Nuniek Nizmah Fajriyah
Unknown Affiliation

Published : 15 Documents
Articles

Found 15 Documents
Search

Efektifitas Tindakan Oral Hygiene Antara Povidone Iodine 1% dan Air Rebusan Daun Sirih di Pekalongan Fajriyah, Nuniek Nizmah; Nurachmah, Elly; Gayatri, Dewi
Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIK) Vol 4, No 1 (2012): Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIK)
Publisher : STIKES Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Caring for apathetic patients include oral cavity hygiene must be performed in order to prevent complication.The purpose of the study is to compare effectiveness of oral hygiene nursing care using povidone iodine 1% and using boiled water of piper betle on the number of bacteria in apathetic patients. This study was conducted in Rumah Sakit Islam Pekajangan Pekalongan. The design of this study was quasi experimental non equivalent control group with pre test and post test. Samples were selected through a systematic random sampling method. The number of eight respondents was divided into two interventions, the first intervention consisted of four respondents and the second intervention consisted of four respondents. Samples were taken through oral swab pre and post oral hygiene nursing care using povidone iodine 1% and using boiled water of piper betle. The analyses comprised of dependent and independent t- tests. The result of the study showed no significant difference berween age and the number of aerob bacteria and anaerob bacteria before oral hygiene nursing care using povidone iodine 1% and using boiled water of piper betle (p=0,232, p=0,397, α 0,05). There is no significant difference between sex and the number of aerob bacteria and anaerob bacteria before oral hygiene nursing care using povidone iodine 1% and using boiled water of piper betle (p=0,676, p=0,725, α 0,05). There is a significant difference between number of aerob bacteria and anaerob bacteria before and after oral hygiene nursing care using povidone iodine 1% and using boiled water of piper betle (p=0,002, p=0,001, α 0,05) and there is no significant difference between the number of aerob bacteria and anaerob bacteria after oral hygiene nursing care using povidone iodine 1% and using boiled water of piper betle (p=0,350, p=0.575 at α 0,05). This study concluded that povidone iodine 1% and boiled water of piper betle have the same effectiveness in reducing aerob and anaerob bacterias in the apathetic patients. Keyword : effectivity, oral hygiene, povidone iodine, piper betle Abstrak Perawatan rongga mulut pada klien penurunan kesadaran harus dilakukan untuk mencegah komplikasi, karena mikroorganisme yang berasal dari rongga mulut dapat menyebabkan infeksi atau penyakit di bagian tubuh yang lain. Tujuan penelitian adalah  mengetahui perbandingan efektifitas tindakan keperawatan oral hygiene antara povidone iodine 1% dan air rebusan daun sirih terhadap jumlah bakteri klien penurunan kesadaran. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Islam Pekajangan Pekalongan. Desain penelitian kuasi eksperimen non equivalent control group dengan pre dan post test. Sampel diambil dengan metode systematic  random sampling, pada delapan responden yang terbagi menjadi dua intervensi, intervensi pertama empat responden dan intervensi kedua empat responden, sampel diambil melalui swab mulut pre dan post tindakan keperawatan oral hygiene povidone iodine 1% dan air rebusan daun sirih, analisis menggunakan uji t dependent dan uji t independent. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak ada hubungan signifikan antara umur dan jumlah bakteri aerob dan anaerob sebelum tindakan keperawatan oral hygiene povidone iodine 1% dan air rebusan daun sirih (p=0,232, p=0,397, α 0,05). Tidak ada hubungan signifikan antara jenis kelamin dan jumlah bakteri aerob dan anaerob sebelum tindakan keperawatan oral hygiene povidone iodine 1% dan air rebusan daun sirih (p=0,676, p=0,725, α 0,05). Ada perbedaan yang signifikan antara jumlah bakteri aerob dan anaerob sebelum dan setelah tindakan keperawatan oral hygiene povidone iodine 1% dan air rebusan daun sirih (p=0,002 dan p=0,001, α 0,05) serta tidak ada perbedaan signifikan selisih rata-rata jumlah bakteri aerob dan anaerob sebelum dan setelah tindakan keperawatan oral hygiene povidone iodine 1% dan air rebusan daun sirih (p=0,350, p=0.575, α 0.05). Penelitian ini menyimpulkan antara povidone iodine 1% dengan air rebusan daun sirih, sama efektifnya untuk menurunkan bakteri aerob dan anaerob klien penurunan kesadaran. Kata kunci : efektivitas, oral hygiene, povidone iodine, sirih
PENGETAHUAN MENCUCI TANGAN PENUNGGU PASIEN MENGGUNAKAN LOTION ANTISEPTIC Fajriyah, Nuniek Nizmah
PROSIDING SEMINAR NASIONAL 2015: Prosiding Bidang MIPA dan Kesehatan The 2nd University Research Colloquium
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.448 KB)

Abstract

Pasien, petugas kesehatan, pengunjung dan penunggu pasien merupakan kelompok yang paling berisiko terjadinya infeksi nosokomial, karena infeksi ini dapat menular dari pasien ke petugas kesehatan, dari pasien ke pengunjung atau keluarga ataupun dari petugas ke pasien. Mencuci tangan merupakan tindakan yang dilakukan dalam usaha untuk mencegah terjadinya infeksi nosokomial. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran pengetahuan mencuci tangan penunggu pasien menggunakan lotion antiseptic. Sampel dalam penelitian ini adalah penunggu pasien di ruang bangsal perawatan kelas III di RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan. Teknik pengambilan sampel menggunakan consequetive yaitu pengambilan sampel pada saat tersebut disesuaikan dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Sampel berjumlah 156 responden. Hasil penelitian pengetahuan penunggu pasien tentang cuci tangan lotion antiseptic di ruang bangsal perawatan kelas III RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan didapat 156 responden. Pengukuran pengetahuan menggunakan kuesioner dengan jumlah 18 pernyataan. Berdasarkan hasil penelitian masing-masing sebanyak 20 responden berpengetahuan baik, 108 responden berpengetahuan cukup, dan 28 responden berpengetahuan kurang. Saran peneliti, petugas kesehatan dapat memberikan penyuluhan kesehatan terkait cuci tangan dengan menggunakan audio visual atau banner (langkah cuci tangan yang benar) di tiap ruangan yang strategis, seperti ruang tunggu pasien.Kata Kunci : Cuci tangan, pengetahuan, penunggu pasien
Efektivitas Kompres Hangat tehadap Skala Nyeri pada Pasien Gout Kartika Sani, Aida Tyas; winarsih, Winarsih; Fajriyah, Nuniek Nizmah
Jurnal Ilmu Kesehatan (JIK) Vol 5, No 2 (2013): Jurnal ILMU KESEHATAN (JIK)
Publisher : Jurnal Ilmu Kesehatan (JIK)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gout adalah salah satu penyakit arthritis yang disebabkan oleh metabolisme abnormal purin yang ditandai dengan meningkatnya kadar asam urat dalam darah. Kejadian gout sering ditemukan pada penderita laki-laki diatas umur 50 tahun. Hampir 85-90% penderita yang mengalami serangan pertama biasanya mengenai satu persendian dan umumnya pada sendi antara ruas tulang telapak kaki dengan jari kaki. Intervensi Independen adalah seperti pengaturan posisi, istirahat, atur posisi fisiologis, atur posisi dengan fiksasi atau imobilisasi, teknik relaksasi, relaksasi nafas abdomen, dan kompres. Penelitian bertujuan untuk mengetahui efektifitas kompres hangat terhadap skala nyeri pada pasien gout di Wilayah Kerja Puskesmas Batang III Kabupaten Batang Tahun 2013. Desain penelitian ini menggunakan metode quasy eksperimental dengan pendekatan two group pretest posttes design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan rata-rata skala nyeri setelah dilakukan intervensi kompres hangat adalah terjadinya penurunan skala nyeri pada pasien gout. Penatalaksanaan nyeri terdiri atas intervensi yang bersifat independen atau nonfarmakologi dan intervensi kolaboratif atau pendekatan secara individu. intervensi nyeri kolaboratif adalah dengan analgesik seperti Non-narkotik dan obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAIDs), analgesik narkotik atau opiat, obat tambahan (adjuvan) atau ko-analgesik. Sedangkan intervensi Independen adalah seperti pengaturan posisi, istirahat, atur posisi fisiologis, atur posisi dengan fiksasi atau imobilisasi, teknik relaksasi, relaksasi nafas abdomen, dan kompres
Tekanan Darah Ibu Hamil Primigavida Sebelum dan Sesudah melakukan Olahraga Jalan Kaki Selama Sepuluh Menit Taufik, Mokhamad; Chakim, Nur; Fajriyah, Nuniek Nizmah
Jurnal Ilmu Kesehatan (JIK) Vol 6, No 1 (2014): Jurnal ILMU KESEHATAN (JIK)
Publisher : Jurnal Ilmu Kesehatan (JIK)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) adalah banyaknya kematian perempuan pada saat hamil atau selama 42 hari sejak terminasi kehamilan tanpa memandang lama dan tempat persalinan, yang disebabkan karena kehamilannya atau pengelolaannya. Angka Kematian Ibu (AKI) di seluruh dunia pada tahun 2008 diperkirakan sebesar 358.000. Negara berkembang menyumbangkan 99% (355.000) dari kematian ibu tersebut di mana Afrika Sub-Sahara dan Asia Tenggara berkontribusi sebesar 87% (313.000) dari kematian ibu secara global. Penyebab utama kematian ibu adalah pendarahan (40-50%), infeksi dan sepsis (20-30%), dan toksemia dalam kehamilan (20-30%). Faktor yang dapat meningkatkan kejadiannya adalah kehamilan pertama kali atau primigravida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tekanan darah ibu hamil primigravida sebelum dan sesudah melakukan olahraga jalan kaki selama sepuluh menit di kecamatan buaran kabupaten pekalongan Pada Juni 2013. Penelitian yang dilakukan menggunakan desain pre-eksperiment dengan rancangan one group pretest-postest design tanpa kelompok pembanding. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara acak (random sampling) dengan jumlah 20 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada penurunan tekanan darah pada ibu hamil primigavida sesudah melakukan jalan kaki sepuluh menit. Untuk menurunkan angka kematian ibu secara bermakna, kegiatan deteksi dini ibu hamil berisiko perlu lebih ditingkatkan baik di fasilitas pelayanan KIA maupun di masyarakat.Maternal Blood Pressure primigravid before and after doing sports Walking Over Ten Minutes Abstract. Maternal Mortality Rate (MMR) is the number of deaths of women during pregnancy or during the 42 days of termination of pregnancy regardless of the duration and place of delivery, which is caused by pregnancy or its management. Maternal Mortality Rate (MMR) in all over the world in 2008 is estimated at 358 000. Developing countries contributed 99% (355,000) of these maternal deaths where Sub-Saharan Africa and Southeast Asia accounted for 87% (313,000) of maternal deaths globally. The main causes of maternal mortality are hemorrhage (40-50%), infection and sepsis (20-30%), and toxemia of pregnancy (20-30%). Factors that can increase the incidence was the first pregnancy or primigravidae. This study aims to describe primigravida pregnant mothers blood pressure before and after exercise walking for ten minutes in the district Buaran Pekalongan district in June 2013. Research carried out using pre-experimental design with the design of one group pretest-posttest design with no comparison group. The sampling technique was randomly (random sampling) by the number of 20 respondents. The results showed that there was a decrease in blood pressure in pregnant women primigavida after doing a ten minute walk. To reduce maternal mortality significantly, early detection activities at risk pregnant women should be improved both in facilities and in the community MCH services.    
Gambaran Pengetahuan Pasien Stroke Tentang ROM (Range Of Motion) Fajriyah, Nuniek Nizmah
Jurnal Ilmu Kesehatan (JIK) Vol 6, No 1 (2014): Jurnal ILMU KESEHATAN (JIK)
Publisher : Jurnal Ilmu Kesehatan (JIK)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut data dari World Health Organization (WHO) pada tahun 2011 terdapat 15.000.000 orang di dunia yang mengalami Stroke setiap tahunnya. Dari jumlah tersebut terdapat 5 (lima) juta jiwa meninggal dunia dan 5 (lima) juta jiwa lainnya mengalami cacat total permanen. Stroke yaitu suatu sindroma yang mempunyai serangan yang mendadak pada salah satu bagian otak yang menyebabkan terjadinya kematian jaringan otak yang mengakibatkan kelumpuhan atau kematian. Pengetahuan adalah merupakan hasil “tahu” dan ini terjadi setelah orang mengadakan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Pengindraan terhadap objek terjadi melalui panca indra manusia yakni penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa, dan raba dengan sendiri. ROM adalah kemampuan maksimal seseorang dalam melakukan gerakan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Gambaran Pengetahuan Pasien Stroke Tentang ROM (Range Of Motion) di RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan Kabupaten Pekalongan. Sampel yang digunakan sebanyak 30 responden. Populasi pada penelitian ini adalah semua pasien Stroke selama 1 periode tahun 2013 di RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan  Kabupaten Pekalongan sebanyak 238 orang. Teknik pengambilan sampel yang  digunakan dalam penelitian ini adalah teknik propability sampling dan non ferbality sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 30 responden yang diteliti, yang mempunyai tingkat pengetahuan cukup sebanyak 9 responden (30.0%), tingkat pengetahuan kurang sebanyak 21 responden (70.0%). Maka hasil tingkat pengetahuan responden dari data diatas memperoleh gambaran bahwa sebagian besar responden mempunyai tingkat pengetahuan yang kurang tentang latihan ROM (Range Of Motion). Saran bagi peneliti, berharap adanya penelitian lanjut terkait faktor-faktor lain yang berhubungan ROM (Range Of Motion).
Efektivitas Minyak Zaitun untuk Pencegahan Kerusakan Kulit pada Pasien Kusta Andriani, Ari; Fatmawati, Fatmawati; Fajriyah, Nuniek Nizmah
Jurnal Ilmu Kesehatan (JIK) Vol 7, No 1 (2015): ILMU KESEHATAN (JIK)
Publisher : Jurnal Ilmu Kesehatan (JIK)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kusta merupakan penyakit kronik dan menular yang sering terjadi pada masyarakat yang kurang menjaga kebersihan dengan baik. Kusta sering ditemukan pada daerah yang beriklim panas, penyakit ini terutama menyerang saraf dan kulit. Di Indonesia penderita kusta pada tahun 2012 sebanyak 23.169 dan jumlah kecacatan tingkat 2 diantara penderita baru sebanyak 2.025 orang atau 10,11%. Jika dibandingkan tahun 2011 terjadi peningkatan dimana jumlah penderita kusta mencapai 20.023 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian minyak zaitun dalam upaya pencegahan kerusakan kulit pada penderita kusta. Desain penelitian ini menggunakan quasy eksperimental dengan menggunakan rancangan penelitian pre test and post test design. Penelitian dilakukan di Puskesmas Buaran Pekalongan pada Tahun 2012. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling yang berjumlah 35 responden. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah lembar checklist observasi sebelum dan sesudah menggunakan minyak zaitun. Hasil penelitian didapatkan 93,3% penderita kusta tidak mengalami kerusakan kulit setelah pemberian minyak zaitun dan 6,7% penderita kusta yang masih mengalami kerusakan kulit. Upaya pencegahan kerusakan kulit penderita kusta dapat dilakukan di rumah dengan melakukan perawatan diri dengan rajin. Kata Kunci                  : Minyak Zaitun, Kusta
Kejadian Ulkus Diabetik Pada Pasien Diabetes Melitus Yang Merokok Fajriyah, Nuniek Nizmah; Kamalah, Aisyah Dzil; Fatikhah, Nurul; Amrullah, Annas Jaya
Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIK) Vol 5, No 2 (2013): Jurnal ILMIAH KESEHATAN (JIK)
Publisher : Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIK)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Diabetes Melitus merupakan penyakit sistemis, kronis dan multifaktorial yang dicirikan dengan hiperglikemia dan hiperlipidemia. Angka prevalensi Diabetes Melitus di dunia telah mencapai jumlah wabah atau epidemik. WHO memperkirakan pada Negara berkembang tahun 2025 akan muncul 80% kasus baru. Penderita Diabetes dianjurkan untuk tidak merokok, karena merokok dapat memperlambat kerja aliran darah dalam kulit dan menyebabkan lambat dalam menyerap insulin ke dalam darah, serta menjadikan efektivitas kerja insulin dalam darah itu sendiri menjadi berkurang. Penelitian bertujuan untuk mengetahui Kejadian Ulkus Diabetik pada pasien Diabetes Melitus yang Merokok di Wilayah Kerja Puskesmas Kedungwuni II Kabupaten Pekalongan. Desain penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional yang pengumpulan datanya dilakukan pada satu titik waktu. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah 40 responden. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan kuesioner sebagai instrumen pengumpulan data. Hasil analisis Pasien Diabetes Melitus dalam kategori Merokok adalah 27 Pasien (67,5%) dan Pasien yang Tidak Merokok sebesar 13 Pasien (32,5%). Kejadian Ulkus Diabetik pada Pasien Diabetes Melitus yang Merokok yang mengalami Ulkus Diabetik sebesar 27 pasien (100%). Penanggulangan dan pencegahan Ulkus Diabetik harus ditingkatkan dengan memberikan penyuluhan kepada pasien dan keluarga tentang penyakit Diabetes Melitus, penatalaksanaan secara umum, obat-obatan, perencanaan makan, pola gaya hidup sehat termasuk berhenti merokok. Kata Kunci                  : Ulkus Diabetik, Merokok The Incidence of Diabetic Ulcers in Smokers Patients Diabetes Mellitus Abstract. Diabetes mellitus is a systemic disease, chronic and multifactorial characterized by hyperglycemia and hyperlipidemia. The prevalence rate of diabetes mellitus in the world has reached the number of outbreaks or epidemics. WHO estimates that in developing countries in 2025 will appear 80% of new cases. Diabetics are encouraged not to smoke, because smoking can slow down blood flow in the skin and cause slow in absorbing the insulin into the blood, and make the effectiveness of insulin in the blood itself is reduced. The study aims to determine the incidence of diabetic ulcers in patients with diabetes mellitus who smoke in Puskesmas Kedungwuni II Pekalongan. Design This study uses descriptive study with cross-sectional data collection is done at one point in time. The sampling technique in this study using purposive sampling with 40 respondents. Measuring instruments used in this study using a questionnaire as data collection instruments. Diabetes Mellitus Patients analysis results in the category of smoke were 27 patients (67.5%) and patients were not smoking at 13 patients (32.5%). The incidence of Diabetic Ulcers in Patients with Diabetes Mellitus who smoke who have diabetic ulcers by 27 patients (100%). Diabetic Ulcers reduction and prevention should be increased to provide counseling to patients and families about the disease diabetes mellitus, general management, medication, meal planning, healthy lifestyle patterns including quitting smoking. Keywords: Diabetic Ulcers, Smoking
Tingkat Kecemasan dan Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Kusta Fajriyah, Nuniek Nizmah; Dharmawan, Dwi Agus; Herdiyanto, Satya
Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIK) Vol 5, No 2 (2013): Jurnal ILMIAH KESEHATAN (JIK)
Publisher : Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIK)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Kusta merupakan penyakit menahun yang menyerang syaraf tepi, kulit dan organ tubuh manusia yang dalam jangka panjang mengakibatkan sebagian anggota tubuh penderita tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Kejadian kusta baik baru maupun lama di Kabupaten Pekalongan pada tahun 2009 sebesar 123 kasus dengan jumlah kematian 8 orang. Timbulnya tanda dan gejala menimbulkan kecemasan pada penderita maupun keluarga karena kurangya pengetahuan tentang penyakit tersebut dan timbulnya perasaan negatif karena keadaan yang ada, sehingga penderita enggan untuk berobat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kecemasan dengan kepatuhan minum obat pada penderita kusta di Kecamatan Bojong dan Kecamatan Buaran Kabupaten Pekalongan Tahun 2013. Desain penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan sampel jenuh dengan jumlah 32 responden. Alat pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner dalam bentuk check list. Hasil penelitian didapatkan sebanyak 17 responden mengalami tingkat kecemasan ringan dan 15 responden mengalami tingkat kecemasan sedang. Sedangkan kepatuhan minum obat didapatkan 20 responden yang patuh minum obat, dan 12 responden tidak patuh minum obat. Kepatuhan minum obat menjadi aspek penting bagi klien kusta, karena kepatuhan minum obat harus dilakukan oleh klien kusta untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal, dalam hal ini adalah kesembuhan. Kata Kunci                  : Kecemasan, Kepatuhan Minum Obat, Kusta Anxiety levels and Drink Drug Compliance in Patients with Leprosy Abstract. Leprosy is a chronic disease that attacks the nervous edge, skin and organs of the human body in the long run lead to some members of the patients body can not function properly. The incidence of leprosy, both new and old in Pekalongan in 2009 amounted to 123 cases with 8 deaths. The onset of signs and symptoms cause anxiety in patients and families because of a lack of knowledge about the disease and the onset of negative feelings due to the existing situation, so that patients are reluctant to seek treatment. This study aims to describe the level of anxiety with medication adherence in patients with leprosy in the district and sub-district Bojong Buaran Pekalongan 2013. The design of this research using descriptive research. The sampling technique using a sample saturated with a number of 32 respondents. Data collection tools by using the questionnaire in the form of check list. The result showed a total of 17 respondents experiencing mild anxiety level and 15 respondents experienced a moderate level of anxiety. While medication adherence obtained 20 respondents who dutifully taking medication, and 12 respondents did not obey taking medication. Medication adherence is an important aspect for clients leprosy, since medication adherence should be done by leprosy clients to achieve optimal health status, in this case is healing. Keywords: Anxiety, Drug Drinking Compliance, Leprosy
Efektifitas Kompres Hangat Terhadap Skala Nyeri Pada Pasien Gout Fajriyah, Nuniek Nizmah; Kartika Sani, Aida Tyas; Winarsih, Winarsih
Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIK) Vol 5, No 2 (2013): Jurnal ILMIAH KESEHATAN (JIK)
Publisher : Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIK)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Gout adalah salah satu penyakit arthritis yang disebabkan oleh metabolisme abnormal purin yang ditandai dengan meningkatnya kadar asam urat dalam darah. Kejadian gout sering ditemukan pada penderita laki-laki diatas umur 50 tahun. Hampir 85-90% penderita yang mengalami serangan pertama biasanya mengenai satu persendian dan umumnya pada sendi antara ruas tulang telapak kaki dengan jari kaki. Intervensi Independen adalah seperti pengaturan posisi, istirahat, atur posisi fisiologis, atur posisi dengan fiksasi atau imobilisasi, teknik relaksasi, relaksasi nafas abdomen, dan kompres. Penelitian bertujuan untuk mengetahui efektifitas kompres hangat terhadap skala nyeri pada pasien gout di Wilayah Kerja Puskesmas Batang III Kabupaten Batang Tahun 2013. Desain penelitian ini menggunakan metode quasy eksperimental dengan pendekatan two group pretest posttes design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan rata-rata skala nyeri setelah dilakukan intervensi kompres hangat adalah terjadinya penurunan skala nyeri pada pasien gout. Penatalaksanaan nyeri terdiri atas intervensi yang bersifat independen atau nonfarmakologi dan intervensi kolaboratif atau pendekatan secara individu. intervensi nyeri kolaboratif adalah dengan analgesik seperti Non-narkotik dan obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAIDs), analgesik narkotik atau opiat, obat tambahan (adjuvan) atau ko-analgesik. Sedangkan intervensi Independen adalah seperti pengaturan posisi, istirahat, atur posisi fisiologis, atur posisi dengan fiksasi atau imobilisasi, teknik relaksasi, relaksasi nafas abdomen, dan kompres. Kata Kunci                  : Kompres Hangat, Skala Nyeri, Gout Warm compresses Effectiveness Against Pain Scale In Gout Patients Abstract. Gout is one of the arthritis disease caused by abnormal purine metabolism characterized by increased levels of uric acid in the blood. The incidence of gout is often found in male patients over the age of 50 years. Nearly 85-90% of patients who experienced a first attack usually affects the joints and is generally in the joints between the vertebrae feet with toes. Independent intervention is like setting position, resting, position the physiological, adjust the position of the fixation or immobilization, relaxation techniques, relaxation breath abdomen, and compress. The study aims to determine the effectiveness of warm compresses on the pain scale in gout patients in Puskesmas Batang III, Batang 2013. The design of this study using an experimental approach quasy two group pretest posttes design. The results showed that the change in average pain scale after warm compresses intervention is the decreasing scale of pain in patients with gout. Pain management consists of interventions which are independent or nonpharmacological and collaborative intervention approach or individually. pain is a collaborative intervention with such Non-narcotic analgesics and nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs), narcotic analgesics, or opiates, additional drugs (adjuvant) or co-analgesics. While the Independent intervention is like setting position, resting, position the physiological, adjust the position of the fixation or immobilization, relaxation techniques, relaxation breath abdomen, and compress. Keywords: Warm Compress, Scale Pain, Gout
Pengetahuan Ibu Hamil Trimester III Tentang Asi Eksklusif Fajriyah, Nuniek Nizmah; Purwitaningtyas, Ratnawati; Fitriyani, Fitriyani
Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIK) Vol 8, No 2 (2015): JURNAL ILMIAH KESEHATAN
Publisher : Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIK)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Rendahnya tingkat pemahaman tentang pentingnya ASI selama 6 bulan pertama kelahiran bayi disebabkan kurangnya informasi dan pengetahuan yang dimiliki oleh para ibu. Adanya mitos tentang menyusui juga membuat para ibu mencari alternatif dengan memberi susu formula saat bayi lapar. Kegiatan promosi pemberian ASI eksklusif sejak dini kepada ibu hamil, terutama ibu hamil trimester ketiga, bertujuan agar ibu lebih siap memberikan ASI sedini mungkin tanpa memberikan makanan atau minuman, karena pada trimester ketiga ibu merasa realistik, mempersiapkan kelahiran dan sudah mempersiapkan menjadi orang tua. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu hamil trimester III tentang ASI eksklusif. Metode penelitian yang digunakan bersifat deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil primigravida trimester III di Wilayah Kerja Puskesmas Doro I Kabupaten Pekalongan pada tahun 2014. Tehnik pengambilan sampel menggunakan total populasi sebanyak 40 ibu hamil. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan ibu hamil trimester III tentang ASI eksklusif adalah lebih dari separuh memiliki pengetahuan  cukup yaitu sebesar 65%. Hendaknya tenaga kesehatan lebih meningkatkan pengetahuan masyarakat, khususnya ibu hamil primigravida trimester III, yaitu dengan memberikan penyuluhan tentang ASI eksklusif dengan baik menggunakan media yang tepat seperti memperlihatkan video menyusui serta menggunakan media yang menarik, waktu penyuluhan pun harus diperhatikan sebaiknya saat kelas ibu hamil. Kata kunci                   :           Pengetahuan, Ibu Hamil Trimester III, ASI eksklusif Knowledge Pregnant of Trimester III About Exclusive Breastfeeding Abstract. The low level of understanding about the importance of breastfeeding during the first 6 months of a babys birth due to lack of information and knowledge possessed by the mother. The presence of myths about breastfeeding also make mothers look for an alternative to formula feeding when the baby is hungry. Promotional activities early exclusive breastfeeding to pregnant women, especially third trimester pregnant women, aims to be more ready to give breastfeeding mothers as early as possible without providing food or drink, because in the third trimester mother feels realistic, preparing for the birth and is preparing to become parents. The purpose of this study to describe the knowledge of third trimester pregnant women about exclusive breastfeeding. The method used is descriptive. The population in this study were all pregnant women in the third trimester primigravidae Puskesmas District Doro I Pekalongan in 2014. Sampling technique using a total population of 40 pregnant women. The results showed knowledge of third trimester pregnant women about exclusive breastfeeding is more than half have sufficient knowledge that is equal to 65%. Health workers should further improve the knowledge society, particularly the third trimester pregnant women primigravida, by providing information about exclusive breastfeeding properly use appropriate media such as video shows breastfeeding and the use of media interest, a time extension must also be considered when the class should pregnant women. Keywords: Knowledge, Pregnancy Trimester III, exclusive breastfeeding