Fahrudin Fahrudin
Program Studi Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Soedarto, SH, Kampus Undip Tembalang, Semarang 50275

Published : 37 Documents
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education

KONSEP BERPIKIR (AL-FIKR) DALAM ALQURAN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN PAI DI SEKOLAH (Studi Tematik tentang Ayat-ayat yang Mengandung Term al-Fikr) Hidayat, Taufik; Abdussalam, Aam; Fahrudin, Fahrudin
TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education Vol 3, No 1 (2016): May 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.329 KB)

Abstract

Pendidikan harus menghasilkan siswa yang cerdas dalam ilmu pengetahuan dan mempunyai karakter yang baik. Berpikir merupakan aktivitas manusia yang sangat mendasar untuk pembinaan dan pengembangan diri. Para ilmuan, ahli pendidikan bahkan Alquran telah mengemukakan pentingnya memberdayakan kemampuan berpikir khususnya dalam pendidikan. Akan tetapi kenyataan tersebut kurang disadari sebagian besar umat muslim sehingga masih tertinggal dibandingkan umat lain. Padahal berpikir adalah sumber kekuatan untuk meraih peradaban. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan konsep berpikir dalam Alquran kemudian dicari implikasinyaterhadap pembelajaran PAI di sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengoperasikan metode tafsir mauḍu’ī, dengan menelusuri dan menganalisis seluruh termالفكر(al-fikr) dalam Alquran. Data primer penelitian ini adalah ayat-ayat dengan termالفكر(al-fikr), sedangkan data sekunder adalah tafsir, buku, jurnal dan literatur lain yang menunjang. Penelitian ini menemukan:tujuan berpikir dalam Alquran yaitu, 1) mendapatkan kebenaran, 2) mengamalkan syariat Islām, 3) lebih dekat dengan Allāh Swt, dan terakhir 4) berakhlak baik. Kedudukan berpikir dalam Alquran yaitu sangat dimuliakan, mendapat rahmat, dan tehindar dari azab Allāh. Selain itu adapula cara berpikir menurut Alquran yaitu; 1) berpikir dengan hati yang bersih, 2) berpikir dengan logika atau akal yang benar disertai bimbingan wahyu, 3) berpikir luas dengan cara yang sederhana agar mudah dipahami, 4) terbuka dengan pemikiran orang lain, dan terakhir, 5) berpikir dari proses hingga dampak yang dihasilkan. Adapun manfaat berpikir yang dimaksud dalam Alquran yaitu, 1) mengetahui hikmah dari syariat Islām, 2) mengetahui hikmah dan tujuan ciptaan Allāh Swt, 3) termotivasi melakukan kebaikan, 4) diangkat derajatnya, 5) terhindar dari hawa nafsu, dan 6) mendapat ilmu pengetahuan. Berdasarkan penelitian ini, konsep berpikir dalam Alquran memiliki ilmplikasi terhadap rancangan, perencanaan, proses, dan evaluasi pembelajaran PAI di sekolah.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN DALAM QS. AL MĀ’ŪN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN PAI DI PERSEKOLAHAN (Studi Tafsīr tentang QS. al-Mā’ūn) Noviana, Nabila Fajrina; Abdussalam, Aam; Fahrudin, Fahrudin
TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education Vol 3, No 1 (2016): May 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.454 KB)

Abstract

Alquran diyakini mengandung banyak nilai-nilai pendidikan baik bersifat implisit maupun eksplisit. Di dalamnya terdapat ayat-ayat untuk membimbing dan mendidik manusia agar senantiasa berada di jalan yang lurus. Akan tetapi kenyataannya, penelitian mengenai nilai-nilai pendidikan yang terkandung di dalam Alquran ini masih terhitung sedikit. Dan seringkali terlupakan pelaksanaannya dalam pembelajaran PAI di persekolahan. Padahal Alquran merupakan pedoman sebagai sumber nilai yang utama bagi umat Islām. Qs. Al Mā’ūn adalah salah satu surat yang sangat penting. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Pendapat para mufasir mengenai isi kandungan Qs. Al Mā’ūn; (2) Nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam Qs. Al Mā’ūn dan (3) Implikasi nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam Qs. Al Mā’ūn terhadap pembelajaran PAI di Persekolahan.Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode tafsir mauḍū’i. Peneliti berusaha untuk menuturkan pemecahan masalah yang ada berdasarkan data-data yang relevan dengan cara menyajikan data dan menganalisis sehingga ditemukan penemuan mengenani nilai-nilai pendidikan dalam Qs. Al Mā’ūn. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (Library Research). Data sekunder penelitian ini adalah tafsir, buku, jurnal dan literatur lain yang menunjang. Kemudian teknik analisis menggunakan kaidah dilālah al-lafẓ dan munāsabaħ.Adapun nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam Qs. Al Mā’ūn, yaitu: Pendidikan Aqidah (Agar tidak termasuk pada orang-orang munafik yang cenderung menyepelekan agama/mendustakan agama), Pendidikan Ibadah Jalur Vertikal (Larangan melalaikan ṣalāt dengan melatih keikhlasan dalam beribadah) dan Jalur Horizontal (Memperhatikan anak yatim serta senantiasa membantu orang miskin), serta Pendidikan Akhlak (Larangan berbuat riya dan menjauhi sifat kikir). Berdasarkan penelitian ini, nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam Qs. Al Mā’ūn memiliki implikasi terhadap tujuan, metode dan pendidik dalam pembelajaran PAI di persekolahan.
ETIKA PERGAULAN DALAM ALQURAN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN PAI DI SEKOLAH Pranoto, Agus; Abdussalam, Aam; Fahrudin, Fahrudin
TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education Vol 3, No 2 (2016): November 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.278 KB)

Abstract

Penelitian ini tentang etika pergaulan dalam Alquran dan implikasinya terhadap pembelajaran PAI di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan etika pergaulan dalam Alquran kemudian dicari implikasinya terhadap pembelajaran PAI di sekolah. Pendekatan yang digunakan yakni pendekatan kualitatif metode tafsir muqaran dengan menelusuri ayat-ayat yang berhubungan dengan etika pergaulan kemudian menganalisa dengan studi pustaka dan analisis deskriptif. Sumber data primer berasal dari Alquran, sedangkan sumber data sekunder dari literatur tafsir, buku, jurnal dan literatur lain yang menunjang. Dalam penelitian ini disimpulkan bahwa; etika pergaulan sesama muslim dalam Alquran yaitu, 1) mengadakan perdamaian, 2) menciptakan persaudaraan, 3) tidak menghina sesama muslim, 4) menjauhi prasangka buruk, mencari-cari kesalahan orang lain, dan menggunjing, 5) saling mengenal satu sama lain, dan terakhir 6) berkasih sayang terhadap sesama muslim. Adapun etika pergaulan muslim dengan non-muslim menurut Alquran yaitu; 1) saling bekerja sama, 2) bersikap tegas dalam hal prinsip terhadap non-muslim, 3) berdamai dengan non-muslim, 4) berbuat baik dan adil terhadap non-muslim, 5) tidak menjadikan teman orang yang memerangi karena agama, dan terakhir 6) tidak berbuat aniaya kepada non-muslim. Implikasi yang dapat diperoleh adalah hendaknya pembelajaran mengarahkan peserta didik untuk dapat hidup damai, rukun dan saling toleran terhadap perbedaan yang ada baik di internal maupun eksternal muslim.
KONSEP TASAWUF SYAIKH NAWAWI AL-BANTANI DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI PERSEKOLAHAN Hidayatulloh, Muhammad Ridwan; Kosasih, Aceng; Fahrudin, Fahrudin
TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education Vol 2, No 1 (2015): May 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.609 KB)

Abstract

Di era modern yang hampir runtuh ini, masih banyak manusia yang menegasikan unsur spiritual, sehingga terjadi dekadensi moral. Fenomena tersebut harus diantisipasi oleh umat Islam dengan menggali kembali ajaran spiritual dan mengaplikasikannya di kehidupan sehari-hari. Dalam agama Islam terdapat ajaran yang sangat menanamkan unsur spirtual dan manajemen hati, yaitu tasawuf. Di antara berbagai tokoh yang menyebarkan pemahaman tentang tasawuf, Syaikh Nawawi Al-Bantani menggambarkan tasawuf yang terintegrasi dalam setiap ibadah dan aktivitas muslim. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep tasawuf Syaikh Nawawi Al-Bantani dan implikasinya terhadap Pendidikan Agama Islam di persekolahan. Penelitian ini menggunakan pen-dekatan kualitatif  dengan metode deskriptif. Pertimbangan penggunaan metode ini adalah untuk mengung-kap konsep tawasuf Syaikh Nawawi Al-Bantani dari berbagai karyanya, dan bagaimana implikasinya terha-dap Pendidikan Agama Islam di persekolahan. Dalam pengumpulan data peneliti menggunakan teknik studi literatur dan library research. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh gambaran mengenai tasawuf Syaikh Nawawi Al-Bantani yang mengintergrasikan antara syariat, tarekat dan hakikat, serta wasiat-wasiat Syaikh Nawawi kepada setiap muslim yang hendak menempuh jalan menuju Allah. Konsep ini terimplikasi dalam Pendidikan Agama Islam yang harus menyeimbangkan antara ketiga aspek, yaitu Aqidah, Syariah, dan Akhlak, serta mengintegrasikan antara aspek kognitif, afektif, dan psikomotor
INTERNALISASI NILAI TAWAKAL PADA SANTRI DI PONDOK PESANTREN BADRUL ULUM AL-ISLAMI PACET – KABUPATEN BANDUNG Fakhrurrozi, Pupu; Kosasih, Aceng; Fahrudin, Fahrudin
TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education Vol 5, No 1 (2018): May 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.29 KB)

Abstract

This research was conducted in Pondok Pesantren Badrul Ulum Al-Islami al-Salaf Islamic boarding school which was founded in 1918 and still exists until now. The method used in this research is descriptive method with qualitative approach and literature study. The result obtained from this research are: The goal of internalization of tawakal value with zikr ya wakil is for clearing the soul (saffat asraruhu). Internalization process of tawakal value, among others, applied in the activity of congregation of zikr, learning activity, and daily activity. The result of the internalization of the value of tawakal is that the person will have a happy feeling. The obstacles of in the process of internalization are no thorough awareness of the internalization of tawakal value, the existence of takhassus student under the age of high scholl, and the lack of cohesiveness amongst students in order to help to maximaze pondok pesantren’s program. Penelitian ini di laksanakan di Pondok Pesantren Badrul Ulum Al-Islami sebagai pesantren salaf yang di dirikan pada tahun 1918 dan masih eksis hingga sekarang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif serta ditunjang oleh studi kepustakaan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu: Tujuan internalisasi nilai tawakal denganzikir yā wakīl adalah agar hati jernih (ṣaffat asrāruhu). Proses internalisasi nilai tawakal diantaranya diterapkan dalam aktivitas zikir berjamaah, kegiatan pengajian, dan aktivitas keseharian. Hasil internalisasi nilai tawakal adalah bahwa orang yang sudah bertawakal akan mempunyai perasaan bahagia. Hambatannya adalah belum begitu menyeluruhnya kesadaran mengenai internalisasi nilai tawakal, adanya santri takhassus di bawah usia SMA, serta kurangnya kekompakan sesama kepengurusan santri dalam rangka membantu memaksimalkan program kepesantrenan.
KONSEP PENDIDIKAN ISLAM PERSPEKTIF MAHMUD YUNUS DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN PAI DI SEKOLAH Nurza, Ashfira; Rahmat, Munawar; Fahrudin, Fahrudin
TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education Vol 5, No 2 (2018): November 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to find the concept of education according to Mahmud Yunus and its implication to Islamic Religious Education at school. This research is library research by using qualitative-descriptive approach. Based on this research, it is known that Islamic Education goal according to Mahmud Yunus is to form noble character (akhlak mahmudah) of the students and they are experts in both general and religious sciences. Materials of Islamic Education in Mahmud Yunus’ view in geleral can be divided ito three: math, skill,and drawing. In specific, Mahmud Yunus divides materials of Islamic Education based on levels of education.Methods of Islamic Education to him are story telling, question-answer, discussion, modelling, accustoming, and speech. The last, evaluation of Islamic Education used are school examination, general examination, and modern examination. The concept of education according to Mahmud Yunus, in the researchers’ view has implication to the process of Islamic Religious Education insctruction at school, either in the goal, materials, method, or in the evaluation.Penelitian ini bertujuan untuk menemukan konsep pendidikan Islam perspektif Mahmud Yunus dan  implikasinya terhadap pembelajaran PAI di sekolah.Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif melalui pendekatan kualitatif dengan menggunakan teknik studi literatur. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa tujuan pendidikan Islam perspektif Mahmud Yunus adalah membentuk akhlak mulia peserta didik dan peserta didik dapat dihandalkan dalam ilmu umum dan ilmu agama.Materi pendidikan Islam perspektif Mahmud Yunus secara umum dibagi menjadi tiga yaitu matematika, keterampilan, dan melukis. Secara khusus Mahmud Yunus membagi materi Pendidikan Islam berdasarkan tingkat pendidikan.Metode pendidikan Islam yaitu metode kisah, metode tanya jawab, metode diskusi, metode teladan, metode pembiasaan dan metode ceramah. Evaluasi pendidikan Islam yang digunakan yaitu berupa ujian sekolah, ujian umum, dan ujian modern. Konsep pendidikan Islam perspektif Mahmud Yunus ini memiliki implikasi terhadap proses pembelajaran PAI di sekolah, baik pada tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, metode pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran.