Articles

Found 14 Documents
Search

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL KONSEP BILANGAN MELALUI METODE BERMAIN MEMANCING ANGKA PADA KELOMPOK B RA AN-NUR Faizah, Nur; Hasibuan, Rachma
PAUD Teratai Vol 3, No 3 (2014): Volume 3 Yudisium oktober 2014
Publisher : PAUD Teratai

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kemampuan mengenal konsep bilangan anak kelompok B di RA  An-Nur Japanan Kemlagi Mojokerto yang masih relatif  rendah. Hal ini terlihat dari 20 anak masih ada 12 anak yang kemampuan mengenal konsep bilangannya masih rendah. Anak mengalami kesulitan dalam membedakan angka yang hampir sama bentuknya misalnya antara angka 6 dan 9, dalam menulis angka masih sering terbalik,  anak belum mampu menyebutkan urutan bilangan dengan tepat, anak mengalami kesulitan dalam membilang dengan menunjuk benda-benda sampai 20. Hal ini dikarenakan materi pembelajaran mengenal konsep bilangan yang diberikan oleh guru tidak menarik, guru hanya menggunakan  jari dalam mengenalkan bilangan, bilangan hanya ditulis dipapan tulis dan lebih sering menggunakan lembar kegiatan  anak saja. Salah satu alternatif pemecahan masalahnya adalah dengan metode bermain memancing angka karena dalam pendidikan ditaman kanak-kanak proses belajar mengajar harus menggunakan kegiatan bermain sambil belajar. Selain itu metode bermain memancing angka belum pernah digunakan dalam proses kegiatan belajar mengajar di RA An-Nur. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui Kemampuan Mengenal Konsep Bilangan Melalui Metode Bermain Memancing Angka Pada Kelompok B  RA An-Nur Japanan Kemlagi Mojokerto. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam bentuk siklus. Setiap siklusnya terdiri dari : perencanaan,  pelaksanaan, observasi dan refleksi.  Subyek penelitian ini adalah anak kelompok B RA An-Nur Japanan Kemlagi Mojokerto yang berjumlah 12 anak dari 20 anak. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan dokumentasi, sedangkan  metode analisis data menggunakan statistik deskriptif. Berdasarkan hasil data penelitian pada siklus I diperoleh data kemampuan anak mengenal konsep bilangan sebesar 56.25%. Hal ini menunjukkan penelitian ini belum berhasil karena belum mencapai kriteria keberhasilan yaitu 85%, maka penelitian ini berlanjut pada siklus II. Pada siklus II diperoleh data kemampuan anak sebesar 86.97%. Berdasarkan hasil dari analisis data siklus II maka penelitian ini dinyatakan berhasil dan dapat disimpulkan bahwa metode bermain memancing angka dapat meningkatkan kemampuan mengenal konsep bilangan. Kata kunci : Metode Bermain Memancing Angka, Meningkatkan Kemampuan  Mengenal  Konsep Bilangan   Abstract The background of the study is the children’s relatively low ability to recognize the concept of numbers at group B, RA An-NurJapananKemlagiMojokerto. Concerning this finding, there were 12 children out of the 20 children in the group who still had low ability to recognize the concept of numbers. The children were experiencing troubles in differentiating numbers with similar shapes, such as number 6 and 9. In addition, the problems that the children had including the frequent occasions of mistaking similar numbers while writing, difficulty in mentioning the numbers in sequential order correctly, difficulty in counting numbers by tallying things up to number 20. All of those problems were caused by the unappealing learning material on the concept of numbers which was provided by the teacher, the teacher was simply used his or her fingers in introducing numbers. The numbers were merely written on the white board and the teacher only used students’ worksheets. To answer these problems, one of the solutions available is by implementing the number fishing game method and this because the teaching and learning processes at the kindergarten should incorporate educational games activities. Besides that, the number fishing game method has not been used before in the teaching and learning processes at RA An-Nur.Consequently, the aim of the study is to find out the ability to recognize the concept of numbers through the implementation of number fishing game at group B, RA An-NurJapananKemlagiMojokerto. The current study is a classroom action research which is executed in cycles. Each cycle consists of: planning, implementation, observation, and reflection cycle. Furthermore, the subjects of the study were children of group B, RA An-NurJapananKemlagiMojokerto who were made up of 12 children out of the 20 children in the group. As for the data collection technique, the study employed observation and documentation. Meanwhile, for the data analysis technique, the current study used descriptive statistics. According to the data gathered in cycle I, the children’s ability to recognize the concept of numbers was marked 56.25%. This shows that the study has yet to reach its aim, since it has not reached the percentage of success criteria (85%). For this result, the study was continued to cycle II. In cycle II, the data on children’s ability in percentage was marked 86.97%. Therefore, from this last result, it was decided that the study has reached its success. Also, it can be concluded that the number fishing game method is able to help enhance the ability to recognize the concept of numbers. Key Words: Number Fishing Game Method, Enhancing the Ability to Recognize the Concept of Numbers.
Implementasi Metode Simple Additive Weighting pada Sistem Pendukung Keputusan Penerima Beasiswa Faizah, Nur; Prastyanto, Dhidik; Adi, Slamet Seno
Edu Komputika Journal Vol 4 No 1 (2017): Edu Komputika Journal
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to get the program decision support system (DSS) that implement simple additive weighting method (SAW) to select recipients. In pursuit of this study using waterfall development model. Based on the foundation of systems development waterfall model, the research begins with an analysis system planning. After analyzing the system followed by designing the system, then the coding and ends with the testing process. SPK recipients of this scholarship using SAW method using 8 criteria. In this research has been conducted trials using criteria 8 and 9 criteria. Implementation method of SAW on SPK recipients are in compliance, as evidenced by the system is capable of providing recommendation recipients. This is indicated by the results of blackbox testing that all functions can be run well. In testing efficiency, obtained the average load time of 1.5 seconds (acceptable) and the average grade obtained acquire grade A. Tests portability states the system can run on multiple web browsers and declared the usability testing criteria are eligible. In the SPK recipients also include additional flexibility criteria up to 20 criteria.
The Implementation of Law No 6 Year 2014 in The Village of Tempel Demak Regency Faizah, Nur
Economics Development Analysis Journal Vol 6 No 3 (2017): Economics Development Analysis Journal
Publisher : Economics Development Department, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to determine and describe how the implementation of Law No. 6 of 2014 on the village as well as to identify barriers in the village of Tempel. Analysis of data using analytical methods Miles and Huberman. The theory used is the model of George C. Edward III implementation. The survey results revealed that the implementation of Law No. 6 of 2014 About Village Tempel seen from the aspect of communication, has done good communication between the implementers (village government) with policy targets (Rural Community), from the aspect of resource that government resources Desa Paste not support, from the aspect of attitude executor, implementor claimed responsibility and commitment to the implementation of the policy of Act No. 6 of 2014 About the village, and the bureaucratic structure has not been eligible effectively. Obstacles faced by the village government Tempel is on aspects of communication there has been no follow-up of village representatives who had attended socialization, briefing and training to the other village. In the aspect of the attitude of the implementing namely the lack of response from the public who think the policy is only a mere routine policy, the necessary attitude of high responsibility of the implementor. There are still bureaucratic structure of government resources and Paste village that has not been fully in accordance with Law No. 6 of 2014 About the Village.
Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak dengan Pembelajaran Menggambar Menggunakan Program Paint Pada Anak Kelompok A Di TK Negeri Pembina Semarang Faizah, Nur; Mangiri, Herry Sulendro
Journal of Studies in Early Childhood Education (J-SECE) Vol 1 No 1 (2018): Maret 2018, Number 1, Volume 1
Publisher : Prodi PG Pendidikan Anak Usia Dini, IKIP Veteran Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

mampuan motorik halus selama pembalajaran di PAUD masih mengguanakan cara-cara yang konvensional dan kurang menarik minat siswa untuk belajar. Dengan berkembangnya teknologi maka cara konvesioanl di rubah dengan memanfaatkan media teknologi informasi berupa program Paint dengan peralatan pendukung komputer. Dari hasil penelitian dalam upaya meningkatkan kemampuan motorik halus diperoleh data dalam observasi dan analisa yang telah dilakukan, diperoleh hasil yaitu: Pada kondisi awal diperoleh hasil observasi terhadap aktifitas anak yang belum berkembang sebesar 42,10 % sedangkan yang mulai berkembang sebesar 7,8 %, ini menunjukkan bahwa pada kegiatan menggambar kondisi awal belum menunjukkan adanya minat dan daya tarik anak-anak sehingga diperlukan adanya perbaikan untuk dapat memperoleh hasil yang optimal. Perbaikan yang harus dilakukan harus menyeluruh, baik kinerja guru maupun aktifitas anak. Dari hasil perbaikan pada siklus I terhadap penelitian aktifitas anak sebesar 56,6 % sedangkan pada kinerja guru sebesar 66,6 % dan siklus II pada kinerja guru diperoleh hasil sebesar 85,41 % dan pada aktifitas anak sebesar 90 % artinya  adanya kenaikan sebesar 18,81 % dari siklus I dan siklus II yang menunjukkan bahwa pembelajaran menggambar dengan menggunakan program paint diperoleh hasil yang signifikan dan dapat dinyatakan berhasil dengan baik.
AFLATOXINS CONTAMINATION IN FEED AND PRODUCTS OF ALABIO DUCK (Anas platyrinchos borneo) COLLECTED FROM SOUTH KALIMANTAN, INDONESIA Sumantri, Ika; Agus, Ali; Irawan, Bambang; Habibah, Habibah; Faizah, Nur; Wulandari, Kharisma Julia
Buletin Peternakan Vol 41, No 2 (2017): BULETIN PETERNAKAN VOL. 41 (2) MEI 2017
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.6 KB)

Abstract

A limited survey was conducted to determine aflatoxins contaminations in feed and products of Alabio duck. A total of 271 feed samples, 48 liver sample, 42 meat samples, and 38 egg samples were analyzed for determination of aflatoxin B1 (AFB1) and aflatoxin M1 (AFM1) using Enzyme-Linked Immuno-Sorbent Assay (ELISA) tests. Results showed high prevalence of AFB1 contamination in feed sample, especially in feed concentrate, dried fish, and rice hulls (100%). AFB1 concentrations were higher than tolerable limit for AFB1 in feed for laying duck according to Indonesia National Standard (SNI), being 20 ppb, except for sago pit. This survey also showed high prevalence and levels of aflatoxin residues in the products of Alabio duck. AFB1 was found in all liver samples, with concentrations ranging from 4 to 12 ppb (average: 7 ppb). AFM1 was found in all of liver, meat, and egg samples. The highest level of AMF1 was found in liver which was ranging from 105 to 1,215 ppt (average: 304 ppt). High level of AFM1 was also found in meat, namely between 71 to 128 ppt (averaged: 91 ppt). Although found at low level, AFM1 was detected in egg, which was ranging from 10 to 36 ppt (average: 19 ppt). This survey showed high contaminations of aflatoxins in the liver, meat and egg of Alabio duck collected from the area of survey and their concentrations of aflatoxins were harmful for the consumer.
Konsep Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah Dan Pembinaannya Dalam Pendidikan Agama Islam Menurut Syaikh Abdul Qodir Al-Jailani Suhartono, Suhartono; Faizah, Nur
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL I’TIBAR Vol 4 No 1 (2017): Jurnal Pendidikan Islam Al-Itibar
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam STKIP Nurul Huda

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan pendidikan yang diorientasikan Syekh Abdul Qadir Al-Jailani adalah menuju pembersihan hati atau tazkiyyatunnafs, ini merupakan derajat yang tinggi dalam proses pendidikan. Materi pemikiran yang dikembangkan Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani tentang ketarbiyahan menetapkan adab-adab dan kewajiban- kewajiban tertentu yang harus diperhatikan guru dalam memperlakukan muridnya. Pengajaran yang digunakan Syekh Abdul Qadir Jailani sering memberikan sandaran atas nama Allah (Alqur’an) dan Hadits Nabawi dalam paparan-paparannya. Kemudian beliau menunjukkan penekanan yang luar biasa akan pentingnya berpegang teguh dan istiqamah dalam ber-tauhidullah. Syekh Abdul Qadir Jailani menerapkan tiga metode. Pertama, membuat pengajaran yang sistematis dan mengolah jiwa yang terarah. Kedua, memberi ceramah dan berdakwah kepada murid dalam rangka amar  ma’ruf dan nahi munkar. Ketiga, kurikulum yang digunakan isinya harus meyakinkan secara ilmiah (‘ilmul yaqin), keyakinannya dapat dipertanggungjawabkan (‘ainul yaqin), dan kebenarannya meyakinkan secara pasti (haqqul yaqin).
Pengaruh Dukungan Sosial Dan Forgiveness Terhadap Kekerasan Seksual Pada Remaja Faizah, Nur; Layyinah, Layyinah
TAZKIYA JOURNAL OF PSYCHOLOGY Vol 3, No 2 (2015): TAZKIYA Journal of Psychology
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.084 KB)

Abstract

This study aimed to determine the effect of social support and forgiveness to sexual violence in adolescent. Samples were victim of sexual violence in social institution under the auspices of the Ministry of Social Affairs in Jakarta, as many as 92 people. There are 3 measuring instrument used in this study, namely Betrayal Trauma Inventory (BTI), Interpersonal Support Evaluation List (ISEL) and Transgression-Related Interpersonal Motivation (TRIM-14). The sampling technique used non-probability sampling. Analysis of the data used multiple regression analysis at 0.05 significance level. Based on the hypothesis testing obtained R2 value of 17.7%. This means that the effect of the independent variable on the dependent variable is equal to 17.7% while 82.3% are influenced by other variables. Based on the sig. obtained sig. 0.002 which means that there is a significant effect of social support (appraisal support, tangible assistance, emotionalsupport, informational support) and forgiveness (avoidance motivation, revenge motivation, and benevolence motivation). DOI: 10.15408/tazkiya.v20i2.9169
ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA INDONESIA DALAM SURAT-MENYURAT DI KANTOR KELURAHAN LAYANA INDAH FAIZAH, NUR
BAHASA DAN SASTRA Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : BAHASA DAN SASTRA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (19.994 KB)

Abstract

ABSTRAK - Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimanakah bentuk kesalahan berbahasa Indonesia dalam surat keluar di Kantor Kelurahan Layana Indah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk-bentuk kesalahan berbahasa Indonesia dalam surat keluar di Kantor Kelurahan Layana Indah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini berupa naskah surat keluar dan surat masuk di Kantor Kelurahan Layana Indah. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi dan teknik catat. Penyajian hasil analisis data menggunakan metode simak. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bentuk kesalahan berbahasa Indonesia dalam surat keluar dan surat masuk di Kantor Kelurahan Layana Indah. Kesalahan tersebut, yaitu kesalahan penulisan huruf kapital, kesalahan penulisan kata, kesalahan pemisahan kata, kesalahan penggunaan kata, kesalahan penggunaan huruf miring, dan kesalahan penggunaan tanda baca. Kata Kunci: Analisis Kesalahan Berbahasa, Surat-menyurat.
Mobilitas Sosial Dan Identitas Etnis Betawi FAIZAH, NUR; ZID, MUHAMMAD; HARDI, ODE SOFYAN
Jurnal SPATIAL Wahana Komunikasi dan Informasi Geografi Vol 18 No 1 (2018): Wahana Komunikasi dan Informasi Geografi
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.625 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan mobilitas sosial serta fungsi dan pola sebaran Kesenian Ondel-ondel Betawi. Pada tahun 1940-an ondel-ondel yang difungsikan sebagai kesenian yang bersifat sakral, namun saat ini ondel-ondel difungsikan sebagai kesenian Betawi yang bersifat ekonomis. Penelitian ini dilaksanakan di Kota Administrasi Jakarta Pusat pada pada tahun 2017. Dalam penelitian ini terdapat dua pertanyaan penelitian. Pertama, bagaimana perubahan fungsi pada kesenian ondel-ondel Betawi. Kedua, bagaimana pola persebaran kesenian ondel-ondel Betawi. Penelitian ini menggunakan metode campuran (mix method), yaitu metode kualitatif untuk membahas bagaimana perubahan fungsi kesenian ondel-ondel Betawi. Informan kunci dalam penelitian ini adalah Akademisi Universitas Negeri Jakarta, Seniman Betawi, Pengelola Sanggar Ondel-ondel, dan informan pendukung seperti masyarakat yang pernah menggunakan ondel-ondel dalam acara kebudayaan yang diambil secara snowball. Dan metode analisa geografis untuk mengetahui bagaimana pola persebaran kesenian ondel-ondel Betawi dengan sampel populasi untuk sanggar. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Teknik yang digunakan dalam validitas data adalah triangulasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa, ondel-ondel merupakan kesenian tradisional yang sangat identik dengan identitas etnis Betawi. Perpindahan masyarakat Betawi ke pinggir Jakarta menyebabkan penggunaan ondel-ondel meredup karena masyarakat Betawi lebih memilih untuk menggunakan seni musik modern dan membuat pengelola sanggar ondel-ondel bertahan dengan cara mengamen keliling untuk biaya peremajaan sanggar sehingga terjadinya mobilitas horizontal dan mobilitas vertikal. Sanggar ondel-ondel di Kota Administrasi Jakarta Pusat terdapat 5 sanggar aktif dengan termasuk kedalam Pola Tersebar Merata. Lokasi yang menjadi tujuan mengamen keliling adalah lokasi yang ramai dengan aktivitas masyarakat. Dari mengamen inilah, banyak oknum liar yang memanfaatkan keadaan ondel-ondel menjadi media untuk mencari makan dengan penampilan seadanya dan mengharapkan belas kasihan dari masyarakat. Penampilan ondel-ondel liar yang tidak sesuai pakem ini telah merubah fungsi dan makna ondel-ondel yang semula merupakan atribut kebudayaan menjadi suatu kesenian budaya Betawi yang tidak dihargai lagi dengan uang recehan.   Kata Kunci: Ondel-ondel Betawi, Identitas Etnis Betawi, dan Pola Persebaran Ondel-ondel
Analisis Strategi Differensiasi Citra Perusahaan dalam Pemasaran Sebagai Upaya Untuk Menciptakan Keunggulan Bersaing ( Studi Pada PT. Ar Tour & Travel) Hakim, Muhammad Arif; Faizah, Nur
BISNIS Vol 5, No 2 (2017): BISNIS: Jurnal Bisnis dan Manajemen Islam
Publisher : Fakultas Ekonom dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.511 KB)

Abstract

This research is to know: (a) how the image of PT. AR Tour & Travel by service users, (b) how the efforts of PT. AR Tour & Travel in build the image as a form of differentiation marketing, (c) marketing advantages by use dimension of image done by PT. AR Tour & Travel. This research uses descriptive qualitative research method. Data source used is primary data and secondary data. Technique of collecting data with observation, interview, and documentation. Test of data validity use triangulation. The results are: First, some images that apply to the PT. AR Tour & Travel by service users, (a) PT. AR Tour & Travel has an expensive package price, (b) PT. AR Tour & Travel provides the best facilities, (c) PT. AR Tour & Travel is able to provide a manasik that is easily understood and followed by the pilgrims, (d) PT. AR Tour & Travel has a variety of packages that can be adapted to the needs of pilgrims, (e) The employees of PT. AR Tour & Travel has a friendly attitude in service. Second, the efforts made by PT. AR tours & Travel in image building are, (a) utilizing the charismatic image of the leader of the AR Foundation, (b) varying product packages, (c) applying work traditions and culture, (d) maintaining good communication with service users. Third, the advantages of marketing differentiation using image dimension is quite effective, the indication can be seen from the data of the number of service users who always show well.