Articles

Found 29 Documents
Search

TEMPORAL DYNAMICS OF EUTROPHICATION LEVEL AND SEDIMENTATION RATE IN CORAL REEF AREA OF SPERMONDE AND SEMBILAN ISLANDS, SOUTH SULAWESI

Jurnal Ilmu Kelautan SPERMONDE Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Ilmu Kelautan SPERMONDE

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (635.469 KB)

Abstract

Spermonde and Sembilan Islands (Bone Bay) are the central distribution of coral reefs in South Sulawesi. These archipelagos are likely to be at risk from eutrophication and sedimentation from intensive agriculture and aquaculture activities, in particular through transport of nutrients and materials discharged to the river systems on the Sulawesi mainland. The aim of this study was to analyse the temporal dynamics of eutrophication levels and sedimentation rates on coral reefs area of Spermonde and Sembilan Islands. Nutrient concentration and sedimentation rate were collected at monthly intervals over 4 months, at six stations: three in the Spermonde Islands (Laiya, Kodingareng, and Samalona Islands), and three in the Sembilan Islands, Sinjai District (Batanglampe, Kambuno, and Burungloe Islands), with two data collection points/replicates at each station/island. The results showed that phosphate concentration and sedimentation rates were higher in the Sembilan Islands, whereas nitrate concentrations were similar in both island groups. Nitrate concentration data indicated that eutrophication levels was varied, ranging from oligotrophic to eutrophic conditions, depends on months. In July and September, eutrophication was observed at all stations in both locations. Sedimentation rates were higher in the Sembilan Islands, but declined gradually until the end of the study time. Conversely, at stations in the Spermonde Islands, especially Samalona and Kodingarengkeke Islands, sedimentation level was increased significantly until the end of the study.

PENGENDALIAN LEVEL COUPLED TANK MENGGUNAKAN METODE SLIDING MODE CONTROL (SMC) HYBRID PROPORTIONAL INTEGRAL DERIVATIVE (PID) DI SIMULINK MATLAB

Jurnal Sains dan Teknologi Industri Vol 13, No 1 (2015): Desember 2015
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.264 KB)

Abstract

Dalam dunia industri kimia, Coupled Tank sangat penting terutama untuk proses-proses pencampuran beberapa fluida. Coupled Tank merupakan tangki yang terdiri atas dua atau lebih tangki yang saling terhubung. Ada berbagai macam sistem pengendali diataranya Proportional Integral Derivative (PID), Sliding Mode Control (SMC), dan sebagainya. Pada tugas akhir ini membandingkan pengendali SMC, PID, dan SMC hybrid PID pada sistem level Coupled Tank. Simulasi dilakukan dengan parameter yang sama. Untuk nilai parameter PID digunakan nilai Kp= 10000, Ki= 0.1, Kd= 0.1 sedangkan SMC digunakan konstanta K=80 dan =0,15. Penggunaan parameter yang sama membuat hasil simulasi pengendali SMC hybrid PID tidak mampu mendapatkan nilai set point yang diinginkan.. Namun penggunaan nilai parameter yang berbeda mampu memberikan nilai respon transien yang lebih cepat dibandingkan pengendali PID dan SMC, dengan menggunakan nilai parameter Kp= 3, Ki= 0.1, Kd= 0.1, dan parameter K=320 dan =0,05. Kata Kunci: Coupled Tank, Level, Proportional Integral Derivative (PID), Sliding Mode Control (SMC) 

TEKNIK KENDALI ADAPTIVE POLE PLACEMENT PADA PROSES NON LINEAR MULTI VARIABLE

Jurnal Sains dan Teknologi Industri Vol 11, No 2 (2014): Juni 2014
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.668 KB)

Abstract

Kendali adaptive pole placement dapat mengatasi masalah non linieritas, dimana kendali adaptive pole placement ini dapat mengatasi kelemahan yang terdapat dipengendali pole placement.Matlab-Simulink versi 7.0 digunakan untuk merangcang pengendali adaptive pole placement pada Continuous Stirred Tank Reactor (CSTR). Simulink dilakukan untuk menganalisa performansi sistem. Karakteristik performansi yang dianalisa adalah persen waktu lewatan maksimum dan waktu tetapan.Berdasarkan hasil simulasi yang diperoleh menunjukkan bahwa pengendali adaptive pole placement yang dirancang pada penelitian ini mampu menghasilkan performansi yang baik setelah diberi masukan step. Setelah dilakukan perbandingan dengan pengendali pole placement, respon sistem CSTR dengan pengendali adaptive pole placement lebih baik dari pada pole placement. Persen lewatan maksimum menurun hingga 13.6% menjadi 12% dan waktu tetapan menjadi lebih cepat, yakni dari 130 detik menjadi 100 detik.

Pengendalian Posisi Sistem Magnetic Levitation Ball Menggunakan Pengendali Optimal Metode Linear Quadratic Regulator (LQR)

Seminar Nasional Teknologi Informasi Komunikasi dan Industri 2018: SNTIKI 10
Publisher : UIN Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.225 KB)

Abstract

Teknologi kereta super cepat kini telah berkembang menggunakan tenaga magnet. Prinsip kerjanya adalah mengendalikan posisi kereta, sehingga mampu melayang di atas rel dan bergerak dengan kecepatan tinggi. Prinsip dasar nya dapat ditemukan pada sistem magnetic levitation ball. Pelayangan bertujuan untuk mempertahankan posisi pada jarak tertentu dan tetap mempertahankan kestabilan walaupun terdapat gangguan. Pengendali optimal metode Linear Quadratic Regulator (LQR) dipilih sebagai metode untuk mendapatkan performansi yang optimal, karena  kemampuan LQR dalam mengoptimalkan kinerja sistem dalam hal kecepatan dan kestabilan. Hasil perancangan, simulasi dan analisa hasil menunjukkan perfomansi sistem mencapai optimal walaupun terdapat gangguan dengan error minimum berdasarkan kriteria Integral of Absolute Error (IAE), dengan nilai  IAE = 0.0002449.

Pengendalian Posisi Sistem Magnetic Levitation Ball Menggunakan MRAC-PID

Seminar Nasional Teknologi Informasi Komunikasi dan Industri 2018: SNTIKI 10
Publisher : UIN Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.016 KB)

Abstract

Magnetic Levitation Ball memiliki prinsip kerja melayangkan bola baja dengan memanfaatkan medan elektromagnetik. Magnetic Levitation Ball merupakan sistem non linear yang sulit dikendalikan terutama saat diberi gangguan. Metode kendali Model Reference Adaptive Controller (MRAC) dipilih sebagai solusi karena kemampuannya yang baik dalam mengatasi gangguan. Prinsip kerjanya adalah mampu membuat respon keluaran sistem, mengikuti respon keluaran model referensi yang telah dirancang sebaik mungkin. Namun terdapat kelemahan pada respon waktu dan tidak mampu meredam osilasi, sehingga ditambahkan pengendali PID untuk mengatasi kelemahan MRAC tersebut. Hasil respon MRAC-PID tanpa gangguan memberikan respon yang bagus dengan, rise time pada 0.0196 detik, error = 0.0155, overshoot = 0.09 %. MRAC-PID juga memperlihatkan respon yang bagus saat diberi gangguan sinyal kendali dan sinyal masukan, dengan overshoot = 0.5 % dan error IAE = 0.01555

ANALISIS SISTEM KENDALI HYBRID PID-FUZZY DALAM MENJAGA KESEIMBANGAN PENDULUM PADA SISTEM ROTARY INVERTER PENDULUM BERDASARKAN TIME RESPONSE

Jurnal Sains dan Teknologi Industri Vol 13, No 2 (2016): JUNI 2016
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.668 KB)

Abstract

Teknologi yang tepat diperlukan manusia agar dapat meningkatkan efisiensi kerja serta keselamatan sumber daya manusia itu sendiri. Kendali PID tidak dapat bekerja dengan baik apabila terjadi ketidakpastian dan ketidaklinieran pada sistem. Rotary inverter pendulumu adalah sistem non linear orde tinggi, multivariabel dan sistem dinamik yang sangat tidak stabil. Untuk mengatasi kekurangan pada kendali PID maka kendali PID digabungkan dengan kendali fuzzy yang diterapkan pada sistem rotary inverter pendulum. Pada penelitian ini yang menjadi fokus bahasan adalah analisis kendali hybrid PID-Fuzzy dalam menjaga keseimbangan pendulum sehingga dapat tetap seimbang pada posisi atas. Berdasarkan hasil pengujian dengan memberikan sudut awal 0.1 radian pada pendulum, kendali hybrid PID-Fuzzy dapat menjaga pendulum tetap berada pada posisi seimbang dengan settling time sebesar 0.7 detik dan kendali hybrid PID-Fuzzy dapat meredam gangguan pada detik ke 3 sampai detik ke 5 serta gangguan pada detik ke 6 sampai ke 8 dengan recovery time yang baik.

Studi Awal: Desain Jejaring Kawasan Konservasi Perairan di Pantai Barat Sulawesi Selatan

Jurnal Ilmu Kelautan SPERMONDE Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Jurnal Ilmu Kelautan SPERMONDE

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study was related to government policies , especially PP No 60 / 2007 article 19 of the mandate of the establishment of network of marine conservation areas in various levels, both local ( provincial ), national, regional and global. One aspect is the establishment of a network of ecological data availability . The method used is the spatial analysis techniques combined with field surveys in the waters of the West Coast of South Sulawesi , especially in the waters of Makassar . Research shows that the condition of each ecosystem ; seagrass with range from 32.5 to 72.5 % with an average of 54 % (Good Condition) condition of coral reef ecosystems which range covered of 17.5 to 57.5 % with an average of 39.5 , % (critical condition ) and condition of mangrove ecosystem with moderate conditions with an area 142 hectares which in the category of dence

Aplikasi Metode Multycriteria Decision Making (MCDM)dengan Teknik Pembobotan Dalam Mengidentifikasi dan Mendesain Kawasan Konservasi Perairan Daerah di Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan

Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1780.473 KB)

Abstract

The study, in 2012, has successfully formulated with the MCDM for each allocation of  space in KKPD allotment (core areas, sustainable fisheries zone, used zone, and other zones). This weighting techniques need to be tested and  be implemented in identifying and designing the KKPD in the study area. This study aims to identify and map the biophysical conditions and the potential of coastal and marine natural resources in marine conservation area candidate, North Luwu Regency; to identify the areas suitable for the KKPD based on weighting technique with the MCDM method; and to evaluate potential candidates for marine protected areas in the coastal region. This study used a survey method to perform in  situ measurements of physico-chemical parameters, conducted a survey of coastal ecosystems using the transect method. The socio-economic data of coastal communities were collected using the questionnaire. The biophysical conditions and marine resources were analyzed using descriptive statistical methods. The results showed that the candidate region has a rich diversity  of coastal ecosystems, but the ecosystem, particularly seagrass beds and coral reefs have been in damaged category. Only the mangrove ecosystem that was still in a good condition category with moderate-to-heavy levels of density. There were 6 species of seagrasses and 6 species of mangroves and 71 species of reef fish. It was discovered 2 regions  corresponding to the allotment of the Core Zone, which is in the Region I and III with the total area of 654.22 hectares. For sustainable fisheries zone, Region  II and IV would be the first choice with the total area of 620.27 hectares. The Used Zone was identified in the Region V with total area of 480.66 hectares. The total area of the region was equal to 1755.15 hectares. Marine protected areas of was suggested to the protection of coastal ecosystems including mangroves, seagrass beds, and coral reefs and its associated biota, especially the protection of local feeding ground of several species (sea turtles and dugongs). 

ANALISA PENGENDALI HYBRID SLIDING MODE CONTROL DAN PID UNTUK MENGENDALIKAN CONCENTRATION PADA ISOTHERMAL CONTINUOUS STIRRED TANK REACTOR (CSTR)

Jurnal Ecotipe (Electronic, Control, Telecommunication, Information, and Power Engineering) Vol 5 No 1 (2018): Jurnal Ecotipe, April 2018
Publisher : Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (671.822 KB)

Abstract

Sistem di industri sering terjadi kesalahan dalam mencapai kinerja atau performansi yang diinginkan. Salah satunya pada sistem isothermal CSTR dimana sistem ini belum mampu bekerja sesuai set point yang diinginkan 1 g.mol/litter, untuk mencapai set point maka digunakan pengendali Sliding Mode Control yang di  Hybrid dengan PID yang di identifikasi dengan metode FOPDT untuk menurunkan nilai error steady state. Dari pengendali tersebut didapat hasil  hasil dimana Sliding Mode Control Hybrid PID belum mampu mencapai nilai set point 1 g.mol/litter dengan t = 3.0446 detik.

ANALISIS SISTEM KENDALI HYBRID SLIDING MODE CONTROL (SMC)-FUZZY PADA INVERTED PENDULUM

Jurnal Sains dan Teknologi Industri Vol 14, No 2 (2017): JUNI 2017
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (733.076 KB)

Abstract

Sistem pendulum terbalik (inverted pendulum) adalah sistem yang mensimulasikan sebuah mekanisme kendali untuk mengatur permasalahan kestabilan, Pendulum terbalik merupakan salah satu plant yang dinamis dan nonlinier. Inverted Pendulum memiliki sifat karakter yang sangat tidak stabil sehingga untuk dapat mengendalikannya, diperlukan teknik kendali yang tidak mudah dibandingkan dengan teknik kendali pada sistem yang linier dan stabil seperti pengendali sliding mode control smc. Keunggulan utama dari SMC adalah memiliki sifat yang kokoh terhadap variasi parameter, external disturbance, dan memiliki respon yang cepat dalam mencapai kestabilan. Tetapi, dalam pengendali SMC memiliki kekurangan yaitu terjadinya chattering yang terjadi pada pengendali sliding mode. Oleh karena itu dibutuhkan satu pengendali yang dapat mengatasi chattering pada pengendali SMC yaitu, logika fuzzy dikategorikan dalam kontrol cerdas (inteligent control). Unit logika fuzzy memiliki kemampuan menyelesaiakan masalah perilaku sistem yang kompeks, yang tidak dimiliki oleh kontroler konvensional. Pada penelitian ini, SMC sebagai pengendali dan fuzzy untuk menghilangkan efek chattering. Dari hasil pengujian, pengendali hybrid SMC-fuzzy mampu menghilangkan efek chattering pada pengendali SMC dengan konstanta waktu 0,3812 detik, Rise Time 1,1224 detik, Settling Time 1.906 detik, Delay Time 0,947  detik, Error Steady State (Ess) -0,2188 rad, dan Overshoot 0%. Kata kunci : chattering, inverted pendulum, pengendali SMC, pengendali logika fuzzy, pengendali SMC-fuzzy