho Hadi, Devy Kartika Hamdani Budiman Hamny Hamny HENNIVANDA, HENNIVANDA Herliyani Farial Agoes, Herliyani Farial Indri Wahyuni Irwan Irwan Ismail Ismail Jhon Leo Danubrata, Jhon Leo Kamal, Safni Karmil, T Fadrial Keumala, Cut Nyak M Jakfar, Tarmizi M. Isa Mahdi Abrar Maryulia Dewi Marzuki Marzuki Maulana, Ichsan Melawati, Bahagia Muhammad Jalaluddin, Muhammad Mulyadi Adam, Mulyadi Munawwaroh Kurniawati, Munawwaroh Muttaqien Muttaqien, Muttaqien Muttaqin Muttaqin, Muttaqin Muzadin, Cut Iusma N Siregar, Tongku NURLIANA NURLIANA Nurul Mawaddah, Nurul Nuzul Asmilia Perangin Angin, Harni Anggraini Putri Handayani Putri, Amelia Andika Rachmi Fanani Hakim Ramadhani, Devi Rasmaidar Rasmaidar Rastina, Rastina Razali Razali Reimena, Resti Rinidar Rinidar, Rinidar Rosmaidar Rosmaidar, Rosmaidar Safika, Safika Safika, Safika Saidi, Taufik Sajidan Sajidan Savitri, Elza Sayuthi, Arman Sugito Sugito Sulasmi Sulasmi Syaiful Bahri Syamsuwir Syamsuwir Syarifah, Raysa Teuku Reza Ferasyi Triva Murtina Lubis Winaruddin Winaruddin Wulandari, Yusmadita Yudha Fahrimal Yulina Rahmi, Yulina Zakiah Heryawati Manaf, Zakiah Zakiyah Heryawati Manaf Zakwan, Muhammad