Andika Fajar
National Nuclear Energy Agency

Published : 10 Documents
Articles

Found 10 Documents
Search

OBSERVATION OF AMPLITUDE MODE UNDER DC ELECTRIC FIELD IN SMECTIC-Cα* PHASE Fajar, Andika; Orihara, Hiroshi
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 11, No 2 (2010): Februari 2010
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (41.834 KB)

Abstract

Linear and nonlinear dielectric spectroscopy under DC electric fields has been performed in the high temperature region of smectic-Cα* phase of an antiferroelectric liquid crystal 4-(1-methylheptyloxycarbonyl) phenyl 4-octylcarbonyloxybiphenyl-4-carboxylate (MHPOCBC) to obtain a deeper insight of dynamic properties. It is observed a softening of amplitude mode and ferroelectric mode with increasing the DC field close to the smectic-Cα*-smectic-A(C) phase boundary line. It was seen that the relaxation frequency of the amplitude mode obeys the Curie-Weiss law with respect to the applied electric field.Keywords: Dielectric relaxation, Nonlinear dielectric,MHPOCBC, DC field.
Electric-Field Induced Tricritical Points in Antiferroelectric Liquid Crystal Fajar, Andika
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 6, No 1 (2010)
Publisher : Jurnal Fisika dan Aplikasinya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.609 KB)

Abstract

The electric field effect on the smectic-A - smectic-C* phase transition of antiferroelectric liquid crystal have been investigated theoretically. A phenomenological theory under DC field has been developed to establish the calculated hysteresis loop and the E (electric field)−T (temperature)phase diagram, in which a tricritical point was found.
DIFRAKSI NEUTRON UNTUK PENELITIAN STRUKTUR BAHAN MAGNETIK Fajar, Andika; Rahardjo, H. M.; Purwanto, A.; Santoso, Eddy
Jurnal Sains Materi Indonesia Edisi Khusus Oktober 2007
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Material - National Nuclear Energy Agency of

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.323 KB)

Abstract

DIFRAKSI NEUTRON UNTUK PENELITIAN STRUKTUR BAHAN MAGNETIK. Difraksi neutron merupakan peralatan yang penting dalam menentukan struktur magnetik dari bahan kristalin.Makalah ini menjelaskan pemanfaatan difraktometer neutron serbuk resolusi tinggi yang terdapat di BATAN, yang didedikasikan untuk penelitian struktur. Diperlihatkan juga hasil pengukuran pola difraksi neutron pada cuplikan MnO dan MnF2 di atas dan di bawah suhu Neel. Pola difraksi di bawah suhu Neel memperlihatkan munculnya puncak-puncak Bragg baru yang disebabkan oleh strukturmagnetik sebagai tambahan dari puncak Bragg nuklir.
PENENTUAN STRUKTUR MAGNETIK CaMnO3 DENGAN DIFRAKSI NEUTRON Suharno, Suharno; Purwanto, Agus; Fajar, Andika; Kurniawan, Budhy; Mugihardjo, Herry; Adi, Wisnu Ari
Jurnal Sains Materi Indonesia Edisi Khusus, Oktober 2006
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Material - National Nuclear Energy Agency of

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.685 KB)

Abstract

PENENTUAN STRUKTUR MAGNETIK CaMnO3 DENGAN DIFRAKSI NEUTRON. Informasi mengenai struktur magnetik tidak dapat diperoleh melalui difraksi sinar-X (XRD). Oleh karena itu dibutuhkan data yang berasal dari difraksi neutron. Struktur magnetik CaMnO3 dalam penelitian ini dijelaskan melalui difraksi neutron metode serbuk. Preparasi sampel CaMnO3 mula-mula mencampur bahan dasar melalui perhitungan kimia, setelah itu dilanjutkan melalui proses milling dengan variasi waktu dan variasi pemanasan. Dari hasil karakterisasi melalui difraksi sinar-X diperoleh bahwa, fasa baru CaMnO3 terbentuk pada milling selama 12 jam dan pemanasan 1000 ºC selama 9 jam. Sistem kristal berada pada sistem simetri orthorhombik dengan group ruang (Pnma -D162h) dan parameter kisi (di suhu 12 K), a = 5,2801 Å, b = 7,4432 Å, c = 5,2588 Å. CaMnO3 memiliki suhu Neel di 131 K[3], artinya bahan ini berubah sifat menjadi antiferomagnetik jika berada di bawah suhu Neel. Hasil difraksi neutron CaMnO3, sifat magnetik muncul pada atom Mn di suhu 12 K sudut 2θ=24,486 bidang pantulan hkl (011) dengan struktur magnetik pada atom Mn di posisi simetri 4b(0,0,½) adalah nonkolinear antiferromagnetik dan momen magnetiknya m(Mn) = 1,73 μB.
IDENTIFIKASI FASA FEROELEKTRIK PADA KRISTAL CAIR EP10PBNP Fajar, Andika; Rachman Putra, Edy Giri; Orihara, Hiroshi
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 6, No 3: JUNI 2005
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (869.384 KB)

Abstract

IDENTIFIKASI FASA FEROELEKTRIK PADA KRISTAL CAIR EP10PBNP. Telah dilakukan pengukuran tetapan dielektrik kristal cair 1-ethylpropyl (S)-2-{6-[4-(4’-decyloxyphenyl) benzoyloxyl]-2-naphthyl} propionate (EP10PBNP) untuk mengidentifikasi fasa serta mempelajari dinamika molekulnya di sekitar daerah transisi fasa, yaitu dari fasa smektik-A (SmA) ke fasa lain yang berada di bawah suhu transisi. Dari hasil analisis diperoleh bahwa fasa feroelektrik smektik-C* (SmC*) terbentuk di bawah fasa SmA. Di samping itu, telah diperoleh hubungan antara frekuensi relaksasi dari ferroelectric soft mode dan ferroelectric goldstone mode terhadap suhu. Perubahan frekuensi relaksasi ferroelectric soft mode pada fasa SmA mengikuti hukum Curie-Weiss.
PENGGUNAAN HIGH RESOLUTION NEUTRON POWDER DIFFRACTOMETER UNTUK MENENTUKAN STRUKTUR KRISTAL DAN MAGNETIK SENYAWA La0,47Ca0,53Mn1-yCuyO3 (0 < y < 0,09) Gunanto, Y E; Purwanto, A; Fajar, Andika; Mugirahardjo, H; A, Wisnu A; Kurniawan, B; Poertadji, S
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 14, No 1: Oktober 2012
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.81 KB)

Abstract

PENGGUNAAN HIGH RESOLUTION NEUTRON POWDER DIFFRACTOMETER UNTUK MENENTUKAN STRUKTUR KRISTAL DAN MAGNETIK SENYAWA La0,47Ca0,53Mn1-yCuyO3 (0 < y < 0,09). Telah dianalisis pada suhu ruang dan suhu rendah struktur kristal dan magnetik sampel La0,47Ca0,53Mn1-yCuyO3 0 < y < 0,09 menggunakan High Resolution Neutron Powder Diffractometer (HRPD). Didapatkan bahwa pada suhu ruang dan suhu rendah, sampel mempunyai struktur kristal orthorhombic dengan space group Pnma. Semakin meningkat nilai x, maka volume kisi semakin besar juga. Pada suhu ruang sampel mempunyai sifat paramagnetik, sedangkan pada suhu rendah bersifat antiferomagnetik bercampur feromagnetik. Nilai momen magnetik semakin kecil seiring meningkatnya nilai x.
DIELECTRIC PROPERTIESOF SMECTIC-Cα* PHASE Fajar, Andika; Orihara, Hiroshi
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 7, No 3: JUNI 2006
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.465 KB)

Abstract

DIELECTRIC PROPERTIESOF SMECTIC-Cα* PHASE. Linear and third-order nonlinear dielectric measurements have been performed within the smectic-Cα* phase of antiferroelectric liquid crystal 4-(1-methyl-heptyloxycarbonyl) phenyl 4-octylcarbonyloxybiphenyl-4-carboxylate (MHPOCBC). In the low temperature region of smectic-Cα* phase, we observed the hysteresis of dielectric constant in cooling and heating process measurement. From the frequency dispersion measurement, it has been found that the frequency relaxation of antiferroelectric Goldstone mode and ‘low frequency mode’, decreased with increasing the temperature until approach the center of the smectic-Cα* phase.
FLUCTUATION-INDUCED KERR EFFECT IN CHIRAL SMECTIC-A LIQUID CRYSTAL PHASE Fajar, Andika
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 8, No 3: JUNI 2007
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.107 KB)

Abstract

FLUCTUATION-INDUCED KERR EFFECT IN CHIRAL SMECTIC-A LIQUID CRYSTAL PHASE. The second-order electrooptic responses under large orientational fluctuations in a chiral smectic-A liquid crystal phase has been studied theoretically. The formula for analyzing the frequency dispersion of Kerr effect considering the fluctuations has been derived. The possibility of the nonlinear electrooptic response observing the soft mode condensation inducing the smectic-Cα* phase in the smectic-A phase by using the fluctuation-induced Kerr effect has been explored.
SIFAT DIELEKTRIK FASA SMEKTIK-Cα* KRISTAL CAIR MHPOBC DALAM MEDAN LISTRIK DC Fajar, Andika; Orihara, Hiroshi
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 7, No 2: FEBRUARI 2006
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.6 KB)

Abstract

SIFAT DIELEKTRIK FASA SMEKTIK-Cα* KRISTAL CAIR MHPOBC DALAM MEDAN LISTRIK DC. Telah dilakukan pengukuran tetapan dielektrik kristal cair MHPOBC pada fasa SmA, SmCα* dan SmC* di dalam medan listrik DC. Telah diamati adanya titik trikritikal pada diagram fasa E-T dari kristal cair MHPOBC di sekitar transisi fasa SmA- SmCα* di mana transisi fasa orde kedua berubah menjadi orde pertama. Proses relaksasi baru dengan frekuensi rendah diamati pada fasa SmCα*, yang diyakini berhubungan dengan soft mode.
EFEK ELEKTROOPTIK NONLINIER PADA FASASMEKTIK-C * Fajar, Andika; Orihara, Hiroshi
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 8, No 1: OKTOBER 2006
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Material - National Nuclear Energy Agency of

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.856 KB)

Abstract

EFEK ELEKTROOPTIK NONLINIER PADA FASASMEKTIK-C *. Telah dilakukan pengukuran elektrooptik untuk mempelajari dinamika molekul kristal cair di sekitar transisi fasa smektik-A-smektik-Cα* kristal cair antiferoelektrik 4-(1-methyl-heptyloxycarbonyl)phenyl 4-octylcarbonyloxybiphenil-4-carboxylate (MHPOCBC). Telah diperlihatkan bahwa dispersi frekuensi dari respon elektrooptik orde kedua sangat tergantung pada sudut antara polarizer dan arah normal lapisan smektik dan anisotropi indeks bias, sedangkan respon linier tidak demikian. Meskipun soft mode pada fasa SmA tidak dapat diamati, pada fasa smektik-Cα* amplitude mode dan ferroelectric mode dapat diamati menggunakan spektroskopi elektrooptik orde kedua. Pada kondisi eksperimen tertentu, kontribusi ferroelectric mode pada spektrum dispersi frekuensi berhasil dikurangi dan amplitude mode dapat diamati dengan jelas. Hasil yang diperoleh didiskusikan dan dianalisis berdasarkan teori fenomenologikal.